p-Index From 2021 - 2026
8.459
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) SAINS MEDIKA : JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Jurnal Ilmiah Farmasi Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Pharmaciana: Jurnal Kefarmasian Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy) Pharmacon MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Acta Pharmaceutica Indonesia UNEJ e-Proceeding Journal of Islamic Pharmacy JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA The Indonesian Biomedical Journal Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Surya Medika Jurnal Wiyata : Penelitian Sains dan Kesehatan JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Majalah Farmaseutik Pharmasipha Jurnal Farmasi Medica (Pharmacy Medical Journal) PMJ Media Ilmu Kesehatan JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) JFL : Jurnal Farmasi Lampung JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Jurnal Farmasi Indonesia Oceana Biomedicina Journal JFIOnline JURNAL MEDIA KESEHATAN PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Journal of Pharmaceutical and Health Research Jurnal Insan Farmasi Indonesia Jurnal Farmasi dan Sains Indonesia (JFSI) Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Media Farmasi Indonesia Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Jurnal Ilmiah Kesmas-IJ (Indonesia Jaya) Riset Informasi Kesehatan Journal of Health Economic and Policy Research (JHEPR) Academic Hospital Journal Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia (JIMK-MC) Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan Indonesian Journal of Pharmacology and Therapy Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK) Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERSPEKTIF PEMBELAJARAN DAN PERTUMBUHAN DALAM MENGUKUR KINERJA INSTALASI FARMASI RSUD A.M. PARIKESIT TENGGARONG KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR DENGAN PENDEKATAN Balanced Scorecard: Analisis Perspektif Pembelajaran Dan Pertumbuhan Dalam Mengukur Kinerja Instalasi Farmasi RSUD A.M. Parikesit Tenggarong Kutai Kartanegara Kalimantan Timur Dengan Pendekatan Balanced Scorecard Tria Saputra Saharuddin; Satibi Satibi; Tri Murti Andayani
Jurnal Ilmiah Manuntung Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : jurnal ilmiah manuntung sekolah tinggi ilmu kesehatan samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v5i1.234

Abstract

Pharmacy Department A.M. Parikesit Regional General Hospital always working to improve the quality of service, analyses is need to find the performance in Pharmacy Department A.M. Parikesit Regional Public Hospital. The concept of the balanced scorecard is a performance evaluation tool that is comprehensive, coherent and relevant to be applied in hospitals for improving the performance of every aspect of total. The study to evaluate the performance Pharmacy Department A.M. Parikesit Regional General Hospital through learning and growth perspective. This research used non experimental case study arrangement research the explorative descriptive approach. Data collection was retrospective and prospectively in the form of quantitive data. Qualitative data was obtained by questionnaires, depth interview with the head of Pharmacy Departmen A.M. Parikesit. The quantitative data obtained through direct observation and personnel file. The results of research with the used balanced scorecard at a performance perspective learning and growth shown that: a. human capital: Good category productivity of employess, the level of employee productivity is 86.73%, the percentage of employees who received training in 2013, 2014 and from January to July 2015 is respectively for 15.38%, 32.25% and 97, 72%, the average value of the high category in morale, job satisfaction, knowledge, empskill and talent; b. information capital showed the average category of high on the aspect of information technology, a database and network, but need the information management system updates for support the management and drug reporting and need to improve communication with the customer network.; c. organization capital showed the value of the average category of high on the aspect of cultural organization ,leadership and alignment.
HEALTH RELATED QUALITY OF LIFE: CHRONIC KIDNEY DISEASE DENGAN HEMODIALISA MENGGUNAKAN INSTRUMEN EQ-5D-5L DI PEKANBARU Ferdy Firmansyah; Tiara Tri Agustini; Tri Murti Andayani
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v8i1.487

