p-Index From 2021 - 2026
15.994
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Indonesian Journal of Educational Studies JURNAL KONFIKS International Journal of Science and Applied Science: Conference Series Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya IJoLE: International Journal of Language Education Jurnal Ilmiah Lingua Idea Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Journal on Education Linguistik Indonesia Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SOSCIED Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Didaktika: Jurnal Kependidikan PENGABDI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Jurnal Sinestesia Abdimas Langkanae Panrita: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah serta Pembelajarannya Indonesian Journal of Social and Educational Studies DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra WAHANA LITERASI: Journal of Language, Literature, and Linguistics Jurnal Konsepsi Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat HUMAN: South Asian Journal of Social Studies The International Conference on Education, Social Sciences and Technology (ICESST) IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities Teknovokasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM Jurnal Pengabdian Masyarakat Ininnawa: Jurnal Pengabdian Masyarakat GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Journal of Humanities and Social Studies Jurnal Riset Guru Indonesia Sipakainge: Inovasi Penelitian, Karya Ilmiah, dan Pengembangan Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JHP2M) Journal Studies in Indonesian Language and Literature Journal of Humanities, Social Sciences, and Education MANIFESTASI : Jurnal Pendidikan dan Pengajaran AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Edumaspul: Jurnal Pendidikan Journal of Vocational, Informatics and Computer Education Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ranah: Jurnal Kajian Bahasa JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran)
Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Kompetensi Bahasa Asing melalui Program Literasi Bahasa Jerman Berbasis Komunitas Ambo Dalle; Johar Amir; Nurul Mukhlisa Abdal; Misnah Mannahali; Arlian Fachrul Syaputra
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.733

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi bahasa asing masyarakat melalui program literasi bahasa Jerman berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan di Kota Makassar dengan melibatkan pelajar, mahasiswa, guru, dan komunitas belajar bahasa asing sebagai mitra utama. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya kemampuan literasi bahasa Jerman, keterbatasan praktik komunikasi, kurang optimalnya pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam pembelajaran, serta belum terbentuknya komunitas belajar yang berkelanjutan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, program dilaksanakan melalui metode workshop, focus group discussion (FGD), demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan berbasis komunitas. Materi pelatihan mencakup penguatan kosakata dan komunikasi dasar bahasa Jerman, penggunaan media digital pembelajaran, serta pemanfaatan aplikasi berbasis AI dalam pembelajaran bahasa asing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berhasil meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami kosakata dasar, melakukan percakapan sederhana, membaca teks pendek, serta menggunakan media digital untuk belajar bahasa Jerman secara mandiri. Peserta juga menunjukkan peningkatan motivasi belajar, rasa percaya diri dalam berkomunikasi, dan partisipasi aktif dalam kegiatan komunitas. Selain itu, program berhasil membentuk lingkungan belajar kolaboratif yang mendukung pengembangan literasi bahasa asing secara berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam pembelajaran terbukti membantu peserta memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif dan fleksibel. Dengan demikian, program literasi bahasa Jerman berbasis komunitas dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang efektif dalam meningkatkan kompetensi bahasa asing dan literasi digital masyarakat di era globalisasi.
Pendampingan Penggunaan Bahasa Indonesia yang Santun dan Efektif dalam Komunikasi Digital Masyarakat Johar Amir; Ambo Dalle; Nurul Mukhlisa Abdal; Misnah Mannahali; Femmy Angreany
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.734

