p-Index From 2021 - 2026
7.042
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Diskursus Islam Pedagogia: Jurnal Pendidikan Vidya Karya Journal of ICSAR Jurnal ORTOPEDAGOGIA Al Ishlah Jurnal Pendidikan JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Buana Pendidikan: Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unipa Surabaya Jurnal Riset Pendidikan Dasar Jurnal Basicedu Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Madrosatuna: Journal of Islamic Elementary School eL.Muhbib: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar JURNAL PENDIDIKAN MIPA Akurasi : Jurnal Studi Akuntansi dan Keuangan Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Special and Inclusive Education Journal (SPECIAL) Indo-MathEdu Intellectuals Journal Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Indonesian Journal of Research and Educational Review (IJRER) Jurnal PRIMED:Primary Education Journal atau Jurnal Ke-SD An Journal of Innovation Research and Knowledge Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Palakka : Media and Islamic Coummunication Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Jurnal Basicedu Journal of Education for Sustainability and Diversity JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling Journal of Embedded Systems, Security and Intelligent Systems Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam JEAS Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan JFAS : Journal of Finance and Accounting Studies Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Ulil Albab Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Socratika Jurnal Riset dan Pengabdian Interdisipliner Indonesian Journal of Innovation in Education Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Challenges of Deaf Students in Online Learning at Universities Imam Yuwono; Mirnawati Mirnawati; Dewi Ekasari Kusumastuti; Tenty Jahrina Ramli
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.284 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v14i2.1328

Abstract

This study describes the challenges faced by deaf students in online learning, focusing on three aspects: internet access and use of media, volunteer assistance, and interaction in online learning. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Sources of data in this study were deaf students and volunteers. Data collection techniques using interviews and observation. Data were analyzed using Miles and Huberman's interactive data analysis model, which consisted of data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results of the study describe that 1) deaf students have problems with internet networks and quotas so that they are not optimal in attending lectures, besides that deaf students also experience problems in using learning media used in lectures, for example, in using zoom, and e-learning SIMARI, students Deaf people still have difficulty using some of the features contained in e-learning. 2) volunteers who are tasked with assisting deaf students are active students. The practice of mentoring is not optimal because volunteers also learn from their homes. In addition, the distance between the houses of deaf students and volunteers is quite far, and some are even in different cities. This will further hinder the process of assistance. 3) the lack of assistance by volunteers also has an impact on the interaction of deaf students with lecturers and deaf students with regular students during online learning. This is because not all lecturers can communicate using sign language
Pola Kerjasama Guru Dan Orangtua Dalam Pembelajaran Jarak Jauh Pada Anak Tunarungu Di Masa Pandemi Covid-19 Di SLB Paramita Graha Banjarmasin Alvi Violita Dewi; Mirnawati; Eviani Damastuti
SPECIAL: Special and Inclusive Education Journal Vol 3 No 1 (2022): Special and Inclusive Education Journal (SPECIAL)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/special.vol3.no1.a5307

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya Pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19 mengharuskan orangtua untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran untuk anak tunarungu dengan demikian dibutuhkannya kerjasama antara guru dan orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lebih dalam terkait bagaimanakah pola kerjasama guru dan orangtua dalam pembelajaran jarak jauh pada anak tunarungu di masa pandemi Covid-19 di SLB Paramita Graha Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kerjasama yang telah dilakukan pada anak tunarungu dalam pembelajaran jarak jauh sebagai berikut: 1) kerjasama sebagai guru pendamping, guru memiliki peran dalam memberikan arahan dan peran orangtua menjalankan proses pembelajaran di rumah, 2) kerjasama sebagai fasilitator, guru dan orangtua mengikuti situasi dan kondisi masing-masing, 3) kerjasama dalam menciptakan Friendly E-Learning, guru dan orangt tua menyepakati untuk menggunakan aplikasi Whatsapp, 4) kegiatan parenting, Guru dan orangtua menyelenggarakan kegiatan parenting melalu offline dan online. Kendala yang dihadapi diantaranya: 5) kerjasama sebagai guru pendamping, orangtua sulit mendisplinkan anak di rumah, 6) kerjasama sebagai fasilitator, orangtua kurang memahami dalam mengoperasikan handphone, 7) kerjasama dalam menciptakan Friendly E-Learning, anak lebih memilih belajar dengan guru dibandingkan dengan orangtuanya, 8) kegiatan Parenting, pihak sekolah menerapkan pembatasan sosial dilingkungan sekolah.
Reducing Tantrum Behavior In Autistic Children Through “Isolationary Time-Out” Type Of Time Out Techniques Mirnawati Mirnawati; Amka Amka
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v14i4.2179

