p-Index From 2021 - 2026
16.547
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Publikasi Pendidikan JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN KEHUTANAN Widyagogik : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Naturalis : Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya Sosio Konsepsia Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Jurnal Moral Kemasyarakatan Jurnal Pertahanan : Media Informasi tentang Kajian dan Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism dan Integrity JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) JCES (Journal of Character Education Society) JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Etika Demokrasi Jurnal Basicedu Journal on Education Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Journal of Civic Education Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Jurnal Masyarakat dan Budaya Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Academy of Education Journal International Journal for Educational and Vocational Studies ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan Jurnal Absis : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Jurnal Civic Hukum IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Pengabdian UNDIKMA Jurnal Kewarganegaraan Jurnal Borneo Akcaya : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Publik Jurnal Pendidikan PKn Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Hasana Journal Jurnal Kewarganegaraan Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Basicedu QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia International Journal of Religion Education and Law Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Wacana: Journal of the Humanities of Indonesia Digulis: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

KETERKAITAN PEMIKIRAN AL-FARABI MENGENAI NEGARA YANG IDEAL DENGAN KONSEP KEHIDUPAN BERNEGARA DI INDONESIA Yumi Antika; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2292

Abstract

AbstrakAl-farabi adalah seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang filsafat dan ia merupakan seorang fisuf muslim pada abad ke-10. Menurut Al-Farabi dalam suatu negara pendudukannya perlu mengenal Tuhan, aktif secara spritual( Aql Fa’al), berdasarkan pada sistem nilai kebajikan yang harmonis, dan percaya akan adanya kehidupan setelah kematian. Ide al-Farabi tentang negara utama oleh banyak penulis diambil dari karyanya yang berjudul Arā’ Aḥl al-Madīnah al-Fāḍīlah yang secara harafiah berarti “Dasar-dasar Pandangan Warga Kota Utama” dan merupakan salah satu karyanya yang paling terkenal. Dalam karya ini, pandangan al-Farabi banyak dipengaruhi oleh dua filsuf Yunani, yaitu Plato dan Aristoteles. Negara utama adalah negara yang warganya memahami hakikat kebenaran (teoritis) dan juga memiliki kemampuan bertindak secara tepat (tawassuth) dengan mempertimbangkan tempat, waktu, pelaku dan juga alasan mengapa hal itu harus dilakukan (phronesis). Keutamaan ini dapat membuat warga negaranya mencapai kebahagiaan (al-sa’ dah). Kebahagiaan adalah tujuan hidup yang paling penting dan tertinggi dalam kehidupan manusia. Dalam upaya mewujudkan negara utama, peran filsuf raja menjadi sangat penting karena dia yang akan mendidik warganya untuk memahami dan bertindak berdasarkan dengan nilai-nilai kebajikan. Beberapa orang merasa sulit mewujudkan ide-ide Al-Farabi  dalam pemerintahan dan kekuasaan pada masa kini  karena menganggap bahwa pemikiran Al-Farabi ini besifat radikal. Gagasan ini juga bukan pemikiran utopis tetapi menjadi kritik bagi para penyelenggara negara. Penelitian ini bertujuan untuk mendefinisikan nnegara berdasarkan hubungan antara pandangan seorang filsuf politik Islam yang bernama Al-Farabi dengan keterkaitannnya tentang konsep kehidupan bernegara di indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data (penelitian kepustakaan) yang didapat dari beberapa website resmi, artikel, jurnal ilmiah, maupun dari penelitian terdahulu.Kata kunci: Al-Farabi, Negara, Konsep Negara Masa Kini AbstractAl-Farabi is someone who has an educational background in philosophy and he was a Muslim philosopher in the 10th century. According to Al-Farabi in an occupying country it is necessary to know God, be spiritually active (Aql Fa'al), based on a harmonious system of virtue values, and believe in life after death. Al-Farabi's idea of the main state by many writers is taken from his work entitled Arā' Aḥl al-Madīnah al-Fāḍīlah which literally means "Basics of the Main City Citizen's View" and is one of his most famous works. In this work, al-Farabi's views were heavily influenced by two Greek philosophers, namely Plato and Aristotle. The main state is a state whose citizens understand the nature of truth (theoretical) and also have the ability to act appropriately (tawassuth) by considering the place, time, actors and also the reasons why it must be done (phronesis). This virtue can make its citizens achieve happiness (al-sa'dah). Happiness is the most important and highest goal of life in human life. In an effort to realize the ultimate state, the role of the philosopher king becomes very important because he will educate his citizens to understand and act according to the values of virtue. Some people find it difficult to realize Al-Farabi's ideas in today's government and power because they think that Al-Farabi's thoughts are radical. This idea is also not a utopian thought but becomes a criticism for state administrators. This study aims to define the state based on the relationship between the views of an Islamic political philosopher named Al-Farabi with his relation to the concept of state life in Indonesia. The method used in this study is a qualitative method using data collection techniques (library research) obtained from several official websites, articles, scientific journals, as well as from previous research.Keywords: Al-Farabi, The State, The Concept of the Present State
PEMIKIRAN SOEKARNO DALAM AJARAN MARHAENISME Vhiasyah Raeinady; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2293

