p-Index From 2021 - 2026
12.26
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences BULETIN OSEANOGRAFI MARINA BERKALA FISIKA JURNAL SISTEM INFORMASI BISNIS Journal of Marine Research Journal of Tropical Soils Gaung Informatika TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Jurnal Teknik Elektro Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Caraka Tani - Agriculture Science Journal Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Jurnal Riset Kesehatan AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Folia Medica Indonesiana Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease SPASIAL Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Scientific Journal of Informatics Semesta Teknika Jurnal Kelautan Tropis Orbith : Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa dan Sosial Profetika Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Edu Elektrika Journal Edu Komputika Journal Molecular and Cellular Biomedical Sciences (MCBS) Jurnal AKP Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Jurnal Arsitektur ARCADE Indonesian Journal of Cardiology Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Indonesian Food Science and TechnologyJournal Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health IJID (International Journal on Informatics for Development) JURNAL MERCATORIA Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Jurnal Respirologi Indonesia J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Financial, Accounting, and Management Journal of Tropical Marine Science Generation Journal Abdi Masyarakat Journal of Telenursing (JOTING) Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Heart Science Journal INCARE Jurnal Ilmiah Pamenang (JIP) JURNAL ABDIMAS TRIDHARMA MANAJEMEN Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM) Buletin Peternakan Tropis (Bulletin of Tropical Animal Science) PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Narra J Jurnal Saintekom : Sains, Teknologi, Komputer dan Manajemen SRIWIJAYA JOURNAL OF ENVIRONMENT ProBisnis : Jurnal Manajemen Jurnal Bina Desa COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Teknika Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana DIMENSI: Journal of Architecture and Built Environment Mimbar Pendidikan Indonesia YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Research Trend in Technology and Management Innovative: Journal Of Social Science Research Riset Informasi Kesehatan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan International Journal of Health and Information System (IJHIS) Bisma : Business and Management Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Pinang Masak Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Jurnal Pengabdian Sosial Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (ijmus) Jurnal Polimesin Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal Arsitektur ARCADE KARIR Jurnal Ilmiah Manajemen Mantis Journal of Fisheries
Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Gracilaria gigas sebagai Biofilter Logam Berat Tembaga (Cu) pada Media dengan Salinitas yang Berbeda Yovita Noor Hidayah; Endang Supriyantini; Suryono Suryono
Buletin Oseanografi Marina Vol 8, No 2 (2019): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.975 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v8i1.19486

Abstract

Limbah hasil kegiatan industri dan pertanian memberikan efek negatif pada ekosistem perairan laut, seperti logam berat Cu. mempunyai potensi toksisitas yang tinggi terhadap lingkungan perairan. Dinding sel Gracilaria gigas memiliki polisakarida yang mampu menyerap logam Cu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan daya absorpsi Gracilaria gigas terhadap logam Cu dalam  media pemeliharaan dengan salinitas berbeda. . Metode yang digunakan adalah eksperimental  laboratoris, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan 3 pengulangan setiap perlakuan. Perlakuan menggunakan 5 tingkat salinitas  yaitu 10, 20, 25, 30, dan 40 ‰ dengan  pemeliharaan selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan salinitas yang berbeda tidak berpengaruh terhadap penyerapan logam berat Cu oleh Gracilaria gigas (p>0,05). Konsentrasi logam berat Cu dalam media pemeliharaan tertinggi pada perlakuan E (40 ‰) dengan rerata nilai 0,11; 0,10; 0,13; dan 0,17 ppm.  Kapasitas penyerapan logam Cu oleh Gracilaria gigas tertinggi terdapat pada hari ke 7 perlakuan A (25 ‰) dengan nilai rerata 0,007 mg/g dan efektivitas penyerapan sebesar 82,77 %. Berat basah G. gigas tertinggi terjadi pada hari ke 7 dengan rerata nilai A (25 ‰) 227,11 g; B (10 ‰) 240,55 g; C (20 ‰) 236,44 g; D (30 ‰) 221,44 g; dan E (40 ‰) 203,77 g. Berat mutlak dan laju pertumbuhan spesifik (SGR)  tertinggi terdapat pada perlakuan E (40 ‰), yaitu -34,22 g dan -0,70% per hari.  Semakin tinggi salinitas, maka pertumbuhan G. gigas akan semakin rendah sehingga akan mempengaruhi daya absorpsi logam Cu. Waste from industrial and agricultural activities has a negative effect on marine aquatic ecosystems, such as heavy metals Cu has a high potential for toxicity to the aquatic environment. The cell wall of G. gigas has polysaccharides which are able to absorb Cu metal. The purpose of this study was to determine the ability of G. gigas absorption to Cu metal in maintenance media with different salinity. . The method used is an experimental laboratory, using a completely randomized design (CRD) and 3 repetitions of each treatment. The treatment uses 5 levels of salinity namely 10, 20, 25, 30, and 40 ‰ with maintenance for 28 days. The results showed that different salinity treatments did not affect the absorption of heavy metal Cu by G.gigas (p> 0.05). The highest concentration of heavy metal Cu in the maintenance media at treatment E (40 ‰) with a mean value of 0.11; 0.10; 0.13; and 0.17 ppm. The highest absorption capacity of Cu by G. gigas was on the 7th day of treatment A (25 ‰) with an average value of 0.007 mg / g and the effectiveness of absorption of 82.77%. The highest wet weight of G. gigas occurred on the 7th day with an average value of A (25 227) 227.11 g; B (10 ‰) 240.55 g; C (20 ‰) 236.44 g; D (30 ‰) 221.44 g; and E (40 203) 203.77 g. The highest absolute weight and specific growth rate (SGR) was found in treatment E (40 ‰), which was -34.22 g and -0.70% per day. The higher the salinity, the growth of  G. gigas will be lower so that it will affect the absorption of Cu metal.
Komposisi dan Tutupan Kanopi Mangrove di Kawasan Ujung Piring Kabupaten Jepara Muhamad Rizky Mauludin; Ria Azizah; Rudhi Pribadi; Suryono Suryono
Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 1 (2018): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.033 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v7i1.19039

