Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESIAPSIAGAAN TENAGA KEPERAWATAN DALAM MENGHADAPI BENCANA ALAM GEMPA BUMI DI RSU BETHESDA GUNUNGSITOLI TAHUN 2025 Lase, Yorien Setia Alfarianti; Warouw, Sonny Priajaya; Siregar, Laura Mariati; Nababan, Donal; Adiansyah, Adiansyah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.30681

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menggali lebih dalam tentang semua hal yang berkaitan dengan kesiapsiagaan tenaga keperawatan dalam menghadapi bencana alam gempa bumi di Rumah Sakit Umum bethesda gunungsitoli. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi simulasi kesipasiagaan perawat dalam menghadapi bencana alam gempa bumi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala keperawatan, kepala pendidikan dan pelatihan, kepala ruangan dan perawat pelaksana. Analisis data dilakukan dengan metode Miles dan Hubberman. Hasil penelitian kesiapsiagaan Perawat dalam  fase Pre-impact dan Impact menujukkan bahwa tenaga keperawatan Rumah Sakit Umum Bethesda Gunungsitoli belum sepenuhnya ada kesiapsiagaan dalam meghadapi bencana alam gempa bumi didalam lingkungan Rumah Sakit Penyebabnya adalah Rumah Sakit Umum Betheda Gunungsitoli mengalami turn over tenaga keperawatan, kemudian manajemen Rumah Sakit tidak mempersyaratkan adanya sertifikat kebencanaan bagi calon tenaga keperawatan, serta belum diadakannya pelatihan dan simulasi rutin kebencanaan, sehingga kemampuan perawat belum sepenuhnya mampu siap siaga menghadapi bencana alam gempa bumi yang sewaktu – waktu dapat terjadi sedangkan dalam kesiapsiagaan bencana pada fase Post-Impact dikategorikan perawat ada kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam gempa bumi. Disarankan agar Manajemen Rumah Sakit Umum Bethesda Gunungsitoli secepatnya dapat melakukan evaluasi serta mengadakan pelatihan simulasi terkait dengan kesiapsiagaan tenaga keperawatan dalam menghadapi bencana alam gempa bumi.
FAKTOR RENDAHNYA CAPAIAN AKREDITASI PUSKESMAS DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TOLIKARA PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN Aritonang, Ester Taruli; Sinaga, Taruli Rohana; Nababan, Donal; Ginting, Daniel; Sembiring, Rinawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44047

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor rendahnya capaian akreditasi puskesmas di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara Provinsi Papua Pegunungan tahun 2024. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan menggunakan Teknik wawancara dan observasi. Informan adalah Kepala Puskesmas, Ketua Tim Akreditasi, Ketua Tim Pokja Akreditasi, Ketua Tim Mutu, Ketua Tim Pendamping Akreditasi Puskesmas, dan Bendahara Puskesmas. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa faktor rendahnya capaian akreditasi puskesmas adalah faktor sumber daya manusia, faktor sarana dan prasarana, faktor sosial budaya, faktor kebijakan dan regulasi, faktor geografis dan keamanan. Dengan adanya temuan ini maka di harapkan Upaya yang dapat dilakukan oleh puskesmas untuk meningkatkan kinerja puskesmas dalam capaian akreditasi dan bagi dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara diharapkan terus melakukan pembinaan secara berkala dan terus memantau persiapan akreditasi puskesmas melalui pembinaan Bersama Lintas Program terkait. Studi ini menghasilkan fishbone analysis faktor rendahnya capaian akreditasi puskesmas di wilayah kerja dinas kesehatan Kabupaten Tolikara Provinsi Papua Pegunungan.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAKUPAN IMUNISASI HB0 DI PUSKESMAS KABUPATEN DELI SERDANG Nora, Elvita; Nababan, Donal; Nainggolan, Christina Roos Etty; Sinaga, Taruli Rohana; Munthe, Seri Asnawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44048