Abstract

AbstrakTulisan ini menjelaskan sebuah konsep dari pemikiran Soekarno mengenai Marhaenisme yang dianalis dan dibedah sesuai dengan sumber kepustakaan yang ada. Kemudian, berisi sebuah wacana terhadap Indonesia tentang kewajiban pemerintah melindungi kaum Marhaen di tengah pandemi covid-19. Marhaenisme identik sebuah ideologi perjuangan yang melawan kapitalisme yang tumbuh dan berkembang di dunia ini. Marhaenisme lahir dan tumbuh berdasarkan rasa senasib dan sepenanggungan yang diakibatkan oleh kolonialisme dan imperialisme. Akibat penjajahan yang dilakukan oleh bangsa asing membuat rakyat Indonesia hidup dalam penuh penderitaan dan kesengsaraan. Dengan adanya ideologi ini diharapkan Indonesia yang terjajah segera bangkit dan pulih kembali. Kemudian, mampu mengelola kekayaan negeri sendiri tanpa tunduk kepada orang lain. Marhaenisme berusaha menghapus segala bentuk pertentangan dan perbedaan dalam kehidupan. Dalam hal ini, ideologi tersebut berusaha menjadi pembeda dengan ideologi lainnya.Kata kunci: Soekarno, Marhaenisme, Ideologi AbstractThis paper describes a concept from Soekarno's thoughts on marhaenism which is analyzed and dissected according to the available literature sources. Then it contains a discourse against Indonesia about the government's obligation to protect the Marhaen in the midst of the covid-19 pandemic. Marhaenism is identical to an ideology of struggle against capitalism that grows and develops in this world. Marhaenism was born and grew based on a sense of shared destiny and shared responsibility caused by colonialism and imperialism. As a result of colonization by foreign nations, the Indonesian people live in full of suffering and misery. With this ideology, it is hoped that colonized Indonesia will soon rise and recover. Then, they are able to manage the wealth of their own country without submitting to others. Marhaenism tries to erase all forms of contradictions and differences in life. In this case, ideology is made trying to be different from other ideologies.Keywords: Soekarno, Marhaenism, Ideology
NEGARA: KEADAAN SUATU MASYARAKAT BERDASARKAN IDEOLIGI YANG DIANUTNYA Tarmila Mohtar; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2294

