Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SISTEM PEMBUANGAN SAMPAH DI DAERAH BANTARAN SUNGAI LAU DENDANG KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Sahala Fransiskus Marbun; Dinda Elizabeth Sihotang; Luqman Mulia Alkahfi; Silsilia Iryanda
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/0y07se56

Abstract

Sampah didefinisikan sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat dan dianggap tidak lagi memiliki nilai guna (Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah). Pengelolaan sampah rumah tangga menjadi salah satu komponen penting dalam menjaga kualitas lingkungan hidup terutama di zona pemukiman yang berbatasan dengan aliran sungai. Di banyak daerah bantaran sungai, sistem pembuangan dan pengelolaan sampah belum berjalan optimal, sehingga sampah sering dibuang secara langsung ke sungai atau ke bantaran sungai yang kemudian mengganggu fungsi sungai sebagai sumber air, pengendali banjir, dan ekosistem riparian. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis sistem pembuangan sampah di daerah bantaran Sungai Sei Tuan, dengan harapan memberikan kontribusi bagi perbaikan pengelolaan sampah di kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode observasi dan wawancara yang bertujuan untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai sistem pembuangan sampah di daerah bantaran Sungai Sei Tuan Kecamatan Lau Dendang. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, terdapat dua kategori utama pengklasifikasian masyarakat. di bantaran sungai precut,yaitu masyarakat yang membuang sampah ke sungai dan tidak membuang sampah ke sungai. terdapat sebanyak 15 orang responden mengakui bahwa mereka membuang sampah langsung ke sungai atau ke bantaran sungai tanpa pengelolaan atau pemilahan terlebih dahulu. Sampah yang dibuang terutama merupakan sampah rumah tangga seperti plastik, sisa makanan, dan sampah domestic lainnya. Sisanya 5 orang penduduk  menunjukkan kelompok masyarakat yang mulai beralih menggunakan metode pembuangan lain, biasanya berupa pengangkutan oleh petugas kebersihan atau pembakaran sampah.
ANALISIS SPASIAL PERSEBARAN FASILITAS SOSIAL DI KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG Sahala Fransiskus Marbun; Afifah Khairiyah; Erwati Yosepa Saragih; Juleha Sitio; Nadiya Safira pulungan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xn7vd858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran fasilitas sosial di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, serta memberikan rekomendasi strategis untuk pemerataan akses layanan. Fasilitas sosial yang dikaji meliputi sarana ibadah, puskesmas, rumah sakit, pendidikan, pemerintahan, dan arena olahraga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif spasial dengan metode deskriptif analitis berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data sekunder diperoleh dari portal Ina-Geoportal Badan Informasi Geospasial (BIG) yang kemudian diolah dan dianalisis secara spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi fasilitas sosial di Kecamatan Percut Sei Tuan masih belum merata. Fasilitas kesehatan, pendidikan tingkat menengah, dan arena olahraga berpusat di wilayah selatan (Tembung, Medan Estate, Bandar Setia) yang berbatasan langsung dengan Kota Medan, sementara wilayah utara dan pesisir mengalami kekurangan akses. Penelitian ini merekomendasikan prioritas pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan di wilayah utara dan pesisir, serta pemanfaatan SIG secara berkelanjutan untuk perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan memenuhi standar pelayanan sesuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 14/PRT/M/2017.
Analisis Kualitas Sosial Penduduk di Desa Medan Estate Melalui Angka Harapan Hidup, Pekerjaan (Gaji), dan Pendidikan Sahala Fransiskus Marbun; Claurisa Tri Milda Purba; Dinda Aprilia; Lajuardi Putra Beheng Sinulingga
WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4 (2025): November : WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/wissen.v3i4.1369

Abstract

This study aims to analyze the social quality of the population in Medan Estate Village through three main indicators: life expectancy, employment conditions (salary), and education level. A quantitative approach was used, utilizing demographic and socioeconomic data obtained from relevant agencies and field surveys. The analysis results indicate that life expectancy in Medan Estate Village is in the fairly good category, supported by relatively adequate access to healthcare. However, job quality and income levels remain diverse, with the majority of residents working in the informal sector, which offers salaries below the regional average. The population's education level tends to increase, although intergenerational gaps remain. Overall, this study confirms that the social quality of the community in Medan Estate Village is influenced by the relationship between health conditions, economic capacity, and educational attainment. These findings are expected to inform the formulation of more targeted social development policies.
PEMETAAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN KOTA MEDAN TAHUN 2014 – 2024 Kalsa Sijabat; Anggita lydia Sirait; Nilfais Laia; Anggun Citra Sari; Sahala Fransiskus Marbun
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika perubahan penggunaan lahan di Kota Medan selama periode 2014–2024 dengan memanfaatkan citra satelit multitemporal serta analisis Sistem Informasi Geografis (SIG). Pengolahan data dilakukan melalui tahap klasifikasi penutup lahan dan analisis spasial untuk menampilkan kondisi penggunaan lahan pada tahun 2014 dan 2024 serta mengidentifikasi arah dan besaran perubahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang menonjol pada area terbangun, khususnya permukiman dan pusat aktivitas kota, yang mengalami ekspansi menuju kawasan pinggiran. Di sisi lain, area vegetasi dan persawahan menunjukkan penurunan cukup signifikan yang dipengaruhi oleh proses urbanisasi dan perluasan fisik kota. Perubahan tersebut membawa dampak lingkungan yang terlihat jelas, di antaranya peningkatan suhu wilayah perkotaan, berkurangnya ruang terbuka hijau, serta meningkatnya tekanan terhadap daya dukung lingkungan. Temuan ini menegaskan perlunya pengendalian pemanfaatan ruang dan penerapan strategi pembangunan berkelanjutan agar perkembangan Kota Medan tidak memberikan dampak negatif terhadap kualitas lingkungan dan keseimbangan ekologi kawasan
ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENJAGA KEBERSIHAN SUNGAI DELI DI KOTA MEDAN Abdi Eralisasi Harefa; Feny Cristanti Siburian; Dwi Mayanti Rosalina Marpaung; Randy Marcel Hutauruk; Sahala Fransiskus Marbun
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan Sungai Deli di Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan penyebaran kuesioner kepada 112 responden yang dipilih secara acak dari masyarakat sekitar bantaran sungai. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan skala Likert untuk mengukur partisipasi dalam bentuk ide, tenaga, materi, keterampilan, serta sosial dan moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat tergolong sedang menuju tinggi dengan nilai rata-rata 3,40. Bentuk partisipasi tenaga dan sosial-moral menjadi yang paling dominan. Meskipun demikian, partisipasi berkelanjutan dan inisiatif pribadi masih perlu ditingkatkan melalui upaya pemberdayaan dan edukasi lingkungan. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pengelolaan kebersihan sungai untuk mendukung kebijakan lingkungan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Pelibatan masyarakat secara optimal diharapkan dapat memperbaiki kualitas lingkungan sungai dan meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya pelestarian ekosistem sungai. Penelitian ini memberikan dasar penting bagi pembuat kebijakan dan pelaksana program lingkungan dalam merancang strategi yang sesuai dengan karakteristik partisipasi masyarakat setempat.
