Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Canva untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Sari, Diah Puspita; Muhardini, Sintayana; Hadi, Erwin
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 6, No 4 (2023): Desember
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v6i4.20493

Abstract

Abstract:  As technology develops in the industrial era 4.0, it has a significant impact on the world of education. Learning is starting to be directed towards the use of learning media that is able to attract students' interest in learning. Specifically for mathematics learning in elementary school. Studying mathematics is known as a difficult, boring and monotonous lesson. Even students at elementary school level are less interested in this lesson. This can be seen from the relatively low mathematics learning outcomes. The aim of this research is to improve students' mathematics learning outcomes through the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model assisted by Canva media. The location of this research is SDN 1 Sukamulia Timur with a sample size of 23 students in class IV. The instrument used to collect research data related to learning outcomes is a multiple choice test that uses Bloom's taxonomy. Research data analysis uses quantitative descriptive. The research results showed that there was an increase in student learning outcomes in mathematics lessons after implementing learning with the PBL model assisted by Canva. The number of students who completed (above KKM) in cycle I and cycle II increased. 80% of students are said to have completed.Abstrak: Seiring perkembangan teknologi di era industri 4.0 memberikan dampak yang signifikan terhadap dunia pendidikan. Pembelajaran mulai diarahkan menuju penggunaan media pembelajaran yang mampu menarik minat belajar peserta didik. Khusus pembelajaran matematika di SD. Belajar matematika terkenal dengan istilah pelajaran sulit, membosankan, dan monoton. Bahkan peserta didik di tingkatan SD pun kurang tertarik dengan pelajaran ini. Hal ini terlihat dari hasil belajar matematika yang tergolong rendah. Adapun tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media canva. Lokasi penelitian ini yaitu SDN 1 Sukamulia Timur dengan jumlah sampel sebanyak 23 peserta didik di kelas IV. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data penelitian terkait hasil belajar adalah tes pilihan ganda yang menggunakan taksonomi Bloom. Analisis data penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran matematika setelah melaksanakan pembelajaran dengan model PBL berbantuan canva. Jumlah peserta didik yang tuntas (di atas KKM) pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. 80% peserta didik dikatakan tuntas.
ANALISIS FONOLOGI BAHASA SASAK DIALEK NGENO- NGENE DI DESA SESELA Muhdar, Syafruddin; Muhardini, Sintayana; Milandari, Baiq Desi; Mariyati, Yuni; Waluyan, Roby Mandalika
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i1.28990

Abstract

Abstrak: Salah satu bidang kebahasaan yang menjadi objek kajian dalam penelitian ini adalah bidang fonologi. Sistem berbahasa dalam bidang fonologi pertama-tama dipandang dari penggunaan bahasa apakah secara lisan maupun tulisan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah sistem fonologi  bahasa  Sasak  dialek  Ngeno-ngene  di  Desa  Sesela  Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak, metode wawancara, metode transkrifsi, dan metode dokumentasi. Data terkumpul selanjutnya dianalisis dengan   mengunakan   metode deskriftif kualitatif.Berdasarkan  hasil  analisis  data  yang telah  dilakukan  maka dapat disimpulkan bahwa, ruang lingkup sistem fonologi „dialek ngeno-ngene pada masyarakat Sesela antara lain: (1) sistem vokal (sistem vokal murni: a, i, e, u, o, ∂(2) sistem konsonan (sistem konsonan tuggal ada 19 meliputi b, p, m, w, d, t, n, ℓ, r, s, y, ñ, j, c, g, k, ŋ, h, dan q), dan (3) penyukuan terdiri atas 4 pola yaitu v, vk, kv, dan kvk. Abstract:  One of the linguistic fields examined in this study is phonology. The language system in phonology is primarily viewed from the perspective of whether the language is used orally or in written form. The research problem addressed in this study is: What is the phonological system of the Sasak language, Ngeno-ngene dialect, in Sesela Village, Gunungsari Subdistrict, West Lombok Regency?. The data collection methods used in this research include observation, interviews, transcription, and documentation. The collected data were then analyzed using a qualitative descriptive method. Based on the data analysis, it can be concluded that the scope of the phonological system of the Ngeno-ngene dialect among the people of Sesela includes the following: (1). Vowel system (pure vowels): a, i, e, u, o, ∂, (2).Consonant system (single consonants, totaling 19): b, p, m, w, d, t, n, ℓ, r, s, y, ñ, j, c, g, k, ŋ, h, and q, (3). Syllable structure, which consists of four patterns: V, VK, KV, and KVK. 
PELATIHAN GENDANG BELEQ UNTUK MENINGKATKAN CINTA BUDAYA DAERAH SASAK TERHADAP SISWA SDN 1 SUKARAJA Rahman, Nanang; Ikhwan, Zaenul; Muhdar, Syafruddin; Fujiaturrahmah, Sukron; Mariyati, Yuni; Muhardini, Sintayana; Sari, Nursina; Masyitah, Putri Maya
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.28418