Abstract

AbstrakIdeologi adalah suatu konsep pemikiran yang mencakup kumpulan gagasan, ide, keyakinan dan kepercayaan yang menjadi dasar terkait kehidupan manusia yang sifatnya menyeluruh dan terstruktur yang menyangkut kehidupan masyarakat dalam berbagai bidang dan bertujuan untuk mencapai tujuan atau cita-cita bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap ideologi mempunyai karakteristik tersendiri dan ideologi ini juga menjadi penentu dari keadaan suatu masyarakat oleh suatu negara. oleh karena itu penulis dalam kepenulisan ini akan membahas mengenai keadaan suatu masyarakat berdasarkan ideologi yang dianutnya. Hal tersebut dikarenakan setiap ideologi yang dianut mencerminkan keadaan suatu masyarakat yang berbeda. Dengan mambahas ini maka kita akan mengetahui seperti apa suatu masyarakat atau negara yang menganut ideologi tersebut dan tulisan ini akan membahas terkait negara berdasarkan ideologi Anarkisme, komunisme, dan Pancasila. Adapun hasil yang didapat dari tulisan ini adalah dimana anarkisme, komunisme dan Pancasila merupakan ideologi yang berbanding terbalik dan mempunyai perbedaan yang mendasar dan hal ini menciptakan keadaan suatu masyarakat yang sangat berbeda. Dimana sebenarnya setiap ideologi bertujuan untuk kebaikan rakyatnya hanya saja dalam pergerakan yang menyimpang membuat ideologi tersebut dipandang buruk.Kata kunci: Negara, Ideologi, Anarkisme, Komunisme, Pancasila AbstractIdeology is a concept of thought that includes a collection of ideas, ideas, beliefs and beliefs that form the basis for human life that is comprehensive and structured which involves people's lives in various fields and aims to achieve common goals or ideals in the life of the nation and state. Each ideology has its own characteristics and this ideology is also a determinant of the state of a society by a state. Therefore, the author in this paper will discuss the state of a society based on the ideology it adheres to. This is because each ideology adopted reflects the state of a different society. By discussing this, we will find out what a society or country that adheres to this ideology looks like and this paper will discuss the state based on the ideology of Anarchism, Communism, and Pancasila. The results obtained from this paper are where anarchism, communism and Pancasila are ideologies that are inversely proportional and have fundamental differences and this creates a very different state of society. Where in fact every ideology aims for the good of its people, only in a deviant movement makes the ideology seen as bad.Keywords: State, Ideology, Anarchism, Communism, Pancasila
Analysis of Visual Media as Students' Learning Motivation In Class XII IPS Students Of SMA Negeri 2 Sungai Raya, Desa Kapur, District of Kubu Raya Putri Puspitasari; Shalihhin Affandi; Syifa Nur Qolbiana; Uray Lia Wahyuni; Fikri Nizar Zulkifli; Jagad Aditya Dewantara; Nuraini Asriati; Putri Tipa Anasi; Diah Trismi Harjanti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4349

Abstract

Abstract Today the development of education is increasingly rapid, the world of education is now experiencing a turmoil in improving science and quality of education. The quality of education can be improved by changing the mindset used as a basis for the implementation of learning. This can be used as the development of learning media. However, in its development there are still many teachers who have not been able to develop effective and efficient learning media, especially for geography education. This study uses a type of meta-analysis research. Meta Analysis is a set of quantitative statistical methods because it uses the calculation of numbers and statistics for practical interests. Data collection is done by distributing questionnaires online through Google Form. Participants by filling out a questionnaire totaling 45 people consisting of class XII IPS 1, XII IPS 2, and XII IPS 3. Where each participant in the class totaling 15 people. The research questionnaire is filled out by each student based on experience that has been obtained from learning outcomes using visual media and does not use visual media and student learning motivation based on their respective opinions. Based on the results of the research that has been conducted, it can be concluded that visual media provides learning motivation to students with an average motivational questionnaire score of 72.4% with good categories. Keywords: Visual Learning Media, Learning Motivation
Demographic Aspects and Dynamics of the Spread of COVID-19: Systematic Review Studies Firda Islamaya Farhan; Al Yuda; Rantika Wulandari; Juliana; Putri Wardani; Putri Tipa Anasi; Diah Trismi Harjanti; Jagad Aditya Dewantara; Nuraini Astriati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4371

Abstract

Abstract Demographics are one of the aspects most affected by the dynamics of COVID-19. The increase in the number of deaths to migration trends are aspects that are affected by COVID-19. However, it is not only influenced, demographic aspects can also be a determinant that affects the dynamics of the spread of COVID-19 globally. This study uses a systematic review method that collects relevant journals to be analyzed and studied regarding the causal relationship that arises between demographic trends and the dynamics of COVID-19. The results of the journal analysis show that there is a two-way relationship between demographic trends and the dynamics of COVID-19 which influence each other. Keywords: COVID-19, Demography, Systematic Review
Ethno-Learning and Character Formation: Values and Morals through Culture-Based Education in Cirebon Ade Cahyaningsih; Encep Syarief Nurdin; Dasim Budimansyah; Yadi Ruyadi; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11999