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a kidney disorder that continues to increase the globally and its also irreversible. Hemodialysis (HD) performed by CKD patients with severe conditions. Quality of life is one indicator of the success therapy patients CKD with HD. In addition to clinical conditions, the characteristics of patients can be affected to the quality of life. The aims of this study is to see the effect of the characteristics of CKD with HD of the Score Index utility. Its were measured using the EuroQuality of 5-dimensional 5 levels (EQ-5D-5L). The study was performed with the observational conversion using a cross sectional design in the CKD population in Pekanbaru hospital. The EQ-5D-5L questionnaire is given to 122 patients to measure the score utility. Different index score utility based on the characteristics of the tested patients using Mann Whitney and Kruskal Wallis. Based on the study, the average value of Pasa Pasa patients with HD patients was 0.24 ± 0.27. Dimensions of anxiety / depression and pain / discomfort of 6.56% with very severe problems and 2.46% could not move. Based on the anysis results, there are differences in utility values based on age characteristics, education levels, and commorbids (p <0.05).
Systematic Review: Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antikoagulan Oral Pada Pasien Fibrilasi Atrium Riskayanti; Tri Murti Andayani; Jason Merari P
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jimkmc.v3i1.1578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi dan efektivitas biaya antikoagulan oral pada pasien fibrilasi atrium di berbagai negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic review yaitu metode penelitian yang merupakan ulasan kembali beberapa literatur yang mengidentifikasi, menilai dan menginterpretasi seluruh temuan-temuan mengenai suatu topik penelitian untuk menjawab permasalahan dalam penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya menggunakan protokol penelitian PRISMA. Penelitian ini terdapat 690 jurnal yang teridentifikasi memiliki potensi relevan. dari 690 jurnal tersebut 128 jurnal diantaranya berasal dari PubMed dan sebanyak 562 jurnal berasal dari Science Direct. Sebanyak 5 jurnal termasuk dalam sintesis kualitatif yang diidentifikasi memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat dabigatran 110 mg dua kali sehari, apixaban 5 mg dua kali sehari, edoxaban 30 mg sekali sehari, edoxaban 60 mg sekali sehari, lebih mampu mengurangi resiko pendarahan besar dibandingkan warfarin. Dabigatran 150 mg dua kali sehari cenderung meningkatkan resiko pendarahan dibandingkan dengan apixaban 5 mg dua kali sehari. Resiko pendarahan juga cenderung meningkat akibat pengobatan dengan rivaroxaban 20 mg dua kali sehari dibandingkan dengan edoxaban 60 mg sekali sehari. Sebagian besar obat DOAC lebih mampu menurunkan resiko pendarahan intrakranial dibandingkan dengan warfarin, sedangkan beberapa obat DOAC cenderung meningkatkan resiko pendarahan gastrointestinal dibanding warfarin. Apixaban 5 mg dua kali sehari dikategorikan sebagai obat yang paling manjur dan hemat biaya dibandingkan dengan warfarin.
Review: Cost-Effectiveness Analysis Metformin dan Dipeptidyl Peptidase-4 Inhibitor Dibandingkan dengan Metformin dan Sulfonilurea pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Nuring Novita Kusumawati; Tri Murti Andayani
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i2.91911

Abstract

Prevalensi diabetes melitus tipe 2 (DMT2) meningkat, sehingga manajemen terapi yang efektif dan cost-effective sangat penting. Kombinasi metformin dengan dipeptidyl peptidase-4 inhibitor (DPP-4 inhibitor) dan metformin dengan sulfonilurea (SU) merupakan terapi lini kedua pada pasien DMT2, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan terkait biaya dan efektivitas. Review ini bertujuan untuk membandingkan hasil penelitian cost-effectiveness dari kedua kombinasi tersebut guna membantu praktisi kesehatan dalam membuat keputusan pemilihan terapi dalam pengelolaan DMT2. Review ini menganalisis temuan dari berbagai jurnal yang dipublikasikan secara online, menggunakan database SCOPUS dan PubMed serta mengikuti skema PRISMA dan PICO.  Penelitian yang memenuhi kriteria pencarian adalah 75 studi, 35 di antaranya berasal dari Scopus dan 40 PubMed. Terdapat beberapa artikel dikecualikan dan didapatkan 5 studi yang memenuhi kriteria akhir kemudian dilakukan penilaian kualitas berdasarkan standar CHEERS 2022. Analisis menunjukkan bahwa kombinasi DPP-4 inhibitor dan metformin lebih efektif dibandingkan kombinasi sulfonilurea dan metformin dalam mengelola diabetes melitus tipe 2, temuan ini didukung oleh pemelitian dari berbagai negara, menunjukkan pengurangan risiko hipoglikemia dan peningkatan kualitas hidup pasien. Tinjauan sistematis ini menunjukkan bahwa kombinasi DPP-4 inhibitor dengan metformin adalah terapi lini kedua yang cost effective dibandingkan dengan kombinasi sulfonilurea dan metformin untuk penderita diabetes melitus tipe 2.
Modifikasi Metode Pemberian Infus Vankomisin dan Amiodaron Melalui Vena Perifer : Kajian Literatur Hafizah, Ilmi Nur; Puspitasari, Ika; Andayani, Tri Murti
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i1.94376

