p-Index From 2021 - 2026
12.121
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR Pharmacon JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Pedagogia: Jurnal Pendidikan Science and Technology Indonesia Jurnal Surya Medika Educatio JURNAL TEKNIK INFORMATIKA DAN SISTEM INFORMASI Jurnal Pertanian Agros Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal of Tropical Horticulture Jurnal Basicedu SCIENTIA JOURNAL Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP) JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Jurnal Agrotek Indonesia Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan International Journal of Clinical Inventions and Medical Sciences (IJCIMS) Indonesia Berdaya Jurnal Pendidikan IJPD (International Journal Of Public Devotion) Jurnal Insan Farmasi Indonesia International Journal of Business, Law, and Education Juwara : Jurnal Wawasan dan Aksara Indo-MathEdu Intellectuals Journal Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Chemistry and Materials Journal of Pharmaceutical Care and Sciences Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) Jurnal Basicedu Borobudur Educational Review Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Innovative: Journal Of Social Science Research Sains Medisina Journal of Advances in Medicine and Pharmaceutical Sciences Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran JURNAL ILMIAH GEMA PERENCANA Jurnal Farmasi SYIFA Agrifo: Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Jurnal Teknik Sipil Indonesian Journal of Science and Pharmacy Midwifery And Complementary Care JuTISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi)
Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Berbagai Varietas Cabai Merah Pada Tanah Alluvial Deo, Imanuel Martono; Budi, Setia; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38630

Abstract

The aim of this research is to find out the best variety to the growth and yield of red chillies on alluvial soil. The research was conducted from 16 march to 12 june 2019 in Jl. Siaga, Gg. Siaga Setia,Kubu Raya. The study used a completely randomized design (CRD) method in which the application of variety on red chillies as a single factor. The research consists of 4 treatments with 6 replications and each replication consisted of 4 sample plants. The treatment in question is p1 = Hot Beauty Variety, p2 = Hot Chilli Variety, p3 = Gada F1 Variety dan p4 = Passion Variety. The observed variables in this study are plant height, root volume, the number of fruit per plant, diameter of fruit per plant and weight of fruit per plant. Results of the research shows that variety of Gada f1 and hot chilli variety are able to provide the best tolerance if compared to the hot beauty variety and passion in alluvial soil and environmental plants, their products are not yet out of the product. Keywords : red chili, , variety. alluvial soil
The Effect of Nutrition combination Ab-Mix and fermented cow urine To Growth and Results Mustard of Hydroponic Culture syukur, abdul; budi, setia; ., nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.39339

Abstract

This research was conducted to determine the combination of ab-mix nutrients and fermented cow urine for growth and results mustard of hydroponic culture. This research was conducted in the district Ngabang in district Landak West Kalimantan which lasted 13 January until 23 February 2019. The method used is the complete randomized design (CRD) consisted of 6 treatments, 4 replitions, and 6 sampling unit plants. The combination of ab-mix nutrients and fermented cow urine where P1 = 5 ml Ab-Mix/L solution, P2 = 2.5 ml Ab-Mix + 50 ml fermented cow urine/L solution, P3 = 2.5 ml Ab-Mix + 60 ml fermented cow urine/L solution, P4 = 2.5 ml Ab-Mix + 70 ml fermented cow urine/l solution, P5 = 2.5 ml Ab-Mix + 80 ml fermented cow urine/L solution and P6 = 90 ml of fermented cow urine/L solution. Variable observations in this research were plant height, number of leaves, area of leaf, plants fresh weight, plants dried weight, and the volume of roots. The results showed that combination of nutrients ab-mix and fermented cow urine had a significant effect on all observation variables, the best treatments of control 5 ml ab-mix/L solution, lowest treatment of control 90 ml of fermented cow urine/L solution and the best combination treatment 2.5 ml Ab-Mix + 80 ml fermented cow urine/L solution. Keywords : Ab-mix goodplant, cow urine is fermented, hydroponics, Mustard.
PENGARUH ABU KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TALAS PADA TANAH GAMBUT Ermiwati, Ermiwati; Radian, Radian; Budi, Setia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48657