Abstract

This study explores how formal education preserves local culture through an ethno-learning approach in government-based schools in Cirebon, Indonesia. Using a multisite ethnographic method, the research was conducted over one year in four secondary schools known for integrating Cirebonese cultural values into teaching. The integration of local culture such as tari topeng (mask dance), gamelan, the Cirebonese language, and the Jelajah Budaya (Cultural Exploration) program helps strengthen students’ cultural identity, develop moral character, and foster positive social dispositions. Teachers act as cultural mediators, connecting tradition with contemporary education. Student engagement varies depending on family background and cultural exposure outside school. Challenges include limited resources, inconsistent student interest, and the need for more adaptive, student-centered pedagogies. The study highlights that culture-based education is not merely supplementary but foundational in forming character, reinforcing identity, and promoting cultural sustainability. It argues for a more contextual, humanistic model of education that aligns with local realities while addressing global educational demands.
Efektivitas Pendidikan Anti Korupsi Untuk Meminimalisir Tindak Pelanggaran Hak Asasi Manusia Jagad Aditya Dewantara; Syamsuri Syamsuri; Efriani Efriani; Nida Sausan; Iga Fiolita Sari; Deviana Ariska; Annisa Tri Wulandari; Mitha Fransiska
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3107

Abstract

AbstrakSejak era reformasi, telah dibentuk berbagai lembaga antikorupsi yang berperan besar pada pencegahan serta pemberantasan korupsi di Indonesia. Selain itu, kejahatan korupsi merupakan jenis kejahatan dengan dampak yang luar biasa melakukan praktik kejahatan korupsi sama artinya dengan melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Untuk mengoptimalkan upaya pemberantasan korupsi diperlukan adanya regenerasi hukum serta pendekatan budaya yakni melalui pendidikan anti korupsi yang berguna sebagai wadah pembentuk moral generasi muda. Metode pada riset ini menerapkan pendekatan hukum normatif dengan proses pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Program pendidikan anti korupsi yang telah di tetapkan ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang sama yang terpadu serta terbimbimbing guna menghentikan kerugian negara akibat tidakan korupsi. Disisi lain, pendidikan anti korupsi juga efektif untuk diimplementasikan dalam rangka membentuk moralitas anak bangsa serta menjadi langkah pencegahan dini bagi tindak kejahatan lanjut dari korupsi yakni pelanggan hak asasi manusia.Kata Kunci : Korupsi, pendidikan anti korupsi, pelanggaran HAM AbstractSince the reform era, anti-corruption institutions have been established that have a major role in preventing and eradicating corruption in Indonesia. In addition, the crime of corruption is a type of crime with an extraordinary impact, committing a crime of corruption is tantamount to committing a violation of human rights. To optimize efforts to eradicate corruption, it is necessary to have legal regeneration and a cultural approach, namely through anti-corruption education which is useful as a forum for forming the morale of the younger generation. The method in this study uses a normative legal approach with the data collection process using a literature study. This anti-corruption education program that has been established has the aim of providing the same knowledge and understanding that is integrated and guided in order to reduce state losses due to acts of corruption. On the other hand, anti-corruption education is also effective to be implemented in order to shape the morality of the nation's children as well as an early prevention step for further crimes of corruption, namely human rights customers.Keywords: Corruption, anti-corruption education, human rights violations
Mengedepankan Karakter Budaya Untuk Membangun Warga Negara yang Nasionalis Jagad Aditya Dewantara; Syamsuri Syamsuri; Efriani Efriani; Aldian Tomia; Jopani Novia; Ocha Ardania; Victorianus Marterik Arjon; Wilhelmina Tasya
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3108

Abstract

AbstrakBanyaknya permaslahan-permasalahan yang terjadi pada bangsa indonesia, hal itu hampir semuanya bersumber dari rendahnya moral dan ahlak masyarakat hingga pemimpin negara, banyak sekali jenis pendidikan pada bangsa indonesia namun kebanyakan pendidikan tersebut hanyalah mengajarkan intelektual saja, namun pendidikan yang paling penting untuk mengatasi semua permasalahan yang terdapat dalam bangsa kita ini adalah pendidikan karakter, disini pendidikan karakter lah yang menjadi peran utama untuk membangun karakter bangsa yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih maju karena salah satu tujuan dari pendidikan karakter ialah membentuk bangsa yang tangguh, berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, bekerja sama atau bergotong rotong. Keteladanan dan kedisiplinan adalah beberapa contoh hal yang sangat penting untuk di tekankan dalam pendidikan karakter.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kdisiplinan, Keteladanan AbstractThe many problems that occur in the Indonesian nation are almost all sourced from low morals and morals of the community to state leaders, there are many types of education in the Indonesian nation but most of this education only teaches intellectuals, but education is the most important to overcome all problems contained in our nation is character education, here character education is the main role to build national character that is able to bring Indonesia to a more advanced direction because one of the goals of character education is to form a nation that is strong, noble, moral, tolerant. , cooperate or work together. Exemplary and discipline are some examples of things that are very important to emphasize in character education.Keywords: Character Education, Discipline, Exemplary
Analisis Rasionalisasi Ritual Adat Mappacci Pada Masyarakat Etnis Bugis di Desa Jeruju Besar Munandar Munandar; Imran Imran; Iwan Ramadhan; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3145

