p-Index From 2021 - 2026
13.642
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DE JURE TAWASUT Indonesian Journal of Moderate Islam Al Ishlah Jurnal Pendidikan JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Substantive Justice International Journal of Law Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Bimbingan Konseling Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) As-Syar'i : Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Jurnal Geocivic Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Hukum Lex Generalis Jurnal Kewarganegaraan Action Research Literate (ARL) Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Haumeni Journal of Education Harakat an-Nisa: Jurnal Studi Gender dan Anak Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Journal Of Human And Education (JAHE) TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Eduvest - Journal of Universal Studies Innovative: Journal Of Social Science Research Recht Studiosum Law Review Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan KANGMAS: Karya Scientific Community Service is a journal CONSTITUO: Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Jurnal Legislasi Indonesia Media Sains Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Claim Missing Document
Check
Articles

Peraturan Perundang-Undangan Sebagai Instrumen Penguatan Demokrasi Di Indonesia Maria Kamelia Kewa Tukan; Sri Ofiliani Naitboho; Koleta Luruk Klau; Yohanes Carlos Kasilas Mei Maru; Djefri Yanto Nodu Kore; Fadil Mas’ud
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6458

Abstract

Penelitian ini membahas peraturan perundang-undangan sebagai instrumen penguatan demokrasi di Indonesia. Demokrasi di Indonesia didasarkan pada prinsip kedaulatan rakyat sebagaimana diatur dalam Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sehingga peraturan perundang-undangan memiliki peran penting dalam mengatur, melindungi, dan menjaga nilai-nilai demokrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis fungsi normatif peraturan perundang-undangan dalam mendukung prinsip demokrasi, mengidentifikasi hambatan implementasinya, serta menjelaskan hubungan antara hukum dan demokrasi dalam penyelenggaraan negara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian teori, konsep hukum, dan literatur yang relevan mengenai demokrasi serta peraturan perundang-undangan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peraturan perundang-undangan memiliki peran strategis dalam menjamin hak-hak warga negara, mengatur pelaksanaan kekuasaan negara, menciptakan kepastian hukum, serta mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Selain itu, prinsip demokrasi seperti partisipasi, transparansi, akuntabilitas, dan supremasi hukum menjadi landasan penting dalam pembentukan dan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Namun, masih terdapat tantangan dalam proses legislasi, seperti rendahnya partisipasi publik, lemahnya harmonisasi regulasi, dan kepentingan politik tertentu yang dapat melemahkan nilai-nilai demokrasi. Oleh karena itu, diperlukan pembentukan peraturan perundang-undangan yang lebih inklusif, transparan, dan berkeadilan guna memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia.
Peran Regulasi Daerah dalam Menangani Diskriminasi Sosial di Kota Kupang: Perspektif Ilmu Perundang-Undangan dan Hak Asasi Manusia Brampi Soniman Sae; Nining Lestari Da Silva; Benediktus Kusuma Tafuli; Intan Yulintri Sopaba; Welmi Ananda Ngongo; Fadil Mas’ud
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6464

Abstract

Diskriminasi sosial masih menjadi persoalan penting dalam kehidupan masyarakat perkotaan, termasuk di Kota Kupang. Diskriminasi dapat terjadi tidak hanya melalui tindakan individu, tetapi juga melalui kebijakan daerah yang belum sepenuhnya berpihak pada prinsip kesetaraan dan Hak Asasi Manusia (HAM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran regulasi daerah dalam menangani dan mencegah diskriminasi sosial di Kota Kupang serta mengkaji pengintegrasian perspektif HAM dalam pembentukan kebijakan daerah. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi daerah memiliki peranan penting dalam melindungi kelompok rentan, mewujudkan keadilan sosial, dan menjaga harmonisasi masyarakat multikultural. Namun, pelaksanaan regulasi masih menghadapi hambatan berupa lemahnya penegakan hukum, rendahnya partisipasi masyarakat, dan ketimpangan sosial. Oleh karena itu, integrasi prinsip HAM dalam regulasi daerah diperlukan untuk menciptakan pemerintahan yang adil, inklusif, dan bebas diskriminasi di Kota Kupang.
Penerapan Asas Keterbukaan dan Partisipasi Masyarakat dalam Pembentukan RUU Perampasan Aset Naomi Graciella Liukae; Armi Danianti Bahan; Melkianus Dju; Deni Ridolof Tunliu; Irfan J. Tafuli; Fadil Mas’ud
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6595