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the "isolationary time out" type of time out technique in reducing tantrum behavior in autistic children, in this study the tantrum behavior in question is hitting behavior. The research approach used is quantitative with the type of experimental research with a Single Subject Research (SSR) approach. The design used is A1–B–A2. The research subject is an autistic student at SDLB YPLB Banjarmasin. The data recording technique uses event recording by measuring the frequency or number of occurrences of tantrum behavior in autistic children. The data obtained were analyzed through descriptive statistics and displayed in graphical form. The components analyzed are analysis under conditions and analysis between conditions. Based on the results of the study, there was a decrease in the frequency of tantrum behavior in autistic children in the baseline-1 (A1) condition, the mean level of tantrum behavior frequency was 14 times. At the time of intervention (B) the mean level of tantrum behavior was 11 times. In the baseline-2 condition (A2), the mean frequency level of tantrum behavior (hitting) was 9 times. Thus it can be concluded that the use of the isolationary time out type of technique is effective in reducing tantrum behavior in autistic children.
Pelatihan Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Menggunakan Mobile Application Berbasis Android di SDN Tinggiran II.1 Tamban Barito Kuala Amka Amka; Mirnawati Mirnawati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5783

Abstract

Permasalahan yang seringkali dihadapai oleh guru/pendidik dalam pelaksanaan mengidentifikasi atau menemukenali anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif adalah rendahnya kemampuan guru dalam menyusun intrumen dan melaksanakan identifikasi anak berkebutuhan khusus sesuai prosedur. Instrumen identifikasi dalam bentuk lembaran dapat dikemas dalam bentuk aplikasi yang dapat diaplikasikan dengan menggunakan gawai. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah adanya peningkatan pemahaman guru terhadap prosedur pelaksanaan identifikasi anak berkebutuhan khusus dengan menggunakan mobile application berbasis android yang menarik dan lebih praktis. Metode pelaksanaan kegiatan PkM dilaksanakan dalam bentuk workshop identifikasi anak berkebutuhan khusus menggunakan mobile application berbasis android melalui tahapan diskusi, ceramah dan praktik secara langsung dengan melibatkan guru kelas dan guru mata pelajaran di SDN Tinggiran II.1 Tamban Desa Tinggiran, Tamban, Barito Kuala pada bulan Juli 2022. Guru sangat antusias dan semangat selama mengikuti pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman guru terhadap prosedur pelaksanaan identifikasi anak berkebutuhan khusus meningkat. Melalui kegiatan ini, diharapkan guru-guru dapat memanfaatkan secara optimal penggunaan gawai sebagai alat identifikasi ABK di sekolah inklusi. The problem that is often faced by teachers in implementing the identification of children with special needs in inclusive schools is the low ability of teachers to develop instruments and carry out the identification of children with special needs according to procedures. Identification instruments in sheet form can be packaged in the form of applications that can be applied using a device. This community service aims to increase teachers' understanding of the procedures for identifying children with special needs using an attractive and more practical Android-based mobile application. Methods of implementing service activities included a workshop on identifying children with special needs using an Android-based mobile application with direct discussion, talk and practice stages involving class teachers and subject teachers at SDN Tinggiran II.1 Tamban Tinggiran Village, Tamban, Barito Kuala in July 2022. The teacher was very enthusiastic during the training. The evaluation results showed that teachers' understanding of the procedures for implementing the identification of children with special needs increased. Through this activity, it is hoped that teachers can make optimal use of gadgets to identify children with special needs in inclusive schools.
Pelatihan Asesmen Peserta Didik Berkebutuhan Khusus di SDN Tinggiran II.1 Tamban Barito Kuala Mirnawati Mirnawati; Amka Amka; Umi Latifah; Aina Rahmah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.10080

