Claim Missing Document
Check
Articles

KONSEP DASAR EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ISLAM Rahmayani, Dewi; Julhadi, Julhadi
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 2 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3619

Abstract

Evaluation is an integral part of the learning process that functions to assess the extent to which educational objectives have been achieved. In the context of Islamic Religious Education (PAI), evaluation is not only oriented toward academic results but also toward the development of Islamic character, attitudes, and personality. This article aims to explain the basic concept of evaluation, including its definition, the relationship among testing, measurement, assessment, and evaluation, as well as the importance of evaluation in PAI learning. This study employs a qualitative method with a literature review approach based on the theories of Arikunto, Tyler, Sudijono, and Muhaimin. The findings indicate that evaluation is a systematic and continuous process for assessing both the learning process and outcomes across three main domains: cognitive, affective, and psychomotor. In Islam, evaluation has a theological foundation through the concept of muhasabah (self-reflection), which guides educators and learners to continually improve themselves. Therefore, evaluation serves as an essential instrument for realizing quality, equitable, and Islamic character-based education.Keywords:  Evaluation, Test, Measurement, Assessment, Islamic Religious Education
PRINSIP EVALUASI PEMBELAJARAN PAI Zaniar, Zaniar; Julhadi, Julhadi
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 2 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3622

Abstract

The principles of evaluation in Islamic Religious Education (PAI) emphasize an assessment process that measures students’ cognitive, affective, and behavioral development comprehensively. Three core principles guide this process: objectivity, fairness, and Islamic values. Objectivity ensures that evaluation is conducted based on clear, measurable indicators and is free from personal bias, allowing results to accurately reflect students’ actual abilities. The principle of fairness requires teachers to provide equal and proportional opportunities for all students, avoiding any form of discrimination. Meanwhile, Islamic values guide the evaluation process to embody ethical qualities such as honesty, trustworthiness, compassion, and respect for human dignity. Integrating these three principles creates an evaluation system that is meaningful, humanistic, and aligned with the overarching goals of Islamic education.Keywords: Islamic education assessment, objectivity, fairness, Islamic values
ETIKA BERBEDA PENDAPAT DALAM PERSPEKTIF MODERASI BERAGAMA Farina, Dahlia; Musdalifa, Deby Habja; Julhadi, Julhadi; Wahyuni, Sri
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 2 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3625

Abstract

Differences of opinion are an inherent part of Islamic intellectual tradition and become a social reality in the religious life of Indonesian Muslims. However, the emergence of digital media, shifting patterns of authority, and the increasing politicization of religious symbols often exacerbate tensions within communities. This article examines how disagreements can be managed ethically through the framework of religious moderation. Using a qualitative library research method, the study reviews classical Islamic discourses on ikhtilaf, national policy documents on religious moderation, and contemporary socio-religious dynamics in Indonesia. The findings show that conflicts rarely arise from the substance of theological or jurisprudential differences, but rather from communication patterns, emotional responses, and weak religious literacy. The principles of moderation such as balance, tolerance, anti-violence, and respect for local traditions provide a constructive approach for interacting across divergent viewpoints. The study concludes that courteous disagreement is not only an ethical imperative but also a civic necessity for sustaining social harmony in a pluralistic nation.Keywords: Disagreement, Religious Moderation, Islamic Ethics, Tolerance
PENGUATAN IMPLEMENTASI EVALUASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KONTEKS KURIKULUM MERDEKA: KAJIAN LITERATUR Sriwahyuni, Syarifah; Julhadi, Julhadi
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 2 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3620

Abstract

Curriculum evaluation is a crucial component in improving the quality of Islamic Religious Education (PAI). It is not only positioned as the final stage of curriculum development but also serves as a basis for continuous improvement in teaching implementation. This study aims to analyze the implementation of an evaluation-based PAI curriculum in the planning, learning process, and student assessment aspects. A literature review method was used focusing on curriculum evaluation theory and its implementation in educational institutions. The results indicate that implementing an evaluation-based curriculum requires PAI teachers to continuously reflect, monitor, and comprehensively assess the learning process to provide constructive feedback. Therefore, evaluation becomes an instrument that supports the realization of a more adaptive and responsive curriculum aligned with students' needs and societal demands.Keywords:  curriculum evaluation, Islamic religious education, implementation, assessment
PENILAIAN KARAKTER, SPIRITUAL, DAN ETIKA ISLAM DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN AIK Arisnelwati, Arisnelwati; Julhadi, Julhadi
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1180