Abstract

Imunisasi Hepatitis B merupakan pencegahan dini terhadap penyakit hepatitis B namun angka cakupan Imunisasi Hepatitis B yang diberikan kurang daari 7 hari pada bayi di Puskesmas Kabupaten Deli Serdang pada 3 Puskesmas yang capaiannya tinggi sedang dan rendah. Tujuan Penelitan ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi cakupan imunisasi HB0 di Puskesmas Kabupaten Deli Serdang. Jenis penelitian adalah survei analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study. Populasi adalah seluruh petugas kesehatan yang memberikan pelayanan imunisasi di Puskesmas Kabupaten Deli Serdang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling dengan jumlah 34 responden. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Analisa data yaitu univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian  ini menunjukkan bahwa ada pengaruh motivasi terhadap cakupan imunisasi HB0 p= 0,020, ada pengaruh supervisi tehadap cakupan imunisasi HB0 p= 0,028, dan ada pengaruh beban kerja terhadap cakupan imunisasi HB0 p= 0,013. Variabel yang paling dominan mempengaruhi cakupan imunisasi HB0 adalah beban kerja. Disarankan kepada pimpinan agar memperbaiki dan meningkatkan kualitas supervisi, dan menambah insentif, memberikan hadiah sebagai motivasi atas kinerja juru imunisasi serta tidak membebankan juru imunisasi dengan program lain diluar tupoksinya, sehingga nantinya akan berdampak pada peningkatan cakupan imunisasi.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Lueng Keubeu Jagat Kabupaten Nagan Raya Tahun 2021 Juliandika, Rozi; Nababan, Donal; Tarigan, Frida Lina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2329

Abstract

Balita stunting di wilayah Puskesmas Lueng Keubeu jagat masih tinggi. Upaya yang dilakukan untuk menurukan angka kejadian stunting berupa penyuluhan, pemberian makanan tambahan belum memberikan dampak yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai faktor penyebab kejadian stunting usia 2-5 tahun di Puskesmas Lueng Keubeu. Desain Penelitian ini adalah cross sectional study. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan besar sampel 124 ibu balita yang terdiri dari 62 ibu yang memiliki balita stunting dan 62 ibu yang memiliki balita normal. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan (p=0.003), riwayat asi eksklusif (p=0.008), dukungan suami (p=0.007), pendapatan keluarga (p= 0.004), dan pola makan (p=0.000) dengan stunting. Factor dominan yang paling berpengaruh terhadap stunting adalah riwayat asi eksklusif (p=0.04 dan OR=0.235). Berdasarkan analisis multivariat, variabel dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting secara berturut turut adalah Riwayat asi eksklusif (OR=0.235; 95%CI: 0.088-0.630 ), dukungan suami (OR=0.129; 95%CI: 0.043-0.390) dan pola makan (OR=0.068; 95%CI: 0.024-0.192). Disimpulkan bahwa pemberian asi eksklusif dapat menurunkan kejadian stunting 0.23 kali dari pada balita tidak mendapatkan asi ekslusif.Kata kunci : Pengetahuan, Riwayat Asi Eklusif, Dukungan Suami, Pendapatan Keluarga, Pola Makan, StuntingStunting toddlers in the Lueng Keubeu Jagat Health Center area was still high. Efforts made to reduce stunting rates in the form of counseling, supplementary feeding have not had a significant impact. This study aims to determine the factors that cause stunting at the age of 2-5 years at the Lueng Keubeu Public Health Center. Design this research is a cross sectional study. The data were collected using a questionnaire with a sample size of 124 mothers with toddlers consisting of 62 mothers who had stunting toddlers and 62 mothers who had normal toddlers. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between knowledge (p = 0.003), history of exclusive breastfeeding (p = 0.008), husband's support (p = 0.007), family income (p = 0.004), and diet (p = 0.000) with stunting. The dominant factor that most influenced stunting was a history of exclusive breastfeeding (p=0.04 and OR=0.235). Based on multivariate analysis, the dominant variables related to the incidence of stunting sequentially were history of exclusive breastfeeding (OR=0.235; 95%CI: 0.088-0.630 ), husband's support (OR=0.129; 95%CI: 0.043-0.390) and diet ( OR=0.068; 95%CI: 0.024-0.192). It was concluded that that exclusive breastfeeding could reduce the incidence of stunting by 0.23 times compared to infants who did not receive exclusive breastfeeding.Keywords : Knowledge, Exclusive Breastfeeding History, Husband's Support, Family Income, Diet, Stunting
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Rendahnya Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD Pada PUS di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2022 Tarigan, Sada Perarih; Nababan, Donal; Sinaga, Janno; Siagian, Mindo Tua; Br Tarigan, Frida Lina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2399

