Claim Missing Document
Check
Articles

Folklore in the Development of Tourism Based on Story Telling of Karo Culture in Dokan Village Sinulingga, Jekmen; Tampubolon, Flansius
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.2791

Abstract

This article entitled “Folklore of Karo in the Development of Storytelling-Based Cultural Tourism in Dokan Village” was researched by Folklore approach. This study formulates 2 problem formulations, namely the form of an inventory of Karo folklore and cultural values for the development of cultural tourism in Dokan Village, and the role of Karo Folklore in the development of cultural tourism in Dokan Village, which is beneficial for the development of cultural tourism in the Karo area. The method used in this study is qualitative paradigm of ethnographic model developed by spreadly applies 12 steps of observation and 12 steps of interview. The findings this study are expected to be benefit Karo community as  a culture owners, researchers, and students who want to explore the folklore of Karo community and the development of cultural tourism in Dokan Village.
TRADISI BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL MANGGOTIL EME PADA MASYARAKAT BATAK TOBA DI DESA SIGAPITON KECAMATAN AJIBATA KABUPATEN TOBA : KAJIAN TRADISI LISAN Vero Risnawati Limbong; Robert Sibarani; Jekmen Sinulingga
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v2i2.86

Abstract

Skripsi ini berjudul “TRADISI BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL MANGGOTIL EME PADA MASYARAKAT BATAK TOBA DI DESA SIGAPITON KECAMATAN AJIBATA KABUPATEN TOBA : KAJIAN TRADISI LISAN”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana tradisi manggotil eme, tahapan ritual dalam pelaksanaan manggotil eme, dan kearifan lokal dalam pelaksanaan manggotil eme. Teori yangdigunakan untuk menganalisis data penelitian ini adalah metode interaktif. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah tradisi manggotil eme dilakukan secara tradisional oleh masyarakat desa Sigapiton Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba yang dibuat oleh Raja na Opat (Raja Bius). Tahapan dan Ritual dalam pelaksanaan manggotil eme terdiri dari tahapan awal, ritual pelaksanaan, dan tahapan akhir. Serta kearifan lokal dalam pelaksanaan manggotil eme ini adalah kearifan lokal gotong royong (marsiadapari).
Analisis Semiotika pada Busana Wanita dalam Pernikahan Adat Karo Purba, Raysa; Apuilina, Theresia Widya; Sinulingga, Jekmen
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11747

Abstract

Pengantin wanita masyarakat Karo menggunakan uis beserta berbagai perlengkapan atau aksesoris selama proses pernikahan adat suku Karo. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana fungsi dan makna dari masing-masing perlengkapan busana yang dipakai oleh pengantin wanita pada pernikahan adat Karo. Penelitian ini menerapkan teori semiotik dalam menganalisis busana pengantin wanita melalui kajian pustaka. Teori yang diterapkan merupakan teori yang diungkapkan oleh Ferdinand de Saussure. Hasil penelitian diuraikan secara deskriptif. Semua jenis perlengkapan yang digunakan oleh pengantin wanita dalam pernikahan adat Karo saling memiliki makna yang berkaitan erat satu sama lain. Perlengkapan yang dipakai pengantin wanita seperti tudung mbiring, uis julu, emas sertali dan kodong-kodong.
Kain Tenun Tradisional: Warisan Budaya dan Industri Kreatif Ulfa, Sarlia; Sinulingga, Tania Erlikasna br; Sinulingga, Jekmen
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11780

Abstract

Kebudayaan nasional menjadi pilar identitas bangsa Indonesia, menopang budi daya rakyat, dan meningkatkan derajat kemanusiaan. Kain tenun tradisional, seperti Kain Tenun Ikat Sumba NTT, Kain Tenun Bali, dan Kain Tenun Sutera Wajo, mencerminkan kekayaan budaya dari berbagai daerah. Penelitian ini mengeksplorasi keberlanjutan industri kain tenun, mengidentifikasi tantangan pengrajin terkait pelestarian budaya, globalisasi, peran generasi muda, dan tren desain modern. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan studi literatur sebagai sumber data utama. Hasil penelitian mengungkapkan dinamika produksi, distribusi, dan nilai budaya yang membedakan setiap jenis kain tenun. Tantangan globalisasi, perubahan tren, dan keterlibatan generasi muda diidentifikasi, namun strategi pengembangan, seperti diversifikasi produk dan kolaborasi industri, terbukti efektif. Rekomendasi kebijakan meliputi penguatan perlindungan hak kekayaan intelektual, insentif pemerintah, dan pengembangan pusat pelatihan. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pemahaman dan mendukung keberlanjutan industri kain tenun sebagai bagian integral dari warisan budaya dan ekonomi kreatif Indonesia.
Gotong Batak-Simalungun: Sebuah Kajian Semiotika Sosial Fahmi, Lisan Shidqi Zul; Saragih, Cristien Oktaviani; Sinulingga, Jekmen
LOKABASA Vol 15, No 1 (2024): April 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i1.69621