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: rasionalisasi mappacci pada masyarakat etnis Bugis di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, rasionalisasi fungsi mappacci, dan rasionalisasi makna mappacci pada masyarakat etnis Bugis di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data diambil dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil wawancara dan observasi dengan 5 informan dibagi menjadi informan kunci dan informan pendukung. Data diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi mendalam serta menggunakan dokumen yang relevan dengan penelitian. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa rasionalisasi mappacci tradisional di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap memiliki beberapa prosesi, yaitu kedua mempelai yang duduk di atas lamming, membaca Al-barzanji dan Khatamul Qur'an, memasang pacci (daun pacar), dan membaca doa. -doa untuk ucapan selamat dan makan bersama rasionalisasi fungsi mappacci meliputi pedoman perilaku, kontrol sosial, dan identitas kelompok masyarakat Bugis di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya rasionalisasi makna mappacci tradisional meliputi aspek agama, budaya dan pendidikan.Kata Kunci: Rasionalisasi, Mappacci, Etnis Bugis AbstractThis research was conducted in Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. The purpose of this research is to find out: the rationalization of the mappacci in the Bugis ethnic community in Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District, the rationalization of the function of the mappacci, and the rationalization of the meaning of the mappacci in the Bugis ethnic community in Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District. The research approach used is qualitative research using descriptive methods. Data were taken using observation, interview, and documentation methods. The results of interviews and observations with 5 informants were divided into key informants and supporting informants. The data were obtained using interview and in-depth observation techniques and using documents relevant to the research. From the results of the study it was found that the rationalization of the traditional mappacci in Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District had several processions, namely the bride and groom sitting on a lamming, reading Al-barzanji and Khatamul Qur'an, installing pacci (henna leaves), and reading prayers. -prayers for congratulations and eat together rationalization of the function of the mappacci includes behavioral guidelines, social control, and group identity of the Bugis community in Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency rationalization of the meaning of the traditional mappacci includes aspects of religion, culture and education.Keyword: Rasionalisasi, Mappacci, Etnis Bugis
Analisis Rasionalisasi Nilai-Nilai Mitos Tradisi Bepapas Pada Masyarakat Melayu Sambas di Desa Tempapan Hulu Kabupaten Sambas Rino Rino; Imran Imran; Iwan Ramadhan; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3162

