p-Index From 2021 - 2026
9.436
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIKSI Litera ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Jurnal Ilmu Lingkungan Journal of Oceanography Journal of Marine Research BAPALA LingTera Jurnal Kelautan Tropis Chi`e: Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Journal of Industrial Engineering Management Jurnal SOLMA ETNOLINGUAL Jurnal Medik Veteriner Journal of Education Action Research Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK International Journal for Educational and Vocational Studies Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian ARBITRER: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Journal of Applied Science, Engineering, Technology, and Education INFOKUM Discovery : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sustainable: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan Jurnal Abdimas Berdaya : Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Indonesian Journal of Adult and Community Education (IJACE) BASA Journal of Language & Literature Jurnal Minfo Polgan (JMP) Formosa Journal of Science and Technology (FJST) Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Abdimas Le Mujtamak Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Jurnal Sains dan Aplikasi Keilmuan Teknik Industri Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia International Journal of Research and Community Empowerment Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Jurnal Tekstil: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Tekstil dan Manajemen lndustri SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Lontara Journal Of Health Science And Technology Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik (IDENTIK)
Claim Missing Document
Check
Articles

Konsentrasi Logam Berat Timbal (Pb) pada Air, Sedimen dan Kerang Hijau (Perna viridis) di Pantai Mekar, Muara Gembong, Bekasi Suryo, Rieziq Aldi; Yulianto, Bambang; Santoso, Adi
Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i3.29162

Abstract

Perairan Muara Gembong termasuk ke dalam wilayah Teluk Jakarta yang terindikasi tercemar logam Pb hasil buangan industri, rumah tangga dan bahan bakar kapal yang tumpah melewati perairan. Pencemaran lingkungan ini berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat sekitar, terutama yang berkaitan dengan lingkungan. Sampel yang telah diperoleh kemudian disimpan untuk dianalisis lebih lanjut di Laboratorium Balai Pengujian dan Manajemen Hasil Sumberdaya Perikanan Semarang menggunakan alat Spektrofotometri Serapan Atom (AAS). Stasiun pengambilan sampel terdiri atas 5, yaitu mewakili dermaga, mangrove, estuaria, laut dangkal dan laut dalam. Hasil penelitian yang dilakukan di kelima stasiun pengambilan contoh, diperoleh kandungan logam berat timbal (Pb) di air 0,023-0,038 ppm dan ±0,0314 ppm, Pb di dalam sedimen perairan 8,978-12,615 ppm dan ±10,551 ppm dan Pb di daging kerang hijau (Perna viridis) 0,117-0,141 ppm dan ±0,129 ppm. Suhu yang diukur berkisar antara 30-33°C, nilai pH 7-8, nilai salinitas 21-30 ppt dan nilai DO 4,40-5,27 mg/l. Faktor biokonsentrasi terhadap air di kelima stasiun berkisar antara 3,4-5,3 dan ±4,1. Batas aman konsumsi kerang hijau di perairan Pantai Mekar berkisar antara 76-91 berat tubuh/minggu. Dari analisis komponen umum pengukuran parameter fisika kimia dan kandungan logam berat di perairan memiliki hubungan, yaitu positif pada variabel suhu, Pb di air, Pb di sedimen, Pb di kerang hijau dan faktor biokonsentrasi, sedangkan memiliki korelasi negatif pada variabel DO, pH dan salinitas perairan. Disimpulkan bahwa logam berat Pb di air telah tercemar, namun di sedimen dan kerang hijau masih di bawah baku mutu yang berlaku.  Muara Gembong belongs to the Jakarta Bay area that is indicated to be contaminated with Pb metals from industrial, household and ship fuel spilling through the waters. Environmental pollution affects the people activities, especially those who related to the environment. Samples that have been obtained are then stored for further analysis at the Laboratory of Fisheries Resource Testing and Management Center Semarang using the Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The sampling station consists of 5 places, which represent the dock, mangrove, estuary, shallow sea and deep sea. The results of research conducted at the five sampling stations, obtained heavy metal content of Pb in water ranged from 0.023-0.038 ppm and ±0.0314 ppm, Pb metal in aquatic sediments 8,978-12,615 ppm and ±10,551 ppm, Pb value in green shells (Perna viridis) 0.117-0.141 ppm and ±0.129 ppm. The temperature measured ranged from 30-33°C, the pH from 7-8, salinity from 21-30 ppt and DO ranged from 4.40-5.27 mg / l. Bioconcentration factors for water at the five stations ranged from 3.4 to 5.3 ±4.1. The limit of consumption of shells in the water of Pantai Mekar ranges from 76-91 body weight/week. Chemical and physics parameters and the content of heavy metals in waters has a relationship, namely positive on the variable temperature, Pb in water, sediments, green shells and bioconcentration factors, while having a negative correlation on DO, pH and salinity variables the waters. Pb concenteration in Pantai Mekar is contaminated. Heavy metal content in sediments and green shells was still below the quality standard.  
Kandungan Logam Berat Hg dan Cd dalam Air, Sedimen dan Kerang Darah (Anadara granossa) dengan Menggunakan Metode Analisis Pengaktifan Neutron (APN) Sri Yulina Wulandari; Bambang Yulianto; Gunawan Widi Santosa; Ken Suwartimah
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 14, No 3 (2009): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.103 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.14.3.170-175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan dan tingkat pencemaran logam berat Hg dan Cd dalam air, sedimen dan kerang darah (Anadara granossa) di perairan Morodemak, Banjir Kanal Timur dan Mangkang Semarang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2004-Januari 2005 dengan metode penelitian yang digunakan adalah Analisis Pengaktifan Neutron (APN). Hasil penelitian kandungan logam berat Hg dan Cd pada ketiga lokasi menunjukkan pola akumulasi yang cenderung sama di stasiun muara dan laut, baik pengamatan dalam sedimen maupun air. Kandungan logam berat Hg dan Cd pada kerang Anadara granosa menunjukkan nilai yang bervariasi, namun cenderung dipengaruhi sedimen dan air pada dua media tersebut, terkait dengan sifatnya yang filter feeder dan sessil. Meskipun demikian variasi faktor lingkungan seperti suhu, salinitas, pH, kecepatan arus dan jenis sedimen juga memberikan kontribusi yang cukup penting. Kandungan logam berat Hg dan Cd dalam kolom air di Morodemak, Banjir Kanal Timur dan Mangkang telah melampaui batas yang diperbolehkan, demikian pula kandungan berat Hg pada kerang darah  sudah melampaui baku mutu yang ditetapkan. Kata kunci : Hg, Cd, Air, Sedimen, Anadara granossa,metode APN  The aims of the research is to analyze the heavy metals concentrations and the pollution level of Hg and Cd in water, sediment and blood mussels (Anadara granossa) at Morodemak, Banjir Kanal Timur and Mangkang Rivers. This research was conducted from August 2004 to January 2005 using The Neutron Activation Analysis Method. The results showed that the heavy metals concentrations of Hg and Cd  in water and sediment tend to show similar accumulation patern both on estuary and the sea. While the heavy metals concentrations of Hg and Cd in blood mussels (Anadara granossa) show a variated value, which was influenced by the environmental conditions, due to the their behaviour as filter feeder and sesille. The environmental factors such as temperature, salinity, pH, current dan sediment type also play an important role and contributed significantly to the heavy metals accumulation. The concentrations of Hg and Cd in water at the  Morodemak, Banjir Kanal Timur dan Mangkang was higher than standard quality, so does  the Hg concentration in blood mussels. Key words : Hg, Cd, water, sediment, Anadara granossa, NAA method.
Daya Serap Rumput Laut (Gracilaria sp) Terhadap Logam Berat Tembaga (Cu) Sebagai Biofilter Bambang Yulianto; Raden Ario; Triono Agung
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 11, No 2 (2006): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.161 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.11.2.72-78

