p-Index From 2021 - 2026
16.27
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora AL-Fikr Equilibrium: Jurnal Pendidikan JICSA Public Health of Indonesia Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Jurnal Berkala Kesehatan JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) Phinisi Integration Review SOSIOHUMANIKA ATIKAN AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Kesehatan Manarang Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Journal of Health Promotion and Behavior Alignment: Journal of Administration and Educational Management Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Journal on Education Indonesian Journal for Health Sciences (IJHS) Ensiklopedia of Journal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Jurnal Kesehatan Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Borneo Nursing Journal (BNJ) Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Science Midwifery Indonesian Journal of Social and Environmental Issues (IJSEI) Jurnal Scientia Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Keperawatan Galuh Jurnal Promotif Preventif Jurnal Kesehatan Tambusai Diversity: Disease Preventive of Research Integrity Journal of Midwifery and Nursing Studies Jurnal Ilmiah Administrasita' Devotion: Journal of Research and Community Service International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Studi Ilmu Manajemen dan Organisasi GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Journal Peqguruang: Conference Series Jurnal Info Sains : Informatika dan Sains Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Homes Journal: Hospital Management Studies Journal Jurnal Kolaboratif Sains Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Journal of Muslim Community Health (JMCH) Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Berita Kesehatan Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) Indonesian Journal of Social and Educational Studies Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) Bosowa Journal of Education Journal RESPECS (Research Physical Education and Sports) Education, Language, and Culture Journal Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Mamangan Social Science Journal Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Journal of Global Pharma Technology Jurnal Mitrasehat Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) Jurnal Media Hukum Journal of Social and Humanities Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Obat: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Advances in Healthcare Research Svāsthya: Trends in General Medicine and Public Health Jurnal Kesehatan Marendeng International Journal of Education, Vocational and Social Science Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran IPSSJ Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Joong-Ki Education Specialist Mega Buana Journal of Public Health Journal of Midwifery and Nursing Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Makna Budaya dan Spiritualitas dalam Praktik Resusitasi Neonatus: Studi Fenomenologis pada Perawat Instalasi Gawat Darurat Jelni M. Oruh; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resusitasi neonatus merupakan tindakan medis kritis yang tidak hanya menuntut keterampilan teknis dan pengambilan keputusan cepat, tetapi juga melibatkan dimensi emosional, budaya, dan spiritual para perawat yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna budaya dan spiritualitas dalam praktik resusitasi neonatus sebagaimana dialami oleh perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif, penelitian ini melibatkan dua informan yang dipilih secara purposive berdasarkan pengalaman langsung dalam tindakan resusitasi neonatus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya seperti gotong royong, rasa hormat, dan sikap penuh ketulusan menjadi bagian tak terpisahkan dari tindakan resusitasi. Sementara itu, spiritualitas diekspresikan melalui doa, keyakinan akan kehendak Tuhan, serta pemaknaan terhadap keberhasilan dan kegagalan sebagai bagian dari takdir Ilahi. Perawat memaknai profesi mereka sebagai bentuk pengabdian yang menyatukan keterampilan klinis, kekuatan mental, serta kedekatan spiritual. Praktik resusitasi tidak hanya dipahami sebagai prosedur penyelamatan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan yang sarat makna transendental. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara kompetensi teknis, kepekaan budaya, dan kekuatan spiritual dalam pendidikan serta praktik keperawatan, khususnya dalam situasi kegawatdaruratan. Oleh karena itu, pengembangan kebijakan dan pelatihan perawat hendaknya mencakup penguatan dimensi holistik demi pelayanan yang profesional, etis, dan bermartabat.