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya penilaian karakter, spiritual, dan etika Islam dalam konteks evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Keislaman (AIK). Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan konsep, prinsip, serta implementasi praktis penilaian afektif dan spiritual berdasarkan perspektif pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan deskriptif kualitatif dengan kajian pustaka (library research) yang mengkaji literatur terkait evaluasi pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian dalam pendidikan Islam tidak hanya menitikberatkan pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek afektif dan spiritual yang merefleksikan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia peserta didik. Penilaian autentik seperti observasi, jurnal refleksi, penilaian diri, dan portofolio merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur perkembangan karakter dan spiritual peserta didik secara komprehensif. Di sisi lain, terdapat tantangan dalam penerapannya, seperti kesulitan menentukan indikator spiritual yang objektif dan dominasi sistem penilaian yang berorientasi pada hasil akademik. Oleh karena itu, guru AIK perlu berinovasi dalam merancang sistem penilaian yang holistik, kontekstual, dan sejalan dengan nilai-nilai Islam agar dapat membentuk pribadi peserta didik yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.
FORMAT, SISTEMATIKA, DAN ETIKA PELAPORAN DALAM PENYUSUNAN LAPORAN EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN Risna Oktavia; Julhadi, Julhadi
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1181

Abstract

Penelitian ini membahas penyusunan laporan evaluasi dengan mengkaji komponen fundamental yang menentukan kualitas, kredibilitas, dan kebermanfaatan hasil evaluasi. Laporan evaluasi memiliki peran penting sebagai dokumentasi proses evaluasi, media komunikasi temuan, dan dasar dalam pengambilan keputusan untuk perbaikan program. Artikel ini mengulas elemen penting dalam format laporan, sistematika penyusunan, serta etika pelaporan yang wajib dipatuhi evaluator. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan, artikel ini menegaskan bahwa laporan evaluasi yang baik harus memiliki format yang jelas, terdiri dari bagian awal, isi, dan lampiran; sistematika yang logis dan koheren; serta landasan etika yang kuat seperti objektivitas, kerahasiaan, integritas, dan akuntabilitas. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kualitas laporan sangat memengaruhi efektivitas proses pemantauan dan perbaikan program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluator perlu menguasai kompetensi teknis dan etis dalam pelaporan agar mampu menghasilkan laporan evaluasi yang akuntabel dan berbasis bukti
Evaluation-Based Curriculum Analysis: A Paradigm Shift in Assessment in the Merdeka Curriculum Julhadi, Julhadi; Hidayati, Sri; Yakub, Ramli; Fadli, Rahmat; Kemerindo, Gref
Ahlussunnah: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 3 (2025): December
Publisher : STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/jie.v4i3.442

Abstract

The curriculum in Indonesia continues to evolve in response to the country's conditions. The transition from the 2013 Curriculum (K13) to the Merdeka Curriculum (KM) marks a fundamental shift, particularly in the assessment paradigm. This study aims to analyze how the Merdeka Curriculum is designed based on evaluation, focusing on the philosophical shift and practical implementation of diagnostic, formative, and summative assessments. The research method used is descriptive qualitative with a library research approach. Primary and secondary data were analyzed from 17 references, including official guidelines from the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, textbooks, and scientific journal articles (2018-2025). The results of the analysis show that the Merdeka Curriculum replaces the rigid Minimum Completion Criteria (KKM) with more flexible Learning Objective Achievement Criteria (KKTP), which can be compiled using criteria descriptions, rubrics, or value intervals. The essence of this shift is the strengthening of formative assessment as assessment for learning and assessment as learning, which aims to continuously improve the learning process. Diagnostic assessment (cognitive and non-cognitive) is now required at the beginning to map students' needs. While summative assessments continue to be used as assessments of learning to measure final achievement, authentic assessments, such as performance assessments, projects, and portfolios, are strongly encouraged to measure 21st-century competencies in real-world contexts. The implication of these findings is that there is an urgent need for more practical teacher training to address misconceptions about implementation and improve assessment literacy.
Muhammadiyah’s Contributions to Education, Social, Cultural, and Political Development: The Perspective of the Nusantara-Middle Eastern Ulama Network M, Mukhlis; Zulhandra, Zulhandra; Ardianto, Firdaus; Julhadi, Julhadi
Ahlussunnah: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 3 (2025): December
Publisher : STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/jie.v4i3.514

