p-Index From 2021 - 2026
7.643
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Edukasi Kultura JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal on Education SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) JUKI : Jurnal Komputer dan Informatika Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Education Achievement: Journal of Science and Research Kode : Jurnal Bahasa BAHTRA: Jurnal Pendidikan Bahasan dan Sastra TRANSFORMATIONAL LANGUAGE, LITERATURE, AND TECHNOLOGY OVERVIEW IN LEARNING (TRANSTOOL) Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Multiverse: Open Multidisciplinary Journal Jurnal Informatika dan Perancangan Sistem (JIPS) Innovative: Journal Of Social Science Research Journal of Law, Education and Business Jurnal Bima: Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indo Green Journal Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Jurnal Armada Pendidikan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Journal of Education Transportation and Business Indonesian Journal of Education CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Indo Green Journal Jurnal Cakrawala Akademika Argopuro : Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Educational Journal Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran JPSB
Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Nilai Kekerabatan Batak dalam Tradisi Mangain: Studi Pustaka untuk Mendukung Tujuan Komunikatif Lintas Budaya di Kelas BIPA Esa Peggy Nerida Manurung; Agus Try Any Marpaung; Putri Sion Br Siallagan; Gracesela Septiana Sibuea; Reni Wati Sagala; Tri Indah Prasasti
BAHTRA: Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 7, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/bahtra.v7i1.1077

Abstract

Studi ini meneliti tradisi Mangain dalam masyarakat Batak sebagai fenomena sosiolinguistik yang memengaruhi salam dan pola komunikasi berbasis kekerabatan, serta implikasinya terhadap pengajaran BIPA. Berdasarkan tinjauan pustaka dan analisis tematik, ditemukan bahwa Mangain menekankan inklusivitas, legitimasi adat, dan solidaritas, sementara Dalihan Na Tolu mengatur pilihan salam dan register antara hula hula, boru, dan dongan tubu; kesalahan pragmatis dapat menyebabkan kesalahpahaman atau konflik. Disarankan agar materi Mangain diintegrasikan ke dalam modul BIPA melalui simulasi, studi kasus sosiopragmatis, dan media autentik untuk memperkuat kompetensi antarbudaya. Studi ini memberikan landasan konseptual dan merekomendasikan studi lapangan lebih lanjut.
Integrasi Teks Cerita Rakyat Sumatera Utara Berbantuan AI Powtoon Berbasis Blended Learning Sebagai Inovasi Media Pembelajaran pada Mahasiswa Tri Indah Prasasti; Mustika Wati Siregar
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 15 No. 1 (2026): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/v3n1xn77

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui proses integrasi teks cerita rakyat Sumatera Utara berbantuan AI Powtoon berbasis blended learning dengan menguji kelayakan serta efektivitas media pembelajaran. Angket validasi ahli materi pada kelayakan isi berada pada kriteria “sangat baik” dengan presentase 84%, kelayakan penyajian berada pada kriteria “sangat baik” dengan presentase 83%, dan kelayakan bahasa berada pada kriteria “sangat baik” dengan presentase 85%. Angket validasi ahli media untuk mengetahui kepraktisan berada pada kriteria “baik” dengan presentase 78% dan kemenarikan berada pada kriteria “baik” dengan presentase 80%. Hasil tanggapan pada aspek kemudahan penggunaan berada pada kriteria “sangat baik” dengan presentase 84%, aspek kemenarikan tampilan visual berada pada kriteria “sangat baik” dengan presentase 88%, aspek kejelasan narasi