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam melaksanaan asesmen kebutuhan belajar pada Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK). Lembaga mitra dalam kegiatan PkM ini adalah SDN Tinggiran II.1 yang dilaksanakan melalui model pelatihan. Diawali dengan penyampaian materi terkait paradigma pendidikan inklusi, kemudian dilanjutkan dengan materi asesmen PDBK serta pendampingan praktek pelaksanaan asesmen pada PDBK. Partisipan dalam kegiatan ini adalah guru dan orang tua yang berjumlah 50 orang yang dilaksanakan pada Bulan Agustus 2023. Guru sangat antusias dan semangat selama mengikuti pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman guru terhadap konsep asesmen PDBK meningkat sebesar 23%, selain itu juga terdapat peningkatan kemampuan penyusunan instrumen asesmen, terlihat dengan tersedianya instrumen asesmen perkembangan dan akademik yang dapat digunakan saat ini. Saran untuk kegiatan selanjutnya yakni pemberian latihan upaya tindak lanjut dari asesmen berkebutuhan khusus dengan melibatkan stakeholders lainnya.This Community Service activity aims to improve teachers' abilities and skills in carrying out assessments of Students with Special Needs. This activity was carried out in collaboration with SDN Tinggiran II.1 partner institutions, which were carried out through a training model. Beginning with the delivery of material related to the inclusive education paradigm, then continued with assessment material for students with special needs and assistance in implementing assessments for students with special needs. The participants in this activity were teachers and parents, totaling 50 people, which were held in August 2023. The teachers were very enthusiastic and enthusiastic during the training. The evaluation results showed that the teacher's understanding of the assessment concept of students with special needs increased by 23%. Besides that, there was also an increase in the ability to prepare assessment instruments, as seen by the availability of developmental and academic assessment instruments that can be used today. Suggestions for further activities include providing follow-up training efforts from assessments with special needs by involving other stakeholders.
Development of Toupic (Touch Picture) Applications to Improve Expressive Language in Speech-Delayed Children Mirnawati Mirnawati; Rizkia Ilahiah
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.3558

Abstract

This study aims to develop a product in the form of a toupic (touch picture) application to help stimulate the increase of expressive language in children with speech delay. This type of research is Research and Development (RD) using the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). This research was conducted at SLB Negeri 1 Martapura, South Kalimantan. Data collection techniques using interviews, tests and questionnaires. interviews are used to get an overview of needs analysis data and product evaluation by users. The test is used to measure speech delay children's expressive language skills in the initial and final conditions after using the product. while the angle is used to measure the level of product validation by the validator. Qualitative data from interviews were analyzed descriptively while quantitative data from tests and questionnaires were analyzed using statistics with the formula P=(∑R)/N X 100%. The development of the toupic application goes through several stages, namely: 1) the analysis stage as an initial research to determine the conditions and needs of children, 2) the design stage is carried out by compiling a conceptual framework for application development, 3) the development stage, namely developing an application framework by information and technology experts who then validated by experts with a validation percentage of 95% and declared very valid, 4) the implementation stage to test the toupic (touch picture) application on speech delay children with a result of 82%, and 5) the evaluation stage showed an increase in the expressive language skills of speech delay children. from the percentage of results before and after that is 52% to 82% indicates that the application does not require final revision anymore. Thus it can be concluded that the development of the toupic application (touch picture) can improve the expressive language skills of speech delay children.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH KHUSUS KAK SETO KOTA TANGERANG SELATAN Mahmud, Fuad Khalis; Mirnawati, Mirnawati; Kusumastuti, Dewi Ekasari
Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 23, No 2 (2023): Published in September of 2023
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v23i2.297

