p-Index From 2021 - 2026
11.537
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Biologi Edukasi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Jurnal Profesi Kependidikan SAINSMAT bionature Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Indonesian Journal of Educational Studies Jurnal Nalar Pendidikan Jurnal EduBio Tropika Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JBP) Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) UNM Journal of Biological Education Biology Teaching and Learning Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Indonesian Journal of Educational Science (IJES) Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi JURNAL BIOEDUCATION Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) El Banar: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Jurnal Dedikasi Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Oryza : Jurnal Pendidikan Biologi BIOMA : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Papua SAINSMAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Nanggroe: Journal Of Scholarly Service Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Ininnawa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nanggroe: Journal of Scholarly Service Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Journal of Science and Education Research Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bagi Masyarakat Jurnal Abdi Negeriku Jurnal Edukasi Terkini Bionature
Claim Missing Document
Check
Articles

Assistance in Preparing Independent Curriculum Digital Teaching Modules for Teachers at SDN 291 Lobi Bulukumba Palennari, Muhiddin; Saparuddin, Saparuddin; Hartono, Hartono; Faisal, Faisal
Jurnal IPMAS Vol. 3 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.3.3.2023.357

Abstract

The implementation of the independent curriculum is more focused on essential material and developing student competencies that are adapted to the phase. This changes the learning process system which previously still tended to be cognitive or rote and minimally touched on affective and psychomotor aspects. Apart from that, learning methods must be interactive, simple and essentially digital-based. This concept is presented in the form of an independent curriculum Digital Teaching Module. The capacity of UPT SPF SDN 291 Lobi Bulukumba teachers to create Digital Teaching Modules for the Merdeka curriculum on their own can be enhanced through mentoring activities. As demonstrated by the PKM implementation evaluation results, which indicate an improvement in teachers' ability to create self-contained curricular teaching modules with previous mentoring was given to multiple teachers, mentoring activities can help teachers become more proficient at creating separate educational modules for the curriculum. Upon implementing mentorship, the percentage of teachers who could develop self-directed curricular teaching modules increased to 26 instructors (87%), from just 6 teachers (21%) before. There was an increase in teacher ability by 20 people (66%). Meanwhile, PKM's achievement targets are: 1) Increasing teachers' knowledge and skills ability to assemble online course materials for self-directed learning, (2) articles at the Makassar State University National Seminar, (3) publication of activities on online print media, and (4) publication in video form which was uploaded on the YouTube channel
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT NELAYAN MELALUI PEMBERDAYAAN PENGOLAHAN DAUN KELOR MENJADI MINUMAN FUNGSIONAL DI PANTAI SAMBOANG KABUPATEN BULUKUMBA Syamsu, Andi Mu'nisa; Kurnia, Nani; Palennari, Muhiddin; Patongai, Dian Dwi Putri Ulan Sari; Muflihunna, Andi
Jurnal Abdi Negeriku Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v3i2.68241

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Pantai Samboang melalui pemanfaatan daun kelor sebagai minuman fungsional. Tanaman kelor adalah satu-satunya tanaman sayuran yang berada  sekitar lokasi Pantai Samboang. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan pengolahan daun kelor, demonstrasi produk, dan sosialisasi manfaat daun kelor. Pengolahan daun kelor menjadi minuman fungsional berupa the herbal dan jus berbasis daun kelor. Pelatihan diberikan dengan pemberian materi mengenai manfaat daun kelor dan praktek pembuatan the herbal dan jus berbasis daun kelor. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang manfaat daun kelor, peningkatan keterampilan dalam mengolah daun kelor, serta munculnya minat untuk mengembangkan usaha berbasis daun kelor. Kata kunci: Pantai Samboang, Daun Kelor, minuman fungsional
MODEL PEMBELAJARAN SIBALIPARRIQ UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA PADA PENDIDIKAN ABAD KE-21 Maya Putriwan; Muhiddin Palennari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35414

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang model pembelajaran SIBALIPARRIQ sebagai inovasi berbasis kearifan lokal Mandar untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa pada pendidikan abad ke-21. Model ini dikembangkan berdasarkan nilai-nilai budaya seperti solidaritas, amanah, loyalitas, respect, dan inklusivitas yang selaras dengan prinsip pembelajaran kolaboratif modern. Kajian dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode tinjauan pustaka sistematis terhadap berbagai sumber ilmiah nasional dan internasional yang membahas pendidikan berbasis budaya, kolaborasi, dan keterampilan abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran dapat memperkuat keterampilan kolaborasi, empati sosial, dan tanggung jawab peserta didik. Model pembelajaran SIBALIPARRIQ menawarkan kerangka konseptual yang menghubungkan identitas budaya dengan tujuan pendidikan modern, sehingga menjadi dasar kontekstual bagi pembelajaran kolaboratif yang berkelanjutan.
MODEL PEMBELAJARAN MACCA SEBAGAI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISTIK UNTUK PEMBELAJARAN EKOSISTEM YANG REFLEKTIF, KOLABORATIF, DAN KONTEKSTUAL Sumarni; Muhiddin Palennari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35890

