p-Index From 2021 - 2026
24.771
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Al-Mizan (e-Journal) Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Jurnal Diskursus Islam AL-Fikr LEGITIMASI: Jurnal Hukum Pidana dan Politik Hukum PALITA: Journal of Social - Religion Research Tafaqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law Jurnal Al Himayah TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman TAHKIM Unes Law Review BILANCIA IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam Jurnal Ilmu Sosial Politik dan Humaniora (Jisora) Jurnal Al-Dustur El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Hermeneutika : Jurnal Ilmu Hukum Asy-Syariah BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Al-Azhar Journal of Islamic Economics Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Journal of Social Science Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Dirasat Islamiah: Jurnal Kajian Keislaman Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Midwifery Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Kafa’ah: Journal of Gender Studies International Journal of Social Science TASAMUH: Jurnal Studi Islam Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Qisthosia Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Tasamuh: Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana Jurnal Al Tasyri'iyyah Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam Jurnal Cakrawala Ilmiah Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) JUSTICES: Journal of Law AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Jurnal Marital: Kajian Hukum Keluarga Islam Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Journal of Social Science Al-Rasikh : Jurnal Hukum Islam Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam Ethics and Law Journal: Business and Notary Al-fiqh : Journal of Islamic Studies AL-SULTHANIYAH Jurnal Ilmiah Falsafah Socius: Social Sciences Research Journal Al-Bayyinah Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Anayasa Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Journal of Innovative and Creativity JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Media Hukum Indonesia (MHI) HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Rechtsvinding HUMANIORASAINS Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik Al-Qolamuna : Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Journal of Dual Legal Systems Journal of Strafvodering Indonesian AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Bilancia : Jurnal Studi Ilmu Syariah dan Hukum Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Abdurrauf Science and Society Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Jurnal Teologi Islam Insight: Indonesian Journal of Social, Humanity, and Education Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Wahana Islamika; Jurnal Studi Keislaman Jurnal Wacana Sosial Nusantara Makkah: Journal Of Islamic Studies Wasīlah: Journal Of Sharia Sciences AL-ASHLAH Bayan: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Journal of Nafaqah Journal of Strafvordering Indonesian Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Jurnal Ilmu Hukum Indonesia Ushul Al-Hukm: Jurnal Syariah dan Hukum Islam Law Studies and Justice Journal ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Al-Azhar Islamic Law Review
Claim Missing Document
Check
Articles

Sejarah Etika Politik dan Hubungannya Dengan Islam Astriani Astriani; Ahmad Ginannafsih Shafar; Kurniati Kurniati
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.197

Abstract

Political ethics in Islam has become a relevant discussion in the context of modern politics. This paper explores the history and practical implications of political ethics in Islam and its relationship to contemporary politics. The history of political ethics in Islam teaches that values ​​such as justice, brotherhood, deliberation and equality are the main foundations in Islamic politics. This research uses qualitative methods to analyze related literature as well as relevant hadiths and verses of the Koran. From this analysis, it was found that political ethics in Islam not only includes the worldly dimension which is related to the relationship between humans and fellow humans and the universe, but also the ukhrawi dimension which is related to the relationship between humans and Allah SWT. The implementation of ethical values ​​in contemporary politics is necessary to maintain integrity, justice and shared prosperity in national and state life. This involves responsible and transparent leadership practices, healthy and inclusive democratic practices, peaceful conflict management, protection of minority rights, and adaptation to the challenges of globalization and information technology. In Indonesia, implementing ethical values ​​in contemporary politics also involves applying the principles of Pancasila and adapting to local conditions and a culture that is rich in diversity. In an effort to build a more ethical and responsible political culture, cooperation between government, political institutions, civil society and the private sector is very necessary. Only with a strong commitment from all parties, can we create a more just, democratic and sustainable political system for a better future. Abstrak Etika politik dalam Islam telah menjadi perbincangan yang relevan dalam konteks politik modern. Jurnal ini mengeksplorasi sejarah dan implikasi praktis dari etika politik dalam Islam serta hubungannya dengan politik kontemporer. Sejarah etika politik dalam Islam mengajarkan bahwa nilai-nilai seperti keadilan, persaudaraan, musyawarah, dan persamaan adalah landasan utama dalam politik Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini  adalah metode kualitatif dengan melakukan studi literatur  dari sumber sekunder berupa buku dan jurnal. Dari analisis tersebut, ditemukan bahwa etika politik dalam Islam tidak hanya mencakup dimensi duniawi yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan sesama manusia dan alam semesta, tetapi juga dimensi ukhrawi yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah SWT. Implementasi nilai-nilai etika dalam politik kontemporer diperlukan untuk menjaga integritas, keadilan, dan kesejahteraan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini melibatkan praktek kepemimpinan yang bertanggung jawab dan transparan, praktik demokrasi yang sehat dan inklusif, pengelolaan konflik yang damai, perlindungan terhadap hak-hak minoritas, serta penyesuaian terhadap tantangan globalisasi dan teknologi informasi. Di Indonesia, implementasi nilai-nilai etika dalam politik kontemporer juga melibatkan penerapan prinsip Pancasila dan penyesuaian terhadap kondisi lokal dan budaya yang kaya akan keberagaman. Dalam upaya membangun budaya politik yang lebih etis dan bertanggung jawab, kerja sama antara pemerintah, lembaga politik, masyarakat sipil, dan sektor swasta sangat diperlukan. Hanya dengan komitmen yang kuat dari semua pihak, kita dapat menciptakan sistem politik yang lebih adil, demokratis, dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik. Kata kunci: Etika politik, Islam, Kontemporer
Relevansi Pemikiran Etika Politik Islam Al-Mawardi Terkait Kepemimpinan dalam Era Kontemporer Andi Alya Nabilah; Gusnata Gusnata; Kurniati Kurniati
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.203

