p-Index From 2021 - 2026
11.587
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Journal of Tropical Life Science : International Journal of Theoretical, Experimental, and Applied Life Sciences Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Jurnal Vektor Penyakit Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Pharmaciana: Jurnal Kefarmasian Journal of Degraded and Mining Lands Management Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan JURNAL PHARMASCIENCE JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi Pharmascience Berkala Kedokteran The Indonesian Biomedical Journal Sari Pediatri Padjadjaran Journal of Dentistry Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Universa Medicina JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Medical Laboratory Technology Journal Jurnal Berkala Kesehatan JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) EnviroScienteae Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Media Ilmu Kesehatan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Acta Biochimica Indonesiana YARSI Medical Journal Jurnal Respirasi (JR) Jurnal Jejaring Matematika dan Sains Jurnal Ners An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat Science Midwifery Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology JOURNAL LA MEDIHEALTICO MAHESA : Malahayati Health Student Journal Indonesian Journal of Perinatology Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Pengabdian Ilung (Inovasi Lahan Basah Unggul) Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa (JPMF) JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Biological Environment and Pollution Smart Society Empowerment Journal Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Gunung Djati Conference Series Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Leuser Journal of Environmental Studies Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Journal of Advanced Research in Social Sciences and Humanities Journal of Management Practices, Humanities and Social Sciences
Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Stress Oksidatif Pada Bayi Prematur Bambang Setiawan; Eko Suhartono; Mashuri Mashuri
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v5i1.1861

Abstract

Preterm babies can be considered as a disease with an oxidative stress compo-nent. Beside that, in preterm babies found any disease which have causal link with the action of reactive oxygen species. Damaged which mediated by reactive oxygen species caused bay decreased of endogenous antioxidant defense. In the hospital preterm babies can expose by some source o oxidative stress, such blood transfusion, high concentration oxygen therapy, and parenteral nutrition feeding.Bayi prematur dapat dipertimbangkan sebagai penyakit akibat komponen stress oksidatif. Kerusakan yang ditimbulkan oleh Senyawa Oksigen Reaktif tersebut diperantarai oleh rendahnya sistem antioksidan endogen. Di samping itu, dalam perawatan di rumah sakit, bayi prematur sering terpajan berbagai kondisi yang merupakan sumber stress oksidatif. Kondisi tersebut dapat berupa transfusi darah, terapi oksigen konsentrasi tinggi, dan pemberian makan dengan nutrisi parenteral.
Modifikasi Protein Akibat Pembebanan Glukosa dengan Model Reaksi Glikosilasi Nonenzimatik in vitro Eko Suhartono; Bambang Setiawan; - Mashuri; Maya Juniarti; Insanul Kamilah; - Haudhiya
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i1.1653

Abstract

Glycocylation reaction causes protein modification. Glycocylation is a reaction between aldehyde group from reducing sugar with amine group of protein. The aim of this study was to measure Advanced Glycation End Products (AGEs) formation, dicarbonyl compound and tyrosine degradation in glycocylation reaction in vitro. A quasi experimental study was done to four treated groups, i.e. P1= 5 ml Bovine Serum Albumin (BSA), 10 ml phosphate buffer dan 10 ml aquadest; P2= 5 ml BSA, 10 ml phosphate buffer and 10 ml glucose 125 mM; P3= 5 ml BSA, 10 ml phosphate buffer and 10 ml glucose 250 mM; P4= 5 ml BSA, 10 ml phosphate buffer and 10 ml glucose 500 mM. AGEs compound was measured for 21 days using spectrophotometer at X = 390 nm. Dicarbonyl compound was measured by DNPH odification methods at X = 470 nm. Tyrosine degradation was measured usingMillon-Nasse reaction. Anova and Tuckey HSD test concluded there are significant difference between each groups (P0,05). Based on correlation regresion test conclude that the increase of dicarbonyl compounds, AGEs and tyrosine degradation had positive correlation with increase of glucose concentration. Glucose overloading could induce protein modification in vitro.Salah satu penyebab modifikasi protein adalah reaksi glikosilasi. Reaksi glikosilasi adalah reaksi antara gugus aldehid gula pereduksi dengan gugus amina protein. Penelitian ini bertujuan mengukur Advanced Glycation End Products (AGEs), senyawa dikarbonil maupun degradasi tirosin pada reaksi glikosilasi in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu denganpre andpost control group design terhadap empat kelompok perlakuan, yaitu P1= 5 ml Bovine Serum Albumin (BSA), 10 ml buffer fosfat dan 10 ml aquadest; P2= 5 ml BSA, 10 ml buffer fosfat dan 10 ml glukosa 125 mM; P3= 5 ml BSA, 10 ml buffer fosfat dan 10 ml glukosa 250 mM; P4= 5 ml BSA, 10 ml buffer fosfat dan 10 ml glukosa 500 mM. Absorbansi senyawa AGEs diukur selama 21 hari pada X = 340 nm sedangkan absorbansi senyawa dikarbonil diukur dengan X = 390 nm dan absorbansi degradasi tirosin dengan k=470 nm. Pengukuran absorbansi senyawa dikarbonil menggunakan metoda DNPH yang dimodifikasi, sedangkan pengukuran degradasi tirosin menggunakan reaksi Millon-Nasse. Berdasarkan hasil uji Anova dan Beda Nyata Jujur, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (P0,05) tiap kelompok perlakuan. Berdasarkan uji korelasi regresi dapat disimpulkan bahwa pembentukan senyawa dikarbonil, AGEs dan degradasi tirosin berkorelasi positif dengan peningkatan konsentrasi glukosa. Pembebanan glukosa yang berlebih dapat memicu modifikasi protein in vitro.
Potensi ADP dan Katalase dalam Ekstrak Air Lidah Buaya (Aloe vera) sebagai Antiinflamasi pada Model Tikus Luka Terkontaminasi Agung Biworo; Windy Yuliana Budianto; Rismia Agustina; Eko Suhartono
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v13i1.1054