Pemetaan Persebaran IPM Sumatera Utara Menggunakan SIG Samuel Natanael; Sahala Fransiskus Marbun; Tiara Renata; Arungi Putra
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan capaian pembangunan manusia di Provinsi Sumatera Utara masih terlihat jelas, baik antara wilayah perkotaan maupun daerah pinggiran, sehingga diperlukan kajian yang mampu menjelaskan bagaimana variasi tersebut terbentuk secara keruangan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pola spasial Indeks Pembangunan Manusia (IPM) beserta tiga indikator yang menyusunnya, yaitu kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, pada tingkat kabupaten dan kota. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari publikasi Badan Pusat Statistik serta peta batas administrasi yang kemudian diolah melalui perangkat lunak Sistem Informasi Geografis. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan menyelaraskan data numerik dan data spasial hingga menghasilkan peta tematik yang menunjukkan pola persebaran masing-masing indikator. Hasil kajian memperlihatkan bahwa wilayah dengan aktivitas perkotaan umumnya memiliki nilai IPM lebih tinggi, sedangkan daerah yang jauh dari pusat pertumbuhan masih menunjukkan capaian yang relatif rendah. Perbedaan tersebut terutama dipengaruhi variasi umur harapan hidup, ketimpangan capaian pendidikan, serta ketidaksamaan daya beli masyarakat antarwilayah. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan spasial mampu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai struktur ketimpangan pembangunan manusia di Sumatera Utara. Penelitian lanjutan dapat mengembangkan analisis dengan menambahkan faktor infrastruktur, ketersediaan layanan publik, atau karakter sosial ekonomi lokal untuk memahami sumber ketimpangan secara lebih mendalam.
Analisis Perbandingan Jumlah  Penduduk  Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara Terhadap Ketimpangan Pembangunan Ekonomi  Daerah Tahun 2024 Difa Aprilia Marpaung; Sahala Fransiskus Marbun; Waren Lucia Ambarita; Cindy patherecia Purba; Mayratmini Herti Hulu
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan jumlah penduduk antar kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara serta hubungannya dengan ketimpangan pembangunan ekonomi daerah tahun 2024. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana variasi jumlah penduduk memengaruhi tingkat ketimpangan pembangunan yang dilihat melalui perbedaan pendapatan per kapita antarwilayah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang dianalisis meliputi jumlah penduduk dan PDRB per kapita di 33 kabupaten/kota. Ketimpangan pembangunan diukur menggunakan Indeks Williamson untuk melihat deviasi pendapatan antarwilayah dibandingkan rata-rata provinsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah di Provinsi Sumatera Utara memiliki nilai Indeks Williamson yang berada pada kategori ketimpangan rendah, yaitu pada rentang 0,004 hingga 0,20. Hal ini mengindikasikan bahwa perbedaan pendapatan antarwilayah relatif kecil. Kota Medan menjadi satu-satunya wilayah dengan kategori ketimpangan sedang (0,50) akibat tingginya PDRB per kapita dibandingkan daerah lain. Sementara itu, daerah seperti Langkat, Pematang Siantar, Tanjung Balai, dan Binjai memiliki nilai ketimpangan yang sangat rendah, menunjukkan pemerataan pembangunan yang kuat. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa ketimpangan pembangunan ekonomi di Sumatera Utara secara umum berada pada tingkat rendah, dengan pengecualian Kota Medan yang memiliki deviasi pendapatan cukup besar. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan pemerataan pembangunan antarwilayah serta pemanfaatan peran pusat pertumbuhan untuk mendorong wilayah sekitarnya.