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah pola komunikasi masyarakat secara signifikan. Namun, tingginya penggunaan media digital belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan literasi digital dan penggunaan bahasa Indonesia yang santun serta efektif dalam komunikasi daring. Permasalahan yang ditemukan pada masyarakat mitra meliputi rendahnya pemahaman mengenai etika komunikasi digital, penggunaan bahasa yang kurang santun di media sosial, serta minimnya kesadaran terhadap dampak sosial dari komunikasi digital. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia yang santun, efektif, dan bertanggung jawab dalam komunikasi digital. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi, workshop, focus group discussion, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Materi pelatihan difokuskan pada etika komunikasi digital, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan efektif, penyusunan pesan komunikatif, serta pencegahan ujaran kebencian dan komunikasi provokatif di media sosial. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi, pre-test dan post-test, serta penilaian praktik komunikasi digital peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan bahasa Indonesia yang santun dalam media digital. Peserta menjadi lebih mampu menyusun pesan yang komunikatif, mengurangi penggunaan bahasa negatif, serta memahami pentingnya etika komunikasi dalam media sosial. Antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung juga menunjukkan bahwa program pengabdian sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital saat ini. Selain meningkatkan literasi digital masyarakat, kegiatan ini turut berkontribusi dalam membangun budaya komunikasi yang positif, harmonis, dan bertanggung jawab di ruang digital. Dengan demikian, program pendampingan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas komunikasi digital masyarakat dan dapat menjadi salah satu model penguatan literasi bahasa dan literasi digital berbasis pemberdayaan masyarakat.
EMOJI SEBAGAI PENGGANTI UNSUR SINTAKSIS DALAM KOMUNIKASI DIGITAL: KAJIAN STRUKTUR DAN FUNGSI PADA MEDIA SOSIAL: EMOJI AS A SUBSTITUTE FOR SYNTAXIC ELEMENTS IN DIGITAL COMMUNICATION: A STUDY OF STRUCTURE AND FUNCTION ON SOCIAL MEDIA Shafariana; Johar Amir; Ambo Dalle; Tuti Wijayanti; Abdul Haliq
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i4.5236

Abstract

Perkembangan komunikasi digital telah mendorong penggunaan emoji tidak hanya sebagai penanda emosi, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan makna dalam interaksi media sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk penggunaan emoji sebagai pengganti unsur sintaksis dalam komunikasi digital berbahasa Indonesia, mengidentifikasi jenis unsur sintaksis yang dapat digantikan oleh emoji, serta menjelaskan fungsi penggunaannya dalam membangun makna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan rancangan analisis isi. Data berupa komentar, unggahan, dan tuturan digital yang mengandung emoji pada platform Instagram, TikTok, X, dan WhatsApp. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dengan metode simak-catat, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emoji memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar penanda emosi. Emoji ditemukan berfungsi sebagai pengganti tuturan verbal utuh, pengganti nomina, pengganti predikat, serta pengganti frasa atau klausa. Selain itu, emoji juga berfungsi sebagai penanda nada ujaran yang membantu pembaca memahami sikap, maksud, dan tujuan komunikatif penutur. Temuan ini menunjukkan bahwa emoji telah mengalami perluasan fungsi dari simbol visual dan afektif menjadi sumber daya semiotik yang memiliki peran sintaktis dan pragmatis dalam komunikasi digital. Penelitian ini memperlihatkan bahwa batas antara bahasa verbal dan simbol visual semakin kabur seiring berkembangnya praktik komunikasi multimodal di media sosial. Dengan demikian, emoji dapat dipahami sebagai bagian dari sistem komunikasi digital yang berkontribusi dalam pembentukan struktur dan makna bahasa kontemporer.
SINTAKSIS DALAM BAHASA INDONESIA BERSPEKTIF GENDER: KAJIAN PADA NARASI FILM INDONESIA KONTEMPORER Shafariana Shafariana; Johar Amir; Nur Anita Syamsi Safitri; Tuti Wijayanti
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84576

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran konstruksi sintaksis dalam merepresentasikan dan menegosiasikan ideologi gender dalam dialog film Indonesia kontemporer. Berbeda dari kajian sebelumnya yang berfokus pada aspek leksikal, tematik, dan naratif, penelitian ini menempatkan sintaksis sebagai unit analisis utama untuk memahami relasi kuasa dan posisi gender pada tataran mikro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis berbasis gender. Data berupa dialog dari lima film Indonesia kontemporer yang dianalisis melalui klasifikasi dan interpretasi pola sintaksis, meliputi kalimat aktif, pasif, imperatif, serta variasi negatif dan interogatif. Hasil menunjukkan bahwa konstruksi sintaksis membentuk pola sistematis dalam representasi gender. Kalimat aktif mendominasi dan menempatkan perempuan sebagai agen, meskipun sering bersifat terbatas. Kalimat pasif mengaburkan agen dan merepresentasikan subordinasi, sedangkan kalimat imperatif mencerminkan relasi kuasa yang dominatif maupun negosiatif. Secara lintas film, ditemukan tiga tipologi representasi: progresif, konservatif, dan ambivalen, yang menunjukkan kompleksitas konteks. Temuan ini menegaskan sintaksis sebagai perangkat ideologis sekaligus menunjukkan pergeseran menuju pendekatan kontekstual dan dialektis.
REPRESENTASI NILAI FORMAL TEKS FAKTUAL PADA BUKU PELAJARAN BAHASA INDONESIA FASE D KURIKULUM MERDEKA; MODEL NORMAN FAIRLOUGH Johar Amir; Ambo Dalle; Shafariana; Tuti Wijayanti
SOSCIED Vol 9 No 1 (2026): SOSCIED - Juli 2026
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/2kjgty24

