p-Index From 2021 - 2026
10.466
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) Katalogis Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Jurnal Nalar Pendidikan DEDIKASI JURNAL MAHASISWA Hukum Islam Sinergi Jurnal Kajian Komunikasi Jurnal Daulat Hukum Perspektif : Jurnal Ekonomi dan Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika Al-'Adl Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Biosel: Biologi Science and Education Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Nagari Law Review Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar SEIKO : Journal of Management & Business Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Journal Analytica Islamica JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Unes Law Review Gorontalo Fisheries Journal Journal of Humanities and Social Studies Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Maker: Jurnal Manajemen SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Jurnal Eduscience (JES) Jurnal Ilmiah Dunia Hukum Jurnal Abdi Insani AL-Ishlah : Jurnal Ilmiah Hukum BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Indonesian Journal of Global Health research Perspektif : Jurnal Ilmu Administrasi JURNAL PENDIDIKAN, SAINS DAN TEKNOLOGI LEGAL BRIEF Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Journal of Aquaculture and Enviroment Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat PAMALI: Pattimura Magister Law Review Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Abditeknika - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Jurnal Administrasi Bisnis (J-Adbis) An Idea Health Journal Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Journal of Language and Health Jurnal Media dan Komunikasi Indonesia Inornatus: Biology Education Journal EduNaturalia: Jurnal Biologi dan Kependidikan Biologi Fikruna : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan Mediation : Journal Of Law Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia AHKAM : Jurnal Hukum Islam dan Humaniora An Idea Nursing Journal Tadulako International Journal of Applied Management (TaJAM) Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi Research Horizon AL-SULTHANIYAH Lentora Nursing Journal Sabangka Abdimas Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka IIJSE IJAR : Indonesian Journal of Action Research Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Journal of Evidence-Based Community Health Prosiding Pengabdian Ekonomi dan Keuangan Syariah Economic and Business Horizon Jurnal Studi Islam dan Sosial Media Implementasi Riset Kesehatan Tadhkirah: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Al-Tarbawi Al-Haditsah
Claim Missing Document
Check
Articles

Vigilantisme Digital NCTzen: Praktik Cancel Culture Kasus Moon Taeil Firando, Elvina Ekga; Pangastuti, Nurfitri Hafida; Paramitha, Aulia; Iwan, Iwan
Jurnal Media dan Komunikasi Indonesia Vol 7, No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmki.102562

Abstract

This study aims to examine how digital vigilantism emerged as a form of cancel culture within the NCTzen fan community in response to the Moon Taeil case. This study focuses on understanding how the collective reaction of fans in the digital space transformed moral judgments into organized social action. The object of this study is the online behavior of NCTzen on social media platforms, specifically Instagram, TikTok, and X (formerly Twitter), after the emergence of the case. Using a qualitative approach with digital ethnography, this study relies on data from social media observation and in-depth interviews with two NCTzen members. Findings indicate that digital vigilantism operates through three main practices: pursuit, exploited visibility, and lateral surveillance, which collectively facilitate the emergence of boycott culture as a form of collective pressure. These practices enable fans to mobilize symbolic and social sanctions aimed at upholding shared moral values. The discussion shows that cancel culture functions both as a mechanism for expressing disappointment and as a means of strengthening solidarity and moral responsibility within the fandom. However, this study also highlights the ambiguous nature of these practices, as they simultaneously contribute to internal conflict and fragmentation among fans. In conclusion, this research shows that fandom communities have significant power in driving collective digital movements, positioning them as influential actors in contemporary digital culture.
Peran motivasi dan kompensasi dalam meningkatkan kinerja karyawan lembaga pendidikan formal (studi kasus MTs Bina Cendekia) Iwan, Iwan; Permata, Widiana Indah
Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Vol. 8 No. 9 (2026): Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Departement Of Accounting, Indonesian Cooperative Institute, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/fairvalue.v8i9.6135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran motivasi dan kompensasi dalam meningkatkan kinerja karyawan pendidikan formal MTs Bina Cendekia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informan dalam penelitian ini adalah 10 Karyawan MTs Bina Cendekia dari kalangan pengajar dan staf. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasilnya ditemukan bahwa motivasi dan kompensasi belum diterapkan secara merata fiskal maupun non fiskal. Imbalan yang dirasakan tidak selalu proporsional dengan beban kerja, fasilitas masih kurang memadai, dan sistem penghargaan serta tunjangan belum konsisten. Akibatnya, berbagai ketidakpuasan muncul di kalangan staf, yang berdampak pada ketidakoptimalan kinerja meskipun motivasi internal dan kompensasi eksternal dapat mendorong produktivitas.
MENELAAH TEORI KRITIS JÜRGEN HABERMAS Iwan Iwan
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v3i2.360