Abstract

Proses legislasi dalam negara hukum yang demokratis tidak boleh hanya dipandang sebagai ritual formal-yuridis, melainkan harus menjadi manifestasi penyerapan nilai dan tuntutan riil masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi serta hambatan penerapan asas keterbukaan dan partisipasi masyarakat yang bermakna (meaningful participation) dalam pembentukan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset di Indonesia. Dengan menggunakan metode pendekatan yuridis empiris yang didukung analisis yuridis normatif, penelitian ini membedah dinamika legislasi melalui pisau analisis teori hukum responsif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembahasan RUU Perampasan Aset mengalami stagnasi panjang akibat resistensi politik dan egoisme kelompok elit di tingkat legislatif, padahal regulasi ini mendapatkan dukungan empiris sosiologis yang masif dari masyarakat mencapai 91%. Argumentasi teknis-yuridis mengenai harmonisasi mekanisme non-conviction based asset forfeiture cenderung dijadikan instrumen politik untuk mengulur waktu. Kesenjangan antara tuntutan sosiologis dan kehendak politik elit ini berimplikasi pada sanksi penurunan legitimasi dan krisis kepercayaan publik yang menempatkan DPR pada indeks terendah (69%) dibandingkan lembaga hukum lainnya. Kesimpulannya, pemenuhan asas keterbukaan secara jujur dan penguatan moralitas berbasis Pancasila bagi pembentuk undang-undang menjadi syarat mutlak untuk menggeser karakter hukum yang represif menjadi responsif demi menyelamatkan aset negara dan memulihkan keadilan sosial
Implementasi Undan-Undang ITE Terhadap Kasus Ujaran Kebencian Di Media Sosial A Irennia Stivani Nomleni; Firlania Stefani Seran; Miranti May Nggadu; Suriyanti Ramadhani Soemowinoto; Aldy Yanshen U. T Kalla; Fadil Mas’ud
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6955

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi digital telah mempermudah penyebaran pesan secara cepat melalui berbagai platform media sosial. Namun, perkembangan ini juga membawa dampak negatif, salah satunya adalah maraknya fenomena ujaran kebencian (hate speech) yang mengancam harmonisasi sosial dan demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terhadap kasus ujaran kebencian di media sosial, hambatan yang dihadapi dalam penegakannya, serta upaya peningkatan efektivitasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menghimpun informasi relevan dari buku, jurnal ilmiah, dan sumber pustaka lainnya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa implementasi UU ITE, khususnya melalui ketentuan Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 45A ayat (2), masih menghadapi kendala besar. Hambatan utama tersebut meliputi adanya pasal-pasal yang multitafsir (seperti Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 28 ayat (2)), ketidakkonsistenan penegakan hukum akibat ketiadaan panduan interpretasi yang seragam bagi aparat, serta rendahnya literasi digital dan kesadaran etika masyarakat dalam bermedia sosial. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis seperti penyusunan panduan unsur-unsur ujaran kebencian yang jelas, kehadiran Virtual Police, serta edukasi literasi digital yang holistik demi menciptakan ekosistem ruang digital yang sehat, aman, dan produktif.
The Crisis of Judicial Impartiality: A Case Study of Bribery in Ronald Tannur’s Acquittal Verdict Maria Fitriani Longa Rehing; Maria Selfiani Teci; Maria Felisitas Suan; Victor Sonbay; Dar Padji; Fadil Masud
Jurnal Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v10i1.9894