berada pada kriteria “baik” dengan presentase 76%, aspek kemenarikan media berada pada kriteria “baik” dengan presentase 80%, dan aspek kemudahan dalam memahami cerita berada pada kriteria “baik” dengan presentase 80%. Selain itu, terdapat peningkatan nilai rata-rata dari 67,5 menjadi 85,2 setelah menggunakan media yang mengintegrasikan teks cerita rakyat Sumatera Utara berbantuan AI Powtoon berbasis blended learning. Hal ini menunjukkan efektivitas media dalam meningkatkan pemahaman terhadap teks cerita rakyat Sumtera Utara. Integrasi teknologi ini mampu memperkuat literasi digital, meningkatkan motivasi belajar, serta menumbuhkan apresiasi terhadap kearifan lokal. Kata kunci: Powtoon; Artificial Inteligent; Literasi Digital; Media Pembelajaran; Teks Cerita Rakyat Sumatera Utara
Interpretasi Makna Simbolis Dekke Simudur-Mudur dalam Perspektif Netizen: Studi Resepsi Budaya pada Media Sosial Mutiara Angelica Hasian Sihit; Kaila Azzahra Yasmin; Stephanie Br Sipayung; Huraiyah Jiratullah; Tri Indah Prasasti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interpretasi netizen terhadap makna simbolis dekke simudur-mudur dalam tradisi Batak Toba melalui media sosial. Di era digital, simbol-simbol budaya lokal kini menyebar dan dimaknai ulang oleh audiens yang beragam di ruang siber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta perspektif studi resepsi. Data utama berupa komentar dan teks interpretasi netizen dikumpulkan dari platform media sosial (TikTok, Instagram, Twitter/X, dan Facebook), sementara data pendukung diperoleh dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola utama dalam resepsi netizen: (1) pemaknaan simbolis-filosofis yang memahami dekke sebagai simbol harmoni dan kebersamaan; (2) pemaknaan fungsional-kuliner yang lebih menonjolkan dimensi gastronomi; dan (3) pemaknaan kritis-reflektif yang mempertanyakan relevansi tradisi di era modern. Variasi pemaknaan ini mencerminkan kondisi fragmentasi budaya di ruang digital. Di samping itu, interpretasi netizen juga mengandung nilai-nilai pendidikan karakter, khususnya cinta tanah air, menghargai prestasi leluhur, dan kepedulian sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian tradisi lisan, linguistik budaya, dan literasi digital.
Interpretasi Makna Simbolis Dekke Simudur-Mudur dalam Perspektif Netizen: Studi Resepsi Budaya pada Media Sosial Mutiara Angelica Hasian Sihit; Kaila Azzahra Yasmin; Stephanie Br Sipayung; Huraiyah Jiratullah; Tri Indah Prasasti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interpretasi netizen terhadap makna simbolis dekke simudur-mudur dalam tradisi Batak Toba melalui media sosial. Di era digital, simbol-simbol budaya lokal kini menyebar dan dimaknai ulang oleh audiens yang beragam di ruang siber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta perspektif studi resepsi. Data utama berupa komentar dan teks interpretasi netizen dikumpulkan dari platform media sosial (TikTok, Instagram, Twitter/X, dan Facebook), sementara data pendukung diperoleh dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola utama dalam resepsi netizen: (1) pemaknaan simbolis-filosofis yang memahami dekke sebagai simbol harmoni dan kebersamaan; (2) pemaknaan fungsional-kuliner yang lebih menonjolkan dimensi gastronomi; dan (3) pemaknaan kritis-reflektif yang mempertanyakan relevansi tradisi di era modern. Variasi pemaknaan ini mencerminkan kondisi fragmentasi budaya di ruang digital. Di samping itu, interpretasi netizen juga mengandung nilai-nilai pendidikan karakter, khususnya cinta tanah air, menghargai prestasi leluhur, dan kepedulian sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian tradisi lisan, linguistik budaya, dan literasi digital.