Abstract

This research is motivated by the importance of textbooks as a strategic medium in shaping students' values, character, and way of thinking in the implementation of the Merdeka Curriculum. Factual texts in Phase D Indonesian language textbooks not only convey information, but also represent formal values ​​related to experiential, relational, and expressive aspects. This study aims to identify and analyze the representation of formal values ​​in vocabulary and grammar in factual texts in Phase D Indonesian language textbooks using Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis approach. Data collection methods were carried out through documentation, reading, and note-taking techniques for factual texts in textbooks for grades VII, VIII, and IX. Data analysis used Fairclough's three-dimensional model which includes text analysis, discourse practices, and socio-cultural practices. The results of the study indicate that experiential, relational, and expressive values ​​are represented through variations in vocabulary such as synonyms, antonyms, hyponyms, as well as the use of formal and informal language, and through grammatical structures such as active, passive, and modal sentences. Qualitatively, factual texts contain ideological content that reflects values ​​of discipline, religiosity, modernity, and social awareness. Quantitatively, the use of experiential and expressive vocabulary is more dominant than relational vocabulary. These findings indicate that factual texts in textbooks are not neutral but play a role in shaping students' critical awareness and social values.
SINTAKSIS DAN REPRESENTASI PSIKOLOGIS TOKOH: KALIMAT MAJEMUK BERTINGKAT DALAM NOVEL ALMOND KARYA SOHN WON PYUNG Shafariana; Johar Amir; Ambo Dalle; Tuti Wijayanti; Atikah Nurul Asda
SOSCIED Vol 9 No 1 (2026): SOSCIED - Juli 2026
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/nk46ht35

Abstract

Thus study aims to examine how complex sentences with subordination are used in the Indonesian-translated version of Almond, a novel by Sohn Won-Pyung, as a linguistic device to represent the psychological condition of the main character, Yoonjae, who suffers from alexithymia. Yoonjae is portrayed as an individual with difficulty identifying and expressing emotions, which significantly affects how he interacts with the world and conveys his inner experiences. In this context, the structure and form of language become crucial, as syntactic choices can function as representattions of emotional conflict that is not explicitly articulated. The study employs a qualitative-descriptive approach with a syntactic analysis method, combined with stylistic interpretation within a pyscholinguistic framework. Data were collected through documentation involving intensive reading of the novel and annotation of all complex sentences with subordination. The sentences were then analyzed based on types of subordinate clause relationships, including temporal, causal, conditional, and concessive relations. Form thw analysis of 187 complex sentences identified in the corpus data, six key finding were obtained. First, subordinated complex with emotional impairment (alexithymia). Second, the most frequent type of subordination is causal (33,29%), indicating a tendency for the caracter to rationalize experiences rather than respond affectively. Third, temporal and concessive structures play important roles in developing emotionally delayed and ambivalent narratives. Fourth, the syntactic complexity of the character’s language increases in the line with the development of his emotional sensitivity. At the beginning of the story, the sentence structures tend to be simple and informative, but the envolve into more refelective and complex forms as the character begins to recognize and engage with emotional experiences. Fifth, the sentence structure serves as an indicator of the character’s inner transformation, from emotionally flat to reflective and eventually empathetic. Sixth, syntax in this novel is note merely a structural element but also a strategic stylistic and representational tool used to subtly convey psychological dynamics. These finding suggest that syntax plays a crucial role in constructing and expressing a character’s psychological condition through an implicit strategy. Thus, complex sentences with subordination in Almond serve not only as grammatical structures but alos as effective linguistic tools that mirror the affective dynamics experienced by the protagonist, offering readers access to a nuanced and envolving emotional interior in literary narrative.
POLA STRUKTUR SINTAKSIS PADA SUBJEK EMAIL PROMOSI: KAJIAN LINGUISTIK TERHADAP KOMUNIKASI DIGITAL Shafariana Shafariana; Johar Amir; Nur Anita Syamsi Safitri
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan komunikasi digital telah mendorong transformasi praktik pemasaran melalui berbagai media berbasis internet, termasuk email marketing yang masih menjadi salah satu sarana komunikasi bisnis yang efektif. Terkait itu, subjek email promosi memiliki peran penting sebagai elemen pertama yang menentukan perhatian dan respons pengguna terhadap pesan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pola struktur sintaktis yang digunakan pada subjek email promosi dalam komunikasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan desain deskriptif. Data berupa 200–300 subjek email promosi berbahasa Indonesia yang dikumpulkan dari kategori Promotions pada layanan surat elektronik selama periode tiga bulan. Data dianalisis menggunakan analisis isi yang dipadukan dengan analisis sintaktis untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan pola struktur yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek email promosi didominasi oleh struktur sintaktis yang ringkas dan ekonomis, meliputi frasa nominal, kalimat imperatif, kalimat interogatif, dan konstruksi eliptis. Frasa nominal digunakan untuk memadatkan informasi utama, kalimat imperatif berfungsi sebagai strategi persuasi yang mendorong tindakan pengguna, kalimat interogatif dimanfaatkan untuk membangun rasa ingin tahu dan keterlibatan pengguna, sedangkan konstruksi eliptis menunjukkan penerapan prinsip ekonomi sintaktis dalam komunikasi digital. Selain itu, ditemukan pola personalisasi sintaktis melalui penggunaan nama penerima sebagai strategi membangun kedekatan interpersonal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur sintaktis pada subjek email promosi tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi perangkat persuasif yang beradaptasi dengan karakteristik komunikasi pemasaran digital yang menuntut efisiensi, perhatian, dan keterlibatan pengguna.
Stance, Syntax and Gender Identity in Indonesian Films: a Sociopragmatic and Interactional Discourse Study Tuti Wijayanti; Shafariana Shafariana; Johar Amir
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8208