Abstract

This research discusses the relevance of Islamic political concepts by Al-Mawardi, particularly concerning the relationship between religion and state, as expounded in his commentary "Al-Nukat wa Al-‘Uyun". Al-Mawardi, a classical Islamic jurist from the 10th century CE, made significant contributions to political theory by integrating Sharia principles into governance. The purpose of this article is to explain and analyze Al-Mawardi's thoughts on Islamic governance structure, the process of leader selection, qualifications for leadership, and the agreement between rulers and the people.The research methodology employed is qualitative analysis based on literature review, focusing on Al-Mawardi's works and modern interpretations of his views. The primary findings underline the relevance of Al-Mawardi's concepts in the context of Islamic Sharia law, providing a solid foundation for understanding the dynamics of the relationship between religion and state in Islamic society.The conclusion asserts that Al-Mawardi's thoughts not only provide deep insights into the structure of Sharia-based governance but also offer significant relevance in the context of modern Islamic politics. The article recommends further research to develop the application of Al-Mawardi's concepts in contemporary contexts and explore their potential practical implementation in current political systems.Keywords: Political Ethics, Al-Mawardi, Contemporary AbstrakPenelitian ini membahas relevansi konsep-konsep politik Islam Al-Mawardi, khususnya terkait relasi antara agama dan negara, sebagaimana dipaparkan dalam tafsirnya Al-Nukat wa Al-‘Uyun. Al-Mawardi, sebagai cendekiawan hukum Islam klasik dari abad ke-10 Masehi, memberikan kontribusi berharga terhadap teori politik dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip hukum syariah dalam penyelenggaraan negara. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis pemikiran Al-Mawardi yang meliputi tata negara Islam, proses pemilihan pemimpin, persyaratan untuk menjadi pemimpin, serta perjanjian antara penguasa dan rakyat. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif berbasis studi pustaka, dengan fokus pada karya-karya Al-Mawardi dan interpretasi modern terhadap pandangannya. Temuan utama dari analisis ini menggarisbawahi relevansi konsep-konsep Al-Mawardi dalam konteks hukum syariah Islam, yang memberikan landasan yang kokoh untuk memahami dinamika hubungan antara agama dan negara dalam masyarakat Islam. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Al-Mawardi tidak hanya memberikan wawasan mendalam terhadap struktur tata negara berbasis syariah, tetapi juga menawarkan relevansi yang signifikan dalam konteks politik Islam modern. Artikel ini merekomendasikan adanya penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan aplikasi konsep-konsep Al-Mawardi dalam konteks kontemporer dan mengeksplorasi potensi implementasi praktisnya dalam sistem politik saat ini.
Peran Pemimpin dalam Menangani Konflik Keamanan Nasional: Perspektif Etika Politik Islam Evhy Sekarwangi Putri; Muh. Yusril Faudzi; Kurniati Kurniati
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.204