Abstract

Studi absorpsi metal tosik tembaga (copper) oleh Gracilaria sp. telah dilakukan. Tujuan dari studi ini adalah meneliti kemungkinan kemampuan vegetasi akuatik yang akan digunakan sebagai biofilter. Pada kegiatan budidaya air payau di Indonesia, logam tembaga sering digunakan sebagai desinfektan pemusnah predator pada saat tahapan persiapan kolam/tambak. Namun di lain pihak tembaga juga memiliki potensi toksisitas yang tinggi terhadap lingkungan. Studi ini dilakukan secara laboratoris, dengan melakukan pemaparan rumput laut Gracilaria sp. pada tiga perlakuan konsentrasi tembaga yang berbeda (K1: kontrol; K2: 0,5 ppm; dan K3:1 ppm) selama empat perbedaan waktu pemaparan (M1: 1 minggu; M2: 2 minggu; M3: 3 minggu; dan M4: 4 minggu). Analisis kandungan tembaga pada Gracilaria sp. dilakukan pada setiap minggu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gracilaria sp. mampu menyerap tembaga yang terlarut dalam air laut. Penyerapantembaga meningkat secara sangat nyata sejalan dengan peningkatan perlakuan konsentrasi dan lama waktu dedah. Konsentrasi tembaga yang diserap pada K2 (0,5 ppm Cu) adalah, masing-masing, 12,745 ppm(setelah pemaparan 1 minggu), 27,604 ppm (setelah pemaparan 2 minggu), 29,890 ppm (setelah pemaparan 3 minggu), dan 30,215 ppm (setelah pemaparan 4 minggu). Sementara itu, konsentrasi tembaga setelah pemaparan Gracilaria sp. pada K3 (1 ppm Cu) masing-masing adalah 31,980 ppm (setelah pemaparan 1 minggu), 50,564 ppm (setelah pemaparan 2 minggu), 53,884 ppm (setelah pemaparan 3 minggu), dan54,486 ppm (setelah pemaparan 4 minggu).Kata kunci: Gracilaria sp., tembaga, logam toksik, absorpsi/penyerapan.Absorption of toxic metal (copper ) by Gracilaria sp. had been studied. The aim of the study reported in this paper was to investigate the possibility of Gracilaria sp. as a biofilter. In brackish water pond culture in Indonesia, copper is usually used as the predator eradicator in pond preparation. But in other hand, copper has potentially high toxicity to the aquatic environment. The study was conducted in the laboratory, by exposing seaweed Gracilaria sp. to three different concentrations of copper (K1: control; K2: 0,5 ppm; and K3: 1 ppm), during four different exposure times (M1: 1 week; M2: 2 weeks; M3: 3 weeks; and M4: 4 weeks). Analyses of copper metal accumulated by Gracilaria sp. were done every week. The results of present works revealed that Gracilaria sp. is able to absorb copper metal dissolved in seawater. Absorption of copper increase significantly by increasing of copper concentration and exposure duration. The concentrations of copper absorbed in K2 (0,5 ppm Cu) are, respectively, 12,745 ppm (after 1 week exposure), 27,604 ppm (after 2 weeks exposure), 29,890 ppm (after 3 weeks exposure), and 30,215 ppm (after 4 weeks exposure). Meanwhile, the concentrations of copper after exposure Gracilaria sp. to K3 (1 ppm Cu) are 31,980 ppm (after 1 week exposure), 50,564 ppm (after 2 weeks exposure), 53,884 ppm (after 3 weeks exposure), and 54,486 ppm (after 4 weeks exposure),  respectively.Key words: Gracilaria sp., copper, toxic metal, absorption.
Tembaga (Cu) Menurunkan Kandungan Pigmen dan Pertumbuhan Mikroalga Merah, Porphyridium cruentum (Effect of Copper on Pigments Content and Growth of Red Microalgae, Porphyridium cruentum) Reza Hafiz Pranajaya; Ali Djunaedi; Bambang Yulianto
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 19, No 2 (2014): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.42 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.19.2.97-104

