Articles
Big Book Media in Early Reading Learning of First Grade Students
Linda Mardiyana;
Febrina Dafit
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 5 No. 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v5i3.53641
Curently students experience difficulties in reading at school, moreover there is no learning media used by teachers to support initial reading skills in the learning process in grade 1 due to limited facilities and infrastructure at school. The purpose of this study is to develop and find out the validity of the big book media in learning to read at the beginning of grade 1 elementary school. While the subjects in this study were 1 teacher, 2 students and 2 design aspects, 2 material aspects, and 2 language aspects. The methods used to collect data are observation, interviews, and questionnaires. The instruments used were validation sheets and interview sheets and the data analysis techniques used were quantitative and qualitative. The research results obtained are big book media on theme 1 sub-theme 1 for grade 1 elementary school students who are suitable for use based on the assessment of design experts with a percentage of 93.8% with valid criteria, linguists 94.4% with valid criteria and material experts with a percentage 86.3% with very valid criteria. The average percentage of validation results is 91.5% with a very valid category without revision.
Pentingnya Pelaksanaan Gerakan Literasi bagi Guru dan Siswa di Sekolah Dasar 08 Kampung Rempak
Paluvi, Indriyani;
Mulia, Indah Try;
Audina, Mia;
Sari, Novi;
Dafit, Febrina
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 1 (2023): Educativo: Jurnal Pendidikan
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56248/educativo.v2i1.147
Gerakan literasi di sekolah dasar merupakan hal yang penting dalam membentuk dasar-dasar pembelajaran yang kuat dan mengembangkan keterampilan literasi pada anak-anak. Literasi merupakan kemampuan untuk membaca, menulis, dan memahami teks dengan baik, serta menggunakan pengetahuan ini untuk berpikir kritis dan berkomunikasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana penerapan program literasi disekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Instrumen penelitia ini dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawacara dilakukan kepada wali kelas 3 SDN 08 Kampung Rempak. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SDN 08 Kampung Rempak telah menerapkan program literasi disekolah yaitu: (1). Membaca 15 menit sebelum jam pelajaran (2) Pojok Baca (3) Kantong Literasi (4) Menabung (5) Ekstrakulikuler.
Upaya Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Autis
Okta Kisti, Melqi;
Dafit, Febrina
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/murhum.v4i2.344
Upaya guru sangat penting untuk mengatasi kesulitan-kesulitan belajar yang dihadapi siswa autis. Guru sebagai salah satu aspek penentu prestasi siswa autis selama proses pembelajaran dan guru harus mahir menentukan metode pembelajaran yang efektif untuk siswa autis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar siswa autis dan mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa autis. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pokok penelitian melibatkan 1 orang guru, 1 orangsiswa autis dan 1 wali murid siswa autis. Dalam pengumpulan data melalui observasi, wawancara, juga dokumentasi. Selanjutnya kegiatan analisis dengan reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa autis, guru melakukan upaya untuk mengatasi kesulitan belajar siswa autis yaitu, memberikan motivasi belajar, memberi variasi metode mengajar, memberikan latihan yang cukup dan berulang, memberikan program perbaikan atau remedial, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. Dari bergamnya upaya guru untuk mengatasi kesulitan belajar siswa autis, dapat ditarik kesimbulan bahwa upaya yang sering dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa autis berupa upaya guru untuk memberikan motivasi belajar dan upaya guru dalam memberikan variasi metode mengajar.
Hubungan Tingkat Pendidikan Orang Tua dengan Karakter Disiplin Siswa
Kurniawan, Ryen;
Dafit, Febrina
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/murhum.v4i2.356
Penelitian ini dilaksankan guna memastikan apakah hubungan yang terjadi disebabkan tingkatan pendidikan dari keluarga siswa yaitu orang tua dengan kecenderungan disiplin siswa sekolah dasar. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Terdapat 73 siswa dalam sampel penelitian. Dengan menggunakan sampel jenuh maka digunakan 73 sampel. Dokumentasi dan survei digunakan dalam strategi pengumpulan data. Uji validitas dan reliabilitas digunakan dalam pengujian instrumen. Metode statistik deskriptif, uji homogenitas, uji hipotesis berdasarkan analisis regresi linier sederhana, dan uji koefisien determinasi semuanya digunakan dalam pendekatan analisis data. Hasil penelitian ini adalah: (1) Terdapat pengaruh antara tingkat pendidikan dari orang tua (X) dengan karakter disiplin yang dimiliki oleh siswa (Y), dengan hasil signifikansi sebesar 0,000 dari uji Uji Hipotesis dalam Analisis Regresi Linier Sederhana (Sig.<0,05). (2) Dengan melakukan uji t diperoleh nilai t hitung sebesar 13,541 yang lebih besar dari nilai tabel (13,541>1,993), sehingga disimpulkan dimilikinya hubungan cukup besar dan positif berkaitan dengan tingkat pendidikan dari orang tua siswa (X) pada perilaku siswa (Y). (3) Dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,717, memperlihatkan adanya hubungan sebesar 71,7% antara tingkat pendidikan dari orang tua (X) dengan karakter disiplin yang dimiliki oleh siswa (Y) kelas III SDN 48 Pekanbaru, maka disimpulkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pendidikan orang tua dengan perilaku kedisiplinan siswa.
