p-Index From 2021 - 2026
9.943
P-Index
This Author published in this journals
All Journal INOTEKS : Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni BAHASANTODEA Journal of Business and Management Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Jurnal Sains Materi Indonesia Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir PAUD Teratai Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Jurnal Penelitian Hasil Hutan Jurnal Zeolit Indonesia JEB17 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika Terampil : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Aksara Desimal: Jurnal Matematika BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) JURNAL INSTEK (Informatika Sains dan Teknologi) JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Astonjadro Jurnal Ilmiah Langue and Parole JURNAL PENJAKORA Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Journal of Humanities and Social Studies Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN MEJ (Mathematics Education Journal) Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Transformasi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Jurnal Abdimas Mandiri Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Jurnal Sains Riset Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Journal of Telenursing (JOTING) Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science JURNAL PUBLISITAS Jurnal Peduli Masyarakat Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Edukasi Sistem Informasi (JUST-SI) Jurnal Disrupsi Bisnis Jurnal Kesehatan Tambusai Edu Dharma Journal: Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat MAHESA : Malahayati Health Student Journal JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Agrimansion: Agribusiness Management & Extension JURNAL STUDIA ADMINISTRASI Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat KATALIS: Jurnal Penelitian Kimia dan Pendidikan Kimia Jurnal EMPATI (Edukasi Masyarakat, Pengabdian dan Bakti) Mathematics and Applications (MAp) Journal International Journal of Education, Social Studies, And Management (IJESSM) Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE) IJCR (Indonesian Journal of Chemical Research) Filantropi: Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Ekonomi dan Binsis MASALIQ: Jurnal Pendidikan dan Sains DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN TELL - US JOURNAL Justika : Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Tekmulogi: Jurnal Pengabdian Masyarakat MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Empiris: Journal of Progressive Science and Mathematics Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat Jurnal Pustaka Keperawatan Jurnal Difusi Ipteks Legowo Jurnal ABDIMAS MUTIARA Jurnal Investasi Islam Indonesian Journal of Community Empowerment Aktivasi: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Medical-Surgical Journal of Nursing Research Jurnal Keperawatan PPNI Jawa Barat Jurnal Ilmiah Administrasi Dan Sosial Educommunity Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Abdimas Sains Jurnal Kesehatan Lentera Aisyiyah LINGUISTS : JOURNAL OF LINGUISTICS AND LANGUAGE TEACHING Indonesian Journal of Sustainable Agriculture and Environmental Sciences
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Korosi Paduan ZIRLO-Mo Dalam Media NaCl Menggunakan Metode Polarisasi Ajiriyanto, Maman Kartaman; Anggraini, Dian; Kriswarini, Rosika
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 23, No 3 (2017): Oktober 2017
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.991 KB) | DOI: 10.17146/urania.2017.23.3.3221

Abstract

Paduan zirlo-Mo merupakan jenis paduan logam zirkonium yang dapat dikembangkan menjadi bahan kelongsong reaktor pendingin air ringan. Parameter penting yang harus diketahui sebagai bahan kelongsong adalah sifat ketahanan korosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketahanan korosi paduan zirlo-Mo dalam media NaCl dengan variasi konsentrasi 0,03; 0,3 dan 3 % dan dibandingkan dengan ketahanan korosi paduan zircaloy-2 dan zircaloy-4 pada media yang sama. Sampel uji dibuat berbentuk disk kemudian dimounting dan dipreparasi metalografi meliputi pengamplasan menggunakan kertas SiC dengan ukuran 500 sampai 1200 grit secara bertahap. Laju korosi zirlo-Mo dianalisis menggunakan metode polarisasi menggunakan alat Potensiostat. Keunggulan metode tahanan polarisasi adalah waktu pengujian korosi relatif lebih cepat dibandingkan dengan metode perubahan berat, selain itu metode ini  dapat menentukan laju korosi yang sangat rendah yaitu kurang dari 0,1 mpy. Pengujian lain yang dilakukan untuk mendukung analisis laju korosi adalah pengujian kekerasan mikro dengan Microhardness Tester dan pengamatan mikrostruktur mengunakan Mikroskop optik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa paduan zirlo-Mo, zircaloy-2 dan zircaloy-4 secara keseluruhan memiliki laju korosi sangat rendah yaitu kurang dari 1 mpy. Laju korosi paduan zircaloy-2 dan zircaloy-4 dan zirlo-Mo pada media NaCl 3 % berturut-turut adalah 0,006; 0,007 and 0,590 mpy. Laju korosi paduan zirlo-Mo adalah relatif paling tinggi, hal ini disebabkan karena paduan zirlo-Mo mempunyai struktur lath martensit atau accicular yang memiliki kekerasan tinggi. Struktur lath martensit dan kekerasan tinggi sangat rentan terhadap korosi. Nilai kekerasan paduan zircaloy-2, zircaloy-4 dan zirlo-Mo berturut-turut adalah 194,79; 227,95 and 360,05 HV. Adanya larutan padat Mo dan matrik Zr-α serta struktur martensite atau accicular pada paduan zirlo-Mo mengakibatkan kekerasan paduan menjadi tinggi.Kata kunci: laju korosi, tahanan polarisasi, paduan zirlo-Mo, mikrostruktur, kekerasan mikro
PEMISAHAN CESIUM DALAM PEB U3Si2/Al PASCA IRADIASI DENGAN METODE KOLOM PENUKAR KATION MENGGUNAKAN RESIN DOWEX Nugroho, Arif; Anggraini, Dian; Boybul, Boybul; Indaryati, Sutri; Haryati, Iis; Kriswarini, Rosika; Ginting, Aslina Br.
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 24, No 2 (2018): Juni, 2018
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.788 KB) | DOI: 10.17146/urania.2018.24.2.4306

