Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Penerapan Model Inquiry Learning Berbantuan Papan Interaktif pada Materi Bagian Tumbuhan dan Fungsinya di Kelas IV Sekolah Dasar: Implementation of the Inquiry Learning Model Assisted by Interactive Boards on the Material of Plant Parts and Their Functions in Grade IV Elementary School Deliana Dwi Hafsari; Cantika Sri Agustin; Holy Angelica Hot Mauli Gultom; Syahira Ramadhini; Aulia Salma Sola; Laila Puspita; Assyfa Devalina Septya Hamdani; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model pembelajaran Inquiry Learning berbantuan media konkret papan interaktif didik pada materi Bagian Tubuh Tumbuhan dan fungsinya di kelas IV Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian didasarkan pada masih rendahnya pemahaman konsep IPAS di sekolah dasar serta kebutuhan pembelajaran yang lebih aktif dan mendalam sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar dengan metode pre-eksperimen, menggunakan desain one group pretest. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa kelas IV. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 61,67 dengan skor minimum 20 dan maksimum 100, sedangkan nilai rata-rata posttest sebesar 58,33 dengan skor minimum 20 dan maksimum 100. Uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data pretest (Sig. = 0,055) dan posttest (Sig. = 0,051) berdistribusi normal. Selanjutnya, hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,638 (Sig. > 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Inquiry Learning berbantuan papan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan belum terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap materi IPAS setelah pembelajaran Inquiry Learning berbantuan papan interaktif, sebagaimana dibuktikan oleh skor posttest yang lebih tinggi dibandingkan pretest dan hasil uji-t yang menunjukkan perbedaan signifikansi. Berdasarkan temuan ini, pembelajaran berbasis inkuiri dan media interaktif sangat disarankan untuk dirancang dengan sebaik mungkin dan kemudian diaplikasikan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pemahaman konsep peserta didik secara lebih optimal.
Implementasi Modul Ajar Para Penghuni Alam Untuk Meningkatkan Pemahaman Ekosistem Dan Sikap Peduli Lingkungan Pada Siswa SD Kelas 3: Implementation of the Nature Inhabitants Teaching Module to Improve Ecosystem Understanding and Environmental Care Attitudes in Grade 3 Elementary School Students Nabillaila Qurotunnisa; Rahma Zahara Nurzain; Shofa Shofiyana; Afifah Khoerani; Mellisa Aulia Nursiamy; Amanda Zahira; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9781

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar terhadap konsep ekosistem serta minimnya sikap peduli lingkungan akibat pembelajaran yang masih abstrak dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Modul Ajar “Para Penghuni Alam” dalam meningkatkan pemahaman konsep ekosistem dan sikap peduli lingkungan siswa kelas III Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain One Group Pretest–Posttest, melibatkan 36 siswa sebagai sampel. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda sebanyak 10 butir yang telah dinyatakan valid dan reliabel, serta lembar observasi perilaku. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan antara pretest dan posttest berdasarkan uji Wilcoxon (Sig. 0,000 < 0,05), dengan nilai rata-rata meningkat dari 55,30 menjadi 86,70 dan nilai N-Gain sebesar 0,5675 (kategori sedang). Analisis HOTS menunjukkan capaian C4 kategori tinggi, sementara C5 dan C6 berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa modul ajar berbasis lingkungan mampu memfasilitasi pembelajaran yang bermakna, mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta menumbuhkan perilaku peduli lingkungan. Secara keseluruhan, modul ini terbukti efektif sebagai media pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan pemahaman ekosistem sekaligus membangun karakter ekologis pada peserta didik.
Pengaruh Model Project Based Learning Berbantuan Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran untuk Memperkuat Pemahaman Siklus Air pada Siswa Kelas V: The Effect of Project Based Learning Model Assisted by Augmented Reality as a Learning Medium to Strengthen Understanding of the Water Cycle in Fifth Grade Students Chairin Zahra Alkautsari; Esti Yuliani; Nabila Wanda Yusela; Nala Kania; Ghevira Aulia Rahima; Rachmi Amalia Syafia Syams; Shela Permatasari Setyawati; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9785