Abstract

Mangrove yang ada di Kawasan Ujung Piring berada di Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara, merupakan salah satu kawasan hutan mangrove yang berada di Pesisir Pantai Utara Pulau Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis persentase tutupan kanopi mangrove di Kawasan Ujung Piring Kabupaten Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan lokasi menggunakan purposive sampling sedangkan metode penutupan mangrove menggunakan Hemispherical Photography yang merupakan suatu metode fotografi yang digunakan untuk menghitung luasan tutupan kanopi menggunakan kamera dari bawah kanopi pohon. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Februari 2017, lokasi penelitian berada di dalam Kawasan Ujung Piring di Desa Jambu Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Terdapat 3 lokasi yaitu Jambu (JBU), Blebak (BLB), dan Sekuro (SKU) yang terdiri dari 8 stasiun. Hasil dari penelitian ini Komposisi mangrove di Kawasan Ujung Piring Kabupaten Jepara ditemukan 23 Spesies di dalam dan diluar transek dan tutupan kanopi berkisar58,15 ± 7,75% - 80,41 ± 4,25 % dengan tutupan kanopi tertinggi terdapat di JBU 01 dengan status padat dengan tutupan 80,41 ± 4,25 % dan persentase terendah pada BLB 02 dengan tutupan 58,15 ± 7,75% dengan status sedang. Dari 8 stasiun, persentase tutupan yang berstatus sedang lebih mendominasi dibandingkan status yang lain. Mangrove in Ujung Piring area located in Jambu Village, Mlonggo Sub-district of Jepara Regency, is one of the mangrove forest area located in the North Coast of Java Island. The purpose of this research is to analyze the percentage of mangrove canopy area in Ujung Piring area of Jepara regency. The method used in this research is descriptive method. Determination of location using purposive sampling while mangrove canopy are was using Hemispherical Photography method which is aimed to calculate the area of canopy area using camera from under canopy of tree. This research was conducted in January – February 2017, the research location is inside Ujung Piring Area in Jambu Village Mlonggo Sub-district, Jepara Regency. There are 3 locations namely Jambu (JBU), Blebak (BLB), and Sekuro (SKU) consisting of 8 stations. Result of this research Mangrove composition in Ujung Piring area Jepara regency found 23 species inside and outside transect and canopy range of 58,15 ± 7,75% - 80,41 ± 4,25 % with the highest canopy cover found on JBU 01 with solid status with 80,41 ± 4,25% cover and the lowest percentage in the BLB 02 with a cover of 58,15 ± 7,75% with medium status. Of the 8 stations, the percentage of cover that status is more dominant than other status.
Analisis Kelimpahan Mikroalga Epifit Pada Lamun Enhalus acoroides Di Perairan Pulau Karimunjawa, Jepara Cantik Sitta Devayani; Retno Hartati; Nur Taufiq-Spj; Hadi Endrawati; Suryono Suryono
Buletin Oseanografi Marina Vol 8, No 2 (2019): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.447 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v8i2.23739

Abstract

Padang lamun berfungsi sebagai daerah asuhan, pemijahan, tempat mencari makan dan habitat bagi biota laut, diantaranya: ikan, meiofauna, maupun mikroalga epifit. Mikroalga epifit dapat digunakan sebagai salah satu unsur indikator dalam ekosistem perairan terkait dengan kesuburan dan pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan mikroalga epifit pada daun lamun Enhalus acoroides yang  dilakukan pada Oktober 2018 dengan metode diskriptif. Penentuan stasiun penelitian menggunakan metode purposive random sampling dengan tiga stasiun yaitu di perairan Pantai Nyamplungan (Stasiun 1), Pantai Bobi (Stasiun 2) dan Pelabuhan Syahbandar (Stasiun 3). Sampel daun lamun E. acoroides dipotong menjadi tiga bagian, yaitu ujung (UA dan UB), tengah (TA dan TB) dan pangkal (PA dan PB) daun. Untuk mendapatkan sampel mikroalga epifit dilakukan dengan metode pengerikan. Hasil penelitian  di semua  stasiun ditemukan tiga kelas yakni Bacillariophyceae, Dinophyceae dan Cyanophyceae. Genus yang paling banyak ditemukan adalah Navicula, Rhizosolenia, Oscillatoria, Gonyaulax dan Prorocentrum. Kelimpahan total mikroalga epifit tertinggi terdapat pada Stasiun 3 (11.234 sel/cm2) dan terendah pada Stasiun 2 (6.717 sel/cm2). Kelimpahan mikroalga epifit pada ujung daun bagian permukaan atas (UA) menghasilkan jumlah tertinggi yakni 5.682 sel/cm² dan bagian yang terendah terdapat pada posisi tengah daun bagian permukaan bawah (TB) sebanyak 3.292 sel/cm². Posisi menempel pada bagian lamun berpengaruh terhadap kelimpahan mikro alga epifit. Seagrass bed has a function as  nursery, spawning, and feeding ground, as well as a habitat for marine biota such as fish, meiofauna, and epiphytic microalgae. Epiphytic microalgae can be used as one of the indicators in aquatic ecosystems related to productivity and pollution. The aims of this study were to know the composition and abundance of epiphytic microalgae on Enhalus acoroides leaves. This research was done on October 2018 by using descriptive method. The sample was taken from three stations, ie.  Nyamplungan (Station 1), Bobi Beach (Station 2) and Syahbandar Port (Station 3). The seagrass samples of  Enhalus acoroides leaves were cut into three parts i.e. tip (UA & UB), middle (TA & TB)  and base (PA & PB) part of the leaves to obtain the samples of epiphytic microalgae by using scratching method. The results of the study found three classes, i.e.  Bacillariophyceae, Dinophyceae and Cyanophyceae. The genus most commonly found were Navicula, Rhizosolenia, Oscillatoria, Gonyaulax and Prorocentrum. The highest total abundance of epiphytic microalgae was at Station 3 (11.234 sel/cm2) and the lowest at Station 2 (6.717 sel/cm2). The abundance of  epiphytic microalgae based on different part of seagrass leaves showed that the upper surface of the leaf tip (UA) has highest abundance (5.682 cell/cm²) and the bottom surface of the middle leaf (TB) has the lowest abundance (3.292 cell/cm²). The posisiton of attachment affect on the abundance of epiphyte microalgae.
Analisis Kelayakan Investasi Pada Budidaya Karamba Jala Apung (KJA) Ikan Kerapu Di Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara Suryono Suryono; Ria Azizah; Edi Wibowo Kushartono; Raden Ario; Gentur Handoyo
Buletin Oseanografi Marina Vol 6, No 2 (2017): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.461 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v6i2.16558