PERGESERAN NILAI TONGKONAN: STUDI ETNOGRAFI TENTANG PERUBAHAN FUNGSI RUMAH ADAT DALAM STRUKTUR SOSIAL MASYRAKAT TORAJA UTARA Yasri Pasapan; Arlin Adam
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 2 Mei (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pergeseran nilai Tongkonan dalam struktur sosial masyarakat Toraja Utara dengan pendekatan etnografi. Tongkonan, sebagai rumah adat yang menjadi penanda identitas kultural, mengalami transformasi fungsi dan makna yang signifikan akibat dinamika sosial kontemporer. Melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terarah yang dilaksanakan di tiga kecamatan di Toraja Utara, penelitian ini mengidentifikasi empat dimensi pergeseran: (1) transformasi fungsi sosial dari pusat otoritas keluarga komprehensif menjadi entitas seremonial terbatas; (2) rekontekstualisasi nilai kultural yang beradaptasi dengan modernitas; (3) modifikasi aspek fisik sebagai respons terhadap tantangan keberlanjutan material; dan (4) reorientasi fungsi ekonomi melalui komodifikasi dalam industri pariwisata. Temuan menunjukkan bahwa meskipun mengalami berbagai perubahan, esensi Tongkonan sebagai medium pengikat solidaritas dan identitas kultural tetap dipertahankan melalui negosiasi kompleks antara tradisi dan modernitas. Penelitian ini mengungkap bagaimana masyarakat Toraja Utara menegosiasikan keseimbangan antara pelestarian nilai-nilai tradisional dan adaptasi pragmatis terhadap tuntutan kehidupan kontemporer, mencerminkan resiliensi tradisi di tengah arus perubahan sosial yang akseleratif.
Dari Dari Sedenter ke Aktif: : Makna Sosial dan Budaya Perubahan Perilaku Olahraga Pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat Sirandan, Adryani; Adam, Arlin; Alim, Andi
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan gaya hidup dari sedenter menjadi aktif secara fisik di kalangan pegawai pemerintahan mencerminkan proses transformasi yang kompleks dan sarat makna sosial-budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna sosial dan budaya perubahan perilaku olahraga pada pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis digunakan untuk memahami pengalaman subjektif pegawai yang mengalami transisi gaya hidup, serta faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tersebut. Informan dipilih secara purposif, dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan perilaku olahraga tidak hanya dipicu oleh motivasi personal, tetapi juga didukung oleh lingkungan sosial, budaya organisasi, dan dinamika kelembagaan. Olahraga dimaknai sebagai ekspresi penghargaan diri, peningkatan identitas sosial, serta sarana menjaga kesehatan fisik dan mental. Hambatan seperti keterbatasan waktu, beban kerja, dan fluktuasi semangat diatasi melalui dukungan sosial serta strategi pribadi. Dampak perubahan dirasakan dalam berbagai aspek, mulai dari peningkatan kebugaran, rasa percaya diri, keseimbangan emosional, hingga relasi sosial yang lebih baik. Refleksi dan harapan para informan menggarisbawahi pentingnya peran institusi dalam membentuk budaya kerja yang mendukung gaya hidup sehat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan kelembagaan dan program kolektif sebagai upaya mendorong keberlanjutan perubahan gaya hidup aktif di lingkungan birokrasi.
Inovasi Gerimis Terus Makna Sosial Budaya di Balik Praktik Inovasi “Gerimis Terus” dalam Pencegahan Stunting di Kota Palopo: Stunting, Gerimis Terus, makna sosial budaya, inovasi kesehatan, perubahan perilaku Arman, Arman; Adam, Arlin; Alim, Andi
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v17i1.276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna sosial dan budaya di balik pelaksanaan inovasi “Gerimis Terus” sebagai strategi pencegahan stunting di Kota Palopo. Program ini merupakan gerakan minum susu dan makan telur rebus secara rutin yang menyasar anak-anak, ibu hamil, dan balita. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan informan yang terdiri dari petugas kesehatan, kader posyandu, tokoh masyarakat, ibu hamil, dan ibu balita. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program “Gerimis Terus” memiliki makna sosial dan budaya yang kuat bagi masyarakat. Program ini diterima dengan antusias karena dinilai relevan dengan nilai-nilai lokal seperti gotong royong dan kepedulian terhadap kesehatan generasi penerus. Interaksi sosial antara petugas kesehatan, kader, dan masyarakat berjalan efektif berkat komunikasi yang baik dan peran aktif semua pihak. Masyarakat menunjukkan adaptasi yang positif, terlihat dari perubahan perilaku konsumsi gizi dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan. Faktor sosial budaya, seperti nilai kekeluargaan, mendukung keberhasilan program, meskipun masih ditemukan hambatan berupa kebiasaan makan atau pemahaman yang belum merata. Secara keseluruhan, program ini memberi dampak nyata terhadap perubahan kebiasaan dan pola pikir masyarakat terkait pencegahan stunting. Penelitian ini merekomendasikan agar inovasi “Gerimis Terus” terus dikembangkan dengan memperkuat dukungan lintas sektor, memperluas jangkauan sasaran, serta memperhatikan dinamika sosial budaya lokal sebagai kekuatan dalam mendorong perubahan perilaku kesehatan masyarakat.