Abstract

PEMISAHAN CESIUM DALAM PEB U3Si2/Al PASCA IRADIASI DENGAN METODE KOLOM PENUKAR KATION MENGGUNAKAN RESIN DOWEX. Perhitungan burn up bahan bakar nuklir secara merusak dapat ditentukan dari kandungan hasil fisi isotop 137Cs. Oleh karena itu perlu dilakukan pemisahan isotop 137Cs dengan uranium yang terdapat di dalam pelat elemen bakar (PEB) U3Si2/Al pasca iradiasi. Pemisahan 137Cs dilakukan dengan metode kolom penukar kation menggunakan resin Dowex dengan variasi berat 1; 2; 3; 4; 5 dan 6 g. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan isotop 137Cs di dalam PEB U3Si2/Al pasca iradiasi dan dibandingkan dengan kandungan 137Cs yang dipisahkan dengan metode penukar kation menggunakan zeolite Lampung dan metode pengendapan CsClO4. PEB U3Si2/Al densitas 2,96 gU/cm3 bagian tengah kode RI-SIE2 pelat sisi 20 IDA 0045 dengan berat 0,1103 g dilarutkan dengan HCl 6N dan  HNO3 6N sehingga diperoleh larutan uranil nitrat. Larutan U3Si2/Al pasca iradiasi dipipet sebanyak 150 μLdan ditambah 2 mL aquadest kemudian ditambahkan Cs carrier sebanyak 20 μL dan 1 mL HCl 12 M. Campuran larutan tersebut digunakan sebagai umpan dimasukkan ke dalam kolom penukar anion (kolom pertama) yang berisi resin R-Cl- variasi berat 1; 2; 3; 4; 5 dan 6 g. Efluen yang keluar dari kolom penukar anion dimasukkan ke dalam kolom penukar kation (kolom kedua) yang telah berisi resin R-NH4+ dengan variasi berat 1; 2; 3; 4; 5 dan 6 g. Isotop 137Cs yang terikat dengan resin R-NH4+di dalam kolom kemudian dielusi menggunakan HCI 1 M sebanyak 15 mL. Efluen kemudian dikisatkan sampai diperoleh volume ± 2 mL. Besarnya kandungan isotop 137Cs dalam efluen diukur dengan menggunakan spektrometer gamma dengan waktu cacah 500 detik. Hasil pengukuran diperoleh kandungan isotop137Cs di dalam sampel PEB U3Si2/Al densitas 2,96 gU/cm3 pasca iradiasi sebesar 0,000445 g/gPEB g dan parameter optimal pemisahan 137Cs dengan metode kolom penukar kation menggunakan resin Dowex seberat 2 g dengan recovery sebesar 98,67%. Hasil pemisahan 137Cs dengan metode kolom penukar kation tidak jauh berbeda dengan hasil pemisahan137Cs dengan metode penukar kation maupun metode pengendapan CsClO4. Kandungan 137Cs yang diperoleh selanjutnya dapat digunakan untuk perhitungan burn up.Kata kunci :U3Si2/Al, isotop137Cs, kolom penukar kation resin Dowex, burn up
Pengaruh Penambahan Ion Sulfat Terhadap Rekoveri Pemisahan Uranium Menggunakan Metode Kolom Penukar Anion Boybul, Boybul; Yanlinastuti, Yanlinastuti; Anggraini, Dian; Br. Ginting, Aslina; Nugroho, Arif; Kriswarini, Rosika
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 23, No 3 (2017): Oktober 2017
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.294 KB) | DOI: 10.17146/urania.2017.23.3.3679

Abstract

Pada penelitian sebelumnya telah diperoleh rekoveri pemisahan uranium sebesar 68,2137 % dengan metode kolom penukar anion menggunakan pelarut HCl 12 N. Dalam usaha untuk meningkat rekoveri tersebut maka dilakukan optimasi parameter pemisahan uranium dengan pelarut campuran HCl dan Na2SO4. Larutan standar uranyl nitrat sebanyak 500 µL digunakan sebagai umpan dengan larutan HCl variasi konsentrasi 6 N; 9 N; 12 N dan larutan Na2SO4 variasi konsentrasi 500 ; 1000 ; 1500 ; 2000 ; 2500 dan 3500 ppm sebagai larutan pereaksi. Dalam proses penukar anion, uranium terikat dalam resin dalam senyawa kompleks [UO2(SO4 )3]4- dan [UO2(SO4 )2]2-, kemudian dielusi menggunakan larutan HCl encer 0,15 N sebanyak 15 mL. Hasil elusi dipanaskan sampai hampir kisat dan ditambahkan 1 mL larutan HCl pekat untuk dilakukan proses elektrodeposisi. Planset stainless steel yang telah terdeposisi uranium kemudian dicacah menggunakan spektrometer alpha. Hasil pengukuran isotop uranium diperoleh kandungan 235U yang paling besar pada penggunaan pelarut HCl 9 N dan Na2SO4 1500 ppm dengan rekoveri pemisahan sebesar 95,7124 %. Optimasi parameter pelarut HCl 9 N dan Na2SO4 1500 ppm selanjutnya digunakan untuk pemisahan uranium di dalam PEB U3Si2/Al pasca iradiasi. Supernatan U3Si2/Al potongan bagian top, middle, dan bottom dipipet masing-masing sebanyak 500 µL sebagai umpan, kemudian dimasukkan ke dalam kolom penukar anion yang telah diberi resin Dowex-Cl sebanyak 1 gram. Dari hasil pemisahaan diperoleh kandungan isotop 235U pada PEB U3Si2/Al pascairadiasi potongan bagian top, middle, dan bottom masing-masing sebesar 13265,7866 µg/gPEB; 6923,9248 µg/gPEB; dan 12332,4175 µg/gPEB. Penggunaan pelarut HCl 9 M dan Na2SO4 1500 ppm dalam metode kolom penukar anion dapat meningkatkan rekoveri pemisahan uranium dari 68,2137 % menjadi 95,7124 %.Kata kunci: pemisahan, uranium, rekoveri,  pelarut  HCl dan Na2SO4
Analisis Kandungan Cesium dan Uranium Dalam Bahan Bakar U3Si2/Al Pasca Iradiasi Boybul, Boybul; Yanlinastuti, Yanlinastuti; Nugroho, Arif; Anggraini, Dian; Kriswarini, Rosika; Ginting, Aslina Br.
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 23, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.623 KB) | DOI: 10.17146/urania.2017.23.2.3568