Abstract

Kajian Investasi budidaya ikan kerapu di Karimunjawa adalah salah satu usaha guna menumbuhkan promosi investasi di wilayah studi. Kajian ini akan membuat peluang investasi menjadi lebih fokus dan tajam baik dari segi sektor maupun lokasinya, sehingga akan memudahkan investor guna merealisasikan rencana bisnisnya. Studi ini akan memberikan detail informasi kepada investor tentang peluang bisnis pada budidaya ikan kerapu yang sangat layak dilakukan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir dan wilayah kabupaten Jepara pada umumnya. Metode yang digunakan adalah metode survei. Peluang Investasi dianalisa secara deskriptif. Hasil kajian menunjukan bahwa berdasakan potensi alam, fasilitas infrastruktur produksi, nilai ekonomi serta aspek financial maka kelayakan investasi adalah sangat prospektif dan berpeluang untuk sukses. Analisis financial menunjukan bahwa investasi pada budidaya ikan kerapu di Karimunjawa adalah sangat layak untukdirealisasikan bagi investor. Budidaya ikan kerapu Tikus (Cromileptis altivelis)adalah paling prospektif, dimana nilai Net Present Value (NPV)> 0,yaitu  1,772,764,729,  dan  Profitability Index  (PI) lebih besar dari  1, yaitu 5,543291036.  Payback Periodadalah  2.82 tahun, jika tidak mempertimbangkan nilai uang (Discount Factors) dan 3.65 tahun  jika mempertimbangkan nilai uang. Sedangkan untuk budidaya ikan kerapu bebek(Ephinephelus fuscoguttatus), Net Present Value (NPV)> 0 yaitu  69,938,924, - dan Profitability Index (PI) lebih besar dari 1, yaitu 1,20558783.  (Pay Back Period) adalah  4,13tahun apabila tidak mempertimbangkan nilai uang (Discount Factor), sedangkan apabila mempertimbangkan nilai uang maka menjadi  and 4.64 tahun. Dari analisis yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa meskipun kedua spesies ikan kerapu layak investasi, tetapi ikan kerapu tikuspaling layak investasi, sedangkan ikan kerapu macansebagai produk sampingan investasi, yaitu dengan memanfaatkan sisa pakan yang tidak digunakan dalam budidaya ikan kerapu tikus, sehingga hasilnya akan dapat maksimal. Keseluruhan aspek yang dikaji menunjukan bahwa budiddaya ikan kerapu di Kepulauan Karimunjawa adalah layak investasi. The study of feasibility floating cage culture of grouper fish investment in Karimunjawa is one of the efforts for investment promotion in the studied region. This study will make the investment opportunities become more focus and sharp, both sectoral and location, so it will be easier for investors to execute their investment interest. The purpose of this study, is to provide initial information for investors about business opportunities of grouper fish farming as a very feasible investment opportunities so that can boost the economy of the region and the society of Jepara Regency. The method used in this study was survey  method, descriptive analysiswas conducted to see a of investment opportunities. Based on potential natural resources, location, infrastructure facilities, production, economy value, and financial aspect, the  results of study concluded  that the overall investment is highly prospective and has a fairly high chance to success. The financial analysis showed that investment in grouper fish cultivation in jepara regency is very feasible as a business investment for the investors. Humpback or Polka dot grouper (Cromileptis altivelis) culture is highly prospective and has a fairly high chance. This can be seen from the Net Present Value (NPV) > 0 is equal to 1,772,764,729,  and Profitability Index  (PI) value greater than 1, which is 5,543291036.  While the longer the period the funds invested will return (Payback Period) is 2.82 years if the without considering the time value of money (Discount Factors) and 3.65 years when considering the time value of money. Whereas,  for Brown marbled grouper (Ephinephelus fuscoguttatus), the Net Present Value (NPV) > 0 is equal to  69,938,924, - and Profitability Index (PI) greater than 1, which is 1,20558783. While the longer  period the funds invested will return (Pay Back Period) are 4,13 year if without considering the time value of money (Discount Factors) and 4.64 years when considering the time value of money. From the analysis it can be concluded that all these choices on the investment plan is feasible to run and prospective advantageous. While the best option is an investment plan on investments Humback or Polka Dot grouper (Cromileptis altivelis) cultivation, Brown marbled grouper (Ephinephelus fuscoguttatus) culture whereas it is only a sideline activity and only utilize food wastes are left, so the whole will be able to deliver optimal results in grouper culture.All examined aspects of Grouper cultivation in karimunjawa  gave results that investment activity  is able to be executed. The financial analysis shows that investment in grouper fish cultivation in jepara regency is very feasible to be a business investment for the investors.
Estimasi Kandungan Biomassa dan Karbon di Hutan Mangrove Perancak Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali Suryono Suryono; Nirwani Soenardjo; Edi Wibowo; Raden Ario; Edi Fahrur Rozy
Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 1 (2018): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.309 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v7i1.19036

