Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Kurikulum Pendidikan Islam: Studi Komparatif Sejarah Dari Klasik Ke Modern Nofrizal, Nofrizal; Efendi, Yusuf; Julhadi, Julhadi; Wahyuni, Sri
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 JANUARI 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.7561

Abstract

Pendidikan Islam memegang peran krusial dalam membentuk spiritualitas dan intelektualitas umat, namun kurikulumnya senantiasa beradaptasi dengan dinamika zaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif transformasi kurikulum pendidikan Islam dari periode klasik, pertengahan, hingga modern, mengidentifikasi ciri khas, faktor pendorong, serta implikasinya terhadap kualitas pendidikan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain historis-komparatif, data dikumpulkan melalui studi literatur komprehensif dari berbagai sumber akademik dan dianalisis menggunakan metode analisis konten. Temuan menunjukkan bahwa periode klasik (abad ke-7–13 M) dicirikan oleh integrasi holistik ilmu agama dan rasional, melahirkan cendekiawan multidisiplin dan memajukan peradaban. Sebaliknya, periode pertengahan (abad ke-14–18 M) beralih ke konservasi tradisi dan fokus pada ilmu agama, yang meskipun berhasil melestarikan warisan, menyebabkan stagnasi inovasi. Periode modern (abad ke-19 M–sekarang) ditandai oleh reformasi kurikulum dan integrasi ilmu umum sebagai respons terhadap kemajuan Barat dan tuntutan globalisasi, bertujuan menghasilkan generasi yang relevan namun menghadapi tantangan dalam menjaga identitas keislaman. Secara keseluruhan, transformasi ini merefleksikan perjuangan berkelanjutan menyeimbangkan tradisi dan modernitas, memberikan pemahaman mendalam untuk pengembangan kurikulum adaptif masa depan yang berakar pada nilai-nilai Islam fundamental.
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MULTIKULTURAL: STRATEGI MEMBANGUN KESETARAAN DI SEKOLAH SECARA INKLUSIF DAN BERKEADILAN T, Marlini; BJ, Jusmiwarti; Julhadi, Julhadi
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 10 No. 4 (2025): December (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v10i4.1509

Abstract

Indonesia, as a nation based on Pancasila, upholds ethical values, morals, and human rights, maintains harmony among its citizens, fosters cooperation, and respects differences, symbols, religion, race, skin color, and so on. This country is incredibly rich in cultural, religious, ethnic, and linguistic diversity. Amidst this reality, schools serve as a strategic space for fostering mutual respect, tolerance, and a sense of community. However, educational practices often do not fully reflect the values ​​of equality and justice due to persistent stereotypes, cultural bias, and unequal access. This paper aims to explain the concept of multicultural-based character education and its implementation strategies for building inclusive and equitable schools. The writing method uses a library research approach through a review of relevant theories and literature. The study results indicate that multicultural-based character education can be implemented through curriculum integration, dialogic learning strategies, an inclusive school culture, and partnerships between schools, families, and the community. With the right strategies, schools can become safe and equitable spaces for all students without discrimination.
PENILAIAN KARAKTER, SPIRITUAL, DAN ETIKA ISLAM DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN AIK Arisnelwati, Arisnelwati; Julhadi, Julhadi
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1180

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya penilaian karakter, spiritual, dan etika Islam dalam konteks evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Keislaman (AIK). Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan konsep, prinsip, serta implementasi praktis penilaian afektif dan spiritual berdasarkan perspektif pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan deskriptif kualitatif dengan kajian pustaka (library research) yang mengkaji literatur terkait evaluasi pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian dalam pendidikan Islam tidak hanya menitikberatkan pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek afektif dan spiritual yang merefleksikan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia peserta didik. Penilaian autentik seperti observasi, jurnal refleksi, penilaian diri, dan portofolio merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur perkembangan karakter dan spiritual peserta didik secara komprehensif. Di sisi lain, terdapat tantangan dalam penerapannya, seperti kesulitan menentukan indikator spiritual yang objektif dan dominasi sistem penilaian yang berorientasi pada hasil akademik. Oleh karena itu, guru AIK perlu berinovasi dalam merancang sistem penilaian yang holistik, kontekstual, dan sejalan dengan nilai-nilai Islam agar dapat membentuk pribadi peserta didik yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.
FORMAT, SISTEMATIKA, DAN ETIKA PELAPORAN DALAM PENYUSUNAN LAPORAN EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN Risna Oktavia; Julhadi, Julhadi
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1181

Abstract

Penelitian ini membahas penyusunan laporan evaluasi dengan mengkaji komponen fundamental yang menentukan kualitas, kredibilitas, dan kebermanfaatan hasil evaluasi. Laporan evaluasi memiliki peran penting sebagai dokumentasi proses evaluasi, media komunikasi temuan, dan dasar dalam pengambilan keputusan untuk perbaikan program. Artikel ini mengulas elemen penting dalam format laporan, sistematika penyusunan, serta etika pelaporan yang wajib dipatuhi evaluator. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan, artikel ini menegaskan bahwa laporan evaluasi yang baik harus memiliki format yang jelas, terdiri dari bagian awal, isi, dan lampiran; sistematika yang logis dan koheren; serta landasan etika yang kuat seperti objektivitas, kerahasiaan, integritas, dan akuntabilitas. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kualitas laporan sangat memengaruhi efektivitas proses pemantauan dan perbaikan program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluator perlu menguasai kompetensi teknis dan etis dalam pelaporan agar mampu menghasilkan laporan evaluasi yang akuntabel dan berbasis bukti
Islamic Religious Education in the Digital Era: Digital Akhlak Curriculum and Adaptive School Management Syahruddin, Syahruddin; Nofrizal, Nofrizal; Julhadi, Julhadi; Wahyuni, Sri
El-Rusyd Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/elrusyd.v10i2.561