Abstract

The bribery case involving the acquittal of Ronald Tannur, which implicated three judges of the Surabaya District Court in 2024, stands as one of the most shocking events in the history of the Indonesian judiciary. This case fundamentally undermined the principle of judicial impartiality, a cornerstone of a fair judicial system. This study aims to analyze the crisis of judicial impartiality in this case, the factors leading to bribery practices within the judicial system, as well as its impact on the integrity and public trust in Indonesia’s judicial institutions. The research method employed is normative legal analysis using a legislative, conceptual, and case-based approaches. The research findings indicate that this case reflects systemic failures in judicial oversight, a weak culture of judicial integrity, and the ineffectiveness of ethical and criminal sanction mechanisms for corrupt judges. This crisis threatens the fundamental principles of the rule of law and hinders the realization of substantive justice. Comprehensive structural reforms are needed, including strengthening external oversight, ensuring transparency in judicial proceedings, and reforming the judge recruitment and promotion system based on integrity.  
CIVIC EQUALITY DALAM UPAYA PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA SILLU KABUPATEN KUPANG Erwin Styven Aditya Tari; Fadil Mas'ud; Rahyudi Dwiputra; Anif Istianah
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v13i1.238

Abstract

Permasalahan stunting masih tergolong tinggi sebagai isu kesehatan anak di Kabupaten Kupang, khususnya di Desa Sillu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali penerapan konsep civic equality sebagai pendekatan strategis dalam penanggulangan stunting di Desa Sillu, dengan fokus pada aspek akses, partisipasi, serta pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 25 informan yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader posyandu, tenaga kesehatan, dan kepala desa. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, serta studi dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui identifikasi pola makna yang muncul dari narasi para informan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pemerataan akses terhadap informasi dan layanan kesehatan belum optimal, tingkat partisipasi masyarakat masih rendah, serta kapasitas kader posyandu masih terbatas sehingga menghambat implementasi prinsip civic equality. Faktor sosial budaya, kondisi ekonomi, dan tingkat kesadaran masyarakat juga turut memengaruhi efektivitas pelaksanaan program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan prinsip civic equality melalui peningkatan partisipasi, pemerataan layanan, dan penguatan pemberdayaan masyarakat berpotensi memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan angka stunting secara berkelanjutan di Desa Sillu.   The issue of stunting remains relatively high as a child health concern in Kupang Regency, particularly in Sillu Village. This study aims to explore the implementation of the concept of civic equality as a strategic approach to addressing stunting in Sillu Village, with a focus on access, participation, and community empowerment. The research employs a descriptive qualitative approach involving 25 informants, consisting of housewives, posyandu (integrated health service post) cadres, health workers, and the village head. Data were collected through semi-structured interviews, field observations, and document analysis. The collected data were then analyzed by identifying patterns of meaning emerging from the informants’ narratives. The findings indicate that equitable access to information and health services has not yet been optimal, community participation remains low, and the capacity of posyandu cadres is still limited, thereby hindering the implementation of civic equality principles. Socio-cultural factors, economic conditions, and the level of public awareness also influence the effectiveness of program implementation. This study concludes that the application of civic equality principles through increased participation, equitable service distribution, and strengthened community empowerment has the potential to make a significant contribution to the sustainable reduction of stunting rates in Sillu Village.
Mitigasi Kekerasan Seksual melalui Transformasi Literasi Hukum: Analisis Sosio-Legal pada Lingkungan Sekolah di Kota Kupang Raditya Maharani; Fadil Mas'ud; Yosep Copertino Apaut; Irham Wibowo
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28257

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan yang kontras dengan rendahnya efektivitas mitigasi hukum di Kota Kupang. Masalah utama terletak pada paradigma literasi hukum yang masih bersifat tekstual-formalistik sehingga gagal menembus hambatan kultural seperti budaya bungkam (culture of silence) dan normalisasi pelecehan. Penelitian ini bertujuan merumuskan model mitigasi kekerasan seksual melalui transformasi literasi hukum yang kontekstual bagi SMA di Kota Kupang. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosio-legal, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan studi dokumen di tiga SMA di Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi UU TPKS di sekolah terhambat oleh struktur institusi yang rapuh dan budaya hukum patriarkis yang melanggengkan victim-blaming. Literasi hukum yang ada saat ini cenderung searah dan tidak menyentuh relasi kuasa serta otonomi tubuh. Sebagai rekonstruksi solusi, penelitian ini menawarkan "Model Partisipatif Terintegrasi Berbasis Nilai Lokal". Model ini mengintegrasikan literasi substantif ke dalam kurikulum tersembunyi, pemberdayaan agen sebaya, serta mekanisme pelaporan yang berpusat pada korban dengan mereinterpretasi nilai kekerabatan lokal. Rekomendasinya, sekolah harus melakukan dekonstruksi budaya hukum secara fundamental untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang benar-benar aman dan transformatif.
Dialektika Relasi Gender dan Kekerasan Budaya dalam Komunikasi Keluarga untuk Pencegahan Stunting Meryana Micselen Doko; Fadil Mas'ud; Daud Yefkanius Nassa; Petrus Ana Andung
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 25, No 1 (2026): In Press
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v25i1.6801