Rancangan Media Pembelajaran Berbantuan Prezi dan Eduaide AI pada Materi Surat Resmi Kelas VII SMP Fadillah Tasali; Inne Jeniarti; Nanda Agustia; Najla Mutia Nasution; Putrizal Nada Yasmin; Qania Azmi; Rahmi Anggita Lubis; Uci Amelia; Tri Indah Prasasti
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancangan media pembelajaran berbantuan Prezi dan EduAide pada materi surat resmi kelas VII SMP. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kondisi pembelajaran Bahasa Indonesia yang masih cenderung konvensional, terutama pada materi menulis surat resmi yang menuntut ketepatan struktur, penggunaan bahasa baku, dan pemahaman konteks komunikasi formal. Di sisi lain, perkembangan teknologi pembelajaran membuka peluang bagi guru untuk menghadirkan media yang lebih interaktif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan media, penyusunan isi, dan peninjauan kelayakan rancangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa media yang dirancang melalui Prezi mampu menyajikan materi secara visual, sistematis, dan dinamis, sedangkan dukungan EduAide membantu penyusunan latihan dan penguatan materi agar lebih terarah. Dengan demikian, rancangan media ini dinilai relevan untuk mendukung pembelajaran surat resmi di kelas VII SMP karena dapat meningkatkan perhatian, pemahaman, dan keterlibatan belajar siswa secara lebih optimal.
Busana Tradisional Pakpak sebagai Identitas Budaya: Kajian Semiotik: Pakpak Traditional Clothing as a Cultural Identity: A Semiotic Study Daniela Maretty Situmorang; Fenny Yuliani Pasaribu; Irzi Armando Panjaitan; Nanda Claudia Pardede; Kevin Pardede; Tri Indah Prasasti
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji cara kerja tanda dalam busana tradisional Pakpak serta menjelaskan kontribusinya dalam pembentukan dan peneguhan identitas budaya. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotik. Semiotika Roland Barthes digunakan sebagai kerangka utama untuk membaca lapisan denotasi, konotasi, dan mitos budaya, sedangkan semiotika Charles Sanders Peirce digunakan sebagai kerangka pendukung untuk mengklasifikasikan tanda ke dalam ikon, indeks, dan simbol. Sumber data berupa dokumen akademik, artikel penelitian, deskripsi visual busana adat Pakpak, dan dokumentasi budaya yang relevan. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi dokumenter, dan pencatatan unsur visual busana, kemudian dianalisis melalui identifikasi tanda, pengodean denotatif, klasifikasi tanda Peircean, interpretasi konotatif, pembacaan mitos budaya, dan penarikan makna identitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baju Merapi-api, bulang-bulang, oles, borgot, rante abak, saong, leppa-leppa, rempu riar, ucang, tongket, serta kombinasi warna hitam, merah, dan putih bekerja sebagai sistem tanda yang menandai kehormatan, kewibawaan, kesantunan, status sosial, relasi adat, dan kesinambungan tradisi. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa busana tradisional Pakpak merupakan medium komunikasi budaya yang menghubungkan tubuh, adat, memori, dan identitas etnik.
Analisis Efektivitas Quillbot Sebagai Solusi Pencegahan Plagiarisme Dalam Penulisan Akademik Mahasiswa (Studi Kasus di FBS UNIMED) Inggit Haryanti; Muzkia Al Muthia; Nisa Sweet Sinaga; Siti Nur Alfath Ali; Sri Hartati Lombu; Tri Indah Prasasti; Sri Ulina Sembiring
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7280

Abstract

Penulisan akademik merupakan kompetensi penting di perguruan tinggi yang menuntut integritas dan kemampuan parafrase untuk menghindari plagiarisme. QuillBot, sebagai alat bantu penulisan berbasis Artificial Intelligence, banyak digunakan mahasiswa untuk meningkatkan kualitas tulisan dan mencegah plagiarisme, namun menimbulkan kekhawatiran terkait ketergantungan yang dapat menghambat kemampuan menulis mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan (FBS UNIMED) tentang QuillBot, menilai efektivitas penggunaannya dalam mencegah plagiarisme, mengidentifikasi fitur yang paling sering dipakai, posisi QuillBot dalam proses penulisan akademik, serta sikap rekomendasi mahasiswa terhadap alat ini. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan 11 informan dan studi literatur dari sumber relevan selama lima tahun terakhir. Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran komprehensif mengenai peran dan dampak QuillBot dalam penulisan akademik mahasiswa FBS UNIMED.