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosesi, fungsi, dan makna rasionalisasi nilai-nilai mitos tradisi bepapas pada masyarakat Melayu Sambas di Desa Tempapan Hulu, Kabupaten Sambas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Alat pengumpulan data adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data, penarikan dan verifikasi kesimpulan, pengujian validitas data adalah ekstensi observasi, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi dalam tradisi bepapa Melayu Sambas di Desa Tempapan Hulu dibagi menjadi 3, yaitu proses awal, proses inti dan proses akhir. Proses awalnya adalah menyiapkan daun tertentu, kemudian diikat dan disatukan, setelah itu dimasukkan ke dalam air tepung beras yang telah dicampur dengan kasai langgir. Proses intinya adalah daun dipukuli sampai ke bagian-bagian tertentu dari tubuh seseorang dengan mulai membaca basmalah. Proses terakhir adalah membaca doa ucapan selamat, dan akhirnya makan jamuan makan. Fungsi tradisi bepapas terdiri dari beberapa fungsi seperti memperkuat hubungan persahabatan, membiasakan diri menghormati tamu, menumbuhkan sikap murah hati, menjaga nilai-nilai tradisional, sebagai sarana dakwah dalam nilai-nilai Islam, mengajarkan tentang ungkapan syukur, dan membiasakan diri hidup bersih. Makna tradisi bepapas terdapat pada alat dan bahan yang digunakan, seperti daun njuang, daun mentibar, daun mbali, air menolak bala bantuan, tepung beras (kasai), seribu daun, dan batok kelapa. Segala sesuatu yang terkandung dalam tradisi bepapas, baik dalam prosesi, fungsi, maupun maknanya, memiliki rasionalisasi mitos yang dapat diterima dengan akal dan dianggap logis oleh masyarakat umumKata Kunci: Rasionalisasi Mitos, Tradisi Bepapas, Melayu Sambas AbstractThis research aims to determine the procession, function, and meaning of the rationalization of the mythical values of the bepapas tradition in the Sambas Malay community in Tempapan Hulu Village, Sambas Regency. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques used observation, interview, and documentation techniques. The data collection tools are observation guides, interview guides, and documentation. The data analysis techniques are data reduction, data presentation, conclusion drawing and verification, data validity testing was observation extension, and triangulation. The results showed that the procession in the Sambas Malay bepapas tradition in Tempapan Hulu Village was divided into 3, which are the initial process, the core process and the final process. The initial process is to prepare certain leaves, then they are tied and put together, after that they are put in rice flour water that has been mixed with kasai langgir. The core process is that the leaves are beaten to certain parts of a person's body by starting to read basmalah. The final process is reading a congratulatory prayer, and finally eating a banquet. The function of the bepapas tradition consists of several functions such as strengthening friendship relations, getting used to respecting guests, fostering a generous attitude, maintaining traditional values, as a means of da'wah in Islamic values, teaching about expressions of gratitude, and getting used to living clean. The meaning of the bepapas tradition is contained in the tools and materials used, such as njuang leaves, mentibar leaves, mbali leaves, water rejects reinforcements, rice flour (kasai), thousand leaves, and coconut shells. Everything contained in the bepapas tradition, both in its procession, function, and meaning, has a mythical rationalization that can be accepted by reason and is considered logical by the general publicKeywords: Rationalization of Myths, Bepapas Tradition, Malay Sambas
