p-Index From 2021 - 2026
9.286
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management JURNAL EKONOMI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan MEDIA KONSERVASI MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Jurnal Manajemen dan Agribisnis Forum Pasca Sarjana Jurnal Ekonomi Pembangunan Signifikan : Jurnal Ilmu Ekonomi ETIKONOMI SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Jurnal Ekonomi Sosiohumaniora Jurnal Manajemen Teknologi JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI INDONESIA Jurnal Indo-Islamika Jurnal Keuangan dan Perbankan JDM (Jurnal Dinamika Manajemen) JEJAK Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Jurnal Penelitian Hasil Hutan Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics) Indonesian Journal of Agricultural Science Jurnal Agro Ekonomi Analisis Kebijakan Pertanian JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Journal of S&T Policy and R&D Management AGRISE Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Jurnal Wilayah dan Lingkungan Jurnal Tataloka MIX : Jurnal Ilmiah Manajemen Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Jurnal Penelitian Karet Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis (JRMB) Fakultas Ekonomi UNIAT MAJALAH ILMIAH GLOBE Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Journal of Environment and Sustainability Informatika Pertanian International Journal of Islamic Economics and Finance (IJIEF) JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) JURNAL AKUNTANSI, EKONOMI dan MANAJEMEN BISNIS Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Journal of Regional and Rural Development Planning Al-Muzara'ah Jurnal Organisasi Dan Manajemen Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK Indonesian Journal of Socio Economics Astonjadro International Journal of Social Science and Business BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT) Economics and Finance in Indonesia Amwaluna Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Akurasi : Jurnal Studi Akuntansi dan Keuangan Agro Bali: Agricultural Journal Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Jurnal Manajemen Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Penelitian Hasil Hutan Jurnal Agro Ekonomi Analisis Kebijakan Pertanian Jurnal Ekonomi Indonesia Business Review and Case Studies BISNIS & BIROKRASI: Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) Transekonomika : Akuntansi, Bisnis dan Keuangan International Journal of Science and Society (IJSOC) Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan International Journal of Integrative Sciences Eduvest - Journal of Universal Studies Journal of Livestock and Animal Health (JLAH) Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika IJAE Dinamika Pertanian Asian Journal of Social and Humanities Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia (Jibeka)
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENAWARAN EKSPOR DAN HARGA EKSPOR GAHARU INDONESIA Diana Septiningrum; Hermanto Siregar; Bambang Juanda
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2015.12.2.137-149

Abstract

Indonesia merupakan negara pengekspor gaharu terbesar di dunia dengan volume ekspor rata-rata 456,9 ton/tahun.  Penelitian bertujuan memperoleh  informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran dan harga ekspor gaharu serta merumuskan kebijakan peningkatan ekspor Indonesia berdasarkan data ekspor gaharu  tahun 2002-2013. Analisis yang digunakan adalah model persamaan simultan yang diduga dengan metode Two Stages Least Squares ( 2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penawaran ekspor gaharu dipengaruhi oleh produksi gaharu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika dan dummy gaharu budidaya. Faktor yang mempengaruhi harga ekspor gaharu adalah produksi gaharu dan harga gaharu dunia. Pemerintah dan pihak terkait di dalam penyempurnaan kebijakan peredaran dan implementasi pengembangan gaharu di Indonesia  hendaknya  memperhatikan peningkatan kapasitas  dan  pengetahuan penjual  gaharu,  negosiasi dengan  negara  pengimpor gaharu;  fasilitasi  pengelolaan dan pengembangan industri  gaharu;  penjualan produk gaharu kepada konsumen gaharu; peningkatan kualitas produk gaharu berskala internasional; penyusunan kebijakan pengembangan gaharu budidaya
ANALISIS EKONOMI DAN KELEMBAGAAN HUTAN RAKYAT SISTEM AGROFORESTRI KOMBINASI JENIS POHON SERBAGUNA DAN KAKAO : Suatu studi kasus di propinsi Sulawesi Tenggara R Marsuki Iswandi; Affendi Anwar; B D Nasendi; Hermanto Siregar
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 4 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1996.14.4.153-168