Abstract

This study aims to examine the dialectics of gender relations and cultural violence manifested within family communication regarding stunting mitigation in Sillu Village, Kupang Regency. Utilizing a qualitative case study approach, data were gathered through in-depth interviews with community leaders, medical professionals, and married couples with stunted children. The findings reveal that stunting mitigation is significantly hindered by a dominant patriarchal hegemony that restricts women’s bargaining power in health-related decision-making. Domestic communication dialectics are characterized by a conflict between modern health education and culturally violent constructs, such as dietary taboos for pregnant women and customary postpartum restrictions that obstruct infant access to healthcare facilities. This phenomenon further exacerbates the prevalence of stunting. Moreover, nutrition literacy is predominantly targeted at mothers, whereas financial control remains vested in fathers, who tend to be passive in domestic affairs. Consequently, this study recommends the implementation of gender-responsive health communication strategies within the family. This involves actively engaging fathers as health communicators and initiating community-based advocacy with traditional leaders to deconstruct cultural myths and customary norms that impede optimal maternal and child nutrition.
MENAKAR KETEGUHAN INTEGRITAS PENGADIL DI TENGAH PUSARAN SUAP DAN INTERVENSI KEKUASAAN Kontesa, Agnesia Fifin; Klau, Anastasia Suputri; Banase, Yohanes P; Lao, Maria Jesnita Melania; Ratnasari, Auliya; Lewokeda, Angelia Hunu Ola; Sonbai, Victor; Mas'ud, Fadil
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48202