Abstract

Telah dilakukan pemisahan hasil fisi isotop 137Cs dan 235U dengan tujuan untuk mengetahui kandungan isotop 137Cs maupun 235U dalam PEB U3Si2/Al dengan densitas uranium 2,96 gU/cm3 pasca iradiasi. Langkah awal yang dilakukan untuk menentukan kandungan isotop 137Cs dan 235U adalah pemotongan PEB U3Si2/Al. Posisi pemotongan dilakukan pada bagian atas, tengah dan bawah dengan berat masing masing 0,095 g; 0,1103 g dan 0,1441g. Potongan PEB U3Si2/Al dilarutkan dalam 25 mL HNO3 6N dan HCl 6N sehingga diperoleh larutan PEB U3Si2/Al. Pemisahan 137Cs dilakukan dengan metode penukar kation dan metode pengendapan. Pemisahan 137Cs menggunakan metode penukar kation dilakukan dengan memipet 150 µL larutan PEB U3Si2/Al pasca iradiasi kemudian ditambahkan zeolit Lampung 1000 mg. Sementara itu, pemisahaan dengan metode pengendapan dilakukan dengan menambahkan serbuk CsNO3 sebagai carrier seberat 700 mg dan HClO4. Isotop 137Cs terikat dengan zeolit berada pada fasa padat dalam bentuk 137Cs-zeolit dan isotop U berada pada fasa cair atau supernatan. Proses pengendapan dilakukan di dalam ice batch dengan temperatur - 4oC hingga terbentuk endapan 137CsClO4. Besarnya kandungan isotop 137Cs dalam padatan 137Cs-zeolit maupun endapan 137CsClO4 diukur dengan menggunakan spektrometer-g. Pemisahan 235U dalam supernatan dilakukan dengan metode kolom penukar anion menggunakan resin Dowex 1x5-NO3. Supernatan sebanyak 500 µL dari masing-masing potongan bagian atas, tengah dan bawah sebagai umpan dimasukkan  ke dalam kolom dan ditambahkan resin Dowex 1x8-NO3 seberat1,2 g. Efluen U dielusi dengan HNO3 8N dan efluen Pu dielusi dengan HCl 0,1N+HF0,036N. Efluen U yang keluar dari kolom dikenakan proses elektrodeposisi untuk selanjutnya diukur kandungan 235U dengan spektrometer-α. Kandungan 137Cs menggunakan metode penukar kation diperoleh sebesar 401,0335 µg/gPEB; 451,1094 µg/gPEB dan 343,9651 µg/g PEB masing-masing untuk potongan bagian atas, tengah dan bawah dengan recovery sebesar 99%, sedangkan dengan metode pengendapan diperoleh 137Cs masing masing sebesar 393,4581 µg/gPEB ; 452,0525 µg/gPEB dan 330,7839 µg/gPEB dengan recovery sebesar  98%. Kandungan 235U diperoleh sebesar 45208 µg/gPEB; 50896 µg/gPEB dan 44336 µg/gPEB untuk potongan bagian atas, tengah dan bawah dengan recovery sebesar 68%.Kata kunci: Isotop 137Cs, 235U, PEB U3Si2/Al densitas uranium 2,96 gU/cm3.
PEMISAHAN DAN ANALISIS 137Cs DARI LARUTAN PELAT ELEMEN BAKAR U-7%Mo/Al Anggraini, Dian; Noviarty, Noviarty; Yanlinastuti, Yanlinastuti; Ginting, Aslina Br.; Kriswarini, Rosika; Nugroho, Arif; Boybul, Boybul
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 22, No 3 (2016): Oktober 2016
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.658 KB) | DOI: 10.17146/urania.2016.22.3.3183