Abstract

Science learning in the 21st century requires strategies that can foster active thinking, reflective ability, collaboration, and contextual application of concepts. This article conceptually reviews the MACCA (Mindful Analysis, Collaboration, Creation, and Application) learning model as a constructivist approach grounded in the macca cultural values of the Bugis people in South Sulawesi. The macca value reflects wisdom, prudence, and careful reasoning, which align with the reflective character emphasized in ecosystem learning. This study employs a literature review method by examining various works related to constructivist theory, reflective and collaborative learning, as well as the integration of local wisdom in science education. The findings indicate that MACCA adapts Vygotsky’s principles of social constructivism to a local cultural context through four interconnected stages: Mindful Analysis, Collaboration, Creation, and Application. These four syntaxes create a learning process that is reflective, creative, collaborative, and applicative, contributing to the development of students’ critical thinking, social responsibility, and ecological awareness. Thus, the MACCA model not only offers a culture-based pedagogical innovation but also strengthens the linkage between constructivist theory and contextual learning practices in supporting the Merdeka Curriculum and the advancement of sustainable scientific literacy.
BOETTA: Sebuah Model Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Materi Perubahan Lingkungan Mufliha, Nur; Palennari, Muhiddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3785

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan utama abad ke-21 yang sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan era society 5.0, namun berbagai hasil studi seperti PISA 2022 menunjukkan bahwa kemampuan penalaran ilmiah peserta didik Indonesia masih berada di bawah rata-rata. Kondisi ini mengindikasikan perlunya inovasi strategi pembelajaran yang mampu memberdayakan peserta didik untuk menganalisis, menilai, dan memecahkan masalah secara mandiri maupun kolaboratif. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengembangan model pembelajaran BOETTA (Briefing, Orientation, Exploration, Think Together, Transfer, Affirm) sebagai alternatif model berbasis konstruktivisme yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran biologi, khususnya pada materi perubahan lingkungan. Penelitian menggunakan metode kualitatif jenis studi pustaka dengan menelaah buku, artikel jurnal, dan penelitian relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap tahap dalam BOETTA selaras dengan prinsip konstruktivisme Piaget dan Vygotsky, di mana peserta didik terlibat aktif dalam proses eksplorasi, diskusi, kolaborasi, argumentasi, penerapan konsep, dan refleksi. Model BOETTA dirancang guna memberikan struktur pembelajaran yang sistematis untuk mendorong kemampuan berpikir kritis, pemahaman konseptual, dan pemecahan masalah berbasis bukti ilmiah. Selain dampak instruksional tersebut, model ini juga menghasilkan dampak pengiring berupa meningkatnya literasi informasi, sikap peduli lingkungan, keterampilan kolaboratif, motivasi belajar, kreativitas, serta kemampuan komunikasi ilmiah. Dengan demikian, BOETTA merupakan model pembelajaran inovatif yang relevan diterapkan dalam pembelajaran biologi untuk mendukung tujuan Kurikulum Merdeka dan penguatan kompetensi abad ke-21.
PELATIHAN ASISTEN PRAKTIKUM LABORATORIUM BIOLOGI DASAR JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Lodang, Hamka; Palennari, Muhiddin; Amboupe, Dewi Sartika; Takdir, Nur Aisyah; Sa'diyah, Jamilatus
Jurnal Abdi Negeriku Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v4i2.78667