Abstract

Abstrak Banyak pemikir menyalahkan bahwa usaha-usaha yang didasarkan pada semangat Pencerahan untuk mencari kebenaran dan rasio universal atas nama kebebasan dapat membawa pada penyingkiran dan penekanan terhadap paradigma pikir yang lain. Efek negatif semangat pencerahan yang mendorong eksploitasi alam dan penindasan manusia memang dapat dibaca sebagai ‘bencana’, namun ‘jiwa murni’ dari pencerahan, sebagaimana dibaca dengan jernih oleh Habermas, adalah emansipasi. Teori besar Habermas berbicara tentang kolonisasi dunia-hidup oleh sistem, dan halangan komunikasi yang bebas dan terbuka. Dunia hidup adalah kenyataan komunikasi keseharian. Sistem bersumber pada dunia hidup, namun kemudian mengembangkan strukturnya sendiri yang tumbuh semakin berjarak dan terpisah dari dunia hidup. Sekalipun terdapat persoalan ‘ontoepistemis’ yakni terkait dengan ‘ketidakmungkinan’ bahwa partisipan dalam argumen dapat secara lengkap menghilangkan kepentingan pribadi, pemikiran kritis tetaplah produktif dalam usaha mereka untuk membawa unsur-unsur tak terkatakan dari pemikiran ke dalam realitas pertimbangan dan diskursus. Terdapat beberapa masalah yang masih terbuka, termasuk tuduhan ‘inkonsistensi’ Habermas terhadap ‘semangat emansipatoris’ yang muncul dalam Between Facts and Norms. Juga beberapa isu tentang globalisme dan identitas budaya.Kata Kunci : Teori Kritis, Jürgen Habermas, Emansipasi
MENCERMATI DAN MENGURAI BENANG KUSUT MASALAH PENDIDIKANDI INDONESIA Iwan Iwan
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v2i1.640

Abstract

AbstrakVisipendidikan seharusnya lahir dari kesadaran bahwa kita sebaiknya jangan menanti apapun dari masa depan, karena sesungguhnya masa depan itulah mengaharap-harapkan dari kita, kita sendirilah yang seharusnya menyiapkannya. Visi ini tentu saja mensyaratkan bahwa, sebagai institusi, pendidikan harus solid.Idealnya, pendidikan yang solid adalah pendidikan yang steril dari berbagai permasalahan.Institusipendidikan mengemban tiga fungsi.Pertama, pendidikan berfungsi menumbuhkan kreativitas peserta didik.Kedua, pendidikan berfungsi mewariskan nilai-nilai kepada peserta didik; dan ketiga, pendidikan berfungsi meningkatkan kemampuan kerja produktif peserta didik.Suka atau tidak suka, permasalahan akan selalu ada dimanapun dan kapanpun, termasuk dalam institusi pendidikan.Oleh karena itu, persoalannya bukanlah usaha menghindari permasalahah, tetapi justru perlunya menghadapi permasalahan itu secara cerdas dengan mengidentifikasi dan memahami substansinya untuk kemudian dicari solusinya.Kata Kunci : pendidikan, internal, eksternal
Transformasi Hukum Keluarga Islam dalam Perspektif Kesetaraan Gender Analisis Perbandingan Indonesia dan Maroko Widia Usada; Sukiati Sukiati; Iwan Iwan
AHKAM Vol 5 No 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ahkam.v5i3.10463