Abstract

Salah satu strategi pelaksanaan program KB adalah dengan meningkatkan penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang. Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang dianggap sebagai cara yang paling efektif untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. IUD merupakan alat kontrasepsi modern yang telah dirancang sedemikian rupa (baik bentuk, ukuran, bahan maupun masa aktif fungsi alat kontrasepsi), dalam berbagai bentuk. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan desain cross sectional untuk menganalisis dinamika hubungan faktor pengetahuan, dukungan keluarga, nilai dan keyakinan serta sikap petugas dengan rendahnya penggunaan kontrasepsi IUD pada pasangan usia subur. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasangan usia subur yang terdaftar dan terdaftar dan bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua pada bulan Januari 2022 sebanyak 263 pasangan. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik random sampling menggunakan rumus Slovin, 73 responden. Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p-value = 0,000), dukungan suami (p-value = 0,000), nilai dan kepercayaan (p-value = 0,000), sikap staf ( p-value =0,002) dengan rendahnya penggunaan kontrasepsi IUD pada pasangan usia subur. Selanjutnya hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi rendahnya penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur, dimana nilai Exp (B) = 36.619. Diharapkan kepada pemerintah daerah khususnya Puskesmas Gunung Tua dan seluruh tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan dan berperan aktif dalam pelayanan KB IUD dengan menggiatkan posyandu di setiap desa dan mensosialisasikan manfaat KB IUD. Program KB dengan kontrasepsi IUD sehingga target cakupan program KB IUD yang telah ditetapkan dapat tercapai.Kata kunci : pengetahuan, dukungan suami, nilai dan kepercayaan, sikap petugas, IUD One of the strategies for implementing the family planning program is to increase the use of long-term contraceptive methods. The use of long-term contraceptive methods is considered the most effective way to suppress the rate of population growth. The IUD is a modern contraceptive that has been designed in such a way (both in shape, size, material and active period of the contraceptive function), in various forms. This research is an analytic survey using a cross sectional design to analyze the dynamics of the correlation of factors of knowledge, family support, values and beliefs and attitudes of officers with low use of IUD contraception in couples of childbearing age. The population in this study were all registered and registered couples of childbearing age and resided in the working area of the Gunung Tua Health Center in January 2022 as many as 263 couples. The sample in this study was taken by random sampling technique using the Slovin formula, 73 respondents. he results of bivariate analysis with chi-square test showed that there was a relationship between knowledge (p-value = 0.000), husband's support (p-value = 0.000), value and trust (p-value = 0.000), staff attitude (p-value =0.002) with low use of IUD contraception in couples of childbearing age. Furthermore, the results of the multivariate analysis showed that the knowledge factor was the most dominant factor influencing the low use of contraceptives in couples of childbearing age, where the value of Exp (B) = 36,619. It is hoped that the local government, especially the Gunung Tua Health Center and all health workers, will further improve the quality of health services provided and play an active role in IUD family planning services by activating posyandu in every village and socializing the benefits of the KB program with IUD contraception so that the target coverage of the IUD KB program is has been set can be achieved.Keywords : knowledge, husband's support, value and trust, staff attitude, IUD
Implementasi Pelayanan Kesehatan Jiwa Berbasis Komunitas di Puskesmas Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2022 Manullang, Yenni; Rochadi, R. Kintoko; Tarigan, Frida Lina; Nababan, Donal; Bangun, Henny Arwina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2390