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera) mengandung enzim antioksidan yang dapat menghambat kerja dari mediator inflamasi dan penghilang rasa sakit. Pada penelitian ini akan diukur aktivitas enzim antioksidan askorbat dependent peroksidase dan katalase ekstrak air Aloe vera serta potensinya sebagai antiinflamasi pada tikus yang mengalami luka terkontaminasi. Penelitian ini menggunakan rancangan post test only control group dengan simple random sampling pada 36 ekor tikus yang terbagi atas 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol (P0)  dan perlakuan (P1) merupakan kelompok tikus dengan luka terkontaminasi yang diberikan balutan dengan menggunakan ekstrak air lidah buaya 0,2 mg/g BB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas enzim antioksidan askorbat dependent peroksidase dan katalase masing-masing 37,8 menit-1 dan 3,145 menit-1 dan rata-rata penurunan intensitas warna kemerahan dari eritema pada kelompok yang diberi ekstrak air lidah buaya (Aloe vera) lebih cepat daripada kelompok kontrol. Diismpulkan bahwa ekstrak air lidah buaya berpotensi sebagai antiinflamasi pada model tikus luka terkontaminasi. Aloe vera contained an antioxidant enzyme that can inhibit the work of the mediators of inflammation and pain. With this research, however, will be measured the antioxidant enzyme activity of ascorbic dependent peroxidase and catalase on water extract Aloe vera and its potential as an anti-inflammatory on rat model wound contaminated. This research uses the post test only control group with simple random sampling techniques, with 36 rats were divided into two groups, namely the control and treatment groups. The control group (P0) is a control group and treatment group (P1)  is a group of mice with wounds contaminated given the wrap by using water extracts of Aloe vera 0.2 mg/g BB. In this study it was concluded that the antioxidant enzyme activity of activity of ascorbic dependent and catalase each 37.8 seconds-1 minute-1 and 3,145. In addition, the decrease in intensity of redness of erythema on the group that was given a water extract of Aloe Vera (Aloe vera) is faster than the control group. It can be concluded that the water extract of Aloe vera as anti-inflammatory potential in a mouse model of contaminated wounds.
POTENSI ANTIINFLAMASI JUS BUAH BELIMBING (Averrhoa carambola L.) TERHADAP DENATURASI PROTEIN IN VITRO Farizka Erianti; Dona Marisa; Eko Suhartono
Berkala Kedokteran Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.463 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v11i1.183