konstruksi konstruksi sosial masyarakat terhadap program BIAS di tengah ketidakpastian pascapandemi: konstruksi sosial masyarakat terhadap program BIAS di tengah ketidakpastian pascapandemi : studi kualitatif di puskesmas baebunta Jamaluddin, Jamaluddin; Adam, Arlin; Alim, Andi
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v17i1.277

Abstract

Pandemi COVID-19 telah membawa dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk persepsi masyarakat terhadap program imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana konstruksi sosial masyarakat terbentuk terhadap Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di masa pascapandemi, dengan fokus pada wilayah kerja Puskesmas Baebunta, Kabupaten Luwu Utara. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas orang tua murid, petugas puskesmas, guru sekolah dasar, dan tokoh masyarakat yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis dilakukan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi sosial masyarakat terhadap BIAS mengalami pergeseran signifikan setelah pandemi. Sebelum pandemi, program ini diterima dengan baik oleh masyarakat karena dianggap penting dalam melindungi anak dari penyakit menular. Namun, pascapandemi, muncul resistensi yang didorong oleh informasi negatif dari media sosial, kekhawatiran terhadap efek samping vaksin, dan isu kehalalan yang memengaruhi keyakinan sebagian masyarakat. Meski demikian, terdapat pula masyarakat yang tetap mendukung program BIAS karena memahami manfaatnya secara medis dan sosial. Puskesmas Baebunta merespons dinamika ini dengan strategi komunikasi dan pendekatan sosial, seperti penyuluhan langsung, metode jemput bola, dan edukasi yang melibatkan pihak sekolah serta tokoh masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pelaksanaan program imunisasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan layanan kesehatan, tetapi juga pada konstruksi sosial yang terbentuk di masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan partisipatif dan kultural yang mengedepankan edukasi, kepercayaan, serta kolaborasi lintas sektor untuk membangun kembali partisipasi masyarakat terhadap imunisasi anak di era pascapandemi
Transformasi Budaya dalam Pelayanan Kesehatan: Studi Kualitatif atas Penerimaan Masyarakat terhadap Sistem Rujukan Online (SISRUTE) di Kabupaten Luwu Timur Ema Arisandi; Arlin Adam; Andi Alim
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v7i1.475

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan membawa dampak besar terhadap sistem rujukan pasien, termasuk melalui penerapan Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE). Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat Kabupaten Luwu Timur menerima, memaknai, dan menyesuaikan diri dengan SISRUTE dalam konteks sosial budaya lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman, persepsi, dan makna budaya dari masyarakat pengguna layanan, tenaga kesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan masyarakat terhadap SISRUTE bersifat pasif dan pragmatis, dengan tingkat keterlibatan yang rendah dalam pengoperasian sistem. Interaksi tatap muka dengan tenaga kesehatan tetap menjadi pilihan utama karena dianggap lebih dapat dipercaya. Nilai-nilai budaya lokal, seperti musyawarah keluarga dan kepercayaan pada otoritas medis, masih sangat memengaruhi keputusan dalam layanan kesehatan. Kendala utama adaptasi terhadap SISRUTE terletak pada gangguan jaringan internet dan lambatnya respon dari rumah sakit tujuan. Meskipun sebagian masyarakat mulai terbiasa dengan penggunaan aplikasi digital untuk layanan kesehatan, budaya digital belum sepenuhnya terinternalisasi dalam praktik keseharian. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi digital berbasis budaya lokal, peningkatan infrastruktur teknis, dan pelibatan masyarakat secara partisipatif agar transformasi digital dalam sistem kesehatan benar-benar sejalan dengan nilai-nilai sosial masyarakat.