Abstract

This study analyzes Muhammadiyah’s contributions to educational, social, cultural, and political development in Indonesia through the lens of the Nusantara–Middle Eastern ulama network. Using a qualitative historical-analytical approach, the research examines the intellectual trajectories and transregional scholarly connections of three influential Indonesian Muslim figures: Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka), Wahid Hasyim, and Abdurrahman Wahid (Gus Dur). The findings reveal that sustained engagement with Middle Eastern centers of Islamic learning such as Mecca, Medina, Cairo, and Baghdad played a significant role in shaping diverse Islamic orientations in Indonesia, ranging from reformist Muhammadiyah thought to traditionalist and neo-modernist perspectives within Nahdlatul Ulama. Buya Hamka’s modernist outlook contributed to educational reform and socio-cultural transformation through Muhammadiyah. Wahid Hasyim advanced the modernization of pesantren education and strengthened Islamic educational institutions at the state level. Abdurrahman Wahid developed a progressive and pluralistic Islamic vision that reinforced the role of ulama in Indonesia’s socio-political landscape. This study demonstrates that the Nusantara–Middle Eastern ulama network served as a vital conduit for intellectual transmission, enabling Muhammadiyah and related Islamic movements to contribute dynamically to Indonesia’s religious, social, and political development.
Islam Sebagai Objek Studi Dan Penelitian Dari Pendekatan Keilmuan: Analisis Kerangka Konseptual, Metodologis, dan Relevansi Kontemporer Agusrianto, Agusrianto; Pilahantoni, Riko; Maltifal, Maltifal; Julhadi, Julhadi; Wahyuni, Sri
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Vol 20 No. 02 JANUARI 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i2.7629

Abstract

Studi Islam kontemporer menjadi semakin penting untuk memahami agama yang senantiasa berubah. Artikel ini mengkaji Islam sebagai subjek riset ilmiah dengan menganalisis kerangka konseptual, metodologis, dan relevansinya dengan masa kini. Pertumbuhan studi Islam di zaman modern menjadi latar belakangnya, yang kini memasukkan berbagai disiplin ilmu sosial dan humaniora untuk memahami Islam dari berbagai sisi, melampaui sekadar ajaran normatif. Penelitian ini bertujuan menjelaskan cara menerapkan ilmu pengetahuan secara komprehensif dan efektif dalam studi Islam, dengan keseimbangan antara ilmu murni dan kepekaan terhadap subjek studi yang memiliki makna spiritual dan budaya. Menggunakan metode kualitatif berbasis kajian pustaka, tulisan ini menganalisis isi literatur yang ada dan menemukan bahwa Islam dapat menjadi subjek riset ilmiah karena memiliki dua sisi: ajaran normatif (seperti wahyu dan keyakinan) dan fenomena empiris (seperti praktik hidup, budaya, dan sejarah). Pendekatan keilmuan, yang mencakup kajian sejarah, masyarakat, budaya, filsafat, dan agama, sering kali digunakan secara bersamaan dari berbagai disiplin ilmu. Kemajuan dalam metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan digital juga memfasilitasi analisis yang mendalam dan bernuansa. Temuan utama menunjukkan bahwa studi Islam sangat berguna dalam menjawab permasalahan dunia saat ini, seperti perubahan iklim, kekerasan, ketidakadilan sosial, dan isu moral. Studi ini juga berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan mempromosikan dialog antarbudaya. Oleh karena itu, studi Islam yang kritis dan terbuka sangat penting untuk membantu orang memahami Islam secara benar dan adil di zaman modern.Kata Kunci: Studi Islam, Pendekatan Keilmuan, Metodologi Penelitian, Relevansi Kontemporer, Objektivitas Ilmiah
Metodologi Terintegrasi: Pendidikan Islam Dan Psikologi Sosial Nafian, Zidni Ilman; Yanfaunnas, Yanfaunnas; Julhadi, Julhadi; Wahyuni, Sri
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Vol 20 No. 02 JANUARI 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i2.7631