Abstract

Pemanfaatan umbi talas sebagai bahan pangan alternatif belum dapat segera terpenuhi akibat rendahnya produktivitas umbi talas selama ini. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab rendahnya hasil tersebut antara lain adalah umumnya tanaman talas ditanam di lahan pekarangan sebagai tanaman sampingan dengan asupan nutrisi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis abu kayu yang paling tepat untuk tanaman talas pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Pontianak dari bulan Oktober 2020 hingga Februari 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan pola Faktorial Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian ini memiliki satu faktor yaitu dosis abu kayu sebanyak 6 taraf dan 4 ulangan, sehingga dihasilkan 24 petakan. Setiap petakan memiliki 4 tanaman sampel, dihasilkan 96 tanaman sampel. Faktor dosis abu kayu (A) yaitu : A1 5 ton/ha, A2 15 ton/ha, A3 25 ton/ha, A4 35 ton/ha, A5 45 ton/ha, dan A6 55 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat kering tanaman bagian atas, dan berat basah umbi. Pemberian abu kayu dengan dosis 55 ton/ha atau setara dengan 19 kg/petak dapat meningkat pertumbuhan dari variabel berat kering tanaman dan jumlah daun. Pemberian abu kayu dosis 55 ton/ha menghasilkan nilai rerata tertinggi terhadap pertumbuhan tanaman talas pada tanah gambut. Kata kunci : abu kayu, gambut, talas.
PEMBERIAN ABU KAYU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BABY MENTIMUN PADA TANAH GAMBUT Julia, Nye Putri; Budi, Setia; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48932

Abstract

Pemberian abu kayu dan NPK pada tanah gambut dapat meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi yang sesuai untuk tanaman baby mentimun pada tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi abu kayu dan NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman baby mentimun pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan KEP"â„ĒS Agro Jl. Sui Raya Dalam, Kota Pontianak berlangsung dari 4 Februari "“ 16 Maret 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah abu kayu dengan 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah pupuk NPK. Masing-masing faktor diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Faktor pertama adalah Abu Kayu (A) a1 = Abu Kayu 310 g/polybag setara dengan 20 ton/ha, a2 = Abu Kayu 430 g/polybag setara dengan 28 ton/ha, a3 = Abu Kayu 552 g/polybag setara dengan 36 ton/ha. Faktor kedua adalah pupukNPK (N) n1 = pupuk NPK 16 g/polybag setara dengan 200 kg/ha, n2 = pupuk NPK 24 g/polybag setara dengan 300 kg/ha, n3 = pupuk NPK 32 g/polybag setara dengan 400 kg/ha Variabel yang diamati yaitu, berat kering tanaman, volume akar, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya interaksi dari pemberian abu kayu dan NPK pada variabel volume akar yaitu abu kayu 28 ton/ha yang setara 430 g/polybag dengan NPK 400 kg/ha yang setara 32 g/polybag. Pemberian abu kayu dosis 36 ton/ha berbeda nyata dengan 20 ton/ha dan 28 ton/ha terhadap berat kering sedangkan pemberian NPK tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan.Kata kunci : Abu kayu, baby mentimun, gambut, pupuk NPK.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Daun Lamtoro terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakchoy pada Tanah Gambut Bella, Apriana; Zulfita, Dwi; Budi, Setia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49580

Abstract

Peningkatan produksi sawi pakchoy pada tanah gambut perlu diimbangi dengan teknik budidaya yang baik, salah satunya dengan mengaplikasikan POC daun lamtoro sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC daun lamtoro yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi pakchoy pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Waktu penelitian dimulai dari tanggal 18 Agustus sampai 4 Oktober 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). POC daun lamtoro diaplikasikan dengan berbagai konsentrasi. Perlakuan yang dimaksud adalah p1( 5 ml/liter air ); p2 (10 ml/liter air); p3 (15 ml/liter air); p4 (20 ml/liter air); p5 (25 ml/liter air). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali, dan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga tanaman sampel seluruh nya yaitu 100 tanaman. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC daun lamtoro dengan konsentrasi 20 ml/liter air secara umum dapat memberikan pertumbuhan dan hasil pakchoy yang terbaik pada tanah gambut, tetapi dengan pemberian POC daun lamtoro konsentasi 15 ml/liter air sudah efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil pakchoy pada tanah gambut. Kata Kunci : POC daun latoro, sawi pakchoy, tanah gambut
PENGARUH BOKASHI PAKIS DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI BESAR PADA TANAH ALUVIAL Oktala, Frestin Rif'at Yoga; Budi, Setia; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58190

