Claim Missing Document
Check
Articles

Hikmah Menutup Aurat dalam Islam: Tinjauan Sains dan Kimia Siti Ajilah Syarwan Chaniago; Dimas Rizqi; Lutfi Hariri; Dilla Rama Dina; Salwa Hakimah Defari; Nadia Dwi Salsabila; Khairiyah Ariqah; Diva Aulia Ananda; Najwa Syifa Nasution; Nurmayani Nurmayani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menutup aurat merupakan salah satu ketentuan dalam syariat Islam yang bertujuan menjaga kehormatan, kesopanan, serta kemaslahatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hikmah menutup aurat dalam perspektif Islam dengan pendekatan sains dan kimia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah seperti buku dan jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa menutup aurat tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga memberikan manfaat ilmiah bagi kesehatan manusia. Dari perspektif sains, pakaian dapat melindungi kulit dari paparan radiasi ultraviolet, polusi lingkungan, serta membantu menjaga keseimbangan suhu tubuh. Sementara itu, dari sudut pandang kimia, pakaian berfungsi sebagai penghalang yang dapat mengurangi interaksi langsung antara kulit dengan radikal bebas, polutan, serta mikroorganisme yang dapat memicu reaksi oksidatif pada kulit. Dengan demikian, konsep menutup aurat dalam Islam menunjukkan adanya keselarasan antara ajaran agama dan ilmu pengetahuan modern.
Antara Karier dan Pernikahan: Mengapa Perempuan Berpendidikan Tinggi Menunda atau Menolak Menikah Amirah Lubis; Ayumi Amalia Sahputri; Davina Alyanti; Dewi Suci Ramadani; Habibah Ramadani Br Sebayang; Halimatussadiyah Dalimunthe; Haniyah Zahra Irwansyah; Mutia patmasari Batubara; Nurmayani Nurmayani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena penundaan pernikahan pada perempuan berpendidikan tinggi semakin sering terjadi dalam masyarakat modern. Peningkatan akses pendidikan, peluang karier, serta perubahan nilai sosial mendorong perempuan untuk memprioritaskan pengembangan diri dan stabilitas ekonomi sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena penundaan pernikahan pada perempuan karier dalam perspektif sosial serta pandangan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yaitu dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah dan literatur yang relevan mengenai perempuan karier, pendidikan, serta pernikahan dalam perspektif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa penundaan pernikahan pada perempuan karier dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain orientasi karier, tingkat pendidikan, kesiapan psikologis, serta perubahan konstruksi sosial mengenai peran perempuan dalam masyarakat. Dalam perspektif Islam, perempuan diperbolehkan untuk bekerja dan mengembangkan karier selama tetap menjaga prinsip-prinsip syariah dan tidak mengabaikan tanggung jawab moral maupun keluarga. Islam juga menekankan pentingnya kesiapan dalam pernikahan, baik secara emosional, finansial, maupun spiritual. Oleh karena itu, fenomena penundaan pernikahan tidak dapat dipandang secara negatif semata, melainkan perlu dipahami sebagai bagian dari dinamika sosial masyarakat modern yang memerlukan keseimbangan antara pengembangan karier dan pembentukan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah