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki fungsi ekologis sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Mangrove menyerap CO2 pada saat proses fotosintesis, kemudian mengubahnya menjadi karbohidrat dengan menyimpannya dalam bentuk biomassa pada akar ,pohon, serta daun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui total above ground biomass, belowground biomass, simpanan karbon atas, simpanan karbon bawah, dan karbon organik pada sedimen dasar  di Hutan Mangrove Perancak, Jembrana, Bali. Sampling dilakukan dengan  metode purposive sampling dengan dasar pertimbangan berupa jenis, kerapatan serta diameter pohon mangrove. Estimasi biomassa digunakan  metode tanpa pemanenan dengan mengukur diameter at breast height (DBH, 1.3 m) mangrove. Simpanan karbon diestimasi dari 46% biomasa. Kandungan karbon organik pada sedimen diukur dengan  menggunakan metode lost on ignition (LOI). Hasil penelitian menunjukkan total above ground biomass sebesar 187,21 ton/ha, below ground biomass sebesar 125,43 ton/ha, simpanan karbon atas sebesar 86,11 ton/ha, simpanan karbon bawah sebesar 57,69 ton/ha, sedangkan  karbon organik sedimen sebesar 359,24 ton/ha. The mangrove ecosystem has ecological functions as an absorber and carbon storage. Mangrove absorbs CO2 during the process of photosynthesis, then changes it into carbohydrates bystoring it in the form of tree biomass. The aim of this research is to know the total of above ground biomass, below ground biomass, upper carbon storage, lower carbon storage, and sediment organic carbon in Perancak Mangrove Forest, Jembrana, Bali. The selection of sampling location using purposive sampling method with consideration of type, density and diameter of mangrove. The estimatorion of biomass using the method without harvesting by measuring diameter at breast height (DBH, 1.3 m) mangrove. Carbon deposits are estimated from46% of biomass. The organic carbon content of sediment was measured using the lost on ignition (LOI) method. The results showedthat  the total of above ground biomass of 187.21 ton / ha, below ground biomass 125,43 ton / ha, upper carbon store of 86,11 ton / ha, lower carbon store of 57,69 ton / ha, and organic carbon sedimen to 359.24 tons / ha.
Sebaran Mangrove di Desa Bumiharjo Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Suryono Suryono; Nur Taufiq-SPJ; Ibnu Pratikto; Raden Ario
Buletin Oseanografi Marina Vol 9, No 2 (2020): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v9i2.29067

Abstract

Kabupaten Jepara memiliki potensi wilayah pesisir dengan panjang garis pantai 81,6 km. Mangrove sebagai sabuk pantai hijau memiliki sebaran di setiap kecamatan pesisir. Salah satu lokasi sebaran mangrove di pesisir Jepara berada di desa Bumiharjo Kecamatan Keling. Identifikasi potensi luasan lahan serta sebaran mangrove adalah salah upaya mengetahui potensi sumberdaya pesisir. Metode penelitian yang digunakan adalah overlay peta RBI dan peta satelit landsat 8 guna mengetahui lokasi serta luasan sebaran mangrove di lokasi penelitian.Selanjutnya dilakukan investigasi ekologi mangrove dengan Survei Lapang guna mengetahui distribusi dan kelimpahan mangrove. Hasil penelitian menunjukan bahwa hutan mangrove dilokasi penelitian adalah seluas 4,75 Ha. Hasil identifikasi komposisi jenis mangrove ditemukan sebanyak 6 spesies mangrove yaitu: Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Soneratia alba, serta Soneratia muconata. Kerapatan rata-rata vegetasi mangrove berkisar antara 4000 – 10.000 individu/ha. Tegakan mangrove memiliki tinggi batang 5-6 meter, diameter batang berkisara antara 4,3- 5,0 cm. Kerapatan mangrove didominasi oleh Rhizophora mucronata. dengan kerapatan paling dominan adalah semai (Sapling). Hal ini menunjukan bahwa mangrove yang ada di desa Bumiharjo Kecamatan Keling kabupaten Jepara adalah dominan mangrove hasil replant. Jepara Regency has a potential coastal area with a coastline length of 81.6 km. Mangroves as coastal green belts have distribution in each coastal district. One of the mangrove distribution locations on the coast of Jepara is in the village of Bumiharjo, Keling district. Identification of the potential land area and the distribution of mangroves is an effort to determine the potential of coastal resources. The research method used is an overlay RBI map and satellite map Landsat 8 to determine the location and extent of the distribution of mangroves in research locations. Subsequently carried out an investigation of mangrove ecology with a Field Survey (Ground Truth) to determine the distribution and abundance of mangroves. The results showed that the mangrove forest in the study area was 4.75 Ha. The results of the identification of the composition of mangrove species were found as many as 6 species of mangroves, namely: Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Soneratia alba, and Soneratia muconata. the average density of mangrove vegetation ranges between 4000 - 10,000 individuals/ha. Mangrove stand has a stem height of 5-6 meters. the diameter of the stem is between 4.3 - 5.0 cm. Mangrove density is dominated by Rizophora mucronata. with the most dominant density is the seedling (Sapling). This shows that the mangroves on the coast of the Jepara district are replanted mangrove species. (rehabilitation).
Potensi Antioksidan Rumput Laut Gracilaria verrucosa Dari Pantai Gunung Kidul, Yogyakarta Wahyu Febrianto; Ali Djunaedi; Suryono Suryono; Gunawan Widi Santosa; Sunaryo Sunaryo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 22, No 1 (2019): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.174 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v22i1.4669