Abstract

ABSTRAK                                                                            Pelestarian budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi menjadi tantangan utama, terutama dalam mempertahankan eksistensi gendang beleq sebagai warisan budaya Sasak. Generasi muda cenderung kurang mengenal dan mencintai budaya tradisional, sehingga diperlukan upaya sistematis untuk memperkenalkannya sejak usia dini. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kecintaan siswa SDN 1 Sukaraja terhadap budaya Sasak melalui pelatihan gendang beleq. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan praktik langsung. Kegiatan ini melibatkan siswa dari kelas 4 hingga 6 sebagai peserta dengan jumlah 24 siswa pada bulan Agustus dan 26 siswa pada bulan September, dengan bimbingan guru seni dan pelatih profesional dari komunitas seni lokal. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dan kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan, mencakup aspek keterampilan teknis, pemahaman budaya, serta perubahan karakter siswa. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa aspek: 70% siswa menjadi sangat tertarik terhadap budaya lokal (sebelumnya hanya 40%), 60% siswa menguasai teknik dasar gendang beleq, dan 50% memahami filosofi budaya Sasak. Selain itu, 85% siswa menunjukkan peningkatan kedisiplinan, kerja sama, dan kepercayaan diri. Program ini berhasil membangkitkan antusiasme siswa sekaligus menjadi langkah strategis dalam melestarikan warisan budaya Sasak. Kata kunci: Gendang beleq; budaya Sasak; pelestarian budaya. ABSTRACTPreservation of local culture amidst the strong currents of globalization poses a significant challenge, particularly in maintaining the existence of gendang beleq as a cultural heritage of the Sasak people. The younger generation tends to have limited knowledge and appreciation of traditional culture, necessitating systematic efforts to introduce it from an early age. This activity aims to enhance the appreciation of Sasak culture among students of SDN 1 Sukaraja through gendang beleq training. The implementation methods include socialization and hands-on practice. This activity involves students from grades 4 to 6 as participants with a total of 24 students in August and 26 students in September 2024, under the guidance of art teachers and professional trainers from the local art community. Evaluation was conducted through observations, interviews, and questionnaires administered before and after the training, covering aspects of technical skills, cultural understanding, and changes in students' character. The training results showed significant improvements in several aspects: 70% of students developed a strong interest in local culture (up from 40%), 60% mastered the basic techniques of gendang beleq, and 50% gained an understanding of Sasak cultural philosophy. Furthermore, 85% of students demonstrated increased discipline, teamwork, and self-confidence. This program successfully sparked students' enthusiasm and served as a strategic step toward preserving the cultural heritage of the Sasak people. Keywords: Gendang beleq Sasak culture; cultural preservation
Using a problem-based learning model assisted by comic media to improve students’ learning outcomes on the topic of the relationship between addition and subtraction Pradana, I Gde Andika Yudha; Muhardini, Sintayana; Ahyansyah, Ahyansyah
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v11i1.8196

