Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Flexing Di Instagram Dengan Kenakalan Remaja Pada Siswa SMK Darul Furqon Ratu Agny Aprilia; Ali Alamsyah Kusumadinata; Sukarelawati Sukarelawati
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1432

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh fenomena flexing di Instagram terhadap kenakalan remaja pada siswa SMK Darul Furqon. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode survei, data dikumpulkan dari 70 siswa yang aktif menggunakan Instagram. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa flexing memiliki pengaruh signifikan terhadap kenakalan remaja (R² = 0,45, p = 0,001), yang mengindikasikan bahwa fenomena ini dapat menjelaskan 45% variansi perilaku kenakalan. Temuan ini mendukung teori kultivasi, yang menyatakan bahwa paparan media sosial membentuk persepsi dan perilaku remaja. Implikasi penelitian ini penting untuk meningkatkan kesadaran akan dampak negatif media sosial terhadap perilaku remaja.   This study analyzes the influence of flexing phenomena on Instagram on adolescent delinquency among students at SMK Darul Furqon. Using a quantitative approach and survey method, data were collected from 70 students who actively use Instagram. The results of simple linear regression analysis show that flexing has a significant impact on adolescent delinquency (R² = 0.45, p = 0.001), indicating that this phenomenon explains 45% of the variance in delinquent behavior. These findings support the cultivation theory, which states that media exposure shapes adolescents' perceptions and behavior. The implications of this study are important for raising awareness of the negative impacts of social media on adolescent behavior.
Representasi Simbolik Konflik Keluarga dalam Film Ipar Adalah Maut (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Tahap Pra-Konflik dan Konfrontasi) Raihan Fadhillah Santoso; Ali Alamsyah Kusumadinata; Undang Suryatna
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.20627

Abstract

Film sebagai media komunikasi massa tidak hanya menyampaikan hiburan, tetapi juga sarat akan pesan sosial dan budaya yang dapat dianalisis secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konflik hubungan keluarga direpresentasikan dalam film Ipar Adalah Maut, melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika, yang memfokuskan kajian pada tiga lapisan makna denotasi, konotasi, dan mitos. Data diperoleh melalui observasi terhadap adegan-adegan dalam film dan didukung dengan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dalam film dibangun secara bertahap melalui simbol-simbol visual dan verbal yang merepresentasikan dinamika rumah tangga. Pada tahap pra-konflik, ketegangan muncul secara halus melalui dialog dan ekspresi nonverbal yang mengisyaratkan ketidakseimbangan dalam relasi keluarga. Sedangkan pada tahap konfrontasi, konflik menjadi lebih nyata dengan hadirnya tindakan-tindakan yang memperlihatkan pengkhianatan dan keretakan kepercayaan. Selain itu, ditemukan bahwa film ini tidak hanya menggambarkan konflik personal, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai budaya yang menempatkan perempuan dalam posisi subordinat dalam keluarga. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap kajian literasi media dan pendidikan karakter, khususnya dalam memahami bagaimana media dapat mereproduksi nilai-nilai sosial dan gender.
Kajian Struktur Naratif Gerard Genette pada Video Bertema Penghapusan Sejarah di Kanal YouTube Kok Bisa Sukarelawati; Putri Nabita Lidiyanti Utomo; Ali Alamsyah Kusumadinata
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21377

