p-Index From 2021 - 2026
15.989
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Geography Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Bioscience Tunas Geografi Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Journal of Education and Learning (EduLearn) Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS ASEAN Journal on Hospitality and Tourism Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) Abjadia, International Journal of Education Jurnal Penelitian Pendidikan GEA, Jurnal Pendidikan Geografi Gadjah Mada Journal of Psychology Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Tourism & Hospitality Essentials Journal INVOTEC Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktik dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi JURNAL IQRA´ Al Ishlah Jurnal Pendidikan Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Jurnal Ilmiah Didaktika : Media Ilmiah Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Moral Kemasyarakatan Jurnal Geografi Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Jurnal PIPSI: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Gulawentah:Jurnal Studi Sosial JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial QARDHUL HASAN: MEDIA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning) Journal of Humanities and Social Studies Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda) Jambura Journal of Educational Management EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat PrimaryEdu - Journal of Primary Education Tourism Scientific Journal J-PIPS (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial) Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia Journal of Tourism and Creativity Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Edukasi IPS JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Parameter Jurnal Inovasi Penelitian Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Journal of Innovation in Educational and Cultural Research The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning (JISDeP) Indonesian Values and Character Education Journal Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Innovation in Research of Informatics (INNOVATICS) Jurnal Kepariwisataan Jurnal Industri Pariwisata Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran These proceedings represent the work of researchers participating in The International Conference on Elementary Education (ICEE) which is being hosted by the Elementary Education Study Programme School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan JURNAL PENDIDIKAN IPS Journal of Tourism Sustainability Edusentris: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Journal of Education Research Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Indonesian Journal Of Educational Research and Review Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Jurnal Basicedu Jurnal Psikologi: Indonesian Journal of Psychology Journal of Innovation and Research in Primary Education Jurnal Pendidikan Dasar Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia JGK (Jurnal Guru Kita) Jurnal Pendidikan Geosfer Majalah Ilmiah METHODA Manajemen dan Pariwisata JIPI (Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA) Journal of Event, Travel and Tour Management Jurnal Pendidikan Islam FENOMENA: Journal of Social Science Journal of Environment and Sustainability Education Indonesian Journal of Education and Learning Geosfera Indonesia PAEDAGOGIE Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi JIPI (Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA) Pariwisata
Claim Missing Document
Check
Articles

The Impact of Memorable Tourist Experiences on Satisfaction, Word-of-Mouth, and Revisit Intentions At Bamboo Udjo Ecoland Conservation Tourism Fadillah Nur Islami; Enok Maryani; Rini Andari
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2025.013.02.04.

Abstract

The global tourism industry is undergoing a significant shift toward sustainable tourism concepts that emphasize not only economic growth and visitor numbers but also environmental and cultural preservation. This study aims to examine the effects of various dimensions of Memorable Tourism Experience (MTE)—including hedonism, involvement, knowledge, local culture, meaningfulness, novelty, and refreshment—on visitor satisfaction. Additionally, it explores how visitor satisfaction impacts Positive Word of Mouth (PWOM) and Revisit Intention at Udjo Ecoland, a bamboo conservation destination in Bandung. Using a quantitative survey of 206 respondents, data were analyzed through Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS. Results indicate that active involvement (β=0.274; p=0.000), knowledge (β=0.128; p=0.043), local culture (β=0.205; p=0.002), and novelty (β=0.143; p=0.025) significantly affect visitor satisfaction, while hedonism, meaningfulness, and refreshment do not show significant effects. Visitor satisfaction strongly drives PWOM (β=0.427; p=0.000) and revisit intention (β=0.422; p=0.000), with PWOM also reinforcing revisit intention (β=0.422; p=0.000). Mediation analysis confirms visitor satisfaction as a mediator linking MTE to promotional behavior and visitor loyalty. These findings underscore the importance of developing interactive, educational, and culturally rooted tourism experiences to enhance visitor loyalty and sustain conservation destinations. This study contributes theoretically and offers practical recommendations for destination managers to design responsible and value-added sustainable tourism strategies. Keywords: Memorable Tourism Experience; Visitor Satisfaction Word Of Mouth, Revisit Intention, Bamboo Conservation, Sustainable Tourism
Membangun Kecerdasan Ekologis Dengan Menggunakan Konten Kreatif Youtube Berbasis Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran IPS Setiawan, Dedi; Supriatna, Nana; Maryani, Enok
Edukasi IPS Vol. 7 No. 2 (2023): EDUKASI IPS
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/EIPS.007.2.01

