p-Index From 2021 - 2026
12.26
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences BULETIN OSEANOGRAFI MARINA BERKALA FISIKA JURNAL SISTEM INFORMASI BISNIS Journal of Marine Research Journal of Tropical Soils Gaung Informatika TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Jurnal Teknik Elektro Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Caraka Tani - Agriculture Science Journal Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Jurnal Riset Kesehatan AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Folia Medica Indonesiana Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease SPASIAL Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Scientific Journal of Informatics Semesta Teknika Jurnal Kelautan Tropis Orbith : Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa dan Sosial Profetika Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Edu Elektrika Journal Edu Komputika Journal Molecular and Cellular Biomedical Sciences (MCBS) Jurnal AKP Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Jurnal Arsitektur ARCADE Indonesian Journal of Cardiology Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Indonesian Food Science and TechnologyJournal Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health IJID (International Journal on Informatics for Development) JURNAL MERCATORIA Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Jurnal Respirologi Indonesia J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Financial, Accounting, and Management Journal of Tropical Marine Science Generation Journal Abdi Masyarakat Journal of Telenursing (JOTING) Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Heart Science Journal INCARE Jurnal Ilmiah Pamenang (JIP) JURNAL ABDIMAS TRIDHARMA MANAJEMEN Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM) Buletin Peternakan Tropis (Bulletin of Tropical Animal Science) PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Narra J Jurnal Saintekom : Sains, Teknologi, Komputer dan Manajemen SRIWIJAYA JOURNAL OF ENVIRONMENT ProBisnis : Jurnal Manajemen Jurnal Bina Desa COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Teknika Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana DIMENSI: Journal of Architecture and Built Environment Mimbar Pendidikan Indonesia YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Research Trend in Technology and Management Innovative: Journal Of Social Science Research Riset Informasi Kesehatan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan International Journal of Health and Information System (IJHIS) Bisma : Business and Management Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Pinang Masak Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Jurnal Pengabdian Sosial Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (ijmus) Jurnal Polimesin Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal Arsitektur ARCADE KARIR Jurnal Ilmiah Manajemen Mantis Journal of Fisheries
Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Morfometri dan Tingkat Kematangan Telur Kepiting Bakau (Scylla sp.) di Kawasan Perairan Demak Edi Wibowo; Suryono Suryono; Raden Ario; Ali Ridlo; Dodik S. Wicaksono
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 2 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.038 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i2.1743

Abstract

Maturity of Mangrove Crab (Scylla sp)is a decisive factor in the life cycle of mangrove crab (Scylla sp). Human activities such as over-fishing of mangrove crab to meet market needs regardless the size is one of the causes of the reduced number of individuals in the wild. This study aims to determine the correlation between morphometric of maturity stage of mangrove crab (Scylla sp) in Kedungmutih Waters, Demak District. The study used exploratory descriptive method which site determination using purposive sampling methods. The research consisted of female mangrove crab sampling and field water quality measurement (DO, temperature, salinity, and pH), morphometric measurements and weighing body weight of female mangrove crab samples, and observation of maturity stage in the laboratory.Thematerial used in this study were female mud crab (Scylla sp) obtained from Kedungmutih Waters, Demak District. The results of this study showed that 94 female mangrove crabs crabs were found to have a carapace width ranging from 77.50 mm - 126.45 mm, for body weight ranging from 87 grams to 359.78 grams. While the fecundity stage were obtained from the stage of I - IV and on the size of 200 grams - 300 grams has an optimal fecundity stage on the stage II and III. There is correlation between morphometry and maturity stage of mangrove crab (Scyla sp) because when the weight of crabs increases, so does the addition of the number of eggs and also improvement of egg (gonads).  Kematangan telur pada Kepiting Bakau betina (Scylla sp) adalah faktor yang menentukan pada siklus hidup Kepiting Bakau (Scylla sp). Kegiatan manusia seperti penangkapan kepiting bakau yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar tanpa melihat ukuran yang ditangkap merupakan salah satu penyebab berkurangnya jumlah individu yang berada di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan morfometrik terhadap tingkat kematangan tekur Kepiting Bakau Betina (Scylla sp) di kawasan perairan Kedungmutih,Kabupaten Demak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptf eksploratif dengan penentuan lokasi menggunakan purposive sampling methods. Penelitian ini terdiri dari sampling kepiting bakau betina dan pengukuran kulaitas perairan di lapangan (DO, suhu , salinitas , dan pH), pengukuran morfometri dan penimbangan berat tubuh sampel kepiting bakau betina, dan pengamatan tingkat kematangan telur di laboratorium. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepiting bakau betina (Scylla sp) yang diperoleh dari perairan Kedungmutih, Kadbupaten Demak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dari 94 ekor kepiting bakau betina yang didapatkan memiliki lebar karapas berkisar 77,50 mm – 126,45 mm, untuk berat tubuhnya berkisar 87 gram – 359,78 gram. Sedangkan pada tingkat kematangan telur didapatkan dari tingkat I – IV dan pada ukuran 200 gram – 300 gram memiliki tingkat kemmatangan telur yang optimal pada tingkat kematangan telur II dan III. Morfometri dan tingkat kematangan telur pada kepiting bakau betina (Scyla sp) memiliki hubungan dikarenakan jika pada bobot kepiting mengalami pembesaran maka pada telur mengalami penambahan jumlah dan mengalami peningkatan telur(gonad).  
Inventarisasi Bio-Ekologi Terumbu Karang Di Pulau Panjang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah Suryono Suryono; Munasik Munasik; Raden Ario; Gentur Handoyo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 1 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.359 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i1.1363