Abstract

ABSTRAKPEMISAHAN DAN ANALISIS 137Cs DARI LARUTAN PELAT ELEMEN BAKAR U-7%Mo/Al. Pemisahan cesium dari larutan pelat elemen bakar (PEB) U-7Mo/Al telah dilakukan dengan menggunakan metode pengendapan dan penukar kation. Tujuan penelitian adalah mendapatkan metode yang valid untuk pemisahan cesium dari larutan PEB U-7Mo/Al melalui penentuan parameter unjuk kerja metode yaitu akurasi, presisi dan rekoveri. Metode pengendapan dan metode penukar kation yang digunakan mengacu kepada metode ASTM 690-000 dan kepada hasil penelitian U3Si2/Al. Penentuan parameter unjuk kerja metode pengendapan dilakukan dengan menggunakan larutan sampel PEB U-7%Mo/Al sebanyak 150 μL, larutan standar 137Cs sebanyak 50 μL dalam 2 mL HCl 0,1N. Larutan dikenakan proses pengendapan dengan menggunakan pereaksi HClO4 pekat dan penambahan senyawa carrier CsNO3 seberat 225 mg pada temperatur 0oC selama 1 jam, sedangkan proses penukar kation dilakukan dengan menggunakan resin zeolit Lampung sebanyak 400 mg. Proses penukar kation dilakukan secara batch dengan pengocokan selama 1 jam. Hasil proses pengendapan diperoleh endapan CsClO4 dan penukar kation diperoleh berupa padatan cesium - zeolit serta supernatan. Pengukuran dan analisis radionuklida137Cs dalam endapan CsClO4 dan padatan 137Cs-zeolit dilakukan dengan spektrometer gamma. Hasil pengukuran diperoleh nilai cacahan radionuklida 137Cs per detik (cps). Perhitungan rekoveri metode dilakukan dengan perbandingan nilai cacahan radionuklida 137Cs sebelum dan sesudah proses pemisahan. Hasil pemisahan radionuklida 137Cs dari larutan PEB U-7Mo/Al menggunakan metode pengendapan diperoleh rekoveri sebesar 95,56 % dengan akurasi dan presisi pengukuran masing-masing sebesar 0,375 % dan 1,875 %, sedangkan rekoveri pemisahan radionuklida 137Cs dengan metode penukar kation diperoleh rekoveri sebesar 26,73 %. Hal ini menunjukkan bahwa metode pengendapan lebih baik dari pada metode penukar kation untuk pemisahan 137Cs dari larutan bahan bakar PEB U-7Mo/Al.Kata Kunci: pemisahan cesium, metode pengendapan, penukar kation, zeolit Lampung, bahanbakar U-7%Mo/Al. ABSTRACTSEPARATION OF CESIUM FROM U-7MO/AL FUEL PLATE SOLUTION HAS BEEN DONE BY USING PRECIPITATION METHOD AND CATION EXCHANGE. The aim of this research is to get a valid method of separating cesium from U-7Mo/Al fuel plate solution through determination of parameter of method (accuracy, precision, and recovery). Precipitation method and cation exchange method that are used refer to standard ASTM 690-000 and research result of U3Si2/Al. Parameter method determination has been done by using 150 μL sample (U-7%Mo/Al fuel plate solution, 50 μL of standard solution in 2 mL of HCl 0,1 N. The sample solution was undergone precipitation process by using HClO4 concentrated and 225 mg of CsNO3 as carrier in tempherature 0oC for an hour, while exchange cation process was done by using 400 mg of resin zeolit Lampung. The analysis of 137Cs in CsClO4 and 137Cs - zeolit was done by gamma spectrometre. Determination of recovery method was done by comparing count value of 137Cs before and after separation process. Recovery of precipitation method was obtained 95.56 % with accuracy and precicion measurement of 0.375 % and 1.875 % respectively, while recovery of cation exchange method obtained 26.73 %. To sum up, the results show that precipitation method better than exchange cation method for separation 137Cs from U-7Mo/Al fuel plate solution.Keywords: cesium separation, precipitation method, cation exchange, zeolit Lampung, U-7% Mo/AL fuel plate.
METODE PENGENDAPAN DAN PENUKAR KATION UNTUK PEMISAHAN CESIUM DALAM BAHAN BAKAR U3Si2-Al Ginting, Aslina Br.; Anggraini, Dian
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 22, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.748 KB) | DOI: 10.17146/urania.2016.22.2.3092