Abstract

Masyarakat Batak-Simalungun memiliki paheian (pakaian adat) yang berbeda dengan puak (sub-etnis) Batak lainnya. Salah satunya ialah gotong, yaitu penutup kepala pelengkap paheian bagi kaum pria. Gotong inilah yang menjadi objek penelitian dengan fokus kajian  pada bentuk, fungsi, makna, serta aturan penggunaannya. Penelitian ini bersifat kualitatif, yang hasilnya diuraikan secara deskriptif melalui perspektif semiotika Charles Sanders Pierce, yang membagi tiga unsur sistem tanda: tanda/representasi (sign), objek/referensi (object), dan makna/pemaknaan (interpretant). Teknik penelitian dilakukan melalui observasi serta studi dokumentasi, dengan data pendukung berupa hasil wawancara dan studi literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa gotong secara egaliter berbentuk tikkal, yaitu kerucut yang runcing di bagian depan, sebagai simbol kepemimpinan, kedewasaan, dan ketuhanan. Aksesoris pada gotong meliputi: (1) doramani yang memiliki variasi jumlah ganjil, dari tujuh, lima, tiga, hingga satu; (2) rantei gotong (sambolah pagar); (3) heper-heper; dan (4) rudang hapias. Masing-masing aksesoris merepresentasikan kedudukan, yang dapat dikenakan oleh keturunan harajaon (kerajaan), pejabat pemerintahan dan lembaga/organisasi, serta masyarakat di wilayah adat Batak-Simalungun pada acara-acara tertentu.
Gorga Carving Art is A Creative Product of Economic Value to Increase Youth Production in Pansur Napitu Village, Siatas Barita District, North Tapanuli Regency Tampubolon, Flansius; Sinulingga, Jekmen
Journal of Community Research and Service Vol 8, No 1: January 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v8i1.50871

Abstract

This dedication aims to overcome the decline in youth's interest and understanding of gorga carving in Pansur Napitu Village and develop the economic potential of traditional art. This decline in interest is due to a lack of knowledge, skills, and understanding of the economic value of gorga carving. This proposal will actively engage youth through training and empowerment programs. Training will focus on an introduction to gorga carving, carving techniques, and the application of creative design. Youth will be given knowledge about cultural values, history, and the importance of preserving the art of gorga carving. In addition, youth will be trained in aspects of product development and marketing. They will be taught about the use of quality materials, the development of attractive designs, and effective marketing strategies. With this understanding, the youth in Pansur Napitu Village will be able to produce gorga carving products that have high economic value. In implementing the program, cooperation with local governments, cultural institutions, and creative industry players will be a key factor. Support and synergy with related parties will facilitate access to resources, market opportunities, and networks that can support the development of gorga carving products, Program evaluation and monitoring will be carried out regularly to measure the success and impact that has been achieved. With effective training and empowerment, it is expected that the youth's interest in gorga carving will increase, their skills will be improved, and creative products of economic value will be produced, thus having a positive impact on the youth and the Pansur Napitu Village community.
RUMA BOLON BATAK TOBA SEBAGAI WARISAN BUDAYA DAN TANTANGAN PELESTARIANNYA DI ERA MODERN Sinulingga, Jekmen; Siallagan, Intan putri; Mery Grace Jenita; Sitorus, Oliviya Sera; Silaban, Immanuel
Parataksis: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Parataksis: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/parataksis.v8i1.18108

