Articles
APLIKASI TEORI TRAITS AND FACTOR DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR REMAJA
Fitria Umami;
Daharnis Daharnis;
Mega Iswari
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 2 No 2 (2022): JUBIKOPS: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Melalui pendekatan Traits and Factor guru bimbingan dan konseling atau konselor berusaha membantu satu atau lebih individu mandiri yang mampu menggali, menentukan, dan mengembangkan minat, bakat, potensi, dan kecerdasan yang dimilikinya berdasarkan kemampuannya pada saat ini. Sehingga dengan hal tersebut maka individu dapat merencanakan atau menentukan jurusan yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, dengan begitu makan akan lebih memudahkan bagi seseorang mengambil keputusan karirnya. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi literature yaitu serangkaian kegiatan dengan pengumpulan data dari berbagai sumber pustaka, dengan membaca dan juga mengolah penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Metode bertujuan untuk mengetahui hasil penelitian yang berkenaan dengan topik penulis dari berbagai penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Hasil penelitian adalah bahwa pendekatan trait and factor sangat mempengaruhi bagi pengambilan keputusan bagi remaja dalam menentukan arah karirnya sesuai dengan pengembangan potensi yang dimilikinya, dan juga guru bimbingan dan konseling atau konselor dapat terus mempraktekkan penempatan siswa yang lebih maju sesuai dengan potensi siswa. Itu siswa dapat meningkatkan pengetahuannya tentang pekerjaan dengan bekerja sama dengan guru bimbingan dan konseling, sehingga siswa tidak memiliki pemahaman yang sangat buruk tentang jurusan.
PENDEKATAN KONSELING KARIR TRAIT AND FACTOR DALAM MEMBANTU SISWA SMA UNTUK MEMILIH JURUSAN DI PERGURUAN TINGGI
Rahayu Dewany;
Mega Iswari;
Daharnis Daharnis
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 2 No 2 (2022): JUBIKOPS: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kurangnya kemampuan dalam memahami diri menyebabkan banyak siswa tingkat SMA yang masih bingung dalam memilih jurusan perguruan tinggi yang sesuai dengan dirinya untuk karir di masa depan. Seperti halnya di SMA Negeri 2 Kuta Cane terdapat beberapa siswa kelas XII yang belum dapat memahami dirinya sehingga kesulitan dalam memilih jurusan untuk kelanjutan studi mereka di perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu siswa melalui pendekatan konseling trait and factor agar dapat memahami diri sehingga mudah dalam memilih jurusan di perguruan tinggi yang sesuai dengan diri mereka. Dengan demikian, mereka mudah untuk mencapai kesuksesan karir di masa depan. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan memanfaatkan artikel atau jurnal terkait dengan pendekatan konseling karir, teori trait and factor, dan pemilihan jurusan. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa dengan pendekatan konseling karir trait and factor efektik dalam membantu siswa Kelas XII di tingkat SMA untuk memilih jurusan studi di perguruan tinggi yang sesuai dengan bakat, minat, dan karakteristik mereka. Dengan demikian, mereka mudah untuk mencapai karir yang sukses di masa depan.
Pandangan trait and factor theory terhadap kegagalan dan keberhasilan pemilihan karir
Larasati, Sectio Putri;
Daharnis, Daharnis;
Ifdil, Ifdil
Journal of Counseling, Education and Society Vol 6, No 1 (2025): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/08jces517000
Karir yang bagus seharusnya dilandasi dengan kompetensi dan kemampuan yang relevan dengan pekerjaan yang dikerjakan. Namun fenomena yang ditemukan di lapangan sering kali individu mendapatkan kesuksesan dalam berkarir dan ada juga yang mengalami kendala dalam perkembangan karirnya yang berdampak pada kegagalan dalam berkarir. Sehingga perlu dianalis mendalam terkait menurut teori karir tentang keberhasilan dan kegagalan individu dalam perkembangan karirnya, salah satunya teori trait and factor. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi literature yaitu serangkaian kegiatan dengan pengumpulan data dari berbagai sumber bacaan seperti catatan, buku, makalah, artikel/jurnal, dan hasil kajian ilmiah lainnya yang relevan dengan teori trait and factor. Teknik analisis data yang digunakan yaitu metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua aspek yang mempengaruhi kegagalan ataupun keberhasilan individu dalam perkembangarn karirnya menurut hasil analisis teori trait and factor, yaitu aspek tempat bekerja atau lingkungan pekerjaan (seperti tuntutan pekerjaan, rekan kerja, kepemimpinan pimpinan tempat kerja) dan aspek pribadi yang bekerja (motivasi kerja, kualitas kompetensi yang dimiliki sesuai dengan bidang yang digeluti, kemampuan manajemen waktu kerja dan perspektif terhadap pekerjaan). Hasil ini tentunya menjadi perhatian khusus bagi praktisi konseling untuk membekali pemahaman kepada klien agar mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan pekerjaannya dan mengembangkan karir dengan baik.
