p-Index From 2021 - 2026
11.386
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Irfani Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurnal Diskursus Islam Inspiratif Pendidikan TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam JICSA Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal At-Tarbiyat (Jurnal Pendidikan Islam) Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) CERMIN: Jurnal Penelitian ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) TEMATIK: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Journal La Edusci TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan JURNAL KEISLAMAN Didaktika Religia Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ISTIQRA: JURNAL HASIL PENELITIAN Jurnal Riset Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Panrita Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology (J-HEST) Education Journal: General and Specific Research Golden Ratio of Data in Summary Al-Irsyad: Journal of Education Science AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam Socius: Social Sciences Research Journal Jurnal Kajian Pendidikan dan Psikologi TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi INTERDISIPLIN: Journal of Qualitative and Quantitative Research Educational Journal of Learning Technology Vifada Journal of Education Agency Journal of Management and Business ISOLEK: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, dan Sastra Journal of Islamic Education Management Research (JIEMER) Socratika NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Al Urwatul Wutsqa International Journal of Multidisciplinary Reseach Ar-Ruhul Ilmi Edumaspul: Jurnal Pendidikan Wasīlah: Journal Of Sharia Sciences At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Journal Innovative Practices in Education (JIPE) Jurnal Pendidikan dan Keguruan Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis (MJ)
Claim Missing Document
Check
Articles

Reconstructing The Role Of Parents and Teachers In Islamic Education Ana Fergina; Syarifuddin Ondeng; Saprin
IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Vol. 5 No. 2 (2024): September
Publisher : Master of Islamic Studies Masters Program in the Postgraduate Institute of Islamic Studies Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ijgie.v5i2.3242

Abstract

This research aims to explain the importance of reconstructing the roles of parents and teachers in Islamic education. It is a descriptive study utilizing a literature review. The roles of parents and teachers in Islamic education need to be reconstructed because children are growing up in a different era from their parents and teachers. The millennial era, characterized by technology reliance, makes children quickly adapt to their surroundings. However, to protect children from the negative influences of the times, parents and teachers must possess competencies beyond merely educating and teaching in the real world but also guiding them in the virtual world. Therefore, Islamic education for children must be preserved, and parents and teachers must continue to be educators, guides, motivators, and role models for their children so that they can compete in their time while maintaining good moral character according to Islamic teachings.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Mappanre Temme’ Pada Masyarakat Bugis Di Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru Hidayatullah, Anwar Iskar; Ondeng, Syarifuddin; Syamsudduha, St
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 17 No. 2 (2019): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.341 KB)