Abstract

Konvergensi metodologi penelitian Pendidikan Islam dan Psikologi Sosial diselidiki dalam studi ini. Ini adalah respons terhadap kompleksitas dinamika sosial dan spiritualitas di era digital. Nilai-nilai teologis Islam dan tuntutan empiris psikologi sosial dalam memahami fenomena pendidikan kontemporer memunculkan kesenjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik penelitian Pendidikan Islam. Konsep Psikologi Sosial yang relevan akan diuraikan. Strategi integrasi metodologis akan dirumuskan.Pendekatan kualitatif studi pustaka digunakan. Analisis konseptual dan sintesis memperkaya metode ini. Pendidikan Islam memiliki landasan epistemologis. Landasan ini mengintegrasikan nilai normatif dengan data empiris. Psikologi Sosial menyediakan instrumen analisis perilaku yang presisi. Model integrasi yang paling efektif adalah metode penelitian campuran (mixed methods). Metode ini memungkinkan dialektika. Dialektika ini terjadi antara data kualitatif berbasis teks suci dan nilai Islam. Ini juga terjadi dengan data kuantitatif berbasis perilaku sosial.Integrasi ini mampu menghasilkan riset. Riset tersebut bersifat holistik, saintifik, dan aplikatif. Integrasi ini meningkatkan kedalaman analisis dan orisinalitas temuan ilmiah di tingkat pascasarjana. Pendekatan terintegrasi ini krusial. Ini untuk menjawab tantangan pendidikan Islam abad ke-21.Kata Kunci:  Pendidikan Islam, Psikologi Sosial, Metode Penelitian, Integrasi Metodologis
Co-Authors . Zulfan Abdul Rahman Abdul Rokhim Abdulaziz, Hussein Abdulqader Afriandi, Budi Afriko, Nofik Agus, Fauzi Agusrianto, Agusrianto Aguswan, Aguswan Ahmad, Lahmi Akhir, Nur Afzan Binti Md Aldi Saputra Amrina, Amrina Anas, Amrina Andrianto Andrianto Anjasmara, Hendio Anzalman, Anzalman Ardianto, Firdaus Arisnelwati, Arisnelwati Armini, Armini Asmaret, Desi Astirani, Fuspita Badriyatul Muniroh, Badriyatul BJ, Jusmiwarti Bulek, Muhammad Jahar Candra, Aldi Gustika Dafril, Dafril Dahyar, Dahyar Dias, Hendri Pani Dina, Hidayatul Efendi, Marhadi Efendi, Yusuf Eliyadi, Eliyadi Fadli, Rahmat Farina, Dahlia Firdaus, Khairul Fitra, Joni Darma Fitri Rahmi Fitri, Rika Gusnita, Fitri Habibi, Asmar Hanafi, Abdul Halim Hanafi, Halim Hendri Hendri Hidayat, Burhanuddin Hirawan, Robi Ihsan Ihsan Ikbal, Ahmad Ismai, Ismai Jaffar, Mohammad Najib Johardi, Johardi Kamal, Tamrin Kemerindo, Gref Kumar, Tribhuwan Lahmi, Ahmad M, Mukhlis Mahyudin Ritonga Maltifal, Maltifal Mardianis, Mardianis Marhadi Efendi, Marhadi Mudinillah, Adam Muhammad Husni Shidqi Muhammad Ridwan Mulyadi Mulyadi Mundzir, M. Afief Mursal Mursal Musdalifa, Deby Habja Muta'allim, Muta'allim Nafian, Zidni Ilman Nasution, Suryadi Nofriadi Nofriadi Nofrizal Nofrizal Nora, Syovia Parsidi Parsidi Pilahantoni, Riko Prima, Ari Puadi, M Rahmadani, Reza Rahmat Junaidi Rahmayani, Dewi Rahmi Rahmi Raja Ritonga Ramadhani Ramadhani Rambe, Muslim Hasonangan Ras Bumi, Hengki Riki Saputra, Riki RISNA OKTAVIA Ritonga, Ahmad Roisuddin Rosniati Hakim SA, Saifullah Saifullah Saifullah Sri Hidayati Sri Wahyuni Sriwahyuni, Syarifah Suhaimis, Suhaimis SURYANINGRUM, EVI Syafrianto, Syafrianto Syahruddin Syahruddin Syaifullah Syaifullah Syamsi Syamsi Syofyandi, Rozi Syutri, Halimah T, Marlini Thaheransyah Wasehudin, Wasehudin Wedy Nasrul Yahya, Muhamad Yakub, Ramli Yanfaunnas, Yanfaunnas Yuldafriyenti, Yuldafriyenti Yuliani Yuliani Yuliarni Yuliarni Zaniar, Zaniar Zarkasi, Zarkasi Zulfahmi Zulfahmi Zulfani Sesmiarni Zulhandra, Zulhandra