Abstract

ABSTRAKMETODE PENGENDAPAN DAN PENUKAR KATION PADA PROSES PEMISAHAN CESIUM DALAM BAHAN BAKAR U3Si2-Al. Isotop 137Cs salah satu hasil fisi yang dapat digunakan sebagai monitor burn up untuk mempelajari kinerja bahan bakar selama iradiasi dalam reaktor. Untuk menganalisis isotop 137Cs dalam pelat elemen bakar (PEB) U3Si2-Al pasca iradiasi diperlukan metode yang valid agar diperoleh data yang akurat. Beberapa metode dapat digunakan untuk pemisahan 137Cs dalam PEB U3Si2-Al, antara lain adalah metode pengendapan dalam bentuk garam CsClO4 sesuai dengan ASTM E 320-79 dan metode penukar kation menggunakan zeolit Lampung. Proses pengendapan dilakukan dengan menggunakan serbuk CsNO3 sebagai senyawa pembawa (carier) dan pereaksi HClO4, sedangkan proses penukar kation dilakukan dengan penambahan zeolit Lampung. Tujuan penelitian adalah mendapatkan metode valid untuk pemisahan 137Cs dalam PEB U3Si2-Al pasca iradiasi, khususnya aspek pengaruh berat serbuk CsNO3 dan berat zeolit Lampung yang ditambahkan. Proses pengendapan isotop 137Cs dilakukan dengan memipet larutan PEB U3Si2-Al sebanyak 150 µL kemudian ditambahkan serbuk CsNO3 dengan variasi berat 500; 625; 700 ; dan 1000 mg serta 4 mL HClO4 dalam pengangas es selama 1 jam. Hasil proses pengendapan diperoleh endapan 137CsClO4yang terpisah dengan supernatan sebagai fasa cair.Sementara itu, proses penukar kation dilakukan dengan menambahkan zeolit Lampung variasi berat 700; 900; 1000 ; dan 1200 mg dengan pengadukan selama 1 jam. Hasil proses penukar kation diperoleh padatan 137Cs-zeolit dalam fasa padat dan isotop lainnya dalam fasa cair. Endapan 137CsClO4 dan padatan137Cs-zeolit serta supernatan diukur kandungan 137Cs menggunakan spektrometer-g. Hasil analisis menunjukkan bahwa berat CsNO3 yang paling banyak mengikat 137Cs terjadi pada penambahan CsNO3 seberat 700 mg yaitu sebesar 0,0472 µg, sedangkan penambahan zeolit Lampung yang optimal diperoleh pada berat 1000 mg hingga 1200 mg dengan kandungan isotop 137Cs dalam padatan 137Cs-zeolit diperoleh sebesar 0,0557 µg. Pemisahan isotop 137Cs menggunakan metode penukar kation dengan penambahan zeolit Lampung 1000 mg hingga 1200 mg mempunyai hasil lebih baik bila dibandingkan dengan metode pengendapan. Selain itu, pengerjaan dengan metode penukar kation lebih mudah serta lebih aman bila dibandingkan dengan metode pengendapan yang pengerjaannya harus dalam penggangas es (-4 ºC), menggunakan bahan kimia HClO4 dengan aceton dan etanol yang bersifat volatil dan eksotermik.Kata kunci: isotop 137Cs, zeolit, serbuk CsNO3, metode penukar kation dan pengendapanABSTRACTPRECIPITATION METHOD AND KATION EXCHANGE METHOD FOR CESIUM SEPARATION OF U3Si2-Al FUEL ELEMENT. 137Cs isotope was one of the fission products which could be used as a burn up monitor to study the performance of the fuel during irradiation in a reactor. For analyzed 137Cs isotope in post-irradiation U3Si2-Al fuel element plate (PEB), it was needed a valid method to obtain accurate data. Several methods could be used for 137Cs separation from U3Si2-Al PEB solution were precipitation method in CsClO4 salt form according to ASTM E 320-79 and cation exchange method using Lampung zeolite. The precipitation process was done using CsNO3 powder as a carrier substance and HClO4 reagent, while the cation exchange process was done by the addition of Lampung zeolite. The objective research was getting a valid method for 137Cs separation in post-irradiation U3Si2-Al PEB, especially for the aspects of CsNO3 powder weight influence and weight of zeolite Lampung was added. 137Cs isotope precipitation process was done by pipetting 150 mL U3Si2-Al PEB solution which was added to the 500; 625; 700; and 1000 mg weight variation CsNO3 powder and 4 mL HClO4 in ice media for 1 hour. The precipitation process results was obtained CsClO4 precipitate separated from the supernatant as a liquid phase. Mean while, the cation exchange process was done by adding 700; 900; 1000 and 1200 mg weight variation Lampung zeolite by shaking for 1 hour. The cation exchange process results was obtained 137Cs-zeolite in the solid phase and the other isotopes in the liquid phase. The137Cs content in 137CsClO4 precipitate,137Cs-zeolite solid phase and supernatant was measured using spectrometre-g. The analysis showed that the optimum weight of CsNO3 addition when most binding of 137Cs occurred was 700 mg equal to 0.0472 g 137Cs isotope, while the optimum weight addition of Lampung zeolite was 1000 mg until 1200 mg equal to 137Cs isotope content in137Cs-zeolite obtained was 0.0557 g. The 137Cs isotope separation process using both methods could be concluded that the cation exchange method using zeolite by the addition of 1000 mg Lampung zeolite until 1200 mg had better result than the precipitation method. The other advantages of this method were easier and saver than precipitation methods that the process should be in ice batch (-4oC), using chemicals HClO4, acetone and ethanol which had volatile and exothermic character.Keywords: 137Cs isotope, zeolite, CsNO3 powder, cation exchange and precipitation method.
Karakterisasi Paduan AlMgSi Untuk Kelongsong Bahan Bakar U3Si2/Al Dengan Densitas Uranium 5,2 gU/cm3 Ginting, Aslina Br.; Supardjo, Supardjo; Yanlinastuti, Yanlinastuti; Anggraini, Dian; Boybul, Boybul
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 24, No 1 (2018): Februari, 2018
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2018.24.1.4016