Abstract

Logam berat tembaga (Cu) merupakan salah satu pencemar yang paling mengkhawatirkan di wilayah pesisir dan lautan. Berbagai metode telah banyak dikembangkan untuk mengatasi dan mengurangi pencemaran logam berat, baik secara fisika, kimia dan biologi. Masalah teknis dan biaya yang mahal menyebabkan manusia menggunakan cara biologis (bioremediasi). Salah satu diantaranya menggunakan mikroalga Porphyridium cruentum. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat konsentrasi logam berat Cu terhadap kandungan klorofil, pigmen fikobiliprotein dan pertumbuhan mikroalga P. cruentum. Bibit mikroalga diperoleh dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Situbondo. Rancangan penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium. Konsentrasi logam berat Cu yang digunakan adalah 0 ppm sebagai kontrol, 1, 2, 3  dan 4 ppm. Logam berat Cu dianalisa menggunakan AAS dan pigmen (klorofil dan fikobiliprotein) menggunakan spektrofotometri UV-Vis.Hasil yang didapat menunjukkan bahwa logam berat Cu dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan pigmen (klorofil dan fikobiliprotein), BCF dan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap laju pertumbuhan P. cruentum. Semakin tinggi logam berat Cu membuat laju pertumbuhan, kandungan pigmen (klorofil dan fikobiliprotein), dan BCF pada P. cruentum semakin menurun. Prosentase penyerapan logam berat Cu tertinggi sebesar  13,1 % (1 ppm), 8,2 % (2 ppm), 6,9 % (3 ppm), dan 2,6% (4 ppm). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa P. cruentum berpotensi sebagai bioremediator. Kata kunci: Porphyridium cruentum; pigmen; klorofil; fikobiliprotein; pertumbuhan; tembaga   Copper (Cu) is one of heavy metals and the most pollutant at seawater ecosystem. Various methods have been developed to reduce heavy metal pollution with in physics, chemistry and biology method. Technical problems and high costs cause human use biological method (bioremediation). One of them used microalgae Porphyridium cruentum.This study aims to find out the influence of copper exposure levels on chlorophyll, pigment Phycobiliproteins, and the growth of microalgae Porphyridium cruentum. P. cruentum stock was collected from Main Center Brackish Water Aquaculture Development, Situbondo. The research design this study used a experimental laboratory. Concentrations of heavy metals Cu used are 0 ppm as control, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, and 4 ppm. Heavy metals Cu analysised by AAS and measurent pigments (chlorophyll and phycobiliproteins) performed by spectrometric UV-Vis. The results showed that heavy metals Cu with different concentrations give a very effect influence (P<0.01) to pigment (chlorophyll and phycobiliproteins) content, BCF, and effect influence (P<0.05) to growth. The high Cu resulted decrease to growth of microalgae, cell density, pigments (chlorophyll and phycobiliproteins), and bio concentration factor Porphyridium cruentum. The highly percentage absorption of heavy metals Cu at 13.1% (1 ppm), 8.2% (2 ppm), 6.9% (3 ppm), and 2.6% (4 ppm). The results suggest that P. cruentum has the potential as bioremediator. Keywords: Porphyridium cruentum; chlorophyll; phycobiliproteins; growth; copper
Effect of Cadmium (Cd) on The Structure of Gill and Epipodite of Penaeid Shrimp, Penaeus japonicus Bate (Crustacea, Decapoda) Bambang Yulianto
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 7, No 2 (2002): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1359.616 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.7.2.95-102