Transformasi Budaya Organisasi dalam Pengelolaan Logistik Non Medis di Institusi Kesehatan: Studi Kualitatif pada Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur Nurhasibah; Arlin Adam; Andi Alim
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v7i1.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika transformasi budaya organisasi dalam pengelolaan logistik non medis di Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur. Transformasi budaya organisasi dipahami sebagai perubahan nilai, norma, dan praktik kerja yang memengaruhi efektivitas sistem logistik dalam institusi kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, melibatkan informan kunci seperti pejabat pengadaan, bendahara, perencana, dan staf logistik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi budaya organisasi ditandai oleh pergeseran dari sistem birokratis yang kaku menuju budaya kerja yang lebih kolaboratif, transparan, dan terintegrasi secara digital. Faktor-faktor pendorong meliputi kebijakan nasional dan daerah, perkembangan teknologi, serta kepemimpinan yang visioner. Meskipun perubahan membawa dampak positif terhadap efisiensi, akurasi, dan akuntabilitas sistem logistik non medis, tantangan tetap muncul, terutama resistensi dari sebagian pegawai dan keterbatasan dalam literasi digital. Proses transformasi ini juga dimaknai oleh informan sebagai pembaruan nilai kerja, pembentukan identitas profesional, dan peningkatan koordinasi antarunit. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sosialisasi budaya organisasi, peningkatan kapasitas SDM, dan dukungan kepemimpinan yang transformatif sebagai upaya untuk membangun sistem logistik yang responsif dan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi kesehatan lain dalam membangun tata kelola logistik non medis berbasis nilai budaya kerja yang adaptif dan profesional.
Konstruksi Model Intervensi Stunting Berbasis Riset Ilmiah: Tinjauan Literarur Dedeng Nurkholik Sidik Permana; Arlin Adam
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.154

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan masyarakat global yang memerlukan pendekatan multidimensi. Artikel ini memperkenalkan model multifaktorial dalam penanganan stunting dengan mengintegrasikan intervensi kader kesehatan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dengan pola makan dan sanitasi. Artikel ini menggunakan pendekatan program riset ilmiah dengan mengembangkan model untuk menggabungkan teori-teori sebelumnya sehingga menghasilkan kerangka baru yang lebih komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dari jurnal-jurnal akademik sebanyak 20 jurnal dari pubmed, science direct dan proquest, dalam 10 tahun terakhir untuk merumuskan pendekatan multifaktorial yang mencakup intervensi kader, ketahanan pangan, pola makan, dan sanitasi. Hasil menunjukkan bahwa keterlibatan kader kesehatan dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga, kualitas pola makan, dan akses sanitasi, yang secara signifikan menurunkan prevalensi stunting
Epistemologi Hermeneutika dalam Memahami Anemia pada Ibu Hamil: Pendekatan Teoritis dan Kontekstual di Kabupaten Ciamis Rohman, Asri Aprilia; Adam, Arlin
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v7i2.20601

Abstract

Anemia in pregnant women is a global health concern with serious implications for both mother and fetus. According to WHO (2016), the prevalence of anemia among pregnant women in developing countries exceeds 40%, while the Indonesian Health Survey (2023) reported a prevalence of 27.7%. In Ciamis Regency, there were 3,097 reported cases (15.5%) in 2023. Conventional approaches to addressing anemia often rely on medical and universal health policy interventions, overlooking the importance of local social and cultural contexts. This study aims to develop a theory explaining the high incidence of anemia among pregnant women in Ciamis Regency using a hermeneutic approach. It explores the subjective understanding of anemia symptoms and the influence of sociocultural factors on health-related decision-making. This qualitative research employed a case study design, with in-depth interviews conducted with 30 pregnant women. Data were analyzed hermeneutically to interpret the meanings constructed by participants regarding their experiences. The findings reveal that beyond nutritional deficiencies, social and cultural factors—such as the normalization of anemia symptoms, limited access to health services, and low awareness of medical care—significantly contribute to the high prevalence of anemia. Many rural women perceive anemia as a normal condition. Conclusion: A hermeneutic approach offers deeper insights into the contextual causes of anemia. Culturally-based health education programs are essential for effective prevention.