Contribution of Self-Concept and Social Skills Toward Students' Social Relationships
Batubara, Juliana;
Daharnis, Daharnis;
Susanto, Eko
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 7 No. 1 (2025): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51214/002025071250000
Social relationships result from interactions between individuals influenced by various factors, including self-concept, social skills, parenting patterns, culture, and communication. This study aims to analyze (1) the contribution of self-concept to students' social relationships, (2) the contribution of social skills to students' social relationships, and (3) the simultaneous contribution of self-concept and social skills to students' social relationships at Islamic High School of Insan Cendekia Padang Pariaman, Indonesia. This research method is ex post facto using a questionnaire that has been tested for validity and reliability as a data collection instrument. The research sample consisted of 96 students who were selected randomly. Data analysis shows that both partially and simultaneously, self-concept and social skills significantly contribute to students' social relationships. This finding emphasizes the importance of strengthening self-concept and social skills to build harmonious social relationships among students.
Self Disclosure Instrument: Instrument Standardization through Rasch Model
Tririzky, Reza;
Daharnis, Daharnis;
Ardi, Zadrian;
Putra, Ade Herdian
International Journal of Applied Counseling and Social Sciences Vol 6, No 01 (2025): International Journal of Applied Counseling and Social Sciences
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0051245ijaccs
The understanding of the extent to which humans can express themselves can be one of the efforts in overcoming various problems that humans face that requires a well-standardized tool. The purpose of this study is to standardize the self-disclosure instrument through the Rasch model. Data collection for this study involved 53 research participants from a high school in Bandung City, West Java. The collected data was then processed and analyzed using the Rasch model with the Winstep application. It was found that out of the 24 initial statement items, 4 did not meet the Rasch model testing criteria. The remaining 20 items could be further utilized in the research. This instrument can then be further utilized in tracing and understanding individual self-disclosure that supports the intervention process to increase self-disclosure.
Analisis Kohesi Sosial Mahasiswa Papua di Lingkungan Universitas Negeri Padang
Ramadhan, Rezki Syahru;
Daharnis, Daharnis
International Journal of Applied Counseling and Social Sciences Vol 6, No 01 (2025): International Journal of Applied Counseling and Social Sciences
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0051288ijaccs
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran kohesi sosial mahasiswa Papua di Universitas Negeri Padang (UNP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik sampling jenuh, melibatkan 28 mahasiswa Papua yang tergabung dalam organisasi kedaerahan di UNP. Data dikumpulkan menggunakan instrumen skala kohesi sosial dan dianalisis melalui bantuan perangkat lunak SPSS, termasuk uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kohesi sosial mahasiswa Papua berada pada kategori sedang, dengan persentase rata-rata sebesar 57% dari skor ideal. Seluruh responden berada pada kategori ini, tanpa ada yang termasuk dalam kategori sangat tinggi, tinggi, rendah, maupun sangat rendah. Temuan ini mengindikasikan adanya rasa kebersamaan yang cukup kuat di antara mahasiswa Papua dan lingkungannya, namun belum berkembang secara optimal dalam interaksi sosial yang lebih luas di lingkungan kampus. Faktor budaya, tekanan sebagai kelompok minoritas, serta dinamika interaksi sosial di lingkungan akademik turut mempengaruhi kondisi tersebut. Penelitian ini menyarankan pentingnya intervensi yang mendukung integrasi sosial lintas budaya di perguruan tinggi untuk meningkatkan kohesi sosial mahasiswa Papua secara lebih menyeluruh. Penelitian ini memunculkan novelty yang kuat untuk riset ethnic khususnya mahasiswa papua di UNP.
Measure Life Satisfaction : A Rasch Model Approach to Validation Instrument
Nasution, Salsabila;
Ardi, Zadrian;
Daharnis, Daharnis;
Syahril, M. Fiqri;
Putra, Ade Herdian
International Journal of Applied Counseling and Social Sciences Vol 6, No 01 (2025): International Journal of Applied Counseling and Social Sciences
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0051235ijaccs
Low life satisfaction can lead to serious mental health problems, including depression and anxiety, which can negatively impact quality of life. This study aims to develop and validate an instrument from Diener that can be used to measure life satisfaction accurately and reliably using the Rasch Model approach. This research method involved 70 participants representing various backgrounds, both men and women. The collected data were analyzed using the Rasch Model to evaluate scale accuracy, validity, reliability, and undimensionality on the life satisfaction scale. The results of this study explain that out of 7 scale item choices, there are three item choices on the life satisfaction scale that are inappropriate, namely scales 3, 4 and 5 which do not have peaks. The validity and reliability results show that 5 items are valid and reliable with the results of the validity value meeting the validity and reliability criteria resulting in a Cronbach's alpha value obtained of 0.83 which means it is in the good category. Furthermore, the findings of the dimensional test tested with standardized residuals are known to have a value of 65.1%. Assuming these criteria are met, the life satisfaction instrument meets the 20% threshold for the unidimensionality test.