Abstract

Amiodaron dan vankomisin merupakan obat yang sering digunakan pada populasi bedah jantung dengan saran pemberiannya melaui vena sentral. Akan tetapi, pemasangan vena sentral menimbulkan berbagai komplikasi yang dapat memperburuk kondisi pasien, serta penggunaannya secara teknis susah untuk diterapkan pada kondisi darurat. Sehingga diperlukan cara/metode pemberian infus melalui vena perifer dengan memperhatikan reaksi yang ditimbulkan seperti infiltrasi, ekstravasasi, plebitis bahkan infeksi. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui apakah modifikasi metode atau pedoman praktek klinik pemberian infus amiodaron atau vankomisin melalui perifer aman dan dapat menurunkan komplikasi. Pencarian literatur dilakukan menggunakan database Pubmed dan Cochrane yang diterbitkan 10 tahun terakhir yang berupa penelitian observasional maupun experimental dengan desain penelitian cohort, crossectional, deskriptif, randomized control trial dan quasi experimental. Dari 26 artikel yang ditemukan terdapat 4 artikel yang memenuhi kriteria peneliti. Kesimpulan dari hasil penelusuran yang didapat yaitu pemberian infus vankomisin dalam jangka waktu pendek aman diberikan melalui vena perifer khususnya menggunakan kateter midline dan penggunaan konsentrasi vankomisin yang rendah mampu menurunkan kejadian plebitis. Sedangkan Pemberian amiodaron konsentrasi tinggi disarankan menggunakan vena sentral disertai penggunaan in-line filter.
Pengaruh Medication Therapy Management terhadap Kadar HbA1c Pasien Diabetes Melitus yang Mendapatkan Terapi Insulin Akuba, Jusnita; Wiedyaningsih, Chairun; Andayani, Tri Murti
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i1.98974

Abstract

Pasien diabetes melitus yang mendapatkan terapi insulin rata-rata mempunyai kadar HbA1c relatif tinggi. Kurangnya pengetahuan dan kepatuhan pasien terkait terapi insulin dapat menjadi menyebab terjadinya hipoglikemia yang dapat memperburuk kondisi klinik pasien. Medication Therapy Management merupakan sebuah model intervensi apoteker berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya untuk mengatasi permasalahan terkait obat dan meningkatkan outcome pasien secara individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan medication therapy management terhadap kadar HbA1c pasien diabetes melitus yang menggunakan terapi insulin. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimental dengan one group pretest-posttest design dilakukan pada 25 pasien diabetes melitus yang mendapatkan terapi insulin yang rutin berkunjung ke poliklinik RSUD Toto Kabila Gorontalo dan memenuhi kriteria inklusi. Pasien mendapatkan intervensi pelayanan berbasis medication therapy management dan dilakukan pengukuran kadar HbA1c pre dan post intervensi. Analisis perubahan kadar HbA1c pre dan post intervensi menggunakan uji paired t-test. Setelah pelayanan berbasis MTM terjadi penurunan kadar HbA1c dengan rata-rata 10,93 ± 2,22 menjadi 9,42 ± 2,54 dengan p = 0,006. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan medication therapy management dapat menurunkan kadar HbA1c pasien diabetes melitus yang mendapatkan terapi insulin.
Analisis Biaya Medik Langsung dan Utilitas Pasien Asma Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Agoesdjam Hospital Ketapang Widiastuti Widiastuti; Tri Murti Andayani; Rina Herowati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk212