Abstract

This study emmployed a descriptive qualitative method using critical discourse analysis (CDA) whitin a socio-pragmatic framework to examine syntactic constructions in contemporary Indonesian film dialogues that reflect gender ideologies. Data were collected through documentation, field notes, and purposive sampling from five gender-themed films released between 2021—2023: Yuni; Before, Now, & Then; Bismillah Kunikahi Suamimu; Budi Pekerti; and Susuk: The Curse of Beauty. Data analysis adapted Milles & Huberman’s interactive model, including data reduction, display, and conclusion drawing using Sara Mills’s CDA approach. Finding reveal that syntactic structures is contemporary Indonesian films reflect complex gender ideologies, where active, passive, imperative, and evaluative forms are used to construct female agency, powerlessness, or emotional positioning. Analysis of five films –Yuni (2021); Before, Now, & Then (2022); Bismillah Kunikahi Suamimu (2023); Budi Pekerti (2023); and Susuk: Kutukan Kecantikan (2023)– reveals that while active and motivational syntax often portrays women as agent of resistance, passive, and directive forms requently frame them as submissive or emotionally burdened. Imperatives serve both as tools of social enforcement and empowerment. Evalauative verbs and negation subtly encode internalized norms and limitations. These patterns demonstrate that syntax is ideologically loaded, not neutral. The findings have implications for gender-aware scriptwriting, curriculum development in language and media education, and media policy interventions aimed at promoting inclusive narrative practices. Abstrak Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatid dengan pendekatan analisis wacana kritis (AWK) berbasis sosiopragmatik untuk menganalisis struktur sintaksis dalam dialog film Indonesia kontemporer yang merepresentasikan ideologi gender. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, catatan lapangan, dan purposive sampling dari lima film bertema gender yang dirilis antara tahun 2021—2023: Yuni, Before, Now, & Then, Bismillah Kunikahi Suamimu; Budi Pekerti, dan Susuk: Kutukan Kecantikan. Teknik analisis data mengadaptasi model interaksi Miles & Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan kerangka analisisi wacana Sara Mills. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sintaksis dalam film-film Indonesia kontemporer merepresentasikan ideologi gender yang kompleks, yang bentuk aktif, pasif, imperatif, dan evaluatifnya digunakan untuk membingkai agensi, ketidakberdayaan, atau posisi emosional tokoh perempuan. Analisis terhadap lima film –Yuni (2021); Before, Now, & Then (2022); Bismillah Kunikahi Suamimu (2023); Budi Pekerti (2023); dan Susuk: Kutukan Kecantikan (2023)– menunjukkan bahwa kalimat aktif dan motivasional sering menampilkan perempuan sebagai agen perlawanan, sedangkan bentuk pasif dan direktif kerap membingkai mereka dalam posisi tunduk atau terbebani secara emosional. Kalimat imperatif digunakan baik untuk menegakkan norma sosial maupun memberdayakan. Verba evaluatif dan negasi mengungkap norma yang terinternalisasi secara halus. Temuan ini menunjukkan bahwa sintaksis sarat ideologi dan tidak bersifat netral. Implikasinya mencakup pelatihan penulisan naskah berbasis kesadaran gender, pengembangan kurikulum bahasa dan media, serta kebijakan media yang mendorong praktik naratif yang lebih inklusif.
Workshop Pembelajaran Mendalam bagi Kepala Sekolah SD dan PAUD Kota Makassar Nensilianti Nensilianti; Johar Amir; Suarni Syam Saguni; Ambo Dalle
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.562