Abstract

The agroforestry system  is often  undertaken by famers  in Indonesia specifically for  the development  of multi  purpose  tree species in dry land.   Farmers use the agroforeftry  system  because of ils efficient usage of land and labor and to minimize the risk of crop failure.The agroforestry system  in Southeast  Sulawesi  consists  of planting  cocoa  among multi purpose  tree species  (MPTS), like fruit  trees   (such as langsat or durian) and coconut  trees. The average income earned by  farmers  who apply the combination of langsat, coconut and cocoa was Rp  2.378.825,-/ha/year.  The average income earned by farmers  who apply the combination of  durian, coconut  and  cocoa  was  Rp 2.378.827,-/ha/year.  Financially,  the agroforestry  system  with MPTS  in  Southeast  Sulawesi  is  worth undertaking  because  it  is profitable.From the farmers  point  of view,  the marketing of langsat, durian,  coconut and cocoa is not competitive,  since  farmers  are on the weak side in the price information process.   The results of the analysis of price transmision elasticity,  the index of market integration in the short-run and  in  the  long-run,  show  that  the  market  for  the  above  mentioned   commodities  is  not integrated.   The reason for  this is because of  the inefficiency and deficiency in the availability of market information.The institutional system in the marketing process of the commodities offered by the farmersis  relatively  informal.     In  the  marketing  process   of  langsat,  durian  and  coconut,   the relationship between farmers  and traders can be described as clientelism (patron-client).    On the other hand,  in the marketing of cocoa,  the  farmers  have a fixed  relationship with their market  institutions  like papalele,   whereby  the farmers   receive  working capital from   local traders to harvest and to produce and sale the cocoa to the local market.Key words  :  private  forest,  agroforestry,   MPTS,  income,   marketing,   institution,   Southeast Sulawesi.
Analisis Efisiensi Penggunaan Dana Masyarakat Uuntuk Kegiatan Dharma Pendidikan Di Institut Pertanian Bogor Mohammad Nur Hadi; Hermanto Siregar; Hendro Sasongko
Jurnal Ekonomi Vol. 20 No. 3 (2015): November 2015
Publisher : Fakultas Ekonom dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/je.v20i3.400

Abstract

This study focuses on measuring the efficiency of all departments in Bogor Agricultural Institute using Data Envelopment Analysis (DEA) on the first stage and the second stage is to determine the factors that influence the efficiency. DEA methodology is to evaluate the efficiency by comparing all departments and using financial as inputs and non-financial factors as an output. The second stage analysis uses Tobit regression because dependent factors are censored between 0 to1 and independent factors uncensored. The results of the first stage demonstrate that 54.29% of departments in Bogor Agricultural University is efficiently operated in terms of academic factors during the period from 2012 to 2014, while 45.71% is inefficient. And for the second stage, the result is international accreditation and non-academic staff are the factors that can influence the efficiency of departements.
Social-Economic Reasons to Soil Conservation An Econometric Analysis on Cross-Sectional Lore Lindu Data Hermanto Siregar
Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v24n1.2006.1-20

Abstract

IndonesianKonservasi tanah memiliki peranan penting dalam menentukan keberlanjutan sektor pertanian. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani untuk mengkonservasi atau tidak mengkonservasi lahan pertaniannya. Penelitian ini menggunakan data primer sampel petani sawah di sekitar kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL). Dari sampel tersebut, hanya 13,5 persen saja yang melakukan konservasi lahan. Di antara hasil penelitian ini, ditemukan bahwa ternyata konservasi lahan merupakan variabel endogenus, yang berarti keputusan petani untuk mengkonservasi (atau tidak mengkonservasi) lahan tergantung pada beberapa faktor. Faktor yang berpengaruh nyata di antaranya ialah jumlah output yang dihasilkan, persepsi kualitas lahan, jumlah anggota rumah tangga petani, dan usia petani. Dengan menggunakan pendekatan instrumental variable, ditemukan bahwa keputusan untuk mengkonservasi (atau tidak mengkonservasi) lahan berpengaruh nyata terhadap jumlah output yang dihasilkan. Output tersebut juga dipengaruhi oleh luas areal dan—dengan taraf signifikansi yang lebih lemah—oleh jumlah kredit. Agar usahatani berkelanjutan, pemerintah disarankan untuk menentukan batas-batas TNLL secara jelas, mengeluarkan sertifikat tanah, dan memperbaiki akses petani kepada kredit mikro. EnglishSoil conservation plays critical role on agricultural sustainability. The aims of this study are to analyze factors affecting farmers’ decision to conserve or not to conserve their farming land and to evaluate simultaneously effects of such decision on their output. The study uses data gathered from samples of wetland rice farmers in the surrounding area of the Lore Lindu National Park (LLNP). There are only 13.5 percent of the farmers undertaking soil conservation. Soil conservation is found to be an endogenous variable, implying that farmers’ decision to conserve (or not to conserve) depends on a number of factors. Among these factors, the significant ones are quantity of output produced, the perceived quality of farm land, farmer’s family size, and age of the farmer. Using the instrumental variable approach, it is found that the decision of whether or not to carry out soil conservation affects the output significantly. This output is also affected by acreage and, to a lesser significance level, by the amount of credit. The government is recommended to establish clear boundaries of the LLNP, issue proper land rights, and improve accesses to micro-credit in order to promote sustainable agricultural practices.
Efektivitas Kebijakan Harga Pangan terhadap Ketahanan Pangan Nyak Ilham; Hermanto Siregar; D. S. Priyarsono
Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v24n2.2006.157-177

