Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMBINASI KAPUR DOLOMIT DAN POC BATANG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PADA TANAH GAMBUT Apriansa, Sona; Zulfita, Dwi; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50797

Abstract

Pemberian kapur dolomit dan POC batang pisang pada tanah gambut dapat meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi yang sesuai untuk tanaman sawi. Tujuan penelitian untuk mendapatkan kombinasi kapur dolomit dan POC batang pisang yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan yang terletak di Jl. Aloevera, Kelurahan Bansir Darat, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, dilaksanakan dari tanggal 23 mei "“ 23 juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap yang terdiri dari 9 taraf perlakuan. P1 : Kapur dolomit 11,25 ton/ha + dengan POC batang pisang 150 ml/ L air, P2 : Kapur dolomit 11,25 ton/ha + dengan POC batang pisang 300 ml/ L air, P3 : Kapur dolomit 11,25 ton/ha + dengan POC batang pisang 450 ml/ L air, P4 : Kapur dolomit 15 ton/ha + dengan POC batang pisang 150 ml/ L air, P5 : Kapur dolomit 15 ton/ha + dengan POC batang pisang 3000 ml/ L air, P6 : Kapur dolomit 15 ton/ha + dengan POC batang pisang 450 ml/L air, P7 : Kapur dolomit 18,75 ton/ha + dengan POC batang pisang 150 ml/ L air , P8: Kapur dolomit 18,75 ton/ha + dengan POC batang pisang 300 ml/ L air, P9: : Kapur dolomit 18,75 ton/ha + dengan POC batang pisang 450 ml/ L air. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, volume akar, luas daun, kadar klorofil daun, berat basah dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kapur dolomit dan POC batang pisang berpengaruh nyata terhadap jumlah klorofil daun, luas daun, jumlah daun, berat segar dan berat kering tanaman serta berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar. Kapur dolomit 15 ton/ha dan POC batang pisang 300ml/liter air merupakan dosis yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi.
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN KOMPONEN HASIL JAGUNG MANIS AKIBAT PEMBERIAN JENIS PUPUK HAYATI DAN NPK PADA LAHAN GAMBUT Mustakim, Ryan; Zulfita, Dwi; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51337

Abstract

Produktivitas jagung manis di masyarakat masih rendah. Hal ini disebabkan di Kalimantan Barat pada umumnya dibudidayakan petani di lahan gambut. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Sepakat 2, Gang Racana Untan, Kecamatan Pontianak Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 22 Mei sampai dengan tanggal 22 Agustus 2021. Penelitian bertujuan mengetahui interaksi antara jenis pupuk hayati dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pada lahan gambut serta mendapatkan jenis pupuk hayati yang dapat mengefisienkan penggunaan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan percobaan lapangan dengan pola Faktorial Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan dimana tiap perlakuan terdiri dari 4 sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah faktor pupuk hayati (H) terdiri dari h1= pupuk hayati Bio Ekstrim, h2= pupuk hayati Bio Nano, h3= pupuk hayati Bio Optifarm. Konsentrasi pupuk hayati mengikuti konsentrasi anjuran pada kemasan. Faktor pupuk NPK Mutiara 16:16:16 (P) terdiri dari p1 = sesuai dosisanjuran (400 kg/ha atau 7,50 g/tanaman), p2 = 75% dari dosis anjuran (300 kg/ha atau 5,62 g/tanaman) dan p3 = 50% dari dosis anjuran (200 kg/ha atau 3,76 g/tanaman). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah luas daun, berat kering tanaman, indeks luas daun (ILD), laju asimilasi bersih (LAB), laju pertumbuhan tanaman (LPT), berat per tongkol tanpa kelobot, berat per tongkol berkelobot, berat tongkol per petak, panjang tongkol dan diameter tongkol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian semua jenis pupuk hayati dan pupuk NPK menghasilkan analisis pertumbuhan tanaman jagung manis yang sama baiknya, terjadi interaksi pemberian jenis pupuk hayati dan pupuk NPK terhadap hasil tanaman jagung manis pada lahan gambut serta interaksi antara pupuk hayati Bio Optifarm dan NPK dosis 200 kg/ha (50% dosis anjuran) memberikan pertumbuhan dan hasil jagung manis yang terbaik pada lahan gambut.
UJI JENIS PUPUK HAYATI DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA LAHAN GAMBUT Setiawan, Moh Ricky Nanda Pratama; Zulfita, Dwi; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51338