Abstract

Dalam artikel ini akan membahas Ruma Bolon Batak Toba sebagai warisan budaya dan tantangan pelestariannya di era modern. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan analisis data yang dipakai adalah survey literatur yang berasal dari artikel jurnal. Hasil dari penelitian ini ditemukan nilai budaya Ruma Bolon terbagi atas nilai arsitektur tradisional, nilai sosial dan spiritual, dan nilai filosofi dan adapun tantangan pelestarian di era modern terdiri atas modernisasi dan perubahan gaya hidup, urbanisasi dan alih fungsi lahan, biaya perawatan dan restorasi yang tinggi, globalisasi dan pengaruh budaya luar, minimnya dukungan dari pemerintah dan lembaga budaya, kurangnya kesadaran dan edukasi, persaingan dengan pariwisata modern. Dari tantangan tersebut kemudian dimunculkan strategi pelestarian rumah bolon seperti, penguatan kesadaran dan pendidikan budaya, pendekatan ekonomi berbasis komunitas, digitalisasi dan dokumentasi budaya, pendekatan kebijakan dan regulasi, inovasi dalam desain dan fungsi rumah bolon, dan penelitian dan pengembangan berkelanjutan.
Nilai Kedamaian Dan Kesejahteraan Pada Makna Gerga Yang Terdapat Dalam Rumah Adat Siwaluh Jabu Etnik Batak Karo: Kajian Kearifan Lokal sinulingga, jekmen; Siahaan, Wahyu Satria Boy; Panjaitan, Santi Monica Entelina; Tarigan, sarah nathasia; Silaban, Immanuel
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6423

Abstract

Penelitian ini membahas nilai-nilai kedamaian dan kesejahteraan yang tercermin dalam makna gerga yang terdapat pada rumah adat Siwaluh Jabu, yang dimilik masyarakat etnik Batak Karo. Rumah adat ini bukan hanya sekadar tempat tinggal, melainkan juga simbol kearifan lokal yang menggambarkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengungkap makna simbolis dan filosofi gerga dalam tradisi masyarakat Karo.Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerga mengandung pesan moral yang kuat mengenai solidaritas, gotong royong, dan keadilan sosial. Nilai-nilai tersebut mencerminkan upaya menciptakan kedamaian dalam hubungan antarmanusia serta kesejahteraan melalui kebersamaan. Selain itu, rumah adat Siwaluh Jabu merepresentasikan kearifan lokal yang mampu menjadi inspirasi dalam membangun harmoni di tengah kehidupan modern yang semakin kompleks.Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya lokal serta menjadi referensi dalam upaya mengintegrasikan nilai-nilai tradisional ke dalam kehidupan masyarakat saat ini.
Struktur Atap Rumah Bolon pada Etnik Batak Toba Kajian: Semiotika Sibarani, Tidora Putri; Situmorang, Putri Adelina; Marpaung, Jonathan Halomoan; Sinulingga, Jekmen; Silaban, Immanuel
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v13i2.8497