Abstract

Gracilaria verrucosa is red algae that has been widely used as an antioxidant. This research was conducted to test antioxidant activity, total phenolic content and bioactive compound of Gracilaria verrucosa obtained from Pok Tunggal Beach and Ngandong Beach, Gunung Kidul, Yogyakarta. Research was carried out by descriptive method. Samples were fresh and taken from the beach, then macerated for 3x24 hours in a methanol solvent. Antioxidant test was carried out by electron transfer method with DPPH 0.1 mM and measurement of antioxidant activity using. Total phenolic contents were measured using the Folin-ciocalteau method using gallic acid standard on 725 nm wavelength. The phytochemical content observated by changing of extract color by reagent. Pigment contents were measured using spectrophotometric methods at wavelengths 636 and 663 (chlorophyll-a and chlorophyll-b) and 480 nm (carotenoids). The results showed that IC50 value extract of Pok Tunggal Beach and Ngandong Beach were 188,53 ppm and 168,76 ppm. Phenolic content of each extract were 16,527 and 17,497 mg GAE / g sample weight). Chlorophyll-a levels were 7,132 and 4,357 mg/g, chlorophyll-b were 8,335 and 5,401 mg/g, carotenoids were 31,625 and 35,494 µmol/g. Gracilaria verrucosa from Ngandong Beach have  antioxidant activity.Gracilaria verrucosa merupakan alga merah yang pemanfaatannya sudah banyak dilakukan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antioksidan, menghitung kadar fenolat total, dan senyawa bioaktif yang terkandung pada Gracilaria verrucosa yang diperoleh dari Pantai Pok Tunggal dan Pantai Ngandong, Gunung Kidul, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Sampel segar diambil langsung dari pantai, kemudian dimaserasi selama 3x24 jam dalam pelarut metanol. Uji antioksidan dilakukan dengan metode transfer elektron dengan DPPH 0,1 mM dan pengukuran aktivitas antioksidan menggunakan perhitungan nilai IC50. Kadar fenolat total diukur menggunakan metode Folin-ciocalteau dengan asam galat sebagai standar pada panjang gelombang 725 nm. Kandungan fitokimia diuji menggunakan pengamatan perubahan warna ekstrak saat diberikan pereaksi. Kadar pigmen diukur menggunakan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 636, 663  (klorofil-a dan klorofil-b) dan 480 nm (karotenoid). Hasil menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak sampel dari Pantai Pok Tunggal dan Pantai Ngandong berturut-turut adalah 188,53 ppm dan 168,76 ppm. Kadar fenolat masing-masing ekstrak sebesar 16,527 dan 17,497 mg GAE/g berat sampel). Kadar klorofil-a sebesar 7,132 dan 4,357 mg/g, klorofil-b sebesar 8,335 dan 5,401 mg/g, karotenoid sebesar 31,625 dam 35,494 µmol/g. Gracilaria verrucosa dari Pantai Ngandong dan Pantai Pok Tunggal memiliki potensi antioksidan.  
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Pembentuk Biofilm dari Tambak Udang Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Jepara untuk Menghilangkan Amoniak Ria Azizah; Ita Riniatsih; Delianis Pringgenis; Chrisna Adhi Suryono; Suryono Suryono
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 2 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.123 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i2.1742