Abstract

Masalah kesehatan jiwa mempunyai lingkup yang sangat luas, kompleks dan  tidak terpisahkan dari kesehatan terutama dalam menunjang terwujudnya kualitas hidup manusia secara keseluruhan. Program pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas merupakan suatu terobosan yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa dengan memberdayakan masyarakat, mulai dari Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kesehatan jiwa, perawat kesehatan jiwa sebagai tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas, dan juga keterlibatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pelayanan kesehatan berbasis komunitas di Puskesmas Parlilitan. Metode penelitian dengan desain kualitatif, informan sebanyak 11 orang dipilih secara purposive. Teknik pengambilan data dengan cara wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen dan focus group discussion. Triangulasi yang dilakukan adalah triangulasi sumber, dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas meliputi penyuluhan, deteksi dini, rawat jalan, rujukan, dan kunjungan rumah belum optimal. Diperlukan pemberdayaan masyarakat dalam tiap komponen pelayanan kesehatan jiwa. Penelitian ini menyarankan agar Puskesmas Parlilitan lebih memperbanyak kegiatan penyuluhan di luar Puskesmas, memperkuat kerjasama lintas sektor dan melatih kader kesehatan untuk meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan jiwa masyarakat.Kata kunci: implementasi, pelayanan kesehatan jiwa, Puskesmas Mental health problem has broad and complex scope which is inseparable from health, especially in supporting the realization of human life quality as a whole. Community-based mental health care is a breakthrough intended to increase mental health care by empowering people, starting from Puskesmas (Public Health Center) as the spearhead in health care, including mental health care, mental health nurses in Puskesmas, and people’s involvement. The objective of the research is to analyze the implementation of community-based health care at Parlilitan Puskesmas. The research uses qualitative research method. The samples are 11 participants, taken by using purposive sampling technique. The data are gathered by conducting in-depth interview, observation, documentation, and focus group discussion. Triangulation conducted is source and method triangulation. The result of the research shows that the implementation of community-based health care which includes the counseling, early detection, outpatient, references, and home visits are not optimal. The role of family and people’s empowerment should be increased in each component of mental health care. It is also recommended that the management of Parlilitan Puskesmas strengthen cross-sector cooperation and train health cadres in order to increase the coverage of people’s mental health care.Keywords: implementation, mental health care, Puskesmas
Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siborong-Borong Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2021 Marbun, Serepina; Hidayat, Wisnu; Tarigan, Frida Lina; Nababan, Donal; Sinaga, Janno
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2349