Abstract

The debate on gender relations in Islamic family law has intensified alongside increasing demands for the protection of women’s rights, legal modernization, and regulatory harmonization with the principles of justice and human rights. This condition makes family law reform an important issue in the legal systems of Muslim countries. This study aims to analyze gender equality policies in Islamic marriage law through a comparative study between Indonesia and Morocco. This study used a normative legal method with statutory and comparative approaches to the main regulations, namely Law Number 1 of 1974 concerning Marriage in Indonesia and the Mudawwanah in Morocco. The results showed that Indonesia and Morocco adopted different models of family law reform. Indonesia applies normative equality that is still influenced by patriarchal and hierarchical structures, whereas Morocco has developed the concept of husband–wife partnership through a more progressive reinterpretation of Islamic law. The conclusion of this study affirms that Islamic family law reform in both countries is equally directed toward strengthening gender equality, but Morocco, through the Mudawwanah, demonstrates more progressive changes in protecting the rights of women and children than Indonesia. The implications of this study indicate that Islamic family law reform needs to continue to be directed toward strengthening the principles of gender equality, the protection of women’s rights, and family justice without disregarding the fundamental values of Islamic law.
PENDIDIKAN AKHLAK TERPUJI MEMPERSIAPKAN GENERASI MUDA BEKARAKTER Iwan Iwan
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1226

Abstract

Ajaran Islam adalah ajaran yang bersumber pada wahyu Allah, Al-Qur’an ‎dalam penjabarannya terdapat pada hadis Nabi Muhammad SAW. Masalah ‎akhlak dalam Islam mendapat perhatian yang sangat besar. Berdasarkan ‎bahasa, akhlak berarti sifat atau tabiat. Berdasarkan istilah, akhlak berarti ‎kumpulan sifat yg dimiliki oleh seseorang yang melahirkan perbuatan baik ‎dan buruk.‎Konsep Akhlak menurut Al-Ghazali adalah sifat yg tertanam dalam jiwa ‎seseorang, darinya lahir perbuatan yang mudah tanpa pertimbangan pikiran ‎terlebih dahulu. Akhlak meliputi jangkauan yang sangat luas dalam segala ‎aspek kehidupan. Akhlak meliputi hubungan hamba dengan Tuhannya ‎‎(vertikal) dalam bentuk ritual keagamaan dan berbentuk pergaulan sesama ‎manusia (horizontal) dan juga sifat serta sikap yang terpantul terhadap ‎semua makhluk (alam semesta).‎Bagi seorang muslim, akhlak yang terbaik ialah seperti yang terdapat ‎pada diri Nabi Muhammad SAW karena sifat-sifat dan perangai yang ‎terdapat pada dirinya adalah sifat-sifat yang terpuji dan merupakan ‎uswatun hasanah (contoh teladan) terbaik bagi seluruh kaum Muslimin.‎Kata Kunci: Akhlak Mulia, Faktor dan Metode Pembelajaran Akhlak
Pengaruh Penerapan Metode Bermain Peran terhadap Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Arruhama Kuningan Dhea Abdul Majid; Iwan Iwan; Suteja Suteja
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v2i1.2028

Abstract

AbstrakPenelitian ini memiliki latar belakang masalah terkait prestasi belajar siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Arruhama Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Peneliti menemukan masalah, yakni dengan melihat hasil UTS di mana siswa yang mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) hanya sebesar 60%, dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode bermain peran terhadap prestasi belajar mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam siswa MTs Arruhama Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan, untuk mengetahui pengaruh penerapan metode bermain peran terhadap prestasi belajar siswa di MTs Arruhama Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan.Bermain peran sebagai suatu model pembelajaran bertujuan untuk membantu siswa menemukan makna diri (jati diri) di dunia sosial dan memecahkan dilema dengan bantuan kelompok. Artinya, melalui bermain peran siswa belajar mengungkapkan konsep peran, menyadari adanya peran-peran yang berbeda dan memikirkan perilaku dirinya dan perilaku orang lain. Teknikpengumpulan data yang dilakukandalampenelitianini, antara lain: angket, observasi, wawancaradandokumentasi, sedangkanuntukteknikanalisis data yaitudenganmenggunakanrumuskorelasiproduct moment.Berdasarkan hasil penelitian, jumlah skor rata-rata jawaban angket tentang pengaruh metode bermain peran pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam rata-rata pencapian sebagian besar berada pada kategori baik dengan rata-rata prosentase pencapaian sebesar 70%. Sedangkan prestasi belajar mata pelajaranSejarah Kebudayaan Islam rata-rata nilai pencapaian sebesar 52,12  terletak padakategori cukup,dapat disimpulkan bahwa pengaruh penerapan metode bermain peran terhadap prestasi belajar siswa terdapat korelasi yang termasuk kedalam kategori korelasi yang lemah atau rendah sebesar (0, 24). Kata Kunci: Metode Bermain Peran, Prestasi Belajar Siswa
KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU DAN PENGARUHNYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR BIDANG STUDI PAI SISWA KELAS X DI SMA MA’ARIF BULAKAMBA KABUPATEN BREBES Muhammad Faillah; Saefudin Zuhri; Iwan Iwan
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v2i2.2078

