p-Index From 2021 - 2026
16.931
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) HAYATI Journal of Biosciences Journal of Tropical Life Science : International Journal of Theoretical, Experimental, and Applied Life Sciences Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan The Journal of Experimental Life Sciences (JELS) Jurnal Vektor Penyakit Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Pharmaciana: Jurnal Kefarmasian Journal of Degraded and Mining Lands Management Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan JURNAL PHARMASCIENCE JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi Berkala Kedokteran The Indonesian Biomedical Journal Sari Pediatri Padjadjaran Journal of Dentistry Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Universa Medicina JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Medical Laboratory Technology Journal Jurnal Surya Medika Jurnal Berkala Kesehatan JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) EnviroScienteae Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Indonesian Journal of Chemistry SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Media Ilmu Kesehatan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Acta Biochimica Indonesiana YARSI Medical Journal Jurnal Respirasi (JR) Jurnal Jejaring Matematika dan Sains Jurnal Ners An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat Science Midwifery Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology JOURNAL LA MEDIHEALTICO MAHESA : Malahayati Health Student Journal Indonesian Journal of Perinatology Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Pengabdian Ilung (Inovasi Lahan Basah Unggul) Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa (JPMF) JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Biological Environment and Pollution Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Gunung Djati Conference Series Gema Lingkungan Kesehatan Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Leuser Journal of Environmental Studies Borneo Journal of Pharmacy Journal of Advanced Research in Social Sciences and Humanities Journal of Management Practices, Humanities and Social Sciences NMI THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Jurnal Abdimas Mahakam Journal of Pharmascience Indonesian Journal of Global Health Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Stress Oksidatif Pada Bayi Prematur Bambang Setiawan; Eko Suhartono; Mashuri Mashuri
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v5i1.1861

Abstract

Preterm babies can be considered as a disease with an oxidative stress compo-nent. Beside that, in preterm babies found any disease which have causal link with the action of reactive oxygen species. Damaged which mediated by reactive oxygen species caused bay decreased of endogenous antioxidant defense. In the hospital preterm babies can expose by some source o oxidative stress, such blood transfusion, high concentration oxygen therapy, and parenteral nutrition feeding.Bayi prematur dapat dipertimbangkan sebagai penyakit akibat komponen stress oksidatif. Kerusakan yang ditimbulkan oleh Senyawa Oksigen Reaktif tersebut diperantarai oleh rendahnya sistem antioksidan endogen. Di samping itu, dalam perawatan di rumah sakit, bayi prematur sering terpajan berbagai kondisi yang merupakan sumber stress oksidatif. Kondisi tersebut dapat berupa transfusi darah, terapi oksigen konsentrasi tinggi, dan pemberian makan dengan nutrisi parenteral.
Modifikasi Protein Akibat Pembebanan Glukosa dengan Model Reaksi Glikosilasi Nonenzimatik in vitro Eko Suhartono; Bambang Setiawan; - Mashuri; Maya Juniarti; Insanul Kamilah; - Haudhiya
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i1.1653

Abstract

Glycocylation reaction causes protein modification. Glycocylation is a reaction between aldehyde group from reducing sugar with amine group of protein. The aim of this study was to measure Advanced Glycation End Products (AGEs) formation, dicarbonyl compound and tyrosine degradation in glycocylation reaction in vitro. A quasi experimental study was done to four treated groups, i.e. P1= 5 ml Bovine Serum Albumin (BSA), 10 ml phosphate buffer dan 10 ml aquadest; P2= 5 ml BSA, 10 ml phosphate buffer and 10 ml glucose 125 mM; P3= 5 ml BSA, 10 ml phosphate buffer and 10 ml glucose 250 mM; P4= 5 ml BSA, 10 ml phosphate buffer and 10 ml glucose 500 mM. AGEs compound was measured for 21 days using spectrophotometer at X = 390 nm. Dicarbonyl compound was measured by DNPH odification methods at X = 470 nm. Tyrosine degradation was measured usingMillon-Nasse reaction. Anova and Tuckey HSD test concluded there are significant difference between each groups (P0,05). Based on correlation regresion test conclude that the increase of dicarbonyl compounds, AGEs and tyrosine degradation had positive correlation with increase of glucose concentration. Glucose overloading could induce protein modification in vitro.Salah satu penyebab modifikasi protein adalah reaksi glikosilasi. Reaksi glikosilasi adalah reaksi antara gugus aldehid gula pereduksi dengan gugus amina protein. Penelitian ini bertujuan mengukur Advanced Glycation End Products (AGEs), senyawa dikarbonil maupun degradasi tirosin pada reaksi glikosilasi in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu denganpre andpost control group design terhadap empat kelompok perlakuan, yaitu P1= 5 ml Bovine Serum Albumin (BSA), 10 ml buffer fosfat dan 10 ml aquadest; P2= 5 ml BSA, 10 ml buffer fosfat dan 10 ml glukosa 125 mM; P3= 5 ml BSA, 10 ml buffer fosfat dan 10 ml glukosa 250 mM; P4= 5 ml BSA, 10 ml buffer fosfat dan 10 ml glukosa 500 mM. Absorbansi senyawa AGEs diukur selama 21 hari pada X = 340 nm sedangkan absorbansi senyawa dikarbonil diukur dengan X = 390 nm dan absorbansi degradasi tirosin dengan k=470 nm. Pengukuran absorbansi senyawa dikarbonil menggunakan metoda DNPH yang dimodifikasi, sedangkan pengukuran degradasi tirosin menggunakan reaksi Millon-Nasse. Berdasarkan hasil uji Anova dan Beda Nyata Jujur, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (P0,05) tiap kelompok perlakuan. Berdasarkan uji korelasi regresi dapat disimpulkan bahwa pembentukan senyawa dikarbonil, AGEs dan degradasi tirosin berkorelasi positif dengan peningkatan konsentrasi glukosa. Pembebanan glukosa yang berlebih dapat memicu modifikasi protein in vitro.
Potensi ADP dan Katalase dalam Ekstrak Air Lidah Buaya (Aloe vera) sebagai Antiinflamasi pada Model Tikus Luka Terkontaminasi Agung Biworo; Windy Yuliana Budianto; Rismia Agustina; Eko Suhartono
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v13i1.1054