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga lingkungan dan memiliki sikap kepedulian terhadap lingkungan alam yang rusak serta makhluk hidup lain yang terancam kehidupannya akibat dari aktivitas manusia. Perilaku kepedulian peserta didik terhadap lingkungan di kelas IX-B tergolong dalam kategori rendah, hal tersebut dilihat dari permasalahan yang ditemukan yaitu banyaknya sampah disekitar kelas baik itu di dalam ruangan maupun di luar kelas. Oleh karena itu peserta didik perlu meningkatkan kecerdasan ekologis terutama pada aspek pengetahuan, keterampilan dan partisipasi peserta didik terhadap lingkungan. Pembuatan konten kreatif mengenai kearifan ekologis masyarakat kampung adat Ciptarasa merupakan salah satu upaya untuk membangun kecerdasan ekologis peserta didik. Kajian utama penelitian ini adalah identifikasi nilai-nilai kearifan ekologis masyarakat kampung adat Ciptarasa, hasil identifikasi dibuatkan konten berupa video yang di upload ke media sosial youtube sebagai bahan ajar dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Pabuaran kelas IX-B. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat kampung adat Ciptarasa memiliki kearifan ekologis yang dapat dijadikan konten kreatif youtube sebagai media belajar IPS meliputi nilai pelestarian hutan, nilai pelestarian sungai, mitigasi bencana, dan pola konsumsi ramah lingkungan. Implementasi penggunaan konten kreatif youtube tentang kearifan ekologis masyarakat kampung adat Ciptarasa dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Pabuaran menunjukkan hasil yang bagus. Peserta didik memiliki rasa peduli terhadap lingkungan dan alam dan berempati terhadap mahluk hidup dan alam. Penelitian ini merekomendasikan supaya dijadikan rujukan bagi pengembangan pembelajaran IPS yang menggunakan konten kreatif youtube berbasis budaya diberbagai sekolah.
Perancangan Konsep Pengembangan Buku Ajar Geografi Bermuatan Ketimpangan Ruang pada Jenjang SMA Farkhan, Muhammad Robith; Maryani, Enok
Paedagogie Vol 21 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/paedagogie.v21i1.16178

Abstract

The study of spatial inequality as a unique study of the discipline of geography that can be embedded in geography textbooks. Currently, geography textbooks in high schools are considered to still focus on instilling complex scientific concepts and are still not contextual, and there is little encounter of actual problems and understanding of local geography. This is very different when compared to geography textbooks used by students in various countries, referring to "Geography for Life" which is more adapted to the current and future needs of students. This study was conducted with the aim of determining the development of the concept of geography textbooks that include the problem of spatial inequality at the high school level. The research method used a literature study to form a good textbook concept that is ready to be developed. The results of the study indicate that the development of textbooks can be done by considering various technical matters related to the embedding of theory and practice that are adapted to the applicable curriculum. It is concluded that the development of the concept of textbooks containing the problem of spatial inequality is carried out systematically to meet students' learning needs.
REVEALING THE SOCIAL LEARNING NEEDS OF COASTAL SCHOOLS BASED ON SWOT ANALYSIS Shahibah Yuliani; Disman Disman; Enok Maryani; Siti Nurbayani; Eva Precilia Lukman
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 13 No. 01 (2024): Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v13i01.17111