Abstract

This research discusses the role of leaders in resolving state security conflicts based on the perspective of Islamic political ethics. Leaders play an important role in achieving peace and prosperity in a country, so that in resolving a state security conflict, leaders participate fairly in maintaining the security of the people and the state. The purpose of this study theoretically is to provide an academic contribution on how the role of leaders in resolving state security conflicts based on the concept of Islamic political ethics. Practically, this research reveals how the methods and contributions of leaders in resolving national security conflicts based on the concept of Islamic political ethics. The results of this study reveal that in Islamic political ethics, the role and methods of leaders in dealing with national security conflicts rely heavily on the principles of justice (Al-Adl), wisdom (Hikmah), protection and security (Maslahah), consultation (Shura), forgiveness and reconciliation (Afw and Sulh), and law enforcement (Qisas and Ta'zir). Research shows that leaders who apply these principles are able to create a just, safe, and harmonious environment, which in turn increases community trust and well-being. Leaders are required to act impartially, use discretion in decision-making, protect individual rights and community safety, involve the community in the decision-making process, and encourage forgiveness and reconciliation. Shariah-compliant law enforcement is also emphasized to maintain justice and prevent further crimes. AbstrakPenelitian ini membahas mengenai peran pemimpin dalam menyelesaikan konflik keamanan nasional berdasarkan perspektif etika politik islam. Pemimpin berperan penting terhadap tercapainya perdamaian dan kesejateraan dalam sebuah negara, sehingga dalam menyelesaikan sebuah konflik keamanan negara, pemimpin ikut adil dalam menjaga keamanan rakyat dan negaranya. Tujuan penelitian ini secara teoritis adalah untuk memberikan kontribusi akademis bagaimana peran pemimpin dalam menyelesaikan konflik keamanan nasional berdasarkan konsep etika politik islam. Secara praktis penelitian ini mengungkap bagaimana metode dan kontibusi pemimpin terhadap penyelesaian konflik keamanan nasional yang di dasarkan pada konsep etika politik islam. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam etika politik Islam, peran dan metode pemimpin dalam menangani konflik keamanan nasional sangat bergantung pada prinsip-prinsip keadilan (Al-Adl), kebijaksanaan (Hikmah), perlindungan dan keamanan (Maslahah), konsultasi (Shura), pengampunan dan rekonsiliasi (Afw dan Sulh), serta penegakan hukum (Qisas dan Ta’zir). Penelitian ini menunjukkan bahwa pemimpin yang menerapkan prinsip-prinsip ini mampu menciptakan lingkungan yang adil, aman, dan harmonis, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan dan kesejahteraan masyarakat. Pemimpin dituntut untuk bertindak adil tanpa memihak, menggunakan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan, melindungi hak-hak individu dan keamanan masyarakat, melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, serta mendorong pengampunan dan rekonsiliasi. Penegakan hukum yang sesuai dengan syariah juga ditekankan untuk menjaga keadilan dan mencegah kejahatan lebih lanjut.
Penggunaan Kontrasepsi Perspektif Maslahah Siti Nur Kholifah; Nurul Ismatul Khaerah; Andi Jabal Nur; Kurniati Kurniati
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.205

Abstract

In Indonesia, pregnancy and birth rates continue to increase along with the development of time and technology. With the continued increase in pregnancies and births in Indonesia, there are also married couples who want to prevent these pregnancies. Contraception is one of the tools that is widely used to prevent pregnancy. In this research, we will examine how the use of contraception is viewed from the perspective of the benefit of the people. With the aim of considering the steps to be taken taking into account the benefits and harms. The research method used is library research, namely research using library research as a reference and as material for conducting research, with a maslahah theological approach.. The use of contraceptives is reviewed from the concept of benefit, it is stated that the use of contraception will bring benefits because it is seen from the increasing population in Indonesia, from the health and economic factors, but also taking into account the law as long as the use of contraception is permissible, so it is not mandatory to use contraception and it is also not forbidden. AbstrakDi Indonesia angka kehamilan dan kelahiran terus meningkat seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi. Dengan terus meningkatnya kehamilan dan kelahiran di Indonesia, ada pula pasangan-pasangan suami istri yang ingin mencegah terjadinya kehamilan ini. Alat kontrasepsi merupakan salah satu alat yang banyak digunakan untuk mencegah agar tidak terjadi kehamilan. Dalam penelitian ini akan dikaji terkait bagaimana penggunaan kontrasepsi ditinjau dari segi kemaslahatan umat. Dengan tujuan untuk mempertimbangkan langkah yang akan diambil dengan memperhatikan maslahah dan mudharatnya. Metode penelitian yang digunakan ialah library research yaitu penelitian dengan studi pustaka sebagai rujukan dan sebagai bahan untuk melakukan penelitian, dengan pendekatan maslahah. Penggunaan kontrasepsi di tinjau dari konsep kemaslahatan, dinyatakan bahwa penggunaan kontrasepsi ini akan mendatangkan kemaslahatan karena dilihat dari meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia, dari segi kesehatan dan faktor ekonomi, namun juga tetap memperhatikan hukum asal penggunaan kontrasepsi ini mubah, jadi tidak diwajibkan untuk menggunakan kontrasepsi dan juga tidak diharamkan.
Hamil di Luar Nikah dalam Perspektif Hukum Islam: Tantangan Moral dan Solusi Sosial Nafisah Nafisah; Andi Arfan Sijal; Kurniati Kurniati
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.206