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera) mengandung enzim antioksidan yang dapat menghambat kerja dari mediator inflamasi dan penghilang rasa sakit. Pada penelitian ini akan diukur aktivitas enzim antioksidan askorbat dependent peroksidase dan katalase ekstrak air Aloe vera serta potensinya sebagai antiinflamasi pada tikus yang mengalami luka terkontaminasi. Penelitian ini menggunakan rancangan post test only control group dengan simple random sampling pada 36 ekor tikus yang terbagi atas 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol (P0)  dan perlakuan (P1) merupakan kelompok tikus dengan luka terkontaminasi yang diberikan balutan dengan menggunakan ekstrak air lidah buaya 0,2 mg/g BB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas enzim antioksidan askorbat dependent peroksidase dan katalase masing-masing 37,8 menit-1 dan 3,145 menit-1 dan rata-rata penurunan intensitas warna kemerahan dari eritema pada kelompok yang diberi ekstrak air lidah buaya (Aloe vera) lebih cepat daripada kelompok kontrol. Diismpulkan bahwa ekstrak air lidah buaya berpotensi sebagai antiinflamasi pada model tikus luka terkontaminasi. Aloe vera contained an antioxidant enzyme that can inhibit the work of the mediators of inflammation and pain. With this research, however, will be measured the antioxidant enzyme activity of ascorbic dependent peroxidase and catalase on water extract Aloe vera and its potential as an anti-inflammatory on rat model wound contaminated. This research uses the post test only control group with simple random sampling techniques, with 36 rats were divided into two groups, namely the control and treatment groups. The control group (P0) is a control group and treatment group (P1)  is a group of mice with wounds contaminated given the wrap by using water extracts of Aloe vera 0.2 mg/g BB. In this study it was concluded that the antioxidant enzyme activity of activity of ascorbic dependent and catalase each 37.8 seconds-1 minute-1 and 3,145. In addition, the decrease in intensity of redness of erythema on the group that was given a water extract of Aloe Vera (Aloe vera) is faster than the control group. It can be concluded that the water extract of Aloe vera as anti-inflammatory potential in a mouse model of contaminated wounds.
POTENSI ANTIINFLAMASI JUS BUAH BELIMBING (Averrhoa carambola L.) TERHADAP DENATURASI PROTEIN IN VITRO Farizka Erianti; Dona Marisa; Eko Suhartono
Berkala Kedokteran Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.463 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v11i1.183