Abstract

Efek toksisitas sublethal cadmium terhadap struktur insang dan epipodite dari udang Penaeus japonicus dipelajari. Setelah pemaparan selama 4 hari, kadmium merubah struktur insang dari udang, akumulasi hemocyte dalam vena dan Iamela, epithelium insang mengalami disorganisasi dan kanal hemolympha distal menjadi buntu. Struktur dari epipodite juga terganggu: cadmium menyebabkan nekrosis pada permukaan. Kerusakan struktur insang dan epipodit ini menjadi argumen penurunan kapasitas hypo- dan hyper-osmoregulasi udang ini. Kata kuncl: kadmium, struktur, Penaeus japonicus, insang, epipodite.  The effect of sublethal toxicity of cadmium on the structure of gill and epipodtte of the shrimp Penaeus japonicus was studied. After 4 days of exposure, cadmium affected the gill structure of shrimp: hemocyte accumulate in vessels/channelsand lamellas, the gill epithelium is disorganised and the distal hemolymphatic lacuna is clogged. The structure of epipodites is also altered: cadmium causes superficial necrosis. The damage of gill and epipodite structure becomes a reason on the decrease of hypo- and hyper­ osmoregulatory capacity in this shrimp.Keywords: cadmium, structure, Penaeus Iepontcus. gill, epipodite.
Biodegradation of Polyethylene Microplastic using Culturable Coral-Associated Bacteria Isolated from Corals of Karimunjawa National Park Prastyo Abi Widyananto; Sakti Imam Muchlissin; Agus Sabdono; Bambang Yulianto; Fauziah Shahul Hamid; Ocky Karna Radjasa
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 26, No 4 (2021): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.26.4.237-246

Abstract

Polyethylene is a plastic material that was globally produced and is well known as a non-degradable pollutant product. Plastic pollution, primarily microplastics, have been distributed to coral reef ecosystems, where these areas are ecosystems with high productivity. Karimunjawa National Park in Indonesia is one of the protected areas for coral reef ecosystem habitat in Central Java, threatened by microplastic contamination. Recent studies have shown that coral-associated bacteria have an adequate ability to degrade marine pollutant materials. No one has reported that the use of indigenous coral-associated bacteria has the potential for microplastic biodegradation, especially low-density polyethylene microplastic materials. Hence, the objective of this study was to find the potential of microplastic biodegradation agents derived from coral-associated bacteria in Karimunjawa National Park area. Various coral life-forms were isolated in July 2020 from conservation areas and areas with anthropogenic influences. Bacterial isolates were screened using tributyrin and polycaprolactone as substrates to reveal potential microplastic degradation enzymes. The total isolation results obtained 92 bacterial isolates, and then from the result of enzyme screening, there were 7 active bacteria and only 1 bacteria that potential to degrade polyethylene. LBC 1 showed that strain could degrade by 2.25±0.0684 % low-density polyethylene microplastic pellet by incubating bacterial growth until the stationary phase. Identification of LBC 1 strain was carried out by extracting DNA and bacterial 16S rRNA sequences. Bacterial gene identification refers to Bacillus paramycoides with a similarity level in the National Center Biotechnology Information database of 99.44%. These results prove that hard coral association bacteria can degrade low-density polyethylene microplastics.
STATUS KEBERLANJUTAN DIMENSI EKOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN BERKELANJUTAN BERBASIS PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR DI KABUPATEN MAGELANG Arif Budi Wibowo; Sutrisno Anggoro; Bambang Yulianto
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.562 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.10.2.107-113