Abstract

Meningkatnya densitas uranium dari 2,96 gU/cm3 menjadi 5,2 gU/cm3 bahan bakar U3Si2/Al harus diikuti dengan penggunaan kelongsong yang kompatibel. Bahan bakar berdensitas tinggi mempunyai kekerasan yang tinggi, sehingga bila menggunakan paduan AlMg2 sebagai kelongsong dapat menyebabkan terjadi dogbone pada saat perolan. Selain fenomena dogbone, pada saat bahan bakar tersebut digunakan di reaktor dapat terjadi swelling karena meningkatnya hasil fisi maupun burn up. Oleh karena itu, perlu dicari pengganti bahan kelongsong untuk bahan bakar U3Si2/Al densitas tinggi. Pada penelitian ini telah dilakukan karakterisasi paduan AlMgSi sebagai kandidat pengganti kelongsong AlMg2. Karakterisasi yang dilakukan meliputi analisis termal, kekerasan, mikrostruktur dan laju korosi. Analisis termal dilakukan menggunakan DTA (Differential Thermal Analysis) dan DSC (Differential Scanning Calorimetry). Analisis kekerasan menggunakan alat uji kekerasan mikro, mikrostruktur menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope) dan analisis laju korosi dilakukan dengan pemanasan pada temperatur 150 oC selama 77 jam di dalam autoclave. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelongsong AlMgSi maupun AlMg2 mempunyai kompatibilitas panas dengan bahan bakar U3Si2/Al cukup stabil hingga temperatur 650 oC. Kelongsong AlMgSi mempunyai kekerasan sebesar 115 HVN dan kelongsong AlMg2 sebesar 70,1 HVN. Sementara itu, analisis mikrostruktur menunjukkan bahwa morfologi ikatan antarmuka (interface bonding) kelongsong AlMgSi lebih baik dari kelongsong AlMg2, demikian halnya dengan laju korosi bahwa kelongsong AlMgSi mempunyai laju korosi lebih kecil dibanding kelongsong AlMg2. Hasil karakterisasi termal, kekerasan, mikrostruktur dan laju korosi menunjukkan bahwa PEB U3Si2/Al densitas 5,2 gU/cm3 menggunakan kelongsong AlMgSi lebih baik dibanding PEB U3Si2/Al  densitas 5,2 gU/cm3  menggunakan kelongsong AlMg2.Kata kunci: U3Si2/Al, densitas 5,2 gU/cm3, kelongsong AlMgSi dan AlMg2.
PENGARUH PARAMETER PROSES ELEKTRODEPOSISI TERHADAP PENENTUAN BERAT ISOTOP 235U DALAM PEB U3Si2/Al PASCA IRADIASI Yanlinastuti, Yanlinastuti; Boybul, Boybul; Ginting, Aslina Br.; Anggraini, Dian
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 22, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2016.22.2.3093

Abstract

ABSTRAKPENGARUH PARAMETER PROSES ELEKTRODEPOSISI TERHADAP PENENTUAN BERAT ISOTOP 235U DALAM PEB U3Si2/Al PASCA IRADIASI. Parameter proses elektrodiposisi yang sangat mempengaruhi penentuan berat 235U dalam larutan PEB U3Si2/Al pasca iradiasi adalah kuat arus, waktu proses, volume umpan dan jenis larutan buffer elektrolit iradiasi. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan parameter proses elektrodeposisi yang optimum dalam menetukan berat isotop 235U dalam PEB U3Si2/Al pasca iradiasi. Proses elektrodeposisi dilakukan dengan beberapa variasi parameter antara lain kuat arus 1; 1,2; dan1,4 ampere dengan waktu 1; 1,5; 2,0; 2,5 dan 3,0 jam, volume umpan standar U3O8 % mulai dari 100; 300; 500; 700 µL dengan variasi jenis larutan buffer elektrolit NH4Cl, NH4OAc,NH4HSO4dan (NH4)2SO4. Hasil proses elektrodeposisi menunjukkan bahwa kondisi optimum proses elektrodeposisi untuk isotop 235U diperoleh pada kuat arus1,2 ampere dengan waktu proses selama 2 jam serta jumlah volume umpan sebesar 300 µL dengan buffer elektrolit NH4HSO4 pada pH 3,5. Hasil proses eletrodeposisi diperoleh berat endapan isotop 235U sebesar 2,314 µg dengan recovery pengendapan sebesar 99,91%.Parameter optimum yang diperoleh selanjutnya digunakan untuk proses elektrodeposisi untuk menentukan berat isotop 235U yang terkandung di dalam larutan PEB U3Si2/Al pasca iradiasi dengan volume umpan sebesar 300 µL. Hasil pengukuran dan analisis dengan menggunakan spektrometer alpha diperoleh berat isotop 235U sebesar 0,403 µg dengan recovery pengendapan sebesar 91,80 %. Dari hasil yang diperoleh dapat dinayatakan bahwa metoda elektrodeposisi cukup baik digunakan untuk menentukan berat isotop 235U di dalam larutan PEB U3Si2/Al pasca iradiasi.Kata kunci: Elektrodeposisi, isotop 235U, spektrometer alpha, PEB U3Si2/Al pasca iradiasi. ABSTRACTEELECTRODEPOSITION PARAMETER EFFECT ON THE DETERMINATION OF 235U ISOTOPE IN U3Si2/Al IRRADIATED FUEL ELEMENT. Electrodeposition process for determination of 235U isotope is effected by current, contact time, feed volume and type of buffer solution. The aim of this research is to obtain optimum parameter of electrodeposition process for 235U determinationin U3Si2/Alirradiated fuel plate. Electrodeposition process is done by some variation of parameters, that are the current 1; 1.2; and 1.4 ampere with variation of time 1; 1.5; 2.0; 2.5 and 3.0 hours.The standard solution volume of 20% U3O8 are 100; 300; 500; 700 µL with variation of electrolyte buffer solution NH4Cl, NH4OAc,NH4HSO4 dan (NH4)2SO4. The result of electrodeposition process showed that optimum condition electrodeposition process for 235U isotope was obtained currents 1.2 ampere with process time during 2 hours, and 300 µL volume feed with electrolyte buffer NH4HSO4 in pH 3,5 .The results of the electrodeposition process was obtained 2.314 µg deposition of the isotope 235U with recovery of 99.91%. The condition optimum parameter above was used for electrodeposition process in determination of 235U isotope which contained in U3Si2/Al irradiated fuel element. The spectrometer alpha analysis was obtained weight of 235U isotope as 0.403 µg with recovery of 91.80%. The conclusion of this research, the electrodeposition methods is good enough to be used for determining 235U isotope in U3Si2/Al irradiated fuel plate.Keywords: Electrodeposition, 235U isotope, alpha spectrometre, U3Si2/Al irradiated fuel plate.
Faktor yang mempengaruhi motivasi perawat melanjutkan pendidikan di masa pandemi COVID-19 pada alumni Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas “X” Jakarta Barat Anggraini, Dian; Dasat, Mariam; Manao, Safira Rulianti
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2023): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jdk.v11i1.154