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan mendorong penggunaan media pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan interaktivitas dan pemahaman siswa. Materi siklus air bersifat abstrak sehingga perlu adanya media pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam memvisualisasikan konsep abstrak secara langsung melalui Augmented Reality. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan media pembelajaran Augmented Reality (AR) berbasis smartphone terhadap hasil belajar siswa pada materi siklus air. Penelitian ini dilaksanakan disalah satu sekolah swasta di Purwakarta dengan subjek 14 siswa kelas V-B. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan One Group Pretest-Posttest Design. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berupa 10 soal pilihan ganda yang diberikan sebagai pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan siswa dalam mengevaluasi, menganalisis, dan mengurutkan. Perlakuan yang diberikan adalah pembelajaran menggunakan media AR yang menampilkan gambar 3 dimensi siklus air, dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab, diskusi, dan pembuatan diorama siklus air. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan nilai rata rata dari 87,14 pada pretest menjadi 98,57 pada posttest dengan selisih 11.43. Uji statistik Wilcoxon menghasilkan nilai signifikansi 0,005 (p<0,05) yang menunjukan bahwa perbedaan perlakuan signifikan. Berdasarkan uji normalitas, data berdistribusi tidak normal, sehingga dilanjutkan dengan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat 8 siswa dengan nilai posttest lebih tinggi daripada pretest (Positive Ranks = 8, Negative Ranks = 0, Ties = 6), dan tidak ada siswa yang mengalami penurunan nilai. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan media pembelajaran Augmented Reality (AR) efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan memperkuat pemahaman siswa mengenai proses siklus air.
Penerapan Discovery Learning Dengan Media Permainan Ludo Interaktif Ecoquest Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Pada Materi Ekosistem Di Sekolah Dasar: Implementation of Discovery Learning with the Interactive Ludo Game Media Ecoquest to Improve Conceptual Understanding of Ecosystem Material in Elementary Schools Alpita Noviyanti; Dwina Nurmalia Putri; Khosyi Anindya Chotimah; Laili Lutfianah; Nurbaiti Syifa Widaningsih; Nurhayati; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9786

Abstract

Pembelajaran IPA di sekolah dasar masih menghadapi kendala rendahnya pemahaman konsep, terutama pada materi ekosistem, karena penggunaan metode ekspositori yang kurang memberi kesempatan siswa untuk mengeksplorasi secara mandiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan Discovery learning berbasis permainan Ludo Interaktif EcoQuest terhadap pemahaman konsep ekosistem siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest melibatkan 28 siswa dengan 14 orang laki-laki dan 14 perempuan kelas V di salah satu SD Negeri Purwakarta. Instrumen berupa tes uraian yang divalidasi oleh ahli. Analisis data diuji normalitasnya hasilnya tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman konsep setelah perlakuan, dibuktikan dengan 15 siswa mengalami kenaikan skor dan nilai signifikan 0,028 < 0,05. Analisis ini mengindikasikan adanya perbedaan bermakna antara hasil pretest dan posttest. Temuan tersebut membuktikan bahwa Discovery learning berbantuan Ludo Interaktif EcoQuest efektif meningkatkan pemahaman konsep ekosistem. Media ini juga memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan berpotensi mendukung keterampilan abad ke-21 dalam pembelajaran IPA.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Berbantuan Media Eco-Pop Terhadap Hasil Belajar Ekosistem Peserta Didik Kelas 5 Sekolah Dasar: The Effect of the Jigsaw Type Cooperative Learning Model Assisted by Eco-Pop Media on the Ecosystem Learning Outcomes of 5th Grade Elementary School Students Salma Nurhaliza Darmansyah; Ali Azhar Herdiansyah; Nurul Hasna Haifa; Linda Wahyuni; Wulan Sapitri; Febby Deca Lestari; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9805

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah sejak dini, namun pembelajaran ekosistem kerap masih bersifat teoritis dan kurang kontekstual sehingga membuat peserta didik kesulitan memahami keterkaitan antar komponen ekosistem secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan media Eco-Pop terhadap hasil belajar peserta didik pada materi ekosistem kelas V sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan desain Pre-Eksperimen One-Group pretest-posttest dengan sampel penelitian sebanyak 26 peserta didik kelas V di salah satu sekolah dasar di Purwakarta. Tes ini terdiri dari 5 soal pretest dan posttest dengan bentuk uraian singkat yang mengukur kemampuan peserta didik memahami hubungan antara komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan taraf signifikansi p < 0,001, rata-rata skor pretest sebesar 47,31 dan posttest sebesar 64,23 yang mengindikasikan adanya peningkatan hasil belajar setelah penerapan pembelajaran. Model Jigsaw mendorong aktivitas kolaboratif dan konstruksi pengetahuan, sedangkan media Eco-Pop memfasilitasi representasi visual yang konkret sehingga mempermudah pemahaman konsep abstrak. Meskipun demikian, capaian pada indikator berpikir tingkat tinggi masih rendah, ditunjukkan oleh skor rata-rata indikator C3 sebesar 74,7% yang lebih tinggi dibandingkan indikator C4 sebesar 25,3% dari keseluruhan hasil posttest. Secara keseluruhan, pembelajaran Jigsaw berbantuan media Eco-Pop efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik dan direkomendasikan sebagai inovasi pembelajaran IPA di sekolah dasar.
Pengaruh Model Project Based Learning Berbantuan Media Puzzle Terhadap Hasil Belajar IPA Kelas V Di Sekolah Dasar: The Effect of the Project Based Learning Model Assisted by Puzzle Media on Science Learning Outcomes for Grade V in Elementary Schools R. Aida Ekaputri Soviyana; Asih Wulandari; Zalfa Hervianuri; Nadya Nunik Cahyani; Rosie Amelia; Wita Dwi Yanti; Alya Latifa; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9861