Abstract

Pemahaman sejarah membentuk dasar budaya, prinsip perjuangan, dan proses pembentukan bangsa. Tanpa akses terhadap narasi sejarah yang benar, masyarakat rentan terhadap manipulasi dan kehilangan konteks penting dalam memahami akar masalah yang masih relevan hingga kini. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur dan elemen naratif episode "Menghapus Noda Sejarah adalah Ide yang Sangat Buruk" di kanal YouTube Kok Bisa menggunakan teori naratologi Gerard Genette. Teori ini relevan untuk mengkaji hubungan antara cerita, narasi, dan proses penceritaan dalam media baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis naratif. Data dikumpulkan melalui observasi mendalam terhadap transkrip video dan teks, serta didukung oleh tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video ini memanfaatkan lima komponen naratif Genette secara cermat: Urutan, Durasi, Frekuensi, Suasana, dan Suara. Penggunaan analepsis (kilas balik) dan prolepsis (kilas maju) menciptakan urgensi, sementara teknik ringkasan dan elipsis mengorganisasikan informasi secara efisien. Nol fokalisasi dan narator heterodiegetik membangun kredibilitas dan otoritas. Secara keseluruhan, struktur naratif video yang direncanakan dengan baik, mulai dari pembukaan, konflik awal, klimaks, dan akhir, berfungsi sebagai alat pendidikan yang efektif untuk mendorong pemikiran kritis dan kesadaran penonton akan pentingnya ingatan sejarah.
Komunikasi Interpersonal dalam Relasi Romantis Generasi Z Akibat Paparan Konten #Relationshipgoals di TikTok Dheya Pratami; Listya Eka Putri; Nina Rosiana; Salwa Maisya Shafwatunnisa; Siti Jubaedah; Siti Maspupah Apriliani; Ali Alamsyah Kusumadinata
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21868

Abstract

Platform media sosial, terutama TikTok, telah menciptakan tren relationshipgoals yang menggambarkan idealisasi hubungan romantis. Fenomena ini dikenal luas sebagai representasi gaya hidup di dunia digital, namun sejauh mana konten tersebut memengaruhi pandangan Generasi Z tentang hubungan interpersonal belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi bagaimana Generasi Z menafsirkan konten relationshipgoals dan dampaknya terhadap praktik komunikasi dalam hubungan romantis. Studi ini menerapkan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada sejumlah peserta dari Generasi Z yang menggunakan TikTok. Data dianalisis dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola persepsi, sikap, dan perilaku komunikasi yang muncul akibat paparan terhadap konten tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar responden sering terpapar konten relationshipgoals, mereka tidak menjadikannya sebagai patokan utama dalam hubungan nyata mereka. Konten ini lebih dianggap sebagai sarana hiburan, sumber inspirasi, atau objek untuk obrolan ringan, sedangkan kualitas komunikasi interpersonal termasuk keterbukaan, empati, dukungan, kepuasan dalam berkomunikasi, dan cara menangani konflik masih dianggap sebagai aspek yang lebih signifikan. Selain itu, penerimaan diri menjadi faktor vital yang membantu individu membedakan pengaruh media sosial dan mengurangi kecenderungan untuk membandingkan diri dengan orang lain.
Polarisasi Komunikasi di Kalangan Mahasiswa dalam Kelompok Pergaulan Kampus Dwi Sulistiani; Intan Amelia; Laila Fitria Rahma; Nazalla Vidya Marlayza; Resyiana Saffira Rustandi; Zikra Miftahul Jannah; Ali Alamsyah Kusumadinata
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21896

Abstract

Manusia merupakan mahluk sosial yang dimana pada hakikatnya selalu membutuhkan keberadaan manusia lain untuk berinteraksi serta memenuhi kebutuhan hidup. Dalam proses tersebut terbentuk kelompok sosial yang berperan sebagai ruang berbagi pengalaman, penguatan identitas, serta sumber dukungan emosional. Salah satu fenomena yang sering muncul adalah polarisasi, yaitu keterbelahaan antar kelompok akibat perbedaan latar belakang, pandangan, maupun pengaruh media digital.Dalam kehidupan kampus, fenomena ini semakin relevan karena mahasiswa berada pada fase pembentukan identitas dan jaringan sosial. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana polarisasi pergaulan terbentuk, dan dimaknai mahasiswa dalam interaksi sehari – hari. Tetapi selain itu juga untuk menganalisis faktor penyebab serta dampaknya bagi komunikasi mahasiswa pada lingkungan kampus. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek mahasiswa Universitas Djuanda. Dipilihnya informan melalui Teknik purposive sampling mengacu pada kriteria keterlibatan dalam kelompok pergaulan dan pengalaman berinteraksi di lingkungan kampus. Sebanyak sepuluh mahasiswa dari latar belakang berbeda diwawancarai secara mendalam, disertai observasi langsung untuk memperkuat data. Serta analisis dilakukan secara tematik untuk menemukan pola interaksi dan kecenderungan polarisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pertemanan terbentuk karena kesamaan jurusan, minat, hobi, maupun kedekatan sebelumnya. Kesamaan ini menubuhkan rasa nyaman dan solidaritas, tetapi juga memunculkan gejala polarisasi berupa gosip, prasangka, sindiran, serta keterbatasan komunikasi lintas kelompok. Temuan ini sejalan dengan teori identitas sosial dan konsep groupthink, yang menjelaskan bagaimana solidaritas internal dapat sekaligus mempersempit ruang bagi pandangan berbeda dalam lingkungan pergaulan mahasiswa.
Jejaring Modal Sosial Game Online Memperluas Koneksi Mahasiswa Andini Kusuma; Alya Martha; Muliana Hasea Sihotang; Nazirah Naswa; Muhammad Ihsan Hadi Surya; Erlang Bagus Subagia; Ali Alamsyah Kusumadinata
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21917