Abstract

Starfruit (Averrhoa carambola L.) is an Asian tree that has been used in traditional medicine. Flavonoids, saponins, and tannins is thought to have antiinflammatory in inhibiting protein denaturation. Protein denaturation is a cause of inflammation.  This study aims to determine the antiinflammatory potential of starfruit in inhibiting protein denaturation in vitro. This study is a quasi experimental, using a model reaction between 5 % BSA were heated to form protein denaturation by two groups: the juice as the test group and diclofenac sodium as the standard group, which is divided to a concentration of 10%, 20%, and 30%. Potential inhibition of protein denaturation is known to determine the value of IC50 . The results of this study indicate that the starfruit juice has the IC50 value of 11.896 % (r=0.842), whereas for diclofenac sodium by 11.872 % (r=0.866). Positive r values indicate the existence of a positive relation between  concentration and inhibiting protein denaturatiom potential. These results indicate that the starfruit juice as a potential inhibitor of protein denaturation for inflamamatory process in vitro. Keywords: antiinflammatory, Averrhoa carambola L., protein denaturatin
POTENSI BUAH NANGKA (Artocarpus heterophyllus L) SEBAGAI ANTIDIABETES IN VITRO Khairina Khairina; Eko Suhartono; Agung Biworo
Berkala Kedokteran Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.491 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v11i2.142

Abstract

Artocarpus species have been used by traditional medicine of Indonesian. It can be useful as anti-bacterial, anti-diabetic, anti-inflammatory, antioxidant and anti-helmintics. The present study was aimed to test the inhibitory glycated hemoglobin potency of aqueous extract of Jackfuit. This study is a quasi experimental research with non randomized method post test-only group design, which using a model reaction of two groups : extract jackfruit as the test group and glikazid as the control group, with each concentration of 10%, 20%, 30%. Potential inhibitor of glycated hemoglobin jackfruit as determining the amount of IC50. From this research  got IC50 of jackfruit extracts is 56,43% (r=0,999) whereas for glikazid of 17.268 (r = 0.989). The value of r indicates a positive relationship between the concentration and the inhibitor glycated hemoglobin potential. These results indicate that the extract of Jackfruit has potential as an inhibitor glycated hemoglobin. Keywords: glycated hemoglobin,  jackfruit, Artocarpus heterophllus L, glikazid.
POTENSI ANTIINFLAMASI JUS BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana) TERHADAP DENATURASI PROTEIN IN VITRO Muhammad Rizky Tri Aditya; Donna Marisa; Eko Suhartono
Berkala Kedokteran Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v11i2.138

Abstract

Protein denaturation is a cause of inflammation. Autoantigens produced in diseases linked with inflammation are thought to be caused by protein denaturation. Mangosteen fruit (Garcinia mangostana) is used widely in Southeast Asia as an alternativemedicine because of its strong antioxidant property, thus it potentially has an antiinflammatory effect. The aim of this study is to test the anti inflammatory potency of mangosteen juice. This is a quasi experimental study with non randomized posttest-only with control group design method, using reaction model of inflammation consisted of two groups: mangosteen juice as the test group and natrium diclofenac as the standard group, divided into 10%, 20%, and 30% concentration. IC50 value is used to determine the anti-inflammatory potency of mangosteen juice as protein denaturation inhibitor. The result of this study indicate that the mangosteen fruit juice has the IC50 value of 16,91% (r = 0,965), whereas for diclofenac sodium by 11,87% (r = 0,866). A positive value of r indicates a positive relation between concentration and anti inflammatory potency. The result shows that mangosteen juice has a potential as a protein denaturation inhibitor.Keywords: protein denaturation, antiinflammation, mangosteen.
PENGARUH LANSOPRAZOL DAN OMEPRAZOL TERHADAP AKTIVITAS ENZIM KATALASE HEPAR TIKUS Eria Sartika; Eko Suhartono; Agung Biworo
Berkala Kedokteran Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v12i2.1875