Abstract

Starfruit (Averrhoa carambola L.) is an Asian tree that has been used in traditional medicine. Flavonoids, saponins, and tannins is thought to have antiinflammatory in inhibiting protein denaturation. Protein denaturation is a cause of inflammation.  This study aims to determine the antiinflammatory potential of starfruit in inhibiting protein denaturation in vitro. This study is a quasi experimental, using a model reaction between 5 % BSA were heated to form protein denaturation by two groups: the juice as the test group and diclofenac sodium as the standard group, which is divided to a concentration of 10%, 20%, and 30%. Potential inhibition of protein denaturation is known to determine the value of IC50 . The results of this study indicate that the starfruit juice has the IC50 value of 11.896 % (r=0.842), whereas for diclofenac sodium by 11.872 % (r=0.866). Positive r values indicate the existence of a positive relation between  concentration and inhibiting protein denaturatiom potential. These results indicate that the starfruit juice as a potential inhibitor of protein denaturation for inflamamatory process in vitro. Keywords: antiinflammatory, Averrhoa carambola L., protein denaturatin
POTENSI BUAH NANGKA (Artocarpus heterophyllus L) SEBAGAI ANTIDIABETES IN VITRO Khairina Khairina; Eko Suhartono; Agung Biworo
Berkala Kedokteran Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.491 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v11i2.142

Abstract

Artocarpus species have been used by traditional medicine of Indonesian. It can be useful as anti-bacterial, anti-diabetic, anti-inflammatory, antioxidant and anti-helmintics. The present study was aimed to test the inhibitory glycated hemoglobin potency of aqueous extract of Jackfuit. This study is a quasi experimental research with non randomized method post test-only group design, which using a model reaction of two groups : extract jackfruit as the test group and glikazid as the control group, with each concentration of 10%, 20%, 30%. Potential inhibitor of glycated hemoglobin jackfruit as determining the amount of IC50. From this research  got IC50 of jackfruit extracts is 56,43% (r=0,999) whereas for glikazid of 17.268 (r = 0.989). The value of r indicates a positive relationship between the concentration and the inhibitor glycated hemoglobin potential. These results indicate that the extract of Jackfruit has potential as an inhibitor glycated hemoglobin. Keywords: glycated hemoglobin,  jackfruit, Artocarpus heterophllus L, glikazid.
IMPACT OF HEAVY METALS ON HEXOKINASE ISOFORMS: AN IN SILICO STUDY Ellen Ayuningtyas Pratidina; Eko Suhartono; Bambang Setiawan
Berkala Kedokteran Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.505 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v18i1.12801

Abstract

Abstract: Coal mining activities in South Kalimantan produce waste that is very dangerous if not processed wisely. Coal waste produces heavy metals cadmium and mercury that can pollute the environment. Heavy metals that enter the human body will cause negative impacts in the field of health such as the disruption of the glycolysis process in humans. The purpose of this study was determine the interaction of heavy metals which is cadmium and mercury against hexokinase enzymes using hexokinase enzymes type I, II, III with PDB ID : 4F9O, 2NZT, 3HM8 taken from Protein Data Bank and using the molecular docking website MIB: Metal Ion Binding Site Prediction and Docking server. Docking results will be visualized using chimera app version 1.15. Molecular docking of the heavy metals cadmium and mercury can interact with all three types of hexokinase enzymes. Cadmium metal ions bind hydrophobicly to amino acid residues of hexokinase enzymes type I, II, and III, while mercury metal ions bind covalently coordinate with amino acid residues of hexokinase enzymes type I and III. Mercury metal ions bind more strongly than cadmium metal ions. Of the three types of hexokinase enzymes, mercury metal ions bind most strongly with hexokinase enzyme type II because mercury ions bind to the active site of the three amino acid residues of hexokinase enzymes type II.Keywords: Cadmium ; hexokinase enzyme ; mercury ; molecular docking
POTENSI ANTIINFLAMASI JUS BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana) TERHADAP DENATURASI PROTEIN IN VITRO Muhammad Rizky Tri Aditya; Donna Marisa; Eko Suhartono
Berkala Kedokteran Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v11i2.138

Abstract

Protein denaturation is a cause of inflammation. Autoantigens produced in diseases linked with inflammation are thought to be caused by protein denaturation. Mangosteen fruit (Garcinia mangostana) is used widely in Southeast Asia as an alternativemedicine because of its strong antioxidant property, thus it potentially has an antiinflammatory effect. The aim of this study is to test the anti inflammatory potency of mangosteen juice. This is a quasi experimental study with non randomized posttest-only with control group design method, using reaction model of inflammation consisted of two groups: mangosteen juice as the test group and natrium diclofenac as the standard group, divided into 10%, 20%, and 30% concentration. IC50 value is used to determine the anti-inflammatory potency of mangosteen juice as protein denaturation inhibitor. The result of this study indicate that the mangosteen fruit juice has the IC50 value of 16,91% (r = 0,965), whereas for diclofenac sodium by 11,87% (r = 0,866). A positive value of r indicates a positive relation between concentration and anti inflammatory potency. The result shows that mangosteen juice has a potential as a protein denaturation inhibitor.Keywords: protein denaturation, antiinflammation, mangosteen.
PENGARUH LANSOPRAZOL DAN OMEPRAZOL TERHADAP AKTIVITAS ENZIM KATALASE HEPAR TIKUS Eria Sartika; Eko Suhartono; Agung Biworo
Berkala Kedokteran Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v12i2.1875