Abstract

Being pregnant out of wedlock is a complex issue involving moral, ethical, religious, and legal aspects. In the perspective of Islamic law, pregnancy out of wedlock has several conditions and pillars that are in accordance with the principles of Islamic law. This research aims to determine the perspective of Islamic law regarding moral challenges and social solutions in pregnancy outside of marriage. In this research, the author uses an Islamic legal approach or refers to the opinions of mujtahids and uses a normative juridical approach. The results of this study are that the moral challenges of getting pregnant out of wedlock address situations such as social stigma, religious values, the influence of family and friends, as well as ethical considerations in decision making. while the solution to this social problem includes various aspects that seek to accommodate changes in society and provide a fair and empathetic solution for the individuals involved in this situation. Abstrak Hamil di luar nikah adalah masalah kompleks yang melibatkan aspek moral, etika, agama, dan hukum. Dalam perspektif hukum Islam hamil di luar nikah ini memiliki beberapa syarat-syarat dan rukun yang sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif hukum Islam terkait tentang tantangan moral dan solusi sosial dalam hamil di luar nikah. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan hukum Islam atau merujuk pada pendapat para mujtahid dan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Hasil dari kajian ini adalah, bahwa tantangan moral dalam hamil di luar nikah menangani situasi seperti stigma sosial, nilai nilai agama, pengaruh keluarga dan teman-teman, serta pertimbangan etika dalam pengambilan keputusan. sedangkan solusi sosial masalah ini mencakup berbagai aspek yang berusaha untuk mengakomodasi perubahan dalam masyarakat dan memberikan solusi yang adil dan penuh empati bagi individu yang terlibat dalam situasi ini. Kata kunci: Hamil di Luar Nikah; Tantangan Moral; Solusi Sosial; Hukum Islam
Teleconference Dalam Proses Pengadilan Perspektif Hukum Islam Andi Nur Wasita Syafirawati; A. Farah Salsabilah; Kurniati Kurniati
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.207

Abstract

Teleconferencing has emerged as a new legal innovation in the evidentiary process in court, where witnesses can provide testimony through this system. However, the Criminal Procedure Law, which functions as the legal framework for trials, does not yet include provisions related to this matter. Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions is recognized as valid evidence, expanding the scope of evidence regulated in the Criminal Procedure Code. The aim of this research is to determine the role of evidence via teleconferencing in court, seen from the perspective of Islamic law. In this context, the concept of proof in Islamic law includes instructions (karinah) and witness testimony (shahadah) as evidence. It is hoped that this theoretical analysis can reveal how the system of evidence in Islamic criminal law has developed along with advances in technology. This research was prepared using the library research research method, namely research with library studies as the main reference material in research with a normative juridical and normative theological/syar'i approach. In the Islamic context teleconferencing can be considered as a means that facilitates efficient long-distance communication between individuals or groups. When delivering testimony via teleconference, it is important to ensure that communication is carried out in an ethical and polite manner, in accordance with Islamic ethical values such as politeness and honestyWrite your abstract here. Abstract contains a brieft introduction to the problem, objective of paper, and a brieft summary of discussion. Abstract is single-spaced typed in English 150-200 words. Written with Goudy Old Style (10 Pt) Italic. The abstract contains the background, problems, research methods, results of the discussion, as well as conclusions and suggestions. AbstrakTeleconference muncul sebagai inovasi hukum yang baru dalam proses pembuktian di pengadilan, di mana saksi dapat memberikan kesaksian melalui sistem tersebut. Meskipun demikian, Hukum Acara Pidana, yang berfungsi sebagai kerangka hukum dalam persidangan, belum mencakup ketentuan terkait hal tersebut. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik diakui sebagai alat bukti yang sah, mengembangkan cakupan alat bukti yang diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pembuktian melalui telekonferensi di pengadilan, dilihat dari perspektif hukum Islam. Dalam konteks ini, konsep pembuktian dalam hukum Islam mencakup adanya petunjuk (karinah) dan kesaksian saksi (syahadah) sebagai alat bukti. Analisis teori ini diharapkan dapat mengungkapkan bagaimana sistem pembuktian dalam hukum pidana Islam telah mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi. Penelitian ini disusun dengan meggunakan metode penelitian library research yaitu penelitian dengan studi pustaka sebagai bahan rujukan utama dalam penelitian dengan pendekatan yuridis normatif dan teologis normatif/syar’i. Dalam konteks Islam teleconference dapat dianggap sebagai sarana yang memfasilitasi komunikasi jarak jauh yang efisien antara individu atau kelompok. Dalam menyampaikan kesaksian melalui teleconference penting untuk memastikan bahwa komunikasi dilakukan dengan adab dan sopan, sesuai dengan nilai-nilai etika Islam seperti kesopanan dan kejujuran.
Peremajaan Ulang Keperawanan (Operasi Keperawanan dalam Pandangan Hukum Islam Kontemporer) Siti Rahmayanti; Siti Aisyah; Kurniati Kurniati
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.208

