p-Index From 2021 - 2026
8.459
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) SAINS MEDIKA : JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Jurnal Ilmiah Farmasi Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Pharmaciana: Jurnal Kefarmasian Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy) Pharmacon MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Acta Pharmaceutica Indonesia UNEJ e-Proceeding Journal of Islamic Pharmacy JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA The Indonesian Biomedical Journal Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Surya Medika Jurnal Wiyata : Penelitian Sains dan Kesehatan JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Majalah Farmaseutik Pharmasipha Jurnal Farmasi Medica (Pharmacy Medical Journal) PMJ Media Ilmu Kesehatan JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) JFL : Jurnal Farmasi Lampung JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Jurnal Farmasi Indonesia Oceana Biomedicina Journal JFIOnline JURNAL MEDIA KESEHATAN PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Journal of Pharmaceutical and Health Research Jurnal Insan Farmasi Indonesia Jurnal Farmasi dan Sains Indonesia (JFSI) Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Media Farmasi Indonesia Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Jurnal Ilmiah Kesmas-IJ (Indonesia Jaya) Riset Informasi Kesehatan Journal of Health Economic and Policy Research (JHEPR) Academic Hospital Journal Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia (JIMK-MC) Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan Indonesian Journal of Pharmacology and Therapy Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK) Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)
Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN PENGOBATAN PERGANTIAN SENDI LUTUT (TOTAL KNEE REPLACEMENT) DI RSUD JENDERAL AHMAD YANI, KOTA METRO, LAMPUNG. : THERAPY TREATMENT OF TOTAL KNEE REPLACEMENT AT PUBLIC HOSPITAL JENDERAL AHMAD YANI, KOTA METRO, LAMPUNG Dina Fatma Alia; Andayani, Tri Murti; Endarti, Dwi; Pamungkas, Kumbang Nirbhaya
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 13 No. 1 (2024): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jfl.v13i1.1587

Abstract

Total Knee Replacement (TKR) merupakan prosedur pergantian sendi lutut yang sudah rusak dengan sendi lutut buatan. Dalam prosedur TKR selain operasi, terdapat pengobatan utama yang diberikan yaitu analgesik sebagai pain management, antibiotik sebagai wound closure dan pengobatan lain yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengobatan prosedur TKR.  Observasional dengan design studi cohort retrospektif yang bersifat deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Sampel merupakan seluruh pasien yang memperoleh prosedur TKR periode 1 Januari 2022 - 31 Desember 2023. Data pengobatan dari 54 pasien telah diperoleh melalui rekam medis. NSAID (Nonsteroidal anti-inflammatory drugs) dan sefalosporin dipilih sebagai analgesik dan antibiotik pada pengobatan rawat inap dan obat pulang. Selain itu terdapat antiulkus, antikonvulsan, vitamin dan obat lain. Persentase pengobatan yang diberikan pada pengobatan rawat inap yaitu Ketorolac (79.3%), Ibuprofen (20.7%), Cefazolin (3.7%), Cefuroxime (92.7%), Ranitidine (100%), Amlodipine (5.5%), Atorvastatin (1.8%), and Candesartan (1.8%). Persentase pemberian obat pulang yaitu Meloxicam (94.4%), Diclofenac Natrium (5.6%), Cefixime (100%), Gabapentin (88.9%), Calcium (37.1%), and Mecobalamin (5.3%).
KEMAUAN MEMBAYAR PELAYANAN KONSELING APOTEKER DAN FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KABUPATEN NGAWI Elsa Zhenita, Albela; Andayani, Tri Murti; Kristina, Susi Ari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36569