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi kepala sekolah SD dan PAUD dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam (deep learning) melalui workshop intensif berbasis lokakarya yang dilaksanakan selama dua hari di SMKN 4 Makassar. Metode kegiatan mencakup pemaparan konseptual, simulasi praktik, diskusi kelompok terarah, microteaching, dan supervisi berbasis coaching. Evaluasi dilakukan melalui pre–post test, lembar observasi simulasi, rubrik penilaian RTL, dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan, dengan rerata peningkatan pre–post test lebih dari 30%, khususnya pada aspek supervisi akademik reflektif (64%) dan microteaching/coaching (62%). Seluruh peserta berhasil menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang operasional dan terukur, mencakup strategi implementasi pembelajaran mendalam, supervisi akademik, serta pendampingan guru. Tingkat kepuasan peserta mencapai lebih dari 85%. Temuan ini menegaskan bahwa model workshop berbasis praktik dan coaching efektif dalam mengembangkan kepemimpinan pembelajaran sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi serta dikembangkan melalui pendampingan lanjutan bagi keberlanjutan implementasi.
Sign Meaning Index in Bumi Tere Liye’s Novel and Their Implication on Learning Material of Literature at SMK B.Syukroni Baso; Johar Amir; Kembong Daeng
International Journal of Science and Applied Science: Conference Series Vol 6, No 1 (2022): International Journal of Science and Applied Science: Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijsascs.v6i1.70789