Abstract

EnglishThe implementation of price support policy has been facing pro and contra among the stakeholders. The experience of many developing countries in reducing their domestic support to farmers has been increasing the number of poverty incidence and threatened food security in the country. On the other side, developed countries still implement their huge domestic support to their agricultural industries. The objective of this study is to analyze the effectiveness of food price support policy to national food security; this result can be considered by the government in accelerating agriculture revitalization. This study used secondary data (time series) and analyzed using ECM. Some findings of the study show that food availability at national level could not guarantee the accessibility of food at household level. To make the price support policy effective, the price should be accomplished by other policies, especially government policy in providing rural infrastructure, increasing farmer’s income and increasing good management control in financial aspects, specifically government expenditures related to food programs.IndonesianPenerapan kebijakan harga pangan menghadapi pro dan kontra. Pengalaman negara berkembang yang mengurangi bantuan terhadap petani menyebabkan tingkat kemiskinan tidak membaik dan mengancam ketahanan pangan.  Di sisi lain, negara-negara maju masih cukup besar memberi dukungan pada industri pertaniannya.  Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kebijakan harga pangan yang dilakukan pemerintah terhadap ketahanan pangan nasional sehingga dapat dijadikan pertimbangan untuk merevitalisasi pertanian. Data yang digunakan merupakan data sekunder runut waktu dan dianalisis dengan model Error Correction Model (ECM). Hasil analisis menunjukkan bahwa ketersediaan pangan di tingkat nasional terbukti tidak menjamin akses pangan di tingkat rumah tangga. Untuk mengefektifkan kebijakan harga pangan perlu didukung oleh kebijakan lain, terutama kebijakan penyediaan infrastruktur, peningkatan pendapatan masyarakat, dan membenahi kebocoran-kebocoran dana yang berkaitan dengan program pangan.
Dampak Pengembangan Produk Turunan Minyak Sawit terhadap Peningkatan Ekspor Produk Minyak Sawit ke Pasar Amerika Serikat Nila Rifai; Yusman Syaukat; Hermanto Siregar; E. Gumbira-Sa’id
Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v32n2.2014.107-125