Abstract

  Kurangnya motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan dikarenakan beberapa faktor. Tujuan penelitian menganalisa faktor yang mempengaruhi motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan di masa pandemi COVID-19 Metode deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Responden perawat lulusan FKIK yang bekerja di Indonesia jumlah  103 perawat. Teknik pengambilan sampel voluntary sampling. Analisa data dengan uji Pearson Chi square, nilai alpha 0,05, dan CI 95 % melalui program SPSS ver.9. Hasil penelitian, rerata usia dewasa awal (62,1%), perempuan (67%), dan pendidikan akhir Diploma III (80,6%), dengan motivasi tinggi (76,7%) untuk melanjutkan pendidikan (n=103). Ada hubungan yang bermakna antara  faktor internal dengan motivasi perawat melanjutkan pendidikan, nilai p value <0,05 (α 0,05). Hasil analisis dukungan atasan, penghargaan, dan persaingan didapatkan ada hubungan yang bermakna dengan motivasi, nilai p value <0,05 (α 0,05), sedangkan dukungan keluarga dan status ekonomi tidak ada hubungan terhadap motivasi perawat, dengan nilai p value > 0,05 (α 0,05).  
DOMINAN FACTORS RELATED TO PHYSICAL ACTIVITY IN PREGNANT WOMEN Marfuah, Dewi; Rahman, Ameliya Salsabila; Mutiar, Astri; Anggraini, Dian
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 8, No 1 (2024): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v8i1.738

