p-Index From 2021 - 2026
11.438
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health) Jurnal Kesehatan Andalas Jurnal Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Jurnal Litbang Industri Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal Kesehatan Medika Saintika Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu JURNAL KESEHATAN PERINTIS Journal of Midwifery JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Majalah Kedokteran Andalas Jurnal Sehat Mandiri JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Human Care Journal Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Andalas obstetrics and gynecology journal Jurnal Ners Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Psikiatri Surabaya (Surabaya Psychiatry Journal) Warta Pengabdian Andalas: Jurnal Ilmiah Pengembangan Dan Penerapan Ipteks Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan JOURNAL LA MEDIHEALTICO Journal of English Language and Education Anoa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial, Politik, Budaya, Hukum. Ekonomi Journal of Education Research Convergence; Jurnal Oneline Jurnalistik Jurnal Literasi Perpustakaan dan Informasi UHO: Jurnal Penelitian Kajian Perpustakaan dan Informasi Jurnal Litbang Industri Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) Jurnal Pengabdian Nusantara (JPN) Jurnal Basicedu Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR) PENDASI: Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Journal of General Procedural Dermatology and Venereology Indonesia Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary ASIAN: Indonesian Journal of Learning Development and Innovation Indonesian Journal of Community Services International Health Sciences Journal Proceeding International Health Conference Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Jurnal Profesi Guru Indonesia Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Journey: Journal of English Language and Pedagogy Jurnal BOLA : Bersama Olahraga Laju Asia Jurnal Kesehatan Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Perbedaan Kadar Oksitosin Melalui Pemijatan Oksitosin Terhadap Jumlah Perdarahan pada Ibu 2 Jam Postpartum Desi Sarli; Masrul Masrul; Meilinda Agus
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.357

Abstract

Abstrak Upaya penanganan perdarahan postpartum adalah dengan pemberian oksitosin yang mempunyai peranan penting dalam merangsang kontraksi otot polos uterus sehingga perdarahan dapat teratasi.Hormon oksitosin dapat dihasilkan melalui rangsangan pemijatan oksitosin yang akan mempercepat kerja saraf parasimpatis untuk menyampaikan perintah ke hipotalamus untuk menghasilkan oksitosin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan kadar oksitosin melalui pemijatan oksitosin terhadap jumlah perdarahan pada ibu 2 jam postpartum. Penelitian menggunakan desain eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan ± 6 bulan dengan jumlah sampel 64 orang. Pengolahan data dilakukan dengan komputerisasi. Data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan selanjutnya dilakukan uji independen t-test, uji korelasi dan regresi untuk mengetahui pengaruh hubungan kedua variabel. Hasil penelitian perbedaan kadar oksitosin pada ibu 2 jam postpartum pada kelompok intervensi mempunyai rata-rata kadar oksitosin 47.16 pg/ml dengan standar deviasi 17.583 pg/ml,sedangkan kadar oksitosin  pada kelompokkontrol 29.86 pg/ml dengan standar deviasi 17.532 pg/ml dengan nilai p<0,05.Rata-rata jumlah perdarahan pada kelompok intervensi 175.00 ml dengan standar deviasi 48.894 ml,sedangkan jumlah perdarahan  pada kelompok kontrol 247.06 ml dengan standar deviasi 72.093 ml dengan nilai p<0,05. Hasil uji korelasi didapatkan hubungan kadaroksitosin terhadap jumlah perdarahan menunjukkan hubungan sedang (r=0,482). Hasil uji statistik didapatkan ada perbedaan kadar oksitosin terhadap jumlah perdarahan (p<0,05). Terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar oksitosin ibu 2 jam postpartum pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol.Terdapat perbedaan yang bermaknaantara jumlah perdarahan ibu 2 jam postpartum pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Semakin tinggi kadar oksitosin maka jumlah perdarahan semakin sedikit.Kata kunci: Pemijatan oksitosin, oksitosin, jumlah perdarahan 2 jam postpartumAbstract Efforts to handling postpartum hemorrhage is to give oxytocin,which it is an important role in oxytocin stimulates uterine smooth muscle contraction, so that bleeding can be resolved.The hormone oxytocin can be generated through the stimulation of oxytocin massage that will accelerate parasympathetic nerves to deliver commands to the hipotalamus to produce oxytocin. The objective of this study was to determine effect of different levels of oxytocin trough massage of oxytocin on the amount of bleeding at 2 hours postpartum. This research use experimental designthat was conducted ± 6 months to 64 people. Data processing was done by computerized. The data presented in the form of a frequency distribution and performed an independen t-test and correlation test and regression to determine the effect ofthe relationship between the two variables. There is differences the levels of oxytocin at 2 hours postpartum in the intervention group had higher median levels of oxytocin 47.16pg/ml with a standard deviation of 17.583pg/ml, whereas the levels ofoxytocin at 2 hours post partum control group 29.86 pg/ml with a standard deviation of 17.532 pg/ml with p<0.05. The average of bleeding in the intervention group was 175.00 ml with a standard deviation of 48.894 ml, while the amount of bleeding at 2 hours postpartum control group 247.06 ml with a standard deviation of 72.093 ml with p<0.05. The results obtained correlation levels of oxytocin relation to 2 hours postpartum hemorrhage showed moderate relationship (r =0.482). The results of statistical tests found differences in the levels of oxytocin on the amount of bleeding at 2 hours postpartum (p<0.05). There is differences between the levels of oxytocin 2 hours pos partum in the intervention group and the group control. There are significant difference between the hemorrhage 2 hours post partum in the intervention group and the group of high levels of oxytocin control. Keywords: massage of oxytocin, oxytocin, amount of bleeding at 2 hours postpartum
Analisis Kebijakan Program Bina Keluarga Balita (BKB) Holistik Terintegrasi Dengan Posyandu dan PAUD di Kota Sawahlunto Tahun 2016 Santi Hariani; Masrul Masrul; Fauziah Elytha
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.982