Abstract

Abstract: Lansoprazole and omeprazole is a Proton Pump Inhibitor class of drugs that are often used for the treatment of peptic ulcers. Lansoprazole and omeprazole have an influence on the various target organs exposed. Mechanism of lansoprazole and omeprazole in influencing the activity of the enzyme catalase is competing with absolute catalase enzyme substrate (H2O2) in the binding of the enzyme active site. This study aims to determine the effect of lansoprazole and omeprazole against liver catalase enzyme activity. This study was a laboratory experimental study conducted in three groups, namely the control group (P0), the treatment group (P1) is given lansoprazole 30 mg and a treatment group (P2) given omeprazole 20 mg. The result showed the value of Km of the control group (P0) of 13.482 mmol/dm3, the treatment group (P1) of 11,227 mmol/dm3 and the treatment group (P2) of 6,327 mmol/dm3. Analysis of statistical data shows the regression correlation value of p for P1 was 0,01 adn for P2 was 0,02 (p <0.05) and the R value approaching 1 with a linear graph Lineweaver Burk meaningful. Concluded that lansoprazole and omeprazole may affect the activity of the liver enzyme catalase. Keywords: lansoprazole, omeprazole, enzyme catalase, rat liver Abstrak: Lansoprazol dan omeprazol merupakan obat golongan proton pump inhibitor yang sering digunakan untuk pengobatan tukak lambung. Lansoprazol dan omeprazol memiliki berbagai pengaruh terhadap organ target yang terpajan. Mekanisme lansoprazol dan omeprazol dalam mempengaruhi aktivitas enzim katalase adalah berkompetisi dengan substrat absolut enzim katalase (H2O2) dalam mengikat sisi aktif enzim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lansoprazol dan omeprazol terhadap aktivitas enzim katalase hepar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental yang dilakukan pada 3 kelompok, yakni kelompok kontrol (P0), kelompok perlakuan (P1) diberikan lansoprazol 30 mg dan kelompok perlakuan (P2) diberikan omeprazol 20 mg. Hasil penelitian didapatkan nilai Km pada kelompok kontrol (P0) sebesar 13,482 mmol/dm3, pada kelompok perlakuan (P1) sebesar 11,227mmol/dm3 dan pada kelompok perlakuan (P2) sebesar 6,327mmol/dm3. Analisis data statistik korelasi regresi menunjukkan nilai p pada P1 0,01 dan pada P2 0,02 (p<0,05) serta nilai R mendekati 1 dengan grafik linear Lineweaver Burk yang menanjak. Disimpulkan bahwa lansoprazol dan omeprazol dapat mempengaruhi aktivitas enzim katalase hepar mencit. Kata-kata kunci: lansoprazol, omeprazol, enzim katalase, hepar mencit
RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER AKIBAT PAJANAN KADMIUM MELALUI PENGUKURAN KADAR KOLESTEROL DAN CIRCULATING ENDOTHELIAL CELLS DARAH TIKUS PUTIH Anindya Anindya; Ruslan Muhyi; Eko Suhartono
Berkala Kedokteran Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.881 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v12i2.1863

