p-Index From 2021 - 2026
11.799
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Al-'Adalah Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Wacana, Jurnal Sosial dan Humaniora International Journal of Local Economic Governance Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Madura Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian JURNAL MAHKAMAH JISPO (Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Jurnal EMT KITA Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi AL-HUKAMA´ Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Jurnal Dinamika Ekonomi dan Bisnis Jurnal SOLMA JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar PENDIPA Journal of Science Education CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy YUSTISI JURNAL AGRONIDA Efektor JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Jurnal Agregasi Nizham Journal of Islamic Studies Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) International Journal of Electrical, Energy and Power System Engineering (IJEEPSE) EKONOMI, KEUANGAN, INVESTASI DAN SYARIAH (EKUITAS) Al-Muamalat: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syari'ah Jurnal Teknologi Informatika dan Komputer Economics and Digital Business Review Yustisi: Jurnal Hukum dan Hukum Islam Journal of Applied Materials and Technology Jurnal FASILKOM (teknologi inFormASi dan ILmu KOMputer) SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Indonesian Journal of Islamic Economics and Business Bulletin of Community Engagement El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jurnal Agriculture PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Indonesia Raya Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Eksakta) Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi Journal of Social Science and Humanities (JoSSH) JURNAL BESEMAH Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Mutanaqishah: Journal of Islamic Banking QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) International Journal of Integrative Sciences AL HUKMU: Journal of Islamic Law and Economics Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan MILRev: Metro Islamic Law Review Brawijaya Journal of Social Science BATOBO: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Al-Maun Jurnal Rekognisi Ekonomi Islam (JREI) Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law Journal of Accounting Law Communication and Technology An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Journal of Fisheries & Marine Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan Botani: Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis Wallaby: Jurnal Manajemen, Bisnis & Akuntansi Madania: Jurnal Kajian Keislaman Jurnal Agricultural Science
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AL-HUKAMA´

KOMPARASI KONSEP WALI NIKAH MENURUT SHAFI’IYAH DAN HANAFIYAH Edi Susilo
AL-HUKAMA: The Indonesian Journal of Islamic Family Law Vol. 5 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/al-hukama.2015.5.1.81-103

Abstract

Abstract: Marriage is a strong bond that is described in al-Qur’an as mithaqan ghalizan, an extraordinary bond (solemn pact). Therefore, to reach the validity of marital contract, there are some requirements to fulfill. Among the Muslim scholars of the Islamic thoughts, they all agree to the requirements of the validity of marital contract required but one. It is about a guardian of marriage for woman. Among Syafi’iyyah Islamic thought, a guardian of marriage for woman is an absolute requirement that must be met for the sake of a validity of marriage. While Hanafiyyah Islamic thought, they consider that a guardian of marriage is only recommended and is not the condition to be met. This difference of opinion, of course, cannot be separated from the legal sources they use, the legal reasoning methodology, and their understanding of which. Based on a further elaboration, there are some similarities and differences between Syafi’iyyah and Hanafiyyah scholars’ point of view as are going to be discussed in this article.Abstrak: Pernikahan adalah ikatan yang kuat yang dijelaskan dalam al-Qur'an sebagai ghalizan mithaqan, ikatan yang luar biasa. Oleh karena itu, untuk mencapai validitas kontrak perkawinan, ada beberapa persyaratan untuk memenuhi. Di antara para ulama Muslim dari pemikiran Islam, mereka semua setuju dengan persyaratan keabsahan kontrak perkawinan, yaitu wali nikah bagi seorang wanita. Di antara pendapat Syafi'iyyah, wali nikah bagi wanita merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi demi validitas perkawinan. Sementara menurut Hanafiah, mereka menganggap bahwa wali nikah hanya direkomendasikan dan tidak yang harus dipenuhi. Perbedaan pendapat ini, tentu saja tidak dapat dipisahkan dari sumber-sumber hukum yang mereka gunakan, metodologi pertimbangan hukum, dan pemahaman mereka yang. Berdasarkan penjabaran lebih lanjut, ada beberapa kesamaan dan perbedaan antara titik Syafi'iyyah dan Hanafiyah 'pandang sebagaimana yang akan dibahas dalam artikel ini.Kata Kunci:
‎‘IDDAH DAN IHDAD BAGI WANITA KARIR edi susilo
AL-HUKAMA Vol. 6 No. 2 (2016): Desember 2016
Publisher : State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.794 KB) | DOI: 10.15642/al-hukama.2016.6.2.275-297