Abstract

The inventarization of coral bioecology is highly needed to identify the real condition of the observed coral, as a database in ecosystem management, as well as an attempt to rehabilitate critical coastal area. Coral condition valuation is conducted by counting the percentage of live coral coverage, by using the Line Intercept Transect method. This research shows that coral condition in Panjang Island falls into moderate category (with 29-49% of live coral coverage), which represent up to 57% from total observed area. Coral that falls under "bad" category (live coral coverage below 20%) is 29%, and only 7% of the observed area can be categorised as good (more than 50% coverage) and "very bad" (less than 5% of coverage). This condition is primarily caused by the decline of water ecology quality caused by sedimentation, west season wave activity, along with human activities like tourism, swimming, fishing, or shellfish gathering. These contributes many instances of coral-breaking caused by gleening.  Inventarisasi bio-ekogi terumbu karang sangatlah diperlukan guna mengetahui kondisi nyata terumbu karang yang dilakukan pemantauan, sebagai basis data dalam pengelolaan ekosistem serta upaya rehabilitasi kawasan kritis pesisi. Penilaian kondisi terumbu karang dilakukan dengan perhitungan persentase penutupan karang hidup menggunakan metode  LIT  (Line Intercept Transect). Hasil penelitian menunjukan bahwa Kondisi terumbu karang di Pulau Panjang termasuk dalam kategori sedang (dengan persen tutupan karang hidup 29 – 49 %)  mencapai 57 % dari keseluruhan area pengamatan. Selanjutnya kondisi terumbu karang dengan kategori buruk (persen tutupan karang hidup 20 %) mencapai 29 % dan hanya 7 % dalam kategori baik (50%) dan buruk sekali (persen tutupan karang hidup 5 %). Kondisi tutupan terumbu karang yang relative buruk diduga  diakibatkan oleh menurunnya kualitas ekologi perairan yang diakibatkan oleh  sedimentasi, aktivitas gelombang musim barat,serta aktivitas manusia seperti wisata, berenang, memancing ataupun pencari kerang turut serta memicu banyaknya pecahan karang akibat terinjak – injak (gleening).   
Karbon aktif Tempurung Kelapa untuk Peningkatan Kualitas Air Tambak Chrisna Adhi Suryono; Irwani Irwani; Suryono Suryono; Endang Sri Susilo; Subagiyo Subagiyo; Sugeng Widada
Jurnal Kelautan Tropis Vol 21, No 1 (2018): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.196 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v21i1.2375

Abstract

The negative impact in intensive cultivation of prawn is the decreasing water quality, caused by the toxic material from food and prawn faces.  One alternative to solve that problem is to use the active carbon from coconut shell as adsorbent of toxic material.The aim of these activities is to inform to teach how was adsorption toxic compound by using active carbon running well.  The result showed, concentration of H2S in the water dramatically decrease until 0.02 ppm and NH3 until 0.05 ppm and NO2 0,05 ppm.  That condition indicates, it was good condition for prawn to life.  The conclusion of this public service activity was active carbon from coconut shell can be reduce toxic material and all participant in training very interested approximately 95% of material of training has been understood. Dampak negatif dari budidaya udang secara intensif adalah menurunnya kualitas air tambak karena menumpuknya zat zat beracun yang berasal dari akumulasi sisa pakan maupun kotoran udang.  Salah satu alternatif pengendalian kualitas air tambak akibat permasalahan tersebut dengan menggunakan karbon aktif dari tempurung kelapa sebagai bahan absorban. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan percontohan dan pelatihan kepada petani tambak tentang pemanfaatan arang tempurung kelapa sebagai bahan absorban alami yang berguna meningkatkan kualitas air tambak.  Hasil kegiatan yang telah dilakukan meliputi peyuluhan dan percontohan menunjukan 95% masyarakat memahami materi yang diberikan selama penyuluhan.  Hal tersebut terlihat dari respon masyarakat dalam bentuk tanya jawab.  Sedangkan hasil nyata dari penggunaan arang tempurung kelapa menunjukan kandungan H2S 0,02ppm, NH3 0,05 ppm dan NO2 0,05 ppm.  Kandungan zat zat tersebut menunjukan kondisi yang baik untuk hidupnya udang. 
Pengaruh Penggunaan Kaporit Sebagai Desinfektan Terhadap Daya Aroma Pakan Pada Budidaya Udang Windu ( Penaeus monodon Fabricius) Suryono Suryono; Wibowo Edi; Ria Azizah; Raden Ario; Gentur Handoyo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 2 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.138 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i2.1740