Abstract

Masa balita merupakan masa keemasan (Golden Age) dimana setiap anak akan mengalami banyak perubahan baik dari segi fisik, motorik, sosial dan emosional yang dapat berlangsung dengan cepat. Pada masa balita ini, berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya gangguan pertumbuhan, dimana salah satunya adalah Stunting. Stunting pada balita baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sanitasi lingkungan, pendapatan keluarga dan asupan makanan terhadap kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas Siborong-borong, kabupaten,tapanuli utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kasus kontrol (Case Control). Variabel yang diteliti meliputi variabel pendapatan, pengetahuan, sanitasi lingkungan dan asupan makanan. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebesar 1892 orang dengan jumlah balita yang terkena stunting sebesar 104 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknil total sampling dengan total sampel 104 balita. Hasil penelitian didapatkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah Pengetahuan ibu P- Value = 0.005  (95% Cl 1.322 – 4.086), asupan makanan P- Value = 0.000 (95% Cl 2.022-6.359), Sanitasi dan lingkungan P- Value = 0.000  (95% Cl 1.113 – 7.924). sedangkan Variabel yang  tidak berhubungan adalah pendapatan P- Value = 0.778  (95% Cl  0.510-1.543). Hasil analisis multivariate diketahui bahwa asupan makanan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita dengan nilai OR sebesar 3.586 kali. Asupan makanan yang baik sangat menentukan tumbuh kembang anak. Dimana anak yang memiliki asupan yang baik akan terhindar dari kejadian stunting. Kata Kunci : Kejadian Stunting, Pengetahuan, Pendapatan, Sanitasi lingkungan, Asupan MakananThe  objective of this research is to determine the correlation of knowledge, environmental sanitation, family income,  and food intake with the incidence of stunting  in  the working  area  of the Puskesmas  (Community Health  Center) Siborong-Borong,  North  Tapanuli Regency.  This  is quantitative research with Case-Control  design.    The   variables  studied   included   income,   knowledge, environmental sanitation,  and food  intake.   The population  in  the research is 1,892 people and the number of toddlers affected by stunting is  104  toddlers. The research uses the total sampling technique with  104 samples taken.  The results  show  that there  is a correlation  between  maternal  knowledge  (a   =0.005)  with an OR value of 2,324 times, food (a  = 0.040)  with an OR value of 3,586  times,  and environmental sanitation  (a  =  0.040)  with an OR value of 2,970 times.  The income variable is not a variable correlated to the incidence ofstunting (a= 0.078)  with an OR value of0.887 times.  Based on the results of multivariate analysis, food intake is the most influential factor in the incidence of stunting  in toddlers with an OR value of 3,586  times.  It  is expected that mothers can increase their knowledge by participating  in various training on providing food for  toddlers  (PMBA)  which  are  carried  out  both from  the Puskesmas   (Community  Health  Center)  and  Posyandu  (Integrated  Service Center).Keywords:   incidence    of   stunting,    knowledge,    income,    environmental sanitation, food   intake
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA STUNTING PADA BALITA di WILAYAH KABUPATEN NIAS UTARA 2024 Daeli, Dwi Pannisari; Nababan, Donal; Martina, Siska Evi
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v9i2.5827

Abstract

Stunting merupakan masalah pertumbuhan pada anak di bawah lima tahun, di mana mereka memiliki tinggi badan yang lebih rendah dari seharusnya karena kekurangan nutrisi yang berkepanjangan. Pada tahun 2020, Indonesia memiliki masalah stunting yang serius, dengan angka prevalensi 31,8% menurut data WHO, menjadikannya negara dengan prevalensi stunting tertinggi kedua di Asia TenggaraTarget pemerintah dalam RPJMN 2020-2024, prevalensi stunting turun hingga 14%. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berpotensi menyebabkan stunting pada balita usia 24-59 bulan yang tinggal di Kabupaten Nias Utara. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif analitik observasional dengan desain case control. Populasi yang diteliti mencakup seluruh balita yang tercatat di Wilayah Kabupaten Nias Utara. Studi ini melibatkan 118 balita sebagai sampel, dengan komposisi 59 balita dalam kelompok kasus dan 59 balita dalam kelompok kontrol. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berpotensi menyebabkan stunting pada balita usia 24-59 bulan yang tinggal di Kabupaten Nias Utara. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kejadian stunting ada hubungannya dengan riwayat pemberian ASI Eksklusif berdasarkan hasil uji statistik didapatkan nila p 0,001, riwayat pemberian MP-ASI nilai p 0,000, usia ibu saat hamil nilai p 0,000, jarak kelahiran nilai p 0,001, status pendidikan ibu didapatkan nilai p 0,000, status pekerjaan ibu nilai p 0,000, status pendapatan keluarga nilai p 0,000, pola nutrisi nilai p 0,000, penyakit infeksi nilai p 0,000, sanitasi lingkungan nilai p 0,008, status imunisasi nilai 0,008 dan pola asuh nilai p = 0,008.
ANALISIS PENURUNAN KADAR BESI (Fe) AIR SUMUR BOR DENGAN PEMBERIAN ARANG DAN SABUT KELAPA PADA SARINGAN PASIR LAMBAT DI DESA DELI TUA TIMUR KECAMATAN DELI TUA KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2024 Sitorus, Mido Ester. J.; Malau, Kharisma Wanda; Nababan, Donal; Tarigan, Frida Lina; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44729