Abstract

Abstract: Lansoprazole and omeprazole is a Proton Pump Inhibitor class of drugs that are often used for the treatment of peptic ulcers. Lansoprazole and omeprazole have an influence on the various target organs exposed. Mechanism of lansoprazole and omeprazole in influencing the activity of the enzyme catalase is competing with absolute catalase enzyme substrate (H2O2) in the binding of the enzyme active site. This study aims to determine the effect of lansoprazole and omeprazole against liver catalase enzyme activity. This study was a laboratory experimental study conducted in three groups, namely the control group (P0), the treatment group (P1) is given lansoprazole 30 mg and a treatment group (P2) given omeprazole 20 mg. The result showed the value of Km of the control group (P0) of 13.482 mmol/dm3, the treatment group (P1) of 11,227 mmol/dm3 and the treatment group (P2) of 6,327 mmol/dm3. Analysis of statistical data shows the regression correlation value of p for P1 was 0,01 adn for P2 was 0,02 (p <0.05) and the R value approaching 1 with a linear graph Lineweaver Burk meaningful. Concluded that lansoprazole and omeprazole may affect the activity of the liver enzyme catalase. Keywords: lansoprazole, omeprazole, enzyme catalase, rat liver Abstrak: Lansoprazol dan omeprazol merupakan obat golongan proton pump inhibitor yang sering digunakan untuk pengobatan tukak lambung. Lansoprazol dan omeprazol memiliki berbagai pengaruh terhadap organ target yang terpajan. Mekanisme lansoprazol dan omeprazol dalam mempengaruhi aktivitas enzim katalase adalah berkompetisi dengan substrat absolut enzim katalase (H2O2) dalam mengikat sisi aktif enzim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lansoprazol dan omeprazol terhadap aktivitas enzim katalase hepar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental yang dilakukan pada 3 kelompok, yakni kelompok kontrol (P0), kelompok perlakuan (P1) diberikan lansoprazol 30 mg dan kelompok perlakuan (P2) diberikan omeprazol 20 mg. Hasil penelitian didapatkan nilai Km pada kelompok kontrol (P0) sebesar 13,482 mmol/dm3, pada kelompok perlakuan (P1) sebesar 11,227mmol/dm3 dan pada kelompok perlakuan (P2) sebesar 6,327mmol/dm3. Analisis data statistik korelasi regresi menunjukkan nilai p pada P1 0,01 dan pada P2 0,02 (p<0,05) serta nilai R mendekati 1 dengan grafik linear Lineweaver Burk yang menanjak. Disimpulkan bahwa lansoprazol dan omeprazol dapat mempengaruhi aktivitas enzim katalase hepar mencit. Kata-kata kunci: lansoprazol, omeprazol, enzim katalase, hepar mencit
RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER AKIBAT PAJANAN KADMIUM MELALUI PENGUKURAN KADAR KOLESTEROL DAN CIRCULATING ENDOTHELIAL CELLS DARAH TIKUS PUTIH Anindya Anindya; Ruslan Muhyi; Eko Suhartono
Berkala Kedokteran Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.881 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v12i2.1863