Abstract

Tiger prawn ( Penaeus monodon Fabricius)  is one of very ideal species  of crustacean  to be cultivated. This is  due to  its growth is very quickly, highly survival rate, easy to live in compartement, and  its also very acceptable  by local and international market. In order to  increase production of cultivation, therefore caporit was applicated as disinfectant in cultivation  in order  to reduce  virus and bactery which  couse of  diseases. However to date, the impact of the use of kaporit has  not yet been known on  food attractant  degradation. The aim of  this research was  to know effect of the use of  caporit on food attractant  by the prawn. Research was conducted  in  Marine Station Teluk Awur, Jepara. Faculty of Fishery and Marine Science Diponegoro University.  The method of this research was ekperimental Laboratory  by using complete randomly  design  ( RAL) with four treatments and three replication , concentration kaporit 0 ppm  as control ( K1)  2 ppm ( K2), 4 ppm ( K3) and 6 ppm ( K4)., respectively. Data obtained was tested by F test ( Anova)The Results showed that food attractant  of  control treatment (K1)  is 53,68, K2 ( 2 ppm) is 285,25, K3 ( 4 ppm) is]364,59 and K4 ( 6 ppm) is]373,37 seconds. The  Results of statistical analysis confirmed  that the use of kaporit have an effect on food attractant   ( P < 0.05). However , continued test by BNT shows  that only  control gave  significant  different to the treatment, but  within threatment was not  give significant different . Udang windu (Penaeus monodon Fabricius) merupakan salah satu spesies crstacea yang ideal untuk dibudidayakan. Hal ini dikarenakan pertumbuhannya yang cepat, derajad kelulus hidupannya yang tinggi, tahan hidup dalam  tempat pemeliharaan, serta sangat digemari oleh konsumen dalam dan luar negeri. Guna peningkatan produksi dalam budidaya maka  digunakan kaporit sebagai disinfektan pada media air budidaya guna pengendalian bakteri dan virus sebagai penyebab munculnya penyakit. Namun sampai saat ini belum diketahui  dampak penggunaan kaporit terhadap penurunan daya aroma pakan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah guna mengetahui pengaruh penggunaan kaporit terhadap daya tarik udang pada pakan yang diberikan. Penelitian dilaksanakan di Marine Station Teluk Awur,  Jepara. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Metode yang dipergunakan  dalam penelitian ini adalah metode ekperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diujikan yaitu empat perlakuan  terdiri dari konsentrasi kaporit 0 ppm (K1) sebagaai perlakukan kontrol, dan  2 ppm (K2), 4 ppm (K3) serta  6 ppm (K4) sebagai perlakukan utama. Data yang diperoleh selanjutnya  dilakukan uji F  (Anova). Hasil penelitian menunjukan bahwa  daya Tarik udang terhadap pakan yang diberikan  pada perlakukan kontrol (0 ppm)  (K1)  adalah 53,68, detik, K2 ( 2 ppm) adalah  285,25 detik , K3  (4 ppm) adalah  364,59 detik  dan K4 (6 ppm) adalah  373,37 detik. Hasil analisis ragam menunjukan  bahwa penggunaan kaporit  berpengaruh terhadap daya aroma pakan (P < 0.05). Uji lanjut BNT menunjukan  bahwa perlakukan  Kontrol  berbeda sangat nyata (P< 0.001) terhadap perlakuan yang dicobakan, tetapi  antar perlakukan tidak menunjukan perbedaan  nyata satu terhadap yang lain. 
Kandungan Timbal Pada Air, Sedimen, Dan Rumput Laut Sargassum sp. Di Perairan Jepara, Indonesia Ria Azizah; Rotua Malau; AB Susanto; Gunawan Widi Santosa; Retno Hartati; Irwani Irwani; Suryono Suryono
Jurnal Kelautan Tropis Vol 21, No 2 (2018): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.65 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v21i2.3010