Peran Guru Penggerak : Motivasi Guru Kelas Mengikuti Program Guru Penggerak
Elfira Hadi, Adisya;
Dafit, Febrina
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/murhum.v5i2.860
Salah satu program mengembangkan potensi guru adalah program guru penggerak. Pemerintah membuat program guru penggerak agar menjadi agen perubahan di sekolah. Kedudukan program guru penggerak dilingkungan sekolah tidak sebatas mencerdaskan siswa melainkan membentuk perilaku serta sikap yang baik didalam diri mereka. Penelitian ini tujuannya agar memahami dan mendeskripsikan peranan guru penggerak didalam memotivasi guru kelas agar ikut program guru penggerak. Peneliti ini menerapkan penelitian kualitatif dengan memakai metode fenomenologi. Meskipun jenis penelitian ini bersifat deskriptif dan tujuannya agar peneliti agar mudah untuk mendeskripsikan perang guru penggerak dalam memotivasi guru Kelas untuk mengikuti program guru penggerak di SDN 018 Sorek Satu. Pada penelitian ini, wawancara, observasi, serta dokumentasi yakni teknik pengumpulan data. Instrumen penelitian dipakai yakni lembar angket, lembar pedoman wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan jika ada beberapa peran seorang guru penggerak didalam memotivasi guru kelas agar ikut program guru penggerak yaitu : guru penggerak memberikan motivasi kepada teman sejawat, menjadi teladan dengan memberikan contoh yang baik sebagai agen perubahan pembelajaran, menjadi pelatih, dan pemberi informasi terkait program guru penggerak.
Peran Kepala Sekolah dalam Impelementasi Kurikulum Merdeka
Andriani, Detia;
Dafit, Febrina
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/murhum.v5i2.876
Kepala Sekolah memiliki peran dan tanggungjawab dalam keberlangsungan pendidikan yang berada disekolah. Dalam dunia pendidikan pasti memiliki zaman serta kurikulum yang berbeda dan terus menerus berkembang. Seorang pemimpin tentunya juga wajib beradaptasi dalam sistem pembelajaran dan kurikulum yang baru. Kurikulum Merdeka sendiri merupakan perubahan wujud dari adaptasi era sebelumnya. Penelitian ini tujuannya adalah untuk memahami dan mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam implementasi kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian naratif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian naratif, peserta dan peneliti memiliki hubungan kerja yang kuat. Ini adalah hasil dari penelitian berdasarkan informasi komprehensif dan observasi lapangan yang dilakukan. Pada penelitian ini, wawancara, observasi, serta dokumentasi merupakan metode yang digunakan dalam mengumpulkan data. Data dikumpulkan dengan cara mewawancarai kepala sekolah, wakil kurikulum, dan guru pelaksana kurikulum merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka membuat guru lebih professional melalui berbagai macam pembinaan dan pelatihan. Kepala sekolah melaksanakan peranannya tersebut meliputi kepala sekolah sebagai perencana, kepala sekolah sebagai pelaksana, kepala sekolah sebagai supervisor, dan kepala sekolah sebagai leader (pemimpin).