Studi Literatur:  Kajian Kimia Dan Toksikologi Komponen Berbahaya Dalam Rokok, Implikasi Bagi Kesehatan Dan Perspektif Islam Tentang Haramnya Merokok Murni. M. Jannah; Nazwa. A. Sinaga; Nuraina Batubara; Nabila. H. Ulviah; Nayla. M. Aulia; Putri. D. Uthaamih; Siti Asyiah; Siti Handayani Nainggolan; Nurmayani Nurmayani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rokok merupakan sumber paparan lebih dari 7.000 senyawa kimia, termasuk nikotin, tar, karbon monoksida, benzena, formaldehida, dan logam berat yang bersifat toksik, karsinogenik, serta mutagenik. Paparan senyawa tersebut telah terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, gangguan pernapasan, dan berbagai kerusakan sistemik lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi literatur mengenai karakteristik kimia dan toksikologi komponen berbahaya dalam rokok, implikasinya bagi kesehatan manusia, serta tinjauan hukumnya dalam perspektif Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah 21 artikel ilmiah dari PubMed, Google Scholar, dan jurnal nasional yang diterbitkan antara tahun 2015–2024 dan 5 Buku digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar senyawa dalam asap rokok bekerja sebagai oksidan, iritan, dan karsinogen yang menyebabkan stres oksidatif, inflamasi kronis, kerusakan DNA, dan gangguan fungsi organ. Dari perspektif Islam, aktivitas merokok dinilai bertentangan dengan prinsip maqashid syariah terutama pada aspek hifz an-nafs (menjaga jiwa) dan hifz al-maal (menghindari pemborosan). Mayoritas fatwa ulama kontemporer juga menetapkan hukum merokok sebagai haram karena terbukti membawa kemudaratan bagi diri dan masyarakat. Kesimpulan dari telaah ini adalah bahwa rokok secara ilmiah terbukti berbahaya secara kimia dan toksikologi, menimbulkan dampak kesehatan serius, dan tidak sesuai dengan prinsip ajaran Islam sehingga merokok patut ditetapkan sebagai perilaku yang dilarang
Isra Mi‘raj dalam Perspektif Sains Kimia: Kajian atas Batas Rasionalitas Hukum Fisika-Kimia Amelia Putri; Ahmad Radhi Uzair; Anggun Irwanda Sinaga; Davina Syafitri Siregar; Indah Fitriani; Maulana Hasibuan; Nisa Silvani; Yusrah Tri Adzriani; Nurmayani Nurmayani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa Isra Mi‘raj merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam dan sering menjadi objek kajian dalam integrasi antara sains dan agama. Perkembangan ilmu pengetahuan modern, khususnya fisika dan kimia, mendorong berbagai upaya untuk memahami fenomena tersebut melalui pendekatan ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peristiwa Isra Mi‘raj dalam perspektif sains kimia dengan menyoroti batas rasionalitas hukum fisika-kimia dalam menjelaskan fenomena tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur ilmiah seperti artikel jurnal, buku akademik, dan publikasi ilmiah yang relevan dengan kajian Isra Mi‘raj, teori relativitas, serta konsep-konsep dasar fisika dan kimia. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui proses pengkajian, perbandingan, dan interpretasi terhadap berbagai temuan dalam literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa konsep dalam fisika modern, seperti teori relativitas, dilatasi waktu, dan hubungan ruang-waktu, secara teoritis dapat memberikan gambaran mengenai kemungkinan perjalanan dalam jarak yang sangat jauh dalam waktu yang singkat. Namun demikian, hukum-hukum fisika dan kimia yang dikenal dalam sains modern memiliki keterbatasan dalam menjelaskan fenomena mukjizat secara menyeluruh. Oleh karena itu, peristiwa Isra Mi‘raj dapat dipahami sebagai fenomena yang menunjukkan batas rasionalitas sains sekaligus menegaskan adanya dimensi spiritual dan transendental yang berada di luar jangkauan metode ilmiah.