Abstract

Sumber daya manusia, dana, sarana dan prasarana kelompok BKB holistik terintegrasi dengan Posyandu dan PAUD di Kota Sawahlunto belum memadai. Capaian terhadap Kelompok BKB aktif dan keluarga balita aktif ke kelompok BKB Holistik terintegrasi masih dibawah target BKKBN. Tujuan penelitian adalah mengetahui pelaksanaan Program BKB holistik terintegrasi dengan Posyandu dan PAUD sesuai dengan Peraturan Presiden no 60 tahun 2013 di Kota sawahlunto. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan merupakan studi kebijakan (Policy study). informan penelitian berjumlah 26 orang. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, focus grup discussion dan telaah dokumen. Analisa dilakukan sebelum, selama dan sesudah dilapangan penelitian. Hasil penelitian pada komponen masukan yaitu sumber daya manusia, dana, sarana prasarana kelompok BKB belum sesuai dengan ketentuan. Komponen proses yaitu belum berjalannya Pokjanal kecamatan dan desa untuk binaan, monitoring dan evaluasi. Komponen keluaran yaitu capaian kelompok BKB aktif dan keluarga balita aktif belum memenuhi standar minimal BKKBN, rendahnya pengetahuan kader BKB dan keluarga balita terhadap program BKB holisitik terintegrasi dengan Posyandu dan PAUD di Kota Sawahlunto. Simpulan pelaksanaan program BKB holistik terintegrasi dengan Posyandu dan PAUD Kota Sawahlunto tahun 2016 belum seluruhnya sesuai peraturan dan harapan yaitu pada komponen masukan, proses dan Keluaran.
Gambaran Pola Asuh Psikososial Anak Stunting dan Anak Normal di Wilayah Lokus Stunting Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat Sumatera Barat Masrul Masrul
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.978