Abstract

The purpose of this study was to describe the meaning of the index sign in Tere Liye's earth novel. The novel was chosen to be the object of research because it uses a lot of sign systems in expressing ideas and ideas. The type of research is qualitative descriptive research because it describes or describes the data that researchers find in the novel of the earth with an inventory technique to find and collect a number of data, read-listen techniques to obtain information accurately, and record the data that has been collected. After that, the researcher analyzed to describe the meaning contained in the signs in the novel with several stages: (1) data analysis, (2) data classification, (3) data repetition, (4) data presentation. The results showed that there were signs, namely icon marks. There are 11 index data. The dominant data found by the researcher is icon image data. This proves that the icon data is used as a manifestation of the description of the actor seen from the nature and character that makes him the actor in the novel.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdal, Nurul Mukhlisah Abdul Haliq, Abdul Adriani Safitri Akib Adriani Safitri Akib Agussalim AJ, Andi Ahmad Alif Jaya AJ., Andi Agussalim Alamsyah Alamsyah - Alamsyah Alam Alamsyah Alamsyah Alifa, Ramadhian Alifia Afdani Anwar Alissa Geisler Amalia, Rizqi Ambo Dalle Anastasia Hotmauli Sinaga Anastasia Hotmauli Sinaga Andi Budiharsono Andi Fatimah Junus Andi Fatimah Yunus Andi Fatimah Yunus Andi Fatwa Anugerah Andi Ruhul Wahyuni Andini. A, Nur Qalbi Angreany, Femmy Anita Candra Dewi Anita Candra Dewi Annisa Asywa Fahrani Anshari Anshari Anshari, - Anwar, Alifia Afdani Arlian Fachrul Syahputra Arsam Arsam Arsam Arsam Asia Asia Asia, Asia Asiani Abu Astriyanti Aswati Asri Aswati Asri, Aswati Atikah Nurul Asda Atirah, Nur Azis Azis Azis Azis, Azis Azis, Irawati Aziz Thaba B. Syukroni Baso B. Syukroni Baso B.Syukroni Baso Bakri Bakri Baso, B. Syukroni Baso, Fadhlirrahman Budiharsono, Andi Burhamzah, Muftihaturrahmah Burhamzah, Rahmat Cahyani, Regita Purnama Candra Dewi, Anita Desi Ratnasari Elsa Fitri Ernawati Ernawati Fajeri, Ince Nurul Fathahillah Fathahillah Fatimah Al Ilmullah, Syarifah Femmy Angreany Fiah Luthfiah Bani Fina Damayanti Fitri Ramadhani Gusnawati Gusnawati Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah Hajrah, Hajrah Hasanuddin, Nuratikah Hasmianti, Lisda Hasnawati Hasriani Ilham Ilham Irawati Azis Irma Satriani, Irma Irmawati Irmawati Irmawati Irwan Soulisa Iwan Suhardi Jamaluddin Janri S. Simanungkalit Juanda Juanda Juanda, Juanda Jufri Jufri Jufri Jufri Juni, Riska Widati Karmila Indah Hasin Kembong Daeng Kurnia Rahmadani Labusab Labusab Langoday, Yohanes Redan Lisa Syari Sahrang Lukman Feri Luthfiah, Nurul M., Asia M., Sri Wahyuni Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mannahali, Misnah Mansyur, Musfira Marliana, Anis Maya Intan Maya Intan Muh. Saleh Muh. Saleh, Muh. Muhammad Ikbal Ikbal Muhammad Ilham Muhammad Rapi Muhammad Rapi Munggaran, Mahesa Admi Putra Munirah Munirah Musdalifah Musdalifah Najma Aliyah Nasrah Natsir Nensilianti Nensilianti Nensilianti Nensilianti Nensilianti Nensiliati Nensiliati Nukuhaly, Nur Apriany Nur Anita Syamsi Safitri Nur Handayani Nur Ikraam Syafruddin Nur Qalbi Andini. A Nur, Basri Nurfaisyah Nurfaisyah Nurhijrah Nurhijrah, Nurhijrah Nurhikma Nurhikma Nurhusna Nurhusna Nurhusna Nuridayanti Nuridayanti Nurkardiyanti Nurkardiyanti Nurmuslimah, Rahmi Nurul Mukhlisa Abdal Nurul Mukhlisa Abdal Nurul Mukhlisah Abdal Nurul Mukhlisah Abdal Putra, Muhammad Alif Putri Magfirah Salsabila R , Ummu Kalsum R., Mantasiah Rahim, ilma Rahmat Burhamzah Ratna Ridwan Daud Mahande Ridwan Ridwan Rini Amriani Riska Riska Riska Riska Riska Widati Juni Rizki Herdiani Rufi'i Sabrina Saiidi Sahban Nur Sahban Nur Sahriani, Sahriani Sakinah Fitri, Sakinah Saraswati Sartika S Sasmayunita Sasmayunita Sasmayunita, Sasmayunita Setialaksana, Wirawan - Shabrina Syntha Dewi Shafariana Shafariana Shafarina Siti Nurhaedah Sri Juniati St Nirwana Asti Bakhtiar St Syamsudduha St. Rahmaniar Suarni Syam Saguni Subrianto, Andi Aryan Suhaeb, Laelah Azizah S. Suhartina Suhartina, Suhartina sukmawati Sultan Sultan Sumarni Sumarni Sumarni Sumarni Syam, Andika Idul Syamsiar, Syamsiar Syamsudduha Syamsudduha Syamsudduha Syamsudduha Syaputra, Arlian Fachrul Syarifah Fatimah Syarifah Fatimah Al Ilmullah Syarifah Fatimah, Syarifah Tuti Wijayanti Umrah Umrah Usman Usman Usman Usman Veithzal Rivai Zainal Wahyu Kurniati Asri Wahyuni, Maya Sari Wahyuningsih Wahyuningsih Wijayanti, Tuti Wijayanti, Tuty Yuli Sartika Yusliana, Emy Zulkifli