Abstract

Abstract: Coronary Heart Disease (CHD) is a disease caused by narrowing of the coronary arteries of heart due to the process of arteriosclerosis. Broadly speaking CHD triggered by two factors, ie factors that can be modified and controlled. One factor that can be controlled are environmental factors, including exposure to heavy metals, such as cadmium (Cd). Patomekanisme Cd in the trigger CHD until now has not known for certain, but suspected by his activity in the trigger endothelial dysfunction and interfere with cholesterol metabolism. This study aimed to assess the effect of Cd exposure to an increased risk of CHD, by measuring the levels of circulating endothelial cell (CEC) and blood cholesterol the liver of mice. This study was purely experimental design with Post Test Only with Control Group Design. The subjects used were 15 rats (Rattus novergicus) male, Sprague-Dawley, normal activities, aged 3-4 months, weighing 300 ± 10 grams. The research subjects were divided into three groups with the number of each of 5 mice per group, which consists of one control group (P0), and the 2 treatment groups (P1 and P2). Group P0, that rats fed a commercial feed only, P1, namely rats fed a commercial feed + Cd at a concentration of 3 mg / l in drinking water for 1 day (acute), and P2, the mice were fed a commercial + Cd with concentration 3 mg / l in drinking water for 4 weeks (subacute). Each end of the exposure period, rats from each group will do the surgery, to take blood samples. Furthermore, the CEC will be measured and blood cholesterol levels. Data were analyzed statistically using One Way ANOVA and Tukey HSD Post Hoc. The results showed that Cd exposure may affect kada CEC and kolseterol significantly (P <0.05). The results also showed that there were significant differences between the levels of blood CEC each treatment group (P <0.05). Based on the results of this study concluded that Cd exposure may increase the risk of developing CHD by elevated levels of CEC and blood cholesterol.Keywords: Cadmium, Circulating Endhotelial Cells, Blood Cholesterol Abstrak: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang disebabkan oleh penyempitan arteri koronaria jantung akibat proses ateriosklerosis. Secara garis besar PJK dipicu oleh dua faktor, yaitu faktor yang dapat dimodifikasi dan dikendalikan. Salah satu faktor yang dapat dikendalikan adalah faktor lingkungan, termasuk pajanan logam berat, seperti kadmium (Cd). Patomekanisme Cd dalam memicu PJK sampai saat ini belum diketahui secara pasti, namun diduga melalui aktivitasnya dalam memicu disfungsi endotel dan mengganggu metabolism kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pajanan Cd terhadap peningkatan risiko PJK, melalui pengukuran kadar Circulating Endothelial Cell (CEC) dan kolesterol darah hati tikus putih. Penelitian ini bersifat eksperimental murni dengan rancangan  Post Test Only with Control Group Design. Subyek yang digunakan adalah 15 tikus putih (Rattus novergicus) jantan, galur Sprague-Dawley, beraktivitas normal, berumur 3-4 bulan, dengan berat 300±10 gram. Subyek penelitian kemudian dibagi menjadi 3 kelompok dengan jumlah masing-masing 5 tikus per kelompok, yang terdiri dari 1 kelompok kontrol (P0), dan 2 kelompok perlakuan (P1 dan P2). Kelompok P0, yakni tikus yang diberi pakan komersial saja, P1, yakni tikus yang diberi pakan komersial+Cd dengan konsentrasi 3 mg/l dalam air minum selama 1 hari (akut), dan P2, yakni tikus yang diberi pakan komersial+Cd dengan konsentrasi 3 mg/l dalam air minum selama 4 minggu (subakut). Setiap akhir periode pemajanan, tikus dari masing-masing kelompok akan dilakukan pembedahan, untuk mengambil sampel darah. Selanjutnya, akan dilakukan pengukuran kadar CEC dan kolesterol darah. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistic menggunakan uji One Way Anova dan Post Hoc Tukey HSD.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajanan Cd dapat mempengaruhi kada CEC dan kolseterol secara bermakna (P < 0,05). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna kadar CEC darah antar masing-masing kelompok perlakuan (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pajanan Cd dapat meningkatkan risiko terjadinya PJK melalui peningkatan kadar CEC dan kolesterol darah. Kata - Kata Kunci: Kadmium, CEC, Kolesterol Darah
Potensi Ekstrak Kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.F) Bedd) terhadap Kadar Tumor Necrosis Factor-Alfa (TNF-α) pada Mencit BALB/c yang Diinfeksi Plasmodium berghei ANKA Denny P.N.H. Margono; Eko Suhartono; Heny Arwati
Berkala Kedokteran Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.902 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v12i1.359

