Articles
Implementation of Trait and Factor Counseling for Students Who Experience Difficulty of Choosing Language Programs
hidayat, rahmat;
Daharnis, Daharnis;
Iswari, Mega
Widyagogik Vol 10, No 1 (2022): Widyagogik
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/widyagogik.v10i1.10682
This study was to determine the differences in the level of difficulty in the selection of a language majors program before and after the application of Trait and Factor counseling for class X-6 SMA NEGERI N 1 Bonjol. This research was conducted using a questionnaire, observation and interviews. Research subjects with 6 students who have difficulty choosing a language program from class X-6 SMA NEGERI 1 Bonjol, Based on the data analysis technique used is the test sign N = 5 and x = 0 obtained p = 0.031 this price is smaller than a = 0.05. Thus H0 is rejected and Ha is accepted. So the hypothesis which says "there is a significant difference between the level of difficulty in choosing a language majors program in class x-6 SMA NEGERI 1 BONJOL between the previous and after the application of counseling" Trait and Factor "can be accepted.
Hubungan Perhatian Orang Tua dengan Prokrastinasi Akademik Siswa
Rahmi, Aulia;
Daharnis, Daharnis
Consilium Vol 3, No 1 (2023): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0900cons
Penelitian ini mendeskripsikan hubungan perhatian orang tua dengan prokrastinasi akademik siswa. Secara rinci tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mendeskripsikan perhatian orang tua siswa, 2) Mendeskripsikan prokrastinasi akademik siswa, 3) Mendeskripsikan hubungan antara perhatian orang tua dengan prokrastinasi akademik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif-korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMAN 10 Padang yang tersebar pada kelas X (Fase E), XI (Fase F), dan kelas XII tahun pelajaran 2023/2024 sebanyak 1106 siswa. Sampel penelitian berjumlah 378 siswa yang diambil dengan teknik Stratified Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner (angket) dengan skala model Likert. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif-korelasional dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan, 1) perhatian orang tua siswa berada pada kategori “tinggi”, 2) tingkat prokrastinasi akademik siswa pada umumnya tergolong “sedang” 3) adanya hubungan negatif dan signifikan antara perhatian orang tua dengan prokrastinasi akademik siswa; perhatian orang tua berkontribusi sebesar 24,3% terhadap prokrastinasi akademik siswa.
Hubungan Penugasan oleh Guru dengan Prokrastinasi Akademik Siswa
Bakhtra, Rizka Salsabila;
Daharnis, Daharnis
Consilium Vol 2, No 2 (2022): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0901cons
Penelitian ini mendeskripsikan hubungan penugasan oleh guru dengan prokrastinasi akademik siswa. Tujuan penelitian adalah untuk: (1) mendeskripsikan penugasan oleh guru, (2) mendeskripsikan prokrastinasi akademik siswa, (3) mendeskripsikan hubungan penugasan oleh guru dengan prokrastinasi akademik siswa. Jenis penelitian ini deskriptif-korelasional dan populasi penelitian adalah siswa kelas X (Fase E), XI, (Fase F), dan XII SMAN 10 Padang Tahun Pelajaran 2023/2024 sebanyak 1106 siswa. Jumlah sampel penelitian sebanyak 378 siswa diambil melalui teknik Stratified Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan skala model Likert. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif-korelasional dengan bantuan SPPS 20. Hasil penelitian mengungkapkan: (1) penugasan oleh guru berada pada kategori baik (2) prokrastinasi akademik siswa berada pada kategori sedang, dan (3) terdapat hubungan negatif dan signifikan antara penugasan oleh guru dengan prokrastinasi akademik siswa. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan untuk membuat program layanan bimbingan dan konseling terutama pada bidang belajar.