Abstract

Asthma is a chronic disease that imposes a heavy burden on patients, is responsible for high costs in health care and can reduce quality of life. The aim of this study was to determine the direct medical costs of outpatient asthma patients at RSUD Dr. Agoesdjam Ketapang and what cost components are dominant, utility value, as well as factors that can influence utility value and direct medical costs for asthma patients. This research was an observational study with a cross-sectional design. Data collection was carried out concurrently and retrospectively. The materials used were medical records, a list of financial and pharmaceutical costs to see direct medical costs, the EQ-5D-5L questionnaire used to see the utility value of asthma patients, and the Asthma Control Test (ACT) questionnaire. The research subjects consisted of 80 patients. Data processing includes patient demographic data, ACT scores, comorbidities, therapy patterns, direct medical costs and utilities which are analyzed using non-parametric tests. The results of the study showed that the direct medical costs for outpatient asthma patients were IDR. 19,493,603.00 with the average direct medical costs for asthma patients being IDR 243,670.00. The highest cost component was pharmaceutical costs Rp. 16,493,603.00 (84.61%). The average utility value was 0.65, while the significant p values for each factor were gender = 0.028, education = 0.010, level of asthma control based on ACT score = 0.000 and therapy pattern = 0.000. It was concluded that factors influencing patient utility were gender, education and level of asthma control; while the factor for medical costs is the therapy pattern.Keywords: direct medical costs; asthma; utility ABSTRAK Asma merupakan penyakit kronis yang memberikan beban berat terhadap pasien, bertanggung jawab atas pengeluaran biaya yang tinggi dalam perawatan kesehatan dan dapat menurunkan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya medik langsung pasien asma rawat jalan di RSUD Dr. Agoesdjam Ketapang dan komponen biaya apa yang dominan, nilai utilitas, serta faktor-faktor yang dapat memengaruhi nilai utilitas dan biaya medik langsung pasien asma. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan dengan cara concurent dan retrospektif. Bahan yang digunakan yaitu catatan rekam medik, daftar biaya keuangan dan farmasi untuk melihat biaya medik langsung, kuesioner EQ-5D-5L digunakan untuk melihat nilai utilitas pasien asma, dan kuesioner Asthma Control Test (ACT). Subyek penelitian berjumlah 80 pasien. Pengolahan data meliputi data demografi pasien, skor ACT, komorbid, pola terapi, biaya medik langsung dan utilitas yang dianalisis menggunakan uji non parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar biaya medik langsung pasien asma rawat jalan sebesar Rp. 19.493.603,00 dengan rata-rata besar biaya medik langsung pasien asma adalah Rp.243.670,00. Komponen biaya tertinggi adalah biaya farmasi Rp 16.493.603,00 (84,61%). Nilai rata-rata utilitas adalah 0,65, sedangkan nilai p yang signifikan untuk masing-masing faktor adalah jenis kelamin = 0,028, pendidikan = 0,010, tingkat kontrol asma yang bedasarkan skor ACT = 0,000 dan pola terapi =0,000. Disimpulkan bahwa faktor yang memengaruhi utilitas pasien adalah jenis kelamin, pendidikan dan tingkat kontrol asma; sedangkan faktor bagi biaya medik adalah pola terapi.Kata kunci: biaya medik langsung; asma; utilitas
Cost Compliance Analysis of Real Therapy and INA-CBG’s of Chemotherapy Breast Cancer Inpatien At 2017 Dr. Moewardi Surakarta Hospital Belinda Arbitya Dewi; Oetari Oetari; Tri Murti Andayani
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.543

Abstract

Observational research using a restrospective design from a hospital perspective. Samples of all claim files and medical records of breast cancer chemotherapy patients with codes C-4-13-I, C-4-13-II, and C-4-13-III in 2017. Analysis of the suitability of the cost of therapy with INA-CBG's rates with one sample t-test and factors that influence the cost of therapy with multivariate analysis. The results showed there were 113 treatment episodes of 72 patients, of which women aged <45 years were most affected. Difference between the real cost of hospitalized breast cancer and INA-CBG's rates in class 3 treatment C-4-13-I severity level Rp. -62,187,362, C-4-13-II of Rp. 6,159,896, C-4-13-III Rp. 64,042,570. Based on all severity values P <0.05, means the average cost of treating breast cancer with all different severity levels based on INA-CBG’s 2016 rates.
Direct Medical Costs of Diabetes and the Foot Ulcer Outpatients in A General Hospital, Yogyakarta Untari, Eka Kartika; Andayani, Tri Murti; Yasin, Nanang Munif; Asdie, Rizka Humardewayanti
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 15, No 2
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.90615

