Articles
Implementasi Pendidikan Multikultural dilihat dari Perspektif Guru, Kepala Sekolah dan Kegiatan Siswa di Sekolah Dasar
Ramadhani, Sulistyani Puteri;
Marini, Arita;
Maksum, Arifin
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.618
Penelitian ini bertujuan untuk melihat implementasi multiukultural di SDS Yasporbi 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Karateristik partisipan penelitian meliputi kepala sekolah, guru-guru sebanyak 4 orang di SDS Yasporbi 1 Jakarta Selatan. Teknik pengumpulan data dengan wawancara semi terstruktur, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis tematik. Penelitian ini mengungkapkan 4 (empat) tema yaitu Upaya guru untuk implementasi pendidikan multicultural, Perspective kepala sekolah penerapan multikultural; proses kegiatan pembelajaran di kelas multicultural; proses kegiatan ekstrakulikuler. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum ke empat partisipan, yaitu guru kelas tinggi, guru kelas rendah, kepala sekolah, guru agama yang memiliki pengalaman yang berbeda didalam pelaksanaan multicultural yang dialami partisipan.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Multikultural di Sekolah Dasar
Romadon, Muhammad;
Marini, Arita;
Maksum, Arifin
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.734
This research is about the description of the implementation of multicultural-based learning. The results of this study indicate the implementation of multicultural-based learning in elementary schools of SDN Menteng 03 Pagi South Jakarta, namely 1) learning is carried out, 2) creating a pleasant learning atmosphere, 3) using various learning methods, 4) implementing learning media using laptops and learning facilities according to student needs, 5) showing learning outcomes, 6) establishing cooperation between teachers and parents. Meanwhile, the main factor supporting teachers in order to provide effectiveness of multicultural-based learning is by utilizing facilities that support learning and learning facilities. Then the main factor that makes multicultural-based learning very good is the collaboration between teachers and parents. The research method used is data triangulation, namely teacher respondents, school principals and students.
Hubungan Tingkat Kecanduan Game Online dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas III di Sekolah Dasar
Darmawan, Raditya Rizky;
Maksum, Arifin;
Nurhasanah, Nina
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7698
Fenomena kecanduan terhadap game online sudah merambah ke kalangan siswa sekolah dasar yang menyebabkan siswa terfokus pada kegiatan bermain game saja sehingga kegiatan belajar atau hal-hal penting lainnya seringkali terlupakan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu hubungan mengenai tingkat kecanduan game online dengan motivasi belajar siswa kelas III di SDN Jagakarsa 07. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SDN Jagakarsa 07, yaitu 81 siswa. Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data bersifat normal dan linear. Hasil uji korelasi diperoleh nilai pearson correlation antara tingkat kecanduan game online dengan motivasi belajar siswa kelas III SDN Jagakarsa 07 sebesar -0,507 dan nilai p value <0,001 (p < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan antara tingkat kecanduan game online dengan motivasi belajar siswa kelas III di SDN Jagakarsa 07. Keinginan untuk bermain game online dapat menggeser fokus anak dari aktivitas belajarnya, mengabaikan tugas-tugasnya, dan bahkan merasa malas untuk belajar
Hubungan Pergaulan Teman Sebaya dengan Kesantunan Berbahasa Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Kelurahan Semper Barat
Nabilah, Salsa;
Maksum, Arifin;
Nurhasanah, Nina
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7700
Dalam pergaulan teman sebaya, anak dapat mengembangkan keterampilan bersosialisasi dan menjalin keakraban, anak juga dapat menjalin hubungan dan memperoleh rasa kebersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pergaulan teman sebaya dengan kesantunan berbahasa siswa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif jenis korelasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di SDN Semper Barat 13 yang terbagi dalam 4 kelas dengan jumlah peserta didik sebanyak 127 orang, sampel yang dipakai hanya satu kelas yaitu kelas V B dengan jumlah peserta didik sebanyak 25 orang. Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data bersifat normal dan linear. Hasil uji korelasi memperoleh nilai pearson correlation sebesar 0,587 dan nilai p value <0,002 (p < 0,05). Jadi, dapat disimpulkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara pergaulan teman sebaya dengan kesantunan berbahasa siswa kelas V di SDN Semper Barat 13. Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan landasan bagi para guru agar lebih memperhatikan interaksi antar siswa di sekolah
Hubungan Gaya Mengajar Guru dengan Keaktifan Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika di Kelas V Sekolah Dasar
Khairinnisa, Wafa;
Nurhasanah, Nina;
Maksum, Arifin
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7711
Pada sesi pagi kelas V di SDN Cipinang Besar Utara 10, terdapat kurangnya keterlibatan siswa, hal ini menunjukkan adanya korelasi antara pendekatan pembelajaran yang dilakukan guru dengan besarnya minat belajar siswa. Oleh karena itu, sangat penting bagi pendidik untuk memahami metodologi pengajaran yang menarik bagi siswa, agar dapat menarik perhatian mereka dan mendorong keterlibatan aktif mereka dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara metode pengajaran guru dengan tingkat keterlibatan matematika pada siswa kelas V SDN Cipinang Besar Utara 10 Pagi. Metodologi penelitian menggunakan teknik deskriptif kuantitatif, pengumpulan data melalui pemberian angket dan observasi terhadap jumlah sampel 30 siswa. Penyelidikan menunjukkan korelasi substansial antara pendekatan pengajaran interaktif guru dan tingkat partisipasi siswa dalam pembelajaran dalam bidang pendidikan matematika. Temuan ini sejalan dengan teori konstruktivis, yang menyoroti pentingnya interaksi sosial dalam proses pembelajaran. Studi ini menyoroti pentingnya menciptakan metode pengajaran yang lebih baik untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pendidikan matematika di tingkat dasar. Singkatnya, penelitian ini sangat meningkatkan pemahaman kita tentang interaksi antara pendekatan pengajaran guru dan tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga menawarkan wawasan berharga untuk kemajuan pendidikan
Hubungan Pola Asuh Demokratis Terhadap Kemandirian Belajar Pendidikan Pancasila Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Oktafiani, Thania;