Abstract

Cabai besar (Capsicum annum L.) adalah salah satu komoditas yang dikenal sebagai penyedap rasa dan pelengkap menu masakan khas Indonesia sehingga banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Penggunaan tanah aluvial memiliki kendala yaitu tekstur yang pejal dan tergolong liat atau liat berpasir serta miskin kandungan bahan organik, mikroorganisme dan unsur hara, sehingga diperlukan penambahan bokashi pakis dan pupuk NPK. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi pemberian bokashi pakis dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil cabai besar pada tanah aluvial serta untuk mendapatkan dosis terbaik dari bokashi pakis dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil cabai besar pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan percobaan Faktorial Rancangan Acak Kelompok (RAK Faktorial) yang terdiri atas 3 taraf pemupukan bokashi pakis dan 3 taraf pemupukan NPK sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan yaitu b1p1 (bokashi pakis 10 ton/ha dan NPK 150 kg/ha), b1p2 (bokashi pakis 10 ton/ha dan NPK 200 kg/ha), b1p3 (bokashi pakis 10 ton/ha dan NPK 250 kg/ha), b2p1 (bokashi pakis 15 ton/ha dan NPK 150 kg/ha), b2p2 (bokashi pakis 15 ton/ha dan NPK 200 kg/ha), b2p3 (bokashi pakis 15 ton/ha dan NPK 250 kg/ha), b3p1 (bokashi pakis 20 ton/ha dan NPK 150 kg/ha), b3p2 (bokashi pakis 20 ton/ha dan NPK 200 kg/ha), dan b3p3 (bokashi pakis 20 ton/ha dan NPK 250 kg/ha). Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, jumlah buah per petak, berat buah per buah, berat buah per tanaman, dan berat buah per petak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi bokashi pakis 10 ton/ha dan pupuk NPK 200 kg/ha memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan hasil cabai besar pada tanah aluvial.Kata Kunci : Bokashi Pakis, Cabai Besar, Pupuk NPK, Tanah Aluvial
PENGARUH KOMBINASI AB MIX DAN POC TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA SECARA HIDROPONIK WICK SYSTEM Miranti, Priti Agus; Budi, Setia; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62124

Abstract

Peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman selada pada sistem hidroponik dengan pengaplikasian kombinasi AB Mix dan POC dapat membantu meminimalisir penggunaan pupuk AB Mix yang merupakan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi AB mix dan POC terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada secara hidroponik wick system. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 14 Juli "“ 8 September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 8 taraf perlakuan dengan 3 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari 4 sampel. Jadi total keseluruhan yang diperoleh 96 tanaman. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari 100% AB mix, 90% AB mix + 10% POC, 80% AB mix + 20% POC, 70% AB mix + 30% POC, 60% AB mix + 40% POC, dan 50% AB mix + 50% POC, 40% AB mix + 60% POC, 30% AB mix + 70% POC. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi perlakuan dari kombinasi AB Mix dan POC berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan berat segar tanaman namun berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi AB Mix dan POC yang menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada tanaman selada adalah 80% AB Mix + 20% POC.Kata Kunci : Hidroponik, Kombinasi AB Mix dan POC, Selada
PENGARUH KONSENTRASI AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA DENGAN SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT Frasetiawan, Blasius Tresko; Budi, Setia; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.62288

Abstract

Faktor yang mempengaruhi sistem produksi tanaman adalah larutan nutrisi yang menjadi penentu penting dalam menentukan hasil dan kualitas tanaman. Pemberian nutrisi dalam budidaya hidroponik harus memperhatikan konsentrasi yang diaplikasikan terhadap tanaman. Pemilihan konsentrasi perlu dilakukan untuk mendapatkan konsentasi yang tepat yang dapat dilakukan melalui pengujian di lapangan menggunakan sistem hidroponik substrat agar mengetahui konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi AB Mix terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga dengan sistem hidroponik substrat. Untuk mendapatkan konsentrasi AB Mix yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga dengan sistem hidroponik substrat. Untuk mengetahui hubungan korelasi antara variabel pengamatan terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga dengan sistem hidroponik substrat.Penelitian ini dilaksanakan di Green House Aloe Vera Center, Jl. Budi Utomo No. 29, Siantan Hulu, Pontianak, Kalimantan Barat. Waktu penelitian ini berlangsung pada tanggal 04 April "“ 29 Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian nutrisi AB Mix yang terdiri dari 5 perlakuan, masing-masing perlakuan dilakukan ulangan sebanyak 4 kali dan setiap perlakuan terdapat 5 sampel tanaman sehingga terdapat 100 satuan percobaan. Perlakuan konsentrasi yang dimaksud adalah sebagai berikut: a0 = AB Mix Good Plant = 1000 ppm (kontrol), a1 = AB Mix BL = 800 ppm, a2 = AB Mix BL = 1000 ppm, a3 = AB Mix BL = 1200 ppm, a4 = AB Mix BL = 1400 ppm. Variabel yang diamati sebagai berikut: tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), volume akar (cm3), luas daun (cm2), berat kering tanaman (g), berat segar bunga/krop (g), dan diameter krop (cm).Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi AB Mix dapat meningkatkan pertumbuhan kubis bunga pada variabel tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 2, 3, dan 4 MST, serta berat kering tanaman. Konsentrasi nutrisi AB Mix Good Plant 1000 ppm (kontrol) dan AB Mix BL 1000 ppm memberikan hasil terbaik pada berat segar bunga/krop tanaman kubis bunga. Hasil korelasi pengaruh AB Mix antara variabel diameter krop dan berat segar bunga/krop menunjukan hubungan korelasi yang tinggi dengan nilai analisis pearson sebesar 0,684. Hubungan kedua variabel juga signifikan dilihat dari angka signifikasi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,001.
PENGARUH BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK ORGANIK CAIR URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELEDRI PADA TANAH ALUVIAL Aliamin, Aliamin; Anggorowati, Dini; Budi, Setia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62794