Abstract

Game online menjadi salah satu hiburan yang cukup banyak digemari oleh semua kalangan, termasuk di kalangan mahasiswa yang umumnya sudah menjadi hal yang cukup lumrah dengan adanya game online. Interaksi sosial terjadi secara fleksibel dan juga intensif karena sifat dari game online yang menghubungkan beberapa pemain. Beberapa mahasiswa memanfaatkan game online menjadi media hiburan dan juga memperluas koneksi antar sesama mahasiswa. Maka dampak yang timbul pun bervariatif sebagaimana mahasiswa itu sendiri menyikapi dan mengontrol pengaruh game online. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi mahasiswa melalui game online, berikut juga dengan dampaknya. Melalui metode kualitatif fenomenologis dan juga pengumpulan data-data melalui hasil kuesioner di lapangan, penelitian ini memberikan kontribusi pengetahuan tentang kaitan game online dan juga sikap responsif pada mahasiswa terhadap game online. Penelitian ini menunjukkan dampak positif game online terhadap relasi mahasiswa dalam menciptakan jaringan pertemanan.
Dampak Body Shaming di Media Sosial terhadap Pola Komunikasi Remaja Dina Syofira Indriani; Ali Alamsyah Kusumadinata; Feliza Putri Zhakira; Fidya Allivia; Silvia Putri Maharani; Siti Zahiro Amani; Syifa Aprilia Wibowo
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21935

Abstract

Fenomena body shaming di media sosial menjadi isu yang semakin marak di kalangan remaja dan berdampak signifikan terhadap pola komunikasi mereka. Media sosia yang seharusnya menjadi wadah ekspresi diri dan interaksi positif kini sering digunakan untuk menyebarkan komentar negatif mengenai penampilan fisik. Tujuan penelitian ini adalaah untuk menganalisis dampak body shaming di media sosial terhadap pola komunikasi remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan metode pengambilan sampel secara nonprobability. Adapun pengolahan data dengan nonparametrik. Data dikumpulkan melalui observasi, kuisioner, dan wawancara mendalam terhadap sejumlah responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja pernah mengalami atau menyaksikan tindakan body shaming di media sosial. Dampaknya meliputi penurunan rasa percaya diri, kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial, serta perubahan pola komunikasi yang menjadi lebih tertutup dan berhati-hati dalam berinteraksi. Faktor kepribadian, konsep diri, serta dukungan sosial dari lingkungan sekitar turut menmengaruhi bagaimana individu merespons pengalaman tersebut. Untuk mengurangi dampak negatifnya, diperlukan peningkatan literasi digital, edukasi etika berkomunikasi, serta dukungam sosial dari keluarga dan sekolah agar remaja mampu membangum pola komunikasi yang sehat, terbuka, dan positif. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara individu, keluarga, dan institusi pendidikan dalam menciptakan ruang digital yang aman dan mendukung perkembangan komunikasi remaja.
Keseimbangan Kesehatan Mental Remaja di Era Digital Maulana Maulana; Aa Ridwan Maulana Sya’bani; Mochamad Daffa; Muhammad Ripaldi; Muhammad Rafi Faiz Alghifari; Savira Destiani; Ali Alamsyah Kusumadinata
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21941