Abstract

Berdasarkan PMK No. 74 tahun 2016 tentang Standart Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, konseling merupakan salah satu pelayanan farmasi klinis yang dilakukan oleh apoteker di puskesmas. Konseling obat di puskesmas Kabupaten Ngawi dilakukan oleh apoteker dan tenaga kefarmasian. Penelitian ini bertujuan mengetahui willingness to pay pelayanan konseling apoteker, hubungan karakteristik sosiodemografi dengan willingness to pay, tingkat pengetahuan dan kepuasan terhadap willingness to pay. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Subyek penelitian ini melibatkan pasien rawat jalan di 10 Puskesmas Kabupaten Ngawi yang telah mendapatkan konseling obat. Data diambil dengan kuesioner kepada pasien rawat jalan menggunakan kuesioner karakteristik sosiodemografi, pengetahuan, kepuasan, dan willingness to pay. Penelitian ini melibatkan 204 responden didominasi oleh usia < Rp 15.000) sebesar 42,1% dan bersedia membayar tinggi (? Rp 15.000) sebesar 57,84%. Rata-rata (±SD) kemauan membayar pelayanan konseling apoteker pada pasien rawat jalan di puskesmas Kabupaten Ngawi sebesar Rp 15.863,95 (±Rp 6.064,31). Terdapat hubungan signifikan karakteristik sosiodemografi dengan willingness to pay pada jarak rumah ke puskesmas dengan riwayat penyakit kronis. Terdapat hubungan signifikan karakteristik sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan pada alamat, pendidikan terakhir, dan pendapatan. Terdapat hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografi dengan kepuasan pada usia, pendidikan terakhir, dan pengalaman mendapatkan konseling. Serta terdapat perbedaan rata-rata nilai willingness to pay pada karakteristik sosiodemografi kelompok usia, pendidikan terakhir, dan riwayat penyakit kronis.
PERBANDINGAN BIAYA RILL RUMAH SAKIT DENGAN TARIF INA-CBGs PADA PASIEN RAWAT INAP MALARIA Sari, Maya Dwi Wulan; Andayani, Tri Murti; Endarti, Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37611

Abstract

Malaria masih menjadi masalah dan tantangan kesehatan yang signifikan bagi masyarakat di wilayah endemis, Provinsi Papua. Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk melakukan pemberantasan malaria melalui Program Eliminasi Malaria 2030. Biaya perawatan malaria ditanggung oleh pemerintah pada fasilitas tingkat lanjut seperti rumah sakit melalui klaim yang sesuai dengan tarif INA-CBGs. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan perbedaan biaya pengobatan pasien malaria yang menjalani rawat inap rumah sakit pemerintah tipe C disalah satu wilayah endemis Kota Jayapura, Provinsi Papua dibandingkan dengan tarif INA-CBGs. Penelitian menggunakan metode observasional dengan desain studi cross-sectional dengan data yang dikumpulkan secara retrospektif. Subyek penelitian ini adalah pasien yang menjalani rawat inap periode 1 Januari sampai 31 Desember 2023 dan terdaftar dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masuk ke dalam kriteria inklusi. Data penelitian biaya rumah sakit pasien malaria yang menjalani rawat inap secara deskriptif dianalisis kesesuaiannya dengan tarif INA-CBGs. Berdasarkan selisih total tarif rumah sakit dan tarif INA-CBGs pada 170 pasien yang menjalani rawat inap. Rumah sakit mengalami kerugian sebesar 43,43% atau sebanyak Rp214.423.550 dari total tarif INA-CBGs yang telah ditetapkan. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah Rumah sakit perlu melakukan evaluasi dan mengidentifikasi faktor penyebabnya sehinnga tidak terjadi perbedaan tarif yang cukup besar antara biaya rumah sakit dan tarif INA-CBGs.
Studi Literatur: Analisis Efektivitas-Biaya Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Preeklamsia di Beberapa Rumah Sakit Indonesia Maulidia, Shofia Siza; Andayani, Tri Murti; Endarti, Dwi
Journal of Islamic Pharmacy Vol 9, No 2 (2024): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v9i2.29361

Abstract

Preeklamsia menjadi salah satu penyakit yang menyumbang hampir 75% angka kematian ibu (AKI) diseluruh dunia. Penanganan kasus preeklamsia di Indonesia masih menjadi tantangan besar diantara para praktisi maupun setiap rumah sakit. Kejadian ini tidak hanya dapat menimbulkan masalah kesehatan, tetapi juga berdampak pada masalah ekonomi yang cukup besar. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat antihipertensi yang paling cost-effective pada pasien preeklamsia di Indonesia berdasarkan perspektif rumah sakit. Naskah ini disusun dengan pencarian literatur melalui database Google Scholar dan GARUDA hingga diperoleh sebanyak 4 artikel. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan obat antihipertensi tunggal yang paling cost-effective pada pasien preeklamsia adalah nifedipin, sedangkan pada terapi kombinasi adalah kombinasi nifedipin dengan metildopa. Metildopa dapat digunakan pada preeklamsia ringan sampai sedang, sedangkan nifedipin dapat diberikan pada preeklamsia ringan sampai sedang dan berat, sehingga pasien preeklamsia disarankan untuk menggunakan antihipertensi nifedipin dan/atau metildopa.
Cost Effectiveness Analysis of Anticoagulants as The Therapy of Corona Virus Disease 19 (Covid-19) Saputra, Andy Kurniawan; Andayani, Tri Murti; Trisnawati, Ika
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.86807