Abstract

EnglishIn 2013, the world palm oil production reached 55.7 million tons. Indonesia and Malaysia shared 86 percent in the world palm oil market with their production volumes of 26.7 and 21.7 million tons, respectively. This study aimed to analyze the impacts of palm oil derivative products development on improved palm oil export and its derivative products to the US market. This analysis used times series data from 1992 to 2012. Data were analyzed using a Two-Stage Least Squares (2SLS) approach. Results of the study show that policy to develop palm oil derivative products will increase export of palm oil and its derivative products to USA market and decrease total export of Indonesia CPO. The better policy option is enhancing CPO export tax along with improved rupiah’s exchange rate and downstream palm oil industry development. This policy will boost export of Indonesian palm oil derivative products to the US market and significantly reduce CPO export.IndonesianPada tahun 2013, produksi minyak sawit dunia mencapai 55,7 juta ton, dengan kontribusi Indonesia sebesar 26,70 juta ton dan diikuti oleh Malaysia sebesar 21,7 juta ton. Dengan demikian, Indonesia dan Malaysia secara bersama menguasai sekitar 86 persen produksi minyak sawit dunia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak pengembangan produk turunan minyak sawit terhadap peningkatan ekspor minyak sawit dan produk turunannya ke pasar Amerika Serikat. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder time series tahunan selama periode 1992–2012. Data dianalisis menggunakan pendekatan ekonometrika Two Stages Least Squares (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan industri produk turunan minyak sawit mampu meningkatkan ekspor produk turunan minyak sawit ke Amerika Serikat dan mampu menurunkan ekspor minyak sawit mentah yang memiliki nilai tambah yang rendah. Kombinasi kebijakan yang lebih baik adalah dengan program peningkatan pajak ekspor CPO yang didukung oleh peningkatan nilai tukar dan pengembangan industri hilir minyak sawit. Kebijakan ini akan mampu meningkatkan ekspor produk turunan minyak sawit Indonesia ke Amerika Serikat dan akan menurunkan secara signifikan ekspor minyak sawit dalam bentuk CPO.
Desain Model Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit Plasma Berkelanjutan Berbasis Pendekatan Sistem Dinamis (Studi Kasus Kebun Kelapa Sawit Plasma PTP Nusantara V Sei Pagar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau) I Gusti Putu Wigena; Hermanto Siregar; nFN Sudradjat; Santun R.P. Sitorus
Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v27n1.2009.81-108

Abstract

EnglishManagement of nucleus smallholder oil palm after the conversion is not meeting the recommendation standard which leads to the production decrease. For this reason, this research was conducted at PTP Nusantara V Sei Pagar nucleus smallholder oil palm, Kampar District, Riau Province from January 2007 to March 2008. The objectives of this research are to design sustainable management model of nucleus smallholder oil palm meet the biophysical (planet), economical (profit) and social (people) aspects. The research extensively used primary and secondary data of biophysical, economical and social aspects. Sources of the biophysical secondary data were PTPN V and related local government institutions. The biophysical primary data was collected through observation method, while economical and social data were collected through interview technique with farmers, farmer’s groups and Village Cooperative Unit staffs using structured questionnaires. There were 100 respondents, selected randomly using stratified random sampling method. The data was analyzed using Power Sim program. The results showed that the design of sustainable nucleus smallholder oil palm management model for 2010-2035 satisfies biophysical, economical and social aspects.  The indicators namely fresh fruit bunch yield at about 25.83 ton/ha/year, the increasing of soil degradation and the decreasing of environmental capacity at lower levels of about 0.03-0.8% and 0.002-0.1%, respectively. The average farmer’s income at Rp. 22,859,950/ha/year, and community income surrounding the oil palm plantation at the average of Rp. 16,845,025/year, a value that higher than the regional minimum wage of Riau Province. Human resources quality increased indicated by the  education level equivalent with the income of oil palm labor at about Rp. 55 million annually.IndonesianPengelolaan kebun kelapa sawit plasma pascakonversi tidak sesuai standar yang dianjurkan sehingga berdampak terhadap penurunan produksi. Untuk itu, telah dilakukan penelitian di kebun kelapa sawit plasma PTP Nusantara V Sei Pagar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau dari bulan Januari 2007 sampai Maret 2008. Tujuan penelitian adalah untuk merancang model pengelolaan kebun kelapa sawit plasma berkelanjutan yang memenuhi aspek biofisik (planet), ekonomi (profit), dan sosial (people). Penelitian menggunakan data primer dan sekunder yang menyangkut aspek biofisik, ekonomi, dan sosial. Data sekunder bersumber dari PTPN V dan instansi terkait pemerintah Daerah Provinsi Riau. Data primer biofisik dikumpulkan dangan observasi lapang, data ekonomi dan sosial dikumpulkan melalui wawancara langsung ke petani, kelompok tani dan staf KUD dengan kuesioner terstruktur. Jumlah responden sebanyak 100 orang yang diambil secara acak bertingkat (stratified random). Data terkumpul dianalisis dengan program Power Sim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengelolaan berkelanjutan yang dirancang untuk periode 2010-2035 mampu memenuhi aspek biofisik, ekonomi, dan sosial dengan indikator produksi tandan buah segar (TBS) rata-rata 25,83 ton/ha/tahun, peningkatan degradasi lahan dan penurunan daya dukung lingkungan sangat rendah, masing-masing sebasar 0,03-0,08 persen dan 0,002-0,01 persen. Pendapatan petani rata-rata sebesar Rp 22.859.950/ha/tahun dan pendapatan masyarakat sekitar kebun rata-rata Rp 16.845.025/tahun yang melebihi tingkat Upah Minimum Regional Provinsi Riau. Kualitas sumberdaya manusia meningkat yang tercermin dari tingkat pendidikan yang disetarakan dengan pendapatan yang diperoleh sebagai tenaga kerja di perkebunan kelapa sawit sampai Rp 55.000.000/tahun.
Implementasi Kebijakan Perberasan di Tingkat Petani: Kinerja dan Perspektif ke Depan Surya Abadi Sembiring; Harianto Harianto; Hermanto Siregar; Bungaran Saragih
Analisis Kebijakan Pertanian Vol 8, No 4 (2010): Analisis Kebijakan Pertanian
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/akp.v8n4.2010.339-361