Abstract

Abstract: The concept of ‘iddah and ihdad in Islamic jurisprudence that has been running so far requires women to shy away from the social interaction and the avoidance of activities that may attract the attention of men, such as preening, ornate, and so on. They are regarded to mediate the appearance of the prohibited wedding on the waiting period (‘iddah). It is very collide with the present fact about the career women which demand them to work hard, always look attractive, and keep the interaction with the opposite sex. These factors encourage them to have an outdoor activity to support their financial result and career. The clash between the concept of fiqh and the current condition of the career women becomes the object of the discussion. Consideration that can change the legal status of ‘iddah and ihdad when collides with the issue of career women is a consideration hajah and darurah. In addition, the legal settlement of the career women can be said to be more applicable, effective, and humane. This paper will examine about ‘iddah and ihdad for the career women through the lens of maqasid al-shari’ah so the concept of Islamic jurisprudence can still be applied in contemporary era without negating the rights of the individual and social. Abstrak: Konsep ‘iddah dan ihdad dalam fiqh yang telah dijalankan selama ini, mengharuskan wanita untuk menghindar dari interaksi sosial serta menghindar dari aktifitas yang dapat menarik perhatian laki-laki, semisal bersolek, berhias, dan sebagainya karena dianggap dapat menjadi perantara munculnya pernikahan pada masa ‘iddah yang hukumnya dilarang. Hal ini sangat berbenturan dengan fakta kekinian tentang wanita karir yang menuntut wanita bekerja ekstra untuk memenuhi kebutuhan hidup yang mengharuskan wanita ini untuk selalu berpenampilan menarik serta menjaga interaksi dengan siapapun termasuk lawan jenis sehingga tertuntut untuk selalu beraktifitas keluar rumah, hal ini ditujukan untuk menunjang hasil finansial dan karirnya. Dua fakta mengenai benturan konsep fiqh dengan kondisi kekinian yang dalam hal ini adalah wanita karir, menjadi objek pembahasan yang menarik untuk kemudian dicarikan solusinya. Pertimbangan yang dapat merubah hukum ‘iddah dan ihdad ketika berbenturan dengan masalah wanita karir adalah pertimbangan hajat dan d}arurat mengingat efektifitas hajat dan d}arurat sehingga penyelesaian hukum ‘iddah dan ihdad bagi wanita karir dapat dikatakan lebih aplikatif, efektif  dan humanis untuk era kekinian dengan pertimbangan hajat dan darurat.  Tulisan ini akan mengkaji tentang ‘Iddah dan Ihdad  Bagi Wanita Karir melalui kacamata maqasid ash-Shari’ah sehingga konsep fiqh masih dapat diaplikasikan di era kekinian tanpa meniadakan hak-hak individu dan sosial.Kata Kunci: ‘Iddah, Ihdad, Wanita Karir 
Co-Authors A. Kumedi Ja’far Aan Zainul Anwar Ade Irma Suryani Agus Dwi Sulistyono Agus Sutiyono Airin Liemanto Al Hadi, Ibadurrahman Alatas, Ali Almiyani, Almiyani Amanda, Rafika Dwi Aminnudin, Moch Aminuyati Andhi, Rahmat Rizal Andik Isdianto Andreani Kinata Anhar Anhar Anhar Anthon Efani ANWARUSSAID Arif Fikri Arifien, Zainal Arifin, Ismail Astari, Pewi Wanda Atra Romeida Aulia Azhar AYU FIRDAUSI NUZULA Bastari, Akhmad Budi Santoso Chusna, Irma Ul Daduk Setyohadi Deni Dwi Cahya Desmanto, Dipan Dewi Cahyandari, Dewi Dhiana Puspitawati Dian Novita Dian Novita Dian Ramadhani Dian Yayan Sukma, Dian Yayan Dicky Wijanarko