Abstract

Sustainability Status of  Ecological Dimensions in Development of Sustainable Minapolitan Region Based on Freshwater Aquaculture in Magelang Regency   ABSTRAK   Pengembangan kawasan minapolitan berkelanjutan adalah pembangunan kawasan yang mengintegrasikan antara dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial, dimensi infrastruktur, dan dimensi hukum dan kelembagaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mengkaji status keberlanjutan dimensi ekologi dalam pengembangan kawasan minapolitan, 2) mengkaji atribut yang sensitif berpengaruh terhadap nilai indeks dan status keberlanjutan dimensi ekologi pengembangan kawasan minapolitan serta 3) merumuskan prioritas kebijakan yang bisa diterapkan untuk pengembangan kawasan minapolitan berkelanjutan di Kabupaten Magelang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan September 2014 berlokasi di tiga kecamatan (Sawangan, Mungkid dan Muntilan) di Kabupaten Magelang. Responden sebagai sumber informasi berasal dari unsur pemerintah, pembudidaya, dan unsur akademisi yang dipilih menggunakan teknik purposive random sampling. Analisa data penentuan status dan faktor pengungkit menggunakan metoda  RAP-multidimensi, sedangkan untuk penentuan prioritas kebijakan menggunakan teknik Analitycal Hierarchy Proses (AHP). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa status keberlanjutan dimensi ekologi dalam pengembangan kawasan minapolitan Kabupaten Magelang berada pada status cukup berkelanjutan (50-70%). Strategi untuk peningkatan status keberlanjutan dilakukan dengan perbaikan pada atribut yang sensitif berpengaruh signifikan terhadap nilai dan status berkelanjutan.   Kata kunci : RAP-Multidimensi, RAP-fish, faktor pengungkit, AHP, perikanan budidaya air tawar  Minapolitan sustainable development is development of the area that integrates between the ecological dimension, economic dimension, the social dimension, the dimension of infrastructure, and the legal and institutional dimensions. The purposes of this study were: 1) to determine the status of sustainability of ecological dimension, 2) to determine sensitive attributes affecting the index value and status of ecological dimension sustainability and 3) formulating  policy priorities that can be applied  to the development of sustainable minapolitan development in Magelang regency.This study was conducted in May to September 2014 in three districts (Sawangan, Mungkid, and Muntilan) of  Magelang. Respondents as a source of information came  from the government, fish farmers, and academicians . They were selected using purposive random sampling technique. Status of sustainability and the lever factor were analysed using RAP-multidimensional method, whereas for formulating policies using techniques of Analitycal Hierarchy Process (AHP). The result showed that the ecological dimension is in the status of sustainable enough (50-70%). Strategies to increase the status of  sustainability were realized by repair the sensitive attribute significantly affect on the value and sustainable status. Keywords : RAP-Multidimensional, RAP-fish, leverage factor, AHP, freshwater aquaculture
FLUKTUASI KANDUNGAN AMONIA DAN BEBAN CEMARAN LINGKUNGAN TAMBAK UDANG VANAME INTENSIF DENGAN TEKNIK PANEN PARSIAL DAN PANEN TOTAL Fluctuations of Ammonia and Pollution load in Intensive Vannamei Shrimp Pond Harvested Using Partial and Total Method Bayu Romadhona; Bambang Yulianto; Sudarno Sudarno
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 11, No 2 (2016): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.17 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.11.2.84-93

Abstract

 Kemajuan teknologi budidaya udang di Indonesia semakin pesat, seiring dengan berkembangnya budidaya Udang Putih Vaname (Litopenaus vannamei), sebagai komoditas ekonomis di tambak selain udang windu dan bandeng. Budidaya intensif Udang Vaname dicirikan dengan padat penebaran benih tinggi dan penggunaan pakan tambahan. Manajemen pakan yang kurang baik, berakibat pada timbulnya sisa pakan, secara perlahan-lahan akan meningkatkan kadar bahan pencemar dan menurunkan kualitas air tambak. Upaya yang dikembangkan untuk mengurangi masukan nutrien dari pakan selama budidaya udang vaname intensif adalah metode panen parsial, yaitu melakukan pemanenan udang secara bertahap (parsial) saat proses budidaya berlangsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi fluktuasi amoniak, menganalisa sumbangan beban cemaran amoniak ke lingkungan serta mengkaji kelayakan usaha budidaya udang vaname intensif dengan teknik panen parsial dan panen total. Panen parsial dilaksanakan umur 65 hari pada petak 2B, sedangkan panen total petak 2A dan 2B umur 80 hari pemeliharaan. Hasil yang diperoleh kandungan amoniak di akhir periode pemeliharaan petak 2A (panen total) dan petak 2B (panen parsial) adalah 0,120 mg/l dan 0,050 mg/l dengan nilai indeks kualitas air Prakash yang sama yaitu 51,11 kriteria kualitas air sedang. Sumbangan beban cemaran amoniak terhadap lingkungan petak 2A sebesar 7,667 kg/ha/th, petak 2B sebesar 3,164 kg/ha/th. Penilaian kelayakan ekonomi dari biomassa Udang Vaname yang dipanen secara total dan parsial. Hasil perhitungan teknik panen total nilai NPV Rp 88.448.362: IRR 27,09 ; B/C 2,11, teknik panen parsial NPV Rp 426.601.399 ; IRR 69,02: B/C 2,30. Kedua teknik panen mencerminkan usaha layak untuk dilanjutkan. Teknik panen parsial. mampu meminalkan sumbangan beban cemaran ke lingkungan serta memberikan keuntungan usaha lebih besar Rp 9.063.000/siklus/petak dibandingkan teknik panen total. Perlu adanya upaya pengolahan buangan air limbah di akhir pemeliharaan sebelum dibuang ke perairan umum agar memenuhi syarat baku mutu effluent. Technological development of shrimp farming in Indonesia is growing rapidly, along with the development of white shrimp(Litopenaus vannamei) aquaculture, which is an economically viable commodity in pond culture besides tiger prawn and milkfish. Vanamei intensive shrimp aquaculture is characterized by a high stocking density of seeds and the use of additional feed. Poor feed management will result in the increase of food residue and gradually increases the levels of pollutants that degrade the water quality. Efforts to reduce nutrient inputs of feed for shrimp farming is partial harvesting method by harvesting shrimp in stages (partial) during the period of culture. The purpose of this study was to evaluate the fluctuation of ammonia, analyzing environmental contaminant load and study the feasibility of intensive shrimp farming of vanamei with partial harvesting techniques and the total harvest. Partial harvest was held at the age of 65 days for plots 2B, while the total harvest was done at plots 2A and 2B at 80 days. The results of ammonia concentration at the end of the culture period 2A plots (total harvest) and plots 2B (partial harvest) was 0.120 mg / l and 0.050 mg / l respectively, with similar Prakash water quality index of 51.11. Ammonia contamination load in plots 2A was 7,667 kg / ha/years, and plots 2B was  3,164 kg / ha/years. Results of the NPV value of total harvest was Rp 88,448,362: IRR 27.09; B / C of 2.11 whereas for partial harvesting techniques NPV Rp 426 601 399; IRR 69.02: B / C 2.30. Partial method  techniques of vanamei harvest can be minimalizing contaminant load in environmental and was more feasible because it provides greater profit of Rp. 9.063 million / cycle / plot. Efforts are required to discharge wastewater treatment at the end of the culture period before being released into the surrounding environment in order to meet the required effluent quality standarts. 
Kemampuan Biosorpsi Dan Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp. Pada Media Mengandung Logam Berat Kadmium (Cd) Bambang Yulianto; Rini Pramesti; Rozi Hamdani; Sunaryo Sunaryo; Adi Santoso
Jurnal Kelautan Tropis Vol 21, No 2 (2018): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.027 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v21i2.3849