Abstract

Implementasi kebijakan perberasan yang efektif menyebabkan tujuan kebijakan perberasan tercapai. Tujuan makalah adalah  menganalisis kinerja dan perspektif kedepan implementasi kebijakan perberasan dalam Instruksi Presiden terhadap petani. Basis informasi penelitian adalah 30 orang kontak tani yang ditentukan secara pursposive sampling dari 59 kelompok tani pada  enam desa sentra produksi padi di kecamatan Sei Rampah, kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan (1) implementasi  Bantuan Langsung Benih Unggul, pupuk bersubsidi dan perbaikan jaringan irigasi tidak efektif, sebaliknya implementasi Harga Pembelian Pemerintah efektif, dan (2) implementasi kebijakan yang tidak efektif menyebabkan kelangkaan pupuk, pemupukan berimbang tidak tercapai, terjadi peningkatan biaya produksi dan konversi lahan sawah. Kebijakan strategis yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah (1) membangun dan memperbaiki jaringan irigasi, (2) mengawasi distribusi pupuk bersubsidi, (3) membeli langsung gabah petani, (4) menaikkan harga pembelian pemerintah, (5) mendorong peningkatan kinerja penyuluh pertanian lapangan, dan (6) memberikan bantuan benih unggul kepada petani 25 kg per ha.
Agricultural Development in Indonesia: Current Problems, Issues, and Policies Joyo Winoto; Hermanto Siregar
Analisis Kebijakan Pertanian Vol 6, No 1 (2008): Analisis Kebijakan Pertanian
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/akp.v6n1.2008.11-36

Abstract

After around a decade since the Asian Financial Crisis, the Indonesian economy has still experienced a relatively slow growth. The growth has tended to increase, but is considerably lower than that of the pre-crisis era. With a relatively low level and the quality of growth, the high rates of unemployment and poverty have been difficult to reduce. Despite its potential role of reducing the rates of poverty and unemployment, agricultural growth and rural development have yet tended to be stagnant. Development efforts, on both agriculture and non-agriculture, have still been concentrated in Java whereby land availability is very limited. The problems of poverty and unemployment seem to have intensified less-sustainable agricultural practices, giving rises—at least partially—to more land degradation and threats to water sustainability. To overcome the problems, the country needs sound/comprehensive agricultural and rural development policy. Effectiveness of such policy in overcoming the problems would depend much on the integration of serious efforts to enhance agricultural productivity as well as to improve rural infrastructure and social-economic institutions. 
Kredit Ketahanan Pangan dan Energi: Implementasi dan Persepsi oleh Petani Padi Iman Widhiyanto; Nunung Nuryartono; nFN Harianto; Hermanto Siregar
Analisis Kebijakan Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Analisis Kebijakan Pertanian
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/akp.v15n2.2017.99-112