Abstract

ABSTRACT This study aims to explore the development needs of social learning in coastal schools, with a specific focus on Coastal Junior High Schools in Jakarta amidst various environmental challenges and degradation. The research employs a descriptive qualitative approach, integrating SWOT analysis to identify strengths, weaknesses, opportunities, and threats related to the social learning needs in addressing coastal and marine environmental issues. Data collection involves questionnaires, interviews, and focused group discussions with 29 junior high school educators from coastal areas in Jakarta. The findings reveal the necessity for teachers to develop environmentally based teaching materials, create relevant learning modules, and utilize the environment as a learning resource. Furthermore, teachers require adequate digital skills to effectively support environment-based learning. Emphasizing the importance of contextual learning and placed-based education, the study advocates for creating learning experiences relevant to the context and integrating digital technology to meet the needs and implications of shaping environmentally conscious communities and enhancing the quality of education in coastal schools.Keywords: Coastal Schools, Social Learning, SWOT analysis ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebutuhan perkembangan pembelajaran sosial di sekolah pesisir, khususnya fokus pada Sekolah Menegah Pertama Pesisir Jakarta di tengah berbagai tantangan dan degradasi lingkungan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengintegrasikan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman terkait kebutuhan pembelajaran sosial dalam mengatasi masalah lingkungan pesisir dan laut. Pengumpulan data melibatkan kuesioner, wawancara, dan diskusi kelompok terfokus dengan 29 pendidik sekolah menengah pertama dari daerah pesisir Jakarta. Hasil penelitian mengungkapkan kebutuhan guru untuk mengembangkan bahan pengajaran berbasis lingkungan, menciptakan modul pembelajaran yang relevan, dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber pembelajaran. Selain itu, guru memerlukan keterampilan digital yang memadai untuk mendukung pembelajaran berbasis lingkungan secara efektif. Menegaskan pentingnya pembelajaran kontekstual dan pendidikan berbasis tempat dalam menciptakan pengalaman belajar yang relevan dengan konteks dan mengintegrasikan teknologi digital untuk memenuhi kebutuhan serta berimplikasi membentuk masyarakat yang peduli lingkungan dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah pesisir.Kata kunci: Sekolah pesisir, pembelajaran social, analisis SWOT 
School-Based Education for Landslide Disaster Preparedness: A Systematic Review of Learning Processes, Outcomes, and Influencing Factors Fania Hafidza Dwitarachmi; Enok Maryani; Dina Siti Logayah
Abjadia : International Journal of Education Vol 11, No 2 (2026): Abjadia
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/abj.v11i2.42508

Abstract

Disaster education provides significant opportunities to enhance students’ preparedness for disaster risks, particularly through school-based landslide education programs. However, previous studies have mainly examined learning processes, preparedness outcomes, or influencing factors separately, leaving limited integrative evidence regarding school-based landslide preparedness education. Therefore, this study addresses three main questions concerning: (1) the implementation of learning processes in school-based landslide education, (2) students’ preparedness outcomes, and (3) factors influencing program effectiveness. This study employed a PRISMA-compliant systematic literature review using the Scopus and Google Scholar databases. Literature searches were conducted using keywords related to school-based education, disaster preparedness, landslides, and students, covering publications from 2015–2025. From 522 identified studies, 21 articles met the inclusion criteria after screening and eligibility assessment. The findings indicate that school-based education improves students’ understanding of landslide risks, preparedness attitudes, risk awareness, and disaster response behavior through contextual and experiential learning approaches. Integrative learning processes, including STEAM-D approaches, disaster simulations, and field-based activities, were found to enhance students’ engagement and contextual understanding of disaster risks. Program effectiveness is influenced by curriculum integration, teacher capacity, environmental awareness, policy support, and resource availability. Despite its strong potential, challenges remain, including limited learning materials and insufficient institutional support. This study is among the first PRISMA-based systematic literature reviews to integrate learning processes, preparedness outcomes, and influencing factors in school-based landslide education.
SPATIAL PLANNING BASED ON LOCAL WISDOM IN THE SAMBORI INDIGENOUS COMMUNITY THROUGH MANAGEMENT OF ETNO TOURISM POTENTIAL Suriadi Ardiansyah; Enok Maryani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Vol 23 No 01 (2022): PLPB: Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, Volume 23 Nom
Publisher : Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/plpb.v23i01.25077