Abstract

Stunting mempengaruhi sekitar seperempat anak di bawah lima tahun di seluruh dunia. Kondisi sistemik kekurangan gizi kronik merupakan dampak dari stunting. Terdapat 7,6 juta (37%) anak Indonesia menderita stunting dan 46,1% angka penderita stunting di Sumatera Barat, angka ini sudah mengalami penurunan pada tahun 2018 sebesar 40,8%. Jumlah itu menunjukkan banyak anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih, karena mereka tidak tumbuh dengan baik. Program intervensi nutrisi yang telah berjalan selama ini belum mampu secara optimal memperbaiki kondisi anak stunting. Tujuan penelitian ini adalah menentukan profil pola asuh stimulasi psikososial anak stunting dan perbedaan dengan anak normal di wilayah lokus stunting Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat. Desain penelitian ini berupa penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 185 anak usia 0-3 tahun, terdiri dari 94 responden kelompok stunting dan 91 responden kelompok tidak stunting. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pengumpulan data menggunakan kuesioner dan instrument HOME. Dari penelitian ini diketahui hampir semua sub indikator memperlihatkan keadaan yang masih kurang; pola asuh stimulasi psikososial masih kurang; tingkat sosial ekonomi kehidupan anak stunting lebih rendah daripada anak normal. Diharapkan di masa depan dapat dilakukan pencegahan terjadinya intrautrin dengan menjaga serta pola asuh terutama pola asuh psikososial yang optimal dari keluarga.
Hubungan Asupan Energi Sarapan terhadap Tingkat Konsentrasi pada Siswa-Siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Padang Tahun Ajaran 2013/2014 Kurnia Maidarmi Handayani; Masrul Masrul; Adrial Adrial
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i3.156

Abstract

AbstrakIndonesia menduduki peringkat terakhir dalam cognitive skills dan pencapaian pendidikan menurut penelitian yang dilakukan oleh Economist Intelligence Unit. Cognitive skills memerlukan fungsi otak yang adekuat yang dipertahankan oleh nutrisi berupa konsumsi pangan yang baik dan beragam, terutama sarapan. Penelitian di Amerika Serikat pada anak usia sekolah remaja (15-18 tahun) menunjukkan bahwa sebesar 30% remaja tidak biasa sarapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan energi sarapan dan tingkat konsentrasi pada siswa SMAN 1 Padang. Studi dilakukan di SMAN 1 Padang pada bulan November 2013 terhadap 116 siswa kelas XII. Desain penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional. Pengolahan data dilakukan dengan uji chi-square menggunakan sistem komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tingkat konsentrasi menggunakan digit symbol test antara siswa dengan asupan energi sarapan baik, kurang, dan sangat kurang (p=0,001) dan tidak terdapat perbedaan tingkat konsentrasi menggunakan digit span test antara siswa dengan asupan energi sarapan baik, kurang, dan sangat kurang (p=0,345). Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan energi sarapan dengan tingkat konsentrasi menggunakan digit symbol test (p<0,05).Kata kunci: sarapan, asupan energi, konsentrasi, digit symbol test, digit span testAbstractIndonesia was ranked last in the cognitive skills and educational attainment according to research conducted by the Economist Intelligence Unit.Cognitive skills require brain function is maintained by adequate intake of nutrients such as good and varied food, especially breakfast. Research in the United States in children of school age youth (15-18 years) showed that 30% of teenagers are not usually did breakfast.This study aimed to determine the relationship between energy intake at breakfast and the level of concentration of students of SMAN 1 Padang. The study was conducted at SMAN 1 Padang in November 2013 to 116 students of class XII. The research was an analytical study with cross-sectional design.Data processing is performed by the chi-square test using a computerized system. The results showed there were differences in the level of concentration using the digit symbol test between students with a good breakfast energy intake,less,and much less (p = 0.001) and there was no difference in the level of concentration using the digit span test between students with a good breakfast energy intake, less, and very less (p = 0.345). There is a significant relationship between breakfast energy intake with the level of concentration using digit symbol test (p < 0.05).Keywords: breakfast, energy intake, concentration, digit symbol test, digit span test
Hubungan Konsumsi Serat dengan Pola Defekasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Unand Angkatan 2012 Indah Paradifa Sari; Arina Widya Murni; Masrul Masrul
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.534