Kepatuhan Masyarakat dalam Penegakan Protokol Kesehatan Terhadap Pencegahan Covid 19 di Wilayah Kerja Puskesmas Ilangata Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2021 Jumriyanti Nasaru; Arlin Adam; Fairus Prihatin Idris
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.299

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang persepsi masyarakat terhadap penegakan protokol kesehatan dalam pencegahan covid-19 yang meliputi pengetahuan, keyakinan mayarakat tentang penegakan protokol kesehatan, sikap , tindakan, sarana dan prasarana, dan implementasi kampanye 5M, serta ketersediaan peraturan dan pengawasan penegakan protocol covid yang menggambarkan adanya mekanisme reward and punishment. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi langsung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tape recorder, alat tulis, kamera, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)persepsi masyarakat dalam penegakan protokol kesehtan belum menaati aturan dari pemerintah terhadap protokol kesehatan, (2) pengetahuan dalam hal ini hampir semua kalangan masyarakat yang ada sudah mengetahui mengenai protokol 5M ,(3) keyakinan masyarakat terhadap covid-19 bersandar pada pengalaman interaksional dan dipengaruhi oleh moralitas religious yang menganggap bahwa covid-19 adalah misteri Ilahi,(4) Sikap dalam hal ini dapat dilihat yaitu: semakin positif sikap masyarakat tentang covid 19 maka semakin baik pula dalam penerapan protokol kesehatan., (5) tindakan dalam hal ini dapat dilihat dari segi penerapan protokol kesehatan yang mana masyarakat belum memiliki rasa kesadaran yang tinggi akan hal penerapan protokol kesehatan, (6) Kampanye 5M dalam hal ini dapat dilihat dari situasi kampanye 5M tidak berjalan sesuai dengan harapan pemerintah dimana kampanye 5M sudah tidak pernah dilakukan lagi oleh petugas ataupun pemerintah setempat, masyarakat hanya mendapatkan informasi kampanye 5M lewat media sosial dan televisi ,(7) ketersediaan sarana dan prasarana dalam hal ini dapat dilihat dari sarana dan prasarana seperti masker, tempat cuci tangan, Air Mengalir (keran air), sabun cuci tangan atau cairan antiseptik berbasis alkohol, face shild, ada penanda jarak, pengunjung dibatasi serta ada pemeriksaan suhu masih belum tersedia secara merata (8) ketersediaan peraturan dan pengawasan dalam hal ini dapat dilihat dari aturan yang mengatur dalam penegakan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran covid 19 namun dilapangan tidak berjalan dengan baik, masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi aturan tersebut. Adapun saran yaitu masyarakat diharapkan menumbuhkan kesadaran diri untuk menerapkan protokol kesehatan setiap saat demi kepentingan bersama dan diharapkan instansi setempat untuk memberikan sanksi baik berupa teguran maupun denda kepada para pengunjung yang tidak menerapkan protokol kesehatan.
Co-Authors A Kamaruddin, Syamsu A Safriadi Darmansyah A A Zulfikar Aliuddin Abd. Hady J Adiaksa, Baso Witman Adnan, Yudhi Agus, Rezki Aprianti Agustang Agustang Agustang, Andi Ahmad Restani Syukron Alam, Muhammad Ichwan Iskandar Alamsyah Alamsyah Allo, Maya Rante Ana Welellu Andi Alim, Andi Andi Asrina Andi Ihsan Andi Ihsan Andi Nurlinda Andi Nursida Andi Sahrul Jahrir Andi Suwirta, Andi Andi Zulkifli Abdullah Angraeni, Sinta Angriani Kristianita Pamona, Wasti Anita, Nur Anna Handayani Annisa, Mulkyah Ansyaruddin