Abstract

Salah satu faktor pembatas pertumbuhan tanaman jagung manis adalah kesuburan tanah. Tanah dikatakan subur jika mengandung cukup unsur hara esensial yang dibutuhkan oleh tanaman untuk menunjang pertumbuhannya sampai dengan produksi. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Reformasi Kecamatan Pontianak Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 22 Mei sampai dengan tanggal 22 Agustus 2021. Penelitian bertujuan mengetahui interaksi antara jenis pupuk hayati dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pada lahan gambut serta mendapatkan jenis pupuk hayati yang dapat mengefisienkan penggunaan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan percobaan lapangan dengan pola Faktorial Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan dimana tiap perlakuan terdiri dari 4 sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah faktor pupuk hayati (H) terdiri dari h1= pupuk hayati Bio Extrim, h2= pupuk hayati Bio Nano, h3= pupuk hayati Bio Optifarm. Konsentrasi pupuk hayati mengikuti konsentrasi anjuran pada kemasan. Faktor pupuk NPK Mutiara 16:16:16 (P) terdiri dari p1 = sesuai dosis anjuran (400 kg/ha atau 7,3 g/tanaman), p2 = 75% dari dosis anjuran (300 kg/ha atau 5,6 g/tanaman) dan p3 = 50% dari dosis anjuran (200 kg/ha atau 3,73 g/tanaman). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah volume akar, klorofil daun, luas daun, berat kering tanaman, jumlah daun, tinggi tanaman, berat per tongkol tanpa kelobot, berat per tongkol berkelobot, berat tongkol per petak, panjang tongkol dan diameter tongkol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi pemberian jenis pupuk hayati dan NPK terhadap hasil tanaman jagung manis pada lahan gambut. Interaksi antara pupuk hayati Bio Optifarm dan NPK dosis 200 kg/ha (50% dosis anjuran) memberikan pertumbuhan dan hasil jagung manis yang terbaik pada lahan gambut
PENGARUH PEMBERIAN POC BATANG PISANG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBHAN DAN HASIL CABAI MERAH PADA TANAH GAMBUT Candra, Joko; santoso, Eddy; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57948

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang penting di Indonesia karena banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman memiliki beberapa kendala seperti sifat kimia dan biologi tanah yang kurang baik untuk pertumbuhan tanaman. Tanah gambut juga mempunyai kadar pH yang rendah, kandungan basanya rendah dan kapasitas tukar kation yang tinggi (KTK), sifat ini yang mengakibatkan kertersedian unsur hara menjadi rendah. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki masalah tersebut ialah dengan pemberian POC batang pisang dan pupuk NPK karena POC batang pisang mengandung unsur hara makro maupun mikro serta mengandung mikroorganisme berfungsi membantu dekomposisi tanah gambut. Sementara itu pemberian pupuk NPK membantu menambah ketersedian unsur hara N, P dan K dalam tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inetraksi dan dosis terbaik antara pemberian POC batang pisang dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Sepakat 2 Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 14 Januari - 26 April 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah POC batang pisang yang terdiri dari 3 taraf yaitu 500 ml/polybag, 400 ml/polybag dan 300 ml/polybag. Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf yaitu 800 kg/ha, 650 kg/ha dan 500 kg/ha. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, volume akar, klorofil daun, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara POC batang pisang dan pupuk NPK pada variabel volume akar dan berat kering tanaman. Pemebrian POC batang pisang dengan dosis 500 ml/polybag dan pupuk NPK 800 kg/ha memberikan hasil terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai merah pada tanah gambut.
PENGARUH PUPUK UREA, SP36, DAN KCL DIPERKAYA DENGAN INOKULASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH GAMBUT Juwita, Ida; Zulfita, Dwi; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58212