Ghibah sebagai Pemicu Stres Psikologis: Tinjauan Peran Hormon Kortisol dalam Perspektif Sains dalam Islam Habsyah Nabila Putri; Nurul Aulia; Azirnic Sahra; Salsabila Hanifah; Karissa Nayla Azhara; Romi Dihardi Purba; Fajha Adinda Yahya; Muhammad Farhan Nazli; Nurmayani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ghibah merupakan perilaku membicarakan keburukan orang lain yang dilarang dalam Islam. Selain berdampak pada hubungan sosial, ghibah juga dapat memicu stres psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perilaku ghibah dengan stres psikologis melalui mekanisme hormon kortisol dengan pendekatan integratif antara sains dan perspektif Islam. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari jurnal ilmiah dan kitab tafsir. Hasil kajian menunjukkan bahwa ghibah dapat menimbulkan tekanan emosional, rasa bersalah, konflik sosial, dan kecemasan yang memicu peningkatan hormon kortisol sebagai hormon stres. Dalam perspektif Islam, larangan ghibah bertujuan menjaga keharmonisan sosial dan kesehatan mental manusia. Dengan demikian, menghindari ghibah tidak hanya bernilai ibadah tetapi juga memiliki manfaat psikologis dan kesehatan
Larangan Riba Dalam Islam: Tinjauan Al- Quran, Hadis, dan Implikasinya dalam Kehidupan Ekonomi Nurmayani Nurmayani; Zulfikri Munawir Nasution; Sirakh Surya Jati Lingga; Sri Wulan Dari; Putri Ayu Pratiwi; Muhammad Bagas Duha; Desliana Desliana; Regina Sicilia Tarigan
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riba merupakan salah satu praktik ekonomi yang secara tegas dilarang dalam Islam karena mengandung unsur ketidakadilan, eksploitasi, serta ketidakseimbangan dalam distribusi kekayaan. Larangan ini tidak hanya bersifat normatif-teologis, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang luas dalam kehidupan umat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan larangan riba berdasarkan dalil Al-Qur’an dan hadis, serta mengkaji implikasinya terhadap praktik ekonomi modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-kualitatif. Data diperoleh dari literatur tafsir, kitab hadis, karya fikih muamalah, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan tema riba dan ekonomi syariah. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengkaji landasan hukum riba, hikmah pelarangannya, serta relevansinya dalam sistem ekonomi kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan riba dalam Islam memiliki tujuan fundamental untuk menjaga keadilan ekonomi, melindungi masyarakat dari praktik eksploitasi finansial, serta mendorong sistem ekonomi yang berbasis produktivitas dan kemaslahatan sosial. Dalil-dalil Al-Qur’an menegaskan keharaman riba secara bertahap hingga mencapai bentuk pelarangan total, sementara hadis Nabi Muhammad SAW memperkuat larangan tersebut dengan memperluas cakupannya dalam berbagai bentuk transaksi. Dalam konteks modern, prinsip anti-riba diwujudkan melalui sistem keuangan syariah yang menekankan mekanisme bagi hasil, transaksi riil, serta prinsip keadilan dalam distribusi risiko dan keuntungan. Dengan demikian, larangan riba tidak hanya merupakan ketentuan hukum agama, tetapi juga menjadi fondasi etika ekonomi Islam yang berorientasi pada keadilan sosial, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat
Analisis Hukum Waris Islam: Rasionalitas Pembagian Warisan Laki-Laki Lebih Besar Dari Perempuan Anggun Mei Ivana; Seyren Jit; Wanda Suci Ramadani Hasibuan; Jesyca Stevani; Hafiza Mulia; Dian Safira; Nabila Mujiah; Rafif Khansa Hadi Batubara; Nurmayani Nurmayani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum waris merupakan salah satu aspek penting dalam sistem hukum keluarga Islam yang mengatur perpindahan kepemilikan harta dari seseorang yang meninggal dunia kepada ahli waris yang berhak menerimanya. Ketentuan pembagian warisan dalam Islam telah dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah An-Nisa ayat 11, 12, dan 176. Salah satu ketentuan yang sering menjadi perdebatan adalah perbedaan bagian warisan antara laki-laki dan perempuan, di mana dalam beberapa kondisi laki-laki memperoleh bagian dua kali lebih besar dibandingkan perempuan. Dalam perspektif sebagian kalangan modern, ketentuan ini sering dipandang sebagai bentuk ketidaksetaraan gender. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif mengenai rasionalitas dan hikmah yang melatarbelakangi ketentuan tersebut dalam hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasionalitas pembagian warisan antara laki-laki dan perempuan dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber pustaka seperti Al-Qur’an, hadis, kitab fikih klasik, buku akademik, serta artikel jurnal ilmiah yang membahas hukum kewarisan Islam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memahami konsep hukum waris Islam serta rasionalitas pembagian warisan yang terdapat di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pembagian warisan antara laki-laki dan perempuan dalam Islam bukanlah bentuk diskriminasi gender, melainkan berkaitan dengan tanggung jawab sosial dan ekonomi yang berbeda antara keduanya dalam sistem keluarga Islam. Laki-laki memiliki kewajiban memberikan nafkah kepada keluarga, membayar mahar ketika menikah, serta bertanggung jawab terhadap kebutuhan ekonomi rumah tangga. Sebaliknya, perempuan tidak memiliki kewajiban finansial tersebut. Oleh karena itu, pembagian warisan yang lebih besar kepada laki-laki dipandang sebagai bentuk keadilan distributif yang mempertimbangkan keseimbangan antara hak dan kewajiban. Dengan demikian, sistem kewarisan dalam Islam memiliki rasionalitas yang kuat dalam menjaga keseimbangan sosial serta kesejahteraan keluarga