Abstract

A judge’s integrity is a crucial aspect in upholding the rule of law and public trust in the judicial system. This study aims to evaluate the resilience of judicial integrity in the face of bribery and interference by those in power, while also assessing the effectiveness of the implementation of the code of ethics by the Judicial Ethics Council (MKH). The method applied in this study is a normative legal approach with data analysis from scientific articles, books, and laws. The findings indicate that judicial integrity depends not only on individual moral values but also on institutional responsibility in upholding justice and the validity of the law. Bribery and intervention by those in power are the primary factors undermining judicial independence, while the MKH’s enforcement of the code of ethics has not yet fully succeeded in serving as a deterrent. This study concludes that to strengthen judicial integrity, a systemic approach is needed through reforms in oversight, the enforcement of the code of ethics, and the promotion of moral values within the legal profession.
URGENSI KESADARAN HUKUM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PELAJAR DI ERA MODERN Magdalena Inda Bria; Stefani Ijeltin Manek; Fadil Mas'ud
Jurnal GeoCivic Vol 9 No 1 (2026): GEOCIVIC EDISI 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi kesadaran hukum dalam pembentukan karakter pelajar di era modern dengan menggunakan pendekatan penelitian pustaka (library research). Perkembangan globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan pelajar, baik dari segi pola pikir maupun perilaku. Di satu sisi, kemajuan ini memberikan kemudahan akses informasi, namun di sisi lain juga berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti menurunnya kedisiplinan, meningkatnya pelanggaran tata tertib, serta rendahnya kepatuhan terhadap norma hukum. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penanaman kesadaran hukum sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter pelajar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, artikel jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, serta hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan kesadaran hukum dan pendidikan karakter. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui proses pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan terhadap data yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesadaran hukum memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter pelajar yang berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Selain itu, pendidikan berperan sebagai sarana strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai hukum melalui pembelajaran yang terintegrasi dalam kurikulum maupun kegiatan sekolah lainnya. Oleh karena itu, penguatan kesadaran hukum perlu dilakukan secara sistematis melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat guna menciptakan generasi yang berkarakter dan taat hukum di era modern. Kata Kunci: Karakter Pelajar; Kesadaran Hukum; Pendidikan Karakter; Era Modern.
Co-Authors A Irennia Stivani Nomleni A. Malthuf Siroj, A. Malthuf Abbas Arfan Achmad Napis Qurtubi Adam Afiz Adelheid Timu Adelsiana Lakapu Adrianus Seso Agus Bambang Nugraha Alang, Dessy M Aldy Yanshen U. T Kalla Alfret Benu Alfret Benu Amanda M.J Laning Amtiran, Morgan Angel Stefanie Nafa Angelia Hunu Ola Lewokeda Angelita Revalina Tallo Ati Anif Istianah ANJULIN YONATHAN KAMLASI Anjulin Yonathan Kamlasi Anjulin Yonathan Kamlasi Anjulin Yonathan Kamlasi,M.Pd Anna Sakreti Nawangsari Aply Rosyanti Halla Aprilia, Tehsa ARGITA CLAUDIA MONE Argita Claudia Mone Arianti Angelita Naitboho Arki Artaban Sae Armi Danianti