Representasi Nilai Budaya Etnis Angkola dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Lintas Budaya BIPA Nur Fatimah; Dia Ananda Putri; Poppy Amalia; Icut Aprilla; Tri Indah Prasasti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi nilai budaya etnis Angkola serta menganalisis relevansinya terhadap pembelajaran lintas budaya dalam program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber daring yang berkaitan dengan budaya etnis Angkola, seperti artikel ilmiah, situs budaya, dan dokumentasi digital. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan membaca, mengamati, dan mencatat, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya Angkola yang dominan meliputi Dalihan Na Tolu, holong (kasih sayang), gotong royong, hormat kepada orang tua, kebersamaan (domu), tradisi lisan, dan upacara adat. Nilai-nilai tersebut memiliki bentuk representasi yang beragam, seperti praktik sosial, penggunaan bahasa, serta tradisi budaya yang masih berkembang dalam masyarakat. Selain itu, nilai budaya Angkola memiliki relevansi yang kuat terhadap pembelajaran BIPA, terutama dalam meningkatkan kompetensi linguistik, pragmatik, dan interkultural pemelajar asing. Dengan demikian, integrasi nilai budaya lokal dalam pembelajaran BIPA dapat menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, dan autentik.
PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN TOLERANSI SOSIAL DI INDONESIA: STUDI LITERATUR Rahma Hidayati; Arlin Septia Basana Siagian; Stephanie Br Sipayung; Huraiyah Jiratullah; Mutiara Angelica Hasian Sihite; Tri Indah Prasasti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14753

Abstract

The cultural, ethnic, linguistic, and religious diversity of Indonesia presents both opportunities and challenges in building a harmonious social life. This study aims to examine the relationship between cross-cultural understanding and social tolerance in Indonesia through a systematic literature review. A qualitative approach with library research method was employed, using scientific articles, national and international journals, and conference proceedings published between 2022 and 2025 as data sources. Data were analyzed through content analysis and narrative synthesis, organized into four main themes. The findings reveal that: (1) ethnocentrism arising from limited cross-cultural understanding is the primary barrier to social tolerance; (2) constructive cross-cultural communication significantly contributes to the formation of tolerant attitudes; (3) digital media offers both opportunities and challenges for Generation Z's tolerance; and (4) multicultural education serves as a strategic pathway that has yet to be optimally implemented. This study concludes that strengthening cross-cultural understanding through integrated communication, digital, and educational approaches is crucial for fostering social tolerance in Indonesia's pluralistic society.
NILAI TRADISI LISAN ODHONG-ODHONG SEBAGAI FONDASI HARMONI SOSIAL MASYARAKAT PAKPAK BHARAT: KAJIAN LITERATUR Arlin Septia Basana Siagian; Rahma Hidayati; Dia Ananda Putri; Poppy Amalia; Tri Indah Prasasti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15071

Abstract

The odhong-odhong oral tradition is a distinctive chant of the Pakpak Bharat community that embodies essential life values as the foundation of social harmony. This study aims to describe the nature and characteristics of odhong-odhong, identify the values contained within it, analyze the role of those values in building social harmony, and examine its relevance in the era of modernization and globalization. This study employs a descriptive qualitative method through a literature review approach, drawing on scientific journals, books, and relevant literature published within the last six years. The findings reveal that odhong-odhong is a chant performed by Pakpak men while searching for frankincense resin in the forest, functioning simultaneously as emotional expression, prayer, and a medium for transmitting cultural values. The values embedded in this tradition include emotional, moral, social, spiritual, and cultural dimensions. From the perspective of Émile Durkheim's solidarity theory, odhong-odhong strengthens the mechanical solidarity of the Pakpak Bharat community through collective consciousness formed by shared values and communal experiences. Despite facing the threats of modernization, including declining interest among younger generations and limited documentation, odhong-odhong remains relevant as a cultural identity that must be preserved through educational integration, digitalization, and revitalization in traditional ceremonies.