Abstract

Berdasarkan observasi sementara yang dilakukan oleh peneliti pada sumur bor masyarakat yang tinggal di Jalan Nogio VI Kecamatan Delitua, ditemukan air dari sumur bor tersebut berwarna kuning, berbau karat, dan juga terdapat endapan berwarna kuning di dalam bak penampung air, sehingga pemilik sumur bor tersebut menggunakan saringan sederhana berupa kain yang diikatkan pada keran air dengan harapan dapat mengurangi noda kuning pada air tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan membandingkan penurunan kadar besi pada air sumur bor dengan menggunakan metode filtrasi saringan pasir lambat, saringan pasir lambat dengan sabut kelapa, dan saringan pasir lambat dengan arang tempurung kelapa. Jenis penelitian ini menggunakan metode non ramdom pretest dan posttest dengan kelompok kontrol (pretest-posttest with control group design), subjeknya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pertama merupakan unit percobaan untuk perlakukan dan kelompok kedua merupakan kelompok kontrol, kemudian dicari perbedaan antara keduanya. Pada metode ini dilakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah adanya perlakuan pengolahan air. Hasil penelitian diketahui bahwa kadar besi pada air sumur bor 0,06293 mg/L. Kemudian dilakukan penyaringan dengan saringan pasir lambat dengan hasil akhir kadar besi 0,01491 mg/L , saringan pasir lambat dengan sabut kelapa dengan hasil akhir 0,00623 mg/L, dan terkahir menggunakan saringan pasir lambat dengan arang tempurung kelapa dengan hasil akhir 0,003022 mg/L. Setelah dilakukan perbadingan penurunan kadar besi, saringan pasir lambat dapat menurunkan kadar besi sebesar 76%, saringan pasir lambat dengan sabut kelapa sebesar 90%, dan saringan pasir lambat dengan arang tempurung kelapa sebesar 95%).
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Imunisasi Dasar Di UPTD Puskesmas SApta Jaya Kecamatan Rantai Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2023 Rahayu, Sri; Manurung, Kesaktian; Tarigan, Frida Lina; Nababan, Donal; Sitorus, Mido Ester J
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11154