Abstract

Biosorption Capacity and Growth of Seaweed Gracilaria sp. In Media Containing Heavy Metal Cadmium (Cd) Contamination of coastal and marine waters by heavy metals in significant concentrations will threaten the lives of biota inhabitant. One of the dangerous heavy metals due to its potential toxicity is cadmium (Cd). The purpose of this study was to find out: biosorption ability of Gracilaria sp. against Cd in seawater media, the effect of exposure time on Cd content absorbed by Gracilaria sp., and growth of Gracilaria sp. in Cd-contaminated media with different concentrations. This study used a laboratory experimental method, by exposing Gracilaria sp. to three different concentration treatments and one control treatment (A: Control; B: 0.1 mg/L; C: 1 mg/L; and D: 10 mg/L) for 4 weeks. Observation of biosorption ability and growth of Gracilaria sp. was done every week. The results of the research on biosorption ability showed that Gracilaria sp. was able to absorb Cd dissolved in seawater. The concentrations of Cd absorbed by Gracilaria sp., respectively in treatment B were 1.81 mg/kg (first week), 2.33 mg/kg (second week), 4.51 mg/kg (3rd week), and 1.47 mg/kg (4th week); in treatment C were 8.07 mg/kg (first week), 11.67 mg/kg (second week), 9.86 mg/kg (3rd week), and 8.67 mg/kg (4th week); and in treatment D were 52.59 mg/kg (first week), 56.66 mg/kg (second week), 78.01 mg/kg (3rd week), and 87.67 mg/kg (4th week). It is concluded that Gracilaria sp was capable of absorbing cadmium dissolved in seawater. However, the growth of Gracilaria sp. (absolute and specific growth rate) showed a decrease in biomass weight due to exposure to Cd-contaminated media, making Gracilaria sp. was not as a good species to be used as a Cd-metal hyperaccumulator. Kontaminasi perairan pesisir dan laut oleh logam berat dalam konsentrasi yang signifikan akan mengancam bagi kehidupan biota yang ada di dalamnya. Salah satu logam berat yang berbahaya karena sifat toksisitasnya adalah Kadmium (Cd). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: 1) kemampuan biosorpsi  rumput laut Gracilaria sp. terhadap logam berat Cd dalam media air laut dengan konsentrasi yang berbeda, 2) mengetahui pengaruh perbedaan waktu pendedahan (exposure time) terhadap kandungan logam Cd terabsorpsi oleh Gracilaria sp., dan 3) mengetahui pertumbuhan Gracilaria sp. pada media terkontaminasi logam berat Cd dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratoris, dengan melakukan pemaparan rumput laut Gracilaria sp. pada tiga perlakuan konsentrasi yang berbeda dan satu perlakuan kontrol (A: Kontrol; B: 0,1 mg/L; C; 1 mg/L; dan D 10 mg/L) selama 4 minggu masa pemeliharaan. Pengamatan kemampuan bioabsorpsi dan pertumbuhan Gracilaria sp. dilakukan setiap minggu. Hasil penelitian kemampuan bioabsorpsi  menunjukkan bahwa Gracilaria sp. mampu menyerap logam  Cd yang terlarut dalam air laut. Konsentrasi logam berat Cd yang diserap Gracilaria sp. pada perlakuan B = 1,81 mg/kg (minggu ke-1), 2,33 mg/kg (minggu ke-2), 4,51 mg/kg (minggu ke-3), 1,47 mg/kg (minggu ke-4); Perlakuan C = 8,07 mg/kg (minggu ke-1), 11,67 mg/kg (minggu ke-2), 9,86 mg/kg (minggu ke-3), dan 8,67 mg/kg (minggu ke-4); Perlakuan D = 52,59 mg/kg (minggu ke-1), 56,66 mg/kg (minggu ke-2), 78,01 mg/kg (minggu ke-3), dan 87,67 mg/kg (minggu ke-4). Dapat disimpulkan bahwa Gracilaria sp mampu menyerap Cd terlarut dalam air laut. Namun demikian, pertumbuhan Gracilaria sp. (pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik) mengalami penurunan berat biomassa akibat pemaparan pada media mengandung logam Cd, sehingga menjadikan spesies Gracilaria sp. bukan sebagai spesies hiperakumulator yang baik untuk logam Cd.
Pemanfaatan Chitosan Dari Limbah Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) sebagai Adsorben Logam Timbal (Pb) Endang Supriyantini; Bambang Yulianto; Ali Ridlo; Sri Sedjati; Amtoni Caesario Nainggolan
Jurnal Kelautan Tropis Vol 21, No 1 (2018): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.261 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v21i1.2399