Co-Authors Agus Try Any Marpaung Agussabeth Adelina Pasaribu Alamsyah, Ferdy Alan Mustaqim Nst Alda Khafifah Alvi Syahri Ramadani Aminanda, Marsya Andini, Resti Angelnia Br Bukit Angga Pradana Anggaria, Lisa Anisah Situmorang Annisya Agustina Aprilla, Icut Arezsya, Rahma Andien Arlin Septia Basana Siagian Arnila Pili Asprina Br. Surbakti Banjarahor, Fonti Fai Barus, Frinawaty Lestarina Barus, Nuraini Br Betaria Sihaloho Billa, Salma Nursyah Bintang Purba Butar Butar, Michael Ivano Cavin Ananda Teguh S Chairunnisa, Hera Cicilia L. D Gultom Citra Riskya Simanjuntak Damanik, Diva Fitri Salsabila Daniel Happy Putra Daniela Maretty Situmorang Deniela Yoshelyn S. Dia Ananda Putri Diana Febrianty Silalahi Dina Olivia Sidabutar Dinda Ayu Dewita Dinda Octafriyanda Diva Nayaka Siswadi Efani Margareth G. Elly Prihasti W Elyana Feronica Manurung Enjelita N.H Hutagalung Eny Sihite Eriansyah Saputra H Esa Peggy Nerida Manurung Eskawana Nababan Ester Marga Retta Eveline Stephani Fadillah , Nadia Fadillah Tasali Fauziah, Zahira Febri Simamora Fenny Yuliani Pasaribu Fernando Purba Fika Salsabilla Amar frans frans Grace Fanesya G. Grace Mercy Epsilon Hia Grace Tampubolon Gracesela Septiana Sibuea Hafiza Saumi Ramadilla Halimah Br Surbakti Harry Marcel Wahyu Sihotang Helmi, Muthia Ayyuni Herman Fazri Napitupulu Hidayati, Rahma Hulu, Rafina Austin Huraiyah Jiratullah Huraiyah Jiratullah Hutabarat, Mikael Hutabarat, Sarah Amelia Icut Aprilla INAYAH HANUM, INAYAH Inggit Haryanti Inne Jeniarti Intan Sri Devi Sitorus Irzi Armando Panjaitan Izuddinsyah Siregar Jiratullah, Huraiyah Joy Firdaus Hamonangan Silalahi Juli Arihta Kaila Azzahra Yasmin Kevin Pardede Khadavi Khairana Zira L. Lutfiah Leli Sartika Lentiar Gultom Lira Mey Nisa Luci Epita Banjarnahor Lusinda Sigiro Manullang, Bonita Manurung, Erika Grace Juliana Maria Aulia Pratama Sinaga Marini Joy Stella Simanjuntak Marpaung, Nazwa Salsabila Mayesa Rohayu Br Purba Mentari Sukma Mhd Asa Arzaki Muiz Monika Rajagukguk Muhammad El Fahrizi Noor Muhammad Raihan Alfandi Simanjuntak Muhammad Rizky Fajar Munthe, Tiolina Maria Mustika Wati Siregar Mustika Wati Siregar Mustika Wati Siregar Mutia Alya Surianto Mutiara Angelica Hasian Sihit Mutiara Angelica Hasian Sihite Mutiara Aprilia Mutsyuhito Solin Muzkia Al Muthia Nabilah Siti Haniyah Nafa Cleo Wulandari Tarigan Najla Mutia Nasution Najwa Sabrina Putri Nanda Agustia Nanda Claudia Pardede Napitupulu, Lovita Christiani Natalia Debriyanti Siringoringo Natasya Banawati Natasya Kaila Putri Naufal Zuhri Siregar Nayla Apriani Lubis Nazlia Fahira Nazwa Gadisa Nazwa Salsabila Pasaribu Nijmal Adawiyah Nila Angita Nasution Nisa