Co-Authors Ade Cahyaningsih Adelia Salwa Adityo Darmawan Sudagung Afandi Afandi Agus Sugiarto Agus Sugiarto Agustian Agustian Agustinus, Edy Al Yuda Al Yuda Aldian Tomia Aldiansyah, Rifki Alexius Aan Amallia Putri Amallia Putri Aminuyati Amrazi Zakso Ana Fergina Andang Firmansyah Annesta, Dinda Annisa Tri Wulandari Antika, Yumi Antonia Ayutriana Arifiyanti, Fitria Ariya Winandar Ariyansyah, Irvan Arjon, Viktorianus Marterik Arpannudin, Iqbal Asep Rudi Casmana Ashari Ashari Asmawati Asmawati Aurelia Yofita Ayu Andini Ayu Wandira Azahra, Siva Devi Bambang Budi Utomo Bambang Budi Utomo Bistari Borneo, Zaky Ibrahim Zayn Cecep Darmawan Chorina, Malisa Christanto Syam Dahniar Th. Musa Daniel Daniel Daniel Daniel Dasim Budimansyah Dasim Budimansyah Dasim Budimansyah, Prayoga Bestari, Redi Yamanto, Dasim Budimansyah, Dede Yas Putra Delvia Uliyanda Destiana Destiana Desvina Gita Resna Deviana Ariska Dewi Utami Diah Trismi Harjanti Diaz Restu Darmawan, Diaz Restu Dilla Tri Aprillia Dinda Dira Adetya Frisca Dwi Riyanti Edi Iskandar Edwin Mirzachaerulsyah Edy Agustinus Efiani Efriani Efriani Efriani Efriani Efriani Efriani Efriani Efriani Efriani Efriani Efriani Efriani Ega Nur Cahya Ega Nur Cahya Eka Safitri Emita Emita Emita, Emita Encep Syarief Nurdin Encep Syarief Nurdin, Encep Syarief Endang Maya Pratiwi Endang Purwaningsih Eri Yanti Nopi Eling Fannisa Safarini Fazli Rachman Fazli Rachman Fikri Nizar Zulkifli Fikri Nizar Zulkifli Finsen Finsen Firda Islamaya Farhan Firda Islamaya Farhan Firmansyah, Haris Fitria Arifiyanti Fransisca Yesianti Fransiska, Meliya Galuh Intan Gida Kadarisma Gladis Herazati Hadi Wiyono Halida Halida Hasanah, Rizky Hayati Hayati Hayyu Angreni Heni Kuswati Henny Muldia Herlan Herlan Herlinda Herlinda Hermawan, Yudi Hesky Septiawan Hesti Wulandari Husni Syahrudin Idrus Affandi Iga Fiolita Sari Ilham Fajar Suhendar Imran Imran Imran Imran Indah Listyaningrum Indriani wuryandari Ineke Laili Ramadhini Ismiyani, Nining Ita Rahmadia Iwan Ramadhan Iwan Ramadhan Jawanti, Ardita Putri Melisa Jopani Novia Juliana Juliana Juliani, Aisya Jumarni Jumarni Jumarni Jumarni Kadarisma, Gida Khabibatul Fatkhi Kokom Komalasari Komalasari, Ayu Kornelia Tantri Yulia Kurita Ayunina La Ode Topo Jers Lifa, Milianti Maria Fransiska Apriyani Maria Rasti Tani Maria Ulfa Maria Ulfah Maria Ulfah Martono Martono Martono Martono Mashudi Mashudi Mastri Dihita Sagala Mega Cantik Putri Aditya Meitriana Mezi Meliya Fransiska Mezi, Meitriana Milianti Lifa Mita Harniawati Mitha Fransiska Mohtar, Tarmila Muhamad Supriadi Muhammad Agus Hardiansyah Muhammad Agus Hardiansyah Muhammad Fachrurrozi Bafadal Muhammad Iqbal Muhammad Jailani Muhammad Mona Adha Muhammad Romadoni Mulyadi, Dian Muhammad Johan Johor Munandar Munandar Najib, Agus Mohammad Nasrin Nabila Natalia Itut Nida Sausan Niko Juliansyah Nina Ayuni Nindiya Norianda Nining Ismiyani Nur Sutari Nuraini Asriati Nuraini Astriati Nuraini Astriati Nurgiansah, T Heru Nurul Cahya Ocha Ardania Ochieng, Okiri Peter Okiri Peter Ochieng Okta Putri Okti Hartati Panzi, Urai Paskaria Erni Kurniati Pawennari Hijjang Poppy Setiawati Nurisnaeny Praptantya, Donatianus BSE Purnama, Shilmy Putri Meiensi Putri Puspitasari Putri Puspitasari Putri Sapitri Putri Tipa Anasi Putri Wardani Putri Wardani Raeinady, Vhiasyah Rahyunika Azzahra Rani Rani Rantika Wulandari Rantika Wulandari Raymond Kelvin Nando Raymond Kelvin Nando Reni Rupita Rezha Noviandra Rino Rino Risa Ardiyanti Rohmad Widodo Rohyadi Andika Chandra Rokiaske Rokiaske Rokiaske, Rokiaske Rukaya Rukaya Rum Rosyid Rustiyarso Rustiyarso Sahrul Layali Sari, Maya Novita Seli Indriani Shalihhin Affandi Shalihhin Affandi Sherley Chintya Sihaloho, Nahot Tua Parlindungan Sinta putri Siti Masitoh Kartikawati Siti Puji Lestariningsih Soeharto Soeharto Sri Buwono . Sulanda, Sulanda Sulistyarini Sulistyarini Sulistyarini, Sulistyarini Suriaman Suriaman Suriyanisa Suriyanisa Suriyanisa, Suriyanisa Syafitri, Desy Syamsuri Syamsuri Syarifudin Tippe Syifa Nur Qolbiana Syifa Nur Qolbiana Syofianti, Resti T Heru Nurgiansah T Heru Nurgiansah Tarmila Mohtar Thomy Sastra Atmaja Tri Widiyastuti Trisnawati Trisnawati Uray Lia Wahyuni Uray Lia Wahyuni Vhiasyah Raeinady Victorianus Marterik Arjon Vincent Obedly Wisely Viza Juliansyah Wahyudi Wahyudi Wanda Kurnia Warneri . Wibowo Heru Prasetiyo Wilhelmina Tasya Winda Sartika Sari Wisely, Vincent Obedly Witarsa Witarsa Witarsa Witarsa, Witarsa Yadi Ruyadi Yansa, Hemri Yudhistira Oscar Olendo Yulia Ningsih Yuline, Yuline Yuliono, Agus Yumi Antika Yumiantika Yuniar Anggraini Yunus, Dadang Yustinus Jacob E. F Zakarias Aria Widyatama Putra Zenifer Kristianita Tarigas