Abstract

Imunisasi adalah suatu program yang dengan sengaja memasukkan antigen lemah agar merangsang antibodi keluar sehingga tubuh dapat resisten terhadap penyakit tertentu. Program imunisasi merupakan intervensi yang efektif mengatasi penyakit menular. Berbagai faktor dapat berhubungan dalam pemanfaatan imunisasi dasar pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan imunisasi dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak yang menjadi sasaran imunisasi (usia 11-12 bulan) sebanyak 213 orang. Sampel penelitian ini adalah menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus Slovin sebanyak 139 orang. Penentuan besarnya sampel digunakan teknik proportional stratified random sampling kemudian diambil dengan cara acak menggunakan sistem lotre. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Instrumen penelitian adalah lembar kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariate, bivariate dengan uji chi-square dan multivariate dengan menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bivariate diperoleh nilai Signifikan 0,000 (variabel pendidikan, pengetahuan, sikap, kepercayaan, aksesibilitas pelayanan kesehatan dan dukungan keluarga). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah variabel pendidikan. Melalui analisa multivariate, variabel pekerjaan dan sikap memiliki nilai Signifikan 0,25 sehingga variabel tersebut tidak layak masuk model multivariate. Dari 5 variabel yang tersisa, variabel yang paling berhubungan adalah dukungan keluarga dengan nilai Signifikan = 0,000. Kesimpulannya adalah ada hubungan yang signifikan antara variabel pendidikan, pengetahuan, sikap, kepercayaan, aksesibilitas pelayanan kesehatan dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan imunisasi dasar
Co-Authors ., Hestina ., Zulfendri Adiansyah Adiansyah Adiansyah, Adiansyah Aferizal, Aferizal Aini, Syafrida Aldani Putri Wijayanti, Aldani Putri Alyakin Dakhi, Rahmat Ambarita, Elparida Andriani, Risca Anggraini, Mawar Anita, Surya Anwar, Yazid Aritonang, Elisa Silvia Aritonang, Ester Taruli Arwina, Henny Aryanto Aryanto Awidiyah Azzahra, Fatihah Putri Bakkara, Renasti Bancin, Dewi Bancin, Lenny Lestryani Br Bangun, Agita Kartasari Bangun, Henny Arwina Barus, Rosmawati Helmi Basri, Meliya Bevy Gulo, Adventy Riang Br Brahmana, Nettietalia Br Tarigan, Frida Lina Br. Brahmana, Nettietalia Brahman, Netti Netalia Brahmana , Nettietalia Br Brahmana, Netti Brahmana, Netti Etalia Br. Brahmana, Netti Etalina Brahmana, Nettietalia Br Brahmana, Nettietalia Br. Brahmana, Netty Brahmana, Romeika Sembiring Corry Aquino, Cut Cristiana, Eva Dachi, Rahmad Alyakin Dachi, Rahmat A. Dachi, Sidita Daeli, Debora Daeli, Dwi Pannisari Dalsabilah, Sobrina Dameria Sitanggang, Rita Daniel Ginting Dewi Ginting, Fitri E Sitorus, Mido Edi Syahputra Elidatati, Elidatati Elisabeth Purba, Ivan ENDANG KARTINI, ENDANG Eriyani, Farida Ester J Sitorus, Mido Ester J. Sitorus, Mido Ester J.Sitorus, Mido Ester, Mido Etalia Brahmana, Netti Evi Martina Simanjuntak, Siska Evi, Siska Fajriani, Raihana Fakhruddin Fakhruddin Fane, Syafrio Fitri, Amsas Fransisca Fransisca Frida Lina Tarigan, Frida Lina Gea, Warisman Ginting, Ira Sehati Br. Ginting, Isa Harpika Gultom, Rumondang Gultom, Tyur Y.M Gultom, Yohana Nursulyawati Haloho, Dewi Murniwaty Hamonangan, Jan Effendi Handayani, Mira Dwi Harahap, Dewi Syahriani Harahap, Diana Harefa, Karnerius Harefa, Liberti Debora Harianja, Ester Haryantari, Rizky Henri, Alvin Heru Santoso Hesarika, Ayudia Hidayat , Wisnu Hidayat, Wisnu Husna Husna Hutabarat, Andrian Hutahaean, Sri Hartati Rahayu Lambok Hutajulu, Johanes Hutajulu, Johansen Hutauruk, Ricardo Indriana, Ramadhanita Irennius Girsang, Vierto Iriana Purba, Imelda Isnaeni, Lira Mufti Azzahri Ivana, Cindy Lydia