Abstract

The Problem Based Learning Model is designed to assist students in building a flexible and broad knowledge base, developing effective problem solving skills, developing independent learning as a lifelong learning skill, becoming effective collaborators and being intrinsically motivated to learn. But in reality, not all teachers use this learning model in the learning process in their class. This learning model is very suitable if combined with the use of comic media in addition and subtraction relationship material because it increases student motivation and focus due to creative, innovative and contextual teaching materials. This classroom action research was carried out with the aim of finding out whether the problem-based learning model assisted by comic media can improve student learning outcomes on the topic of the relationship between addition and subtraction. The participants involved were 22 grade 3 elementary school students in Tabanan Regency. The research instrument was in the form of reflection sheets, learning improvement plans, evaluation question sheets for each cycle which were answered by students. Data analysis uses observation and documentation techniques from student learning outcomes documents at the end of the learning process of each cycle where students who get a score ≥ 70 are categorized as complete, and those who get < 70 are categorized as incomplete. For students' classical learning completeness is determined based on the percentage of students' learning completeness in class, namely at least 80%. This discovery will provide alternative uses of media and learning strategies to fellow educators to be able to have an impact on improving the learning outcomes of the students they teach.
Pembinaan Apresiasi Puisi Pada Siswa Kelas XII Bahasa SMA Negeri 1 Praya Timur Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah Darmurtika, Linda Ayu; Suyasa, I Made; Waluyan, Roby Mandalika; Bilal, Arpan Islami; Muhardini, Sintayana; Milandari, Baiq Desi; Untari, Titin
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 1, No 1 Juni (2020): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v1i1 Juni.52

Abstract

Hakikat karya sastra adalah nilai atau pembelajaran hidup yang terkandung didalamnya untuk memanusiakan manusia. Manfaat sastra yakni menghibur dan bermanfaat atau menyenangkan dan berguna. Dengan demikian pembelajaran sastra di sekolah penting untuk didalami atau dimasukkan dalam kegiatan ekstrakulikuler sekolah. Sebuah karya sastra dikatakan berhasil ketika banyak diapresiasi. Namun, di era modern sekarang ini, siswa tidak memiliki jiwa baca yang tinggi. Kemampuan mengapresiasi puisi merupakan kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa kelas XII Bahasa. Bagi siswa kelas XII Bahasa SMA Negeri 1 Praya Timur mengapresiasi puisi merupakan salah satu hal yang dirasa menakutkan, karena siswa tidak mengetahui metode dan teori yang akan digunakan dalam menganalisis puisi. Berdasarkan uraian tersebut maka perlu diadakan pengabdian tentang Pembinaan Apresiasi Puisi. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pengabdian ini meliputi 1) Analisis Situasi, 2) Identifikasi masalah, 3) Pembinaan Apresiasi Puisi, yang terdiri atas: Penyampaian materi, mengaplikasikan teori, diskusi, presentasikan hasil apresiasi puisi, dan 4) Evaluasi Hasil Kegiatan. Metode penyampaian materi yang digunakan adalah metode latihan, presentasi, dan diskusi. Hasil pengabdian, 1) Siswa memahami tentang definisi, fungsi, dan tujuan apresiasi puisi dan teori-teori sasta, 2) Terdapat peningkatan pemahaman tentang mengaplikasikan teori yang relevan dalam mengapresiasi puisi dan cara membaca/menghayati puisi yang baik, 3) Siswa telah berlatih dengan semangat dalam menentukan kesatuan ide dalam puisi,  4) Siswa mampu mempresentasikan hasil apresiasi puisinya dan guru-guru berkomitmen untuk mengadakan kegiatan ekstrakulikuler tetang kesusastraan (puisi).
Upaya Pembentukan Perilaku Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan Hidup Menuju Sekolah Sehat Tahun 2021 Di SDN 2 Semoyang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB Herianto, Agus; Khosiah, Khosiah; Muhardini, Sintayana; Muttaqin, Zedi; Milandari, Baiq Desi
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 1, No 2 Desember (2020): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v1i2 Desember.40