Abstract

Abstrak   Setiap individu memiliki pola defekasi berbeda-beda yang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah asupan serat. Secara fisiologis serat makanan didefenisikan sebagai karbohidrat yang resisten terhadap enzim hidrolisis saluran pencernaan manusia. Berdasarkan data RISKESDAS 2013, Sumatera Barat menempati urutan ketiga terendah konsumsi serat di seluruh provinsi Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara konsumsi serat dan pola defekasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Unand angkatan 2012. Ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada 114 responden. Data primer dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan food recall 2x24 jam dan diolah dengan menggunakan Nutrisurvey untuk food recall dan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswi Fakultas Kedokteran Unand angkatan 2012 mengkonsumsi serat rendah dan mengalami resiko terjadinya konstipasi. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara konsumsi serat terhadap pola defekasi dengan nilai p > α (0,408 > 0,05).Kata kunci: konsumsi serat, pola defekasi, kuesioner, food recall AbstractEach individual has a different pattern of defecation which is influenced by several factors such as intake of fiber. Dietary fiber is defined as carbohydrates that are resistant to hydrolysis enzymes in human digestive. Based on data RISKESDAS 2013, West Sumatra ranks third lowest fiber intake across Indonesian provinces. The objective of this study was to determine the relationship between fiber intake and defecation pattern in the student of the Faculty of Medicine Unand 2012. This was a cross sectional study that conducted on 114 respondents. Primary data was collected by interviews using questionnaires and food recall 2x24 hours and processed using Nutrisurvey for food recall and  chi-square statistic test. Results of univariate analysis showed that most of the student of the Faculty of Medicine Unand 2012 consume low fiber and the risk of experiencing constipation. Results of bivariate analysis showed no significant association between fiber intake and defecation patterns with p-value > α (0.408> 0.05). Keywords: fiber consumption, defecation pattern, questionnaires, food recall
Hubungan Diare dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Alania Rosari; Eka Agustia Rini; Masrul Masrul
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v2i3.138

Abstract

AbstrakMalnutrisi pada anak masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia. Data dari WHO pada tahun 2010 menunjukkan sebanyak 18% anak usia di bawah lima tahun di negara berkembang mengalami underweight. Keadaan kurang gizi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit infeksi karena daya tahan tubuh yang menurun. Sebaliknya, penyakit infeksi juga dapat memengaruhi status gizi karena asupan makanan menurun, malabsorpsi, dan katabolisme tubuh meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah terdapat hubungan antara diare dengan status gizi balita. Jenis penelitian ini adalah studi observasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu dan balita usia 12-60 bulan yang bertempat tinggal di Kelurahan Lubuk Buaya. Sampel yang diambil sebanyak 145 orang dengan metode proportionate random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner untuk mengetahui riwayat diare dalam sebulan terakhir dan penimbangan berat badan. Data diolah dengan uji statistik chi square menggunakan program SPSS 17.0. Hasil analisis univariat menunjukkan terdapat balita berstatus gizi baik (84,1%), status gizi kurang (13,8%), dan status gizi buruk (2,1%). Terdapat 25,5% balita yang pernah mengalami diare dengan rerata durasi diare 3,0 hari. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara diare dengan status gizi (BB/U) balita di Kelurahan Lubuk Buaya (p=0,742). Penelitian ini memperlihatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara diare dengan status gizi balita di Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.Kata kunci: status gizi balita, diareAbstractMalnutrition in children is still a major health problem in the world. Data from WHO in 2010 showed 18% of children under five years old in developing countries are underweight. Malnutrition may increase the risk of infectious disease because the immune system is decreased. Otherwise, infectious disease can also affect the nutritional status because of decreased food intake, malabsorption, and increased body catabolism. This study aimed to determine association between diarrhea and nutritional status of children. The study was an observational study with cross sectional design. The population is mother and children aged 12- 60 months residing in Lubuk Buaya Village. There are 145 samples taken with proportionate random sampling method. Data were collected with questionnaire to determine the history of diarrhea in the last month and weighing. The data were processed with chi square test by using SPSS 17.0 program. Results of univariate analysis showed that there are children with good nutritional status (84,1%), underweight (13,8%), and poor nutritional status (2,1%). There are 25,5% children had diarrhea with average duration of illness 3,0 days. Results of bivariate analysis showed no significant association between diarrhea and nutritional status (weight/age) of children in Lubuk Buaya Village (p = 0,742). This study showed no association between diarrhea and nutritional status of children in Lubuk Buaya Village, Koto Tangah Subdistrict, Padang City.Keywords: nutritional status of children, diarrhea
ANALISIS IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSU MAYJEN HA THALIB KABUPATEN KERINCI Arya Vermasari; Masrul Masrul; Husna Yetti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i2.1002