Abstract

Abstract: Coronary Heart Disease (CHD) is a disease caused by narrowing of the coronary arteries of heart due to the process of arteriosclerosis. Broadly speaking CHD triggered by two factors, ie factors that can be modified and controlled. One factor that can be controlled are environmental factors, including exposure to heavy metals, such as cadmium (Cd). Patomekanisme Cd in the trigger CHD until now has not known for certain, but suspected by his activity in the trigger endothelial dysfunction and interfere with cholesterol metabolism. This study aimed to assess the effect of Cd exposure to an increased risk of CHD, by measuring the levels of circulating endothelial cell (CEC) and blood cholesterol the liver of mice. This study was purely experimental design with Post Test Only with Control Group Design. The subjects used were 15 rats (Rattus novergicus) male, Sprague-Dawley, normal activities, aged 3-4 months, weighing 300 ± 10 grams. The research subjects were divided into three groups with the number of each of 5 mice per group, which consists of one control group (P0), and the 2 treatment groups (P1 and P2). Group P0, that rats fed a commercial feed only, P1, namely rats fed a commercial feed + Cd at a concentration of 3 mg / l in drinking water for 1 day (acute), and P2, the mice were fed a commercial + Cd with concentration 3 mg / l in drinking water for 4 weeks (subacute). Each end of the exposure period, rats from each group will do the surgery, to take blood samples. Furthermore, the CEC will be measured and blood cholesterol levels. Data were analyzed statistically using One Way ANOVA and Tukey HSD Post Hoc. The results showed that Cd exposure may affect kada CEC and kolseterol significantly (P <0.05). The results also showed that there were significant differences between the levels of blood CEC each treatment group (P <0.05). Based on the results of this study concluded that Cd exposure may increase the risk of developing CHD by elevated levels of CEC and blood cholesterol.Keywords: Cadmium, Circulating Endhotelial Cells, Blood Cholesterol Abstrak: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang disebabkan oleh penyempitan arteri koronaria jantung akibat proses ateriosklerosis. Secara garis besar PJK dipicu oleh dua faktor, yaitu faktor yang dapat dimodifikasi dan dikendalikan. Salah satu faktor yang dapat dikendalikan adalah faktor lingkungan, termasuk pajanan logam berat, seperti kadmium (Cd). Patomekanisme Cd dalam memicu PJK sampai saat ini belum diketahui secara pasti, namun diduga melalui aktivitasnya dalam memicu disfungsi endotel dan mengganggu metabolism kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pajanan Cd terhadap peningkatan risiko PJK, melalui pengukuran kadar Circulating Endothelial Cell (CEC) dan kolesterol darah hati tikus putih. Penelitian ini bersifat eksperimental murni dengan rancangan  Post Test Only with Control Group Design. Subyek yang digunakan adalah 15 tikus putih (Rattus novergicus) jantan, galur Sprague-Dawley, beraktivitas normal, berumur 3-4 bulan, dengan berat 300±10 gram. Subyek penelitian kemudian dibagi menjadi 3 kelompok dengan jumlah masing-masing 5 tikus per kelompok, yang terdiri dari 1 kelompok kontrol (P0), dan 2 kelompok perlakuan (P1 dan P2). Kelompok P0, yakni tikus yang diberi pakan komersial saja, P1, yakni tikus yang diberi pakan komersial+Cd dengan konsentrasi 3 mg/l dalam air minum selama 1 hari (akut), dan P2, yakni tikus yang diberi pakan komersial+Cd dengan konsentrasi 3 mg/l dalam air minum selama 4 minggu (subakut). Setiap akhir periode pemajanan, tikus dari masing-masing kelompok akan dilakukan pembedahan, untuk mengambil sampel darah. Selanjutnya, akan dilakukan pengukuran kadar CEC dan kolesterol darah. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistic menggunakan uji One Way Anova dan Post Hoc Tukey HSD.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajanan Cd dapat mempengaruhi kada CEC dan kolseterol secara bermakna (P < 0,05). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna kadar CEC darah antar masing-masing kelompok perlakuan (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pajanan Cd dapat meningkatkan risiko terjadinya PJK melalui peningkatan kadar CEC dan kolesterol darah. Kata - Kata Kunci: Kadmium, CEC, Kolesterol Darah