Abstract

Chitosan is able to be one solution to reducing the pollution of heavy metals in waters, as capable of binding of heavy metal ions by utilizing the amine and hydroxyl groups on chitosan. This research aims to know the adsorption ability of chitosan against heavy metals lead (Pb). Chitosan is made from the waste of a small crab attaching shells were taken from the village of Betahwalang, Demak. The method used is the method with the demineralisasi using 1 N HCl for 1 hour, deproteinasi with 3.5% NaOH for 1 h, and deasetilasi using NaOH 50% for 2 hours. FTIR analysis of the results showed the degree of Deasetilasi Chitosan of 80.30% with 36.84% yield. Solution of Pb of Pb (CH3COO)2 at a concentration of 10 mg/L is used as pollutants, and the concentration of chitosan used in adsorption process i.e. 1, 2, 4, and 8%. Stirring on the process of adsorption using a magnetic stirrer with a speed of 200 rpm for 30 minutes. The metal content of Pb in the chitosan is then analyzed using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometric). The results showed that chitosan obtained from shell small crab attaching has the potential as a bioadsorben metals Pb, the concentration of chitosan 1, 2, 4, 8% & each have an absorbance of 8.31; 35.62; 45.24 & 57.74%.Kitosan mampu menjadi salah satu solusi mengurangi pencemaran logam berat di perairan, karena mampu mengikat ion-ion logam berat dengan memanfaatkan gugus hidroksil dan amina yang terdapat pada chitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan adsorpsi chitosan terhadap logam berat Timbal (Pb). Chitosan dibuat dari limbah cangkang rajungan yang diambil dari desa Betahwalang, Demak. Metode yang digunakan adalah metode kimia dengan demineralisasi menggunakan HCl 1 N selama 1 jam, deproteinasi dengan NaOH 3,5 % selama 1 jam, dan deasetilasi menggunakan NaOH 50 % selama 2 jam. Hasil analisis FTIR menunjukkan Derajat Deasetilasi kitosan sebesar 80,30 % dengan rendemen 36,84 %. Larutan Pb dari Pb(CH3COO)2 pada konsentrasi 10 mg/L digunakan sebagai polutan, dan konsentrasi chitosan yang digunakan pada proses adsorpsi yaitu 1, 2, 4, dan 8 %. Pengadukan pada proses adsorpsi menggunakan magnetic stirrer dengan kecepatan 200 rpm selama 30 menit. Kandungan logam Pb yang ada di dalam chitosan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometric). Hasil penelitian menunjukkan bahwa chitosan yang didapatkan dari cangkang rajungan mempunyai potensi sebagai bioadsorben logam Pb, konsentrasi chitosan 1, 2, 4, & 8 % masing-masing memiliki daya serap sebesar 8,31; 35,62 ; 45,24 & 57,74 %.
Co-Authors ., Yuniseffrendi A'nillah, Khusnun A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Abdul Kholiq Adi Santoso Adi Santoso Afifuddin, Mokh Afiif Lubis, Abdurrazaq Agoes Soegianto Agung Wibowo, Yermia Nugroho Agus Sabdono Alam Setiawan Alghazeer, Rabia Ali Djunaedi Ali Ridlo Ambariyanto , Amtoni Caesario Nainggolan Anak Agung Gede Sugianthara Anas Ahmadi Anggoro, Muhammad Faisal Anggraeni, Yonita Shelly Apresia, Fadil Ardiani S., Yosephina Ardiyanti, Warsita Noer Aribowo, Irham Arif Budi Wibowo Arifati Munfarida Arintika Widhayanti, Arintika Aris Ismanto Arum Rosita Dewi Asmarani, Ratih Asnita Fraselina Samosir Asteria, Prima Vidya Azhar, Nuril Azizan, Yoga Rifqi Bambang Harianto Bayu Munandar Bayu Romadhona Binar Kurnia Prahani Bintang, Hamdan S. Budi Warsito Carreca, Irhamna Nirbhaya Chrisna Adhi Suryono Chrisna Adi Suryono Damanik, Sonny Rieldo Darim, Abu Darmawi, Ahmad Darni Denrishaq