Abstract

Hypercoagulation is a condition characterized by increased thrombosis and is caused by various factors, one of which is SARS-CoV-2 virus infection. Anticoagulants are the main therapeutic options such as heparin and enoxaparin. The administration of these two drugs can reduce coagulation parameters such as D-dimer, PT, and fibrinogen values. The purpose of this study was to analyze the cost-effectiveness comparison of heparin and enoxaparin as anticoagulants in severe and critical COVID-19 patients. This study is an analytical observational study with a retrospective cohort design from a provider perspective. The research subjects were severe and critical COVID-19 patients who met the inclusion and exclusion criteria at Dr. Sardjito General Hospital in the period January 2021 - January 2022. The effectiveness of anticoagulants was seen through a decrease in the D-dimer value to a value of < 500 ug/ml on day 14 in medical records, safety was assessed from the incidence of bleeding recorded in medical records, while the average direct cost data during the patient's hospitalization was studied to determine cost-effectiveness with the Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER). The achievement of D-dimer value < 500 μg/ml for the heparin group was 39.5% while the enoxaparin group was 48.4%, the result showed no significant difference (p=0.293). All subjects did not experience bleeding. The average direct medical cost of the heparin group was Rp. 31,296,577 and enoxaparin was Rp. 55,205,810. The ACER calculation of heparin and enoxaparin was Rp. 79,233,841 and Rp. 114,061,591 with an ICER of Rp. 2,686,431 for a decrease in D-dimer value reaching < 500 ug/ml. This shows that enoxaparin is better at reducing D-dimer values despite having a higher cost than heparin. 
Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Community Acquired Pneumonia Candraningrat, I Dewa Agung Ayu Diva; Andayani, Tri Murti; Sari, Ika Puspita
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.92448

Abstract

Community Acquired Pneumonia (CAP) merupakan infeksi yang terjadi di paru-paru yang didapatkan dari komunitas dan sering meningkatkan angka rawat inap di rumah sakit. Bakteri yang paling umum menjadi penyebab CAP adalah Streptococcus pneumoniae, Mycoplasma pneumoniae, dan Chlamydophila pneumoniae. Berdasarkan pada pedoman American Thoracic Society (ATS) dan Infectious Disease Society of America (IDSA), penggunaan terapi antibiotik pada pasien CAP dinilai berdasarkan stabilitas klinisnya. Ulasan artikel ini bertujuan untuk membandingkan hasil evaluasi penggunaan antibiotic yang dilihat dari stabilitas klinis dan keamanannya. Ulasan artikel bertujuan untuk membandingkan hasil penelitian yang diperoleh dari PubMed sebagai literatur dan diagram PRISMA sebagai guideline pada proses seleksi artikel. Berdasarkan hasil ulasan artikel diperoleh 10 artikel yang sesuai dengan topik dan tujuan. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik golongan betalaktam atau fluorokuinolon memiliki efikasi dan keamanan yang baik untuk pasien CAP
Perbandingan Efektivitas dan Keamanan Terapi Antidiabetika pada Pasien Diabetes dengan Penyakit Ginjal Kronik di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Safitri, Nurul; Andayani, Tri Murti; Yasin, Nanang Munif
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i3.93498