Abstract

Concentration of Lead in the Seawater, Sediment, and the Seaweed Sargassum sp. in Jepara waters, Indonesia The increasing human activities led to an increase in waste disposal which eventually accumulates and decrease the water quality of rivers and seas. One of the pollutant resulted by human activities is heavy metal. The presence of heavy metals in the waters could directly harm the bioorganisms and indirectly affect human health by food chains. The purpose of this research is to investigate the lead content (Pb) in the water, sediment, and seaweed Sargassum sp., as well as to determine the status of pollution in Teluk Awur waters, Jepara. The research was conducted in November 2017 and January 2018 using descriptive method. Sampling sites were decided by Purposive Sampling Method. Analysis of lead content was conducted using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). The results showed that the lead content of seawater in Teluk Awur, Jepara, was within 0.003 mg/L and not on the level of concern, according to KepMen LH No. 51/2004. The range of lead content in the sediment was 47- 68,35 mg/kg and considered as polluted, according to NRCC GBW07313. The range of lead content in the seaweed Sargassum sp. was 0.22-0.79 mg/kg and has exceeded the quality standard  specified by PerBPOM No. 23/2017. Meningkatnya  kegiatan  manusia  menyebabkan  peningkatan  pembuangan  limbah  yang pada akhirnya bermuara ke sungai maupun laut, yang mengakibatkan perairan laut menjadi tercemar. Salah satu pencemar akibat aktivitas   manusia   adalah   logam   berat   timbal yang dapat membahayakan kehidupan organisme perairan secara langsung, maupun tidak langsung terhadap kesehatan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Pb pada air, sedimen, dan rumput laut Sargassum sp. serta untuk mengetahui status pencemaran di Perairan Teluk Awur, Jepara. Penelitian dilakukan pada bulan November 2017 dan Januari 2018. Metode penelitian yang digunakan  adalah  metode  deskriptif.  Penentuan  lokasi  penelitian  dilakukan dengan Purposive Sampling Method. Analisis logam berat Pb dilakukan dengan menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Hasil penelitian menunjukan kandungan logam berat Pb di Perairan Teluk Awur, Jepara, pada air laut yaitu 0,003 mg/L dan masih belum tercemar menurut KepMen LH No.51/2004. Kandungan logam berat Pb pada sedimen yaitu berkisar 47 - 68,35 mg/kg dan telah tercemar menurut NRCC GBW07313. Kandungan logam berat Pb pada rumput laut Sargassum sp. yaitu berkisar 0,22 - 0,79 mg/kg dan telah melebihi baku mutu yang ditentukan oleh PerBPOM No. 23 Tahun 2017 
Kondisi Terumbu Karang Di Pantai Empu Rancak Kabupaten Jepara Suryono Suryono; Edi Wibowo; Raden Ario; Nur Taufiq SPJ; Ria Azizah
Jurnal Kelautan Tropis Vol 21, No 1 (2018): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.676 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v21i1.2301

Abstract

 Empu Rancak coastal  waters in Karanggondang village, Mlonggo District is one of the coral reef ecosystem location in coastal area of  Jepara Regency. Following the growth of culinary and Marine  tourism bring the need for monitoring the condition of coral reefs so that such activity does not provide ecological impacts against the condition of coral reefs. The method used to assess the condition of coral reefs  is Line Intercept Transect which done by percentage calculation of living coral coverage. The research results shows that the condition of the coral reefs in a depth of 3 metres found coral cover percentage of 4.5%, while at a depth of 6 meters found coral cover percentage of 9.7%. From this result indicates the coral reefs in critical condition,however the high biodiversity and dominance index value is presumed that these coral reefs was in good condition. It`s showed by the high percentage of coral die either at a depth of 3 metres (95.54%) or at a depth of 6 meters(90.30%). The diversity of species of coral were found at a depth of 3 meters consist of 6 genus, they are: Goniastrea sp., Favia sp., Galaxea sp., Porites, Acropora sp. and Montipora sp., whereas at a depth of 6 meters were found more species of coral diversity for at least 11 genus, they are: Acropora sp., Favites sp., Echinopora sp., Goniastrea sp. Symphyllia agaricia sp, Favia sp., Goniopora sp., Porites sp., Montipora sp., Platygyra sp., and Montastrea sp. The condition of coral reefs cover which relatively critical are caused by decreasing the quality of waters ecology that caused by sedimentation rate and runoff processes of land activity, high waves in northwest monsoon and the growth of culinary tourism as well as marine  tourism in Empu Rancak coastal  waters gradually worsen the condition of coral reefs.  Perairan pantai Empu Rancak desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo merupakan salah satu lokasi ekosistem  terumbu karang yang berada pesisir di kabupaten Jepara. Dengan berkembangnya aktivitas wisata kuliner serta wisata  bahari, maka perlu dilakukan pemantauan kondisi terumbu karang agar kegiatan tersebut tidak tidak memberikan dampak ekologi terhadap kondisi terumbu karang. Metode yang dipergunakan untuk menilai kondisi terumbu karang adalah  dengan metode perhitungan persentase penutupan karang hidup menggunakan Line Intercept Transect. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kondisi terumbu karang di kedalaman 3 meter ditemukan prosentasi tutupan karang sebesar 4,5 %, sedangkan pada kedalaman 6 meter ditemukan prosentase tutupan karang sebesar 9,7 %, maka kondisi terumbu karang di perairan pantai empu rancak Mlonggo, dalam kondisi buruk sekali, namun tingginya keanekaragaman dan nilai indeks dominasi, maka diduga bahwa terumbu karang dilokasi penelitian pernah dalam kondisi baik sebelumnya. Hal ini ditunjukan dengan tingginya prosentase karang mati baik pada kedalaman 3 meter (95,54 %) maupun pada kedalaman 6 meter (90,30 %). Keanekaragaman jenis karang yang ditemukan pada kedalaman 3 meter terdiri atas 6 genus yaitu : GoniastreaSp., Favia Sp., Galaxea Sp., Porites Sp., Acropora Sp.,dan Montipora Sp.,sedangkan pada kedalaman 6 meter ditemukan keanekaraamanan jenis karang yang lebih banyak (11 genus), yaitu : Acropora sp., Favites sp., Echinopora sp., Goniastrea sp., Symphyllia agaricia, Favia sp., Goniopora sp., Porites sp., Montipora sp., Platygyra sp. ,dan Montastrea sp. Kondisi tutupan terumbu karang yang relatif buruk sekali  diduga  diakibatkan oleh menurunnya kualitas ekologi perairan yang diakibatkan oleh oleh tekanan  laju  sedimentasi serta proses  run off dari aktivitas didaratan, tingginya paparan  gelombang pada saat musim barat serta  berkembangnya  wisata kuliner serta wisata bahari  di perairan Pantai Empu rancak yang  memperburuk kondisi terumbu karang.  
Shortest Route at Dynamic Location with Node Combination-Dijkstra Algorithm Achmad Fitro; Suryono Suryono; Retno Kusumaningrum
Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Vol 5: EECSI 2018
Publisher : IAES Indonesia Section