Potensi Ekstrak Kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.F) Bedd) terhadap Kadar Tumor Necrosis Factor-Alfa (TNF-α) pada Mencit BALB/c yang Diinfeksi Plasmodium berghei ANKA Denny P.N.H. Margono; Eko Suhartono; Heny Arwati
Berkala Kedokteran Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.902 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v12i1.359

Abstract

Abstract: Malaria remains a major public health problem in most tropical and subtropical countries, including Indonesia. Severe malaria has a high mortality rate despite treatment with effective antimalarial drug. Pro-inflammatory cytokines such as Tumor Necrosis Factor-alfa (TNF-α) is raised in severe malaria.  In South Kalimantan, the kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.f) Bedd) has few uses for treat fever and infectious diseases.  It contains bioactive substances, such as flavonoids, steroids, and alkaloids which have been reported to exert multiple biological effects, including anti-inflammatory action.   The aim of this study is to find out the potential of kelakai extract (KE) againts TNF-α level in BALB/c mice infected P. berghei ANKA. The research is true experimental study, Posttest-only with Control Group Design. Teatment groups were devided into 4 groups treated with 10 mg/kg BW, 100 mg/kg BW of KE, and 36,4 mg/kg BW artesunate orally (positive control), 3 hours post infection and when parasitemia reached 15-20%. Negative controls were without KE treatment and P. berghei infection. Treatment were given for four days. Blood was collected 24 hours after the last treatment. Plasma TNF-α level were measured by sandwich ELISA. Data was analyzed by using Kruskal-Wallis Test, confidence rate at 95%.  There was a significant different between treatment groups, where p = 0,000 (p < 0,05). KE potential to inhibit TNF-α production in Pb3K100A- group (p = 0,047).Keywords : Malaria,  TNF-α, Stenochlaena palustris Abstrak:  Malaria masih menjadi masalah kesehatan utama pada sebagian besar negara tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.  Malaria berat menyebabkan angka kematian yang tinggi meskipun telah mendapat obat anti malaria yang efektif.  Sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α meningkat pada malaria berat.  Di Kalimantan Selatan, tanaman kelakai digunakan untuk mengobati demam dan penyakit infeksi.  Kelakai mengandung senyawa-senyawa bioaktif  antara lain flavonoid, steroid, dan alkaloid yang dilaporkan banyak memiliki efek biologis, termasuk aktivitas anti-inflamasi.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak kelakai terhadap kadar TNF-α pada mencit BALB/c yang diinfeksi P. berghei ANKA.  Penelitian ini merupakan studi eksperimental murni dengan Posttest-only with Control Group Design.  Kelompok perlakuan dibagi menjadi 4 yaitu kelompok yang mendapat ekstrak kelakai per oral 10 mg/kg BB, 100 mg/kg BB, artesunat 36,4 mg/kg BB (kontrol positif) 3 jam setelah infeksi dan pada saat parasitemia mencapai 15-20%.  Kontrol negatif  tidak mendapat ekstrak kelakai, artesunat, dan infeksi parasit.  Perlakuan diberikan selama 4 hari.  Sampel darah diambil 24 jam setelah perlakuan terakhir.  Kadar TNF-α diukur dengan ELISA metode sandwich.  Data dianalisa dengan Uji Kruskal-Wallis, dengan tingkat kepercayaan 95%.  Terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan, nilai p = 0,000 (p<0,05).  Ekstrak kelakai berpotensi menghambat produksi TNF-α pada kelompok Pb3K100A- (p = 0,047). Kata-kata kunci : Malaria, TNF-α, Stenochlaena palustris
Perbedaan Kadar Advanced Oxidation Protein Products (AOPP) Ovarium Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Terpajan Kadmium dan Tidak Terpajan Kadmium Endah Ayu Rahmadhani; Eko Suhartono; Meitria Syahadatina Noor
Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.935