Fenomena Childfree pada Perempuan Menikah dalam Perspektif Islam: Tinjauan Sains dan Kimia Laila Agustina; Meliana Meliana; Aulia Nurmala Sari Sikumbang; Manna Wa Salwa; Putri Fachira; Mutiara Pratiwi; Jihan Nur Asyfa Hanafi; Rizka Aulia Br Saragih; Chantika Imelia Br Sinaga; Nurmayani Nurmayani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena childfree pada perempuan menikah menjadi isu yang semakin banyak dibicarakan di masyarakat modern, terutama karena berkaitan dengan pilihan hidup, hak reproduksi, serta nilai-nilai agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena tersebut dari perspektif Islam serta ditinjau dari sisi sains, khususnya yang berkaitan dengan aspek biologi dan kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, serta sumber-sumber keislaman seperti Al-Qur’an dan hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa keputusan childfree dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ekonomi, kesiapan mental, pengalaman pribadi, lingkungan, pendidikan, serta kondisi kesehatan. Dari perspektif Islam, keberadaan anak dipandang sebagai anugerah dan bagian dari tujuan pernikahan, meskipun dalam kondisi tertentu terdapat toleransi terhadap pasangan yang tidak memiliki anak. Sementara itu, dari sudut pandang sains, penggunaan kontrasepsi sebagai salah satu upaya mendukung pilihan childfree memiliki dampak terhadap keseimbangan hormon dan fungsi reproduksi. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa fenomena childfree tidak hanya perlu dilihat dari satu sudut pandang saja, melainkan harus dipahami secara menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek agama, sosial, dan ilmiah. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan mengkaji fenomena childfree secara komprehensif melalui integrasi perspektif Islam dan sains, khususnya dalam aspek kesehatan reproduksi. Selain itu, penelitian ini juga memperkaya pembahasan mengenai childfree dengan menyoroti faktor-faktor yang memengaruhi serta implikasinya, sehingga dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya dan bahan pertimbangan dalam memahami fenomena ini secara lebih luas
Collaboration Of Families, Schools, And Communities Through Tri Education Centers To Support Creativity And Innovation In Basic Education Nurmayani; Mazaya Intan Putri; Claudia Zahra; Nurmaya Suci; Winda Julia Panena
Journal of Pedagogi Vol. 2 No. 5 (2025): Journal of Pedagogi - October
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/879y7v34

Abstract

Basic education is a crucial stage in forming the intellectual foundation, character, and skills of students. However, the orientation of education that still focuses on academic achievement makes the development of creativity and innovation less attention. This study aims to describe the collaboration between family, school, and community through the concept of Tri Center Education in supporting the creativity and innovation of elementary school students, as well as analyzing obstacles and mitigation strategies to maintain collaboration sustainability. The research method uses a qualitative approach with a case study design, involving school principals, teachers, parents, and community leaders as purposively selected informants. Data was obtained through in-depth interviews, participatory observations, and documentation studies, then analyzed with thematic techniques through coding, categorization, and triangulation of sources. The results show that family collaboration is seen in material, emotional, and ideative support; the community acts as an alternative space provider, mentor, and creative resource; while schools function as mediators that synergize both external actors. The impact of this collaboration appears in increased motivation, courage to experiment, and innovative works relevant to the socio-cultural context. Main obstacles include limited parental time, creative literacy capacity, communication gaps, limited facilities, and fluctuating commitments. Effective mitigation strategies include creative literacy training, flexible scheduling, liaison team formation, curriculum integration, external funding alliances, and participatory evaluations. In conclusion, the Tri Education Center can strengthen the creative and innovative education ecosystem if supported by systematic sustainability strategies.