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.493 KB) | DOI: 10.11591/eecsi.v5.1604

Abstract

Online transportation has become a basic requirement of the general public in support of all activities to go to work, school or vacation to the sights. Public transportation services compete to provide the best service so that consumers feel comfortable using the services offered, so that all activities are noticed, one of them is the search for the shortest route in picking the buyer or delivering to the destination. Node Combination method can minimize memory usage and this methode is more optimal when compared to A* and Ant Colony in the shortest route search like Dijkstra algorithm, but can't store the history node that has been passed. Therefore, using node combination algorithm is very good in searching the shortest distance is not the shortest route. This paper is structured to modify the node combination algorithm to solve the problem of finding the shortest route at the dynamic location obtained from the transport fleet by displaying the nodes that have the shortest distance and will be implemented in the geographic information system in the form of map to facilitate the use of the system.
ANALISIS PENGARUH BENTUK SERAMBI MASJID TERHADAP KENYAMANAN TERMAL ADAPTIF Abdul Qodir; Erni Setyowati; Suryono Suryono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i3.522

Abstract

This study examines the effect of the porch on the adaptive thermal comfort of mosques by taking 2 mosques that have different porch shapes with the specific purpose of obtaining data on the neutrality, acceptability and preferences of the mosque respondents' thermal conditions in the framework of developing adaptive thermal comfort standards for Indonesia. Measurement of physical environment variables is done by taking data on temperature, humidity, air velocity, and mean radiant temperature (MRT) at 2 mosques and at the same time the impression and thermal preference questionnaire data are taken, examination of clothing types and activities, and list of thermal environment controls to 40 respondents in each mosque. Data of thermal neutrality and thermal preferences were analyzed by regression analysis using SPSS 19 software, while thermal acceptance was analyzed based on the results of the questionnaire answers. The analysis showed that the neutrality value at Ulul Albab mosque was Tdb = 28.47 OC, ET * = 30.11 OC, SET * = 23.11 OC, TSENS = 1.17, DISC = -1.06, and PMV = -0.65, this data shows that the neutral condition desired by respondents is slightly below the average condition, while the neutrality in Nurul Ilmi mosque at Tdb = 30.27 OC, ET * = 31.65 OC, SET * = 29.05 OC, TSENS = 1.03, DISC = 1.68, and PMV = 1.22, this data also shows that the neutral conditions desired by respondents are slightly below average conditions. While the preference value at Ulul Albab mosque is Tdb = 22.25 OC, ET * = 28.62 OC, SET * = 24.24 OC, TSENS = 0.23, DISC = 0.23, and PMV = -0.60 and preference conditions at Nurul Ilmi mosque at Tdb = 29.11 OC, ET * = 31.17 OC, SET * = 28.50 OC, TSENS = 1.04, DISC = 1.45, and PMV = 1.03. As many as 92% of respondents in the Ulul Albab mosque can accept local thermal conditions in the temperature range of 27oC - 31oC. While 90% of respondents in the Nurul Ilmi mosque can accept local thermal conditions in the temperature range of 27oC-32oC. The results of the neutrality, acceptance and preference analysis show that the Ulul Albab mosque is better than the Nurul Ilmi mosque.
Analyzing the Accuracy of Answer Sheet Data in Paper-based Test Using Decision Tree Edy Suharto; Aris Puji Widodo; Suryono Suryono
IJID (International Journal on Informatics for Development) Vol. 8 No. 1 (2019): IJID June
Publisher : Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.284 KB) | DOI: 10.14421/ijid.2019.08101

Abstract

In education quality assurance, the accuracy of test data is crucial. However, there is still a problem regarding to the possibility of incorrect data filled by test taker during paper-based test. On the contrary, this problem does not appear in computer-based test. In this study, a method was proposed in order to analyze the accuracy of answer sheet filling out in paper-based test using data mining technique. A single layer of data comprehension was added within the method instead of raw data. The results of the study were a web-based program for data pre-processing and decision tree models. There were 374 instances which were analyzed. The accuracy of answer sheet filling out attained 95.19% while the accuracy of classification varied from 99.47% to 100% depend on evaluation method chosen. This study could motivate the administrators for test improvement since it preferred computer-based test to paper-based.
Analisis Lahan Peneluran Penyu untuk Pengembangan Kawasan Konservasi Berbasis Ekowisata di Pesisir Kabupaten Kebumen Kathan Joy Abelino; Ibnu Pratikto; Sri Redjeki; Suryono Suryono
Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i2.32638