Abstract

The development of the population, which is accompanied by an increase in human needs invarious aspects, causes various spatial problems. Spatial problems include settlements andunhealthy community environments such as slums, prone to floods, droughts, fires, pollution anddamage to the environment, joblessness, and the spread of various diseases. Therefore, it isnecessary to have a spatial arrangement that is in accordance with the needs and capacity of thespace, so that a beautiful, cool and harmonious life can be achieved. Basically, the concept ofspatial planning, ideally, has long been known by elements of Indonesian society, even beforethe explosion of population growth that occurs today. The existence of sacred spaces, areas, andland that are not allowed to build houses, residential areas in groups, areas for graves, areas forroads, areas for places of worship, agricultural areas, are forms of local spatial planning knownto the general public. Local wisdom is one of the community's capital to combine aspects ofnature conservation with aspects of economic fulfillment which is conceptualized as Ethnotourism. One of the potentials that many regions have in Indonesia is the natural potential whichbecause of its beauty and uniqueness can be developed for Ethno tourism. A very closecorrelation between local wisdom and ecotourism is that the local wisdom of a particularcommunity is usually related to the way it relates to the environment and the naturalsurroundings. The interaction of this wisdom is a very good attraction to be packaged into aunique ecotourism concept. Based on the conceptual description of the analysis and the empiricalconditions. It seems that the implementation of local spatial planning is one of the mostfundamental alternatives to be presented in a scientific format so that we can understand moredeeply the spatial concept built by our ancestors. Moreover, in the era of globalization whichpresents a very strong influence on all dimensions of life, including spatial planning, thusrequiring us to have a strong foundation in managing space as a place to live and develop. This iswhere local values in managing spatial planning are needed to strengthen the identity andindependence of the Indonesian nation. One of the villages in the Bima Regency that is able tomaintain the traditions and local values of the Indonesian people's spatial planning is theSambori Traditional Village community. The Sambori community has used a spatial plan that isvery in line with the values and spatial patterns in ecotourism management that is rational and inaccordance with its ideal designation.
Kearifan Lokal sebagai Mekanisme Adaptasi terhadap Kekeringan: Studi Sistem Wae Poa pada Masyarakat Pulau Palue: Local Wisdom as an Adaptation Mechanism to Drought: A Study of the Wae Poa System in the Palue Island Community Yohanes Ware; Enok Maryani; Annisa Joviani Astari
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v8i1.108517

Abstract

Penelitian ini mengesplorasi Wae Poa sebagai sebagai praktik adaptif berbasis pengetahuan ekologis tradisional yang dimanfaatkan masyarakat Pulau Palue untuk merespons kondisi kekeringan berkepanjangan pada sebuah pulau vulkanik kecil dengan keterbatasan sumber air tawar. Pendekatan kualitatif menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan penelusuran dokumen, guna memahami proses operasional Wae Poa dan keterikatannya dengan sistem pengelolaan berbasis adat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Wae Poa menjadi sumber air yang relatif andal karena memanfaatkan kondensasi alami dari panas bumi, sehingga mampu menyediakan pasokan secara konsisten dibandingkan beberapa metode lain seperti penampungan air hujan atau distribusi bantuan, terutama di masa kemarau panjang. Keunggulan ini bukan hanya berasal dari karakter teknis yang hemat energi, melainkan juga dari aturan sosial dan kesepakatan adat yang mengarahkan pemanfaatan air secara adil dan beretika. Temuan tersebut memberikan indikasi bahwa Traditional Ecological Knowledge (TEK) merupakan basis pengetahuan adaptif yang relevan ketika teknologi modern tidak selaras dengan kondisi fisik wilayah dan kapasitas ekonomi masyarakat. Dari sudut teoretis, studi ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan pengetahuan lokal ke dalam skema adaptasi iklim, khususnya bagi pulau kecil yang menghadapi variabilitas iklim dan ketergantungan pada sumber daya lokal. Secara praktis, penelitian ini mengusulkan perlunya kebijakan adaptasi yang menggabungkan inovasi sederhana, perluasan sumber air, dan penguatan peran kelembagaan komunitas sebagai bagian dari strategi ketahanan air. Selain itu, disarankan adanya dukungan kolaboratif lintas disiplin dan kerangka regulasi untuk mendorong keberlanjutan serta replikasi model lokal seperti Wae Poa pada wilayah lain dengan karakteristik serupa
The Influence of the Problem Based Learning Model on the Spatial Thinking Skills of High School Students in Geography Learning Irwan Abdullah; Enok Maryani; Epon Ningrum; Iwan Setiawan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 8 No. 3 (2025): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v8i3.80973