Nurhasanah, Nina;
Maksum, Arifin
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7779
Kemandirian belajar merupakan salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan, namun nyatanya masih terdapat siswa yang belum memiliki kemandirian belajar. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kemandirian belajar adalah pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan signifikan antara pola asuh demokratis terhadap kemandirian belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 06 Lubang Buaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan jenis korelasional dengan sampel seluruh siswa kelas V-D SDN Lubang Buaya tahun ajaran 2024/2025 sebanyak 30 orang menggunakan simple random sampling. Untuk mendapatkan data menggunakan instrument berupa kuesioner pola asuh demokratis dan kemandirian belajar Pendidikan Pancasila yang dihitung menggunakan Skala Likert. Hasil temuan diperoleh bahwa nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,671 yang bearti lebih besar dari 0,05 dengan nilai signifikansi sebesar 0,081 yang bearti lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara pola asuh demokratis terhadap kemandirian belajar Pendidikan Pancasila
Hubungan Efikasi Diri dengan Kedisiplinan Belajar Pendidikan Pancasila Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Estiningtyas, Talitha Cahyawati;
Nurhasanah, Nina;
Maksum, Arifin
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7786
Kedisiplinan belajar yang dimiliki oleh siswa terbentuk dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal, salah satu faktor internal yaitu keyakinan dalam hal ini adalah keyakinan pada kemampuan yang dimiliki (efikasi diri). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kedisiplinan belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas V sekolah dasar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional dengan sampel dalam penelitian yaitu siswa kelas VB SDN Pinang Ranti 09 sebanyak 28 siswa dengan menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner berskala likert dengan empat pilihan jawaban yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji hipotesis menggunakan uji korelasi pearson. Hasil dari penelitian ini menunjukkan besar Sig. (2-tailed) yaitu 0,001<0,05, yang berarti terdapat hubungan antara variabel efikasi diri dengan kedisiplinan belajar. Lalu nilai Pearson Correlation pada dua variabel sebesar 0,574, yang berarti bahwa memiliki hubungan yang sedang dan juga positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara efikasi diri dengan kedisiplinan belajar pendidikan pancasila siswa kelas V sekolah dasar.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK UNTUK SEKOLAH DASAR
Ika Lestari, Florentina Jenanu, Arifin Maksum,
Perspektif Ilmu Pendidikan Vol. 28 No. 2 (2014): Perspektif Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.166 KB)
|
DOI: 10.21009/PIP.282.4
Social science is closely related to the human life and social Science helps the students to develop his/her logic beside value and morality. However social science tend to be recital and the information and the knowledge the student obtains are verbal products. The social science characteristics make the instructional process is dominated by expository approach and the teacher mostly uses oral method. This research aimed at improving the student’s learning achievement at Government Elementary School 9, Grade V, in Rawamangun, East Jakarta, by applying talking stick method. The research conducted as from July through September 2014, employed classroom action research with Kemmis and Taggard’s model. The finding indicated talking stick method is effective to improve the student’s learning achievement.
DAMPAK BUDAYA LITERASI TERHADAP KARAKTER TANGGUNGJAWAB PESERTA DIDIK PADA ABAD 21
Abustang, Perawati Bte;
Maksum, Arifin;
Nurhasanah, Nina
JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Vol 7, No 1 (2023): JMIE (JOURNAL OF MADRASAH IBTIDAIYAH EDUCATION)
Publisher : PD PGMI se Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32934/jmie.v7i1.510
The application of a literacy culture can have an impact on strengthening the character of elementary school students. A literacy culture that is instilled early in elementary school can continuously form good character in elementary school children. This study aims to determine the impact of literacy culture on the responsible character of students in the 21st century. The research study was conducted using a quantitative approach using the ex post facto method. The population in this study were 87 students from SD Negeri Bawakareang I Makassar City from grades 4, 5 and 6, while the sample consisted of 55 students obtained by random sampling technique. The data collection method used a questionnaire and was analyzed using SPSS 21. The results of the descriptive analysis showed that a literacy culture of 55% was in the very influential category and the character of responsibility was in the very good category with a percentage value of 53. The results of the inferential analysis showed that there was an influence of literacy culture on the character of the participants' responsibilities students in the 21st century by obtaining a value of Sig 0.000 as determined by Sig (0.000) < (0.05) so that H0 is rejected and H1. The implications of this research are (1) Teachers should pay attention to the media used as teaching materials; (2) Students who are digitally literate must be motivated to develop their learning outcomes (3) A literacy culture can foster an interest in reading and have an impact on the character of responsibility; (4) For other researchers, they can conduct studies outside the culture of literacy and character of responsibility.
Pemberdayaan Guru dalam Meningkatkan Minat Kewirausahaan Siswa
Arita Marini;
Endang Wahyudiana;
Arifin Maksum;
Julius Sagita;
Sri Nuraini;
Taufik Rihatno;
Endang Kurnianti;
Juhana Sakmal;
Muril Zahari
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 3 No. 3 (2024): Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30640/cakrawala.v3i3.3050
Empowering groups of teachers in increasing students' interest in entrepreneurship can provide guidance for students, so that students become interested in entrepreneurship from an early age. Students can develop creativity and entrepreneurial culture, as well as open their minds about future opportunities, be sensitive to community needs, and become skilled problem solvers. The urgency of empowering this group of teachers is that teachers must be able to increase students' entrepreneurial interest so that they are ready to become professional workers full of integrity in the future.