J .Sitorus, Mido Ester J Sitorus, Mido Ester J. Sitorus, Mido Ester Joharuddin, Joharuddin JOICE SONYA GANI PANJAITAN Juliandika, Rozi Kaban, Eddy Surya Kacaribu, Adelia Pratiwi karmila karmila Karnirius Harefa Karo, Desima Br Kesaktian Manurung Ketaren, Otniel Ketaren, S. Otniel Ketaren, Sinar Otniel Kurniawan, Muhammad Fadlin Laia, Fidalina Lase, Yorien Setia Alfarianti Lestari, Uci Lina Tarigan, Frida Lina, Frida Lubis, Aulia Fadhli Sani Lukman Hakim Lumban Gaol, Hoddi Raju M. Siregar, Laura Maihayati Malau, Kharisma Wanda Manalu, Lenni Manalu, Maya Eka Manalu, Vivi Sumanti Manullang, Yenni Manurung, Jasmen Manurung, Kesakitan Manurung, Kesaktian Marbun, Serepina Mariani Siregar, Laura Mariati Siregar, Laura Marintan, Selli Marlindawani, Jenni Marlindawani, Jenny Martalena Silitonga, Evawani Martina, Siska Evi Masdalina Pane Maulana Ramzi, Tengku Maya Sari Mindasari, Hanny Mindo Tua Siagian Modesta, Intan Munthe, Seri Anawati Munthe, Seri Asnawati Muria Ningsih, Sri MYRNAWATI CRIE HANDINI MYRNAWATI, MYRNAWATI Nainggolan, Christina Roos Etty Nainggolan, Christina Roosetty Nashrallah, Muhammad Nas'al Nazaruddin - Netti Etalia Br Brahmana Ningsih, Mega Sugesti Nora, Elvita Novita, Putri Tia Nurwijayanti Octavianus Panjaitan, Triwil Ohara, Evy Otniel Ketaren, Sinar Panjaitan, Syahriani Pardede, Jek Amidos Pardosi, Lenny Christina Pardosi, Magdalena Parhusip, Hamonangan Parulian, Alfred Padumpang Pasaribu, Dormaulina Paulinaria, Paulinaria Perangin-Angin, Magraniy Pransika, Eka Purba, Agnes Purba, Jenny Marlindawani Purba, Lidya Purba, Maria Agustina Br Purba, Nova Junfitri Purnama Ria Sihombing, Esther Purwana, Purwana Putri, Yulita R.Kintoko Rochadi Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmat Alyakin Dakhi Rana, Revaranda Genta Reja, M Rhoma, Tien Nelly Rico Rismauli Situmorang, Tumour Rumondang Rivany, Hany Athaya Syifa Rizkia, Isna Rochadi, Kintoro Rohana Sinaga, Taruli Rosa Sinaga, Lia Rukiani, Safitri S, Mido Ester Samosikha Wau, Robledo Saragih, Frida L Sari Sagala, Nomita Sari, Wuni Arum Sekar Sayangi, Wewinur Sejukan Hati Harefa Sembiring, Evarina Sembiring, Rinawati Sembiring, Rinawati Siagian, Mido Tua Siagian, Mindo Siagian, Mindo Tua Siagian, MindoTua Siagian, Pebriyanti Siahaan, Marlinewati Sialigan, Mindo Tua Sianturi, Theodora R. Sibuea, Murni Sidabutar, Emy Sihite, Meilva Mutiara Br Sihotang, Junita Lisbet Silaban, Ratnawati SILITONGA, EVAWANI Silitonga, Evawani M Silitonga, Evawani M. Silitonga, Evawani Martalena Simangunsong, Nani Sugiarti Simanjuntak, Friska Ernawati Simanjuntak, Hermanto Simanjuntak, Netty Iriani Simanjuntak, Siska Evi Martina Simanjuntak, Yunida Turisna Simatupang, Devina Oktora Sinaga, Janno Sinaga, Lusi Veronika Sinaga, Taruli Rohana Sipayung, Ika Manda Yulie Sipayung, Rosetty Sirait, Asima Siregar, Juwita Isabella Siregar, Laura Siregar, Laura M. Siregar, Laura Mariati Sitanggang, Rita Dameria Sitepu, Roslenni Sitorus, , Mido Ester J. Sitorus, Friska Sitorus, Gokma Elviyanti Sitorus, Mido Este J Sitorus, Mido Ester Sitorus, Mido Ester. J. Sitorus, Mido J Sitorus, Priska SRI RAHAYU Sunyianto, Sunyianto Surbakti, Suhartati Susanti Sitanggang, Henni Syafitri, Henny Syapitri, Heny Tarigan, Frida L Tarigan, Frida Lina Br Tarigan, Juni Asnita Tarigan, Sada Perarih Taruli Rohana Sinaga Telaumbanua, Hendrikus Telaumbanua, Ya'adil Tinambunan, Sarma Togatorop, Agustinawati Toni Wandra Tua Siagian, Mindo Uhur, Bunga Utama, Indra Vierto Wandra, Tony Warouw , Sony Priajaya Warouw, Sonny Priajaya Warouw, Sonny Wijaya Warouw, Sony Priajaya Wilda, Safri Winda Ningsih Sitompul Yusuf Fahma Razi, Dede Zakiyah Zakiyah Zebua, Beatric Permatasari Zega, Hesti Nurani Zega, Memoris Zega, Winar Purnawan Sari Zendrato, Nonitehe Zuka, Fikarwin Zulfendri Zulfendri