Abstract

Background: In addition to the financial burden that Diabetes Mellitus (DM) places on diabetics and their families due to the complications of Diabetic Foot Ulcers (DFU), treatment costs are escalating. Along with the costs associated with diabetic impairments, direct medical costs may contribute significantly to the financial burden of diabetes.Objectives: This study aimed to determine expenditures associated with DFU, identify cost-influencing factors, and compare the costs of patients with DFU and those without ulcers.Methods: To achieve this objective, this study employed a cross-sectional design and included 198 medical records of DM patients who met the following criteria: age range of 18 to 60 years; type 1 or type 2 DM; receipt of anti-diabetics; payment information; absence of autoimmune or end-stage chronic disease; and absence of corticosteroid. The significance of the cost difference between DFU and non-ulcer patients was evaluated using parametric and non-parametric tests as well as linear regression analysis to determine the cost-influencing factors.Results: This study included 188 patients with type 2 diabetes and ten patients with type 1 diabetes. A total of 131 people with diabetes did not have ulcers, while 67 had a history of DFU. The average direct medical expenses for patients with DFU are IDR 760,146.32, compared to IDR 542,51.24 for patients without ulcer.Conclusion: The presence of ulcers and glycemic conditions had an effect on the direct costs; insulin use also affected the direct costs. The direct costs of diabetic ulcer were significantly higher than non-ulcer, and they were predominantly affected by insulin prescribing.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Empiris pada Pasien Sepsis di Intensive Care Unit RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung: Evaluation of Empirical Antibiotic use in Patients at Intensive Care Unit RSUD Dr. H. Moeloek Purnamasari, Desy; Yasin, Nanang Munif; Andayani, Tri Murti
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.8683