Dotti Suryati Dwi Ayuk Indriawati Dwi Hermawati Dwi Nur Indah Sari Dwi Nur Indah Sari, Dwi Nur Indah Dyah Noor Intan Edi Dwi Cahyono Enggar Apriyanto, Enggar Epin, Maria Natalia Wainip Erik Rahman Gumiri Erlinda Indrayani Ernanti, Deya Ery Safrianti Fadillah Sari, Fadillah FADLI, MOH Fahrurrozi, Fahrurrozi Fajri, Ahmad Dio Fajriah, Reza Ayu Fathah, Aulia Lanudia Febriana, Selvi Eka Feri Candra Fikri, Muhammad Haikal Filma Alia Sari Firdaus Firdaus Firmansyah, Rezky Adi Fitria Yulianti Fitrika, Wilda Zahrotul Ginting, Yanti Mayasari Gonggo, Bambang Hadi, Bagus Kusumo Hamron, Novita Haq, Ahmad Isyraqul Hari Fitriyani Haritsi, Salman Al Hasni Heltiani, Nofri Hendri Bustamam Hermawati, Dwi HERU PURNAWAN HESTI PUJIwATI Husna, Muhimmatul I MADE SUKRATMAN I Nyoman Nurjaya Ikhrom Muhammadun Ikhsan , Ikhsan Ilham Ramadhan Illahi, Noteka Illahi, Rhochmad Wahyu Ina Asitalia Indah, Yuni Indra Warman IRSAN TAUFIK ALI Iskarnedi Isnaini Isnaini Jati Batoro Keppi Sukesi Khafidhoh, Ayuk Nurul Kliwon Hidayat Krisbudiana, Muhammad Iqbal Fachry La Basri Leres Puspitasari Lestari, Adinda Lestari, Diah Charisma Lestariadi, Riski Agung Levy Oktridarti Linda Astuti Linda Firdawaty Linna Oktaviana Sari Lisa Lori, Lori M, Ranto Anjasmara Maesin Yunita Sari Maimun Marifatul Nikmah Mimit Primyastanto Mini Asmarita Miswanto Miswanto Miswanto Mochammad Fattah, Mochammad Muadi, Sholih Muh Aseffudin Muhammad Hakim Saputra Muhammad Muhammad Muhammad Rizki Dalfi Muhimmatul Husna Muhimmatul Rizza Mukri, Mohammad Mursyid Al Haq Mustafa Lutfi N. Hidayah Nanik Setyowati Neli Definiati Ngesti Dwi Prasetyo Nihlatussifa, Nihlatussifa Niken Hendrakusma Wardani Nissa, Hany Uswatun Niswatun, N Nizery, Sefhanissa Puspa Retno NOVITA SARI, DIA novita sari, dian Novitasari, Hety Nuddin Harahab Nur Rois Ahmad Nurhayaty, Ety Oktamalia Oktamalia, Oktamalia Oktridarti, Levy Parwi, Parwi Parwito Parwito Parwito, Parwito Poppy Siska Putri Pramudi Harsono Prasetyo Yuli Kurniawan Prasetyo, Ngesti D. Prio Susanto Pudji Purwanti Pudji Purwanti Puspitasari, Intan Dwi Puspitasari, Wiwit Putri, Berlania Mahardika Putri, R.A Rizka Qori Yuliani R.A Rizka Qori Yuliani Putri Rachman, Nikyta Yulia Rahmat Setiaji Rahmat, Fajar Raisawati, Tatik Ramadhan, Fawaz Ramadhanti, Nur Fa'izah Fitri Risky Kusuma Rismayani Rismayani Rita, Wismalinda Rohmad Rohmad, Rohmad S. Ardiansyah Safitri, Putri Diyan Saiful Akhyar Lubis SALAMUN Salamun Salamun Salhazan Nasution Sanggar Kanto Sanggar Kanto Sania Layaliyal Sania Layaliyal Ifadhoh Sanju Diosi Arisca Saputra, Dion Sari, Dia Novita SARTY SYARBIAH SEMPURNA GINTING Shafiqoh, Hazikahtus Shinta Hadiyantina Shinta Risti Astuti Sindi Nurfatikasari Sofiati, Dwi Sofyan, Usep Solehudin Solehudin Sri Wahyuni Suharjo, Usman Kris Joko Sulistyawati, Upik Sri Sulistyo Budi Utomo Sumardi Sumardi Supriyadi, Aditya Prastian Supriyadi, Rizki Febrianto Supriyono Supriyono Susi Handayani Sutri Yani Suwitno Suwitno Suwitno, Suwitno Syafitasari, Juanda Tika, Yori Mans Tila Watil Muslim Meini TIWI NURJANNATI UTAMI Togatorop, Eny Rolenti Tri Djoko Lelono Tri Wahyuniarti Tria Putri Mustika, Tria Putri Tristianingsih, Purwandari Nur Triyananda, Adela Ula, Zahrotul Wahyu Handayani Wahyu Hidayat Wahyu, I Kadek Wardati Wardati Wicaksono, Yudi Krisno Widyaningsih, Sari Wuri Prameswari Yahya Aziz Yanuhar, Uun Yessy Eka Ambarwati Yudi Hadiwandra, Tengku Yusnita Rahayu Zainal Abidin Zidny Arifin, Irvan Zulhafizh Zurina Muchlis, Rita