Articles
CORRELATION PEER PRESSURE AND MISBEHAVIOR
Putri, Nikita Heriati;
Daharnis, Daharnis
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01021cic
Penelitian ini mendeskripsikan hubungan peer pressure dengan misbehavior pada remaja serta implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling. Secara rinci tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan tekanan teman sebaya (peer pressure) pada remaja, 2) mendeskripsikan perilaku misbehavior remaja, 3) menguji seberapa besar hubungan peer pressure dengan misbehavior remaja. Jenis penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Penelitian ini menggunakan populasi kelas X dan XI siswa SMKN 9 Padang sebanyak 898 siswa, sampel penelitian sebanyak 277 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen peer pressure dan instrumen misbehavior dengan menggunakan skala model Likert. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif, korelasi Pearson Product Moment dan regresi sederhana dengan bantuan SPSS 29.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat peer pressure berada pada kategori rendah, (2) tingkat misbehavior berada pada kategori sedang, dan (3) terdapat hubungan yang signifikan antara peer pressure dengan misbehavior dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,973 dan signifikansi 0,000. Implikasi bagi Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan oleh guru BK dengan memberikan layanan konseling perorangan, layanan konseling kelompok, layanan penguasaan konten dan kolaborasi dengan guru mata pelajaran atau wali kelas.
Pentingnya Bimbingan Karir dalam Perencanaan Karir Siswa SLTA
Mustika, Mega;
Daharnis, Daharnis;
Iswari, Mega
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol 7, No 3 (2022): SCHOULID : Indonesian Journal for School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/081821011
Kematangan karier siswa yang sangat rendah menjadi masalah di dunia pendidikan dilihat dari siswa yang masih ragu tentang karier dan menentukan masa depan yang sesuai dengan mereka. Program bimbingan karir di sekolah bertujuan untuk membantu anak dalam merencanakan karir di masa mendatang, agar karir yang dipilih sesuai dengan bakat minat dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi. Jika orang memperoleh karir yang tepat maka hidup orang akhirnya akan bahagia. Dan kebahagiaan adalah tujuan hidup semua orang. Oleh sebab itu, bimbingan karir sejak usia dini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tugas pendidikan. Bimbingan karir tidak hanya sekedar memberikan respon kepada masalahmasalah yang muncul, akan tetapi juga membantu memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan. sejumlah karir sudah dibangun sejak masa sekolah, misalnya sekolah lanjutan menengah yang seharusnya mulai memberikan dasar-dasar keterampilan dan mengembangkan minat siswanya. Hal ini menjadi dasar bagi siswa untuk menentukan arah karirnya, seperti bidang pendidikan apa yang dipilihnya setelah menyelesaikan sekolah menengah. Perkembangan karir memang tampak maju pesat pada masa remaja dan merupakan dinamika yang penting di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Youth Resilience review based on Religiosity and Social Support
Arafat HSB, M. Yasir;
Netrawati, Netrawati;
Daharnis, Daharnis;
Marjohan, Marjohan
International Journal of Applied Counseling and Social Sciences Vol 4, No 1 (2023): International Journal of Applied Counseling and Social Sciences
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/005510ijaccs
This research is motivated by the presence of symptoms that appear in adolescents at the Bening Nurani Padang Foster Home who do not yet have the ability to make sense of the events and life events they experience and make adolescents sink and dissolve in misery, without the flexibility to rise.. Religiosity and social support are factors that are thought to influence adolescent resilience. Religiosity and social support are factors that are thought to influence adolescent resilience. This study aims to analyze: 1) religiosity, social support, and adolescent resilience, 2) the relationship between religiosity and adolescent resilience, 3) the relationship between social support and adolescent resilience, and 4) the relationship between religiosity and social support together with youth resilience. This research uses a quantitative descriptive correlational method. Respondents in this study were adolescents at the Bening Nurani Padang Foster Home. The research sample was taken as a whole from the existing population with a total of 97 people. The research instrument used a questionnaire with a Likert scale model. Data were analyzed with descriptive statistics, simple regression and multiple regression. The research findings show that: (1) on average, adolescent religiosity is in the high category, (2) social support is in the high category, (3) adolescent resilience is in the high category, (4)there is a positive and significant relationship between religiosity and adolescent resilience, (5) there is a positive and significant relationship between social support and adolescent resilience, and (6) there is a positive and significant relationship between religiosity and social support and adolescent resilience.