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning (PjBL) berbantuan media puzzle terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Experiment dan desain One Group Pretest-Posttest. Subjek pada penelitian ini ialah siswa kelas V dengan jumlah 27 orang di salah satu sekolah dasar negeri di Purwakarta. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar yang digunakan pada penelitian ini berupa soal pilihan ganda dengan 10 butir soal yang telah divalidasi oleh judgement expert. Data dianalisis menggunakan bantuan SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, dan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata hasil belajar dari pretest sebesar 71,11 menjadi 79,25 pada posttest dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan penerapan model PjBL berbantuan media puzzle terhadap hasil belajar siswa. Analisis indikator kognitif menunjukkan peningkatan tertinggi pada kemampuan C4 (menganalisis) dan C5 (mengevaluasi), sedangkan kemampuan C6 (mencipta) juga mengalami peningkatan meskipun belum optimal. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model Project Based Learning berbantuan puzzle efektif meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada pembelajaran IPA. Model ini direkomendasikan untuk diterapkan oleh guru sebagai alternatif pembelajaran inovatif yang menyenangkan, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan abad ke-21.
Efektivitas Media Miniatur Solar System Dalam Pembelajaran Tata Surya Berbasis Discovery Learning: The Effectiveness of Miniature Solar System Media in Discovery Learning-Based Solar System Learning Sheva Febriant Zahra Khoerunnisa; Fiddini Nafa Eka Rohmaningsih; Ayu Rahayu Nurhajati; Sherina Herdiana Putri; Mochammad Fadhlan Dzikrulloh; Dwiky Nurfauzi; Easter Merryetta Simanjuntak; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9863

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar menuntut strategi dan media pembelajaran yang mampu mengonkretkan konsep-konsep abstrak agar sesuai dengan karakteristik perkembangan kognitif siswa yang berada pada tahap operasional konkret. Salah satu materi IPA yang bersifat abstrak adalah sistem tata surya, karena melibatkan konsep planet, orbit, serta fenomena gerak benda langit yang tidak dapat diamati secara langsung. Keterbatasan media pembelajaran menyebabkan rendahnya pemahaman konsep dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media miniatur Solar System berbasis model pembelajaran Discovery Learning terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi sistem tata surya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen desain pra-eksperimen jenis One-Group Pretest–Posttest. Subjek penelitian terdiri atas 27 siswa kelas VI SDN A Nagri Kaler. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar berupa 15 soal pilihan ganda dan dokumentasi pendukung. Analisis data menggunakan statistik deskriptif melalui perhitungan N-Gain untuk mengetahui tingkat peningkatan hasil belajar siswa setelah perlakuan diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,7017 dengan kategori tinggi, yang mengindikasikan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah penerapan pembelajaran. Selain itu, hasil analisis kemampuan kognitif tingkat tinggi (C4–C6) menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator, dengan capaian tertinggi pada ranah mengkreasi (C6). Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi media miniatur Solar System dengan model Discovery Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, keaktifan, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada materi sistem tata surya di sekolah dasar.
Efektivitas Media Wayang Rangka, Joint Case Dan Plastisin Otot Terhadap Pemahaman Siswa Tentang Sistem Rangka, Otot Dan Sendi Di Kelas 6 Sekolah Dasar: The Effectiveness of the Media of Skeleton Wayang, Joint Case and Muscle Plasticine on Students' Understanding of the Skeletal System, Muscles and Joints in Grade 6 of Elementary School Aldavia Thursina; Andita Pratiwi; Kaila Alif Sagita; Aida Indah Pertiwi; Rosdillah Eka Putri; Wardatul Afiyah; Andila Nurul Hasanah; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9910