Abstract

Tanaman seledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman sayuran daun yang banyak digunakan sebagai bahan penyedap pada berbagai masakan, sebagai tanaman obat dan kosmetik. Pengembangan produksi seledri yang optimal sangat ditentukan oleh teknik budidaya tanaman yang baik dan tepat, salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu tanah dan pemupukan serta ketersediaan unsur-unsur hara bagi pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara dosis biochar sekam padi dan konsentrasi pupuk organik cair urine sapi yang memberikan pertumbuhan dan hasil seledri yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Reformasi Gg. Racana Untan, mulai dari bulan September - November 2022. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Faktorial RAL yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis biochar sekam padi (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1 = 10 ton/ha, b2 = 15 ton/ha, dan b3 = 20 ton/ha. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair urine sapi (U) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu u1 = 100 ml/l air, u2 = 150 ml/l air, u3 = 200 ml/l air, dan u4 = 250 ml/l air. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 144 tanaman. Variabel yang di amati dalam penelitian ini yaitu pertambahan tinggi tanaman, jumlah pelepah daun, jumlah anakan, volume akar, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara dosis biochar sekam padi dan POC urine sapi pada variabel volume akar dan berat basah tanaman tetapi tidak terjadi interaksi terhadap variabel pertambahan tinggi tanaman, jumlah pelepah daun, jumlah anakan, dan berat kering tanaman. Perlakuan dosis biochar sekam padi 15 ton/ha dan konsentrasi POC urine sapi 100 ml/l air merupakan perlakuan yang efektif yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil seledri pada tanah aluvial.
Co-Authors . Azmeri, . ., Darussalam ., Rahmidiyani AB, Suryo Abdul Syukur Achmad Mulyadi Adeng Hudaya Afrizal Afrizal Agita, Rendi Agung Imaduddin, Agung Agung Purwanto Agussabti Agussabti Agustina Listiawati Agustina, Ani aliamin aliamin Alias, Juliawati Alkamalia, Intan AMBARWATI, ANNISA Amelia Amelia ANDANI, NERI Andini, Meliana Angkat, Juliani Ani, Nova Andri Anita Fitriani Annisa, Devy Nur Anshori, Rahmat Giri Ardianto, M. Rafi Ardisal Ardisal Ardisya, Pinky Alifanda Aris Munandar Armaini, Armaini arsenius, karlo Aryzki, Saftia as, Nurjani Asep Riswoko Askardiya Mirza Gayatri Asnah, Megaiswari Biran Asnawati Asnawati Astina - Auliya, Annisa Ayu Safitri Bambang Raharjo Raharjo Bella, Apriana Bernard Renaldy Suteja Budi, Setia Caesa Anjarini, Saniyya Cahya, Nur Chandra, Cato Damri Damri Daniati Daniati Daniel Edbert, Daniel Darussalam Darussalam, Darussalam Dede Mahdiyah, Dede Deden Ibnu Aqil, Deden Ibnu Deo, Imanuel Martono Deswara, Raka Desy Meldawati Dewi Susanti Atmaja Dewi, Ratih Ratna Dian Ardianti, Riski Din, Wahyu Dina Lestari, Dina Dini Anggorowati dupa bandem, putu Dwi Zulfita Eddy Santoso Ermiwati, Ermiwati Ernanda Putri, Wina Julia Eva Wardah Evi Ulina Margaretha Situmorang Fajri Fajri Faperta, Warganda Fatmawati Fatmawati Febrianty, Deliza Ferry Budhi Susetyo Frasetiawan, Blasius Tresko Gaby Arnez Gumarus, Ellora Griselda Habilene, Adrian