Abstract

Abstract The "Kurikulum Merdeka," as a new educational policy, requires extensive references to support its implementation. This research aims to provide an overview and description of the implementation of the "Kurikulum Merdeka" at Kak Seto Special School, with the purpose of serving as a reference for other special schools or exceptional education institutions in implementing the "Kurikulum Merdeka." Primary data for this study were collected from the school principal, curriculum coordinator, and 4th and 6th grade homeroom teachers. Meanwhile, secondary data encompassed school documents and curriculum implementation guidelines. Data collection methods included observation, interviews, and documentation. Data validity was ensured through the triangulation technique of sources and methods. The data analysis process involved data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings revealed that the implementation of the "Kurikulum Merdeka" at Kak Seto Special School consists of six main components. Firstly, the teaching and assessment process begins with the formulation of the Learning Objective Flow (Alur Tujuan Pembelajaran or ATP), Learning Achievement (Capaian Pembelajaran or CP), Learning Objective (Tujuan Pembelajaran or TP), teaching modules, and Individual Education Program (Program Pendidikan Individual or PPI). This is followed by the implementation of teaching and assessment based on the instructional materials previously designed. Secondly, the process of developing the Operational Curriculum of the Educational Unit. Thirdly, the formulation and execution of projects to reinforce the Pancasila student profile, a unique co-curricular activity of the "Kurikulum Merdeka." Fourthly, the collaboration activities with students' parents through parent meetings and inspiring classes. Fifthly, identifying challenges in implementing the "Kurikulum Merdeka" that involve adjustments to the components of the curriculum. Sixthly, efforts to address these challenges through training and discussions. Keyword: Implementation, Independent Curriculum, Kak Seto Special School.  Abstrak Kurikulum Merdeka, sebagai kebijakan pendidikan yang baru, memerlukan referensi yang luas untuk mendukung penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan deskripsi mengenai pelaksanaan Kurikulum Merdeka di Sekolah Khusus Kak Seto, dengan tujuan agar informasi ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi sekolah-sekolah khusus atau sekolah luar biasa dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Data primer dalam penelitian ini dikumpulkan dari kepala sekolah, koordinator kurikulum, serta guru wali kelas 4 dan 6. Sementara itu, data sekunder meliputi dokumen sekolah dan panduan-panduan implementasi kurikulum. Metode pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data dijamin melalui teknik triangulasi sumber dan metode. Proses analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Khusus Kak Seto terdiri dari enam komponen utama. Pertama, proses pembelajaran dan asesmen dimulai dengan penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), modul pengajaran, dan Program Pendidikan Individual (PPI). Langkah ini diikuti oleh pelaksanaan pembelajaran dan asesmen berdasarkan perangkat pengajaran yang telah dirancang sebelumnya. Kedua, proses penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan. Ketiga, penyusunan serta pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila sebagai kegiatan kokurikuler yang menjadi ciri khas Kurikulum Merdeka. Keempat, pelaksanaan kegiatan kolaborasi dengan orang tua siswa melalui pertemuan orang tua dan kelas inspiratif. Kelima, mengidentifikasi kendala dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang melibatkan penyesuaian dengan komponen-komponen Kurikulum Merdeka. Keenam, upaya dalam mengatasi kendala-kendala tersebut melalui pelatihan dan diskusi. Kata kunci: Implementasi, Kurikulum Merdeka, Sekolah Khusus Kak Seto.
Strategi Pembelajaran Kreatif dalam Pendidikan Inklusi di Jenjang Sekolah Dasar Yuwono, Imam; Mirnawati, Mirnawati
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1108