Prokrastinasi Akademik Siswa, Keterampilan Belajar
Muharahman, Muharahman;
Daharnis, Daharnis
Consilium Vol 3, No 1 (2023): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0897cons
Penelitian ini mendeskripsikan hubungan keterampilan belajar dengan prokrastinasi akademik siswa. Secara rinci tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan keterampilan belajar siswa, (2) mendeskripsikan prokrastinasi akademik siswa, (3) mendeskripsikan hubungan keterampilan belajar dengan prokrastinasi akademik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMAN 10 Padang yang tersebar pada kelas X (Fase E), XI (Fase F) dan XII yang berjumlah 1106 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 378 orang siswa yang diambil dengan teknik stratified random sampling . Instrumen yang digunakan yaitu angket atau kuesioner dengan skala model Likert . Data dianalisis menggunakan bantuan statistik deskriptif-korelasional dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (1) keterampilan belajar siswa berada pada kategori tinggi, (2) prokrastinasi akademik siswa umumnya berada pada kategori sedang, (3) terdapat hubungan negatif dan signifikan antara keterampilan belajar dengan prokrastinasi akademik siswa; keterampilan belajar berkontribusi sebesar 4% terhadap prokrastinasi akademik siswa.
Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan kegiatan belajar siswa
Nofiazein, Rani;
Daharnis, Daharnis;
Nirwana, Herman;
Taufik, Taufik
Consilium Vol 4, No 1 (2024): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01120cons
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegiatan belajar siswa yang berada pada kategori sedang. Diduga salah satu faktor penyebabnya yaitu dukungan sosial teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan dukungan sosial teman sebaya siswa, 2) mendeskripsikan kegiatan belajar siswa, dan 3) menguji seberapa besar hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan kegiatan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Penelitian ini menggunakan populasi kelas X dan kelas XI siswa SMA Negeri 1 Sitiung sebanyak 636 siswa, sampel penelitian sebanyak 267 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen dukungan sosial teman sebaya dan instrumen kegiatan belajar dengan skala model Likert. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dukungan sosial teman sebaya berada pada kategori baik, tingkat kegiatan belajar siswa berada pada kategori baik, dan terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara dukungan sosial teman sebaya dengan kegiatan belajar dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,748 dan signifikansi 0,000. Implikasi terhadap bimbingan dan konseling (BK) yaitu dengan memberikan layanan konseling individual, layanan konseling kelompok, dan layanan penguasaan konten.
Hubungan dukungan orangtua dengan kegiatan belajar siswa
Isnania, Rachmi;
Daharnis, Daharnis;
Nirwana, Herman;
Taufik, Taufik
Current Issues in Counseling in Press
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01106cic
Penelitian ini didasari karena masih banyaknya siswa yang kurang optimal dalam kegiatan belajar. Kegiatan belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya dukungan orangtua. Penelitian ini mendeskripsikan hubungan dukungan orangtua dengan kegiatan belajar siswa SMA Negeri 1 Sitiung. Secara rinci tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan kegiatan belajar siswa, (2) mendeskripsikan dukungan orangtua siswa, (3) menguji seberapa besar hubungan dukungan orangtua dengan kegiatan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Penelitian ini menggunakan populasi kelas X dan XI siswa SMA Negeri 1 Sitiung sebanyak 636 orang siswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 267 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner kegiatan belajar dan dukungan orangtua yang valid dan reliabel. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan belajar siswa SMA Negeri 1 Sitiung berada pada kategori baik, dukungan orangtua siswa SMA Negeri 1 Sitiung berada pada kategori baik, dan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan orangtua dengan kegiatan belajar dengan koefisien korelasi sebesar 0,620 dan taraf signifikansi sebesar 0,000.
Hubungan Kelekatan Orangtua dan Anak dengan Disiplin Siswa Di Sekolah Menengah Atas (SMA)
Afrianti, Lina;
Zikra, Zikra;
Daharnis, Daharnis;
Nurfarhanah, Nurfarhanah
Current Issues in Counseling in Press
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01126cic
Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya siswa di SMA Negeri Junjung Sirih yang tidak disiplin dalam mematuhi aturan yang ada di sekolah. Salah satu faktor yang menyebabkan disiplin siswa rendah adalah kelekatan orangtua. Adapun tujuan dalam penelitian ini, yaitu: (1) Mendeskripsikan kelekatan orangtua dan anak pada siswa di SMA Negeri 1 Junjung Sirih; (2) Mendeskripsikan disiplin siswa di SMA Negeri 1 Junjung Sirih; (3) Menguji hubungan kelekatan orangtua dengan disiplin siswa di SMA Negeri 1 Junjung Sirih. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Negeri 1 Junjung Sirih yang terdaftar dalam tahun ajaran 2022/2023, yang secara keseluruhan berjumlah 126 siswa, teknik pengambilan sampel yaitu dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen kelekatan orangtua dan instrumen disiplin siswa dengan skala model likert. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan uji korelasi pearson product moment dengan bantuan SPSS versi 20. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa: (1) Kelekatan orangtua pada umumnya berada pada kategori tinggi; (2) Disiplin yang dimiliki siswa pada umumnya berada pada kategori tinggi; (3) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kelekatan orangtua dengan disiplin siswa di SMA N 1 Junjung Sirih.