Abstract

Pelaksanaan tridarma perguruan tinggi menuntut adanya kegiatan yang mampu memotivasi dan mengarahkan mahasiswa, khususnya dalam aspek pendidikan dan penelitian di laboratorium. Salah satu upaya yang dilakukan adalah program pelatihan asisten praktikum di Laboratorium Biologi Jurusan Biologi FMIPA UNM, yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sebagai asisten praktikum Biologi Dasar. Kegiatan ini bertujuan menguatkan kemampuan teknis, pemahaman keselamatan kerja, serta keterampilan pengelolaan praktikum agar mahasiswa mampu menjalankan peran asistensi secara profesional. Pelatihan diikuti oleh 21 asisten praktikum Biologi Dasar dan dilaksanakan dengan metode berbasis praktik dan simulasi yang dipadukan dengan penyampaian materi teoritis. Metode pelatihan terdiri atas persiapan kegiatan, pemberian materi teoritis, pelatihan praktek laboratorium, simulasi dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi teknis dan soft skills, seperti komunikasi, tanggung jawab, dan etika kerja, yang berdampak positif terhadap kualitas proses pembelajaran di laboratorium. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, terlihat adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan menjalankan prosedur praktikum secara mandiri, yang sebelumnya dikuasai oleh sekitar 62% peserta pada tahap pre-test meningkat menjadi 86% pada post-test. Program pelatihan ini berpotensi menjadi strategi berkelanjutan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Jurusan Biologi UNM.
OPTIMALISASI KELOMPOK TANI PARANGREA DALAM MEMANFAATKAN LIMBAH KOTORAN WALET MENJADI PAKAN IKAN DI KECAMATAN BAJENG KABUPATEN GOWA Muflihunna, Andi; Syamsu, Andi Mu'nisa; Kurnia, Nani; Palennari, Muhiddin; Suryani, A. Irma
Jurnal Abdi Negeriku Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v4i2.79982

Abstract

Kegiatan budidaya dengan pemenuhan pakan ikan adalah hal yang perlu diperhatikan secara serius. Menekan biaya pakan yang terus meningkat perlu dicarikan solusinya. Salah satu solusi alternatifnya adalah membuat pakan secara mandiri dengan bahan baku lokal yaitu dengaan memanfaaatkan limbah kotoran walet. Desa Maccini Baji, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa memiliki potensi pertanian, perternakan, dan perikanan yang sangat bagus. Salah satu usaha peternakan masyarakat  adalah beternak burung walet. Tapi kotoran walet belum dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga menumpuk sebagai limbah di sekitar Desa. Untuk pemanfaatan limbah kotoran walet menjadi pakan ikan dilakukan dengaan metode pembuatan pakan ikan dengan memanfaatkan kotoran burung walet yang dikembangkan melalui beberapa tahap yaitu: pengeringan bahan; pemasakan bahan; penggilingan bahan; pencetakan bahan menjadi butiran pellet dan pendinginan. Adapun mitra pengabdian masyarakat ini adalah Kelompok Tani Parangrea. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini  maka terbentuknya keterampilan masyarakat lebih kreatif dan inovatif dalam mengolah limbah kotoran walet yang semula hanya sebagai bahan yang tidak termanfaatkan. Selain itu, terbentuk kemandiran masyarakat dalam meningkatkan pendapatan masyarakat selain menjual sarang burung walet, karena dapat dimanfaatkan sendiri, produk pakan ikan berbahan kotoran walet yang bernutri tinggi serta dapat dipasarkan baik secara offline maupun secara online.  Kata kunci: Desa Maccini Baji, Pakan Ikan, Kotoran Walet AbstractFish farming activities with adequate fish feed are a matter that needs to be taken seriously. Finding a solution to reduce the cost of feed, which continues to increase, is necessary. One alternative solution is to produce feed independently using local raw materials, namely by utilizing swallow droppings. Maccini Baji Village, Bajeng District, Gowa Regency has excellent potential for agriculture, livestock, and fisheries. One of the community's livestock businesses is swallow farming. However, swallow droppings have not been utilized to their full potential, resulting in waste accumulation around the village. To utilize swallow droppings as fish feed, a method of fish feed production was developed through several stages, namely: drying the material; cooking the material; grinding the material; molding the material into pellets; and cooling. The community service partner for this project was the Parangrea Farmer Group. Through this community service activity, the community has developed more creative and innovative skills in processing swallow droppings, which were previously only considered as unused material. In addition, the community has become more independent in increasing their income beyond selling swallow nests, as they can now utilize the high-nutrient swallow droppings themselves to produce fish feed that can be marketed both offline and online. Keywords: Maccini Baji Village, Fish Feed, Swallow Feces 
Improving 11th-Grade Students’ Conceptual Understanding Of The Human Circulatory System Topic Using Multiple Representations In SMA Negeri 8 Makassar Wesra, Nur Khilal; Palennari, Muhiddin; L, Hamka; Faisal, Faisal
Biology Teaching and Learning Vol 8, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/btl.v8i2.78295