Abstract

This study aims to analyze the improvement of the quality of Islamic Religious Education in the digital era through the integration of curriculum transformation and adaptive school management. Employing a qualitative approach with a content analysis model, this study utilizes secondary data sources, including academic books, scientific journal articles, conference proceedings, and other relevant literature. Data were selected based on their relevance, credibility, and novelty, and were analyzed using descriptive-analytical techniques through processes of categorization, interpretation, and synthesis to identify patterns and significant conceptual relationships. The findings indicate that improving the quality of Islamic Religious Education in the digital era is closely linked to successful curriculum transformation toward the Digital Akhlak paradigm. This paradigm emphasizes the internalization of Islamic moral values in students’ behavior within digital spaces through the strengthening of critical digital literacy, media ethics, and the contextualization of Islamic teachings in contemporary realities. However, the effectiveness of this curriculum transformation is highly dependent on responsive and visionary school management, particularly in developing teachers’ digital competencies, providing high-quality digital learning infrastructure and content, and implementing academic supervision oriented toward professional development. Without strong managerial support, curriculum innovation risks remaining normative and inadequately implemented. This study highlights that reforming Islamic Religious Education in the digital era requires a holistic approach that integrates curriculum innovation and technology-based school management to foster a generation of Muslims who are faithful, virtuous, critical, and responsible in addressing the challenges of the digital world.
KOLABORASI MUHAMMADIYAH DALAM KANCAH INTERNASIONAL:BERGURU ISLAM KE BARAT DAN PENGEMBANGAN PERGURUAN TINGGI ISLAM DI INDONESIA Yuliani, Yuliani; Mardianis, Mardianis; Yuliarni, Yuliarni; Julhadi, Julhadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37875

Abstract

This paper examines the international collaboration of Muhammadiyah in sending lecturers from Islamic Higher Education Institutions (PTKI) to Western universities as a strategy to improve the quality of Islamic education in Indonesia amidst globalization challenges. Using a qualitative descriptive approach, the study explores the historical context and rationale behind the policy, as well as the contributions of alumni to curriculum reform, research, global networks, and religious diplomacy. The findings suggest that the policy aims to integrate knowledge and faith in line with Islam Berkemajuan (Progressive Islam). The study concludes that sending PTKI lecturers abroad is not Westernization but a strategic effort to integrate knowledge and faith. Recommendations include strengthening co-funding policies, integrating interdisciplinary knowledge, and establishing collaborative research centers to prevent brain drain.
Co-Authors . Zulfan Abdul Rahman Abdul Rokhim Abdulaziz, Hussein Abdulqader Afriandi, Budi Afriko, Nofik Agus, Fauzi Agusrianto, Agusrianto Aguswan, Aguswan Ahmad, Lahmi Akhir, Nur Afzan Binti Md Aldi Saputra Amrina, Amrina Anas, Amrina Andrianto Andrianto Anjasmara, Hendio Anzalman, Anzalman Ardianto, Firdaus Arisnelwati, Arisnelwati Armini, Armini Asmaret, Desi Astirani, Fuspita Badriyatul Muniroh, Badriyatul BJ, Jusmiwarti Bulek, Muhammad Jahar Candra, Aldi Gustika Dafril, Dafril Dahyar, Dahyar Dias, Hendri Pani Dina, Hidayatul Efendi, Marhadi Efendi, Yusuf Eliyadi, Eliyadi Fadli, Rahmat Farina, Dahlia Firdaus, Khairul Fitra, Joni Darma Fitri Rahmi Fitri, Rika Gusnita, Fitri Habibi, Asmar Hanafi, Abdul Halim Hanafi, Halim Hendri Hendri Hidayat, Burhanuddin Hirawan, Robi Ihsan Ihsan Ikbal, Ahmad Ismai, Ismai Jaffar, Mohammad Najib Johardi, Johardi Kamal, Tamrin Kemerindo, Gref Kumar, Tribhuwan Lahmi, Ahmad M, Mukhlis Mahyudin Ritonga Maltifal, Maltifal Mardianis, Mardianis Marhadi Efendi, Marhadi Mudinillah, Adam Muhammad Husni Shidqi Muhammad Ridwan Mulyadi Mulyadi Mundzir, M. Afief Mursal Mursal Musdalifa, Deby Habja Muta'allim, Muta'allim Nafian, Zidni Ilman Nasution, Suryadi Nofriadi Nofriadi Nofrizal Nofrizal Nora, Syovia Parsidi Parsidi Pilahantoni, Riko Prima, Ari Puadi, M Rahmadani, Reza Rahmat Junaidi Rahmayani, Dewi Rahmi Rahmi Raja Ritonga Ramadhani Ramadhani Rambe, Muslim Hasonangan Ras Bumi, Hengki Riki Saputra, Riki RISNA OKTAVIA Ritonga, Ahmad Roisuddin Rosniati Hakim SA, Saifullah Saifullah Saifullah Sri Hidayati Sri Wahyuni Sriwahyuni, Syarifah Suhaimis, Suhaimis SURYANINGRUM, EVI Syafrianto, Syafrianto Syahruddin Syahruddin Syaifullah Syaifullah Syamsi Syamsi Syofyandi, Rozi Syutri, Halimah T, Marlini Thaheransyah Wasehudin, Wasehudin Wedy Nasrul Yahya, Muhamad Yakub, Ramli Yanfaunnas, Yanfaunnas Yuldafriyenti, Yuldafriyenti Yuliani Yuliani Yuliarni Yuliarni Zaniar, Zaniar Zarkasi, Zarkasi Zulfahmi Zulfahmi Zulfani Sesmiarni Zulhandra, Zulhandra