Abstract

Brackish water shrimp aquaculture activities often result in organic waste from excess of unconsumed foodstuff and biological waste from shrimp biological waste. The high organic contents increase the levels of ammonia, which is toxic to shrimp and many other aqua lives. One of the most widely used organic material biodegradation system as biofilters, biofilm has not yet seen many uses in shrimp aquafarm waste management. This study aims to isolate and screen biofilm-forming primary bacteria with abilities to degrade ammoniacal nitrogen compounds. The processes involved in this study are location survey, wooden and fiber panel installation, planting of panel in the ponds, isolation of bacteria by dispersion method, purification of primary bacteria by scratch method. Ammoniacal nitrogen degradation test was performed by Microwell Plate Chromatogram Assay and UV-Vis Spectrophotometry. The analysis of the bacteria isolates found 66 primary bacteria with biofilm formation abilities. Based on qualitative analysis, 20 isolates displayed potential in degrading ammoniacal nitrogen compound and 7 isolates showed low (<10%) capacity in degrading ammoniacal nitrogen.  Kegiatan budidaya udang di tambak akan menghasilkan limbah organik yang berasal dari sisa pakan yang tidak termakan maupun kotoran udang. Kandungan bahan organik yang tinggi akan meningkatkan kandungan amonia yang bersifat  toksik bagi udang dan biota air lainnya. Salah satu sistem biodegradasi bahan organik yang telah banyak digunakan sebagai biofilter namun belum dimanfaatkan dalam pengolahan limbah organik tambak udang adalah biofilm. Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan skrining bakteri primer pembentuk biofilm yang mampu mendegradasi senyawa amonia nitrogen. Untuk  mencapai tujuan tersebut, maka beberapa tahap penelitian yang telah dilakukan adalah survei lokasi tambak udang, pemasangan panel bahan kayu dan fiber,  penanaman panel dalam badan air tambak, mengisolasi bakteri dengan metode  sebaran, purifikasi bakteri primer pembentuk biofilm dengan metode goresan. Uji oksidasi amonium nitrogen dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan metode Micro well plate chromatogram assay dan UV-Vis Spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil isolasi diperoleh sebanyak 66 isolat bakteri primer pembentuk biofilm. Berdasarkan uji kualitatif diperoleh 20 isolat yang memiliki potensi mendegradasi senyawa amoniurn nitrogen. Namun hasil uji kuantitatif bakteri seleksi pendegradasi amonium nitrogen menunjukkan 7 isolat yang memiliki kemampuan rendah (< 10%) mendegradasi amonium nitrogen.   
Kontaminasi Tembaga pada Mugil dussumieri (Actinopterygii: Mugilidae, Forsskål, 1775) yang Ditangkap di Perairan Semarang, Indonesia Chrisna Adhi Suryono; Endang Sri Susilo; Aldo Rizqi Arinianzah; Wilis Ari Setyati; Irwani Irwani; Suryono Suryono
Jurnal Kelautan Tropis Vol 21, No 2 (2018): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.214 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v21i2.2402

Abstract

Contamination of Copper in Mugil dussumeri (Actinopterygii: Mugilidae, Forsskål, 1775) which was caught in Semarang waters, Indonesia The marine environment in Semarang waters are highly polluted by heavy metals such as copper (Cu).  On the other side, these areas have become producers of fishery commodities such as mullet fish Mugil dussumieri. The aims of this study was to determine the heavy metal content of Cu in mullet fish during wet monsoon (December 2017 and February 2018). Atomic Absorption Spectrophotometer were used to analysis of Cu concentration in marine water and fish meat.  The results show that the Cu content in marine water was not detected while in the meat of mullet fish during December 2017 and February 2018 were 0.66 ± 0.07 mg/kg and 0,604 ± 0.217 mg/kg, respectively. The results were still within the quality standard for maximum limit of Cu content allowed in seafood by FAO/WHO. Lingkungan perairan laut di sekitar Semarang berpeluang sangat tinggi untuk terpolusi logam berat tembaga.  Di lain sisi perairan ini menjadi daerah produksi perikanan seperti ikan belanak Mugil dussumieri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam Cu dalam daging ikan belanak yang ditangkap selama musim penghujan (Desember 2017 dan Februari 2018). Untuk mengetahui konsentrasi Cu dalam air laut dan ikan belanak digunakan Atomic Absorption Spectrophotometer.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam Cu selama bulan Desember 2017 adalah 0.66 ± 0.07/kg dan selama bulan Februari 0,604 ± 0.217 mg/kg, sedangkan konsentrasi Cu dalam air laut tidak terdeteksi.  Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kandungan Cu dalam ikan belanak masih berada pada konsentrasi yang diperbolehkan oleh FAO/WHO.
Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Senyawa Fenolik Makroalga Coklat Sargassum sp. Sri Sedjati; Suryono Suryono; Adi Santosa; Endang Supriyantini; Ali Ridlo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 2 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.632 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i2.1737