Abstract

ABSTRAKKepribadian adalah sebuah kata yang menandakan ciri pembawaan dan pola kelakuan seseorang yang khas bagi peribadi itu sendiri. Kepribadian melipti tingkah laku, cara berfikir, perasaan, gerak hati, usaha, aksi, tanggapan terhadap kesempatan, tekanan dan cara sehari-hari dalam berintraksi dengan orang lain. Jika unsur-unsur kepribadian ini menyatakan diri dalam kombinasi yang berulang-ulang secara khas dan dinamis maka hal demikian dikenal dengan nama gaya kepribadian. Keberhasilan sebuah pendidikan tidak terlepas dari kepribadian guru yang akan berdampak pada motivasi belajar siswa. Karena guru sebagai suri teladan bagi siswa. Akan tetapi pada kenyataanya masih banyak siswa yang belum sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Memperoleh tentang kepribadian guru bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMA Ma’arif Bulakamba Kabupaten Brebes. 2) Memperoleh tentang motivasi belajar siswa di SMA Ma’arif Bulakamba kabupaten Brebes. 3) Memperoleh bagaimana kompetensi kepribadian guru dan pengaruhnya terhadap motivasi belajar bidang studi PAI siswa kelas X di SMA Ma’arif Bulakamba Kabupaten Brebes.Penelitian ini berawal dari kerangka pemikiran bahwa kompetensi kepribadian guru dan motivasi belajar saling mempengaruhi antara pendidik dan peserta didik untuk menumbuhkan motivasi belajar bidang studi PAI di SMA Ma’arif Bulakamba Kabupaten Brebes.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kuantitatif, dan uji korelasi.Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu, kompetensi kepribadian guru di SMA Ma’arif Bulakamba Kabupaten Brebes, memperoleh  rata-ratanya 2289  termasuk dalam wilayah kadang-kadang dengan nilai 67%. Motivasi belajar SMA Ma’arif Buakamba Kabupaten Brebes, memperoleh rata-ratanya 1575 termasuk dalam wilayah Kadang Kadang dengan nilai 58%. Hubungan kompetensi kepribadian guru dan pengaruhnya terhadap motivasi belajar menunjukkan nilai korelasi yang mencapai % yang menunjukkan pada korelasi yang lemah atau rendah karena berada pada interval 0,40-0,70 dan nilai kontribusi determinasi  yaitu dengan nilai prosentase sebesar 0,25% sedangkan sisanya sebesar 99,75% dipengaruhi faktor lain.  Kata Kunci: Kepribadian dan Motivasi Belajar
IMPLEMENTATION OF ARTICLE 2 PARAGRAPH (3) LETTER D OF MINISTER OF TRADE REGULATION NUMBER 18 OF 2021 ON THE PROHIBITION OF USED CLOTHING IMPORTS: A FIQH SIYASAH PERSPECTIVE Kalya Bassya Irana; Iwan Iwan
Journal Analytica Islamica Vol 15, No 4 (2026): ANALYTICA ISLAMICA (In Press)
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v15i4.31066