Abstract

Abstract: Malaria remains a major public health problem in most tropical and subtropical countries, including Indonesia. Severe malaria has a high mortality rate despite treatment with effective antimalarial drug. Pro-inflammatory cytokines such as Tumor Necrosis Factor-alfa (TNF-α) is raised in severe malaria.  In South Kalimantan, the kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.f) Bedd) has few uses for treat fever and infectious diseases.  It contains bioactive substances, such as flavonoids, steroids, and alkaloids which have been reported to exert multiple biological effects, including anti-inflammatory action.   The aim of this study is to find out the potential of kelakai extract (KE) againts TNF-α level in BALB/c mice infected P. berghei ANKA. The research is true experimental study, Posttest-only with Control Group Design. Teatment groups were devided into 4 groups treated with 10 mg/kg BW, 100 mg/kg BW of KE, and 36,4 mg/kg BW artesunate orally (positive control), 3 hours post infection and when parasitemia reached 15-20%. Negative controls were without KE treatment and P. berghei infection. Treatment were given for four days. Blood was collected 24 hours after the last treatment. Plasma TNF-α level were measured by sandwich ELISA. Data was analyzed by using Kruskal-Wallis Test, confidence rate at 95%.  There was a significant different between treatment groups, where p = 0,000 (p < 0,05). KE potential to inhibit TNF-α production in Pb3K100A- group (p = 0,047).Keywords : Malaria,  TNF-α, Stenochlaena palustris Abstrak:  Malaria masih menjadi masalah kesehatan utama pada sebagian besar negara tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.  Malaria berat menyebabkan angka kematian yang tinggi meskipun telah mendapat obat anti malaria yang efektif.  Sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α meningkat pada malaria berat.  Di Kalimantan Selatan, tanaman kelakai digunakan untuk mengobati demam dan penyakit infeksi.  Kelakai mengandung senyawa-senyawa bioaktif  antara lain flavonoid, steroid, dan alkaloid yang dilaporkan banyak memiliki efek biologis, termasuk aktivitas anti-inflamasi.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak kelakai terhadap kadar TNF-α pada mencit BALB/c yang diinfeksi P. berghei ANKA.  Penelitian ini merupakan studi eksperimental murni dengan Posttest-only with Control Group Design.  Kelompok perlakuan dibagi menjadi 4 yaitu kelompok yang mendapat ekstrak kelakai per oral 10 mg/kg BB, 100 mg/kg BB, artesunat 36,4 mg/kg BB (kontrol positif) 3 jam setelah infeksi dan pada saat parasitemia mencapai 15-20%.  Kontrol negatif  tidak mendapat ekstrak kelakai, artesunat, dan infeksi parasit.  Perlakuan diberikan selama 4 hari.  Sampel darah diambil 24 jam setelah perlakuan terakhir.  Kadar TNF-α diukur dengan ELISA metode sandwich.  Data dianalisa dengan Uji Kruskal-Wallis, dengan tingkat kepercayaan 95%.  Terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan, nilai p = 0,000 (p<0,05).  Ekstrak kelakai berpotensi menghambat produksi TNF-α pada kelompok Pb3K100A- (p = 0,047). Kata-kata kunci : Malaria, TNF-α, Stenochlaena palustris
Co-Authors - Edyson - Haudhiya - Mashuri - Mashuri, - Abd Rahman, Sunarti Abdullah Fadily Achmad Syamsu Hidayat Adelia Anggraini Utama Adelia Anggraini Utama Adenan Adenan, Adenan Adi Kristanto Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Agianto Agung Biworo Agung Biworo Agung Biworo Agung Pranoto Ahmad Hidayat Ahmad Husairi Akhmad Rizali Ali Assagaf Ali Assagaf Amin Setyo Leksono Aminuddin Prahatama Putra Aminuddin Prahatama Putra Aminuddin Prahatama Putra Anang Kadarsah Anang Kadarsah, Anang Anes Fikri Haekal Angga Praditya Anggraini, Farida Anggun Oktovia Pratiwi Anindya Anindya Anindya, Anindya Anni Nurliani Annisa Halida Husna Annisa Halida Husna, Annisa Halida Annisa Rizqi Dwi Oktaviani