Sweet Sinaga Nopita Silaban Nur Fatimah Nur Indah Lestari Nurinsani, Jiwana Nurrokhim, Trihana Nurul Annisa NURUL AZIZAH Nurul Intan Humairah Nurul Nabila L. Octavia Amelia Olly Risfa Sitohang Osmer Nadeak Pakpahan, Giovani Paulina Parasian, Halasson Parhusip, Alouisia Maristella A Pasaribu, Kristin Dwi Amsari Pebryola Mahulae Pintauli Silaban Poppy Amalia Poppy Amalia Popy Ardian Ningsih Zega Pratama, Rangga Kari Purba, Diva Lestari Purba, Fernando Putri Enjel Tarigan Putri Luthfiah Ritonga Putri Sion Br Siallagan Putri Situmorang Putri, Dia Ananda Putri, Nuke Rinanda Putrizal Nada Yasmin Qania Azmi Rahayu, Ramadhani Sri Rahel Raphita Sinabutar Rahma Hidayati Rahmi Anggita Lubis Ramadani, Fadilla Aura Ramadani, Syafina Ratih Susanti Regar, Sarah Kiristiyaini Br Regina Ronauli Situmorang Reni Wati Sagala Resti CItra Dewi Rika Trinawati Sinaga Rina Lusiana Pangaribuan Rina Panggabean Rio Anggoro Rizky Adha Roberto Kaban Romauli Angelika Silitonga Romauli Hutagaol Rotua Lumbantoruan Rut Dorma Silaban Sagala, Reni Salmah Naelofaria Salsabil Putri Samosir, Martha Indah sandra dewi Sarah Sofyanti Br Siregar Sembiring, Etisa Rasinta Br Sembiring, Oktavlora Br. Shopia Veronica Manurung Siagian, Arlin Septia Basana Siallagan, Lasenna Sianturi, Juwita Theresia Bahari Sigit Hafiz Pranata Sihite, Mutiara Angelica Hasian Sihite, Vebry Oneta Rachel Sihombing, Thresia Veronika Sihotang, Harry Marcel Wahyu Sihotang, Roma Ulina Br Sihotang, Uhal Yedija Simangunsong, Erfriani Sekar Talenta Simbolon, Dina Sinabariba, Maya Herlina Sinaga, Daniel Christian Sipayung, Stephanie Br Sirait, Ela Emayusnita Siregar, Bianda Dzakira Muda Sitanggang, Dwikhana Lourdes Siti Fatimah Handayani Hsb Siti Nur Alfath Ali Siti Sarah Siti Sarah, Siti Sitohang, Jhon Roger Sitohang, Tauriyan Sitorus, Grace Elicia Sitorus, Johannes Bagas Sitorus, Maya Ustia Sitorus, Nurhanifah Situmorang, Junus Situmorang, Samantha Yohana Soraya Firanti Nur Sri Hartati Lombu Sri Sulastri Sitohang Sri Ulina Br Sembiring Sri Ulina Sembiring Stephanie Br Sipayung Stephanie Br Sipayung Sukma, Mentari Sunarti Supriadi Taestin G Siboro Talenta Sembiring Tamba, Anggreni Tanjung, July Yanty Tarigan, Nafa Cleo Wulandari Tasya Nasution Tata Azwa Faradillah Thresia Veronika Sihombing Tiodame Layupa Simanullang Turnip, Leonardo Uci Amelia Ulfah Maulidiah Marwah Siregar Utami, Annisa Dea Wahyudi Difler Rambe Wan Saddam Hasan Wisman Hadi Wulan Dian Sari Br. Siahaan Wulandari, Nadya Yana Melia Sari Sipayung Yanuardi Gulo Yasmin, Kaila Azzahra Yemima Rina Yanti Panjaitan Yesi Jesika Sitepu Yesika Simbolon Yolanda Marchella Yuliana Sari Zai, Ayu Zauzza Zahra Stabitah