Abstract

Abstak Tesis ini membahas topik nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Mappanre Temme’ (khatam al-Qur’an) pada masyarakat bugis di kecamatan soppeng riaja kabupaten Barru. Permasalahan pokok dalam penelitian ini yakni bagaimana nilai pendidikan Islam pada tradisi adat Mappanre Temme’. Permasalahan pokok dirinci pada tiga sub masalah, yaitu bagaimana latar belakang keberadaan tradisi Mappanre Temme’, bagaimana tata cara pelaksanaan tradisi Mappanre Temme’, serta nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam tradisi Mappanre Temme’. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tatacara pelaksanaan dan nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Mappanre temme’ di soppeng riaja Barru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mappanre Temme’ adalah sebuah tradisi eksotis yang penuh daya tarik. Eksotisme Mappanre Temme’ bukan hanya karena ia menjadi sarana hiburan tradisional ditengah arus globalisasi budaya, akan tetapi tradisi Mappanre Temme’ sarat dengan makna dan pesan yang mengekspresikan sistem nilai yang dianut oleh masyarakat bugis, yakni di dalamnya banyak terkandung nilai-nilai pendidikan Islam, yakni pendidikan iman, akhlak, intelektual, fisik dan psikis, dan sosial. Implikasi penelitian, diharapkan penelitian ini dapat memberikan nilai manfaat bagi semua pihak, terutama bagi masyarakat soppeng riaja. Penelitian ini dapat menjadi dasar agar dilain pihak adanya keberanian dari tokoh budaya agar gaya, gerak dan baca-bacaan yang menghiasi suasana upacara Mappanre temme’ dimodifikasi menjadi seni yang bernuansa Islami yang sarat dengan nilai-nilai syiar Islam khususnya pendidikan Islam demi membumikan Islam ditengah kehidupan masyarakat. Kata Kunci: Nilai-Nilai Pendidikan Islam, Tradisi Mappanre Temme’, Masyarakat Bugis
PENELITIAN NARATIF DAN ETNOGRAFI: PERBANDINGAN DAN APLIKASI Maemunah, St.; Ondeng, Syarifuddin; Mustami, Khalifah
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v8i2.5481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua pendekatan kualitatif yang populer dalam penelitian sosial, yaitu pendekatan naratif dan etnografi, serta mengeksplorasi kelebihan, keterbatasan, dan aplikasi masing-masing metode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, di mana peneliti mengkaji literatur terkait dan sumber-sumber relevan untuk memahami karakteristik, teknik pengumpulan data, dan analisis yang diterapkan dalam kedua pendekatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan naratif lebih fokus pada cerita individu dan pengalaman subjektif, sementara etnografi berfokus pada pengamatan dan pemahaman budaya serta praktik sosial dalam konteks kelompok. Kelebihan pendekatan naratif terletak pada kemampuannya untuk menggali makna mendalam dari pengalaman individu, sedangkan etnografi memberikan pemahaman yang lebih luas tentang konteks sosial dan budaya. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peneliti memilih metode yang sesuai berdasarkan tujuan penelitian dan konteks yang diteliti, serta potensi pengembangan kedua pendekatan di masa depan untuk menjawab tantangan kompleks dalam kajian sosial dan budaya. Kata Kunci: Pendekatan naratif, etnografi, penelitian kualitatif ABSTRACT This study aims to compare two qualitative approaches that are popular in social research, namely narrative and ethnographic approaches, and explore the advantages, limitations, and applications of each method. The method used in this study is a literature study, in which the researcher examines the relevant literature and relevant sources to understand the characteristics, data collection techniques, and analysis applied in both approaches. The results show that the narrative approach focuses more on individual stories and subjective experiences, while ethnography focuses on the observation and understanding of culture and social practices in the context of groups. The advantage of a narrative approach lies in its ability to unearth the deep meaning of individual experiences, while ethnography provides a broader understanding of social and cultural contexts. The implications of this study are the importance of researchers choosing appropriate methods based on the research objectives and the context being studied, as well as the potential for the development of both approaches in the future to address complex challenges in social and cultural studies.
PENGENDALIAN PENDIDIKAN DALAM KONTEKS AL-QUR’AN DAN HADITS Musta'in, Muh; Yahiji, Kasim; Misbahuddin, Misbahuddin; Ondeng, Syarifuddin; Alwan Theopilus
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24270

Abstract

Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif yang menggunakan metode dokumentasi. Sumber data diperoleh dari kepustakaan dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik finding. Model analisis data yang diterapkan oleh peneliti adalah bersifat deduktif dan induktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kepala sekolah, sebagai pimpinan, melaksanakan pengendalian atau controlling dalam konteks pendidikan. Hal ini bertujuan agar proses kegiatan dalam manajemen sekolah tetap berjalan secara optimal. Fungsi dan tujuan dari pengendalian pendidikan dalam penelitian ini diartikan sebagai upaya pemeriksaan terhadap jalannya perencanaan dalam suatu lembaga pendidikan, dengan tujuan untuk menghindari hasil yang lebih burukt Al-Quran menjadi landasan moral dalam penelitian ini, memberikan peringatan keras agar segala sesuatu yang dapat merugikan lembaga atau pihak terkait dapat dihindari. Al-Quran menekankan pada pentingnya introspeksi dan evaluasi diri pribadi sebagai seorang pemimpin, untuk memastikan keselarasan dengan pola dan tingkah laku berdasarkan perencanaan dan program yang telah dirumuskan kembali. Sikap yang bersahabat dalam menjalankan tugas, serta melakukan pengecekan atau pemeriksaan terhadap kinerja anggota tim, dianggap sebagai tindakan yang seyogyanya dilakukan oleh seorang pemimpin berdasarkan nilai-nilai yang terdapat dalam Al-Quran.
MANAJEMEN AKAL DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Mahdin, Maulian Hi; Yahiji, Kasim; Ondeng, Syarifuddin; Asaad, Misbahuddin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24287