Bahan Arni Talan, Arni Asri Laksenia Tamonob Asri Laksenia Tamonob Asrin Deweli Nenotek Nenotek Atamukin, Kanisius Kedan Kian Auliya Ratnasari Ave Regina Chandra Kirana Awalya Awalya, Awalya Ayu Souterya Alkatiri Aziz, Qiqiya Tantowi Badruddin Nasir Banase, Yohanes P Banola, Arnoldus Jansen Patrio Basri Basri Bau, Mario Ferdinan Beatrix Nino Funay Benediktus Kusuma Tafuli Benu, Alfret Berek, Kristiana Yanti Binti Ros Azman, Aina Sofea Bonevantura Magi Mudamakin Brampi Soniman Sae Brigita Hilda Taek Bunga Triana Lalus Bureni, Estalin Nepa Burhanuddin Susamto Chrisandes Kurniawan Naikofi Claudia Aurelia Albertini Lona Da Silva, Nining Lestari Dar Padji Daro, Katarina Dato Abdul Aziz Daud Yefkanius Nassa Deanatalis Padji Dogi Dogi Dedy Riwu Deni Ridolof Tunliu Deni Rudolof Tunliu Denil Ngginak Desi Asmaret Desiana M. Bulu Destriani Silla Dewi Astuti S. Saleh Diah Permata Rosalin Abineno Diyah Khadijah Blegur Djefri Yanto Nodu Kore Doe Rato, Maria Yuliani Donatus Ferdinando Kota Dorkas Yufice Ariyanti Kale Dwiputa, Rahyudi Eddy Silamat, Eddy Edelfina Apolonia kuza Edelvina Apolonia Kuza Egidius Fkun Elisabet Vanesha Reta Reta Elisabeth Rari Basa Emilia Nadya Pa’a Emirenciana Aek Bria Ence, Eufrasia Erikson Agung Bau Erikson Agung Bau Eroy Marthen Selan Erwin Styven Aditya Tari ERY BENU Esty Jumirna Taneo Eufrasia Bolo Fahrur Rozi Faransina Letma Fatin Ojes Nakmofa Fauziah F. Lassar Kadir Febiana Elisabet Mase Felisia Atriliani Imung Ferawati Bana Fernando, Riski Firdiyanti Firlania Stefani Seran Florensa Gaina Fransiska Modhe Dua Fredik Lambertus Kollo Frida Elsin selan Ganggut, Agnes Yuniatri Gemian, Stefani Bita Gheanida J.J Funu Glen Awe Golose, Petrus R. Gregoriana Martina Faot Gupuh Rahayu Hago, Maria Mirayanti Harsya, Rabith Madah Khulaili Hasibuan, Kalijunjung Helmi debora tobe Hendri Irawan Herlina Anut Heronsius Sani Ritan Ibrahim, Sayyid Malik Imut, Basilika Riskiana Indah, Elisabeth Yohana Indra Kertati Indriya Fathni INTAN MARLENCI LADA Intan marlencia lada Intan Yulintri Sopaba Irennia S. Nomleni Irfan Harbona Ollo Irfan J. Tafuli Irham Wibowo Irham Wibowo Irwan Abbas Ismail Ismail Iwan Harsono Izhatullaili Jama, Karolus Budiman Jami Djeru Jelita Makdarenci Laitera Jelita, Maria Trivonia Jeluhur, Helda Jenita Selan Jeny Susanti Manoh Jermy I. Balukh Jetia, Yovita Erliana Johanes Jufrianus Lau Johannes P Kumagaya Juan delgibed sinlae Juwaldi Amheka Kamola, Ledrik A. W Kares, Antonius P Karmelita Elu Karolus Liat Lengo Katarina Deran Kia Nimunuho Keba, Aprilini Dima Kefi Listiana Fransisca Taneo Keraf, Veronika Tiara Hingi Kevi Listiana Fransisca Taneo Kevy L. F. Taneo Kevy Listiana Fransisca Taneo Kevy Listiana Fransisca Taneo khusnul khotimah Kian, Selviana Lipat Ara Kirana, Ave Regina Chandra Klarinta Victoria Bayfeto Klau, Anastasia Suputri Klau, Cesilia Lucia Koleta Luruk Klau Koleta Luruk Klau Kollo, Fredik L. Kontesa, Agnesia Fifin Kristiana Lipat Samon Kristiani , Wihelmina Leni Kristina Desita Angul Kurniati Amir Laga, Oskar Enjelius Lao, Maria Jesnita Melania Lau, Clarisa Angelina Aeng Leonardus Hare Ladjar Leoni Elsa Noni Faot Lewokeda, Angelia Hunu Ola Ludung, Goden Harna Hadia Luluk Sarifah Ly, Petrus Ly, Rehan Glen Made Susilawati Magdalena Inda Bria Mailani, Metriana Maimuna Faizah Rahma Atulolon Maimunah Faizah Rahma Atulolon Mali, Maria Muliani Maran, Yohana S. R Mardini Tae Maria Cindiany Baru Maria Cindiany Baru Maria Delastrada Namang Maria Fatima Muti Maria Felisitas Suan Maria Fitriani Longa Rehing Maria Fransiska Mika Maria Fransiska Mika Maria Galgani Rovianyta Toi Maria Indrawati Sanan Maria Jesnita Melania Lao Maria Kamelia Kewa Tukan Maria Karolina Rei Maria Kartika Jinas Maria