Abstract

For Indonesian women, vaginal rejuvenation has become a ritual. Using age-old techniques like vaginal evaporation and botanicals, the Javanese royalty developed this practice of vaginal rejuvenation. Since manufacturers began producing and distributing herbal medication for drying and tightening the vagina to other parts of Indonesia, this custom has expanded. Even now, many Indonesian women still use and enjoy traditional vaginal rejuvenation.Different perspectives are offered by modern academics. Some people forbid it completely for any cause, while others only permit it under certain guidelines. The following might be used to summarize the researchers' differing perspectives on the membrane issue: Scholars concur that it is prohibited to have sex during a marriage or engage in acts of adultery that are well known to induce rupture of the membranes. b) Scholars disagree on whether rape resulting from anything other than sexual relations or adultery that is not yet public knowledge should cause the rupture of the blood membrane; others support it, but only under the requirement that a female physician perform the procedure. The purpose of this study is to ascertain how modern Islamic law views a lady who has undergone virginity surgery. The researcher employs a qualitative technique in this study, which entails searching for appropriate reference sources, including books, journals, and other reference materials, that are pertinent to the topic under investigation. Traditional and contemporary vaginal rejuvenation has become a significant feature of Indonesian culture and health, but it has also sparked discussion about social, cultural, and health-related issues. AbstrakBagi wanita Indonesia, peremajaan vagina telah menjadi sebuah ritual. Dengan menggunakan teknik kuno seperti penguapan vagina dan tanaman herbal, para bangsawan Jawa mengembangkan praktik peremajaan vagina ini. Sejak produsen mulai memproduksi dan mendistribusikan obat herbal untuk mengeringkan dan mengencangkan vagina ke daerah lain di Indonesia, kebiasaan ini semakin meluas. Bahkan sampai sekarang, banyak wanita Indonesia yang masih menggunakan dan menikmati peremajaan vagina secara tradisional.Perspektif yang berbeda ditawarkan oleh para akademisi modern. Beberapa orang melarangnya sama sekali dengan alasan apapun, sementara yang lain hanya memperbolehkannya dengan panduan tertentu. Berikut ini dapat digunakan untuk meringkas perspektif yang berbeda dari para peneliti tentang masalah membran: a) Para ulama sepakat bahwa melakukan hubungan seks dalam pernikahan atau perzinahan yang sudah diketahui dapat menyebabkan pecahnya selaput ketuban adalah dilarang. b) Para ulama berbeda pendapat tentang apakah pemerkosaan yang disebabkan oleh hal lain selain hubungan seks atau perzinahan yang belum diketahui umum dapat menyebabkan pecahnya selaput ketuban, sementara ulama lain mendukungnya, namun dengan syarat harus dilakukan oleh seorang dokter wanita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hukum Islam modern memandang seorang wanita yang telah menjalani operasi keperawanan. Peneliti menggunakan teknik kualitatif dalam penelitian ini, yang mengharuskan pencarian sumber referensi yang sesuai, termasuk buku, jurnal, dan bahan referensi lainnya, yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Peremajaan vagina secara tradisional dan kontemporer telah menjadi bagian penting dalam budaya dan kesehatan di Indonesia, tetapi juga memicu diskusi tentang isu-isu sosial, budaya, dan kesehatan.
Etika Pengelolaan Pemerintahan Perspektif Hukum Islam Ilham Ramadhan; Nurul Hadist; Kurniati Kurniati
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.209

Abstract

Government ethics in Islam provides a strong moral foundation for the administration of a modern state. This research examines the ethical principles of Islamic government and their relevance in modern times. Through qualitative analysis of the Al-Quran, Hadith, and related literature, this research identifies three main pillars: honesty as a manifestation of trust, integrity in acting, and deliberation as a decision-making mechanism. The results show that applying these principles can increase transparency, accountability and public participation in government. Although there are challenges such as westernization and corruption, technological advances and democratization open new opportunities to make this happen. This research contributes to understanding the influence of Islamic values on ethical and effective governance practices, while providing valuable information to policy makers, practitioners and academics about building good and sustainable governance. AbstrakEtika pemerintahan dalam Islam memberikan landasan moral yang kuat bagi penyelenggaraan negara modern. Penelitian ini mengkaji prinsip-prinsip etika pemerintahan Islam dan relevansinya di zaman modern. Melalui analisis kualitatif terhadap Al-Quran, Hadits, dan literatur terkait, penelitian ini mengidentifikasi tiga pilar utama: kejujuran sebagai manifestasi amanah, integritas dalam bertindak, dan musyawarah sebagai mekanisme pengambilan keputusan. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip tersebut dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan. Meskipun terdapat tantangan seperti westernisasi dan korupsi, kemajuan teknologi dan demokratisasi membuka peluang baru untuk mewujudkannya. penelitian ini berkontribusi untuk memahami pengaruh nilai-nilai Islam terhadap praktik tata kelola yang etis dan efektif, sekaligus memberikan informasi berharga kepada pembuat kebijakan, praktisi, dan akademisi tentang membangun tata kelola yang baik dan berkelanjutan.
Hukuman Cambuk: Pandangan Ulama Kontemporer, Penerapan, Serta Korelasi dengan HAM Nur Aliah Mufidah; Ananda Putri; Muh. Alief Ramadhan; Kurniati Kurniati
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.210