Abstract

The trade in imported used clothing continues to occur in various regions of Indonesia despite being prohibited under the Regulation of the Minister of Trade of the Republic of Indonesia Number 18 of 2021 concerning Prohibited Export and Import Goods. Tanjung Balai City, a coastal area located along the international shipping route of the Malacca Strait, is particularly vulnerable to the illegal entry of imported used clothing through unofficial routes. This study aims to analyze the implementation of Article 2 paragraph (3) letter (d) of the Minister of Trade Regulation Number 18 of 2021 regarding the trade of imported used clothing in Tanjung Balai City, identify the factors contributing to the persistence of this practice, and examine it from the perspective of Fiqh Siyasah. This research employs an empirical legal method with a qualitative approach. Primary data were collected through observation and semi-structured interviews with officials of the Teluk Nibung Customs Office, used clothing traders, and consumers, while secondary data were obtained from legislation, books, scholarly journals, and supporting documents. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model and interpreted through the theories of policy implementation, Lawrence M. Friedman's legal system theory, and the concept of Siyāsah Tanfīdziyyah. The findings indicate that the implementation of the prohibition policy has not been fully effective due to limited policy dissemination, inadequate supervision, high consumer demand, and traders' economic dependence on the business. From the perspective of Fiqh Siyasah, the policy is consistent with the principles of Siyāsah Tanfīdziyyah and maslahah; however, its implementation requires stronger supervision, economic empowerment, and greater public legal awareness to achieve the intended public welfare.
Disparitas Pembatalan Peraturan Daerah Oleh Pemerintah Dan Kewenangan Judicial review Mahkamah Agung Perspektif Siyasah Dusturiyah Hasibuan, Muhammad Azidan Rizky; Iwan, Iwan
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v12i2.5548