Abstract

Kedelai edamame (Glycinemax (L) Merril.) merupakan kedelai asal Jepang yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan kedelai biasa. Kedelai edamame memiliki bentuk tanaman, biji dan polong yang lebih besar. Upaya untuk meningkatkan produksi kedelai edamame dapat dilakukan dengan mengoptimalkan lahan gambut untuk areal produksi kedelai edamame di Kalimantan Barat. Pupuk yang dapat digunakan adalah Urea, SP36, dan KCL, ketiga pupuk ini mengandung unsur nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Unsur hara N, P, dan K sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Disamping itu penggunaan FMA mampu meningkatkan serapan unsur yang tidak mobil terutama hara P. FMA memiliki peranan yang sangat penting bagi tanaman yaitu dapat memfasilitasi penyerapan hara dalam tanah sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, sebagai penghalang biologis terhadap infeksi patogen akar, meningkatkan ketersediaan air bagi tanaman dan meningkatkan hormon pemacu tumbuh. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh dosis terbaik pupuk N, P, dan K yang diperkaya dengan inokulasi FMA terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 kali ulangan. Perlakuan yang dimaksud yaitu : p1 = dosis pupuk 100% dari anjuran, p2 = dosis pupuk 75% dari anjuran, p3 = dosis pupuk 50% dari anjuran, p4 = dosis pupuk 25% dari anjuran. Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi : tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah cabang produktif (buah), umur berbunga (hst), jumlah polong isi pertanaman (buah), berat polong isi per tanaman (g). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk N, P, K dosis 100% dosis anjuran setara dengan Urea 0,90 g/tanaman, SP36 0,65 g/tanaman, dan KCl 0,65 g/tanaman diperkaya dengan inokulasi FMA dapat memberikan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame yang terbaik pada tanah gambut.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAUN CENGKODOK DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI PERENGGI PADA TANAH ALUVIAL Wijayanto, Titis; Surachman, Surachman; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58568

Abstract

Tanaman cabai menjadi salah satu komoditas sayuran yang penting di Indonesia. Ketergantungan terhadap rasa pedas pada cabai terbilang tinggi sehingga menjadikan Indonesia salah satu pengkonsumsi cabai terbesar. Cabai menjadi komoditas tanaman sayuran yang sangat prospektif dan handal, karena tanaman cabai mempunyai nilai ekonomi tinggi. Kebutuhan terhadap cabai terus meningkat setiap tahun sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan perekonomian nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi pupuk organik daun cengkodok dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil cabai perenggi pada tanah Alluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Reformasi, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Waktu pelaksanaan penelitian ini direncanakan selama ± 4 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan kombinasi pupuk organik daun cengkodok + pupuk NPK Mutiara dengan 4 kali ulangan dimana setiap satuan unit percobaan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga total keseluruhan 96 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah k1 = 100 % (1.000 g pupuk organik daun cengkodok), k2 = 80 % (800 g pupuk organik) + 20% (4 g pupuk NPK Mutiara), k3 = 60 % (600 g pupuk organik) + 40% (8 g pupuk NPK Mutiara), k4 = 40 % (400 g pupuk organik) + 60% (12 g pupuk NPK Mutiara), k5 = 20 % (200 g pupuk organik) + 80% (16 g pupuk NPK Mutiara), k6 = 100% (20 g pupuk NPK/ dosis anjuran). Variabel yang di amati pada penelitian ini antara lain : tinggi tanaman (cm), kadar klorofil daun (spad unit), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah pertanaman (g) dan berat buah per buah (g). Pada variabel hasil menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi bokasi daun cengkodok dan NPK berpengaruh nyata terhadap berat buah per tanaman dan berat per buah dan berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah buah per tanaman. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini yaitu 60% bokashi daun cengkodok (600 g/polybag) + 40% NPK (8 g/tanaman) di tolak, karena perlakuan yang optimal terdapat pada perlakuan 20% bokashi daun cengkodok (20 g/polybag) + 80% NPK (16 g/tanaman) pada variabel berat buah per tanaman dan berat buah perbuah.Kata Kunci : Bokasi daun cengkodok, pupuk organik, cabai perenggi
PENGARUH PUPUK KANDANG BURUNG PUYUH DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL Parizal, Parizal; Zulfita, Dwi; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60211