Abstract

Aceh is the only province in Indonesia that applies Islamic law, including Islamic criminal law with caning. The presence of Aceh with Islamic law in a secular country like Indonesia is an interesting phenomenon to be studied further. This research aims to provide a deeper understanding to the public regarding caning in Aceh, so that there are no misunderstandings in its interpretation. In this research, the method used is an Islamic legal approach with a normative juridical focus. The author analyzes cases of caning in Indonesia, linking them to the principles of Human Rights using data sources from the Koran, laws, journals and online media. The results of this research show that there is support from the Ulama Consultative Council and the Islamic Sharia Service Agency for the implementation of caning in Aceh. The reason is because caning is considered to originate from the aspirations of the community. Implementation according to procedures in Governor's Regulation Number 10 of 2005, shows compliance and is not arbitrary, is considered to be in accordance with the principles of justice and does not violate human rights, because the process of carrying out caning punishment really pays attention to the principles of justice and applicable regulations. Thus it can be concluded that Contemporary ulama support the existence of caning punishment in Aceh on the grounds that the application of this caning punishment will create a deterrent effect, not because of physical factors but because of psychological factors. Meanwhile there are ulama who do not support caning punishment, but it is not published because it is covered by many ulama who supports the caning punishment. Meanwhile, the implementation of caning punishment in Aceh is regulated so that it does not physically torture the convict, because caning punishment has more of an impact on psychological factors. This caning punishment also does not conflict with human rights because its implementation prioritizes aspects of justice in it. The novelty of this research is that it discusses the views of contemporary ulama and analyzes the correlation between caning punishment and human rights.
Tinjauan Euthanasia dalam Perspektif Hukum Islam dan Hak Asasi Manusia Darnia Darnia; Fuad Farawansyah; Dirgi Septian Darmajid; Kurniati Kurniati
Ethics and Law Journal: Business and Notary Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : CV. Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/eljbn.211