Abstract

Sekolah sehat pada prinsipnya terfokus pada usaha bagaimana membuat sekolah tersebut memiliki kondisi lingkungan belajar yang normal (tidak sakit) baik secara jasmani maupun rohani. Hal ini ditandai dengan situasi sekolah yang bersih, indah, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan dalam kerangka mencapai kesejahteraan lahir dan batin setiap warga sekolah. Dengan begitu, sekolah sehat memungkinkan setiap warganya dapat melakukan aktivitas yang bermanfaat, berdaya guna dan berhasil guna untuk sekolah tersebut dan lingkungan di luar sekolah. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan serangkaian kegiatan yakni melakukan analisis kesiapan sekolah untuk melaksanakan program sekolah sehat. Selain itu dilakukan penilaian pemahaman peserta didik mengenai perilaku hidup sehat dan peduli lingkungan hidup. Jika sudah mengenal upaya pengelolaan lingkungan hidup dan kesehatan lingkungan sekolah dengan baik, diharapkan perilaku peserta didik akan lebih baik dari sebelumnya dan dapat menyukseskan pelaksanaan kegiatan sekolah sehat. Adapun metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahapan sebagai berikut: 1. Menganalisis kesiapan sekolah dalam pelaksanaan sekolah sehat, 2. Memberikan pre test kepada peserta didik untuk mengetahui pengetahuan sebelum diberlakukan edukasi lingkungan hidup, 3. Selanjutnya memberikan penyuluhan tentang lingkungan hidup, 4. Memberikan pos test setelah diberikan penyuluhan, 5. Melihat perbandingan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi, dan 6 ) Pemberian sarana pembelajaran lingkungan hidup kepada sekolah berupa tempat sampah dan tanaman yang bermanfaat untuk sekolah. Peningkatan pengetahuan setelah diadakan edukasi paling banyak pada pertanyaan nomor 8 yaitu jenis sampah organik, kemudian diikuti dengan pertanyaan nomor 9 yaitu jenis sampah anorganik. Pemahaman yang baik mengenai pemisahan sampah organik dan anorganik diperlukan terhadap siswa, karena beberapa diantara mereka masih menganggap sampah organik adalah sampah yang basah dan sampah anorganik merupakan sampah yang kering tanpa membedakan apakah sampah tersebut mudah membusuk atau tidak. Adapun Pemberian Sarana Pembelajaran Lingkungan Hidup Kepada Sekolah yaitu bak sampah, tanaman pucuk merah, sapu lidi dan kemoceng 
The Effects of CTL And PjBL Models Assisted by Diorama Media on Students’ Creative Thinking Abilities Nurul Aeni; Sintayana Muhardini; Syafruddin Muhdar
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 12 No. 3 (2024): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v12i3.76468

Abstract

Education is a key factor in improving individuals' quality of life and thinking abilities. However, there are still many challenges in implementing effective learning models, especially at the elementary school level. This study aims to explore and compare the influence of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model and the Project-Based Learning (PjBL) model, supported by diorama media, on students' creative thinking abilities. This research employed an experimental method with a quasi-experimental nonequivalent control group design, involving 44 fourth-grade elementary school students, divided into Class IVA (21 students) and Class IVB (23 students). Data were collected through essay tests consisting of 10 questions about animal life cycles. The research instruments included question sheets and observation sheets. Data analysis was conducted using descriptive and inferential statistics, including normality tests, variance homogeneity tests, and t-tests. The results showed that the PjBL model was more effective in improving creative thinking skills, with an average score of 75.86 compared to CTL, which only reached 67.14. This study concludes that implementing the PjBL model with the support of diorama media can enrich the learning experience and stimulate students' creativity. The implication of this interactive and collaborative learning model is an increase in student engagement and motivation in the learning process.
Tingkat Kepuasaan Masyarakat Terhadap Kepemimpinan Kepala Desa di Desa Kalijaga Tengah Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur Khosiah, Khosiah; Ibrahim, Ibrahim; Muhardini, Sintayana
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 4, No 1: April 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v4i1.155