Abstract

Media digital diketahui memengaruhi perkembangan emosional remaja, namun masih kurangnya pemahaman mendalam mengenai mekanisme perbandingan sosial yang spesifik dan implikasinya terhadap peningkatan kecemasan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keseimbangan kesehatan mental remaja di era digital dengan menyoroti tantangan psikologis akibat penggunaan media sosial serta strategi penanganannya. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif melalui kuesioner daring terhadap remaja berusia 15–21 tahun. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar remaja menggunakan media sosial 1–3 jam per hari dan mengalami kecemasan karena perbandingan sosial serta ketakutan terhadap komentar negatif. Temuan ini mendukung teori Kecemasan Sosial Leary dan Kowalski (1995) yang menyatakan bahwa kecemasan muncul dari kekhawatiran terhadap penilaian orang lain. Meski demikian, remaja menunjukkan kesadaran menjaga kesehatan mental melalui pembatasan waktu layar dan aktivitas positif. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital dan dukungan sosial dalam menjaga keseimbangan mental remaja.
Tingkat Minat Baca Masyarakat dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya Desti Aryani; Fakhirah Rizqy Anwar; Intan Anjar Sari; Muhammad Ridwan; Ryan Muttaqien; Siti Alianti Oktapiandi; Sulistia Fitrianni; Shofie Nurul Lailie; Yudistira Pratama Aristiawan; Ali Alamsyah Kusumadinata; Robby Firliandoko
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat minat baca masyarakat di daerah Ciawi dan sekitarnya, menentukan faktor-faktor yang berperan dalam hal ini, serta menyusun langkah-langkah yang tepat untuk memperkuat budaya membaca di masyarakat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kebiasaan membaca di kalangan masyarakat, yang berdampak pada rendahnya wawasan, daya kritis, dan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan penyebaran kuesioner kepada sejumlah responden yang terdiri atas pelajar, pekerja, dan masyarakat umum. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menemukan pola dan faktor-faktor yang mempengaruhi minat membaca masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat membaca masyarakat masih berada pada tingkat rendah hingga sedang, faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap rendahnya minat membaca antara lain adalah kurangnya fasilitas membaca yang memadai, rendahnya dukungan keluarga dan lingkungan, tingkat kesibukan masyarakat, serta pengaruh teknologi digital yang menyebabkan masyarakat lebih banyak mengonsumsi konten visual dibandingkan teks bacaan. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi literasi masyarakat di wilayah Ciawi dan menjadi acuan bagi pihak terkait dalam merancang kebijakan dan program peningkatan minat.
Komunikasi Resilensi Guru dalam Kasus Perundungan di Sekolah Ali Alamsyah Kusumadinata; Anna Nur Aulia; Putriani Nuri Maulida; Sanita; Siti Dwi Septiana; Siti Nur Haliza; Vhiona Rizkia Fadilah; Willy Widinia
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21962