Teachers’ Psychological Foundations in Enhancing Student Motivation and Creativity in Primary Schools: A Literature Review Nurmayani; Putri Adilah Rahmadani; Novia Mawla Nisa; Lutfiah Gracia; Baihaqi Alexsius Silalahi
Journal of Pedagogi Vol. 2 No. 5 (2025): Journal of Pedagogi - October
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/61bs0637

Abstract

In primary education, student motivation and creativity often remain underdeveloped despite curricular innovations. This study addresses this issue by examining the role of teachers’ psychological foundations including their beliefs about learning, motivational literacy, and creative self-concept in shaping instructional practices that foster engagement and creativity in young learners. Guided by Self-Determination Theory (SDT), the research aimed to construct and validate a conceptual framework linking teacher psychology to motivating instructional support, student engagement, and creative outcomes. A qualitative constructivist grounded theory design was employed, involving semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis. Participants consisted of primary school teachers with at least three years of experience, complemented by input from school leaders and student focus groups. Data analysis followed a coding cycle from initial open coding to theoretical integration, with triangulation and member checking ensuring trustworthiness. Findings revealed a four-stage pathway model: teacher psychological foundations, motivating instructional support, students’ need-satisfying experiences, and creative learning expressions. The results emphasize that autonomy-supportive and structured practices such as providing meaningful choices, explanatory feedback, and scaffolded open tasks significantly enhance student engagement and creativity. Moreover, teacher self-efficacy and tolerance for creative uncertainty emerged as mediators that determine whether psychological beliefs are enacted in practice.In conclusion, the study highlights that cultivating teachers’ psychological resources is essential for sustaining student motivation and creativity in primary classrooms. Professional development should therefore prioritize efficacy-building, creative identity, and integrated autonomy-supportive practices to strengthen long-term pedagogical impact.
Co-Authors , Waliyul Maulana Siregar Abdullah Munawir Nasution Abrilya, Selsy Afriadi, Putra Ahmad Radhi Uzair Aila Diayu Nursyifa Aini Riza Gambari Airyn Dwi Rezkiqa Amanda, Alisah Ambarita, Dody F. Pandimun Ambarita, Dody Feliks Pandimun Amelia Putri Amelia Rahmadhani Amelia, Sabela Amirah Lubis Anandhita, Vini Anastasia Desmeria Br Ginting Angel, Sushmita Marina Anggun Irwanda Sinaga Anggun Mei Ivana Angin, Laurensia Masri Perangin Apiek Gandamana Aristobulus Silalahi Artika, Arbiati Ashyfa Retno Anggraini asibuan, Mahfuza Zulfa Annisyah H Aulia May Dinda Aulia Nurmala Sari Sikumbang Aulya Nurfaza Br. Tarigan Ayla Azura Ayumi Amalia Sahputri Azima, Moh Fauzan Azirnic Sahra Azzahra Julaika