Abstract

Sepsis merupakan kondisi mengancam jiwa yang terjadi akibat adanya penurunan fungsi organ yang berkaitan dengan infeksi. Salah satu terapi yang diberikan pada awal diagnosis sepsis dan menentukan keberhasilan terapi selanjutnya adalah pemberian antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat berkaitan dengan kejadian resistensi dan dapat menyebabkan peningkatan keparahan penyakit, peningkatan biaya perawatan, komplikasi dan bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik empiris pada pasien sepsis di ICU. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain cohort retrospectiive. Subyek penelitian ini didapatkan dari data rekam medik pasien dengan diagnosis sepsis yang dirawat di ICU RSUD Dr. H. Abdul Moeloek pada Januari 2019 – Agustus 2024. Evaluasi antibiotik dilakukan secara kualitatif dan dikaji berdasarkan literatur dengan metode Gyssens. Hasil penelitian ini adalah 123 pasien dengan 192 regimen antibiotik empiris. Antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah ceftriaxone (37,5%) dengan indikasi penyebab sepsis terbanyak adalah pneumonia (76,6%). Hasil analisis gyssens terdapat 134 regimen (69,8 %) yang tepat dan 58 regimen (30,2%) dinilai tidak tepat dengan kategori V (tidak ada indikasi penggunaan antibiotik) sebanyak 10 kasus (5,2%), kategori IVa (ada antibiotik lain yang lebih efektif) sebanyak 25 kasus (13,0%), kategori IIIa (durasi pemberian terlalu panjang) sebanyak 14 kasus (7,3%), kategori IIIb (durasi pemberian terlalu singkat) sebanyak 3 kasus (1,6%), kategori IIa (dosis tidak tepat) sebanyak 5 kasus (2,6%) dan kategori IIb (interval tidak tepat) sebanyak 1 kasus (0,5%). Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik secara tepat dan rasional perlu ditingkatkan.
Co-Authors . Inayati A.M Wara Kusharwanti Abdul Khodir Jaelani Abdul Mahmud Yumassik Achmad Fudholi Achmad Fudholi Achmad Fudholi Achmad Fudholi admaja, wika Agung Endro Nugroho Agustini, Tiara Tri Ahmad H. Asdie Ahmad Suriyadi Muslim Ahmad, Irfan Aisyah, Noor Akuba, Jusnita Ali Ghufron Mukti Ali Gufron Mukti Amalia Amalia Amalia Amalia Amalia Amalia Ambar Yunita Nugraheni Amelia Lorensia Anak Agung Gede Sugianthara Ani Pahriyani Aniq, Laduna Anisa Zulfa Fatihah Anna Wahyuni Widayanti Anni Anni, Anni Aqnes Budiarti Ari Dwidayati Arief Nurrochmad Arini, Yovita Dwi Arissa Dwiningrum Artemisia, Rahma Astuti, Rini Budi Atsna, Zafria Avrilya Iqoranny Susilo Ayuning Siwi, Mayang Aditya Azalea, Metty Bekti Meilani Nurcahya Belinda Arbitya Dewi Candra Eka Puspitasari Candraningrat, I Dewa Agung Ayu Diva Cecep Kusmana Chairun W Chairun W Chairun Wiedyaningsih Chinthia Sari Yusriana Desy Purnamasari Dewi, Mahmud Carica dharmika wijaya sakti Dhiyan Kusumawati Didik Setiawan Dina Fatma Alia Dinaryanti, Pratiwi Dini Okyaviani Dini, Intan Rahmania Eka Diyan Ajeng Rossetyowati Diyan Ajeng Rossetyowati Djoko Wahyono Djoko Wahyono Dwiningrum, Arissa Dyah, Ria Istamining Eka Kartika Untari Eka Tri Wulandari Elsa Zhenita, Albela Endang Suparniati Endang Suparniati, Endang Endang Yuniarti Endang Yuniarti erna prasetyaningrum Etikasari, Ria Farida Munawaroh Farida, Yeni Ferdinan Jalung Ferdinan Jalung Ferdy Firmansyah Fidiawan, Arie Firda Ridhayani Fita Rahmawati Fita Rahmawati Fitri, Elny Fredie Irijanto Fredie Irijanto Fridly Manawan Gita Mayasari Gunawan Pamudji Widodo Hafizah, Ilmi Nur Halimah Hayul Halimah Hayul Handi Mukti Fahrizal Handi Mukti Fahrizal Haninditya, Beta Hari Kusnanto Hari Kusnanto Haris, Restu Nur Hasanah Herri S. Sastramihardja Hilmy Irsyadi Hanif Hutahaean, Amsaline Vingky I Dewa Putu Pramantara I Dewa Putu Pramantara I Dewa Putu Pramantara S Ibrahim Arifin Ika Alfinnisa Majida Ika Norcahyanti Ika Purwidyaningrum IKA PUSPITA SARI Ika