Abstract

Kesuksesan dalam pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat, dipengaruhi oleh kepemimpinan, melalui kepemimpinan yang baik dan didukung oleh fasilitas pemerintahan yang memadai, maka penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik (Good Governance) akan terwujud. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Kepala Desa Kalijaga Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Fokus penelitian ini pada kinerja Kepala Desa dalam menjalankan pemerintahan pada bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, bidang pelaksanaan pembangunan desa, bidang pembinaan kemasyarakatan desa, bidang pemberdayaan masyarakat desa dan bidang penanggulangan bencana. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Kepala Desa Kalijaga Tengah selaku pemimpin di Desa Kalijaga Tengah sudah berjalan dengan Baik dan sudah sesuai dengan harapan masyarakat, walaupun pada beberapa sub bidang masih belum maksimal, hal ini masih dianggap wajar mengingat Kepala Desa baru menjabat dua tahun dan masih ada sisa empat tahun untuk menuntaskan program-program yang sudah direncanakan dalam RPJMDes dan berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti, masyarakat sudah merasa cukup puas dengan hasil kinerja yang dilakukan oleh Kepala Desa Kalijaga Tengah Kecamatan Aikmel.
Analisis Dampak Pergantian Kurikulum 2013 Ke Kurikulum Merdeka Terhadap Pembelajaran Di Sekolah Dasar Muhardini, Sintayana; Sari, Nursina; Amelia, Sherly Dwi; Rahman, Nanang; Muhdar, Syafruddin; Bilal, Arpan Islami; Handayani, Monika
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.32675

Abstract

Modifications in the curriculum of education signify advancements in science and technology. The Merdeka curriculum is an initiative aimed at addressing contemporary demands and technological integration, affecting education across multiple levels. This study seeks to evaluate the transition to the independent curriculum from the 2013 curriculum in primary schools, focusing on its implementation, challenges, impacts, and potential solutions. This research employs a descriptive qualitative methodology. The findings of this study indicate that the independent curriculum is executed in phases in accordance with governmental directions. The process of transitioning the independent curriculum from the 2013 curriculum has three transitional stages: freedom to learn, share, and change. The main obstacle is teacher adaptation to a new, more flexible approach. In addition, limited facilities and infrastructure, such as the availability of learning books, digital devices, and technological literacy, are a challenge. The positive effects are that student participation in the learning process becomes more active, creative, and oriented in each task. In terms of administration, the workload becomes lighter. Solutions for Handling the Obstacles of the 2013 Curriculum Transition to the Independent Curriculum in Elementary Schools include providing intensive assistance to teachers, optimizing training, and conducting regular evaluations to see what still needs improvement. 
Penanaman Sikap Nasionalisme Melalui Pelatihan Upacara Bendera Bagi Siswa Mahsup, Mahsup; Jariah, Ainun; Susanti, Susi; As’ad, Muhammad; Aini, Hizratun; Ismunandar, Ismunandar; Anam, Khaerul; Sudarwo, Raden; Muhardini, Sintayana; Handayani, Monika
Abdimas Mandalika Vol 4, No 3 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v4i3.26447