Baihaqi Alexsius Silalahi Boby Saputra Hasibuan Br Ginting, Juni Reh Meita Br Ginting Chaniago, Sakira Azzura Chantika Imelia Br Sinaga Charissa Zahra Citra Patmasari Claudia Zahra DAITIN TARIGAN Damanik, Berta Arista Br Daulay, Nurfitri Humayro Davina Alyanti Davina Syafitri Siregar Dea Febria Br Ketare Dea Khairum Deani Salsabila DEMMU KARO-KARO Desliana Desliana Desryanti Manurung Detya Mopalanda Sianipar Dewi Pratiwi Dewi Suci Ramadani Dhea Divana Anggreni Dian Safira Dilla Rama Dina Dimas Rizqi Dina Aulia Dinda Syuhada Afriani Diva Aulia Ananda Dwi Anggina Pasha Dalimunthe Dwi Cahyani Edizal Hatmi Eka Deviani Eli Santia Elsa Febrina Harahap ELVI MAILANI ELVI MAILANI Enjel Fanita Sihombing Eounike Trifena Br Ginting ERLINDA SIMANUNGKALIT EVA BETTY SIMANJUNTAK Fadilah, Heti Fadilla Tussyah Raini Fahrur Rozi Fahrur Rozi Faisal Faisal Faisal Faisal Fajha Adinda Yahya Fathia Azzahra Nazfa Febbiazka, Karmila Febri Annisa Sella Gilang Fathir Andikha Gita Laurenza. S Gita Sundayini Sinaga Habibah Ramadani Br Sebayang Habsyah Nabila Putri Hafiza Mulia Hakim, Ulfayani Halimahtusakdiah, Halimahtusakdiah Halimatusakdiah, Halimatusakdiah Halimatussadiyah Dalimunthe Halimatussakdiah Halimatussakdiah Halimatussakdiah Halimatussakdiah Halimatussakdiah Hani, Aulia Haniyah Zahra Irwansyah Hapni Laila Siregar Harahap, Annisa Nurjannah Harahap, Friska Hasanah, Dinda Dwi HERAWATI Hilma Tsabita Hasibuan Humaya, Riti Ibrahim Gultom Imelda Free Unita Manurung Indah Fitriani Irsan Irsan Irsan Irwani, Ade Ita Khairani Ivana Septia Rahaya Jannah, Makhfirah Jannatun Jasmin Novi Ramadhani Nasution Jesika Margaretha sianipar Jessica Stephany Sirait Jesyca Stevani Jihan Nur Asyfa Hanafi Julia Cikita Sitorus Karissa Nayla Azhara Khairiyah Ariqah Khairul Usman Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Laila Agustina Lala Jelita LALA JELITA ANANDA Laurensia Masri Pa LAURENSIA MASRI PERANGINANGIN Laurensia Perangin Angin Leony Cecilia Manurung Lidia Simanihuruk Lidia Simanihuruk Liza Ayu Khairani Lutfi Hariri Lutfiah Gracia M. Fisal Madinar, Madinar Maharani, Suci Malau, Lidia Manna Wa Salwa Manurung, Imelda Free Margolang, Ridha Uli Utami Maria Magdalena Marpaung Marpaung, Maria Magdalena Marselina, Masta Maulana Hasibuan Maya Alemina Ketaren Mazaya Intan Putri Meliana Meliana Mia Ningsih Miftahul Jannah Muhammad Bagas Duha Muhammad Farhan Nazli Muhammad Rehan Murni. M. Jannah Mutia patmasari Batubara Mutiara Pratiwi Nabila Mujiah Nabila. H. Ulviah Nadhilah Syafitri Nadia Dwi Salsabila Nadine Patricia Purba Naeklan Simbolon Najwa Arisha Putri Najwa Syifa Nasution Nasution, Nisya Sazwana Nasution, Nurul Hasanah Nasution, Yusra Nasywa, Nabila Natalia Silalahi, Natalia Natasya, Feby Natasya, Fitri Nayla. M. Aulia Nazla Della Aranditha Nazwa Asti Azura Nazwa Azhara Nazwa Chelsy Bangun Nazwa Nazihah Halim Nazwa Ramadhani Nazwa. A. Sinaga Nisa Angelia Pasaribu Nisa Silvani nisaul zahra Novia Mawla Nisa Nur Afniasty Siregar Nur hasanah Nuraina Batubara Nurasnaini Nurhairani Nurhasanah Nurhasanah Nurleli Hasibuan