Abstract

Perundungan di sekolah masih menjadi isu yang sering terjadi dan memberikan dampak negative terhadap pertumbuhan siswa. Dalam menghadapi masalah ini, peran guru sangat penting, terutama melalui kemampuan komunikasi yang baik dan Tangguh agar dapat membantu siswa yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana guru menggunakan komunikasi resiliensi dalam menghadapi kasus perundungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data di peroleh dari wawancara dengan tiga guru dari berbagai sekolah, dan observasi kegiatan di sekolah. Hasil penelitian menujukan bahwa guru menerapkan komunikasi resiliensi dalam tiga tahap yaitu tahap pencegahan, penanganan, dan pemulihan. Pada tahap pencegahan guru melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai dampak dari perundungan. Di tahap penanganan, guru menggunakan pendekatan pribadi dan melakukan mediasi antara pelaku dan korban. Sementara pada tahap pemulihan, guru bekerjasama dengan orang tua dan pihak sekolah untuk membantu korban bangkit kembali serta memberikan pembinaan kepada pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya. Secara umum kemampuan guru dalam berkomunikasi dengan tenang, penuh empati, dan terbuka memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, mendukung dan bebas dari perundungan.
Co-Authors Aa Ridwan Maulana Sya'bani Aa Ridwan Maulana Sya’bani Abdullah, Riris Ristyalati Adawiyah, Sa'diyah El Ade Pramitha Adelia, Alisa Adhetia, Putri Aisah Adiba Salsabila Adinata, Nur Fatia Ramadhan Adisti, Esty Adiyatama, Imam Adiyatama, Imam Afrilianti, Alvi Zahra Agustina M Purnomo Agustina Multi Purnomo Agustini Agustini Agustini Agustini Agustini Agustini, Agustini Agustini, A. Ahmad Manarul Hidayattullah Ahmad Manarul Hidayattullah Ahmad Royani Ahmad Zikri Sumantri Aisah Rini Susanti Akim, Mulya Al Khairi, Khalil Alda Nadia Apendi Alda Septianti Agustin Aldila Vinka Mutia Alfian Permana Suyanto Alia Sabrina Apendi Allivia, Fidya Alya Fitriyani Alya Martha Amalia Alimni Marshandi Amalia, Nadia Amani, Siti Zahiro Amayda Risti Rafidah Amelia Trisnawati Amelia, Intan Amira, Rizqa Ananda Putri Aisyah Andani, Yuri Ayu Andini Kusuma Angga Sentosa Wijaya Anggraeni, Nadiya Anis Cahyani Anjani, Amelia Anjani, Amelia Anna Nur Aulia Anwar, Fakhirah Rizqy Anwar, Ivana Ismia Apriliya, Rehabibah Apriliyani, Neng Virly Arianti, Sukmadara Aristiawan, Yudistira Pratama Asrimulya, Meylita Sekar Astri Anjani Astria, Gina Astria, Gina Aulia Adhinia Febriyanti Awalia, Haifa Hana Panji Ayu Widya Ningsih Azzah Hamidah Bahari, Diky Wiriyanto Bahari, Diky Wiriyanto Bilqis , Tri Dewi Bramastya, Arya Burhanuddin Burhanuddin Cahya, Delinda Chaniago, Novira Faradila Cuhandi Dedy Ardiansyah Ramadhan Delieri Waruwu Denalia Azahra Derry Syatriani Desi Hasbiyah Desi Hasbiyah Desi Hasbiyah Desi Hasbiyah Desti Aryani Desti Aryani Dewi Kurnia Dheya Pratami Diana Dwi Endaryanti Dina Syofira Indriani Ditha Prasanti Dwi Sadono Dwi Sulistiani Dwi Sulistiani Edgar Friyadi Erlang Bagus Subagia Erna Ernawati Erna Ernawati Ernawati, Erna Fairuz Husna Lana Fajar , Muhamad Chikal Fakhirah Rizqy Anwar Faricha, Rizza Dinda Fauziah, Siti