Mirayanti Hago Maria Novensia Epi Lengo Maria Selfiani Teci Maria Selfiani Teci Maria Sipriani Dau Maria Sofiati Siki Maria Susanti Mariam clarita mauko Marianus Bhau Rengga Bria Marianus Siga Mark Jhon Bilistolen Marsi Bani Maru, Yohanes Carlos Kasilas Mei Marwinata, Pepy Mau, Rosadelima Asti Mazidah, Zidna Melinda Ratu Radja Melkian Diki Talumbani Melkianus Dju Menci Adi Yatr Nomleni Meo, Maria Natalia Meo, Matrona Mere, Anastasia Boleng Mersiana Wanda Tuti Issu Mersiana Wanda Tuti Issu Meryana Micselen Doko Meryana Micselen Doko Miranti May Nggadu Mnanu, Nafsyan A Modok, Grasella Ferina Nai MUHAMMAD ALI Muhammad Ali Muhammad Dheo Adrian Muhari Muhammad Hakeem Musataklima Musataklima, Musataklima Nadia Naema Sisilia Yuniati Lodo Naitboho, Yufitris Nana, Katarina Rensa Naomi Graciella Liukae Natalia Fransiska Alunat Natalia Stefania Beka Nataliana Sensi Natalidya Bolang Naya Fransiska Talan Negat, Katharina Nelson Alberto Selan Nenotek, Asrin Deweli Neonbeni, Rosalia Nesi Rosalinda Kenjam Nety Novita Hariyani Nggandung, Yeheskial Ngurah Dharma Putra Niela Agustin Hermawatie Nindy Nenobais Nining Lestari Da Silva Nitti, Novalianti Nobertus Deni Cuan Nomeni, Netriana Nomleni, Hanani R Novia Srinestava Sari Nuak, Angelina Seran Oksix Godlavson Rutin Tari Oktaviana Mopia Oktovina Mopia Ola, Maria F. A. L ola, Nadia menu Olla, Yunita Ratu Openg, Wiliam Fenoli Kituk Ortalana Anisa Merfi Tob Oswaldus Rinaldi Pandu, Gita Larasti Pastela Sulastri Seja Seja Payong, Emilia Waha Penuam, Acow Hendry Gunawan Perpetua Felisitas Gesu Petronia Mersiana Damai Petrus Alexander Tamonob Petrus Ana Andung Prasetiyo, Handoko Budi Pratama, T. Andana Harris Purwoko, Agus Raditya Maharani Radja, Daud Christo Luis Rahyudi Dwiputra Rahyudi Dwiputra Rahyuni Dwiputra Ratnasari, Auliya Redemtoria Juana Sanbret Regina Tutoq Rini Maldianci Teuf Rinovian Rais Riven Imanuel Timo Robert Alex Serang Rosalia Neonbeni Salam, Nor Saldy Hermanus Pandie Samuel Buha Raja Nadeak Samuel Riwu Ratu Sanung, Florentina Sapay, Yumri Agelvi Sarina Sarina sarni sain Sarni Sain Selfi Theorin Kasse Sensi, Nataliana Sepete Adrian Mangngi Sepete Adrian Mangngi Sesilia Ruron Shofiatul Jannah Sholeh, Achmad Khudori Siga, Marianus Silla, Destriani Siregar, M Parlin Rahmadhana Soleman D. Nub Uf Sonbai, Victor Sonya W. O. Ay Sri Ofiliani Naitboho Stefani Ijeltin Manek Stefynia Adriana Lengo Stefynia Adriana Lengo stevan christian antoin Stevania Gladis Ola Sudiyarti Sudiyarti Sunarto, Muhammad Zainuddin Sunawan Sunawan Sur Ical Lani Suriyanti Ramadhani Soemowinoto Suriyanti Ramadhani Soemowinoto Susan Clarita Maro Suwandi Suwandi Syafrullah, Muhammad Deddy Syaifudin, Muh Syunikitta, Mirwanti T. Andana Harris Pratama Tanty Milan Antonia Dollu Taolin, Ainu P Taopan, Eby Tapatab, Shintya M Tefa, Alencia Tenmau, Delprila G Tes, Hendri Septiano Theresia B. S. Keransj Theresia Bernadete Omi Diaz Theresia Devanti Larantukan Theresia Vivin Thomas Kemil Masi Tonis, Marselina Totnay, Christafora Caeselia Tri Widya Kurniasari Triyanti G. Dubu Uki, Lion Edison Uly, Marselina Umar, Sitirahia Hi Vaza, Moh. Rafi Irvanul Venansiu Gabur Venansius Gabur Victor Sonbay Vivin, Theresia Irnatesa Wahyudin Noe, Wahyudin Wandal, Yufani Rambu Liga Wangku, Juliano A Welmi Ananda Ngongo Wicaksono, Muhammad Arif Wihelmina Ruli Loo Winarto, Tri Wirman, Wirman Wunu, Maria Anjelina Wesa Yeremia Kabnani Yohana Gaudensia Dhodhi Rema yohana krisona Yohana Kristina Nima Yohana Nima Yohanes Carlos Kasilas Mei Maru Yohanes Lengari Yonathan Anjulin Kamlasi yoriana Atti Yosep Copertino Apaut Yosepha N. Gudhu Yufitris Naitboho Yulia Yulia Yunitha Devrudyan Doko Zaenul Mahmudi Zaman, Jamrud Qomaruz Zilmi Haridhi