Abstract

Abstract. This study aims to enhance students’ conceptual understandings of the circulatory system topic by utilizing multiple representations. The method used is Classroom Action Research (CAR), with two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects were students in grade 11-Merdeka 6 at SMA Negeri 8 Makassar. The results showed that using multiple representations (macro, micro, sub-micro, and symbolic) significantly increased student understanding of the structure and function of the human circulatory system. The students’ score average increased from 63 in cycle-1 to 77 in cycle-2, with classical mastery increasing from 3.45% to 89.66%. The average N-Gain score of 0.375 falls into the moderate category. This study implies that the multiple representations strategy is effective in deepening students' understanding of abstract biological concepts.Keywords: multiple representations, knowledge of the circulatory system, action research.
Model Pembelajaran Tallasa Untuk Pembelajaran Biologi Yang Aktif, Kolaboratif, dan Reflektif Fajri, Nur; Palennari, Muhiddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3774

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mendeskripsikan Model Pembelajaran TALLASA sebagai kerangka konseptual pembelajaran Biologi yang mengintegrasikan prinsip pembelajaran aktif, kolaboratif, dan reflektif. Model ini dikembangkan melalui kajian konseptual (conceptual study) yang menelaah teori konstruktivisme, behavioristik, dan kognitif-sosial, serta temuan empiris terkait pembelajaran sains abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa TALLASA terdiri atas tujuh tahapan pembelajaran, yaitu Trigger Curiosity, Analyze Scientifically, Learn Conceptually, Link Knowledge, Apply Reasoning, Share Understanding, dan Assess Transformation. Setiap tahap dirancang untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, memperkuat kolaborasi, dan mendorong refleksi mendalam terhadap proses belajar siswa. Integrasi pendekatan psikologi pembelajaran tersebut memungkinkan proses pembelajaran Biologi berlangsung lebih aktif, bermakna, dan kontekstual. Melalui aktivitas pemecahan masalah, eksplorasi fenomena, diskusi kelompok, serta integrasi konsep secara bertahap, TALLASA memberikan pengalaman belajar yang menekankan konstruksi pengetahuan secara mandiri maupun sosial. Selain itu, model ini juga mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti komunikasi efektif, kolaborasi, kreativitas, literasi digital, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Relevansi TALLASA semakin kuat di era transformasi digital. Setiap tahap pembelajaran dapat dipadukan dengan media digital, simulasi virtual laboratorium, multimedia interaktif, sistem manajemen pembelajaran, serta platform kolaboratif daring. Hal ini membuka peluang penerapan TALLASA dalam pembelajaran digital, hybrid, maupun pembelajaran berbasis kecerdasan buatan. Dengan demikian, TALLASA dapat menjadi model pembelajaran yang adaptif dan kompatibel dengan kebutuhan pendidikan modern. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji efektivitas TALLASA secara empiris serta mengembangkannya sebagai perangkat pembelajaran digital maupun program pelatihan guru.  
Model Pembelajaran Neuro-Konektif Reflektif Inovatif (NKR-Inovatif): Kajian Literatur dalam Pengembangan Pembelajaran Biologi di Perguruan Tinggi Ramadhan, Farhan; Palennari, Muhiddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4010