Peran Manajerial Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar
Anjani, Naraya Fitri;
Dafit, Febrina
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i3.40828
Penelitian ini bertujuan untuk: menganalisis peran manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Subjek penelitiannya adalah kepala sekolah dan guru. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, obeservasi, dan dokumentas. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif dari Miles dan Huberman Hasil penelitian ini menjelaskan kepala sekolah sebagai manajer memiliki peran membuat struktur organisasi dan mengajak orangtua murid dengan program komite sekolah dan melengkapi supras yang dibutuhkan; merancang program dengan menguraikan kebutuhan pendidik dan tenaga pendidik yang menjalankan tugas, merancang kurikulum yang dijalankan; mengawasi output, proses belajar mengajar, dan peserta didik mulai dari penerimaan siswa hingga selesai; menunjukkan contoh yang baik dan tenang dalam bekerja, memberikan motivasi serta penghatgaan kepada personilnya baik dari segi motil maupun materil, mengikutsertakan pendidik dan tenaga pendidik dalam diklat diklat serta memotivasi guru guru senior supaya memiliki semangat life long education; adapun hambatan yang dihadapi adalah kurangnya sarana dan prasarana dalam proses belajar mengajar, masih ada pendidik dan tenaga pendidik yang tidak disiplin, dan kurangnya komunikasi kepala sekolah dengan beberapa pendidik dan tenaga pendidik. Manajerial kepala sekolah yang baik akan menghasilkan mutu pendidikan yang baik juga yang tentunya akan mempengaruhi hasil belajar dan prestasi sekolah. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa masih dibutuhkan sebuah program untuk meningkatkan mutu pendidikan baik berkaitan dengan pembelajaran maupun tidak.
Peran Orang Tua Terhadap Keberhasilan Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Widia Ningsih, Purwani;
Dafit, Febrina
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i3.41379
Keberhasilan belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya faktor lingkungan keluarga yaitu orang tua. Peran orang tua sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua terhadap keberhasilan belajar siswa dan mengetahui keberhasilan belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa dan orang tua berjumlah 31 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan mereduksi data, peragaan data dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan orang tua sudah menjalankan perannya dalam keberhasilan belajar siswa. Terlihat dari hasil wawancara kebanyakan dari orang tua membantu mengerjakan tugas sekolah, menjelaskan pelajaran, memberikan fasilitas untuk kebutuhan belajar. Dari hasil angket respon orang tua berdasarkan indikator peran orang tua menunjukan positif sangat setuju dan setuju rata-rata sekitar 80% orang tua menjalankan peran nya sebagai pembimbing, motivator, dan fasilitator. Keberhasilan belajar siswa dilihat dari nilai ulangan dan tugas rata-rata siswa sudah mencapai kkm.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI KELAS IV UPT SD NEGERI 005 HANGTUAH KABUPATEN KAMPAR
Febrianti, Mala;
Dafit, Febrina
Social Science Academic Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37680/ssa.v1i2.3434
This study aims to describe the implementation of differentiated learning and the problems of differentiated learning in class IV UPT SD Negeri 005 Hangtuah, Kampar Regency. This research use desciptive qualitative approach. The subjects of this study were class IV teachers, school principals and students at UPT SD Negeri 005 Hangtuah, Kampar Regency. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The main instrument is the researcher using observation guideline tools, interview guidelines, document review sheets. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The technique of checking the validity of the data uses technique and source triangulation. The results showed that class IV teachers at UPT SD Negeri 005 Hangtuah had implemented differentiated learning using 4 differentiated learning components, namely content/material, process, product and learning environment. The problems with implementing differentiated learning at SDN 005 Hangtuah are the teacher's difficulty in determining content/material that interests students so that students are enthusiastic when learning is differentiated and the teacher is still confused about the implementation of process differentiation, because the needs of students vary, but the teacher must be able to treat students according to student needs.
Peran guru dalam mewujudkan lingkungan sekolah zero bullying terhadap kesehatan mental siswa sekolah dasar
Lubis, Bella Kartika Br;
Dafit, Febrina
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 10, No 1 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/1202424584
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam mewujudkan lingkungan sekolah zero bullying terhadap kesehatan mental siswa SDN 76 Pekanbaru. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, 3 guru 2 orang siswa. Pengolahan data melibatkan langkah-langkah seperti reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari temuan penelitian, dapat dinyatakan bahwa guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan zero bullying yang baik untuk kesehatan mental siswa di SDN 76 Pekanbaru. Guru bertindak sebagai mediator dan fasilitator adalah guru bertindak dengan memberikan pendampingan dan bimbingan kepada siswa yang terlibat dalam situasi bullying serta memberikan pemahaman kepada siswa mengenai zero bullying menggunakan sumber belajar yang berkaitan dengan bullying; guru sebagai penasihat bertindak memberikan nasehat terkait bullying dengan cara yang mendidik, mendukung, dan proaktif terhadap siswa; serta guru sebagai pembimbing bagi siswa memberikan edukasi kepada para siswa mengenai bullying serta dampaknya dan guru mengadakan diskusi, ceramah, untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang perlunya membentuk lingkungan yang aman di SDN 76 Pekanbaru sehingga dapat menjamin Kesehatan mental siswa di sekolah.