Abstract

Penyu merupakan spesies yang terancam punah dan dilindungi dalam IUCN Red List of Threatened Species. Konservasi terhadap spesies ini telah dijalankan di berbagai tempat, termasuk di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Diketahui bahwa konservasi penyu di Kabupaten Kebumen mulai dikembangkan sejak tahun 2016. Konservasi tersebut dijalankan secara swadaya dan masih belum dilakukan secara resmi. Kegiatan konservasi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara maksimal menjadi kawasan konservasi berbasis ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kawasan pesisir yang potensial untuk kegiatan konservasi menggunakan teknologi penginderaan jauh serta untuk mengetahui potensi ekowisata wilayah tersebut. Lokasi penelitian difokuskan di Pantai Kalibuntu dan Pantai Kembar Terpadu pada periode Maret sampai April 2021. Citra Sentinel-2A digunakan untuk pemetaan kawasan. Data terkait kelerengan, lebar, pasang surut, arus, dan batimetri pantai diambil secara primer dan sekunder. Sampel sedimen diklasifikasikan menurut skala wentworth dan dihitung persentase kelembabannya. Potensi ekowisata kawasan tersebut dinilai berdasarkan pengamatan langsung dan pengambilan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pantai pengamatan memiliki tingkat kesesuaian sebesar 75,75% untuk dijadikan kawasan ekowisata. Analisis butir sedimen, perhitungan kelerengan pantai, dan lebar pantai menunjukkan bahwa kedua stasiun mendukung aktivitas peneluran penyu. Kedua stasiun memiliki kegiatan konservasi penyu seperti pemantauan peneluran, pemindahan telur ke sarang penetasan semi alami, penangkaran, pelepasliaran tukik, serta sosialisasi edukasi. Pengelolaan dilakukan oleh lembaga masyarakat lokal dan Kelompok Tani Ngadimulya. Dinas Kelautan dan Perikanan dan BKSDA Provinsi Jawa Tengah sudah memberikan bantuan sarana dan pelatihan. Budaya pesisir seperti batik penyu dan upacara Sedekah Laut menjadi potensi pendukung pengembangan ekowisata.Sea Turtles are protected species base on the IUCN Red List of Threatened Species. Conservation of this species has been done in various places, including in Kebumen Regency, Central Java, Indonesia since 2016. It is done independently and has not been officially. This activity has great potential to be maximally developed into an ecotourism-based conservation area. This study aims to map potential coastal areas for turtle conservation using remote sensing and to determine the ecotourism potential of the area. The research location is on Kalibuntu Beach and Kembar Terpadu Beach from March to April 2021. Sentinel-2A imagery is used for area mapping. Slope, width, tide, current, and beach bathymetry were taken primary and secondary. Sediment samples were classified according to the Wentworth scale and the moisture percentage was calculated. The ecotourism potential of the area was assessed based on direct observation and interviews. The results showed that the beaches had a suitability level of 75.75% to be used as an ecotourism area. Sediment analysis, coastal slope calculation, and beach width showed that both beaches supported turtle nesting activities. Both stations have turtle conservation activities such as eggs monitoring, transferring eggs to semi-natural hatchery nests, captive breeding, releasing hatchlings, and educational outreach. Conservation is carried out by local community institutions and the Ngadimulya Farmer Group. Department of Marine Affairs and Fisheries and the Central Java Province BKSDA have provided facilities and training assistance. Coastal cultures such as turtle batik and the sea alms ceremony are potential supporters of ecotourism development.