Abstract

Present research was to evaluated the antioxidant activities of extracts from macroalga Sargassum sp.  In this study, seven filtrates from maceration (methanol pa and technical grade, ethanol pa and techinal grade, methanol technical grade 50%,  infused hot water, boiled water) were analyzed for total phenolic compound (TPC) and for antioxidant activities (DPPH method).  The results revealed that the water filtrates possessed more TPC and antioxidant antivity than alcoholic filtrates, and the highest was water filtrate from boiled Sargassum sp. (TPC =1,36±0,01 mgGAE/g  dry weight; % inhibtion DPPH = 81,35±0,42 %). The high positive correlation between TPC and antioxidant activity (r = 0.99 ) suggested that phenolic compound  were the mayor antioxidant components.  The effect of TPC (dependent variable) on DPPH radical inhibition (independent variable) with regression formula y = 55,39 x + 5,18.  Penelitian ini mengevaluasi potensial aktivitas antioksidan ekstrak Sargassum sp.  Pada kajian ini, 7 filtrat hasil maserasi (metanol pa dan teknis, etanol pa dan teknis, metanol teknis 50%, perendaman air panas/hot infused, dan perebusan dengan air) dianalisis kandungan total fenoliknya (TPC) dan aktivitas antioksidannya (metoda DPPH).  Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa filtrat air memiliki kandungan TPC dan antioksidan yang relatif lebih tinggi dibanding filtrat alkohol dan yang tertinggi adalah filtrat hasil perebusan Sargassum sp. (TPC =1,36±0,01 mgGAE/g  berat  kering;  inhibisi DPPH = 81,35±0,42 %),  Korelasi positif yang tinggi antara TPC dan aktivitas antioksidan (r = 0.99) menunjukkan bahwa  kandungan senyawa fenolik merupakan komponen utama yang menghasilkan  aktivitas  antioksidan.  Pengaruh  TPC (variabel bebas)  terhadap inhibisi radikal DPPH (variabel terikat)  sesuai dengan persamaan regresi  y = 55,39 x + 5,18.  
Co-Authors A'yun, Ana Qurrota A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Latif Mahakar Abdul Qodir Abdul Qodir Achmad Widodo Addion Nizori Adi Priyo Wicaksono, Adi Priyo Adi Santosa Adi Santoso Adi Wahyu Romariardi Adi Wisaksono Afriani Afriani Agung Nugroho Setiawan Agung Wibowo Agus Indarjo Agus Pahrudin Agus Suyanto Agus Syafrudin Agusalim, Imam Dui Ahmad Firyal Adila Ahmad Rayyis Ahmad Syaify, Ahmad Ain, Rahmayani Kurnia Ainun Jariyah Aisyi, Nur Rahaddatul Aji, Achmad Fahrul Aldo Rizqi Arinianzah Algopeng, Zozi Ali Djunaedi Ali Ridlo Ambariyanto Ambariyanto Ambariyanto Ambariyanto Amda, Ahmad Dibul Amien, Muhammad I. Amien, Muhammad Irsyad Aminuddin Rizal, Aminuddin Anang Budikarso, Anang Andika Bagus Setiawan, Andika Bagus Andri Wahyu Septo Putra Anggi Rahmadani Kusumaningtyas Anggoro, Muhammad Faisal Anifatur Nurjannah, Anifatur Antonius Budi Susanto Arbiyanti, Yossi Norma Arbiyanti, Yossi Norma Ardiati Widya Wandira Ari Anshori, Ari Arihanda, Dea Davita Putri Arik Sofan Tohir Aris Dwi Cahyono, Aris Dwi Aris Prasetyo Aris Puji Widodo Aris Wijayanti Arman Jaya Artha Rochmanto, Raditya Aryaningrum, Ida Asfan Muqtadir Asmudrono, Rani Karenina Asy'arie, Musa Aziz, Ayu Munawaroh Baliyan I, Baliyan Bambang Irawan Bambang Yulianto Bayu Aji Pratama Bayu Kreshna Adhitya Sumarto Bayu Surarso Budi Setiawan Candra Dewi, Riskha Dora Cantik Sitta Devayani Choirul Anam AM Diponegoro Chrisna Adhi Suryono Dacing, Fitria Azis Dadi Dadi Danastri, Arifia Anindita Dea Davita Putri Arihanda Delianis Pringgenis Denny Nugroho Sugianto Destalino Destalino Dhidik Prastiyanto Diah Permata Wijayanti Diah Permata, Wijayanti Diana Layla Dimas Putra Anugrah, Dimas Putra Djoko Widodo Dodik S. Wicaksono Dwi Puji Adiana, Dwi Puji Dyah Wijaya Edi Fahrur Rozy Edi Wibowo Edi Wibowo Kushartono Edy Suharto Eko Supraptono Emi Agustina, Emi Endah Setiyaningrum Endang Sri Susilo Endang Supriyantini Endro Wahjono, Endro Eny Supryhatun Erni Setyowati Ervia Yudiati Fahrul Aji, Achmad Farid Dwi Murdianto Farohi, Ima fatimah Fatimah Ferdiansyah, Hendra Irawan Ferdiansyah, Indra Fitro, Achmad Frida Fallo Frijona Fabiola Lokollo Gatot Murti Wibowo, Gatot Murti Gatot Yulianto Gentur Handoyo Gigih Budhiawan Gunawan Widi Santosa Gurning, Lestari Febriant Pitaloka Guspianto Guspianto Habibi, Muhammad Nizar Hadi Endrawati Hadiyati, Titi Handoko, Adelia Handung, Nuryadi Harindra W Pradhana, Harindra W Harindra Wisnu Pradhana Hartanto, Rico Sigit Haryati Haryati Hendra Irawan Ferdiansyah Heri Sugito Hibatullah, Muhammad Naufal Hidayah, Yayuk Hidayat, Muhammad RF. Hidayat, Muhammad Rijal Fahrudin Hidayati, Ratna Humairoh Ratu Ayu I Ketut Suada Ibnu Pratikto Ibnu Pratikto Ibnu Pratikto Ibnu, Pratikto Ica Admirani, Ica Ilham Ilham Indhana Sudiharto Indraswari, Tutri