Abstract

Penelitian ini mengkaji struktur atap rumah Bolon pada masyarakat Batak Toba melalui pendekatan semiotika. Rumah Bolon, sebagai representasi budaya Batak Toba, mencerminkan nilai-nilai sosial, spiritual, dan estetika yang terintegrasi dalam desain arsitekturalnya. Atap, sebagai elemen kunci, tidak hanya berfungsi secara struktural tetapi juga memiliki makna simbolis yang dalam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika interpretatif, melakukan observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, dan studi dokumentasi di wilayah inti pemukiman Batak Toba. Penelitian ini menggunakan analisis semiotika untuk mengungkap tanda-tanda yang terdapat pada bentuk dan ornamen atap, serta bagaimana mereka berkontribusi pada identitas budaya Batak Toba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur atap rumah Bolon mencerminkan hierarki sosial dan filosofi kehidupan masyarakat Batak Toba. Tujuan analisis struktur atap rumah bolon Etnik Batak Toba dalam kajian semiotika adalah untuk memahami makna simbolis yang terkandung dalam desain bentuk atap.Variasi bentuk atap, seperti atap limas dan atap perisai, tidak hanya menunjukkan keindahan estetis, tetapi juga memiliki arti mendalam terkait dengan tradisi dan kepercayaan lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami kompleksitas arsitektur tradisional sebagai sistem komunikasi budaya yang dinamis, serta menegaskan signifikansi pendekatan semiotika dalam mengeksplorasi warisan budaya arsitektur Batak Toba
Analisis Perbandingan Cerita Rakyat Si Beru Dayang Etnik Batak Karo dan Page Pulut Etnik Batak Pakpak: Kajian Sastra Bandingan dalam Konteks Pembelajaran Bahasa dan Budaya Lokal Sinulingga, Jekmen; Simamora, Devina C; Batubara, Monika Uli; Manullang, Doan Yohannes
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v14i1.9125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan dua cerita rakyat dari dua sub-etnis Batak, yaitu Si Beru Dayang dari etnik Karo dan Page Pulut dari etnik Pakpak, melalui pendekatan sastra bandingan. Cerita rakyat merupakan bagian penting dari tradisi lisan yang merefleksikan nilai-nilai moral, norma sosial, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini memanfaatkan analisis struktural dan intertekstual untuk mengkaji unsur tema, tokoh, alur, latar, serta pesan budaya dan pendidikan yang terkandung dalam kedua teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua cerita mengandung pesan-pesan moral seperti pengorbanan, kerja keras, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Selain itu, simbol-simbol budaya dalam cerita juga merepresentasikan identitas dan pandangan hidup masyarakat Batak Karo dan Pakpak. Perbandingan ini mengungkapkan bagaimana nilai-nilai lokal direpresentasikan dalam narasi yang khas dan kontekstual. Oleh karena itu, kedua cerita rakyat ini sangat relevan untuk dijadikan sumber pembelajaran dalam pendidikan bahasa dan sastra, terutama dalam konteks penguatan pendidikan karakter dan pelestarian budaya lokal berbasis kearifan tradisional.
Co-Authors Afrilla, Shafa Della Al Trio Boy Beyto Lumban Gaol Alpiani Lubis Alya Saqinah Apuilina, Theresia Widya Aritonang, Rebecca Saulina Artika, Mutiara Romi Asni Barus Asriaty R. Purba Asriaty R. Purba Ayu Andari Nainggolan Baharuddin Baharuddin Bahri, Melati Nifri Bancin, Rasefi Lestarina Barus, Emelia br Batubara, Monica Batubara, Monica Uli Batubara, Monika Uli Bento Reymondo Sirait Butar-Butar, Bertha Buulolo, Dwi Utama Emanueli Damanik, Oleg Isuando Damanik, Ramlan Daniel Permadi Marbun Depari, Edi Dinda Syabrina Dirham Pasaribu Edi Winarto Sihombing Endang Hutasoit Entelina, Santi Monica Ethelin, Santi Monica Fadlin Fadlin Fahmi, Lisan Shidqi Zul Febbylia Dwi Flansius Tampubolon Fransiska, Natalia Gea, Ester Giawa, Puji Syukur Ginting, Rendy Gulo, Filtri Marni Gultom, Frendy Hendrico Gultom, Pelix Gabriel H, Nazwa Rivasha Harahap, Cory Amelia Hardio Hasugian Harefa, Evelina Harefa, Eveline Harniko, Jefri Hasugian, Yulianti