Budi Wicaksono Deska Dwi Iriana Dewi Basthika Makrima Dewi, Melati Sukma Dharma, Fajar Pitarsi Dhian Sweetania Dhimas Firmansyaf Diah Permata Wijayanti Diah Permata Wijayanti Didik Nurhadi Dimpos Jonathan Sianipar Dwi Haryanti Dwi Haryo Ismunarti Dwinanto, Bambang Eddy, Yulius Sarjono Eksa Novritasari Elih Sudiapermana, Elih Endang Supriyantini Ervia Yudiati Evta Rina Mailisa Fauziah Shahul Hamid Fauziyah, Gina Fawaz Muhammad Sidiqi FINNA RAHMA HIJRIA Fitriah, Putri Imarotul Gunawan Widi Santosa Hadiyanto Hadiyanto Hafidz Feriano Harianto, Dedy Harmanto Harmanto Harmanto HASAN SUBEKTI Hasibuan, Zhulian Hikmah Hasna Khairunnisa Hendra Kurniawan Heriawan Maulana Hidayat, David Hidayat, David Hidayat Hilda Hilaliyah I Gede Widhiantara I Made Gde Sudyadnyana Sandhika Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ilham Fadli, Rusli Indrawan, Adam Irfandi, Achmad Iriana, Deska Dwi Ita Riniatsih Jafron Wasiq Hidayat Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Kagoya, Tundani Kahar Kahar, Kahar Kamsatun, Kamsatun Karjadi, Mochamad Karjadi, Mochammad Ken Suwartimah Kurniawati Kurniawati Kusuma Wati, Aisyah Kusumadiani, Tazkia Aulia Layli Hidayah Lutfillah Arief Ghinaa Shabrina Mada Triandala Sibero Mahmudi, Rahmad Ali Makmun Makmun Maryuli Dyah Cahyani Maryuli Dyah Cahyani Michael Teguh Adiputra Siahaan Mimin Karmini Mintowati, Maria Mintowati, Mintowati Mirnawati, Silvia Septi MUAZIZAH, RISALATUL MUHAMMAD ABDUL GHOFUR Muhammad Amin Muhammad Assegaf Baalwi Mulyono Murniatie, Itznaniyah Umie Mursidah, Ichsani Nadiyah, Milania Nasihah, Siti Addinul Nico Prasetyo Nugrahanto Nila Antika Sari, Zenius Nirwani Soenardjo nita puspita sari Nita Puspita Sari Noor Komari Pratiwi, Noor Komari Nurmalika, Ratu Ocky Karna Radjasa Payus, Carolyn Melissa Prastyo Abi Widyananto Pratiwi, Ningsih Ika Prawidana, Irma Prihatnanto, Rendy Puji Anto Puji Sularsih Puji Wiratmo Pujianto, Hendri Putra Panuntun Putu Angga Wiradana Rachman, Achmad Fajar Raden Ario Rahma Nur Kharisma RAHMAWATI, FIRDHA Rahmawati, Tati Ramadhan, Rizal Rizky Refinda Juliant Mentari Renni Anggraini Reza Hafiz Pranajaya Ria Azizah Tri Nuraini Ridwan Setiawan Rieziq Aldi Suryo Rikke Kurniawati Rini Pramesti Rizal, Moh Ahsan Shohifur Rizqy, Aimatun Nisfia ROCHMATUL MAFULA, SITI Romadhon, Sahrul Rozi Hamdani Rusman, Fahmi Fawzy Saepudin, Asep Sakti Imam Muchlissin Samiyah, Samiyah Samosir, Asnita Fraselina Sanjaya, Remi Savitri, Agusniar Dian Septiana, Hespi Septiani, Yosephina Ardiani Setiowati, Vivirian Setyowati, Lis Shahara, Kaffila Karunia Shodiq, Syamsul Shofa Farihah Sholihin, Achmad Sibero, Mada Triandala Siska Aprilliyanti Siti Maizul Habibah Siti Nur Fatimah Soepardi, Djojok Sonny Rieldo Damanik Sri Redjeki Sri Sedjati Sri Yulina Wulandari Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subandiyah, Heny Sudarno Sudarno Sudikan, Setya Yuwana Sueb Sugiyarto Sugiyarto Suharsono Suharsono Suhartono Suherman, Suherman Sukardani, Puspita Sukardani, Puspita Sari Sulistyo, Anggita Al Haris Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Supratno, Haris Suryo, Rieziq Aldi Suryono Suryono Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro SUYATNO Syamsul Sodiq Tati Ruhmawati Tengsoe Tjahjono, Tengsoe Thael Pratama, Agri Tri Retnaningsih Soeprobowati Triono Agung Trisusana, Anis Ulfa, Rinda Maria WAHYU SUKARTININGSIH Wahyudi, Kristanto Wasilatul Murtafiah Widawati, Etty Yohanes, Budinuryanta Yulianto, Bernawan Yundari, Yundari Yuniseffendri Yuwana, Setya Zhulian Hikmah Hasibuan