Penyesuaian diri siswa terhadap pembelajaran daring pada masa pandemi covid 19 serta implikasinya dalam layanan BK
Desti, Nadya;
Daharnis, Daharnis
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 1 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001023chr2024
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya siswa yang sulit menyesuaikan diri terhadap pembelajaran daring pada masa pandemi covid. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang berlangsung di dalam jaringan, dengan memanfaatkan jaringan internet dalam proses pembelajarannya. Dalam pembelajaran daring siswa menyesuaikan diri dengan pembelajaran yang baru yaitu belajar di rumah dengan menggunakan HP. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis deskriptif. Populasi penelitian sebanyak 129 orang siswa yang berada pada kelas VII, VIII, IX di SMPN 3 Kec. Pangkalan Koto Baru, yang terdaftar pada semester Januari-Juni Tahun Ajaran 2021/2022. Dalam penelitian ini tidak dilakukan penarikan sampel sehingga responden penelitian berjumlah 129 orang siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dengan model skala Likert. Data diolah menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian secara keseluruhan dalam penyesuaian diri siswa terhadap pembelajaran daring pada masa pandemi covid 19 berada pada kategori cukup baik dengan rata-rata 103,2 dan persentase 64,5% dari skor ideal.
Persepsi mahasiswa tentang kecurangan akademik di perguruan tinggi
Sasmika, Ayu;
Daharnis, Daharnis
Counseling and Humanities Review Vol 3, No 2 (2023): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/000669chr2023
Academic cheating is a behavior that must be avoided by students in carrying out the educational process in tertiary institutions in order to be able to honestly optimize their potential, interests and talents. However, the phenomenon found in the field is that there are still students who commit academic fraud. This study aims to describe students’ perceptions of academic cheating in the aspects of cheating, plagiarism, fabrication, and facilitating academic cheating. This study uses the quantitative descriptive method. The population in this study was 721 FIP UNP students in the 2018 entry year enrolled in the July-December 2022 semester, with a research sample of 261 students who were selected using an accidental sampling technique. Data is processed using descriptive statistical analysis. The results of the study on student perceptions of academic fraud as a whole are in the good category. In Other Words, Students perceive academic cheating as a negative behavior. In details: the cheating aspect is in the good category, the plagiarism aspect is in the good category, the fabrication aspect is in the good category, and the facilitating aspect is academic cheating are in the good category.
Kontrol diri mahasiswa dalam menggunakan media sosial ditinjau dari jenis kelamin dan tahun masuk
Firanti, Meysi;
Daharnis, Daharnis
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 2 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001099chr2024
Penelitan ini dilatarbelakangi oleh fenomena perkembangan teknologi internet, sehingga mahasiswa perlu mengontrol diri dalam menggunakan media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan membandingkan kontrol diri mahasiswa dalam menggunakan media sosial ditinjau dari jenis kelamin dan tahun masuk. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif komparatif. Populasi penelitian adalah 5012 mahasiswa yang terdaftar di angkatan 2020, 2021, 2022, dan 2023 di Fakultas Ilmu Pendidikan UNP pada semester Januari-Juni 2024 dengan sampel penelitian sebanyak 396 mahasiswa yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen kontrol diri mahasiswa dengan skala model Likert. Data diolah menggunakan analisis deskriptif dan uji anava dua arah dengan bantuan program SPSS versi 22. Hasil penelitian mengungkapkan: 1) rata-rata skor kontrol diri mahasiswa FIP UNP ditinjau dari jenis kelamin dan tahun masuk berada pada kategori sedang, 2) tidak terdapat perbedaan yang signifikan dan interaksi antara jenis kelamin dan tahun masuk dalam menjelaskan kontrol diri mahasiswa. Implikasi hasil penelitian terhadap Bimbingan dan Konseling yaitu dengan memberikan layanan informasi, layanan penguasaan konten, dan layanan bimbingan kelompok.
Analisis kecemasan akademik mahasiswa bimbingan dan konseling
Soma, Yona Mita;
Daharnis, Daharnis;
Taufik, Taufik;
Handayani, Puji Gusri
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 1 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001025chr2024
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena mahasiswa yang mengalami kecemasan akademik pada saat menjalani proses perkuliahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kecemasan akademik mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah 458 mahasiswa yang terdaftar di angkatan 2020, 2021, dan 2022 Departemen Bimbingan dan Konseling (BK) FIP UNP pada semester Juli-Desember 2023 dengan sampel penelitian sebanyak 246 mahasiswa yang dipilih dengan teknik Proportional Random Sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen kecemasan akademik mahasiswa dengan skala model Likert. Data diolah menggunakan analisis deskriptif dan uji Anava dua arah dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menggambarkan kecemasan akademik mahasiswa BK ditinjau dari aspek pengerjaan tugas, mengikuti perkuliahan, dan menghadapi ujian berada pada kategori sedang. Implikasi hasil penelitian terhadap BK yaitu dengan memberikan layanan konseling individual, layanan konseling kelompok, dan layanan bimbingan kelompok.