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan konsep manajemen akal dalam Al-Qur’an. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan menerapkan pendekatan tafsir tematik terhadap ayat-ayat Al-Quran. Kemudian hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa manajemen akal merupakan salah satu konsep yang diatur dalam Al-Qu’ran, hal tersebut sangat jelas Dalam ajaran Islam, akal diberikan kehormatan yang tinggi. Terdapat banyak ayat-ayat dalam Al-Quran yang mengarahkan manusia untuk menggunakan akalnya dengan baik, baik dalam memahami ajaran agama maupun ilmu pengetahuan. Akal dalam konteks Islam bukanlah sekadar otak, melainkan daya berpikir yang ada dalam jiwa manusia. Daya berpikir ini digambarkan dalam Al-Qu’ran sebagai sarana untuk memperoleh ilmu pengetahuan dengan memerhatikan alam sekitar. Dengan demikian, manajemen akal dalam Islam mencakup pengaturan dan penggunaan akal secara bijaksana dalam rangka mencapai pemahaman agama dan pengetahuan yang lebih luas.
PERANAN MAJELIS TAKLIM DAN LEMBAGA DAKWAH DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM: SEBUAH ANALISIS FUNGSIONAL Barella, Yusawinur; Ondeng, Syarifuddin; Saprin, Saprin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27429

Abstract

Penelitian ini mengkaji peranan signifikan dari Majelis Taklim dan lembaga dakwah dalam konteks pendidikan Islam, dalam rangka memahami kontribusi nyata mereka pada pengembangan edukatif di komunitas Muslim. Menggunakan pendekatan analisis fungsional, studi ini menyoroti bagaimana kedua entitas tersebut menyediakan sumber belajar yang vital dan membentuk lingkungan pembelajaran bagi umat Islam yang mencakup aspek teologis maupun aplikatif dari agama. Dengan mengumpulkan data melalui kepustakaan dan analisis dokumen, penelitian ini menelisik fungsi pendidikan, sosialisasi, dan konservasi nilai-nilai Islam yang dilakukan oleh Majelis Taklim dan lembaga dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keduanya berperan dalam menyinergikan pengetahuan formal dengan informasi praktis tentang Islam, menanamkan akhlak dan keimanan, serta membentuk kesadaran keislaman yang kuat di tengah masyarakat. Meskipun ada beberapa tantangan seperti keterbatasan metodologi pendidikan, infrastruktur, dan sumber daya manusia yang terlatih, Majelis Taklim dan lembaga dakwah secara efektif memfasilitasi pendidikan Islam yang inklusif dan adaptif.
HAK DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM PENDIDIKAN ISLAM Muhammad Syafril Sunusi; Saprin, Saprin; Syarifuddin Ondeng
EDUCATIONAL JOURNAL : General and Specific Research Vol. 4 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to provide an understanding of children's rights and protection from an Islamic perspective. Specifically about how to fulfill children's needs. Welfare is a condition where all a person's life needs can be fulfilled and can achieve satisfaction. Children are the ones whose welfare must be taken into account, whether it is physical welfare, inner welfare, or social welfare because children are individuals who will carry on their dreams. -the ideals of the nation and becoming the next generation of a country. Currently, the condition of children in Indonesia still needs to be addressed by the government and other parties because their welfare is problematic. There are many things that cause children's needs and rights to not be met, Fulfilling the rights of children who are deprived of them because they have to work and the influence of the psychosocial conditions of children when they work will affect the child's growth and development process. Islam views children as expensive gifts with sacred status. This expensive gift is a trust that must be guarded and protected by parents in particular, because children are assets of parents and assets of the nation. Islam has paid great attention to the protection of children. Protection in Islam includes physical, psychological, intellectual, moral, economic and others. This is explained in the form of fulfilling all their rights, guaranteeing their food and clothing needs, maintaining their good name and dignity, maintaining their health, choosing good friends to associate with, avoiding violence, and so on.
ISLAMIC EDUCATION IN THE ERA OF GLOBALIZATION AND MODERNIZATION Sulkifli; Ondeng, Syarifuddin
International Journal of Multidisciplinary Reseach Vol. 1 No. 5 (2025): Desember
Publisher : International Journal of Multidisciplinary Reseach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education faces complex challenges in the era of globalization and modernization, characterized by advances in information technology, sociocultural transformation, and shifts in life values. This study aims to identify the challenges facing Islamic education, analyze its fundamental characteristics, and formulate comprehensive development strategies. Using a qualitative method with library research, this study analyzes various literature related to Islamic education, globalization, and modernization through content analysis techniques. The findings reveal that Islamic education possesses four fundamental characteristics: theocentric, comprehensive and balanced, morality-oriented, and humanistic and universal. Islamic education confronts six major challenges encompassing ideology and thought, technology and information, the dichotomy of religious and general sciences, educator quality, welfare, and sociocultural value changes. Development strategies include integrative curriculum reform, modernization of learning methods, improvement of educator quality, strengthening of management, development of character education, and strategic cooperation. The integration of Islamic values with modern science through the Islamization of knowledge and integration-interconnection models becomes key to the relevance of Islamic education. The study concludes that Islamic education must adopt a moderate stance (wasathiyah) integrating classical heritage and modern advancement to produce graduates with deep religious knowledge, broad general knowledge, technological skills, and noble character.
Muhammadiyah dalam Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia Azaz Akbar; A. Rezky Nurhidaya S; A.Muh Ali; Syarifuddin Ondeng
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v5i2.2854