Abstract

Kontrol glikemik pada pasien DMT2 memiliki hubungan terhadap kadar serum kreatinin sehingga pemberian terapi yang efektif dan aman menjadi fokus utama dalam terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan efek samping terapi diabetes melitus yaitu insulin dibanding glikuidon pada pasien diabetes melitus (DM) dengan PGK pada pasien rawat jalan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cohort retrospektif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode consecutive sampling dengan cara meninjau catatan medis pasien rawat jalan penderita diabetes melitus tipe 2 (DMT2) dengan komplikasi PGK yang menerima terapi antidiabetik insulin maupun antidiabetik glikuidon di RSUD. Dr. Moewardi Surakarta periode Januari – April 2022. Sebanyak 120 pasien diabetes dengan PGK yang menjalani rawat jalan, 64 pasien memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia pasien didominasi oleh usia 18-59 tahun (82,81%), pasien pada penelitian ini lebih banyak ditemukan pada jenis kelamin laki-laki yaitu 23 pasien kelompok glikuidon (71,87%) dan 15 pasien kelompok insulin (46,87%). Terjadi penurunan kadar GDP dan GD2JPP pada kedua kelompok setelah 6 bulan periode terapi. Tidak ditemukan adanya kejadian hipoglikemia pada kedua kelompok. Kelompok glikuidon menunjukkan penurunan fungsi ginjal yang tidak signifikan dibandingkan insulin. Kelompok insulin memiliki rata-rata nilai eGFR sebelum terapi sebesar 49,65 mL/mnt/1,73 m 2 dan setelah terapi selama 6 bulan sebesar 60,74 mL/mnt/1,73 m 2. Terdapat perbaikan nilai ureum pada kedua kelompok walaupun tidak terdapat perbedaan signifikan berdasarkan statistik.
Comparison of effectiveness and safety between ceftriaxone/azithromycin and levofloxacin in hospitalized CAP patients: a review Hikmah, Nurul; Andayani, Tri Murti; Puspitasari, Ika
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i3.94147

Abstract

Community-acquired pneumonia (CAP) is a major health issue as it is a highly prevalent disease with significant morbidity and mortality worldwide. Current IDSA guidelines recommend ceftriaxone/azithromycin combination or levofloxacin monotheraphy as one of the empirical antibiotic options in non-ICU hospitalized CAP patients. This literature review aims to evaluate the comparative effectiveness and safety of ceftriaxone/azithromycin combination therapy and levofloxacin monotherapy in non-ICU hospitalized CAP patients. Four databases (PubMed, Scopus, DOAJ, and Cochrane Library) were used for article search with Boolean approach. Publication years were limited to 2013-2023 and without study design restrictions. Five articles which met the inclusion and exclusion criteria were evaluated. Two RCTs compared the effectiveness and safety of ceftriaxone/azithromycin combination and levofloxacin monotherapy, while the other 3 studies did not compare the safety of both antibiotic regimens due to the limitations of retrospective study design. The five studies analyzed the effectiveness of both regimens on various outcomes such as clinical improvement, mortality, and length of stay (LOS). The results of this literature review demonstrated that levofloxacin monotherapy had better clinical improvement, lower mortality, and reduced length of stay in non-ICU hospitalized CAP patients compared to ceftriaxone/azithromycin combination. However, the safety of both treatment regimens is still uncertain due to the limited number of studies evaluating the incidence of adverse events.
Analisis Outcome Klinis Berdasarkan Kualitas Hidup dan Biaya Medik Langsung Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Ratnasari, Pande Made Desy; Andayani, Tri Murti; Endarti, Dwi
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 7 No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.7.1.15-22.2020

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang membutuhkan terapi untuk mengontrol glukosa darah. Pengontrolan glukosa darah yang buruk berdampak pada penurunan kualitas hidup dan peningkatan biaya. Tujuan penelitian adalah menganalisis perbedaan outcome klinis yaitu kadar Glukosa Darah Sewaktu (GDS) selama 3 bulan berdasarkan kualitas hidup dan biaya medis langsung. Outcome klinis dikatakan terkontrol apabila GDS <200 mg/dL dan tidak terkontrol apabila GDS ≥200 mg/dL. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional dengan jenis observasional. Kriteria inklusi mencakup pasien DM tipe 2 yang memperoleh antidiabetik yang sama minimal 3 bulan di Instalasi Rawat Jalan RSUD Panembahan Senopati Bantul pada September 2017. Kriteria eksklusi meliputi kondisi hamil atau menyusui. Pengambilan data dilakukan melalui pengisian kuesioner, rekam medis dan bagian keuangan. Data demografi dianalisis secara deskriptif sedangkan outcome klinis diolah menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 129 dari 200 pasien menunjukkan outcome klinis tidak terkontrol (64,5%) dengan rata-rata nilai kualitas hidup yang baik (65,7±7,7) serta mengeluarkan biaya medis langsung sebesar Rp 489.005. Terdapat perbedaan outcome klinis berdasarkan kualitas hidup (p=0,000) pada domain fungsi fisik (p=0,034), kepuasan pribadi (p=0,000), kepuasan pengobatan (p=0,000) dan frekuensi gejala penyakit (p=0,012) serta berdasarkan biaya medis langsung (p=0,012). Pasien dengan outcome klinis terkontrol menunjukkan kualitas hidup yang lebih tinggi dan mengeluarkan biaya lebih rendah.
Risiko Kejadian Perdarahan Pasca Rawat Inap pada Penggunaan Bersamaan Warfarin dan Antibiotik Rahma, Nazulanita; Andayani, Tri Murti; Nurrochmad, Arief
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.2.164-173.2021