Abstract

Agricultural sector is the government’s priority through fiscal policies. One of the policies implemented is the interest rate subsidy for Food and Energy Security Credit Program (KKP-E). Some Banks had been appointed and in collaboration with the government to provide KKP-E. KKP-E program had lower interest rate than the market rate and it was expected that the farmers could access it. KKP-E was intended to meet the needs of agricultural equipment and farm inputs purchase. Since the program rolled out from 2008 to 2015, the implementation of KKP-E was below the credit limit. This study aimed to analyze the KKP-E implementation, farmers’ perspectives of KKP-E, and change from KKP-E to KUR (People’s Business Credit) for Agricultural Sector. Results of the study showed that KKP-E disbursement was relatively low. KKP-E distribution channels needed enhancement and the credit could not satisfy all farm business. Farmers did not receive KKP-E from the bank on time. Continuity of subsidized credit was important for farmers. Basic scheme of KKP-E program should be applied to KUR for Agricultural Sector. The government and the Banks need to be more actively in socializing the program, to improve financial education, to utilize more advanced technology, and to simplify bureaucracy. AbstrakPemerintah berusaha untuk membangun sektor pertanian melalui berbagai instrumen kebijakan fiskal. Salah satu kebijakan yang telah digulirkan adalah subsidi bunga Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E). Pemerintah bekerjasama dengan bank pelaksana menyediakan KKP-E. Petani diharapkan dapat mengakses KKP-E karena tingkat bunganya lebih rendah dari pasar. KKP-E digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembelian peralatan pertanian dan input usaha taninya. Sejak digulirkan pada tahun 2008 sampai dengan 2015, realisasi penyaluran KKP-E masih jauh di bawah plafon kredit, dan realisasi subsidi bunga tidak efisien pada tahun-tahun awal digulirkannya subsidi bunga KKP-E. Penelitian ini bermaksud menganalisis secara diskriptif implementasi KKP-E, perspektif usaha tani terhadap KKP-E, dan perubahan KKP-E menjadi KUR (Kredit Usaha Rakyat) sektor pertanian. Data di lapangan menunjukkan bahwa jangkauan KKP-E masih rendah, saluran distribusi KKP-E perlu ditambah, terjadi fungibility penggunaan KKP-E, pinjaman KKP-E belum dapat memenuhi semua kebutuhan usaha tani, dan pencairan KKP-E masih lama dan tidak tepat waktu. Usaha tani menginginkan agar skim kredit dengan subsidi bunga dapat dilanjutkan di masa yang akan datang. Kemudahan-kemudahan yang ada pada KKP-E hendaknya diterapkan pada KUR sektor pertanian. Pemerintah bersama bank pelaksana perlu lebih masif melakukan sosialisasi dan edukasi keuangan dengan memanfaatkan teknologi yang lebih maju dan menyederhanakan birokrasi. 