Hadhrianor, Hadhrianor Haikal, Vikri Hamid, A Human Handika, Caca Hapnes Toba Hariyanti, Agus Hariyati, Agus Hasbi, Muhammad Yunan Hendayana, Taufik Hendri Akino Hendrianus, Oskar Henny Sulistyowati Hulu, Welpin Huzaimah Huzaimah Ida Ayu Putu Sri Widnyani Iga Setia Utami Imam Basori Istiqamah, Istiqamah Iwan Santosa, Iwan Iwan Sasli Jalil, Fadli Jannah, Rehan Nil Julia, Nye Putri Juliansyah Juliansyah Jurisa, Enny Karami, Muhammad Rian Al Nafis Kasiyati Kasiati Khairunnisa Khairunnisa Kharisma, Nazza Kiswan Muhammad Klin, Sebastianus Arnaldi Jimes Kristiana, Isha Desty Kurniawari, Darini Lestari, Tri Indah Lisaura, Inggrit Windy Lisyanti, Fatthiya Maharani, Tri Anita Maharatini, Meieklesia Maisura Maisura Malahayati, Siti Maleh, Arie MANTARI, SUSI Maria Paristiowati Maulidi Maulidi Mawardati Mawardati Mega Iswari Mewati Ayub Mia Audina, Mia Miranti, Priti Agus Mona Yulita Mori, Bartolomeus Mu'min, Aziz Muhammad Ridha Muhammad Zulfadhilah Mukti, Yusuf Anggoro Mulyani, Yuli Mustaqimah Mustaqimah Nabila, Putri Narabel, Julio Nastiti, Kunti Newar Tania Niko, Jordan Fanggie Nisrina, Salwa Nome, Ricky Yosandra nooryuliawati, asma Norhayati, Eko Noval , Noval Noval Noval Novebrina, Hilda Nugraha, Dyan Fitri Nugraha, Zen Achmad Redho Nur Hidayah Nurhastuti, Nurhastuti Nurjanah, Sofiana Nurjani NURUL HIDAYAH Nurwijayanti Oktala, Frestin Rif'at Yoga Panjaitan, Erwin Setiawan Pertiwi, Pransiska Cahaya Pramono, Galih Prasetya, Dendy Wardhana Prasetya, Septyan Eka Pratama, Didiek Purwaningsih - Puspa Rini, Eka Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Agustina Anci Putri, Dhea Adiyani Putri, Mela Julia Putri, Monica Qibtiyah, Mariatul Radian Radian Rahmadani Rahmadani Rahmawati, Sinta Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Ramadhan, Puteri Wulan Ramadina, Najwa Rayani, Gusti Nur Redho Nugraha, Zen Achmad Revina, Monica Rezky D.A Pinem, Rezky D.A rianda, mayu arya Riani Riani, Riani Ridwan, Ridwan Rika Mursyida Rina Rina Rina Saputri Rini Susana Rini, Ilma Widya Rita Riyani Robbi, Dzikri Rohama, Rohama Romadhina, Rodhiatul Rosdiana Rosdiana Ruwaidah, Ruwaidah Sabrina, Lea Safaruddin Sahid Hidayat, Sahid Sanjaya, David saputra, lely Saputra, Rio Sari Br. Ginting, Eva Indah SARI, DIAN NUR ADKHANA Silalahi, Cipta Weldi Simahayati, Simahayati Sina sina, Sina Sinaga, Ade Siti Hadijah Siti Sarah, Siti Sri Lestari Ramadhani Nasution Steffi Harkensia, Linur Sukesih Sukesih, Sukesih Suko Priyono Surachman . Surachman Surachman Surya Rinjani, Lalu Erwin Tri Suryati Suryati Susanti Suhartati, Susanti Syafei, Devi Syahfitri, Ria Dila Syahfitri, Ria Dila Syahriani Syahriani, Syahriani Syaifudin Syaifudin, Syaifudin Syamsidik, Syamsidik Syamsu, Erlina SYUKRIADI, DEDI Tatang Abdurrahman, Tatang Tsaputra, Antoni Tumanggor, Agustina Hotma Uli Tunggal, Arie Tuti Alawiyah Tuti Alawiyah Usman Usman Uzma, Nor Syafa'atul Vilano, Nucky Wahyu Kurniawan WALKIS, WALKIS Wandi, Tiodorus Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN Wibisono, Christian Widyaya, Juan Elisha Windarto - Wulandari Saputri, Wulandari Wulandari, Nurul Lathifa Yanti Yanti Yeremia Didit N Yudanto, Sigit Dwi Yuliani, Riski Yulita, Mona Yunita Sari Yusri Yusri Yusri YUSUF, KASIM PURNAMA Yuwindry, Iwan Zulmiyetri Zulmiyetri