Aranda, Viren Lolita Ardik Lahdimawan Ardik Lahdimawan Ardik Lahdimawan, Ardik Arfan Eko Fahrudin Arganita, Fidya Rahmadhany Ari Yunanto Ari Yunanto Ari Yunanto Ari Yunanto Arifin Syamsul Arjan Arkasi Arrifah Noer Emma Asdar Gani, Asdar Asnawati Asnawati Assyfa, Nadia Salma Nazwa Aurenada, Syabita Azka Lahdimawan Azwari, Ayu Riana Sari Badaruddin Badaruddin Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bakhriansyah, Bakhriansyah Bakhriansyah, M. Bambang Setiawan Bambang Setiawan Bambang Setiawan Bambang Setiawan Basir Achmad Bayu Diertama Putera Budu Budu Cahyadi, Herry David Sontani Perdanakusuma Defi Afriyanti Deni Fakhrizal Denny Margono Denny P.N.H. Margono Denny P.N.H. Margono, Denny P.N.H. Dewi Anggraini Dewi Hariyani Dewi Indah Noviana Pratiwi DEWI SARTIKA Dewi Sri Susanti Dewi, Renie Kumala Diani, Holly Dicky Andiarsa Didik Triwibowo Dita Apriliana Sari Djaka Sasmita Dona Marisa Dona Marisa, Dona Donna Marisa Donna Marisa, Donna Edi Hartoyo Edi Hartoyo Edyson Edyson Edyson Edyson, Edyson Edyson, - Efrilia Tanjung Eka Santi Eko Suhartono Eko Suhartono Ellen Ayuningtyas Pratidina Elok Hikmatun Nikmah Emmy Sri Mahreda Endah Ayu Rahmadhani Endah Ayu Rahmadhani, Endah Ayu Endah Rusdiana Eria Sartika Erida Widyamala Erlena, Erlena Erliyanti, Emmi Ermina Istiqomah Erna Kusumawardhani Essy Dwi Damayanthi Fadillah Alma Putra Fahira, Nurul Savira Fajar Setyo Wardoyo Fakhrur Razie Fakhrurrazy Fakhrurrazy Farizka Erianti Farizka Erianti, Farizka Fatimah, Husnul Fatmawati Fatmawati Fauzie Rahman Febrianti, Helma Febriyasy, Fathia Ferdinand Aprianto Tannus Filistea Winda Emilia Fujiati ., Fujiati Fujiati Fujiati Ganesh, Rajendran Ghazi Mauer Idroes Ghina Raihana Gunawan Gusti M Perdana Putera Gusti Muhammad Perdana Putera Gusti Muhammad Perdana Putera Gusti Muhammad Perdana Putera Gusti Muhammad Perdana Putera Gusti Muhammad Perdana Putera Hafifah, Ifa Hafiz Al Farizi Hamrun, Nurlinda Handayani, Rini Hanna Dwi Aprilia Husna Hapsari Lintang Sekartaji Hapsari Lintang Sekartaji Hapsari Lintang Sekartaji Harapan Parlindungan Ringoringo Hardyan Sauqi Haryati Haryati Haryati Haryati Haudhiya, - Helma Febrianti Heni Yeni Heny Arwati Herawati Herawati Herawati Herawati Herawati Herawati Heru Cahjono Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husna, Hanna Dwi Aprilia Husnul Khotimah Ida Yuliana Idroes, Ghalieb Mutig Ika Kustiyah Oktaviyanti Ika Kustiyah Oktaviyanti Illiandri, Abdullah Oski Insanul Kamilah Ira Nurrasyidah Ira Nurrasyidah Irham Taufiqurrahman Isa Ansori Isa, Mohamad Iskandar Iskandar Isna Syauqiah Isna Syauqiah Isna Syauqiah Isnaini Isnaini Isnasyauqiah, Isnasyauqiah Istiana Istiana Istuning Puji Rahayu Iwan Aflanie Izaak Zoelkarnain Akbar Joneks Aldianto Kabes June Astri Nijka Juniarti, Maya Kamilah, Insanul Karantika, Ellsa Anggun Kasmasari, Kasmasari Kevin Prasetya Raharjo Khairan Khairan Khairina Khairina Khairina Khairina, Khairina Khairiyadi Khairiyadi Krisdianto Krisdianto Krisdianto Kusumaningtyas, Prabandari Kusumawardhani, Erna Kusumo, Fitranto Laily Agustina Lenie Marlinae Lenie Marlinae Lenie Marlinae Lenie Marlinae Lenie Marlinae Lenie Marlinae Liestiana Indriyati Liling Triyasmono Lisda Hayatie Lisda Hayatie, Lisda Lutfhi Fatah M Irwan Setiawan M Riduan Abriadi M Surya Hermawan M. Bakhriansyah M. Bakhriansyah Madargerong, Vincentius Adrian Maharani Laillyza Apriasari Mahmudah Marhaeni, Wulandewi Maria Ulfah Maria Yosephine Himawan Marlina Vionora Martiani Martiani, Martiani Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri, Mashuri Masniah Masniah Maula, Ni’mal Maulana, Aga Maya Juniarti Medyan Riza Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina, Meitria Mijani Rahman, Mijani Mirza Maulana Ahmad Mohamad Isa Mohamad Isa Mohammad Bakhriansyah Mohammad Bakhriansyah Mohammad Rizki Fadhil Pratama Monalisa Muchamad Arief Soendjoto Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Ali