Ansyaruddin Samad Arifuddin Usman Arifuddin Usman Arikalang, Aprillya Arman Arman Armi Indrayuni Arsyad, Ernawati Ashriady, Ashriady Asmuliati, Diana Aspiati Haji Ali Aswar Aswar Bastiana Bastiana Benyamin Dimi Chakti, Andi Gunawan Ratu Chikita, Maharani D. Mahing, Maria Goreti Etywati Darmayadi Danduru Darmayanti, Resty Rahayu Dedeng Nurkholik Sidik Permana Desiderius H. J. Goo Diane Rineke Kaunang Dwi Jusrini Palungan Eka Dharmawati Lewa Ema Arisandi Erniati Erniati Ersian Rani Gratia Wongkar Fadli Fadli Faradiba Anggraeni Firdawati, Yuyun Fricilia Magda Winosoi Kandou Gratia Christine Junet Bofe Hairil Akbar Hamdan Nur Hamdana Hariani Harisman Harisman, Harisman Harun, Fachrudin Suryadi Haswindah Hervina Surahman Hidayat, Agit Dwi Hidayat, Arham Ibnu Hajar Ibrahim Sudirman Idris, Fairus Prihatin Ihsan, Andi Imam Mukti, Imam Indrayuni, ST.,MT, Armi Irhasana, Irhasana Irman Susanto Irviani Anwar Ibrahim Irviani Anwar Ibrahim, Irviani Anwar Ishaq Iskandar, Muh. Iskandar, Harun Iskandar, Ishaq Iskandar, Muhammad Ishaq Ismawati, Ros Iwan Ramadhan Jahrir, Andi Sahrul Jamaluddin Jamaluddin Jamil, Bidasari Jane Randa Patasik Jelni M. Oruh Jumadi Jumadi Jumriyanti Nasaru Kamaruddin, Samsu A. Kamaruddin, Syamsu Kamaruddin, Syamsu A Kamaruddin, Syamsu A Kamaruddin, Syamsu A. Kamaruddin, Syamsu Andi Karim, Nurwahida Khairani, Nurul Fitri Kristiani Lalan Latif, Sarifudin Andi ledia, Ida Leida, Ida Lestari, Sari Arie Lilis Widiastuty Lisna Lisna, Lisna Maqfirah Maqfirah, Maqfirah Mariani Mariani mariyati mariyati Marlina Alia Mega Mustikasari Meilani Meilani, Meilani Meyske Gente, Meyske Mohamad Guntur Nangi Mohamad Husni Thamrin Mudarsi, Vivi Muhammad Azwar Muhammad Syafri Muhammad Syukur Munadhir Munadhir Musakkar, Mustika Eka Pratama Muslimin Muslimin Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Naolin, Imelda Natsir, Nursanita Nganro, Reski Niar, Niar Ningrum, Sri Hutami Ayu Noeraini, Vina Aresya Noni Widhirexy Novita Novi Purnama Sari Nufninu, Robert Nur Aini Cora Nuraeni Mustari Nurhasibah Nurlela Nurlela Nurlela Nurlela Nurrahmat Nurrahmat Nursida, Andi Nurul Kamaliah Umasangaji Nurul Qalbi Obert, Hendra August Palewai, Harpandi Rahim Pattiwael, Rahmawaty Rahman Pongsituru, Ester M. Pratiwi, Desi Arisma Purnama Purnama Putri, Tharia Nurizky Radiansyah Rahmatullah Rahmi, Silatul Rani Wijayanti Reza Aril Ahri Rohman, Asri Aprilia Ruhwandi, Ruhwandi Sadriani, Andi Sainuddin, Sudirman Salehuddin Salehuddin Salehuddin, Salehuddin Salkamal, Salkamal Salma Bahsoan Sanuddin, Sudirman Saputri Stiawati Sari Arie Lestari Sartika Sartika Sartika Silatul Rahmi Simunati Sirandan, Adryani Sombolinggi, Yeltiani ST Arifah Sudirman Sainuddin Suhardin, Mien Asrha Sukma Sukmawati Sukmawati Sulaiman, Herlina Surniah Syahban Nur Syamsidah, Syamsidah Syamsu A Kamaruddin Syamsu A Kamaruddin Syamsu A Kamaruddin Syamsu A Kamaruddin Syamsu A. Kamaruddin Syamsu A. Kamaruddin Syamsu Andi Kamaruddin Syamsul Bahri Syamsuri Syakri Syukurman Syukurman Syukurman, Syukurman Taherong, Rosmawati Tamrin, Sopian Tange, Warni Taufiq Djalal Titi Saparina Tri Sukma, Novian Umasangaji, Nurul Kamaliah Utomo, Jepri Walewangko, Alfriando Wihdaniah Wihdania Windy Tjiali, Windy YANTI, DEFYANTI Yasri Pasapan Yeuis Diah Sri Lestari Yusri, Muh. Yusri Yunus Yusriani, Yusriani yusriyanto Yusriyanto Yusriyanto, Yusriyanto Zaenal, Isradi Zainuddin Zainuddin Zamli Zulkarnain Zulkarnain