Abstract

Kedelai edamame merupakan sayuran bernilai komersial tinggi di Indonesia, terlebih setelah kepopuleran Edamame sebagai camilan. Kedelai yang berasal dari Jepang ini berbeda dengan kedelai lain, yaitu bijinya lebih besar, teksturnya lebih halus, rasanya lebih manis, dan lebih mudah dicerna. Penelitian bertujuan mengetahui interaksi antara pupuk kandang burung puyuh dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial, dan mendapatkan dosis interaksi antara pupuk kandang burung puyuh dan NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Reformasi Gg. Racana Untan, yang mulai dari tanggal 12 juli sampai 12 september 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk kandang burung puyuh (b) yang terdiri 3 taraf perlakuan, sedangkan faktor kedua yaitu pupuk NPK (p) juga terdiri dari 3 taraf perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah :Faktor pertama adalah pupuk kandang burung puyuh (b) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: b1 = 10 ton/ha setara dengan 50 g/polybag, b2 = 20 ton/ha setara dengan 100 g/polybag, b3 = 30 ton/ha setara dengan 150 g/polybag. Faktor kedua yaitu pupuk NPK (p) yang juga terdiri dari 3 taraf yaitu: p1 = 200 kg/ha setara dengan 1 g/polybag,p2 = 300 kg/ha setara dengan 1,5 g/polybag, p3 = 400 kg/ha setara dengan 2 g/polybag. Variabel yang di amati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong segar, berat polong segar, jumlah polong isi, jumlah polong hampa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian pupuk kandang burung puyuh dan NPK dalam meningkatkan jumlah cabang produktif kedelai edamame pada tanah aluvial, namun tidak ditemukan dosis pupuk kandang burung puyuh dan NPK yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame yang terbaik tanah aluvial tetapi pemberian pupuk kandang burung puyuh dosis 10 ton/ha dan NPK dosis 200 kg/ha efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial.Kata kunci : Hasil dan Pertumbuhan, Kedelai Edamame, NPK, Pupuk Kandang Burung Puyuh, Tanah Aluvial
PENGARUH KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN dan HASIL SAWI HUMA pada TANAH ALUVIAL Jimiando, Mantius; Zulfita, Dwi; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60337

Abstract

The purpose of this study was to obtain the best interaction of various doses of sawdust ash and NPK fertilizer on peat soil. The research was carried out on peat land, Jungle Jaya hamlet, Sungai Duri village, Sungai Raya sub-district, Bengkayang Regency, West Kalimantan. The research design used was a randomized block design with 2 factors and 3 treatment levels. Powder ash factor consisting of a1=1.8 kg/plot, a2=2.7 kg/plot, a3=3.5 kg/plot and NPK fertilizer factor consisting of m1=22.25 gr/plot, m2= 37.50 gr/plot, m3=45.00 gr/plot. Planting is done by placing the seeds in each planting hole with a total of two seeds with a spacing of 25 cm x 25 cm per planting hole. Variable observations were made on plant height, plant dry weight, number of pods, weight of pods, number of filled pods, and number of seeds. The results showed that the application of sawdust ash and NPK fertilizer doses of 2.7 kg/plot and 37.50 g/plot had a significant effect on all observed variables.Keywords: compost empty bunches of oil palm, mustard huma, alluvial soil.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS JAGUNG MANIS DENGAN PEMBERIAN PUPUK HAYATI PADA LAHAN GAMBUT Safriansyah, Gusti; Zulfita, Dwi; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60349