Abstract

In geography instruction, classroom practices remain largely dominated by conventional, teacher-centered approaches, which limit students’ opportunities to develop analytical, evaluative, and contextual reasoning related to geosphere phenomena. This study aims to analyze and evaluate the effect of implementing the Problem-Based Learning (PBL) model on students’ spatial thinking skills in geography education. The study employed an experimental method with a nonequivalent control group design involving two groups: an experimental group and a control group. The research sample consisted of 30 students selected through purposive sampling. Data were collected using written essay-based test instruments administered as pre-tests and post-tests, designed to measure analytical ability, spatial reasoning, and spatially oriented problem-solving skills. Quantitative data analysis included tests of normality and homogeneity, hypothesis testing, correlation analysis, coefficient of determination, and n-gain analysis to assess the level of improvement and the effectiveness of the instructional model across both groups. The results indicate that the implementation of the PBL model significantly enhances, strengthens, and optimizes students’ spatial thinking skills compared to conventional instruction. Thus, PBL is proven to be more effective in fostering higher-order thinking skills among students. The findings suggest that PBL holds strategic potential for broader implementation and further development in secondary school geography instruction to strengthen spatial thinking as a key 21st-century competency.
Contemporary Society of Eastern Java's Horseshoe: A Field Study of Valley and Coastal Community Civilization Depict Pristine Adi; Enok Maryani; Mamat Ruhimat; Kokom Komalasari
Fenomena Vol 25 No 1 (2026): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v25i1.606

Abstract

This study examines the social, cultural, and economic dynamics of communities in the East Java Horseshoe region, encompassing both valley and coastal areas. Previous research has rarely examined the interrelations among these communities, particularly in the context of globalization and modernization, underscoring the need for this study. The purpose of this research is to identify differences in lifestyle, interaction, and economic interdependence between agrarian, collective-based valley communities and coastal communities that are more receptive to modernization. Using a qualitative ethnographic approach, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed descriptively and interpretively. The findings reveal fundamental differences: coastal communities demonstrate openness to modern technology, while valley communities preserve traditional values, and both are bound by reciprocal economic dependence in the trade of agricultural and marine products. These findings highlight the necessity of a valley–coastal synergy to support sustainable development. Practical recommendations include developing ecotourism grounded in local wisdom, providing cultural education for younger generations, and conserving the environment through prudent resource management. This research contributes strategically to local policy-making and serves as a reference for understanding community adaptation to global changes. Penelitian ini mengkaji dinamika sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat di wilayah Tapalkuda Jawa Timur, yang mencakup kawasan lembah dan pesisir. Penelitian sebelumnya jarang mengkaji keterkaitan di antara masyarakat-masyarakat ini, terutama dalam konteks globalisasi dan modernisasi, sehingga menyoroti pentingnya penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan dalam gaya hidup, interaksi, dan saling ketergantungan ekonomi antara komunitas lembah berbasis agraris dan kolektif dengan komunitas pesisir yang lebih terbuka terhadap modernisasi. Dengan menggunakan pendekatan etnografi kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif dan interpretatif. Temuan-temuan tersebut mengungkap perbedaan mendasar: masyarakat pesisir menunjukkan keterbukaan terhadap teknologi modern, sementara masyarakat lembah mempertahankan nilai-nilai tradisional, dan keduanya terikat oleh ketergantungan ekonomi timbal balik dalam perdagangan produk pertanian dan hasil laut. Temuan-temuan ini menyoroti pentingnya sinergi antara lembah dan pesisir untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Rekomendasi praktis meliputi pengembangan ekowisata yang berakar pada kearifan lokal, penyediaan pendidikan budaya bagi generasi muda, serta pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sumber daya yang bijaksana. Penelitian ini memberikan kontribusi strategis bagi pembentukan kebijakan lokal dan berfungsi sebagai acuan untuk memahami adaptasi masyarakat terhadap perubahan global.
Bridging STEM gaps in island education: Empowering teachers through contextual training in Indonesia Eva Marthinu; Hernita Pasongli; Enok Maryani; Mamat Ruhimat; Bagja Waluya; Nurul Fajri Saminan
Journal of Environment and Sustainability Education Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Development Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62672/joease.v4i1.131