Abstract

Pencapaian indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) masih belum optimal karena petugas masih tidak paham dengan indikator SPM, sehingga pelayanan yang diberikan tidak sesuai harapan pelanggan mengakibatkan keluhan dan ketidakpuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran mengenai implementasi SPM di IGD RSU Mayjen HA Thalib Kabupaten Kerinci. Penelitian ini menggunakan desain studi kebijakan dengan pendekatan kualitatif. Waktu penelitian dari April sampai November 2018 di IGD RSU Mayjen HA Thalib Kabupaten Kerinci.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, FGD dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan SPM dilaksanakan berdasarkan Perpub No 36 Tahun 2012, tenaga sudah mencukupi, masih ada tenaga yang belum mempunyai sertifikat kegawatdaruratan (TLS/ACLS/BCTLS/PPGD), sarana prasarana belum memenuhi standar IGD, Monev tidak berjalan dengan baik. Pelaksanaan indikator life saving terlihat perbedaan kemampuan petugas yang telah pelatihan dan yang belum, Waktu tanggap masih ada yang ≥ 5 menit.
Pengaruh Masase pada Punggung Terhadap Intensitas Nyeri Kala I Fase Laten Persalinan Normal Melalui Peningkatan Kadar Endorfin Yeni Aryani; Masrul Masrul; Lisma Evareny
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.193

Abstract

AbstrakNyeri saat persalinan merupakan proses yang fisiologis. Sebanyak 12% - 67% wanita merasa khawatir dengan nyeri yang akan dialami saat persalinan. Salah satu upaya untuk mengurangi nyeri persalinan adalah dengan masase. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh masase pada punggung terhadap intensitas nyeri kala I fase laten persalinan normal melaui peningkatan kadar endorfin. Ini merupakan suatu penelitian experimental dengan post test only control group design yang dibagi atas kelompok perlakuan yang melakukan masase pada punggung dan kelompok kontrol yang tidak masase. Intensitas nyeri dinilai dengan kuisioner dan kadar endorfin diukur dengan human beta endorfin Elisa Kit. Data dianalisis menggunakan uji t-test independent dan korelasi Spearmen. Hasil penelitian ini ditemukan ibu bersalin yang dimasase memiliki intensitas nyeri lebih rendah 29.62 point dari pada yang tidak dimasase nilai p=0.001, ada pengaruh masase terhadap intensitas nyeri kala I persalinan normal. Ibu bersalin yang dimasase memiliki endorfin lebih tinggi dari pada yang tidak dimasase sebesar 142.82 pcg/mlnilai p=0.001 ada pengaruh masase terhadap kadar endorfin ibu bersalin normal. Ada korelasi kadar endorfin dengan penurunan intensitas nyeri dengan nilai r= 0,795 dan nilai p=0.001. Kesimpulan penelitian ini adalah masase pada punggung berpengaruh terhadap intensitas nyeri dan kadar endorfin ibu bersalin kala I fase laten persalinan normal serta kadar endorfin berkorelasi dengan intensitas nyeri kala I fase laten persalinan normal.Kata kunci: masase pada punggung, intensitas nyeri, kadar endorfin.AbstractPain in delivery is a physiological process. About 12% - 67% of women feel the pain during delivery. One of the ways to reduce pain during delivery process is to massage mother’s back. The objective of this research was to determine the effect of massage on the back to the pain intensity in normal delivery based on the level of endorphin. This study was an experimental study with post test only control group design by massaging mother’s back in normal delivery process of primiparous phase I for 30 minutes. Data collection was done for three months. The subject were choosen randomly block with 52 respondents. Data processing was done based on the Independent t-test and Spearmen Correlation. The results of this study shows that mothers who have massage on the back before delivery process, feel lower pain intensity in 29.62 points than those who do not have massage. The result of statistical test was p =0.001, so, the massage reduces the pain intensity. Mothers who have massage, get their endorphin increased as much as 142.82 PCG/ml compared to mothers who did not have massage. There was a correlation between the increase of endorphin level with the reduction of pain intensity. The result of statistical test shows that there is a strong correlation between the endorphin level with pain intensity with a value,r=0.795andp=0.001. It can be conluded that massage on the back can reduce pain intensity in normal delivery and increase the leve lof endorphin. Furthemore, there is a strong correlation between the increase of endorphin level with pain intensity in normal delivery. It is recommended that massage on the back can be done regularly in every normal delivery. Keywords: massage on the back, pain intensity, level of endorphin
Peranan Kadar Feritin Serum terhadap Kejadian Preeklampsia Mega Ulfah; Masrul Masrul; Arni Amir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.364