Abstract

Produktivitas jagung manis di masyarakat masih rendah. Hal ini disebabkan di Kalimantan Barat pada umumnya dibudidayakan petani di lahan gambut. Peneitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Reformasi Gg. Recana Untan Kecamatan Pontianak Tenggara. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 9 Mei "“ 15 Agustus 2022. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 3 ulangan dan masing-masing kombinasi perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel. Sebagai Petak Utama (Main Plot) adalah varietas jagung ketan (V) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan sebagai Anak Petak (Sub Plot) adalah pupuk Hayati Petrobio (P) yang terdiri dari 3 perlakuan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), berat kering tanaman (g), luas daun total (cm2), volume akar (cm3), berat per tongkol berkelobot (g), berat per tongkol tanpa kelobot (g), panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm) dan berat tongkol/petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua varietas yang digunakan dalam penelitian ini (Rasanya F1, Kumala F1 dan Jutawan F1) menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang sama pada tanah gambut. Pemberian pupuk hayati petrobio dengan dosis 30 kg/ha menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang terbaik terhadap beberapa varietas jagung manis pada tanah gambut. Interaksi antara penggunaan jagung manis varietas Rasanya F1 dan pemberian pupuk hayati petrobio dosis 30 kg/ha atau setara dengan 0,56 g/tanaman menunjukkan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanah gambut.Kata Kunci : Varietas, Jagung Manis, Pupuk Hayati, Petrobio, Gambut
RESPON FISIOLOGIS DAN KOMPONEN HASIL BEBERAPA VARIETAS JAGUNG MANIS DENGAN PEMBERIAN PUPUK HAYATI PADA LAHAN GAMBUT Ananda, Restia Diaz; Zulfita, Dwi; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60350