Deskripsi perilaku kemalasan sosial siswa dan implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling
Aritosmen, Fharid;
Daharnis, Daharnis
Counseling and Humanities Review Vol 3, No 2 (2023): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/000645chr2023
Groups are an integral part of students' daily lives, and activities carried out in groups can make students into individuals who have the ability to interact, communicate, and work together to achieve the same goals. However, in reality, there are still students who reduce their efforts to be involved in group activities. This reduced effort is an individual's tendency to engage in social loafing or social laziness. This study aims to describe students' social loafing behavior in several aspects: (1) motivation, (2) activity, (3) responsibility, (4) dompleng (a free ride), and (5) responses to evaluations from other people. This study uses a quantitative descriptive method. The population in this study was 645 students in grades XI and XII at SMAN 16 Padang for the 2021/2022 academic year and a sample of 250 students. sampling technique using proportional random sampling. The collection of data for this study used a behavioral questionnaire on social loafing in students of SMAN 16 Padang. The results of this study indicate that the social loafing behavior of SMAN 16 Padang students is in the moderate category. The results of research on the social loafing behavior of students at SMAN 16 Padang can be seen in detail as follows: (1) The social loafing behavior of students seen from the motivational aspect is in the low category; (2) students' social loafing behavior seen from the aspect of liveliness is in the medium category; (3) students' social loafing behavior seen from the aspect of responsibility is in the medium category; (4) students' social loafing behavior seen from the dompleng aspect is in the medium category; and (5) students' social loafing behavior seen from the aspect of the response to the evaluation is in the medium category.
Hubungan self-efficacy akademik dengan kegiatan belajar siswa
Khairani, Layla;
Daharnis, Daharnis;
Nirwana, Herman;
Taufik, Taufik
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 2 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001101chr2024
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegiatan belajar siswa yang berada pada kategori sedang. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya self-efficacy akademik. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan self-efficacy akademik siswa, 2) mendeskripsikan kegiatan belajar siswa, dan 3) menguji seberapa besar hubungan self-efficacy akademik dengan kegiatan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 267 siswa SMA N 1 Sitiung yang dipilih dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Data diperoleh dengan instrumen penelitian berupa angket self-efficacy akademik dan angket kegiatan belajar yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif, dan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) tingkat self-efficacy akademik berada pada kategori tinggi, (2) kegiatan belajar siswa berada pada kategori baik, dan (3) terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara self-efficacy akademik dengan kegiatan belajar siswa dengan rxy=0,711 dan taraf signifikansi sebesar 0,000.
Hubungan kepercayaan diri dengan komunikasi interpersonal siswa sekolah menengah atas
Nofriani, Nur Azilla;
Daharnis, Daharnis;
Nirwana, Herman;
Sukmawati, Indah
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 2 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001118chr2024
Penelitian ini didasari karena masih banyaknya siswa yang memiliki masalah dalam komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya kepercayaan diri. Penelitian ini mendeskripsikan hubungan kepercayaan diri dengan komunikasi interpersonal siswa SMA Negeri 5 Sijunjung. Secara rinci tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan komunikasi interpersonal siswa, 2) mendeskripsikan kepercayaan diri, 3) menguji seberapa besar hubungan kepercayaan diri dengan komunikasi interpersonal siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Penelitian ini menggunakan populasi kelas X, XI siswa SMA Negeri 5 Sijunjung sebanyak 332 siswa dengan sampel penelitian sebanyak 198 yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner komunikasi interpersonal dan kepercayaan diri yang valid dan reliabel. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan korelasional Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan: 1) komunikasi interpersonal siswa berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 121,34 dan persentase 75,84% dari skor ideal, 2) kepercayaan diri berada pada ketegori sedang dengan skor rata-rata 66,70 dan persentase 66,70% dari skor ideal, 3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kepercayaan diri dengan komunikasi interpersonal siswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,534 dan signifikansi 0,000.Keywords: Komunikasi Interpersonal, Kepercayaan Diri