Abstract

Kemajuan pesat dalam teknologi pendidikan, neuroedukasi, dan teori konektivisme telah membuka peluang bagi lahirnya paradigma pembelajaran baru di perguruan tinggi yang lebih holistik dan adaptif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis literatur terkini (2020–2025) terkait integrasi neurosains, refleksi pribadi, dan konektivitas sosial-digital dalam konteks pembelajaran biologi. Berdasarkan tinjauan pustaka, diusulkan model konseptual Neuro-Konektif Reflektif Inovatif (NKR-Inovatif) yang menekankan sinergi antara proses otak, interaksi sosial, dan refleksi emosional, yang diperkuat melalui pemanfaatan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI), realitas tertambah (AR), dan realitas virtual (VR). Model ini menawarkan pendekatan multidimensi yang melampaui fokus tradisional pada kognisi, dengan menekankan kesadaran diri, pemahaman emosional, dan kemampuan membangun jejaring pengetahuan digital. Penerapan NKR-Inovatif diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran biologi, menjadikan mahasiswa sebagai pembelajar reflektif, adaptif, dan terhubung secara digital, sekaligus mendorong pengembangan keterampilan kritis, kolaboratif, dan kreatif. Kajian ini juga menyoroti bahwa integrasi neurosains dengan teknologi interaktif dan strategi reflektif dapat memperkuat retensi konsep, memfasilitasi pemecahan masalah kompleks, dan meningkatkan motivasi intrinsik mahasiswa. Temuan ini diharapkan menjadi landasan empiris dan konseptual bagi perancang kurikulum dan pendidik dalam merancang strategi pembelajaran inovatif, efektif, dan berkelanjutan di pendidikan tinggi biologi, sekaligus memberikan perspektif baru bagi penelitian interdisipliner dalam pendidikan sains.
Co-Authors . Faisal . hartati A. Agusniman H.P.N. A. Irma Suryani A. Mushawwir Taiyeb A. Mushawwir Taiyeb, A. Mushawwir A.S. Alonemarera Abd Muis Abd. Muis Adnan Adnan Adnan Adnan Agustina Agustina Ahmad Ali Ahmad, Ammar Faris Ainurridho, Muhammad Ali, Alimudin Alimuddin Ali Alimuddin Ali Alimuddin, Fatmawaty Alyanra, Ananda Azzahra Amaliah, Anisatya Amboupe, Dewi Sartika Amelia Putri Andi Asmawati Azis Andi Baso Kaswar Andi Baso Kaswar Andi Faridah Arsal Andi Muflihunna Andi Nur Safitri Ardiansyah Rachmayani, Ardiansyah Arhamar, A. S. Muhammad Arifah Novia Arifin Arifin, Arifah Novia Arini, Nurul Arni Arni Arsad Bahri Arsad Bahri Asham Bin Jamaluddin Ashari, Rijal Atirah, Nur Bahri, Husnaini Chaer, Muhammad Ainun Chaidir Anas Dainur, Nurul Mujahidah Dewi Permata Ayu Dwiyanti. H., Ulfa Auliah Elli EVRIALIANI ROSBA, EVRIALIANI Faisal Faisal Faisal Fajri, Nur Fajrianti, Nur Fatmawati, Any Firdaus Daud Fuad, Ainul H.M, Nurul Fadhilah HARTATI Hartati . Hartati . Hartati, Hartati Hartono Hartono Hartono Hartono Hendra Simanjuntak Herlina Rante Herlina Rante Hidayah, Selfi Hilda Karim Hiola, Siti Fatmah HS, Syamsul Bahri Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Sri Wahyuni Irma Suryani Ismail Ismail . Jabbar, Asniati Jumiati Jumiati Junda, Muh Kadir, St. Fatima Kirana, Yulisia Rezky Lasmi, Lasmi Lodang, Hamka Magfirah, Andi Husna Mardewi Martiani, Andi Marwidayanti, Marwidayanti Maulidya, Fakhirah Maya Putriwan MF, Aqilah Fauziyah Muarifah, Muarifah Mufliha, Nur Muh. Rizal Kurniawan Yunus MUHAMMAD HASAN Muhammad Jufri Muhammad Junda Muhammad Kurniawan Muhammad, Fadil Muliana GH Mushawwir Taiyeb Musmuliadi, Nurazizah Nani Kurnia, Nani Nasir, Darmawati Nazhifah Adyputri Nugraha, Azmi Fathin Eka Nur Alamsyah, Nur Nur Asma Nur Fajrianti Nur Nazhifah Adyputri Nur Syamsinah Nurhayati B Nurhayati B Nurhayati B Nurhayati B. Nurlinah Nurlinah, Nurlinah Octavia, Nur Rezki Oktobianti, Andi Anisa Patongai, Dian Dwi Putri Ulan Sari Paulus Rante Paulus Rante Permata Ayu, Dewi Pratiwi, Andi Citra Puspitasari, Andi Ririn Putri, Amelia R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rachmawaty Rachmawaty, Rachmawaty Rachmawaty, Rachmawaty Rahmawati Rahmawati Rahmayani Rahmayani Ramadhan, Farhan Ramadhani, Andi Annisa Putri Reski, Fiska Indah Rezky Awalia Rosdiana Ngitung Rosyadi, Imran Sa'diyah, Jamilatus Sahodding, Sahodding Sahribulan Sahribulan Sahribulan, Sahribulan Saleh, Andi Rahmat Salsabila, Unik Hanifah Saparuddin Saparuddin Saparuddin Saparuddin Saude, Sandi Setiawan, Siti Ainunnisa Lingga Winari Sirniawan, Sirniawan Sitti Saenab, Sitti Sri Febriani Masdi St. Fatmah Hiola Stepanus Tonggroitou SUMARNI Surajuddin Sutarni, Sutarni Syamsiah, Syamsiah Syamsu, Andi Mu'nisa Takdir, Nur Aisyah Taufiq, A. Muhammad Haerul Trully Sanuri Damayanti Wahdaniah Wahdaniah Wahidatul Munandar Wesra, Nur Khilal Wiharto, Muh Yasma Yasma Yudiningsih, Yudiningsih Yusminah Hala Yusminah Hala Yusuf, Syahriani Zhalfariani Narsan