Abstract

Pembelajaran IPA di sekolah dasar pada materi sistem rangka, otot, dan sendi masih menghadapi kendala karena konsep yang bersifat abstrak dan kurangnya penggunaan media pembelajaran konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media wayang rangka, joint case, dan plastisin otot terhadap pemahaman siswa kelas VI sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test–post-test. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas VI sekolah dasar. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 10 butir soal. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test sebesar 62,67 meningkat menjadi 77,67 pada post-test, dengan selisih rata-rata sebesar 15 poin. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media wayang rangka, joint case, dan plastisin otot efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi sistem rangka, otot, dan sendi.
Peningkatan Pemahaman Ipa Pada Materi Siklus Air Menggunakan Metode Game Based Learning: Improving Science Understanding of the Water Cycle Using Game-Based Learning Methods Nadia Luthfiani; Nita Febri Andini; Muhammad Bagas Adisetyo; Nurul Candra Imani; Dillah Kusmawati; Fira Muthia Hanifa; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9912

Abstract

Pembelajaran IPA pada materi siklus air di sekolah dasar masih sering menggunakan metode ceramah sehingga siswa cenderung pasif dan kesulitan memahami konsep abstrak seperti evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi. Akibatnya, pemahaman konsep siswa terhadap siklus air tetap rendah meskipun materi ini merupakan kompetensi inti dalam kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Game Based Learning (GBL) dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep IPA siswa kelas V sekolah dasar pada materi siklus air. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design yang dilaksanakan pada 40 siswa kelas V di salah satu SDN di Purwakarta, pada tanggal 13 & 20 November 2025. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman konsep berbentuk pilihan ganda yang telah diuji validitas dengan korelasi Product Moment Pearson dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, Paired Sample t-Test, dan N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara rata-rata skor pretest dan posttest (p = 0,000 < 0,05) dan rata-rata N-Gain Score sebesar 0,5046 (50,46%) yang termasuk dalam kategori sedang (cukup efektif). Penerapan Game Based Learning terbukti mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pemahaman konsep siswa terhadap proses siklus air yang bersifat abstrak melalui pendekatan visual, interaktif, dan menyenangkan. Oleh karena itu, model Game Based Learning dapat direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPA di sekolah dasar, khususnya pada materi yang memerlukan visualisasi proses.
Penggunaan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Miniatur Pohon untuk Peningkatan Pemahaman Konsep IPAS di Kelas IV SD Andi Hanifah Muthmainnah; Desy Fitriani Mukti; Dinda Hudaya Nur Fadilah; Fathan Tamam; Luthfiah Hanifah; Semilir Inas Khairani; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10258