Abstract

Penggunaan warfarin dan antibiotik bersamaan diketahui dapat meningkatkan risiko perdarahan. Kejadian perdarahan mayor terkait warfarin dapat berupa perdarahan fatal hingga menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi warfarin dan antibiotik dan efeknya terhadap kejadian perdarahan pada pemeriksaan pertama pasca rawat inap di RSUD Wates. Desain studi berupa kohort retrospektif pada 67 kasus penggunaan warfarin dengan/tanpa antibiotik oleh pasien rawat inap. Data berupa diagnosis, terapi, pemeriksaan pendukung, dan kejadian perdarahan saat rawat inap hingga pemeriksaan pertama diambil dari rekam medik pasien tertanggal Januari 2018 hingga September 2020. Analisis data dilakukan secara statistika menggunakan ­uji Chi-square atau uji Fisher exact test dan uji independent t-test atau uji Mann Whitney U test. Terdapat perbedaan bermakna pada kejadian perdarahan dalam waktu 7 hari pasca rawat inap antara kelompok antibiotik dan kontrol (16%; 0%; p = 0.017). Antibiotik yang digunakan oleh pasien dengan kejadian perdarahan yaitu golongan sefalosporin, kuinolon, azitromisin, dan ampisilin-sulbaktam. Kejadian perdarahan yang terjadi meliputi hematemesis melena (25%), hematuria (50%), tidak diketahui (25%). Studi ini menyimpulkan bahwa penggunaan bersamaan warfarin dan antibiotik saat rawat inap dapat berpengaruh terhadap kejadian perdarahan dalam waktu 7 hari setelah pasien dipulangkan.Penggunaan warfarin dan antibiotik bersamaan diketahui dapat meningkatkan risiko perdarahan. Kejadian perdarahan mayor terkait warfarin dapat berupa perdarahan fatal hingga menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi warfarin dan antibiotik dan efeknya terhadap kejadian perdarahan pada pemeriksaan pertama pasca rawat inap di RSUD Wates. Desain studi berupa kohort retrospektif [A1] [A2] pada 67 kasus penggunaan warfarin dengan/tanpa antibiotik oleh pasien rawat inap. Data berupa diagnosis, terapi, pemeriksaan pendukung, dan kejadian perdarahan saat rawat inap hingga pemeriksaan pertama diambil dari rekam medik pasien tertanggal Januari 2018 hingga September 2020. Analisis data dilakukan secara statistika menggunakan ­uji Chi-square atau uji Fisher exact test dan uji independent t-test atau uji Mann Whitney U test. Terdapat perbedaan bermakna pada kejadian perdarahan dalam waktu tujuh hari pasca rawat inap antara kelompok antibiotik dan kontrol (16%; 0%; p = 0.017). [A3] [A4] Antibiotik yang digunakan oleh pasien dengan kejadian perdarahan yaitu azitromisin, ampisilin-sulbaktam, golongan sefalosporin, dan golongan kuinolon.[A5] [A6]  Kejadian perdarahan yang terjadi meliputi hematemesis melena (25%), hematuria (50%), tidak diketahui (25%). Studi ini menyimpulkan bahwa penggunaan bersamaan warfarin dan antibiotik saat rawat inap dapat berpengaruh terhadap kejadian perdarahan dalam waktu tujuh hari setelah pasien dipulangkan [A1]Penulis disarankan mempelajari artikel https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6398292/ untuk lebih memahami penulisan artikel dengan desain kohort. [A2]Baik, terimakasih [A3]Tampilan hasil uji dalam studi kohort (adjusted hazard ratio [AHR] = ?; 95% CI, ?; p-value = ) [A4]Tidak dilakukan analisis survival, sementara kejadian perdarahan pada control group adalah 0 sehingga RR adalah tidak terbatas [A5]Ini bukan golongan obat; untuk menghindari multitafsir..kedua obat ini ditulis di awal, sementara yang golongan obat di bagian setelahnya [A6]Sudah kami ubah redaksionalnya