Zulfa Febriadha, Marshela FEBRIADY SIMBOLON Feliza Putri Zhakira Fenza Fadli Rachman Fidya Allivia Firliandoko, Rooby Firliandoko, Rooby Firman Wijaya Kusuma Fitra Algustaf Fitra Algustaf Fitria Rahma, Laila Fitriah , Maria Fitrianni, Sulistia Fridani, G.M Fridani, G.M Ginan Ardiansah Gitaswari, Dyah Ayu Habsyah, Habsyah Hakanna, Hakanna Hakanna, Hakanna Hanan Halim Abdullah Hanief, Imam Hanna Kulsum Haq, Haris Amarul Haristine, Fhuji Haristine, Fhuji Harum Dwi Nurhaepi Haryadi, Yofri Hasbiyah, Desi Helwa Nur Alfa Laila Hermawan Dwi Prastyo Hidayat, M. Fatkhul Hidayat, Mohammad Syarif Hilmy Aliy Andra Putra Hiqmatullah , Adam Iffatnisrina, Rana Ike Atikah Ratnamulyani Ikhsan Fuady Indri andriyani Indriani, Dina Syofira Infantyo, Edelweiss Infantyo, Edelweiss Intan Amelia Intan Anjar Sari Intan Hamidah Yuzakky Saputri Irna Rosdiana Rosdiana Irsya Diryansyah Saputra Islmaniati, Dewi Rahayu Ivana Ismia Anwar Jazzyra, Xeviola Rhytma Juan Maria Romadhona Juantara, Muhamad Aziz Judatama, Mohamad Nafis Kahfi , Muhamad Keysha Zahra Alzena Khaerani, Nurlatifah Khalil Alkhairi Khansa Khaira Shafa Mutiara Azzahra Khansa Muthmainna Khoiroon, Daffa Khoirul Alam Khoirur Rahma Khonsa Khoulah Khonsa Khoulah Khoulah, Khonsa Koesworo Stiawan Kusuma, Andini Laila Fitria Rahma Laila, Helwa nur Alfa Lailie, Shofie Nurul Lestari, Silva Intan Lestari, Utri Indah Lestari, Utri Indah Listya Eka Putri Luthfiah Hayati Sigalingging Luthfie, Muhammad M Fadil Kahfi M Firman Maulana M Teguh Dwi Rizki M Wafi M. Rizik Sahril M M. Teguh Dwi Rizki Maharani, Silvia Putri Mahendra, Rijal Manah, Siti Balqis Sari Mardianah Maria Fitriah Maria Fitriah Martha, Alya Maspupah, Siti Maulana Maulana Maulana, Dendi Maulana, M Firman Maulida, MR Maulida, MR Melati, Levinda Meli Qodariyyah Melinda Ayu Sapitri Melisa Disnayanti Meltyana Arrum Liwara Meylita Sekar Asrimulya Miftahul Jannah, Zikra Miftakhul Rizky Maulida Mitha Sagita Rani Moch Ejip Arnawan Mochamad Alwi Safarudin Mochamad Daffa Mochammad Daffa Moh Maulana Nur Ramadani Moh Maulana Nur Ramadani Moh. Syifaatul Karim Muhamad Aril Fadilah Muhamad Dilah Muhamad Dodi Akbar Muhamad Fachriza Trinanda Putra Muhamad Faza Arif Muhamad Izdharul Hasan Muhamad Nabil Lazuardy Muhamad Nabil Lazuardy Muhamad Rendi Nurmansyah Muhamad Ridwan Muhamad Rinaldi Sobirin Muhamad Sunandar Muhammad Abdillah Firdaus Muhammad Alfiansyah Muhammad Deril MUhammad Farhan Adi Nugroho Muhammad Haikal Rizky Muhammad Hasbi Putra Raya Muhammad Ihsan Hadi Surya Muhammad Ijlal Alamin Muhammad Lutfhie muhammad luthfie Muhammad Nurul Hilmy Muhammad Rafi Faiz Alghifari Muhammad Ridwan Muhammad Ripaldi Muhammad Ripjan Muhammad Rizki Firdaus Muhammad Sulton Al Fatih Muhammad Zakki Alghifari Muliana Hasea Sihotang Mutia Zahra Lubis Muttaqien, Ryan Naba Salsabiila Nadia Amalia Nadya Eka Putri Naila Nihal Natasya Putri Nayla Cesya Centra A.C Nazalla Vidya Marlayza Nazirah Naswa Nazwa Neno Rahmanto Nia Alia Rachmah Nina Rosiana Nina Rosiana, Nina Ninuk Purnaningsih Nirwana, Testa Pradia Nugroho, Dimas Bayu Nur Anisa Salwa Nur Fatia Ramadhan Adinata Nur Siti Fatimah Nurhaliza Nurhaliza Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurlatifah Khaerani Nurrahmah, Ayunisa Nurwahyuni , Aring Nurwijayanti Oktapiandi, Siti Alianti Pradipto, Novanda Agung Pradipto, Novanda Agung Prasetyo , Irwan Pratami, Dheya Prayogi, Riandika Prstyo, Bimo Eka Pudjaswara, Ryan Aditya Purnamasari, Irma Purnomo, Agustina Purnomo, Agustina M Putri Hardiyanti Putri Nabita Lidiyanti Utomo Putri, Inda Dwi Putri, Listya Eka Putriani Nuri Maulida Qodariyyah, Meli Qonita H, Annisa R. Siti Pupu Fauziah Rachmah, Nia Alia Raden Fajriyani Ratna Puspita Rahmi Fauziah, Rahmi Raihan Fadhillah Santoso Raihani, Hapsari Syarifa Rifda Ramadhani, M Alif Rizky Ratnamulyani, Ike Atikah Ratnamulyani, Ike Atikah Ratu Agny Aprilia Reihan Malik Reihan Maulidan Relin Abrella Renisa Qori Adinda Resyiana Saffira Rustandi Revandi Tohirun Reyshafa Syahada Hafid Riandika Prayogi Rico Hans Fernando Ridjalaludin, Ridjalaludin Ridjalaludin, Ridjalaludin Ridwan Muhamad Rita Rahmawati Rizki, M. Rizki, Mila Syafira Rizky Ergian Putra Rizky Fadillah Nurawaliyah Robby Firliandoko Royani, Ahmad Ruhimat Ruhimat Ruhimat Ruhimat Ruhimat, Ruhimat Ruli Ananda Putri Ryan Muttaqien Ryan Rustandi S. Rahayu, S. Saepul, Arizal Saepullah, Panji Ivna Saffira Rustandi, Resyiana Safitri, Selvia Salafy, Radja Raiyan Trixy Salsabila Muthmainnah Salwa Maisya Shafwatunnisa Sanaya Rizky Deanova Sanaya Rizky Deanova Sanita Saparudin Saprila, Ripna Nada Sari, Intan Anjar Saufa Hanif Pitoyo Savira Destiani Sayu Puti Taffana Maharani Seputro, Raden Kharis Djoyo Setiawan , Koesworo Setiawan, Hardi Setiawan, Hardi Setiawan, Koesworo Shafwatunnisa, Salwa Maisya Shandika Adhiransyah Shayla Novita Angraini Sherly Aulia Shofie Nurul Lailie Sihabudin, M Maulana Rizik Sihotang, Muliana Hasea Silvia Hendrika Putri Silvia Putri Maharani Silviah, Siti Silmi Siti Ainayya Sakina Siti Alianti Oktapiandi Siti Aulia Nur Zahraa Siti Dwi Septiana Siti Jubaedah Siti Maspupah Apriliani Siti Nur Haliza Siti nur Inayah Siti Nurhasanah Siti Sarah Siti Seviana Agustini Siti Silmi Silviah Siti Tri Meida Siti Zahiro Amani Siti Zulfa Fauziah Sitti Sakinah Noviyanti Hamid Sri Wahyuni Sumah, Astrid Subagia, Erlang Bagus Subarkah, Muhammad Ridzqi Sukarelawati Sukarelawati Sukarelawati . Sukarelawati Sukarelawati Sukarelawati Sukarelawati Sukarelawati, S. Sukarelawati, Sukarelawati Sukrillah, Ahmad Sukrillah, Ahmad Sulistia Fitrianni Sultan Alfarizi Hendrico Sumah , Astrid Sri Wahyuni Sumah, Astrid Sri Wahyuni Sumardi, Arya Bramastya Sumardjo Syahbni , Muhammad Rafli Syifa Aprilia Wibowo Tazkia Riska Alviana Azhari Tb. Reihan Malik Tegar Hagianta Barus Testa Pradia Nirwana Toriq, Muhammad Trihidayani, Feni Trisnawati, Amelia Uma Matul Wuziah Umi Khoiriya Undang Suryatna Vhiona Rizkia Fadilah Vidya Marlayza, Nazalla Wahyu Agung Wahyuni Sumah, Astrid Sri Wibowo, Syifa Aprilia Wiharda Putri Wiji Nasrudin Willy Widinia Willy Widinia Widi Winaldi, Ihwan Windy Maudi Wiratama, Gio Wulan Sucisafitri Yani, I A Yani, I A Yasim, Fadhilah Akbar Yudistira Pratama Aristiawan Yulia Andriani, Yulia Yulianti Yusuf, Ivan Maulana Zakia Azahra Fitrah Soamole Zakiyah, Wardah Zatnika Andreas Zhakira, Feliza Putri Zikra Miftahul Jannah Zulfikor Nurfan