Abstract

Abstrak Preeklampsia merupakan penyebab utama kematian maternal dan perinatal diseluruh dunia. Peningkatan kadar serum besi dan feritin memiliki potensi untuk digunakan secara diagnostik untuk memperingatkan preeklampsia tahap awal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan peranan kadar serum feritin terhadap kejadianpreeklampsia. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case-control. Penelitian dilakukan dari Agustus 2013 hingga Juli 2014, bertempat di RS dr. M. Djamil, RS dr. Reksodiwiryo dan Laboratorium Biomedik UNAND Padang.  Jumlah sampel yang diteliti adalah 40 responden dimana sampel terdiri dari 2 kelompok,masing-masing terdiri dari 20 sampel. Pemeriksaan serum feritin dilakukan dengan metode ELISA. Perbedaan rerata kadar feritin serum antara kelompok preeklampsia dan kehamilan normal dianalisa dengan mengunakan independen ttest. Hasil penelitian diperoleh rerata kadar serum feritin pada kelompok preeklampsia dan kehamilan normal adalah50,46+4,37 ng/ml dan 17,64+1,6 ng/ml, dengan nilai p=0,004. Kadar feritin pada kedua kelompok masih dalam batas normal dan tidak ditemukan indikasi adanya kelebihan besi sebagai faktor resiko preeklampsia. Kesimpulan penelitian ini yaitu kadar serum feritin tidak memiliki peranan terhadap kejadian preeklampsia. Kata kunci: preeklampsia, hipertensi dalam kehamilan, serum feritin Abstract Preeclampsia is a major cause of worldwide maternal and prenatal mortality. The increase in iron serum and ferritin can be used as a diagnosis to warn of the early stage of preeclampsia. The objective of this study was to determine the impact of ferritin serum levels on preeclampsia. This study was an observational analytic study withcase-control design. It has been done from August 2013 to Juli 2014, in RS dr. M. Djamil, RS dr. Reksodiwiryo and Biomedical Laboratory of Andalas University Padang. Total sample evaluated was 40 samples. The sample consist of two groups, each group consist of 20 respondents. Ferritin serum level was examined by using ELISA method. The difference of ferritin serum level between preeclampsia and normal pregnancy analyzed by using independen t test.The result of this study shows that the avarage of ferritin serum levels in preeclampsia group and normalpregnancy is 50,46+4,37 ng/ml and 17,64+1,6  ng /ml, with a p-value 0,004. The ferritin serum level in both groups is normal  and didn’t find that excess iron as a risk factor for preeclampsia. It can be concluded that ferritin serum level has no role on preeclampsia. Keywords: preeclampsia, hypertension in pregnancy, ferritin serum
Peranan Diet Rendah Serat terhadap Timbulnya Hemoroid di RSUP. Dr. M. Djamil Padang Afifah Muthmainnah; Masrul Masrul; Asril Zahari
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.254