Co-Authors . Lukytawati . Mahyuddin ., Harianto AA Sudharmawan, AA Abitur Asianto Adhitya Wardhana Adis Imam Munandar Adler H. Manurung Adler Haymans Manurung Affendi Anwar Agus Lukman Hakim Ahmad Aris, Ahmad Ahmad Naufaldy Pasaribu Ahmad, Fahmi Salam Aini Nurachman Dini Akbar, Chaeka Fitria Ramadhania Akbar, Dudi Duta Akhmad Fauzi Akhmadi Akhmadi Alim, Muhammad sahirul Alla Asmara Alya Dinda Nurrahmi Amzul Rifin Andam Dewi Andrea Emma Pravitasari, Andrea Emma Anggelina Delviana Klau Anny Ratnawati Aprilia Sukmawati Apriyana, Alfin Ardila, Fitri Aning Dwi Ardina Puspitasari Arham Rivai Ari Binuko Arief Darjanto Arief Daryanto Arief Daryanto Arif Imam Suroso Arif Naldi Aris, Diba Anggraini Aristo Purboadji ASEP SAEFUDDIN Asirin, Asirin Astoeti Wahjoe Widiarti Avianto, Wahyu Aviliani Aviliani Azis, Muh. Ikhsan Aziz, Lukmanul Hakim Azizah B D Nasendi Baba Barus Bagio Baida Soraya Bambang Juanda Bandono, Bayu Basyid Ahmad Bayu Bandono Benar Darius Ginting Benny Kurniawan Boedi Tjahjono Bonar M Sinaga Bonar M Sinaga, Bonar M Bonar M. Sinaga Bonar Marulitua Sinaga Bronson Marpaung Bunasor Sanim Bungaran Saragih Bungaran Saragih Bustanul Arifin D. S. Priyarsono D. S. Priyarsono Dahri Dahri Darmawan, Indra Darsono . Deddy S. Bratakusumah Dedi Budiman Hakim Desi Maryanti Diana Septiningrum Diana Septiningrum, Diana Dikky Indrawan Dirga, Satria Prawira Ditha Mangiri Djajuli, Idja Dodik Ridho Nurrochmat Dominicus Savio Priyarsono Dudi S. Hendrawan Dwi Haryono Dwi Suprastyo DWI SURYANTO Dyan Vidyatmoko Dyan Vidyatmoko E. Batara Manurung E. Gumbira-Sa’id Ebed Hamri Eddi Wahyudi, Eddi Eddy Silamat Eduart Wolok Edwin Mahatir Muhammad Ramadhan Eka Intan KP Eka Intan Kumala Putri Eko Wahyu Nugrahadi Endah Murniningtyas Endah Murniningtyas ENDANG SUHENDANG Endriatmo Soetarto Eri Susanto Hariyadi Eri Susanto Hariyadi, Eri Susanto Eriyatno . ERLINA Erlina Erlina Erliza Noor Ernan Rustiadi Erwin Susanto Sadirsan Evi Lisna Evita H. Legowo Fahriyah Fahriyah Faizal Irvansyah Faizul Mubarok Farida Farida Fauzi, Firman Fazri, Muhammad Febriyana, Alfonsia Ferry Ardiansyah Ferry Syarifuddin Ferry Syarifuddin Ferry Syarifuddin Fitria Yuliani Fitriana, Rizqi Gonarsyah, Isang Gustiyan Taufik Mahardika Hadi, Setia Hadiwidjaja, Rini Dwiyani Hakim, Dedi Budiman Hani Laksono Hannoeriadi A., Ivan Hapsari, Umi Indah Harahap, Muhammad Syafril Hardinsyah Hariandja, Nancy Megawati Harianto Harianto Harianto . Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Hastori, . Hendri Tanjung Hendro Sasongko Hendro Sasongko Heni Hasanah Hermawan, Rachmad Heru Kustanto Hery Setiawan Heti Mulyati I Gusti Putu Wigena I Wayan Mangku I Wayan Nuka Lantara Ichsan Ichsan, Aulia Idqan Fahmi Ilham, Nyak Ilham, Nyak Illah Sailah Imam Teguh Saptono Imam Teguh Saptono Iman Widhiyanto Iman Widhiyanto Indra Darmawan Indra Gunawan Indra Gunawan Indraprahasta, Galuh Syahbana Ingratubun, Muhammad A Ingrit, Ingrit Irfan Syauqi Beik Isang Gonarsyah Ismail, Ahmad Faizal Ivan Hannoeriadi A. Iyan Anriansyah Jajang Jajang Johan Firmansyah Joko S. Usman Jonahar Joyo Winoto Joyo Winoto, Joyo Kadar, Laila Kodrat Wibowo Kusnadi - Kustanto, Heru Lala M Kolopaking Latuconsina, Olivia CH Limetry Liana Mey Limetry Liana, Limetry Liston Siringo Ringo Lokot Zein Nasution, Lokot Zein Lukman M. Baga Lukytawati Anggraeni Lukytawati, . M Parulian Hutagaol M Parulian Hutagaol M. Bobby Afif Nasution M. Husein Sawit M. Ilham Riyadh M. Parulian Hutagaol M. R. Yantu M. Said Didu M. Suryadinata, M. Suryadinata M. Syamsul Maarif