Hubungan Persepsi Siswa tentang Peran Guru BK dengan Minat Siswa Mengikuti Layanan
Maifitri, Dea Gustiana;
Daharnis, Daharnis
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01019cic
Penelitian ini mendeskripsikan hubungan persepsi siswa tentang peran Guru BK dalam implementasi fungsi BK dengan minat siswa mengikuti layanan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah siswa SMP N 25 Padang tahun ajaran 2023/2024 sebanyak 773 siswa dengan sampel penelitian sebanyak 289 yang dipilih dengan teknik stratified random sampling . Pengumpulan data menggunakan angket persepsi siswa tentang peran Guru BK dalam implementasi fungsi BK dan angket minat mengikuti layanan berdasarkan model skala Likert . Data diolah menggunakan analisis deskriptif, uji korelasi, dan uji regresi dengan bantuan program SPSS versi 29.0. Hasil penelitian menunjukkan: 1) persepsi siswa tentang peran Guru BK dalam implementasi fungsi BK berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 137,82 dan persentase 72,53% dari skor ideal, 2) minat siswa mengikuti layanan berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 97,53 dan persentase 69,74% dari skor ideal, 3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang peran Guru BK dalam implementasi fungsi BK dengan minat siswa mengikuti layanan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,566 dan signifikansi 0,000.
Hubungan Altruisme dengan Social Loafing Siswa
Araya, Nadya Nurul;
Daharnis, Daharnis
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0995cic
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya siswa yang bersikap pasif atau hanya memilih diam serta membiarkan orang lain untuk mengerjakan tugas lalu menumpang nama dan mendapatkan hasil yang sama ketika mengerjakan tugas kelompok. Salah satu faktor yang memengaruhi social loafing adalah altruisme. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-korelasional. Penelitian ini menggunakan populasi siswa SMAN 8 Padang sebanyak 965 siswa dengan sampel penelitian sebanyak 306 siswa yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala model Likert. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif, korelasional Pearson Product Moment dan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan negatif antara altruisme dengan social loafing siswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,767 dan signifikansi 0,000. Implikasi hasil penelitian terhadap BK yaitu dengan memberikan layanan informasi, layanan konseling kelompok dan layanan bimbingan kelompok.
Hubungan persepsi siswa tentang belajar dengan kegiatan belajar
Oktaviana, Deli;
Daharnis, Daharnis;
Nirwana, Herman;
Taufik, Taufik
Current Issues in Counseling in Press
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01104cic
Penelitian ini didasarkan oleh kegiatan belajar yang masih dalam kategori sedang. Kemungkinan salah satu faktor penyebabnya adalah persepsi siswa tentang belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan persepsi siswa tentang belajar, 2) mendeskripsikan kegiatan belajar siswa, 3) menguji seberapa besar hubungan persepsi siswa tentang belajar dengan kegiatan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Penelitian ini menggunakan populasi kelas X dan XI siswa SMA Negeri 1 Sitiung sebanyak 636 siswa, sampel penelitian sebanyak 267 siswa dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen persepsi siswa tentang belajar dan instrumen kegiatan belajar dengan skala model Likert. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat persepsi siswa tentang belajar berada pada kategori baik, (2) tingkat kegiatan belajar berada pada kategori baik, dan (3) terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang belajar dengan kegiatan belajar dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,614 dan signifikansi 0,000.