Abstract

Euthanasia is an attempt to end a person's life when they experience incurable pain, in order to end their suffering. In Indonesia, euthanasia cannot be carried out and is an illegal act. Both positive law and the medical code of ethics stipulate that euthanasia is not permitted. When studied from the perspective of Islamic law, it is regulated that active euthanasia is an act that is forbidden and is threatened by Allah SWT with the punishment of hell for those who do it. The author is of the opinion that Euthanasia is considered a criminal offense in Indonesia because it is a form of crime against life which is regulated in Article 344 of the Criminal Code (Criminal Code/KUHP: "Whoever takes the life of another person which is clearly done intentionally, is threatened with imprisonment for a maximum of twelve years" The Declaration of Human Rights has established the "right to life" which is fundamental and inherent in human nature. It is universally recognized and an eternal gift from God. However, there is no provision regarding the right to die and therefore Euthanasia is a violation of human rights and contrary to divine principles. However, the right to die is regulated in the laws of several developed countries, such as several countries in Europe. AbstrakEuthanasia merupakan upaya untuk mengakhiri hidup seseorang ketika mengalami sakit yang tidak dapat disembuhkan, guna mengakhiri penderitaannya. Di Indonesia, euthanasia tidak dapat dilakukan dan merupakan perbuatan yang ilegal. Baik dalam hukum positif maupun dalam kode etik kedokteran diatur bahwa melakukan euthanasia tidaklah diperbolehkan. Bila dikaji dalam perspektif Hukum Islam, diatur bahwa euthanasia aktif adalah perbuatan yang diharamkan dan diancam oleh Allah SWT dengan hukuman neraka bagi yang melakukannya. Penulis berpendapat bahwa Eutanasia dianggap sebagai tindak pidana di Indonesia karena merupakan salah satu bentuk kejahatan terhadap nyawa yang diatur dalam Pasal 344 KUHP (Kitab Undang-Undang -Undang Hukum Pidana/KUHP: “Barangsiapa mencabut nyawa orang lain yang jelas dilakukan dengan kesengajaan, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun” Deklarasi Hak Asasi Manusia telah menetapkan “hak untuk hidup” yang bersifat fundamental dan melekat pada kodrat manusia. secara universal mengakui dan anugerah abadi dari Tuhan. Namun, tidak ada ketentuan tentang hak untuk mati dan oleh karena itu euthanasia merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan bertentangan dengan prinsip ketuhanan. Tapi, hak untuk mati sudah diatur dalam beberapa undang-undang negara maju, seperti beberapa negara di Eropa.
Co-Authors A Qadir Gassing A, Ardiwansa A, Asriawan A. Farah Salsabilah A. Qadir Gassing A. St. Aqilah Nur Asizah A.Muh Agil Fikri Firdaus Abd Rahman Abd Rahman R Abd Rahman R Abd Syatar Abd. Qadir Gassing Abd. Rahman Abd. Rahman Abd. Rahman R Abd. Rahman Razak Abdalul Zikri Abdul Aziz Anwar Abdul Halim Samaruddin Abdul Halim Talli Abdul Rahim Abdul Rauf Muhammad Amin Abdul Rivai Poli Abdul Wahid Haddade Abdurrahman Abubakar Bahmid Abu Sahman Nasim Abu Sahman Nasim Achmad Abubakar Achmad Alfian Achmad Musyahid Idrus Achmad Rafiu Adinda Cahya Magfirah Aggi Lestari Agung, Muh. Agus Miranto Ahmad Al Fairuz Ramadhan Ahmad Fadly Rahman Ahmad Faidillah Ahmad Fakhri Wardana Ahmad Fauzan Ahmad Ginannafsih Shafar Ahmad Mathar Ahmad Riyas Sauqy Ahmad Rizky Ilyas Ahmad Very Ahmad Zulkarnaen Ahyar Nastainul Haq Ainun Syahrani Aisyah Maulidatul Haq Aisyah Shada Aisyiah Al Islami Harris Ajub Ishak Akmal Alfiyyah Nur Alifah Alimuddin Alimuddin Amanda Amanda Amril Ananda Putri Andhika Yusuf Andi Airiza Rezki Syafa'at Andi Airiza Rezki Syafa’at Andi Alya Nabilah Andi Arfan Sijal Andi Ariel Firdani Andi Aulia Andi Fadhil Andi Hastriana Andi Ika Prasasti Abrar Andi Jabal Nur Andi Moh. Rezki Darma Andi Muh. Taqiyuddin BN Andi Muhammad Arya Andi Muhammad Ridwan Baso Bella Andi Muhammad Rifqy Ramadhan Andi Mustaqfirah Aminuddin Andi Mutmainnah Assyahrah Andi Nur Wasita Syafirawati Andi Syahrani Afdhal Andi Yusril Azwandi Andry Nirwanto Anjas Saputra Anjas Saputra Aqna Nely Azqia Muqtar Ardah, Lukman ARFAH Arham, Ghina Ghefira Fadhia Ariel Nur Ramadhan Arif Rahman Ramli Arninda Arninda Asfira Yuniar Asmah Asman Asman Asni Asrul Asrul Astriani Astriani Aswidia Agustin Asyiqa Jamil Ativa Nurhadi Audi Pratama Aulia Qur’ani Bahar Auliah Ramadhani Awalia, Nurhikma Awaliah Musgamy Ayu Rahayu H Ayudia Ramadhani Azis Rahman Bayu Teja Sukmana Burhan, Nur Amaliah Cahyanti Febrianty Chandra Alfian Darhan Sutradi Hukpar Darmawansyih Darnia Darnia Dava Prayoga Dhiyan azizah Dhiyaul Akbar Dian Adriani Dian Amelia Sari Dian Anggraeni Dirgi Septian Darmajid Edelia Triasty Eka Syahriani Elina Mirza Elsa Dwi Aryana Ramadhani Erfandi Hasan Evhy Sekarwangi Putri Fadhlurrahman