Abstract

Produktivitas jagung manis di masyarakat Kalimantan Barat masih rendah dikarenakan petani belum menggunakan varietas unggul dan menanam pada lahan gambut. Dengan hal ini penggunaan varietas unggul dan penambahan hara pada lahan diperlukan. Penambahan unsur hara pada lahan gambut dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk hayati. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Jalan Reformasi Gg. Racana Untan. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 9 Mei sampai 15 Agustus 2022. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui respon fisiologi tanaman jagung terhadap pemberian berbagai jenis pupuk hayati, (2) mencari dosis pupuk hayati yang terbaik terhadap respon fisiologi tanaman dan komponen hasil salah satu varietas jagung manis pada lahan gambut, (3) mencari varietas jagung manis yang paling baik tehadap respon fisiologi dan komponen hasil dengan pemberian pupuk hayati di lahan gambut, dan (4) Mendapatkan dosis pupuk hayati yang terbaik terhadap respon fisiologi tanaman jagung pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan percobaan lapangan dengan pola Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor Varietas jagung manis(V) dan pupuk hayati Petrobio (P) yang terdiri dari masing masing 3 taraf perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap perlakuan terdapat 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah Varietas Jagung Ketan (V) terdiri dari : v₁ = Jagung ketan varietas Rasanya F1, v₂ = Jagung ketan varietas Kumala F1, dan v₃ = Jagung ketan varietas Jutawan F1. Sebagai sub plot adalah dosis pupuk hayati Petrobio (P) terdiri dari 3 taraf yaitu : p₁ = 30 kg/ha ≈ 0,56 g/tanaman, p₂ = 40 kg/ha ≈ 0,75 g/tanaman, dan p₃ = 50 kg/ha ≈ 0,938 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain: berat kering tanaman (g), luas daun total (cm2), Indeks Luas Daun (ILD), Laju Asimilasi Bersih (LAB), Laju Pertumbuhan Tanaman (LPT), berat per tongkol berkelobot (g), berat per tongkol tanpa kelobot (g), panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm), dan berat tongkol/petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian semua dosis pupuk hayati menghasilkan respon fisiologis yang sama baiknya pada semua varietas jagung manis, interaksi antara jenis Varietas Rasanya F1 dan pupuk hayati dosis 30 kg/ha memiliki respon fisiologis dan komponen hasil terbaik pada lahan gambut, dan Varietas Rasanya F1 menunjukkan respon fisiologis yang terbaik pada pemberian berbagai dosis pupuk hayati. Kata kunci : Gambut, Hasil, Jagung Manis, Pupuk Hayati, Respon Fisiologis
Co-Authors 'Azizah, Nur Wafiq ., Astina ., Meisan ., rafika A. Ulipiana S Angreni, A. Ulipiana S A.A. Ketut Agung Cahyawan W ABSAH, ABSAH Achmadi Achmadi Acinake, Acinake Ade Elbani Ade Mirza Aditya Aditya Adrianus Kamaledho Dume, Adrianus Kamaledho Afrizal - Agita, Rendi Agus Hariyanti Agus Hariyanti Agus Hariyanti agus ruliyansyah Agustina Listiawati Ahmad Mulyadi Ahmad Mulyadi Surojul Ainurrahman, Yadi Aktris Nuryanti, Aktris Alan Nuari, Alan Alhadiansyah Amanda, Tasya Ananda, Restia Diaz Anangga, Josti Andi Ihwan Apriansa, Sona Ari Firmansyah, Ari ari krisnohadi Arien, Arien Ariswandi, Bonifasius AS, FEBRIYANTI Asep Nursangaji ASHARI - Ashari, Asri Mulya Asmita, Nurul Asnawati Asnawati Aswandi - Aurelia, Tasha Neila Basuni, Basuni Bella, Apriana Bistari Boby, Faskalis Candra, Joko Chairani Siregar Damayanti, Fena Ruthmayda Ernita Daniar Wulandari Darussalam Darussalam, Darussalam Dermawati Sitorus Dini Anggorowati Diputra, Juhar dupa bandem, putu Dwi Raharjo Eddy Santoso Eddy Santoso Edy Suasono Edy Syahputra Eko Ariyanto Elegant, Yohana Febriani Elly Mustamir Elly Suharlina Erni Djun Astuti Eva Dolorosa Evi Gusmayanti Fadjar Rianto