Abstract

Muhammadiyah is an organization founded by Kyai Ahmad Dahlan which is mostly engaged in business charities in the field of education such as PAUD/TK, SD, SLTP, SLTA, and Universities. The purpose of this study is to provide a brief review of several research articles that discuss the Muhammadiyah movement from its founding background to its influence in the world of Islamic education in Indonesia. This research method is a literature study because in the end all the material that has been read must be drawn a conclusion in the form of a report. Data sources consist of primary data and secondary data. The results of this study indicate that the emergence of the Muhammadiyah organization is a response to the enforcement of Islamic teachings that depart from the Qur'an and Sunnah. Also of the factors raised from the two studies above are about the purification of monotheism which was influenced by colonialism regarding shirk, superstition, bid'ah and superstition and living in poverty, destitution and ignorance. Muhammadiyah organization is very concerned about the condition of a pluralistic society in the development of the education curriculum in Indonesia.
THE COMMERCIALIZATION OF EDUCATION IN THE PERSPECTIVE OF MAQĀṢID AL-SYARĪʻAH Muflih Naufal; Syarifuddin Ondeng; Syahruddin Usman
Wasīlah: Journal Of Sharia Sciences Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : Wasīlah: Journal Of Sharia Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study critically analyzes the commercialization of education within Islamic educational institutions in Indonesia through the framework of maqāṣid al-sharīʻah. The scope of the study covers the forms, driving factors, and impacts of commercialization on access, educational quality, and the normative orientation of Islamic education. Employing a qualitative literature-based approach enriched with phenomenological analysis, the research draws upon academic publications, government reports, and relevant empirical findings. The results show that commercialization manifests through rising tuition fees, competitive educational marketing, and the commodification of curricula and additional services. These practices contribute to widening disparities in access, deepening quality gaps between institutions, and shifting the orientation of Islamic education from moral and spiritual formation toward market-driven objectives. Through maqāṣid al-syarīʻah analysis particularly the principles of preserving intellect (ḥifẓ al-‘aql), religion (ḥifẓ al-dīn), human dignity (ḥifẓ al-nafs), and wealth (ḥifẓ al-māl) this study finds that several commercialization practices contradict Islamic ethical principles and risk undermining the public character of education. The study concludes that Islamic education governance must be reformulated to balance financial sustainability with justice, inclusivity, and the preservation of core Islamic educational values.