Br Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Hum, M. Hutagalung, Faivh Hutagalung, Irfan Hutagalung, Irfan Hamonangan Hutahaean, Enjel Hutajulu, Bella Angelica Br Hutajulu, Delma Novia D Hutauruk, Febri Ola Hutauruk, Yesika Immanuel Pedro Hutagalung Islamy, Mutiara Istahsina, Fadia Nur Jamorlan Siahaan Jamorlan Siahaan Jefri Harniko Pasaribu Julius Renaldi Tampubolon Karosekali, Emmya Kristina br Khairani, Riva Khairiyya, Nadhira Lastiur Sinaga Limbong, Raihan Ghani Alghifary Lubis, Balqis Azwar Lusiani Sitorus Mahulae, Grecya Elisabeth Malau, Sarah Porman Hatioan Marcelina Manik, Fransiska Manik, Priska Ulina Setriani Manro Berutu Manullang, Doan Yohanes Manullang, Doan Yohannes Manurung, Deny Marojahan Manurung, Evita Manurung, Lasmaria Manurung, Yohana Afriani Margareth, Ruth Anggina Marpaung, Jonathan Halomoan Martaria Naibaho Mery Grace Jenita Naibaho, Dewes Agustina Naibaho, Dina Natalia Br Nasrani, Mita Natasya, Sarah Nathasia Br Tarigan Nst, Nia Masniari Nurbi, Nurbi Pakpahan, Angeli Pakpahan, Elysa Masdalifah Pakpahan, Siti Annisah Pandiangan, Johannes Panjaitan, Novita Marlina Panjaitan, Santi Monica Entelina Parasian, Nehemia Anugrah Pardede, Billy Christian Pardede, Daniel Stephen Pardede, Renita Cristin Pasaribu, Eva Pasaribu, Friska Yulianti Pasaribu, Jefri Harniko Pasaribu, Niken Kirey Puji, Puji Syukur Giawa Purba, Anggriano Purba, Asriaty Purba, Asriaty R Purba, Asriaty R. Purba, Raysa Purba, Roma Hotni Uhur r purba, asriaty Rachel, Hilda Aura Safitri Rasmi Rasmi, Rasmi Ritonga, Salsabila Amelia Robert Sibarani, Robert Roma Hotni Uhur Purba Rosita Ginting Rozanna Mulyani Sagala, Erosima Saragi, Mery Grace Saragi, Mery Grace Jenita Saragih, Cristien Oktaviani Saragih, Dinda Apriani Sekali, Emmya Kristina Br Karo Sekali, Emmya Kristina Karo Sembiring, Sugihana Sembiring, Teresia Anjelina Siagian, Anggi Novita Siagian, Fitri Yanna Siagian, Samuel Alexander Siahaan, Ayu Siahaan, Jamorlan Siahaan, Patrick Siahaan, Rachel Pratiwi Siahaan, Wahyu Satria Boy Siallagan, Intan Putri Sianipar, Trynanda Sibarani, Thomson Sibarani, Tidora Putri Sibarani, Tomson Siboro, Bintang Efraim Sigiro, Doni Sigiro, Dony Sihombing, Jessica Valencia Sihombing, Patar Kristian Sihombing, Sulastri Tiur L. Sihotang, Alexander Sihotang, Anggraeni Permata Sihotang, Kristina Sijabat, Carissa Margaret Silaban, Immanuel Silaban, Joyce Silaban, Ridho Wahyu C Silaban, Robin M Silitonga, Mega Uli Arta Simamora, Aprianto Simamora, Devina C Simamora, Eveline Simamora, Eveline Mangerbang Simangungsong, Depi Simangunsong, Martin Simanjuntak, Jolie Rachel Simanjuntak, Reydwinata Simanjuntak, Sulthan Abdharu Simanjutak, Sadrak Simarmata, Tioara Monika Simatupang, Nori Marta M Br. Simatupang, Nori Marta Marsalina Br. Simbolon, Marta Enjelina Simbolon, Nada Christin Simbolon, Selvi Sinaga, Angelica Sinaga, Boy Dapot Ganda Tua Sinaga, Lastiur Sinaga, Parade Sinaga, Warisman Sinulingga, Tania Erlikasna br Sinulingga, Theresia Margaretta Sipayung, Jay Benhard Novrijal Sirait, Lenni Herawati Sirait, Naomi Sephania Sirait, Yuyun Efraim Siregar, Anita Mawarni Siregar, Arjuna Junifer Siregar, Eka Silviana Siregar, Helda Siregar, Nomi Supitri Siregar, Slamet Halomoan Sitanggang, Binarwan Halim Sitanggang, Johanes Sitepu, Natanael Sitinjak, Ornelia Sitinjak, Willy Panahatan Sitompul, Yulia Saftania Sitorus, Olivia Sera Sitorus, Oliviya Sera Situmorang, Najwa Zafira Situmorang, Putri Adelina Situmorang, Putri Adelina Br Situmorang, Rahel Theresia Rodame Situmorang, Revelina Stephanie Grace Ester Harahap Switno Rajagukguk Tambunan, Abel Rotua Tambunan, Putri Indah Agustina Tambunan, Wati Tampubolon, Aditia Tampubolon, David Hasudungan Tampubolon, Flansius Tampubolon, Juwita Paramita Tampubolon, Rahul Betran Tarigan, Adam Wijaya Tarigan, May Grace Karennina Tarigan, sarah nathasia Tarigan, Sarah Nathasia Br. Tifany Tioara Monika Simarmata Togatorop, Julhayati Torang Naiborhu Toruan, Khaterine A. Lumban Trynanda Sianipar Ulfa, Sarlia Valencia, Rachel Vero Risnawati Limbong Warisman Sinaga