Abstract

Abstrac: The purpose of the service activity is to describe the cultivation of nationalism through the Flag Ceremony training. The method of service activities with stages consists of socialization, implementation of activities and evaluation. The results of the service activities that the flag ceremony has gone well and had a positive impact on students. They not only acquire technical skills in the implementation of ceremonies, but also foster a sense of love and pride for the homeland, which they hope will continue to carry in their daily lives.Abtrak: Tujuan kegiatan pengabdian untuk mendeskripsikan mengenai penanaman sikap nasionalisme melalui pelatihan Upacara Bendera. Metode kegiatan pengabdian dengan tahapan terdiri dari sosialisasi, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian bahwa upacara bendera telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi siswa. Mereka tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam pelaksanaan upacara, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap tanah air, yang diharapkan akan terus mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari.
Co-Authors -, Ibrahim - -, Mintasrihardi - A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdillah Abdillah Abdul Wahab Abdul Wahab Achmad Noerkhaerin Putra Agus Herianto Agus Herianto Agus Kurniawan Ahyansyah, Ahyansyah Aini, Hizratun Ainun Jariah Akhmad Syafruddin Aliahardi Winata Amelia, Sherly Dwi Anwar Efendy Arpan Islami Bilal Arpan Islami Bilal Arsyad Abd. Gani Arsyad Abdul Gani Asmahul Husnah As’ad, Muhammad Azizah, Asma Baiq Nurhayatun Baiq Sarlita Kartiani, Baiq Sarlita Kartiani Baiq Yuliatin Ihsani Bilal, Arpan Islami Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Candra Candra Darmurtika, Linda Ayu Deviana Mayasari Dwi Hastuti, Intan Eka Fitriani Eka Fitriani Eka Fitriani Erwansyah, Erwansyah Febrita Susanti Fujiaturrahmah, Sukron Fujiaturrahman, Sukron Hadi, Erwin Haeruni Haeruni Haifaturrahmah, Haifaturrahmah Hardi, Rahmat Sulhan Harry Irawan Johari Hidayati Hidayati Hidayati Hidayati Hijril Ismail, Hijril Hudri, M. I Made Suyasa, I Made Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ikhwan, Zaenul Ilham Ilham Ilham Zitri Intan Dwi Hastuti Intan Dwi Hastuti Irma Setiawan, Irma irwand irwandi Ismunandar Joni Safaat Adiansyah Junaidi A.M Junaidi Am Junaidin Junaidin Kamaladini Kamaladini Kamaluddin Kamaluddin Khaerul Anam Khaerul Anam Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah, Khosiah Linda Ayu Darmurtika Lisa Indriyanti M. Firman Ramadhan M. Saleh M. Saleh M. Sobry M. Sobry Mahsup Mahsup Mahsup, Mahsup Mardiyah Hayati Mardiyah Hayati Mariyati, Yuni Mariyati, Yuni Mas&#039;ad Mas&#039;ad Mas,ad, Mas,ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad, Mas’ad Mayasari, Deviana Ma’ruf, Amar Milandari, Baiq Desi Milandari, Baiq Desi Mintasrihardi, Mintasrihardi Monika Handayani, Monika Muhamad Yunus Muhammad Ali Muhammad Hudri Muhammad Khalis Ilmi Muhammad Nizaar Muhammad Salahuddin Muhammad Salahuddin Muhammad Saleh Muhdar, Syafruddin Mus, Akhmad H Muslimin Muslimin Muttaqin, zedi Najamudin Najamudin Ni Made Santi Pratiwi Ni Wayan Sri Darmayanti Niswariyana, Ahyati Kurniamala Nurhayati, Nurhayati Nurhikmah Nurhikmah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurmiwati, Nurmiwati Nurmiwati, Nurmiwati Nurul Aeni Nurul Hidayanti Nurul Huda Pradana, I Gde Andika Yudha Putri Maya Masyitah Raden Sudarwo Rahman, Nanang Rahmaniah, Rima Rezkillah, Inang Irma Rima Rahmaniah Rizky Fitri Roby Mandalika Waluyan Rohiani, Dewi Sabaryati, Johri Sahara, Ani Sakti, Hadi Gunawan Sari, Diah Puspita Sari, Nursina Sehabuddin, Ahmad Sirajuddin Sirajuddin Siti Hasanah Siti Hasanah Siti Lamusiah, Siti Solehah, Azmiatun Sri Rejeki Sri Rejeki Sudarwo Sudarwo Sudarwo, Raden Sudarwo, Raden Sukuryadi, Sukuryadi Susi Susanti Susilawati Susilawati Syafruddin Muhdar SYAFRUDDIN, Akhmad Syaharuddin Syaharuddin Syaifuddin Iskandar Syarifuddin Syarifuddin Titik Hariani Untari, Titin Vera Mandailina, Vera Vera Mendalina Waluyan, Roby Mandalika Winata, Aliahardi Yudhi Lestanata Yuni Maryati Zaenudin Zaenudin Zaenudin Zaenudin Zainuddin, Zainuddin Zedi Muttaqin Zuhratul Azizah Zulkarnain, Zulkarnain