Analisis Kepadatan Penduduk terhadap Perubahan Tutupan Vegetasi Menggunakan NDVI di Kecamatan Medan Tuntungan Nababan, Yolanda; Marbun, Sahala Fransiskus; Sitompul, Ryan Lucky Sartua; Simanjuntak, Joy Any Hasian; Hulu, Selfianus
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Population growth in peri-urban areas is increasingly recognized as a major driver of land-use change, particularly through the reduction of vegetation cover. This study examines the dynamics of vegetation change using NDVI analysis alongside the development of population density in Medan Tuntungan District between 2014 and 2023. The analysis draws on Landsat 8 imagery and sub-district-level demographic data. The findings reveal a substantial decline in areas classified as high to very high vegetation density, amounting to approximately 411 hectares. Conversely, areas categorized as low to very low NDVI expanded by around 305 hectares over the same nine-year period. During this interval, the population increased from 84,775 to 99,184 inhabitants, reflecting a growth of roughly 17%. Kelurahan with the highest population increases such as Simpang Selayang, Simalingkar B, and Tanjung Selamat displayed the most pronounced vegetation loss. These results indicate intensifying pressure on vegetation as population density rises, leading to the expansion of low-vegetation areas due to land conversion for residential and urban infrastructure development. Overall, the study underscores the urgency of strengthening spatial planning control and protecting green open spaces to maintain ecological sustainability in the peri-urban zones of Medan
Analisis Spasial Kerapatan Bangunan dan Hubungannya dengan Kepadatan Penduduk di Kota Medan Menggunakan NDBI (Studi Tahun 2013 & 2023) Sahala Fransiskus Marbun; Yessi Afrianita, Yessi; Ardilla S. Pratiwi; Melia Rumana Sibagariang
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang kerapatan banguna dan hubungannya dengan kepadatan penduduk di Kota Medan pada tahun 2013 dan 2023 menggunakan metode penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data utama, Landsat 8 OLI/TIRS, diproses melalui pra-pemrosesan, perhitungan Indeks Perbedaan Bangunan (NDBI), klasifikasi Natural Breaks, dan analisis spasial perubahan kepadatan bangunan. Data kepadatan penduduk diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan sebagai perbandingan untuk pola pengembangan fisik perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kelas kepadatan bangunan tinggi hingga sangat tinggi selama sepuluh tahun terakhir, terutama di wilayah selatan dan barat serta beberapa kecamatan berkembang seperti Medan Denai, Medan Marelan, Medan Helvetia, dan Medan Deli. Sementara itu, pusat kota terus menunjukkan kepadatan tinggi namun cenderung stabil. Peningkatan nilai NDBI sejalan dengan pertumbuhan penduduk di hampir semua kecamatan, menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang hunian dan perluasan pemukiman merupakan pendorong utama perubahan lahan terbangun. Secara keseluruhan, studi ini mengonfirmasi perluasan perkotaan yang cepat dan peningkatan kepadatan spasial di Kota Medan, dan hasilnya dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam merumuskan kebijakan spasial yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Analisis Spasial Perubahan Tutupan Lahan Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Kabupaten Samosir Tahun 2019-2024 Syahputri, Intan; Sahala Fransiskus Marbun; Ofa, Ofa Adrina Uli Harefa; Rut, Rut Elisa Tarigan
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis penggunaan lahan dengan mengolah data tutupan lahan menggunakan teknik analisis spasial pada ArcGIS melalui proses intersect untuk mengidentifikasi luasan tiap kelas. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah penelitian didominasi oleh Hutan Tanaman sebesar 26.296,24 ha (42,44%), diikuti Hutan Lahan Kering Sekunder seluas 18.016,87 ha (29,08%), serta Belukar sebesar 3.227,99 ha (5,21%). Selain itu, kategori lahan yang berada di Kawasan Hutan Siosar juga memiliki kontribusi yang cukup besar, seperti Hutan Lahan Kering Sekunder–Siosar (4.256,08 ha; 6,87%) dan Belukar–Siosar (3.576,95 ha; 5,77%). Kelas penggunaan lain seperti organisasi, pertanian lahan kering, tanah terbuka, dan sawah menunjukkan persentase yang relatif kecil (<5%). Secara keseluruhan, luas areal yang dijelaskan mencapai 61.954,57 ha, yang menggambarkan komposisi ruang serta distribusi tutupan lahan di wilayah studi sebagai dasar evaluasi arah perubahan dan pengelolaan lahan ke depan.