Abstract

AbstrakHemoroid adalah dilatasi varikosus vena dari pleksus hemoroidal inferior atau superior yang disebabkan oleh berbagai faktor. Sumatera Barat menempati urutan kedua terendah konsumsi serat di seluruh provinsi Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah terdapat peranan diet rendah serat terhadap timbulnya hemoroid di RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan menggunakan desain case control yang dilakukan pada 44 orang, terdiri dari 22 kasus dan 22 kontrol. Data primer dikumpulkan dengan mencatat hasil anamnesis berdasarkan kuesioner dan FFQ (Food Frequency Questionnaire) dan diolah dengan menggunakan Nutrisurvey untuk FFQ, dan aplikasi komputer dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-square disertai derajat kepercayaan 95%. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa hemoroid lebih banyak diderita oleh pasien yang berumur diatas 40 tahun. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak adanya peranan diet rendah serat terhadap timbulnya hemoroid (OR tidak ditemukan), namun terdapat faktor lain yang berperan terhadap timbulnya hemoroid yaitu jenis pekerjaan (OR=6,5). Diet rendah serat, riwayat hemoroid dalam keluarga, dan kebiasaan posisi BAB bukan merupakan faktor risiko hemoroid dalam penelitian ini. Jenis pekerjaan merupakan faktor risiko hemoroid.Kata kunci: hemoroid, diet rendah serat, FFQAbstractHemorrhoid are the dilated veins of the plexus hemoroidal varicose inferior or superior due to various factors. West Sumatra ranks second lowest fiber consumption in all provinces of Indonesia. The objective of this study was to determine the role of low-fiber diet in the occurrence of hemorrhoid in RSUP. Dr. M. Djamil Padang. This research was an analytic observational uses case control design that conducted on 44 people, consisting of 22 cases and 22 controls. Primary data were collected by recording the results of history by questionnaire and FFQ (Food Frequency Questionnaire) and processed using Nutrisurvey for FFQ and computer software using univariate and bivariate analysis with Chi-square test statistic with 95% confidence level. The results of univariate analysis showed that more hemorrhoid suffered by patients aged over 40 years. The results of the bivariate analysis showed no role of low-fiber diet in the occurrence of hemorrhoid (OR not found), but there was another factor associated with the occurrence of hemorrhoid, that is the type of work (OR = 6.5). Low-fiber diet, hemorrhoid history in the family, and habits of defecate position are not the risk factor for hemorrhoid in this research. The type of work is a risk factor for hemorrhoid.Keywords: hemorrhoid, low-fiber diet, FFQ
Co-Authors Abdiana Abdiana Abdiana Abdul Muthalib Abi Ghofari Siregar, Muhammad Adang Bachtiar Adrial Adrial Afandi Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Afifah Muthmainnah Afrizal Agung Tri Sasongko AINI HIDAYATI Aisah Aisah ALADIN ALADIN Alania Rosari Alfiona Karangan, Irene Amel Yanis Amelia Lestari Amilia, Fenni Anisya Selvia Annisaul Husna Aprilia, Dinda Ari Aprilia Dwiana Ariadapa Rahadi, Didan Arida Fitrini Arifin, Yulia Arina Widya Murni Arneliwati Arneliwati Arni Amir Arni Amir Arya Vermasari Asmadi asmadi Asril Zahari Astriana, Erizah Dian Astuti - Awalia, Nur Awalya, Misrha Tul Azriani, Yuni Bakri Yusuf, Bakri Berkatul Jannah Bobby Indra Utama Budiarti Budiyono, Aan Cecep Ibrahim Cimi Ilmiawati, Cimi Citra Ayu Citra Ayu, Citra D Sulin D Sulin Dachriyanus Dalina Gusti Dea Rona Sapitri Defrin, Defrin Delmi Sulastri Delmi Sulastri Denos Imam Fratama Desi Sarli Desmawati Desmawati Desmiwarti Desmiwarti Dessy Arisanty