Abstract

Pendidikan sebagai hak bagi seluruh warga negara tanpa membedakan asal-usul, status ekonomi, hingga keadaan fisik seseorang. Dalam Sistem Pendidikan Nasional yang tercantum pada Undang Undang Nomor 20 tahun 2003, pendidikan dijamin penuh tanpa adanya diskriminasi dalam bentuk apapun. Perihal inilah yang menjadi urgensi pelaksanaan pendidikan inklusi tanpa terkecuali di Sekolah Dasar. Artikel bertujuan mendeskripsikan strategi pembelajaran kreatif dalam pendidikan inklusi, khususnya di jenjang Sekolah Dasar. Artikel ini disusun dengan menggunakan desain tinjauan pustaka. Demikian, dimanfaatkan mesin pencarian untuk pengumpulan sumber kepustakaan. Artikel mendeskripsikan pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus, di jenjang Sekolah Dasar tidak hanya berfokus pada keterampilan motorik tetapi juga untuk mampu berinteraksi dengan lingkungan sosial. Strategi pembelajaran yang kreatif guru dapat meningkatkan pemanfaatan tujuan, materi pembelajaran, media, metode, evaluasi, hingga lingkungan belajar peserta didik. Adapun strategi pembelajaran yang bisa diaplikasikan bagi peserta didik ABK di jenjang Sekolah Dasar dengan remedial teaching, strategi deduktif, induktif, heuristik, ekspositori, klasikal, kooperatif, hingga perubahan perilaku. Dalam menunjang kebutuhan tersebut, maka guru disarankan untuk mengeksplorasi media belajar yang ramah bagi peserta didik berkebutuhan khusus, seperti puzzle
Application of DTT (Discrete Trail Training) Method in Improving the Eye Contact Ability of Autistic Children Jaleha, Siti; Mirnawati, Mirnawati
Journal of ICSAR Vol 3, No 2 (2019): July
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.689 KB)

Abstract

Autistic children are children who have developmental disorders that affect several aspects which include communication, social interaction, sensory disorders, play patterns, behavior, linguistics, perception, cognitive, and emotional. Usually these autistic children are less interested in making social contact and lack of eye contact. Autistic children’s problems are still low in eye contact so that it has an impact on behavior and social at school, because of the lack of teacher knowledge about autistic children and teachers who handle children currently do not have an extraordinary teacher education background. For this reason, the application of DTT (Discrete Trail Training) Method is very suitable to increase eye contact ability to attract children’s attention. The purpose of this research was to determine the application of DTT (Discrete Trail Training) method in improving the eye contact ability of autistic children. This research used a quantitative approach with SSR method or known as Single Subject Research. The research design used was the A-B-A reversal design. The subjects in this research were autistic children in sixth grade at SLB Negeri Pelambuan Banjarmasin. Data collection used event recording system or direct observation and documentation, data analysis techniques include analysis in conditions and analysis between conditions using descriptive statistics. The results of the research show that the mean level in the Baseline (A1) phase is 4.8 seconds, in the intervention phase (B) is 6.6 seconds and in the Baseline (A2) phase is 7.6 seconds. Thus, it can be concluded that there is an increase in the ability of eye contact of autistic children in SLB Negeri Pelambuan Banjarmasin after DTT (Discrete Trail Training) Method is applied.
Strategi Pembelajaran Kreatif dalam Pendidikan Inklusi di Jenjang Sekolah Dasar Yuwono, Imam; Mirnawati, Mirnawati
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1108