Indrawan, Wisnu Innida, Lutfia Lu'lu' Irianto Irianto Irwani Irwani Islam, Anastasya Devi Septanovia Isnaini Isnaini Istiqomah, Titis Iswanti, Iswanti Ita Riniatsih Ivan Nurizal Sakti Izah, Luluk Lailatul Jatmiko Endro Suseno Jauhar Firdaus Jauhari Syamsiyah Jaya Putra Jahidin Jeffri Ardiyanto Joko Winarno Juniyanto, Dimas Justin Cullen Kartika Sari Dewi Kartika, Vinda Setya Karyadi Karyadi Kathan Joy Abelino Kesawa Sudarsih Kharis, Muhamad Koderi Kurniawan, Riko Kusworo Adi La Nina Gunaswara Samudera Lahengko, Diana S. Laili, Zuhrotul Laksmi Indreswari Lestari Febriant Pitaloka Gurning Lestiyadi, Ayu Puspa Limaran, Ken Lismaya, Elin Lucky Pradigta Setiya Raharja luluk, luluk susiloningtyas M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Mahakar, Abdul Latif Mahda Veronika Marhaeny, Annisa Maria Ulfa Ramadhanty Melo, Gabriella Imanuella Melyana Nurul Widyawati Mengko, Allfia Esterlita Menur Wahyu Pangestika, Menur Wahyu Meti Fatimah Mohamad Nadhif, Mohamad Muh. Yusuf Muhamad Ravian Wiraputra Muhamad Rizky Mauludin Muhamat Rajab, Nur Echsan Muhammad Adhim Widiyo Putera Muhammad Anwar Muhammad Arif Prasetyo Muhammad Arsyad Suyuti Muhammad Aviv Arsya Irnantyanto Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan Muhammad Zainuri Mukh Nursikin, Mukh Munandar, Septian Aris Munasik Munasik Mustafid Mustafid Muthoifin Naesilla, Naesilla Nanang Sulaksono Nasronudin Nasronudin Nasrul Nasrul Naswir, Muhammad Netty Nurdiyani, Netty Ngatmin Niharul Annas Nirwani Soenardjo Noferdiman Noferdiman Nourobby Aulada, Nourobby Novie Ayub Windarko Nugraha, Syechu Dwitya Nur Taufiq Nur Taufiq SPJ Nur Taufiq-SPJ Nur Taufiq-Spj Nuruwildani, Nuruwildani Oky Dwi Nurhayati Oky Yuripa Pradana Oky Yuripa Pradana Olfa Mega P, M. Cahyo Ardi P. H, Aditya Pakradiga, Ahlan Panjaitan, Kristina Venza Permadi, Bambang Pipiet Wulandari Pradhika, Vicky Dimas Pramesti, Aprilia Dian Prayogi Prayogi Primaswatantri Permata Pritama, Muhammad Fauzi Adityawan Pujianto, Pangestu Eko Purwatmoko, Hariadi Putera, Muhammad Adhim Widiyo Putri Permatasari, Putri Putri, Fanny Adinda Putri, Ni Putu Purba Nava Vidyadhari Rachma Prilian Eviningsih, Rachma Prilian Rachmat Gernowo Raden Ario Raden Ario Raden Mohamad Herdian Bhakti Radini Sinta, Radini Ragil Saputra Rahmat Gernowo Rakhmat Syaefullah Rakhmawati, Renny Rama, Bayu Ramadhan, Hazbina F. Ramadhan, Hazbina Fauqi Ramadhanty, Maria Ulfa Ratna Dwi Meilani, Ratna Dwi Ratna Kurniawati Rayyis, Ahmad Retno Handayani Retno Hartati Retno Kusumaningrum Ria Amitasari Ria Azizah Ria Azizah Ria Azizah Tri Nuraini Rieneke L Sela, Rieneke L Rinda Nurul Karimah, Rinda Nurul Rini Pramesti Rizky Erdana Rochmanto, Raditya Artha Rohmawati Bareta, Ainun Rotua Malau Rudhi Pri, Rudhi Rudhi Pribadi Rusdi, Muh Rusli, Muhammad Rizani Safira Aisha Putri Salsabila, Sahda Samsudin PJ, Nur Taufiq Samudera, La Nina Gunaswara Sangkertadi Sangkertadi Sapja Anantanyu, Sapja Saputra, Antonius D. Saputra, Antonius Dwi Sari, Shela Puspita Sarwati, Dhea Erika Satriyo Adhy Septiani, Mita Eka Setia, Bagus Setya Kartika, Vinda Setyaningsih, Erni SETYANINGSIH, NANIK Setyawati, Rohmah Cahya Eka Sheilla Rachmania, Sheilla Sihono Sihono Silvia Mawarti Perdana Siti Patimah Sofiana, Kristianingrum Dian Sonny Tilaar Sri Astuti Sri Huning Anwariningsih Sri Kusumastuti, Sri Sri Pramestri Lastianny, Sri Pramestri SRI RAHAYU Sri Redjeki Sri Sedjati Sri Sukamta Su'indayah, Siti Subagiyo Subagiyo Subiakto, Achmad Yusuf Sudadi Sudadi Sugeng Purbawanto Sugeng Widada Suharyanto, Hendik Eko Hadi Sulistyo Warjono, Sulistyo Sumariyah Sumariyah Sumarno . Sunaryo Sunaryo Sundjoto, Sundjoto Supriyanto Supriyanto Supriyati . Suratno Suratno Susiloningtyas, Luluk Sutama Sutarto Sutarto Sutedjo Sutedjo Suwarto Suwarto Syafrimen Syafril syahid Syahid, syahid Syahrial V. Canavaro Syahrial Varrel Canavaro Syahrial Varrel Canavaro Syamsul Ma’arif, Rizal Tatyantoro Andrasto Tiara Anggita Tiara Anggita Tiara Anggita Tohari, Achmad I. Tohari, Achmad Ilham Toifah, Umi Tri Saputra, Tri Tri Siwi Nugrahani Triana, Harry Tumingan Tumingan, Tumingan Valentino, Nico Veronica A Kumurur, Veronica A Vicky Dimas Pradhika Vincensius Gunawan S.K. Wahyu Febrianto Wahyu Setia Budi Wahyu Sulistiyo Wandira, Ardiati Widya Wibowo Edi Widianingsih Widianingsih Widihastuti, Rahma Ari Widiyanto Widiyanto Widiyanto Widodo, Nabila Azzahro Widyatmani Sih Dewi Wijaya, Dyah Wijayanti, Puspaneka Wilis Ari Setyati Winda Sari Wiraputra, Muhamad Ravian Wirsuyana, Gede Patrianaya Margayasa Yofi, Yofi Yovita Noor Hidayah Yumarni, Ani Yuningtyastuti, Gita Surya Yuningtyastuti, Gita Surya Zaenab, Zahrina Isnandia Zaenal Arifin Zeho , Fannidya Hamdani Zeho, Fannidya Hamdani