Co-Authors Abdi E. Harefa Abdi Eralisasi Harefa Abdi Eralisasi Harefa Adinda Nurul Ramadhani Afifah Khairiyah Afrianita, Yessi Agnes Enonita Harefa Ahmad Fauzi Sinuraya Ahmad Fauzi Sinuraya Aidil Fajri Lintang Aisyah Nur Aini Akmaliyah , Annida Akmaliyah, Annida Alan Mustaqim Aldi Winata Tumanggor Alvin Damero Siregar Ambarita, Waren Lucia Amelia Grace Evelin Marbun Amelia, Pidia Amos Andika Sihotang Anas Fela Naibaho Andre Marcelino Simamora Angelina Dasmauli Pasaribu Anggita Lydia Sirait Anggun Citra Sari Angraini Oktavia Hutapea Anju Diah Natalia Panjaitan Annisa, Dwi Nurul Annisya Agustina Ardilla S. Pratiwi Arungi Putra Asih Ester E.G Harahap Astika, Melani Astuti, Anik Juli Dwi Asysyifa Qolbi Badostar Situmorang Balqis Aulia Mayvita Bate’e, Windiarni Eveline Beta Marsaulina Betaria Sihaloho Bintang P.S.M Purba Br Simatupang, Eliana Renintan Briggita, Christine Amelia Cahyani Saragih Chelsea Sarah Juniarti Siallagan Cindy patherecia Purba Claudya Carolin Sihombing Claurisa Tri Milda Purba Cristyan Adma Jaya Damai Yanti Gultom Damanik, M. Ridha Syafii Damanik, Muhammad Ridha Syafii Damanik, Muhammad Ridha Syafi’i Daniel Try Darwin P. Lubis, Darwin Daulay, Manna Sari Degodona, Laurencia Primawati Della Shinta Claudiya Desty Novry lianty Deswita Syahputri Dewi Wulandari Dian Pratiwi Diana Suci Hafidah Difa Aprilia Marpaung Digna Renny Panduwati Dina Mendrofa Dinda Aprilia Dinda Elizabeth Sihotang Dinda Lufita Hutabarat Dini Deswina Sagala Diva Nayaka Siswadi Dwi Aulia Purba Dwi Aulia Saputri Dwi Aulia Syafira Dwi Mayanti Rosalina Marpaung Ella Citra Denisa Ginting Elno Situmorang Elsa Kardiana Elsa Turnip Engli Faulina Simanjuntak Erwati Yosepa Saragih Escha Purba Escha Purba Ester Siagian Ester Tinor Julianty Siagian Farhan Fauzan Ahdaputra Febiyola Dasuha Febri May Novani Sipayung Feny Cristanti Siburian Feny Cristanti Siburian Ferdi Nanda Sinaga Ferdy Alamsyah Fitriani, Ramadhan Frans Geby Maura Simbolon Geovan Cristofel Sihombing Gilang Raihan Attaya Ginting, Febrina Anasista Goklas Sihombing Gomoses Simarmata Grace Indah Situmeang Grace Mercy Epsilon Hia Grecia Margarethe Gultom, Qania Haniyah Ramadhani Harahap, Asih Ester E.G Hasugian, Rusniatri Hulu, Selfianus Hutabarat, Imel Triulina Hutagaol, Oka Nelli Hutasoit, Noffranto Irwansyah Hutauruk, Randy Marcel Iccaliona Marbun Imel Tri Ulina Hutabarat Indah Wahyuni Sinaga Ipantri Naibaho Ipantri Naibaho Jeniver Pronika Br Manik Jessica Anastasya Waruwu Joe Athana Sembiring Joel Ersikapna Sinulingga Juleha Sitio Juwita Maya Sari S Kalsa Sijabat Karolina Br Surbakti Katarina Yoana Uly Artha Sagala Kautsar, Mhd. Anas Kautsar, Muhammad Anas Kurnia, Indah Kurniawan, Muhammad Hafizd Kusumawati, Eka Suci Lajuardi Putra Beheng Sinulingga Lasmauli Marpaung Lastri Marbun Leirisa , Reva Leirisa, Reva Leli Sartika Lianty, Desty Novry Liza Mutia Lumbantobing, Adelina Lumi Nopia Nababan Luqman Mulia Alkahfi Luthfi Muta’ali M. Padli Siregar Malau, Shintia Manik, Keshya Vallerina Marpaung, Difa Aprilia Marpaung, Lasmauli T.G Mayratmini Herti Hulu Melia Rumana Sibagariang Mesi Tambunan Mhd. Zidan Aris Fatih Mislaini Muhammad Ridha Syafii Damanik Muhammad Rizky Mutia Alya Surianto Nababan, Yolanda Nabila Fajriah Nabila Fajriyah Nabila Putri Adha Nadiya Safira pulungan Naibaho, Anas Fela Nainggolan, Rifani Nandita Septika Baeha Natalia Siagian Natasya Kaila Putri Nazhifah, Aliyah Nazilla Fahira Niha Clawdya Lubis Nilfais Laia Nona, Rud Sahanaia Sari Nova Suci Alisa Nasution Nur Indah Lestari Nur Renni Sariani Syah Putri Brutu Nurhalifa Nurintan Nurintan Nurintan, Nurintan Nurliana, Vita Nurul Hikmah Sari Ofa, Ofa Adrina Uli Harefa Oka Nelli Hutagoal P. Silangit, Gerhard Estimihi. Pakpahan , Elisabeth Pangaribuan, David Panjaitan, Anju Diah Natalia Pasaribu, Jenti Miralda Permana, Sendi Pinem, Shania Maria Franciska Popy Ardian Ningsih Zega Pradita Amelia Putri Prayogi, Septian Primawati, L. Puput gloria zega Purba, Hetti Melinda Qania Gultom Rachel MiaTobing Rachel Tobing Rahel Namisa Br Ginting Ramadhani, Haniyah Randy Marcel Hutauruk Rely Noviyanti Lumbantobing Rifani Olivia Nainggolan Rina Panggaeban Fransiskus marbun Rini Aminarti Rini Aminarti Rio Anggoro Risky Ansipar Hutapea Roma Ulina Sihotang Rosa anjelina manik Rouli anastasia Sihombing Rud Sahanaia Sari Nona Rusniatri Hasugian Rut, Rut Elisa Tarigan Ruth Putri Purba Sabda Yanti Pasaribu Salman Zudi Hutasuhut Samuel Natanael sandra dewi Sania Agustina Br Subakti Saputri, Dwi Aulia Saragih, Cahyani Sari, Naila Elfira Scania Simanullang Selfi Juwita Zamasi Sembiring, Joey Athana Sembiring, Joey Athana Sendi Permana Septian Sihotang, Irma Reola Shadai Vrentina Sitio Shintia Malau Siallagan, Chelsea Sarah Juniarti Siburian, Feny Cristanti Sihombing , Cindy Claudia Silsilia Iryanda Simanjuntak, Joy Any Hasian Simanjuntak, Putri Rejeki Simanjuntak, Tiara Renata Carolina Simaremare, Ermas Simarmata, Gomoses Simnanullang, Chalina Sintong, Mahara Sintong, Mahara Sitanggang, Ave Marianta Sitompul, Ryan Lucky Sartua Situmeang, Grace Indah Sri Sulastri Sitohang Stevani Diva Marpaung Sudrajat Sudrajat Sugiharto Suryani MF Situmeang Syahputri, Deswita Syahputri, Intan Syukri, Pradipa Nasywa Syukri, Pradipa Nasywa Tasya Nasution Telaumbanua, Fausta John Aro Terey Citha Siregar Theresia Asmirandah Tiara Renata Timbul Raja Halomoan Trinita Aulia Putri Tumiar Sidauruk Valerina Leo Sinaga Valerina Sinaga Vita Nurliana Wardati Humaira Waren Lucia Ambarita Widya Ningsih Will Bright Naibaho Windiarni Eveline Bate’e Yessi Afrianita, Yessi Yosella Manullang Zauzza Zahra Stabitah