Co-Authors . Inayati A.M Wara Kusharwanti Abdul Khodir Jaelani Abdul Mahmud Yumassik Achmad Fudholi Achmad Fudholi Achmad Fudholi Achmad Fudholi admaja, wika Agung Endro Nugroho Agustini, Tiara Tri Ahmad H. Asdie Ahmad Suriyadi Muslim Ahmad, Irfan Aisyah, Noor Akuba, Jusnita Ali Ghufron Mukti Ali Gufron Mukti Amalia Amalia Amalia Amalia Amalia Amalia Ambar Yunita Nugraheni Amelia Lorensia Anak Agung Gede Sugianthara Ani Pahriyani Aniq, Laduna Anisa Zulfa Fatihah Anna Wahyuni Widayanti Anni Anni, Anni Aqnes Budiarti Ari Dwidayati Arief Nurrochmad Arini, Yovita Dwi Arissa Dwiningrum Artemisia, Rahma Astuti, Rini Budi Atsna, Zafria Avrilya Iqoranny Susilo Ayuning Siwi, Mayang Aditya Azalea, Metty Bekti Meilani Nurcahya Belinda Arbitya Dewi Candra Eka Puspitasari Candraningrat, I Dewa Agung Ayu Diva Cecep Kusmana Chairun W Chairun W Chairun Wiedyaningsih Chinthia Sari Yusriana Desy Purnamasari Dewi, Mahmud Carica dharmika wijaya sakti Dhiyan Kusumawati Didik Setiawan Dina Fatma Alia Dinaryanti, Pratiwi Dini Okyaviani Dini, Intan Rahmania Eka Diyan Ajeng Rossetyowati Diyan Ajeng Rossetyowati Djoko Wahyono Djoko Wahyono Dwiningrum, Arissa Dyah, Ria Istamining Eka Kartika Untari Eka Tri Wulandari Elsa Zhenita, Albela Endang Suparniati Endang Suparniati, Endang Endang Yuniarti Endang Yuniarti erna prasetyaningrum Etikasari, Ria Farida Munawaroh Farida, Yeni Ferdinan Jalung Ferdinan Jalung Ferdy Firmansyah Fidiawan, Arie Firda Ridhayani Fita Rahmawati Fita Rahmawati Fitri, Elny Fredie Irijanto Fredie Irijanto Fridly Manawan Gita Mayasari Gunawan Pamudji Widodo Hafizah, Ilmi Nur Halimah Hayul Halimah Hayul Handi Mukti Fahrizal Handi Mukti Fahrizal Haninditya, Beta Hari Kusnanto Hari Kusnanto Haris, Restu Nur Hasanah Herri S. Sastramihardja Hilmy Irsyadi Hanif Hutahaean, Amsaline Vingky I Dewa Putu Pramantara I Dewa Putu Pramantara I Dewa Putu Pramantara S Ibrahim Arifin Ika Alfinnisa Majida Ika Norcahyanti Ika Purwidyaningrum Ika Puspita Sari IKA PUSPITA SARI Ika Puspitasari Ika Puspitasari Ika Puspitasari Ika Trisnawati Ika Trisnawati, Ika Ikakusumawati, Novita Dhewi Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Inayati Inayati Inayati, Inayati Indriyati Hadi Sulistyaningrum Ingenida Hadning Intan Rahmania Eka Dini Irfanianta Arif Setyawan Irnayanti Irnayanti Irnayanti, Irnayanti Ivanka, Luna Iwan Dwiprahasto Iwan Dwiprahasto Jaelani, Abdul Khodir Jaelani, Abdul Khodir Jaelani, Abdul Qadir Jarir At Thobari Jason Merari Peranginangin Joko Sunowo Kartika Widayati Taroeno Hariadi Kusharwanti, A.M Wara Kusumawati, Dhiyan L. Endang Budiarti, L. Endang Larasati, Laksmy Anggun Lering, Maria Nona Adriani Liliany