Abstract

ABSTRACTPhysical activity in pregnant women is still low in Indonesia, even though doing physical activity during pregnancy has many health benefits and is an important part of a healthy lifestyle. This study aims to find out what factors are related to physical activity in pregnant women. This research was a quantitative study using a cross-sectional design. This research was conducted offline using a questionnaire sheet and Google form. The sampling technique used Convenience Sampling, with a total of 130 pregnant women with the criteria of pregnant women who can communicate well, own a smartphone, and read also write. Data were analyzed using linear regression with a significance level of p0.05. Most of the respondents (62.3%) have physical activity in the moderate category. Age, gestational age, parity, and BMI were not significantly related to physical activity in pregnant women. However, education and occupational levels are significantly related to physical activity in pregnant women.   Some pregnant women already have good awareness and knowledge of doing physical activity, but some are still in the mild category. So, physical activity in pregnant women still needs to be improved. ABSTRAKPhysical activity pada ibu hamil masih rendah di Indonesia, padahal melakukan physical activity pada saat hamil itu banyak manfaat untuk kesehata dan merupakan salah satu bagian penting dari gaya hidup yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor – faktor yang berhubungan dengan physical activity pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan secara offline dengan menggunakan lembar kuesioner dan google form. Teknik pengambilan sampel menggunakan Convenience Sampling, dengan jumlah 130 ibu hamil dengan kriteria ibu hamil yang bisa berkomunikasi dengan baik, memiliki smartphone dan bisa baca tulis. Data dianalisis menggunakan linear regressesion dengan tingkat signifikasi p0,05. Sebagian besar reesponden (62.3%) memiliki physical activity pada kategori aktif sedang. Usia, usia kehamilan, paritas dan BMI tidak berhubungan secara signifikan dengan physical activity pada ibu hamil. Namun, tingkat pendidikan dan pekerjaan berhubungan secara signifikan dengan physical activity pada ibu hamil. Sebagian ibu hamil telah memiliki kesadaran dan pengetahuan yang baik dalam melakukan physical activity, namun sebagian lainnya masih ada pada kategori aktif ringan. Sehingga, physical activity pada ibu hamil masih perlu untuk ditingkatkan. 
Co-Authors A, Febrian Latief Abdi, Muhammad Nur Achi Rinaldi afersa, mona Agung Wibowo Agus Setiawan Ahmad Hariyadi, Ahmad Alhusna, Asma Ambariyani Ambariyani, Ambariyani Amir, Elfi Andani, Teo Zumibakti Andi Fitriawati Andries Lionardo Antika, Tri Anwar, Muhammad Saidun Aplianto, Andika Aras, Tiara Oktaviani Ardi, Robi Arif Nugroho Arnetta, Shofi Yuliana Asih Riyanti, Asih Aslina Br. Ginting Asmara, Derita Asri Jaya Astari, Nyimas Ulfah Aulia Putri Boybul Boybul Br. Ginting, Aslina Cahyani, Almaidah Rifma Choirudin, Choirudin Cici Fazira Damaiyanti, Siska Dani Al Mahkya Darmawati, Irma Darmawati, Irma Dasat, Mariam Deden Makbuloh Dewi Marfuah Diel, M. Martono Dina Dellyana Dulsalam Dulsalam Dwi Yulianto Elfrida Ratnawati Enie Novieastari Eriyandi, Eriyandi Ernawati Ernawati F, Annisa Brianna Fachry Abda El Rahman Fadhlia, Maudy Noor Fadly Nendra Farida Isroani Faridah, Ida fatimah Fatimah Fatimah, Dwi Nur Fauzobihi, Fauzobihi Febriana, Noni Ferahwati, Ferahwati Feti Fatonah Fitri Anggraeni G, Gilang Erlangga Gina Nurdina Gusta, Wienda Haerani, Rosita Putri Rahmi Hamdan Sugilar Han Roliadi Hasanah, Haifatul Hasbi, Muh Hasyim, Umar Al-Faruq A. Hayati, Suci Noor Hendriyana Hendriyana Herdiman Herdiman , Herdiman Herdiman, Herdiman Hermanus, Urip Hermawan, Stepanus Maman HERU PURNAWAN Hilda Novyanda Hilfi Pardi Husna, Evi Nurul Husna, Miftahul I Gst Lanang Agung Parwata Ibrahim, Masdum Ihsanul, Muhammad Iis Haryati Ilhami INDIRA SYAWANODYA Indratno, Sapto Wahyu Inne Miftah Dewi Irhamudin, Irhamudin Irmawati Irmawati Irvan Irvan Jatmiko Endro Suseno Johan Wahyudi, Johan Juniarni, Lia KGS. M.Sobri Khasanah, Uswatul Khoirin, Khoirin Komalawati, Nisa Komang Noviantari Kurniawati, Wiwit Kusworo Adi Lia Juniarni Lindayani, Linlin Lisa Mandasari Lisdiana Lisdiana Listiana, Nurzalillah Maman Kartaman Ajiriyanto Manao, Safira Rulianti Manurung, Rindu H Maria, Lisda Mar’ah, Novya Ashlahatul Masruroh, Ani Matnin Meilinda, Reza Mispani, Mispani Mochamad Iqbal Ardimansyah Moh. Dimyati Mufdillah Mufdillah, Mufdillah Muh. Rizal Muhammad Arif Sulaiman Muhammad, Raditya Muhtar Sofwan Hidayat Mujib Mujib, Mujib Mulianda, Fitri Mutiar, Astri mutiara mutiara Muzakir Nahdiyah, zuhan Nasir, Rahma Netriwati Ni Putu Dwi Sucita Dartini Nikmatusshobrina, Rani Azizah Ningsih, Putri Amelia Nirva Diana Noor Rizkiyah Noviarti Noviarti, Noviarti Noviarty Noviarty Noviyanti, Winia Nugraha Wisnu Putra, Nugraha Nur Fatimah, Dwi Nur Khasanah Nurdina, Gina Nurlina Nurlina Nurrasiah, Nurrasiah Nurwijayanti Pasigai, Moh. Aris Permaida, Permaida Pranata, Meli Pratama, Engla Rati Purnama, Heni Puspasari, Susy Puspito, Antonius Nanang T. Putri Yulianti Putri, Tri Antika Kusuma Rachma Hasibuan Rahman, Ameliya Salsabila Rahmawati, Asyifa Rani Darmayanti Raniasa Putra Retnowati, Yulia Rifayanti, Lidya Risma Riza Adelia Suryani Rosika Kriswarini Rosika Rosika, Rosika Roza, Febrian Ruhban Masykur Rusmini Rusmini Sari, Marta Widian Sari, Vivi Nila SATRIYAS ILYAS Sembiring, Rinawati Septiana, Asyifa Imanda Siahaan, Radot MH Sigit Mulyono Silalahi, Malianti Siti Amini, Siti Siti Roudhotul Jannah, Siti Roudhotul Siti Suhartati, Siti Sohyb, Muh. Nizar Sri Jumini SRI RAHAYU Sri Tjondro Winarno, Sri Tjondro Steven , Evan Sudrajat, Diwa Agus Sulatifni, Nafi'ul Sulistyo, Didik Supardjo Supardjo Suparno . Supraptini, Nunuk Suri, Silvia Intan Susy Puspasari Sutri Indaryati Suyadi Suyadi Syahjoko Saputra, Iwan Syaiful . Toni, Toni Tuti Nuraini Ubaidillah, Zaqqi Uswatun Hasanah Utriweni Mukhaiyar Veithzal Rivai Zainal Veronika Murtinah, Veronika Wa Ode Rayyani Wahidin Wahidin Wahyuni, Nia Wawan Wawan Wildan, Muh. Wina Widiati Wirdati, Alvina Chusnul Yamasitha Yanlinastuti Yanlinastuti Yasir Wijaya, Yasir Yelliza Yelliza Yosi Marin Marpaung Yuni Andriani Yusran, Sri Wahyuni Pratiwi Yusria Yusuf Nampira Zahroh, Noviatus Zendrato, Mey Lona Verawaty Zuniati, Mai