Fauziah, Firdanti Feby, Febrina Fernando Etes Ferry Hadary Fitri Imansyah Fitri, Kurnilah Ary Fransiano, Frediricus FRANSISKA, EVA Ghazali, Fardhoni gusman fauzi Hamdani - Harahap, Rifiya Daffa Syafiyah Hardiyanti Ningsih Hasibuan, Hardiyanti Ningsih Hariyanti, Agus hasibuan, pria nugraha Helsandy Talino Henny Sulistyowati Herry Sujaini Hidayat Hidayat Hiromitsu, Kuno HUTAHAEAN, YOGI Imam Ghozali Indri Hendarti Ismahan Umran Ismawartati - Itnu, Itnu Iwan Sasli Jani, Nurjani Janoldi, Florentinus Jefri Jefri Jimiando, Mantius Jiran Jiran, Jiran Juanda Julyanti, Dewi Nor Indah Jumelissa Marum Juwita, Ida Karem, Christian Raymondo Kartika, Anna Silviyana Kristin, Valenti Kristina Lusiana, Kristina KURNIATI, NURMI Kurniawan, Chandra Chandra Kusumapradja, Rokiah Lala, Maria Elisabet Lamita, Dinni Layo, Aldi Pernando Lestari Lestari LIANTI, LIANTI lidi, Maulidi Magdalena Magdalena Maharani, Rizka Aulia Marbun, Tiurida Maria Magdalena MARSELA, ASTERIA ANDRIANTI Marudur, Reni Maswadi - Maulidi - Maulidi Maulidi MAULINDA, SEPTI Mbaku, Wilhelmina Wiku Meiran Panggabean meko, albertus Melsy, Clara Francini Memet Agustiar Mochammad Meddy Danial Monica, Astri Muanuddin - Muhammad Pramulya, Muhammad Muhammad Yusuf Muhammad, Wahyu Muhsin Muhsin Muliandari, Nadya Mulyadi Safwan Muslimin, Uray Naufah, Naufah Nazara, Jefirstino Neni, Lusia Ningsih, Kurnia nira, Masmanira Noni Sari, Kristina Normansyah, Hadi Ikhlas Novensius, Edoardus Nurhayati Nurhayati Nurjani Nurjani, Nurjani Nurjani Nurjayanti - Nurmainah - Nurmainah Nurmainah Nurmainah Nurmainah NYANGKO, ALDIANUS Pangaribuan, Franky Parizal, Parizal Patriani Patriani, Patriani Pramulya , Muhammad PRANATA, YUDA Prayonas, Walan Priyo Saptomo Pujianto Pujianto Purwaningsih - Purwaningsih - Putri, Ekas July Putri, Muslimah Duwi Putri, Yuliani Lia Putriani, Eka Putu Dupa Bandem Putu Dupa Bandem QURSAIN, ZAILANI Rachmawati Ragiman, Ragiman Rahmanda, Rizki Ari Rahmidiani, Rahmidiani Rahmidiyani - Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Ramadhani, Rossy Suchitra Ramli Ramli Randi, Randi Ratna Herawatiningsih Razanni - Resi, Resi Riduansyah - Rikardo Halomoan Sihotang rini hazriani Rini Susana Rita Kurnia Apindiati Rommy Patra Rossy Emiliawati, Rossy Rue, Getrudal Ryan Mustakim Sabtia, Desi Sadin, Helgagio Billy Safara Safara, Safara Safriadi Safriansyah, Gusti Sagita, Tiara Putri Sahat Irawan Manik sandra, edi Santyago, Emanuel Wendi Saputri, Gita Saputri, Helmi SELUS, * Setia Budi Setia Budi Setia Budi Setiawan, Moh Ricky Nanda Pratama Shenny Oktoriana Shoba'ah, Rizky Sholva, Yus SIGALINGGING, SARJUN HENDRY Silalahi, Ferdinand Krismanto Simamora, Cico Jhon Karunia Simarmata, Haris Ganda Saputra Sinaga, Dewi Betharia Sinaga, Siska Rauni Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Halidjah Sitorus, Dermawati Sopiansyah Sopiansyah, Sopiansyah SRI RAHAYU Sri Rahayu Stepanus Sahala Sitompul Sukardi, Viktor Sularto - Surachman - Surachman - Surachman . Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surya Ningsih Sy. Hasyim Azizurrahman Syafiuddin, Wasi'an Syahbani, La Muhammad Imam Syaifurrahman Syaifurrahman Syamswisna , syarief ferry alkadrie Tantri Palupi Tarigan, Monika Febriani Tatang Abdurrahman, Tatang Taufiqulhakim, Muhammad Alvin Titis Wijayanto Uslianti, Silvia Uswatun Hasanah Uti Asikin Valentino, Fernando Vega, Afrilliani Sania Vega, Afrilliania Sania Vivi Bachtiar Wahyu Setiyadi Wahyuni, Anis Wanti Fitrianti Wardiah, Ahla Warganda Warganda Waroki, Veronika Gita Wasian Syafiuddin, Wasian wasian wasian, wasian Watini, Watini Wendy Windhu Putra Wirda Wirda WIREN, WIREN Witarsa - Wulandari, Tutut Dwi Yanti, Yesi Yohanes Gatot Sutapa Yos Anas Riadi Yuliansyah Yuliansyah Yuline - Yulis Jamiah Yusrizal, Herri Zubaidah R