Co-Authors A'yun, Ana Qurrota A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Latif Mahakar Abdul Qodir Abdul Qodir Achmad Widodo Addion Nizori Adi Priyo Wicaksono, Adi Priyo Adi Santosa Adi Santoso Adi Wahyu Romariardi Adi Wisaksono Afriani Afriani Agung Nugroho Setiawan Agung Wibowo Agus Indarjo Agus Pahrudin Agus Suyanto Agus Syafrudin Agusalim, Imam Dui Ahmad Firyal Adila Ahmad Rayyis Ahmad Syaify, Ahmad Ain, Rahmayani Kurnia Ainun Jariyah Aisyi, Nur Rahaddatul Aji, Achmad Fahrul Aldo Rizqi Arinianzah Algopeng, Zozi Ali Djunaedi Ali Ridlo Ambariyanto Ambariyanto Ambariyanto Ambariyanto Amda, Ahmad Dibul Amien, Muhammad I. Amien, Muhammad Irsyad Aminuddin Rizal, Aminuddin Anang Budikarso, Anang Andika Bagus Setiawan, Andika Bagus Andri Wahyu Septo Putra Anggi Rahmadani Kusumaningtyas Anggoro, Muhammad Faisal Anifatur Nurjannah, Anifatur Antonius Budi Susanto Arbiyanti, Yossi Norma Arbiyanti, Yossi Norma Ardiati Widya Wandira Ari Anshori, Ari Arihanda, Dea Davita Putri Arik Sofan Tohir Aris Dwi Cahyono, Aris Dwi Aris Prasetyo Aris Puji Widodo Aris Wijayanti Arman Jaya Artha Rochmanto, Raditya Aryaningrum, Ida Asfan Muqtadir Asmudrono, Rani Karenina Asy'arie, Musa Aziz, Ayu Munawaroh Baliyan I, Baliyan Bambang Irawan Bambang Yulianto Bayu Aji Pratama Bayu Kreshna Adhitya Sumarto Bayu Surarso Budi Setiawan Candra Dewi, Riskha Dora Cantik Sitta Devayani Choirul Anam AM Diponegoro Chrisna Adhi Suryono Dacing, Fitria Azis Dadi Dadi Danastri, Arifia Anindita Dea Davita Putri Arihanda Delianis Pringgenis Denny Nugroho Sugianto Destalino Destalino Dhidik Prastiyanto Diah Permata Wijayanti Diah Permata, Wijayanti Diana Layla Dimas Putra Anugrah, Dimas Putra Djoko Widodo Dodik S. Wicaksono Dwi Puji Adiana, Dwi Puji Dyah Wijaya Edi Fahrur Rozy Edi Wibowo Edi Wibowo Kushartono Edy Suharto Eko Supraptono Emi Agustina, Emi Endah Setiyaningrum Endang Sri Susilo Endang Supriyantini Endro Wahjono, Endro Eny Supryhatun Erni Setyowati Ervia Yudiati Fahrul Aji, Achmad Farid Dwi Murdianto Farohi, Ima fatimah Fatimah Ferdiansyah, Hendra Irawan Ferdiansyah, Indra Fitro, Achmad Frida Fallo Frijona Fabiola Lokollo Gatot Murti Wibowo, Gatot Murti Gatot Yulianto Gentur Handoyo Gigih Budhiawan Gunawan Widi Santosa Gurning, Lestari Febriant Pitaloka Guspianto Guspianto Habibi, Muhammad Nizar Hadi Endrawati Hadiyati, Titi Handoko, Adelia Handung, Nuryadi Harindra W Pradhana, Harindra W Harindra Wisnu Pradhana Hartanto, Rico Sigit Haryati Haryati Hendra Irawan Ferdiansyah Heri Sugito Hibatullah, Muhammad Naufal Hidayah, Yayuk Hidayat, Muhammad RF. Hidayat, Muhammad Rijal Fahrudin Hidayati, Ratna Humairoh Ratu Ayu I Ketut Suada Ibnu Pratikto Ibnu Pratikto Ibnu Pratikto Ibnu, Pratikto Ica Admirani, Ica Ilham Ilham Indhana Sudiharto Indraswari, Tutri Indrawan, Wisnu Innida, Lutfia Lu'lu' Irianto Irianto Irwani Irwani Islam, Anastasya Devi Septanovia Isnaini Isnaini Istiqomah, Titis Iswanti, Iswanti Ita Riniatsih Ivan Nurizal Sakti Izah, Luluk Lailatul Jatmiko Endro Suseno Jauhar Firdaus Jauhari Syamsiyah Jaya Putra Jahidin Jeffri Ardiyanto Joko Winarno Juniyanto, Dimas Justin Cullen Kartika Sari Dewi Kartika, Vinda Setya Karyadi Karyadi Kathan Joy Abelino Kesawa Sudarsih Kharis, Muhamad Koderi Kurniawan, Riko Kusworo Adi La Nina Gunaswara Samudera Lahengko, Diana S. Laili, Zuhrotul Laksmi Indreswari Lestari Febriant Pitaloka Gurning Lestiyadi, Ayu Puspa Limaran, Ken Lismaya, Elin Lucky Pradigta Setiya Raharja luluk, luluk susiloningtyas M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Mahakar, Abdul Latif Mahda Veronika Marhaeny, Annisa Maria Ulfa Ramadhanty Melo, Gabriella Imanuella Melyana Nurul Widyawati Mengko, Allfia Esterlita Menur Wahyu Pangestika, Menur Wahyu Meti Fatimah