Deskriptif Caregiver Dalam Merawat Pasien Gangguan Jiwa
Arini, Larasuci;
Ardi, Zadrian;
Daharnis, Daharnis;
Syarli, Setiadi
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v4i1.965
This study aims to describe the psychosocial conditions of caregivers who care for patients with mental disorders and identify their needs for guidance and counseling services. Using a quantitative approach with a descriptive design, 45 caregivers in the working area of the Pariaman City Community Health Center were selected as research respondents through random sampling. Data were collected using a structured questionnaire measuring care burden, coping strategies, social support, and other psychosocial needs. The results of the study indicate that the majority of caregivers experience moderate to heavy care burdens, with dominant coping strategies being passive and religious in nature. The social support received primarily comes from the immediate family, while community support remains low due to stigma surrounding mental disorders. A total of 88.9% of caregivers reported needing counseling and guidance services. These findings underscore the importance of psychosocial assessment as a foundation for developing contextually appropriate counseling interventions to enhance caregivers' mental resilience and support patients' holistic recovery..
Student engagement in responding activities: Insights and impacts on guidance and counseling practices
Pohan, Rizky Andana;
Daharnis, Daharnis;
Bentri, Alwen
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/jagc.2024.5.1.20532
Purpose - Perception is one of the variables included in individual characteristics that affect response activities in learning. The purpose of this study is to analyse the description of students' perceptions of responding activities in learning.Method - Descriptive quantitative research method with a population of 480 students and a sample of 218 students with proportional random sampling technique representing all classes. Data analysis techniques used with percentages.Result - The results showed that student perceptions of responding activities on average were in the positive category, as well as for the two indicators, namely perceptions of the purpose and benefits of responding activities, each also in the positive category.Implication – Based on the results of research on students' perceptions, it can be used as a basis in the preparation of counseling programmes based on needs analysis to improve responding activities in learning. Furthermore, in the implementation stage of the programme, students' perceptions can be improved with various BK services, including basic services with various components such as classical guidance, group guidance and information media management regarding the purpose and benefits of responding.Originality/Value – Novelty in this study is related to the description of student perceptions in responding activities that have never been studied by previous researchers in an analytical descriptive manner as well as its implementation of counseling services in schools.***Tujuan - Persepsi merupakan salah satu variabel yang termasuk dalam karakteristik individu yang mempengaruhi aktivitas merespon dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gambaran persepsi mahasiswa terhadap aktivitas merespon dalam pembelajaran.Metode - Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi 480 siswa dan sampel 218 siswa dengan teknik proporsional random sampling yang mewakili semua kelas. Teknik analisis data yang digunakan dengan persentase.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap kegiatan merespon rata-rata berada pada kategori positif, begitu juga untuk kedua indikator yaitu persepsi terhadap tujuan dan manfaat kegiatan merespon masing-masing juga berada pada kategori positif.Implikasi - Berdasarkan hasil penelitian mengenai persepsi siswa, dapat dijadikan dasar dalam penyusunan program BK berdasarkan analisis kebutuhan untuk meningkatkan kegiatan menanggapi dalam pembelajaran. Selanjutnya pada tahap implementasi program, persepsi siswa dapat ditingkatkan dengan berbagai layanan BK, termasuk layanan dasar dengan berbagai komponennya seperti bimbingan klasikal, bimbingan kelompok dan pengelolaan media informasi mengenai tujuan dan manfaat merespon.Orisinalitas/Nilai - Kebaruan dalam penelitian ini terkait dengan gambaran persepsi siswa dalam kegiatan responding yang belum pernah diteliti oleh peneliti sebelumnya secara deskriptif analitis serta implementasinya terhadap layanan BK di sekolah.
Pandangan trait and factor theory terhadap kegagalan dan keberhasilan pemilihan karir
Larasati, Sectio Putri;
Daharnis, Daharnis;
Ifdil, Ifdil
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/08jces517000
Karir yang bagus seharusnya dilandasi dengan kompetensi dan kemampuan yang relevan dengan pekerjaan yang dikerjakan. Namun fenomena yang ditemukan di lapangan sering kali individu mendapatkan kesuksesan dalam berkarir dan ada juga yang mengalami kendala dalam perkembangan karirnya yang berdampak pada kegagalan dalam berkarir. Sehingga perlu dianalis mendalam terkait menurut teori karir tentang keberhasilan dan kegagalan individu dalam perkembangan karirnya, salah satunya teori trait and factor. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi literature yaitu serangkaian kegiatan dengan pengumpulan data dari berbagai sumber bacaan seperti catatan, buku, makalah, artikel/jurnal, dan hasil kajian ilmiah lainnya yang relevan dengan teori trait and factor. Teknik analisis data yang digunakan yaitu metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua aspek yang mempengaruhi kegagalan ataupun keberhasilan individu dalam perkembangarn karirnya menurut hasil analisis teori trait and factor, yaitu aspek tempat bekerja atau lingkungan pekerjaan (seperti tuntutan pekerjaan, rekan kerja, kepemimpinan pimpinan tempat kerja) dan aspek pribadi yang bekerja (motivasi kerja, kualitas kompetensi yang dimiliki sesuai dengan bidang yang digeluti, kemampuan manajemen waktu kerja dan perspektif terhadap pekerjaan). Hasil ini tentunya menjadi perhatian khusus bagi praktisi konseling untuk membekali pemahaman kepada klien agar mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan pekerjaannya dan mengembangkan karir dengan baik.