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Sekolah Dasar, khususnya pada siswa kelas IV, masih menghadapi tantangan dalam hal tingkat pemahaman konsep yang masih rendah. Situasi ini terjadi karena materi yang diajarkan cenderung abstrak dan minimnya penerapan model pembelajaran yang mendorong siswa untuk terlibat secara aktif serta penggunaan media pembelajaran yang bersifat konkret. Maka dari itu, dibutuhkan inovasi dalam strategi pembelajaran yang tidak hanya membuat siswa menjadi lebih aktif, tetapi juga dapat membantu mereka dalam memahami konseptual secara mendalam dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa efektif penerapan Model Problem Based Learning (PBL) yang menggunakan media miniatur pohon dalam membantu siswa SD kelas IV memahami konsep IPAS. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental Design jenis One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari 18 siswa kelas IV SD. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep IPAS yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji Wilcoxon Signed Rank Test, serta perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman konsep IPAS siswa, ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari pretest sebesar 46,67 menjadi 64,44 pada posttest, dengan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,012 (< 0,05). Selain itu, nilai N-Gain sebesar 0,366 berada pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Model Problem Based Learning berbantuan media miniatur pohon berhasil meningkatkan pemahaman konsep IPAS para siswa, karena mampu mengaitkan permasalahan kontekstual dengan media konkret sehingga dapat membantu siswa memahami konsep yang bersifat abstrak secara lebih mendalam dan bermakna
Co-Authors Abdah Birrul Walidain Adi Candra Wijaya Adika Agil Firdaus Adriana Meidy Taura Batubara Adya Pramudya Dwi Permata Radianty Afifah Khoerani Aida Indah Pertiwi Ajrita Aldavia Thursina Ali Azhar Herdiansyah Aliya Nauli Hidayat Alpita Noviyanti Alya Latifa Amanda Zahira Andi Hanifah Muthmainnah Andila Nurul Hasanah Andita Pratiwi Annisa Eka Sunarya Annisa Yumna Rizq Asih Wulandari Assyfa Devalina Septya Hamdani Aulia Mella Nooraisya Aulia Salma Sola Ayu Rahayu Nurhajati Bening Cipta Alam Bunga Aldenina Cantika Sri Agustin Carissa Noverina Althafah Caroline Rotua Chairin Zahra Alkautsari Chintia Ananda Gusti Deliana Dwi Hafsari Dellisa Ahyani Desi Karunia Cibro Desy Fitriani Mukti Devita Fitriyani Dewi Nur Mauliddiah dewi, rinanda Dias Marisa Dillah Kusmawati Dinda Hudaya Nur Fadilah Dwiky Nurfauzi Dwina Nurmalia Putri Easter Merryetta Simanjuntak Ela Hayati Elsa Rahmalia Putri Esa Cintami Yuendi Esti Yuliani Farhan Agustian Fariha Nadhira Lutfia Fathan Tamam Faza Zakiyyan Febby Deca Lestari Ferdhina Salzabila Septiani Fiddini Nafa Eka Rohmaningsih Fira Muthia Hanifa Fitri Nuraeni Fitri Rohmatul Aulia Gandes Rahmi Mahayun Sari Ghefira Alya Mukhbita Ghevira Aulia Rahima Ghoziyah Nida Hafiziani Eka Putri, Hafiziani Eka Haykal Gunanda Ahmad Hilma Fauziah Holy Angelica Hot Mauli Gultom Ica Nurlaela Indradewa, Rhian Indri Masti Insari, Indah Putri Istiba Hikmatul Anwar Kaila Alif Sagita Khairunnisa Sri Handayani Khosyi Anindya Chotimah Kinanti Dilla Putri Laila Puspita Laili Lutfianah Laras Ayu Syahrani LINDA WAHYUNI Lisna Maulia Luthfia Chairun Nisa Putri Syahbana Luthfiah Hanifah Luthfiana Puspa Dewi Meilisa Meilisa Mellisa Aulia Nursiamy Meyra An Najmi Mila Inayah Mochammad Fadhlan Dzikrulloh Muhammad Anji Rijal Muhammad Bagas Adisetyo Mutiara Puspa Mutmainah, Elsa Nabila Wanda Yusela Nabillaila Qurotunnisa Nada Savaira Raihana Nadia Luthfiani Nadya Nunik Cahyani Nailla Ayu Najmira Nurul Azizah Najwa Pitriani Nala Kania Nazwa Pahira Sopianti Nazwa Safira Nenden Permas Hikmatunisa Nina Marlina Nisha Fitria Nita Febri Andini Nopi Krisnawati Nur Assyifa Khoirunnisa Nurbaiti Syifa Widaningsih Nurhayati Nurluthfi Azzahra Nurul Candra Imani Nurul Hasna Haifa Puji Rahayu Qhatrun Nada R Ulya Afifah R. Aida Ekaputri Soviyana Rachmi Amalia Syafia Syams Rahma Zahara Nurzain Ratih Fatimah Ravina Azhar Alfiyyah Renata Dwi Iswanti Resa Azahra Resa Salma Salsabila Az-Zahra Rinanda Aprillionita Rita Nuraeni Rizky Nurul Muslih Rosda Maulida Rosdillah Eka Putri Rosie Amelia Sabrina Jelita Sahrany Nurmalasari Salma Nurhaliza Darmansyah Salsa Nurfazira Salsabilla Suci Attalia Salvia Nasywa Prabawa Saofa Salsa Safariyah Semilir Inas Khairani Shela Permatasari Setyawati Shelsa Cantika Bahri Sherina Herdiana Putri Sheva Febriant Zahra Khoerunnisa Shifa Aulia Sabna Shofa Shofiyana Silvia Maharani Siti Komalasari Siti Salwa Salsabila Siti Saraswati Susanti Ariyanti Sya'bani, Yahya Rafi Syafa Aulia Tresarini Syahira Ramadhini Syaira Maulida Tamara Noviani Fijia Suchi Thalytha Majma Tsaqifa Taftazani Tiara Dwi Putri Titin Nurrohmat Tria Kurnia Sari Try Rahmawati Vanska Lidia Verga Delasiana Vini Febrianty Viona Christina Anatasya Wardatul Afiyah Widya Florensia Tarigan Wina Mustikaati Wita Dwi Yanti Wulan Sapitri Yughnita Azmi Yuki Wulan Azzahwa Zalfa Hervianuri