Abstract

Abstract: Cadmium ( Cd) is one of hazardous and  poisonous material, which is that every material because of the nature of concentration or amount either directly or indirectly, can pollute the environment, health, the life of human beings and other living creatures. Cadmium induces toxicity or giving rise to a toxic effect through its ability in the formation of various free radical. An increase of free radicals that excessive will trigger oxidative stress. Advanced Oxidation Protein Products (AOPP) is one of the makers of the occurrence of oxidative stress, derived from the influence of oxidative, stress carbonyl, and increasing the activity of inflammatory globally. This research is an experimental laboratoric the study was performed with 2 groups the treatment, first is  the control group P(0) that does not given exposure cd have been given 2 mL/day aquadest for 4 weeks, and the group exposure P(1), who is given exposure of  Cd with concentration  6 mg Cd/L given 2 mL/day for 4 weeks. The results showed average levels of AOPP in the control group P (0) was 5,319 ± 2,540 µM and  exposure group P(1) has an average of 9,360 ± 1,727 µM AOPP levels. Statistical analysis of the results of the Mann-Whitney shows that there is a meaningful difference between a group with a value of p = 0.000. Can be concluded there that effect of the difference of the formation a both group of AOPP, which in AOPP levels  exposure is higher than the control group. Keywords: cadmium, ovarium, Advanced Oxidation Protein Products, oxidative stress.  Abstract: Kadmium (Cd) merupakan salah satu bahan berbahaya dan beracun yaitu setiap bahan yang karena sifat, konsentrasi atau jumlah, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemari lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain. Kadmium menginduksi toksisitas atau menimbulkan efek toksik melalui kemampuannya dalam pembentukan berbagai radikal bebas. Peningkatan radikal bebas yang berlebihan akan memicu terjadinya stres oksidatif. Advanced Oxidation Protein Products (AOPP) merupakan salah satu tanda-tanda terjadinya stres oksidatif, yang berasal dari pengaruh oksidatif, stres karbonil, dan peningkatkan aktivitas inflamasi secara global. Penelitian ini bersifat studi eksperimental laboratorik yang dilakukan dengan 2 kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol P(0) yang tidak diberi pajanan Cd hanya diberi akuadest sebanyak 2 mL/hari selama 4 minggu dan kelompok pajanan P(1) yang diberi pajanan Cd dengan konsentrasi 6 mg Cd/L yang diberikan sebanyak 2 mL/hari selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar AOPP pada kelompok kontrol P(0) adalah 5,319 ± 2,540 µM dan kelompok pajanan P(1) memiliki rerata kadar AOPP sebesar 9,360 ± 1,727 µM. Hasil analisis statistik Mann-Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok dengan nilai p = 0,000. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh perbedaan pembentukan AOPP terhadap kedua kelompok, dimana kadar AOPP pada kelompok pajanan lebih tinggi dibanding kelompok kontrol. Kata-kata kunci: kadmium, ovarium, Advanced Oxidation Protein Products, stres oksidatif.
Co-Authors - Edyson - Haudhiya - Mashuri - Mashuri, - Abd Rahman, Sunarti Abdullah Fadily Achmad Syamsu Hidayat Adenan Adenan, Adenan Adi Kristanto Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Afriyanti, Defi Agianto Agung Biworo Agung Biworo Agung Biworo Ahmad Hidayat Ahmad Husairi Akhmad Rizali Ali Assagaf Aminuddin Prahatama Putra Aminuddin Prahatama Putra Aminuddin Prahatama Putra Anang Kadarsah Anang Kadarsah, Anang Anes Fikri Haekal Angga Praditya Anggraini, Farida Anindya Anindya Anindya, Anindya Anni Nurliani Annisa Halida Husna Annisa Halida Husna, Annisa Halida Aranda, Viren Lolita Ardik Lahdimawan, Ardik Arfan Eko Fahrudin Arganita, Fidya Rahmadhany Ari Yunanto Ari Yunanto Ari Yunanto Arifin Syamsul Arjan Arkasi Arrifah Noer Emma As, Zufikar Ali Asdar Gani, Asdar Asnawati Asnawati Aurenada, Syabita Azka Lahdimawan Badaruddin Badaruddin Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bakhriansyah, Bakhriansyah Bakhriansyah, M. Bambang Setiawan Bambang Setiawan Bambang Setiawan Basir Achmad Cahyadi, Herry Deni Fakhrizal Denny Margono Denny P.N.H. Margono Denny P.N.H. Margono, Denny P.N.H. Dewi Anggraini Dewi Hariyani DEWI SARTIKA Dewi Sri Susanti Dewi, Renie Kumala Diani, Holly Dicky Andiarsa Didik Triwibowo Dita Apriliana Sari Dona Marisa, Dona Donna Marisa Donna Marisa, Donna Edi Hartoyo Edi Hartoyo Edyson Edyson Edyson Edyson, Edyson Edyson, - Efrilia Tanjung Eka Santi Eko Suhartono Eko Suhartono Emmy Sri Mahreda Endah Ayu Rahmadhani Endah Ayu