Co-Authors A, Asrullah A. Rezky Nurhidaya S A.Muh Ali Abubakar, Achmad Agung Raharjo, Muhammad Ahmad Mudzakkir Ahmad Suryadi, Ahmad Akbar, Azaz Akin, M. Aris Alam, Nur Alamsyah Ali, A Muh. Alwan Theopilus Aminuddin Aminuddin , Aminuddin Amirah Mawardi Ana Fergina Andi Abdul Hamzah Andi Abdul Hamzah Andi Achruh Andi Baso Muammar Assaad Andi Syahrul Asaad, Misbahuddin Ashar Ashar Asma Azaz Akbar Bahraeni Bujuna Alwi Alhadad Dama, Kiman Dian Asri Unga Mega Djafar, Chece Djufri, Ayulinda Eka Damayanti Gunawan Gunawan Hanafi, Muh. Sain Haryati Haryati Hasfiana Hidayatullah, Anwar Iskar HS, Fatimah Ilyas Ismail Iting, Andi Juliana Juliana Jumrah, Abrina Maulidnawati Junaidi Junaidi Kamal Kamal kamaluddin, Munawir Kasim Yahiji Kasim Yahiji Khalik, Suhartini Kharisman, Muh Larissa, Dea Lasepe, Risky Rinaldi M. Muzakkir Madanun, Tri Susanto A. Maemunah, St. Mahdin, Maulian Hi Mahendra, Yusri Yusra Marjuni, H. Martono La Moane Martono La Moane Marwan, Wiranti Mega Sulistiyani Putri Mei, Reski Mizna Laila Albaar Moch Natsir Mahmud Moch. Mahmud Mokoagow, Friska Muctar, Zusba Muda, Fat Fadilah Ismi K. Mudzakkir, Ahmad Muflih Naufal Muh Arif, Muh Muh Yahdi Muh. Arif Muh. Arif Muh. Rusdi T Muh. Sain Hanafy Muh. Yusuf Muh. Yusuf Muhammad Khalifah Mustami Muhammad Syafril Sunusi Muhammad Syafril Sunusi Muhammad Yahdi Muhammad Yahdi Muhammad Yahdi Muhammad Yahdi Muhammad Yasin Muhammad Yasin Muhammad Yaumi Munawir K. Munawwarah, Rofiqah Al Musta'in, Muh Mustafa, Musram Mustami, Khalifa Muthmainnah Muthmainnah Nadjamuddin Petta Solong Nailah Meilindah Nailah Meilindah Novira, Nuraeni Nur, Amiruddin Z. Nurhidaya, A Rezky Nurhikmah, Marwiah Nurqadriani Nurqadriani Nursyalim, Nursyalim Nurul Fauziah Paputungan, Djamila Pawelay, Zulkifli T. Prabu, Ince Putri, Mega Sulistiyani Putri, Rani Awalia Rahman, Ananda Fathur Riskal Fitri Rofia Masrifah Rofiqah Al Munawwarah Rumra, Muhammad Jusman Rivay Ruslan Ruslan Rusmiaty, Rusmiaty Saharuddin Saharuddin Saharuddin Sakti, Salwa Nurfauziyah Sam, Zulfiah Samsidar . Saniasa Saprin Saprin Saprin Saprin Saprin Saprin Saprin Saprin Saprin Saprin, Saprin Sari B, Nur Indah Selvi, Nurhayati Shahib, Muhamamd Amin Shahib, Muhammad Amin Sidik, Firman Siraj, Arifuddin Sitti Fatimah Sangkala Sirate Solly Aryza St Syamsudduha Suarni Subandi , Subandi Subandi Subandi Sudiran Sudiran Sulaiman Saat Supardi Widodo Syahrir Syahrir Syahruddin Syahruddin Syahruddin Syahruddin Usman Syamsiar, Syamsiar Syaridawati T, Tawarati Tamuu, Safira Prakasa Ta’wil, Ta’wil Trisnawaty, Trisnawaty Ulfiani Rahman Ulfiani Rahman Usman , Syahruddin Usman Usman Usman Usman Wahyuddin Naro, Wahyuddin Wahyuni Nurdin Wahyuni Nurdin Wayong, Mohammad Yahdi, Muh. Yahiji , Kasim Yusawinur Barella Yusran, Ramlah Zahra Lutvia Assagaf Zahra Lutvia Assagaf Zikri, Abdalul