Puspita Sari Ika Puspitasari Ika Puspitasari Ika Puspitasari Ika Trisnawati Ika Trisnawati, Ika Ikakusumawati, Novita Dhewi Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Inayati Inayati Inayati, Inayati Indriyati Hadi Sulistyaningrum Ingenida Hadning Intan Rahmania Eka Dini Irfanianta Arif Setyawan Irnayanti Irnayanti Irnayanti, Irnayanti Ivanka, Luna Iwan Dwiprahasto Iwan Dwiprahasto Jaelani, Abdul Khodir Jaelani, Abdul Khodir Jaelani, Abdul Qadir Jarir At Thobari Jason Merari Peranginangin Joko Sunowo Kartika Widayati Taroeno Hariadi Kusharwanti, A.M Wara Kusumawati, Dhiyan L. Endang Budiarti, L. Endang Larasati, Laksmy Anggun Lering, Maria Nona Adriani Liliany Fatonah Lingga Ikaditya Lingga Ikaditya, Lingga Listyana, Yanverty Idda Lukman Hakim Luthfan Budi Purnomo Magistasari, Dewi Makmur, Rahmat Maranatha, Daniel Mariana Wahyudi Mariska Sri Harlianti Mariska Sri Harlianti Marlina, Ni Ketut Martodiharjo, Suwaldi Maulidia, Shofia Siza Mawaqit Makani Maya Arfania Mayasari, Gita Megawati Parmasari Metty Azalea Milda Rianty Lakoan Milda Rianty Lakoan Mohamed Izham Mohamed Ibrahim Mohammad Robikhul Ikhsan Mpila, Deby Afriani Mufarrihah Mufarrihah Mufarrihah, Mufarrihah Mukhamad Najib Mukti, Ali Gufron Mulyani, Risya Munawaroh, Farida Murni, Siti Olega Adawiyah Muslimah Muslimah Mustofa Mustofa Nafiah Adiningrum Nanang Munif Yasin Nanang Munif Yasin Natalia Gilarsih Natalia Gilarsih Nawang Wulan Nago Pitasari Neneng Ratnasari Normakiyah Novena Adi Yuhara Novia Ariani Dewi Novianti, Feby Galuh Nur Rasdianah Nurcahya, Bekti Meilani Nurifahmi, Rahmaningtyas Nuring Novita Kusumawati Nurul Adzkia Ghearizky Nurul Ambianti Nurul Hikmah Nurul Latifah Nurul Qiyaam, Nurul Nurul Safitri Nuryanti, Tety Nutrisia Aquariushinta Sayuti, Nutrisia Aquariushinta Octavia, Mega Oetari Oetari Oetari Oetari Okke Putri Shera Oktaviani, Devi Okti Ratna Mafruhah Pahriyani, Ani Pamungkas, Kumbang Nirbhaya Pande Made Desy Ratnasari Parmasari, Megawati Partini Partini Partini Partini, Partini Pramana, Facetha Intan Pratiwi, Woro Rukmi Primadiamanti, Annisa Purnamasari, Vina Purnomo, Luthfan Budi Purwoko, Agus Puspita Sari, Ika Putri Dina Mahera Laily Rahajeng, Bangunawati Rahayu, Asri Rahma, Nazulanita Rahmawati, Anindya Rahmawati, Fita Rahmawati, Fita Rastiti, Liza Ratnasari, Pande Made Desy Renni Simorangkir Ria Etikasari Ria Istamining Dyah Rina Triasih Riskayanti Riswaka Sudjaswadi Riyanta Aribawa Rizaldy Pinzon Rizaldy T Pinzon Rizka Humardewayanti Asdie Rizky Danang Susetyo Rizky Hidayaturahmah Rokhman, Rifqi Rukminingsih, Fef Ryan Astaruddin S, I Dewa Putu Pramantara Safnurbaiti, Dwi Putri Saharuddin, Tria Saputra Sammulia, Suci Fitriani Sampurno Sampurno Sampurno Sampurno Sampurno, Sampurno Santi Andriani Saputra, Andy Kurniawan Saputri, Erlika Sari, Maya Dwi Wulan Sari, Rafika Mutia Sarifudin, Barbara Azalya Satibi Satibi Satibi Satibi Satibi Satibi Satibi Satibi Selamet, Ni Made Dwi Antika Septiyanti, Windy Setiyaningsih, Hermawati Setyawan, Irfanianta Arif Simanullang, Raymon Siradjuddin, Ammar Sri Haryanti Starlista, Viva Sudewi Mukaromah Khoirunnisa Suffiana, Yunita Sugiyanto - Sugiyanto Sugiyanto Sukengtyas, Dyah Atmi Tri Sulistiawaty, Endang Sunarti Sunarti Supanji, Supanji Susi Ari Kristina Susi Ari Kristina Suwendar Suwendar Syahrizal Ramadhani Syaiful Katadi Tety Nuryanti Titik Nuryastuti Titik Sunarni Tri Wijayanti Tria Saputra Saharuddin Tuangrat Phodha Umi Athijah Utami, Dika Aryan Venanti, Bernadeta Setyo Vo Quang Trung widi astuti r Widiastuti Widiastuti Willi Wahyu Timur Winarni Winarni Wirawan Adikusuma Wulandari, Aprilla Ayu Yance Anas Yeni Farida Yopi Rikmasari, Yopi Yovita Dwi Arini Yusriana, Chinthia Sari Zullies Ikawati ZULLIES IKAWATI Zullies Ikawati Zullies Ikawati