Detty Iryani Dewi Anggraini Dh Pasha, Sartika Sari Wardanhi Dia Rofinda, Zelly Dia Dian Hidayah Putri Diana Putri Dicki Hartanto Dilla, Sumadi DLT, Zahra Nurfadillah Dwi Yulia Dwiharyani, Yuli Dwiyanti, Lisa Edo Saputra Efandra, Rizky Eka Agustia Rini Elmatris Sy Em Yunir, Em ENDRI ENDRI Endrinaldi Endrinaldi Endy, Endy Erwani Esinelya Esinelya Ester Pakpahan Eti Yerizel Eva Chundrayetti Evrina Solvia Soleh Evynatra Evynatra F Arasy F Arasy F Arma F Arma Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi Fanisa, Sri Fathiyyatul Khaira Fauzan Azima Fauzan, Rezky Fauziah Elytha Febriyanti Febriyanti Febriyanti Fenny Oktrina Fauthrisna Fera Tri Susilawaty, Fera Tri Finny Fitry Yani Firdawati Firdawati Fitri Fitri Fitri Yani Fitri, Rodiyatul Gardenia Akhyar Geofani, Riri Fitria H Hanum H Hanum Hadi Ihsan Hadi Nasbey Hafni Bachtiar Hardisman Hasmiwati Hema Malini, Hema Herman, La Ode Hirowati Ali Husna Yetti Husna, Annisaul husnah, Fidyatul Ifmaily Ifmaily Iis Aprinawati Iis Aprinawati, Iis Iis Dahlia Ilmiawati Imam Hanafi Indah Paradifa Sari Indrapriyatna, Ahmad Syafruddin Indros Piliati Intan, Shinta Ayu Irawati, Linda Iwan Putra jamaluddin hos Jamhari Jamhari Jaya, Asrul Jayawarsa, A.A. Ketut Johanes C. Mose Johanes C. Mose Juhaepa, Juhaepa Jumaidin, Laode Kamal Kasra Kapege, Laode Aharuddin Kasim, Syaifuddin S. Kasman Ediputra Kasman Ediputra, Kasman Kurnia Maidarmi Handayani La Iba, La La Tarifu Lasmawi Lidia Febrianti Lisma Evareny Lusi Marleni, Lusi Lusiana El Sinta Bustami Lusianai, Wa Ode M. Syahrul Rizal Malinda Meinapuri Mardatillah, Annisa Maya Sari Mayetti Mayetti Mega Ulfah Meilinda, Agus Mohanis Mohanis Mohanis Mohanis Molli Wahyuni Mora Fatma Mudjiran Mudjiran Mudjiran Mudjiran Mufarizuddin Muh. Rusli Muhammad Ilham Muhammad Rayyan Rifqi Muhammad Syahrul Riza Mulyani, Eka Riski Musfardi Rustam Muslim Muslim Muslim Muslim Musnar Indra Daulay Mutia Felina Najirman Najirman Najirman Najirman Najirman Nasrul Nauli Tama Sari Neherta, Meri Nelmi Silvia Netti Suharti Netti Suharti, Netti Nilma Yuliza Nilma Yuliza, Nilma Novizar Nazir Nur Adma, Rindani Nur Indrawati Lipoeto Nur Indrawaty Lipoeto Nurhamidah Nurhamidah Nurhaswinda Nurita, Suci Rahmani Nurmalina Nurmalina Nurmalina, Nurmalina Nursatia Saruksuk Nursyirwan Effendi, Nursyirwan Olivia, Ivonne Putri April Yanti Putri Hana Pebriana R. Witarsa Rahmani Welan Rahmi Gusliana Rahmi Nurjannah Rajab Rajab, Rajab Ramdhan Witarsa Rauza Sukma Rita Reza, Mohamad Rian Triyunita Ridwan, Harnina Rima Semiarty Rinaldiansyah Rinaldiansyah Rinang Mariko, Rinang Rizal, Muhammad Syahrul Rizanda Machmud Rizki Ananda Rosfita Rasyid Roza Silvia Salbiah Samosir, Angela Santi Hariani Sarmadan Sarmadan, Sarmadan Sarpin Sarpin, Sarpin Satya Wydya Yenny Say, Sarman Shalawati, Shalawati Sinambela, Megawati Sirajuddin Sirajuddin Sri Hartenti Sri Melda Br Bangun Sri Mulyanti Sri Sulastri Sri Yuliani Sriyanti, Roza Suharty Roslan, Suharty Sumianto Sumule Genggong, Marsia Syahrul Rizal, Muhammad Syaripudin Syaripudin Syofyan Syofyan Tarifu, La Tawulo, Megawati Asrul Teti Zubaidah Tiara Dwi Pratiwi Tuwu, Darmin Ulvi Mariati Ulvi Mariati Ulya Uti Fasrini Umran, La Ode Muhammad Umran, Laode Muh. Vaulinne Basyir Vitria Vitria Vivi Silawati Wa Ode Diana, Wa Ode Diana Wahyu Zikria Widya Ika Wahyuni Wijaya, Herlina Wisnu Purwanto Wizia, Lady Yanti Yandri Kusuma Yanti, Roza Sri Yantri Maputra Yantri Maputra Yeni Aryani Yenni Fitra Surya Yenti Fitri Yonariza Yonariza Yosi Aguslida Yulia Primiyani Yulia, Dwi Yulianti, Defitri Yulistini, Yulistini Yusnira Yusrawati Yusrawati Z Agus Z Agus Z Amri Z Amri Zamrul Umam Zelly Dia Rofinda Zelly Dia Rofinda Zulfahmi Zulfahmi Zulhendri