Abstract

The unilateral repeal of Regional Regulations (Perda) by the central government following the enactment of Law No. 23 of 2014 has led to a conflict of authority with the Supreme Court’s judicial review function. Through Constitutional Court Decisions No. 137/PUU-XIII/2015 and No. 56/PUU-XIV/2016, the executive’s repressive oversight authority was officially revoked because it was deemed unconstitutional. This study aims to analyze this disparity in authority, examine the Constitutional Court’s legal reasoning, and explore the dynamics of this legal framework from the perspective of constitutional politics. The research method employed is normative law using the statutory approach, conceptual approach, case approach, and constitutional politics approach. Primary and secondary legal materials were analyzed qualitatively using a descriptive-analytical method. The results of the study indicate that the dualism of oversight between executive review and judicial review prior to the Constitutional Court’s decision was found to trigger legal uncertainty and undermine the independence of the judiciary. The Constitutional Court affirmed that the review of local regulations falls entirely within the constitutional jurisdiction of the Supreme Court. From a constitutional politics perspective, the transfer of authority to annul local regulations to the judicial branch (the Supreme Court) is deemed highly beneficial. This mechanism is consistent with the principles of justice (al-'adl), the public interest (al-maslahah), and checks and balances, and is capable of preventing the abuse of power by those in authority through an objective and independent judicial process
Co-Authors Abdul Majid Adelia Budiman Budiman Agus Yulianto Ahmad Fauzan Ahmad, Abd Kadir Akmal Akmal Akmaluddin Syahputra Aksamina M Yohanita Al Fikri, Muhammad Mursyid Alawiyah, Nur Suci AlDianto, Dicki Alfi Syahar Yakub Amar Ad Dzurori Amelia Yunita Ananda, Faisar Anida Atulloh Hanifa Anita, Agustina Anjani, Meisarah Tri Anwar, Irawati APRIYANI, RAHMA Ardhana, Rizky Owen Ariawan, I Putu Arisman Arisman Arwin A.P. Akip, Arwin A.P. Aryo, Rakhmad asriana, Hasriana Asyari, Fatimah Averino, Isaac Hansen Ayomi, Carnela Az Zukhruf, Annisya Azizi, Al-Yafie Badriyono Badriyono Baharuddin Baharuddin Bahri, Kasmitha Bahri, Mat Bahrul Ilmi Bakry, Gema Nusantara Bancin, M. Rizky Alqodry Basiruddin, Basiruddin Benhard Kurniawan Pasaribu Berliana, Raprila Budi Utomo Budiman, Adelia Budiman Damopolii, Insar Darma Wijaya Detta Rahmawan, Detta Dewi, Novira F. K. Dhea Abdul Majid Dwi Adi Utomo, Dwi Adi Edi Mulyadi Edi Saputra Eka Murdani, Eka Eliadi Hardian, Dafyar Eneng Iviq Hairo Rahayu Erari, Semuel S. Erary, Semuel Sander Evi Evi Fadilah Al-Madani Falah, Muhammad Noor Farhan, Abdul Fatchur Rohman Firando, Elvina Ekga Firdaus, Muhammad Aulia Fitriani, Lya Frabun, Ronal F. Gartina, Mohammad Rizky Hadijah Hadijah Hamdani Hamdani Hanafi, Ririn I. A. A. Handayani, Fitriya Harahap, Humaira Hananni Hardani - - Hartati Hartati Hasibuan, Muhammad Azidan Rizky Hendriana, Dena Heriandi Heriandi Ibrohim Idris Idris Ike Rachmawati Ilmah, Ilmah Imam Yazid Indayani, Riska IRA NURIYA SANTI Irwanto Irwanto isdar kasmaria ISNAWATI Isnawati Isnawati Jamali Jamali, Jamali Jamilah, Ummi Jeffriansyah Dwi Sahputra Amory Jeni, Jeni K Pasaribu, Benhard Kalya Bassya Irana Kambu, Anastasya Y. Kilmaskossu, Johanis P. Korwa, Ester L.R. Lastari, Lastari Lestari, Ni Putu Puspa Lillehei, Angela Smith Luarwan, Jakob R. Lubis, Erwin Sunandar M. Hafidz Al-Gifari Maisyarah Maisyarah Mandasari, Fitri Manihuruk, Dina L. D. Mariam Mariam Mato, Rusni Mau, Marthen Mertika, Mertika Miftha Ul Husna, Umaya Mubarok, Arib Mudrika Mudrika Muhammad Faillah Muhammad Umsini Putra Muhasidah, Muhasidah Mulia Rahmayu Munthakhabah R, Cita St. Musdar, Tamzil Azizi N, Najihah Nanda, Dhina Aprilia Nasution, Muhammad Iqbal Hanafi Nasution, Saphira Husna Nebore, Idola D. Y. Nebore, Idola Dian Nibi Saputra, Unin Nitro, Nitro Noer Zaini Khalis Norul, Norul Nubatonis, Felipus Nur Asia Umar Nurfathurrahmah, Nurfathurrahmah Nurlela Nurlela Nurul Haya Nuryanti Rumalolas Pangastuti, Nurfitri Hafida Paramitha, Aulia Pasaribu, Revi Lestari Permata, Widiana Indah Pradana, Rio Pramudita, Windi Pratiwi, Nurlila Pulungan, Sofia Zuhro Zein Purwatiningsih Purwatiningsih Purwatiningsih Purwatiningsih Putriani, Dian Rohma R Irawati Ismail, R Irawati R. Rusli Rafita, Rafita Rahman Rahman Rahman, Sari Rahayu Ramadani M.J, Cahaya Rauf A., Muhammad Resilay, Edelina M. Rhena, Rhena Rimosan, Muhammad F. B. R. Rimosan, Muhammad Farits Bramasta Rio Rizal Habi Nugroho, Rizal Habi Rohmah, Siti Ngainnur Rumatan, Saidah Rustam Rustam S. Kunto Adi Wibowo Sabarinah Sabarinah, Sabarinah Saefudin Zuhri Samara, Nengsi Samsidar Samsidar Sangkek, Norce T. Santoso, Muji Sapeni, Muhammad Al-amin R. Sapriadi Saputra, Jeffry Sari, Melanta Sawor, Yohanes S. Semuel Sander Erari silvia sayu - Sirait, Silvia Hanna Kusuma Siregar, Amiruddin Siregar, Galih Pratama Sitepu, Muhammad Ashraf Slamet, Amin Soonggalon, Erikson Ferry Sopiana, Like Sopyan Sopyan Sopyan Sopyan Soraya, Gita Anastasia Subriah, Subriah Sudirman Sudirman Sukiati Sukiati Suklani Sumarli Sumarli, Sumarli Surilena Hasan Suteja Suteja Sutiman B. Sumitro Syahril Syahril Tagi, Fiktor Taniguch, Toshiyo Tara, Nurmalia Thenu, Elsa Cahyunisa Tri Ayu Yuniyanti Tri Pudjadi Tua Utusan Hasibuan Tuririday, Helena T. Tuririday, Helena Trivona Ulong, Raja Umniyati, Yunita Veronika Papo Bage Wabia, Hosin Wahyuni, Asri Wambrauw, Hengky L. Wanaha, Falentina G. Widia Usada Wigandi, Dikdik Permana Yahya, Prima Kharisma Indra Yazid , Imam Yeni Suryani Yohanita, Aksamina M Yohanita, Aksamina M. Yoseptry, Ricky Yudasti, Alham Ahmad Yunus, Suwarda Yunus, Suwardha Zainul Aziz Nasution Zannah, Nur Lailil Zubairi Djoerban