Machfud Machfud Machmud, Musdhalifah MANGARA TAMBUNAN Mangara Tambunan Mangasa Augustinus Sipahutar, Mangasa Augustinus Manuwoto, Manuwoto Marpaung, Lenny Romauli Martua Eliakim Tambunan Marulitua Sinaga, Bonar Maulana, Muhamad Neko Maulana, Tubagus NA Megasari, Debbie Minesa, Punti Moch Hadi Santoso Moch. Hadi Santoso Moch. Hadi Santoso Mochammad Imron Awalludin Mohammad Nur Hadi Mudinillah, Adam Muhammad Arief Dirgantoro Muhammad Fazri Muhammad Fazri Muhammad Firdaus muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Nanang Prayudyanto Mulya E. Siregar Mulya E. Siregar Mulya E. Siregar Mulya Siregar Murti, Prima Puspita Indra Nadiah Hidayati Nashwari, Inti Pertiwi Nasution, Sahruddin Naufaldy Pasaribu, Ahmad nFN Sudradjat Nila Rifai Nimmi Zulbainarni nirdukita ratnawati, nirdukita Nugroho Setyo Utomo Nunung Kusnadi Nunung Nuryartono Nur Hasanah Nur Hasanah Nurcahningsih, Astrika Erlin Nurcahyaningsih, Astrika Erlin Nurlaila Firdani Fajri Nyak Ilham Nyak Ilham Oktovianus Pantjar Simatupang Parulian Hutagaol Perdana Wahyu Santoso Permadi, Hengki Petrus F.T.P. Tampubolon Prabono Roeshardianto Pratikto Winardi Bakhram Prima, Ghaniy Ridha Purwanta, Putri Ayu Purwoko, Agus Putri, Rizavia Mardhika R Marsuki Iswandi R Susila, Wayan Rachmat Pambudy Rahmanta Rahmanta Rahmanta, Rahmanta Ranti Wiliasih Renaldo Prima Sutikno Rezki Erdian Ries Wulandari, Ries Rifki Ismal Rina Oktaviani Rina Oktaviani Rina Oktaviani Rina Oktaviani Rini Dwiyani Hadiwidjaja Riny Kusumawati Ristianto Pribadi Ristiyanto, Nirwan Ristiyanto, Nirwan Riyanto Riyanto Rizal Rahman H. Teapon Rizavia Mardhika Putri Roeshardianto, Prabono Roy Sembel Roy Sembel Rulhendri Rulhendri Safrida . Sajudi, Aditya Santun R.P. Sitorus Sarma, Ma’mun Satriadi, Dharma Sekarlaras, Amanda Fortuna Arum Sembel, Roy H. M. Setia Hadi Setia Hadi Setiadi Djohar Setiawan, Andi Sinaga, Jovan Siregar, Mulya E Siti Aida Adha Taridala Situmorang, Kaspar Sjafri Mangkuprawira Sofyan Sjaf Sri Hartoyo Sri Hartoyo Sri Mulatsih Sri Mulatsih Sri Nuryanti Sri Wahyuni Stephen Thenu Sugema, Iman Sugeng Budiharsono Sugimin Pranoto Sugiyanto Sugiyanto Suhardiono, Suhardiono Sul, Suliamin Kasnar Suprehatin Surjono H. Sutjahjo Surtiati Surtiati Surya Abadi Sembiring Suryaningsih, Widiani Sutikno, Renaldo Prima Sutriono Edi Suwarno Suwarno Suwinto Johan Syahbana, Galuh Syahrir, Azhar Syaiful . Syaiful Syaiful Syaiful Syaiful Syamsul Arifin Syamsul Hidayat Pasaribu Syamsul Ma'arif Syarifuddin, Ferry Syarifuddin, Ferry Syauqi, Muhamad Sylvia Sandyazmara Devi Tanti Novianti Taofiq Rachmat Tatik Mariyanti, Tatik TB Nur Ahmad Maulana Tb. N Ahmad Maulana, Tb. N Ahmad Tony Irawan Trias Andati Trias Andati Trias Andati Trias Andati Trias Andati Trias Andati Trias Andati Trias Andati Tubagus Nur Ahmad Maulana Tubagus Nur Ahmad Maulana Tubagus Nur Ahmad Maulana Tutut Sunarminto Usman - Vidyatmoko, Dyan Wibisono, Afrid Widhiyanto, Iman Widyastutik Winardi Winardi Winardi Winardi Winardi, Winardi Winoto, Joyo Wiwiek Rindayati Wonny A. Ridwan Wulandari Kuswahariani Wulandari, Lita Wurdaningsih Yantu, M. R. Yati Nuryati Yenna Sri Mardiana Yulismi, Yulismi Yusman Syaukat Yusman Syaukat Z. Karim, Taufik