Abstract

Pendidikan sebagai hak bagi seluruh warga negara tanpa membedakan asal-usul, status ekonomi, hingga keadaan fisik seseorang. Dalam Sistem Pendidikan Nasional yang tercantum pada Undang Undang Nomor 20 tahun 2003, pendidikan dijamin penuh tanpa adanya diskriminasi dalam bentuk apapun. Perihal inilah yang menjadi urgensi pelaksanaan pendidikan inklusi tanpa terkecuali di Sekolah Dasar. Artikel bertujuan mendeskripsikan strategi pembelajaran kreatif dalam pendidikan inklusi, khususnya di jenjang Sekolah Dasar. Artikel ini disusun dengan menggunakan desain tinjauan pustaka. Demikian, dimanfaatkan mesin pencarian untuk pengumpulan sumber kepustakaan. Artikel mendeskripsikan pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus, di jenjang Sekolah Dasar tidak hanya berfokus pada keterampilan motorik tetapi juga untuk mampu berinteraksi dengan lingkungan sosial. Strategi pembelajaran yang kreatif guru dapat meningkatkan pemanfaatan tujuan, materi pembelajaran, media, metode, evaluasi, hingga lingkungan belajar peserta didik. Adapun strategi pembelajaran yang bisa diaplikasikan bagi peserta didik ABK di jenjang Sekolah Dasar dengan remedial teaching, strategi deduktif, induktif, heuristik, ekspositori, klasikal, kooperatif, hingga perubahan perilaku. Dalam menunjang kebutuhan tersebut, maka guru disarankan untuk mengeksplorasi media belajar yang ramah bagi peserta didik berkebutuhan khusus, seperti puzzle
Co-Authors Abdullah, Siti Rahmawati A. Musa Abu Darda Afra Satila Zalna Aman Agustina Sari Aina Rahmah Ali Rachman, Ali Aliah, Abd. Rauf Alvi Violita Dewi Alwan, Muhammad Amir, Afriandi Amka Amka Amka Amka Amka, Amka Andika Saputra Andriani, Reni Anugrah, Ega Arda Arda Ardiansyah Ariansyah, Ricky Aulia Rizqina, Aulia Azisa, Kurnia Bin Sapa, Nasrullah Bonafita, Raberria Bungawati Bungawati, Bungawati Cahya, Wulan Chairunnufus, Indah Decky Hendarsyah Dedi Sastradika Dewi Ekasari Kusumastuti Dewi Juwita Susanti Dida Parida Edy Sabara Evi Afiati Eviani Damastuti Faisal B., Muh. Faridah, Firyal Fatmaridah Sabani Firman Firman Firman Haerah, Magefiratul Haeril Haerul, Haerul Hafidh, Fathul Hamimah, Siti Handayani, Pitri Harnaini, Herli Helfrida Jelani Edor Helpiana, Eka Herawati, Nita Sunarya Hidayat M, Rahmatul Husairi Husairi Imam Yuwono Kamalia Kamalia Kasim, Amrah Kurniawan, Mirza Yogy Mahmud, Fuad Khalis Mardianawati, Siti Marliana Mispasari Mohammad Djamil M. Nur Muh Nasrun Muh. Arya Kusuma Wardana Muh. Rizal Muhalis Muhammad Amin Sahib, Muhammad Amin Sahib Muhammad Azimi Muhammad Basri Muhammad Guntur, Muhammad Muhammad Ridwan Muhammad Risal, Muhammad Munir Yusuf Mytra, Prima Nadia Nadwah Nasaruddin Nasaruddin Nirwana, Ema Norfai Norfai, Norfai Nuraisyah Nuraisyah Nurbayti Rahmah Nurbayti Rahmah Nurhalisa Nurhalisa, Siti Nurhalizah, Nurhalizah Nurhayati, R. Nurmanasari, Winda Nursamsi, Nursamsi Nurul Hijratul Ummahiroh Nurul Ilma, Nurul Pertiwi, Nurhikma Pratiwi, Lestari Ayu Rahmat Arfan Rahmawati, Nor Rasidin rasidin Rifa’ah Mahmudah Bulu Rindiyani, Dwi Riza, Yeni Rizkia Ilahiah Rizky, Fitrian Rosa, Rosa Rosdiana Rosdiana Rozal, Edi Rustan, Edhy Sahiruddin Salahuddin Salahuddin Salfia Darmi Sandu, Nurfala Sausan, Rafiqa Siti Jaleha Subhan Sukirman Nurdjan, Sukirman Sukirman Sukirman Sulistyo Rini Susanti, Dewi Juwita Sutji Rochaminah Syekh Adiwijaya Latief Takwin, Ira Tenty Jahrina Ramli Trunoyudho, Etna Anjani Umi Latifah Ummiati Rahmah Urva, Magfira Vanita Adinda Lawide WAHYUNI Widodo, Agus Pratomo Andi Yosa, Natasya Amelia