Fatonah Lingga Ikaditya Lingga Ikaditya, Lingga Listyana, Yanverty Idda Lukman Hakim Luthfan Budi Purnomo Magistasari, Dewi Makmur, Rahmat Maranatha, Daniel Mariana Wahyudi Mariska Sri Harlianti Mariska Sri Harlianti Marlina, Ni Ketut Martodiharjo, Suwaldi Maulidia, Shofia Siza Mawaqit Makani Maya Arfania Mayasari, Gita Megawati Parmasari Metty Azalea Milda Rianty Lakoan Milda Rianty Lakoan Mohamed Izham Mohamed Ibrahim Mohammad Robikhul Ikhsan Mpila, Deby Afriani Mufarrihah Mufarrihah Mufarrihah, Mufarrihah Mukhamad Najib Mukti, Ali Gufron Mulyani, Risya Munawaroh, Farida Murni, Siti Olega Adawiyah Muslimah Muslimah Mustofa Mustofa Nafiah Adiningrum Nanang Munif Yasin Nanang Munif Yasin Natalia Gilarsih Natalia Gilarsih Nawang Wulan Nago Pitasari Neneng Ratnasari Normakiyah Novena Adi Yuhara Novia Ariani Dewi Novianti, Feby Galuh Nur Rasdianah Nurcahya, Bekti Meilani Nurifahmi, Rahmaningtyas Nuring Novita Kusumawati Nurul Adzkia Ghearizky Nurul Ambianti Nurul Hikmah Nurul Latifah Nurul Qiyaam, Nurul Nurul Safitri Nuryanti, Tety Nutrisia Aquariushinta Sayuti, Nutrisia Aquariushinta Octavia, Mega Oetari Oetari Oetari Oetari Okke Putri Shera Oktaviani, Devi Okti Ratna Mafruhah Pahriyani, Ani Pamungkas, Kumbang Nirbhaya Pande Made Desy Ratnasari Parmasari, Megawati Partini Partini Partini Partini, Partini Pramana, Facetha Intan Pratiwi, Woro Rukmi Primadiamanti, Annisa Purnamasari, Vina Purnomo, Luthfan Budi Purwoko, Agus Puspita Sari, Ika Putri Dina Mahera Laily Rahajeng, Bangunawati Rahayu, Asri Rahma, Nazulanita Rahmawati, Anindya Rahmawati, Fita Rahmawati, Fita Rastiti, Liza Ratnasari, Pande Made Desy Renni Simorangkir Ria Etikasari Ria Istamining Dyah Rina Triasih Riskayanti Riswaka Sudjaswadi Riyanta Aribawa Rizaldy Pinzon Rizaldy T Pinzon Rizka Humardewayanti Asdie Rizky Danang Susetyo Rizky Hidayaturahmah Rokhman, Rifqi Rukminingsih, Fef Ryan Astaruddin S, I Dewa Putu Pramantara Safnurbaiti, Dwi Putri Saharuddin, Tria Saputra Sammulia, Suci Fitriani Sampurno Sampurno Sampurno Sampurno Sampurno, Sampurno Santi Andriani Saputra, Andy Kurniawan Saputri, Erlika Sari, Maya Dwi Wulan Sari, Rafika Mutia Sarifudin, Barbara Azalya Satibi Satibi Satibi Satibi Satibi Satibi Satibi Satibi Selamet, Ni Made Dwi Antika Septiyanti, Windy Setiyaningsih, Hermawati Setyawan, Irfanianta Arif Simanullang, Raymon Siradjuddin, Ammar Sri Haryanti Starlista, Viva Sudewi Mukaromah Khoirunnisa Suffiana, Yunita Sugiyanto - Sugiyanto Sugiyanto Sukengtyas, Dyah Atmi Tri Sulistiawaty, Endang Sunarti Sunarti Supanji, Supanji Susi Ari Kristina Susi Ari Kristina Suwendar Suwendar Syahrizal Ramadhani Syaiful Katadi Tety Nuryanti Titik Nuryastuti Titik Sunarni Tri Wijayanti Tria Saputra Saharuddin Tuangrat Phodha Umi Athijah Utami, Dika Aryan Venanti, Bernadeta Setyo Vo Quang Trung widi astuti r Widiastuti Widiastuti Willi Wahyu Timur Winarni Winarni Wirawan Adikusuma Wulandari, Aprilla Ayu Yance Anas Yeni Farida Yopi Rikmasari, Yopi Yovita Dwi Arini Yusriana, Chinthia Sari Zullies Ikawati Zullies Ikawati ZULLIES IKAWATI Zullies Ikawati