Rahmadhani, Endah Ayu Endah Rusdiana Eria Sartika Eriana, Nisa Nur Agistni Erida Widyamala Erlena, Erlena Erliyanti, Emmi Ermina Istiqomah, Ermina Fahira, Nurul Savira Fakhrur Razie Fakhrurrazy Fakhrurrazy Farizka Erianti Farizka Erianti, Farizka Fatmawati Fatmawati Fauzie Rahman Febriyasy, Fathia Ferdinand Aprianto Tannus Fujiati ., Fujiati Fujiati Fujiati Ganesh, Rajendran Ghazi Mauer Idroes Gunawan Hadianto, Teguh Hafifah, Ifa Hafiz Al Farizi Hamrun, Nurlinda Handayani, Rini Haryati Haryati Haryati Haryati Haryatie, Haryatie Haudhiya, - Heny Arwati Herawati Herawati Heru Cahjono Hidayati, Novita Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husnul Khotimah Ibrahim, Sayed Ida Yuliana Idroes, Ghalieb Mutig Ika Kustiyah Oktaviyanti Illiandri, Abdullah Oski Insanul Kamilah Ira Nurrasyidah Isa, Mohamad Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Isna Syauqiah Isnasyauqiah, Isnasyauqiah Istiana Istiana Iwan Aflanie Joneks Aldianto Kabes June Astri Nijka Juniarti, Maya Kadarsah , Anang Kamilah, Insanul Karantika, Ellsa Anggun Kasmasari, Kasmasari Khairan Khairan Khairina Khairina Khairina Khairina, Khairina Krisdianto Krisdianto Krisdianto Kusumawardhani, Erna Kusumo, Fitranto Lenie Marlinae Lenie Marlinae Lenie Marlinae Liestiana Indriyati Liling Triyasmono Lisda Hayatie, Lisda Lutfhi Fatah M Irwan Setiawan M Surya Hermawan M. Bakhriansyah, M. Madargerong, Vincentius Adrian Maharani Laillyza Apriasari Mahmudah Maria Ulfah Maria Yosephine Himawan Martiani Martiani, Martiani Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri Mashuri, Mashuri Maula, Ni’mal Maulana, Aga Maya Juniarti Medyan Riza Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina, Meitria Mijani Rahman, Mijani Mirza Maulana Ahmad Mohamad Isa Mohammad Bakhriansyah Mohammad Bakhriansyah Mohammad Rizki Fadhil Pratama Muchamad Arief Soendjoto Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Hafidz MS Muhammad Hendy Arizal Muhammad Hendy Arizal, Muhammad Hendy Muhammad Pahruddin, Muhammad Muhammad Rasyid Ridha Muhammad Rizky Tri Aditya Muhammad Rizky Tri Aditya, Muhammad Rizky Tri Muhammad Topan Widyanto Muhammad Topan Widyanto, Muhammad Topan Multiansyah, Multiansyah Musafaah Musafaah Muthia Elma Nabila Rahman Nadia Eka Pratiwi Nastiti, Titis Nelly Al Audhah Nia Kania Nila Nirmalasari, Nila Nindya Tresiana Putri Noer Komari Noor Muthmainah Noor, Ihsan Noor, Meitria Syahdatina Nopi Stiyati Prihatini Nova Eka Wondasari Novie Aprianti Novie Aprianti, Novie Nugi Maulana Nur Qamaliah Nur Qamariah Nur Yulia Sari Nur, Radian Nurul Hidayah Nurul Salsabila Yasmina Nuryandi Khairunanda Nuryandi Khairunanda, Nuryandi Olivia Sari, Devi oni Soesanto Patricia Sator Prahatama Putra, Aminuddin Prasetio, Rasi Prastricia, Meily Andini Pratama, Muhammad Noor Aditya Pricilia Gunawan H Pricilia Gunawan Halim Prihartini, Nopi Stiyati Purnama, Sapta Heru Purwakaning Agung Purwanto Budi Santosa Putera, Gusti Muhammad Perdana Rahayu, Istuning Puji Rahmiyati Rahmiyati Rima Permata Sari Rinawati Rino Rino Rismia Agustina Rizka Maulida Rizki Amalia Sari Rizki Perdani Rizqi Puteri Mahyudin ROBIATUL ADAWIYAH Rony Riduan Rosalia Friska Ananda Roselina Panghiyangani Rosihan Adhani, Rosihan Ruslan Muhyi Ruslan Muhyi, Ruslan Ruslan Ruslan Salamiah . Salamiah Salamiah Saldy Rizky Saputra Saldy Rizky Saputra, Saldy Rizky Salmon Charles P.T. Siahaan Salmon Charles Pardomuan Tua Siahaan Salmon Siahaan Salsabila, Salsabila Samsul Hadi Samsul Hadi Sanyoto, Didik Dwi Sapphira, Nadira Sari, Nur Yulia Sartika, Eria Savira Angelia Sekartaji, Hapsari Lintang Setiawan, Bambang Setiawaty, Endang Silvia Kristanti Tri Febriana Silvia Kristanti Tri Febriana Silvia Kristanti Tri Febriana Siti Arika Bulan Siti Juliati Siti Juliati Soesanto, Bayu Sri Cahyo Wahjono Sri Oktawati, Sri Suciati Suciati Suhastinah, Suhastinah Suhendrayatna Suhendrayatna Sumi Kartika Sunardi Sunardi, Ph.D., Sunardi Supianur, Supianur Susantu, Susantu Susilawati Susilawati Susilo, Tanto Budi Syachrumsyah, Muchlisch Syafa’ah, Irmi Syamsiar, Syamsiar Syamsul Arifin Syamsul Arifin Tamtama, Tatang Taupik Rahman Tazkia Safarina Tenri Ashari Wanahari Teuku Rizky Noviandy Trang, Ha Thi Thu Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Trisnu Satriadi Vini Yulia Anhar Wardani, Hesti Sasmila Warih Anggoro Mustaqim, Warih Anggoro Waty, Marsela Umbar Wenda Fitriati Noor Wenda Fitriati Noor, Wenda Fitriati Wenny Wulandani Wijaya, Herman Wiji Cahyadi Windy Budianto Windy Yuliana Budianto, Windy Yuliana Wiwied Ekasari Wydiamala, Erida Yaliza, Nella Yuni Yulida Yusanto Nugroho Yuyun Hidayat Zahriah, Zahriah Zairin Noor Zoelkarnain Akbar, Izaak Zuchra Helwani, Zuchra