Faisal Muhammad Hafidz Maulana Setiawan Muhammad Hafidz MS Muhammad Hendy Arizal Muhammad Hendy Arizal, Muhammad Hendy Muhammad Luthfi Alfizar Muhammad Pahruddin, Muhammad Muhammad Rasyid Ridha Muhammad Rizky Tri Aditya Muhammad Rizky Tri Aditya, Muhammad Rizky Tri Muhammad Topan Widyanto Muhammad Topan Widyanto, Muhammad Topan Multiansyah, Multiansyah Musafaah Musafaah Mustofa Ruhullah Muthaminah, Noor Muthia Elma Muthmainah, Noor Muthmainah, Noor Nabila Rahman Nadia Eka Pratiwi Nadia Salma Nazwa Assyfa Nadila Nadila Naila Mutiara Nabilla Nanang Miftah Fajari Nanda Bagus Wibisono Nastiti, Titis Nelly Al Audhah Nelly Al Audhah Nelly Al Audhah Nia Kania Nia Kania Nia Kania Niarsari Anugrahing Putri Niarsari Anugrahing Putri Nila Nirmalasari Nila Nirmalasari, Nila Nindya Tresiana Putri Nisa Nur Agistni Eriana Noer Komari Noor Muthaminah Noor Muthmainah Noor Muthmainah Noor, Ihsan Noor, Meitria Syahdatina Nopi Stiyati Prihartini Nopi Stiyati Prihatini Nova Eka Wondasari Novie Aprianti Novie Aprianti, Novie Novita Hidayati Nugi Maulana Nur Azizah Nur Qamaliah Nur Qamariah Nur Yulia Sari Nur, Radian Nurul Hidayah NURUL HIDAYAH Nurul Salsabila Yasmina Nuryandi Khairunanda Nuryandi Khairunanda, Nuryandi Nur’aien Istiqayani Salsabila Nusni Nusni Nuvita Hasrianti Olivia Sari, Devi oni Soesanto Oski Illiandri Panghiyangani, Roselina Patricia Sator Perdana, Muhammad Ricky Prahatama Putra, Aminuddin Prasetio, Rasi Prastricia, Meily Andini Pratama, Muhammad Noor Aditya Pribakti Budinurdjaja Pricilia Gunawan H Pricilia Gunawan Halim Prihartini, Nopi Stiyati Purwakaning Agung Purwanto Budi Santosa Putera, Gusti Muhammad Perdana Rahman Hadi Priyanto Rahman, Fauzi Rahmiyati Rahmiyati Ratih Kumala Sari RHA. Sahirul Alim Rima Permata Sari Rinawati Rino Rino Rismia Agustina Rizka Maulida Rizki Amalia Sari Rizki Perdani Rizky Taufan Firdaus Rizqi Puteri Mahyudin ROBIATUL ADAWIYAH Rony Riduan Rosalia Friska Ananda Roselina Panghiyangani Rosihan Adhani Rosihan Adhani Rosihan Adhani Rosihan Adhani, Rosihan Ruslan Muhyi Ruslan Muhyi, Ruslan Ruslan Ruslan Salamiah . Salamiah Salamiah Saldy Rizky Saputra Saldy Rizky Saputra, Saldy Rizky Salmon Charles P.T. Siahaan Salmon Charles Pardomuan Tua Siahaan Salmon Siahaan Salsabila, Salsabila Samsul Hadi Samsul Hadi Samsul Hadi Sanyoto, Didik Dwi Sapphira, Nadira Sapta Heru Purnama Sari, Nur Yulia Sartika, Eria Savira Angelia Sekartaji, Hapsari Lintang Setiawan, Bambang Setiawaty, Endang Sheila Nur Salsabilla Silvia Kristanti Tri Febriana Silvia Kristanti Tri Febriana Silvia Kristanti Tri Febriana Silvia Novitasari Siti Arika Bulan Siti Hamidah Siti Juliati Siti Juliati Soesanto, Bayu Sri Cahyo Wahjono Sri Oktawati, Sri Suciati Suciati Suhastinah, Suhastinah Suhendrayatna Suhendrayatna Sumi Kartika Sunardi Sunardi, Ph.D., Sunardi Supianur, Supianur Susantu Susantu Susilawati Susilawati Susilo, Tanto Budi Syachrumsyah, Muchlisch Syafa’ah, Irmi Syaifullah Akbar Pradito Syamsiar, Syamsiar Syamsul Arifin Syamsul Arifin Syamsul Arifin Syamsul Arifin Syamsul Arifin Tamtama, Tatang Taupik Rahman Tazkia Safarina Teguh Hadianto Tenri Ashari Wanahari Teuku Rizky Noviandy Titis Nastiti Trang, Ha Thi Thu Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Trisnu Satriadi Veronica Shania Aprillia Vicky Pramudinta Mega Vini Yulia Anhar Wardani, Hesti Sasmila Warih Anggoro Mustaqim Warih Anggoro Mustaqim, Warih Anggoro Waty, Marsela Umbar Wenda Fitriati Noor Wenda Fitriati Noor, Wenda Fitriati Wenny Wulandani Wijaya, Herman Wiji Cahyadi Windy Budianto Windy Yuliana Budianto, Windy Yuliana Wiwied Ekasari Wydiamala, Erida Yaliza, Nella Yeni Wahyu Ulfarini Yohanes Adhitya Prakasa Sukoco Putra Yosef Dwi Cahyadi Salan Yosef Dwi Cahyadi Salan Yulietrie Yuni Yulida Yusanto Nugroho Yuyun Hidayat Zahriah, Zahriah Zairin Noor Zairin Noor Zoelkarnain Akbar, Izaak Zuchra Helwani Zulfikar Ali As, Zulfikar Ali