Nurmaini, Alya Nurmaya Suci Nursholatiyah Semaya Nurul Aulia Octariani Br Manik Okmika Greselly Sembiring Okti Sheril Febriana Hutagaol Olii, Alia Fatia Zahra Onma Nikita Putri Pa, Laurensia Masri Pane, Fhazizah Dewi Pasaribu, Yusri Kurnia Pasaribu, Zuani Jesica Perangin-angin, Laurensia M. Pertiwi, Sintiya Eka Pratiwi, Adelia Prawija, Septian Prawijaya, Septian Putra Afriadi Putri Adilah Rahmadani Putri Ayu Pratiwi Putri Fachira Putri, Anggina Hasanah Putri, Zuhti Atitta Putri. D. Uthaamih Rachel Dewi Putri Silalahi Rafif Khansa Hadi Batubara Rahma Azizah Harahap Rahma Putri Inaya Harahap Rahmayani, Putri Rahmilawati, Rahmilawati Rahmita, Sherinna Alya Rasya Nazla Nasution Rati Ramalia Napitupulu Ratih Ratih Ayunda Ratno, Suyit Regina Sicilia Tarigan Rejeki Sinaga, Exsa Lanty Sri Rifaldo Chandra Manik Riri Reh Riahna Br Bangun5 Riski Ainaul Mardhiyah Riski Fatma Sofi Nasution RISMA SITOHANG Risma Sitohang Rizka Aulia Br Saragih Rizka Enjeli Situmorang ROBENHART TAMBA Robenhart Tamba Romi Dihardi Purba Rose D.O. Tambunan Rosvelly Retno Sri Amanda Hutasoit S, Gita Laurenza. Sabela Amelia Salsabila Hanifah Salwa Hakimah Defari Samuel Sianturi Santa Grace Naibaho Santia, Eli Saragih, Agusjetron Saragih, Katherine Sarah Saragih, Sri Pebriani Saskhia Rahmadani SEMBIRING, MASTA MARSELINA Sembiring, Sembiring Sepriyadi Adhan S Seyren Jit Shalsya Nazyfha Shauqiyah, Najwa Sherinna Alya Rahmita Shofiatul Izza Marpaung Siagian, Hanna Trifena Siahaan, Sio Oktaviana SIDIK SIREGAR, FAJAR Silfanny Anastasia Putri Simanihuruk, Lidia Simanjuntak, Yesika D. Simanullang, Kendedes Simbolon, Magda Simorangkir, Haya Sovia Sinaga, Aditya Dwinova Sinaga, Renti Semina Sinisuka, Kristin Sirait, Albert Pauli Sirakh Surya Jati Lingga Siregar, Arifin Siregar, Hapni Laila Siregar, Maya Indah Sari Sishilia Yaurani Sitepu, Amanda Revalona Br Siti Ajilah Syarwan Chaniago Siti Asyiah Siti Handayani Nainggolan Siti Hidayah siti rodiah Sitorus, Heliza Ayuningsi Situmorang, Joya Amelia Sofia Ayu Wandani Sorta Simanjuntak Sorta Simanjuntak, Sorta Sri Mustika Aulia Sri Wulan Dari Suci Fitria Sukma Intan Nur’aini Syahrial Syahrial Syamsuriyanti, Syamsuriyanti Syifa Nabila Lubis Tambunan, Dian Rani Emelia Tambunan, Husna Parluhutan Tarigan, Mutiara Sani Tiarnita M.S Br Siregar Tiarnita Maria Sarjani Br. Siregar Tri Wahyu Purnomo Triana, Dinie Try Wahyu Purnomo Tutur Sagala Uci Febrianti Upik Hamidah Valina Qorry Amelia Waliyul Maulana Siregar Wanda Suci Ramadani Hasibuan Wigi Ardini 'Izzati Khoirina Wildansyah Lubis Wildansyah lubis, Wildansyah Winara Winara Winara, Winara Winda Julia Panena Winda Permata Sari Silalahi Wiranda Hasibuan Yanti, Windi Yulia Helnani Nasution Yulia Lestari Wijaya Yuliana, Yana Yuni Hajar Yuni Siregar Yunita Sari Sinaga Yuricha Nadwa At tazkia Rambe Yusra Nasution Yusrah Tri Adzriani Yusuf, Liza Aulia Yuswanto Yuswanto Zahran, Muhammad Ali Athiya Zahrani, Sabina Siti Zahwa Az-zahra Alasta Selian Zainuddin, Zainuddin Zakia Rahma Zaskia Shalwa Dina Zega, Ertika Zulfikri Munawir Nasution Zulhariadi, Muhammad