Mohamad Nadhif, Mohamad Muh. Yusuf Muhamad Ravian Wiraputra Muhamad Rizky Mauludin Muhamat Rajab, Nur Echsan Muhammad Adhim Widiyo Putera Muhammad Anwar Muhammad Arif Prasetyo Muhammad Arsyad Suyuti Muhammad Aviv Arsya Irnantyanto Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan Muhammad Zainuri Mukh Nursikin, Mukh Munandar, Septian Aris Munasik Munasik Mustafid Mustafid Muthoifin Naesilla, Naesilla Nanang Sulaksono Nasronudin Nasronudin Nasrul Nasrul Naswir, Muhammad Netty Nurdiyani, Netty Ngatmin Niharul Annas Nirwani Soenardjo Noferdiman Noferdiman Nourobby Aulada, Nourobby Novie Ayub Windarko Nugraha, Syechu Dwitya Nur Taufiq Nur Taufiq SPJ Nur Taufiq-Spj Nur Taufiq-SPJ Nuruwildani, Nuruwildani Oky Dwi Nurhayati Oky Yuripa Pradana Oky Yuripa Pradana Olfa Mega P, M. Cahyo Ardi P. H, Aditya Pakradiga, Ahlan Panjaitan, Kristina Venza Permadi, Bambang Pipiet Wulandari Pradhika, Vicky Dimas Pramesti, Aprilia Dian Prayogi Prayogi Primaswatantri Permata Pritama, Muhammad Fauzi Adityawan Pujianto, Pangestu Eko Purwatmoko, Hariadi Putera, Muhammad Adhim Widiyo Putri Permatasari, Putri Putri, Fanny Adinda Putri, Ni Putu Purba Nava Vidyadhari Rachma Prilian Eviningsih, Rachma Prilian Rachmat Gernowo Raden Ario Raden Ario Raden Mohamad Herdian Bhakti Radini Sinta, Radini Ragil Saputra Rahmat Gernowo Rakhmat Syaefullah Rakhmawati, Renny Rama, Bayu Ramadhan, Hazbina F. Ramadhan, Hazbina Fauqi Ramadhanty, Maria Ulfa Ratna Dwi Meilani, Ratna Dwi Ratna Kurniawati Rayyis, Ahmad Retno Handayani Retno Hartati Retno Kusumaningrum Ria Amitasari Ria Azizah Ria Azizah Ria Azizah Tri Nuraini Rieneke L Sela, Rieneke L Rinda Nurul Karimah, Rinda Nurul Rini Pramesti Rizky Erdana Rochmanto, Raditya Artha Rohmawati Bareta, Ainun Rotua Malau Rudhi Pri, Rudhi Rudhi Pribadi Rusdi, Muh Rusli, Muhammad Rizani Safira Aisha Putri Salsabila, Sahda Samsudin PJ, Nur Taufiq Samudera, La Nina Gunaswara Sangkertadi Sangkertadi Sapja Anantanyu, Sapja Saputra, Antonius D. Saputra, Antonius Dwi Sari, Shela Puspita Sarwati, Dhea Erika Satriyo Adhy Septiani, Mita Eka Setia, Bagus Setya Kartika, Vinda Setyaningsih, Erni SETYANINGSIH, NANIK Setyawati, Rohmah Cahya Eka Sheilla Rachmania, Sheilla Sihono Sihono Silvia Mawarti Perdana Siti Patimah Sofiana, Kristianingrum Dian Sonny Tilaar Sri Astuti Sri Huning Anwariningsih Sri Kusumastuti, Sri Sri Pramestri Lastianny, Sri Pramestri SRI RAHAYU Sri Redjeki Sri Sedjati Sri Sukamta Su'indayah, Siti Subagiyo Subagiyo Subiakto, Achmad Yusuf Sudadi Sudadi Sugeng Purbawanto Sugeng Widada Suharyanto, Hendik Eko Hadi Sulistyo Warjono, Sulistyo Sumariyah Sumariyah Sumarno . Sunaryo Sunaryo Sundjoto, Sundjoto Supriyanto Supriyanto Supriyati . Suratno Suratno Susiloningtyas, Luluk Sutama Sutarto Sutarto Sutedjo Sutedjo Suwarto Suwarto Syafrimen Syafril syahid Syahid, syahid Syahrial V. Canavaro Syahrial Varrel Canavaro Syahrial Varrel Canavaro Syamsul Ma’arif, Rizal Tatyantoro Andrasto Tiara Anggita Tiara Anggita Tiara Anggita Tohari, Achmad I. Tohari, Achmad Ilham Toifah, Umi Tri Saputra, Tri Tri Siwi Nugrahani Triana, Harry Tumingan Tumingan, Tumingan Valentino, Nico Veronica A Kumurur, Veronica A Vicky Dimas Pradhika Vincensius Gunawan S.K. Wahyu Febrianto Wahyu Setia Budi Wahyu Sulistiyo Wandira, Ardiati Widya Wibowo Edi Widianingsih Widianingsih Widihastuti, Rahma Ari Widiyanto Widiyanto Widiyanto Widodo, Nabila Azzahro Widyatmani Sih Dewi Wijaya, Dyah Wijayanti, Puspaneka Wilis Ari Setyati Winda Sari Wiraputra, Muhamad Ravian Wirsuyana, Gede Patrianaya Margayasa Yofi, Yofi Yovita Noor Hidayah Yumarni, Ani Yuningtyastuti, Gita Surya Yuningtyastuti, Gita Surya Zaenab, Zahrina Isnandia Zaenal Arifin Zeho , Fannidya Hamdani Zeho, Fannidya Hamdani