Rizkullah Fadilah Alwaritsa Tayib Fadlia Mubakkira Fadliyanto Koem Fahrial S Fathiyah Marsya Tilawah Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatthurohman Fatthurohman Feliatra Fera Zabira Zahra Ferdiansa Putra Ferdiansa Syaputra Fiantika Armanda Fitri Sri Ramadhani M Fuad Farawansyah G. Gunawan Ghina Ghefira Fadhia Arham Gita Maharani Gunawan Gunawan Gusnata Gusnata Haeni Mukti Halim Talli Halisatul Muslimah Hamdan Hamdan Hardianti Hardianti Haris Haris Haruna, Nadyah Harwis Alimuddin Hasnia Hasnia Hawa Hendrik Imran Herman Herniwati Herniwati Hidayatussalam Hilda Hinaya Huriyah Nahdah Alimah Husni Mubarak Husnul Fatihah I.M. Aiman Ramadhan. S Ibtisam Ibtisam Ikhsan, Akmal Ikram, Muhammad Furqanul Ilham Ramadhan Imam Makmun Imam Makmun Imran, Muh. Fadhil Abdillah Indo Santalia Indra Satriani Irbach Nurfatin Mahmud Irmaya Alyasari Ishma Ramadani Iskandar Islamul Haq Ismail Keri J, Jumarni Jufri Juhrana Susilo Kamaluddin Nurdin Marjuni Kamila, Selma Zahra Kayla Zulkhaira Sembiring Khaeril Akhsan Khairun Musmar Khoirun Nisya Kurnia Munir Linda Oktaviana Lomba Sultan Luthfi Bakence M Ilham M, Mutmainnah M. Fadli M. Fikrar Saputra M.Airil Ahmadi M.Raffi Apriadi Magefirah Mahfuz Assiddiq Mansyur, Nur Islamiah Mappasessu Mappasessu Marilang Maryam Maryam Marzuki Umar Maulida Nurhilaly Meilani Putri Basri Meli Kamelia Meutya Ramdhani Zalsabila Miftahul Jannah Mirdina Ayanah Mirna Yunita Misbahuddin Misbahuddin Misbahuddin Misbahuddin Misruki Misruki Moh Alvin Kamal Muammar Bakry Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak, Kasyful Muh Alghifari Muh Dwi Angkasa Putra Amin Muh Fadly Multazam Muh Faturrahman Muh Ghazi Al Ghifari Muh Rifqi Fayyad Mas’ud Muh. Abdul Ghafur Muh. Alief Ramadhan Muh. Baqir Hakim Muh. Djumarsyil Muh. Dzaky Abdad Muh. Fajrul Islam Muh. Fikri Alfian Muh. Ikbal M Muh. Resky Akbar Muh. Rifqhi Al-Qadri Muh. Shohibul Ihzar Muh. Syahril Sabirin Muh. Wafdan Asyiari Muh. Yusril Faudzi Muhamad Roy Abidin Muhammad Abrar Mansyur Muhammad Achyar Hamid Muhammad Afdal Amirullah3, Amirullah Muhammad Afif Al Husen Muhammad Afif Al Husen Muhammad Ali Afsar Muhammad Asmar Muhammad Audy Andy Muhammad Faruq Muhammad Fazlurrahman Syarif Muhammad Fikri Ramadhan Muhammad Fuad Zhaky Muhammad Imran Muhammad Mulyadi Muhammad Nasir Nasir Muhammad Naufal Wijaya Muhammad Nur Hidayat Muhammad Rayyan Muhammad Rusydi Muhammad Saleh Ridwan Muhammad Sunan Muhammad Tahir Muhammad Taufan Djafri Mustafa Mustafa Musyfikah Ilyas Musyfikah Ilyas Musyfikah Ilyas Mutiah Mukarramah Alkhatimah Mutiara Wahyuni Nurfiana S Naba, Khair Tasnim Razak Nabil Akbar Nafisah Nafisah Nasrung, Nur Aulia Nawirman Ni'man Samad Nila Sastrawaty Nisa'ul Majdah Nurdin Nur Afifa Maharani Nur Aliah Mufidah Nur Alim Nur Andini Azmalia Nur Anggieta Putri Nur Asriyani Ridwan Nur Azizah Nur Azzahra Nur Halisah Nur Ilmi Ainun Nisa Anwar Nur Mumtahana Nur Resky Aulia Nur Wahyuni Nuraiman Nuriaman Nuranisa Nuranisa Nurchamidah Nurfadillah Wilmayanti Nurfharadilla Qyrhani AS Nurfianalisa Nurfyana Narmia Sari Nurjanna, Sitti Nurkholis Ali Ridho Nurkholis Ali Ridho Nurmilasari Nurul Al-fatihah Rahman Nurul Atika Nurul Azizah Nurul Hadist Nurul Ismatul Khaerah Nurul Muthmainnah Nurul Safitri Nurul Wasilah Kadir Nurunnasikin Panji Anugrah Patongai, Alni Avasyah R.A Pratama, Raffi Farid Amar Pratiwi, Ratu Ajeng Qadir Gassing Qadir Gassing Raditya Al Fath Rafi Pradipa Rahmad Kartono Rahman, Ahmad Fadly Rahmat Farham Rahmat, Anugrah Safitri Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Ramadani, Tasya Almutia Rameyza Elya Yulianti Rasna Rasna Resky Mulia Azzahrah Ria Sukmawidari Rifky Adji Sukmana Rifyan Zahir Rimbawan, Israh Dwi Rindi Rindi Rini Rahmadani Rismah Rismah Rondang Herlina Ryan Hakim Almuhayawi Ryas Maududdin S, Sarmila Safei Safei Safitri Aulia Zalsalnabila Safriani, Laela Sahruni Sahruni Sahruni Salpiyah Salpiyah Salsa Luthfiah Rezki Samsidar Jamaluddin Samsuddin S, Samsuddin Sanallah, Muh. Saprian Taga Leo Sari, Dian Amelia Shabrina Syifa Salsabila Shafira Shafira Siti Aisyah Siti Aulya Indira Siti Maryam Siti Nur Kholifah Siti Rahmayanti Sitti Aisyah Kara Sitti Mania, Sitti Sri Ayu Andari Putri Alwaris Sri Wahyuni Ningsi Sri Wulandari Sudirman Sulfianti Irma Pai'pinan Sutikno Sutikno Sutra Saldi Suwandi, Ervina Syahriadi Syahrul Syahrur Rahmat Syamsuddin, Darussalam Syamsul, Auliyah Shafira Azzahra Syatar, Abdul Syuaib Jailuddin Tantri Indar Pratiwi Tantri Pratiwi Tarmizi Tarmizi Taslim Jusmin Tasliyah Erlina Tasya Almutia Ramadani Tasya Almutia Ramadani Tenri Nayyara Nurnaina Tri Layla Salehah Try Sa’adurrahman HM. Kafrawi Usman Jafar Wardayani Wardayani Wildan Raudzan Yusnadia Achda Saputri Yusriansyah Yusriansyah Yusuf Rahim Yuyuk Adelista Zainuddin Zalsabillah, Annisa Zasmita Auliah Wardani Zul Mulki Zulfitri Zulkarnain Suleman Zulhas’ari Mustafa