Abstract

This study investigates the impact of contextual STEM training designed for Subject Teacher Forum Subject Teacher Forum Geography teachers in Ternate, Indonesia, an island region facing geographical and educational challenges, where empirical evidence on localized and contextualized STEM professional development remains limited.  The research employed a quantitative approach using a pre-experimental one-group pretest–posttest design with 20 participating teachers. Data were collected through a 20-item multiple-choice test validated by experts and analyzed using gain scores, inferential statistics, and effect size estimation. The results demonstrated a substantial improvement in teachers’ STEM knowledge, with the mean pretest score increasing from 8.90 to 13.20 (N-Gain = 0.59, moderate-to-high). Inferential analysis confirmed a significant improvement (p < 0.001) with a very large effect size (Cohen’s d = 2.44). Interestingly, teachers from non-education backgrounds achieved slightly higher learning gains compared to education majors, suggesting that contextual STEM concepts can be effectively acquired regardless of prior specialization. The findings confirm that short-term, localized, and context-based training is effective in enhancing teachers’ pedagogical knowledge, reducing initial disparities, and empowering educators to design relevant STEM-based geography learning. This model contributes to the growing body of research on STEM professional development, advances geography education through context-based pedagogy, and offers a replicable framework for teacher capacity building in island and under-resourced regions.
Co-Authors - Sapriya -, Nandi Adhitiowasis, Aryo Agustina, Tina Ahmad Gunawan Ahmad Kurniawan Ahmad Yani ahmad yani Ahmad Yani Aim Abdulkarim Akbar, Ismail Akbar, Muhammad Aqil Haibatul Alamanda, Firas Aliyan, Silmi Afina Ambarwati, Pragita Dyah Amelia Zahara Andriani, Ana Ani Siti Anisah, Ani Siti Anna Permanasari Annisa Joviani Astari ANNISA JOVIANI ASTARI Apriliani, Lina Herlina Ari Putra Pratama Ari Widodo Arie Ramadhan Pribudianto Aris Munandar Arrasyid, Riko Asmawi Zainul Asmawi Zainul Atep Sujana Audi Cindra Arini Aulia Rahmasari, Anissa Ayulia Nirwani Bagja Waluya Bagja Waluya bagja waluya, bagja Barona, Cucut Satria Basit, Rifqi Abdul Bayong Tjasyono HK Bayong Tjasyono HK Bela, Tresna Bunyamin Maftuh Citra Bahadur Hanum Cusni Anjani Darsiharjo Dasiharjo Debi Rusmiati Dede Rohmat Dede Rohmat Dede Sugandi Dede Sugandi Dedi Setiawan Dentiana Rero Depict Pristine Adi Depict Pristine Adi Dewi, Dinie Anggraeni Dewi, Ratri Purnama Diah Trismi Harjanti Dimas Febriansyah Krisna Dwiputra Dina Siti Logayah Dina Syaflita Disman Disman Disman, Disman Dodik Kariadi Dwiputra, Dimas Febriansyah Krisna Eko Hariyadi Elgar, Elgar Balasa Singkawijaya Elisabeth Widi Manik Elsa Dwi Melyanti, Elsa Dwi Epon Ningrum Epon Ningrum Epon Ningrum Erlina Wiyanarti Erni Mulyanie Eva Marthinu Eva Precilia Lukman Exsa Putra Fadillah Nur Islami Fahmi Muhamad Rizky Fahmi Nugraha Heryanto Fania Hafidza Dwitarachmi Fariz Fardani Nurbaihaqi Farkhan, Muhammad Robith Farras Fahira Firdaus Fauziyansyah, Yudi Agus Floria Kabora Fransiskus Xaverius Rema Furqan, M. Hafizul Ghani, Luthfi GURNIWAN KAMIL PASYA, GURNIWAN KAMIL Gusti Panca Hanum, Citra Bahadur Havwina, Tian Helius Sjamsuddin Helius Sjamsuddin Hernita Pasongli Hernita Pasongli Hiasinta Hiani Himayah, Shafira Idrus Affandi Ihsan, Haikal Muhammad Indriani, Ramona Indrianty, Septy Irmansyah, Ogie Martua Irwan Abdullah Irwan Abdullah Istianti, Tuti Iwan Setiawan Iwan Setiawan Jakiatin Nisa Janah, Widia Nur Jovan Abdul Asyraf K. Krimayanti Kariadi, Dodik Kokom Komalasari Kokom Komalasari Krimayanti, K. Kurniangsih, Alien Lely A. Nasution Lili Somantri Listiana Lumbantobing, Panca Lutfi Fitri Asylah Mamat Ruhimat Mamat Ruhimat Mamat Ruhimat Mamat Ruhimat, Mamat MARIA BINTANG Marthinu, Eva Maruddani, Rizki Feroza Mirza Desfandi Mirza Desfandi Moch Isya, Herdien Raka Mona Adria Wirda Mubiar Agustin MUH. HUSEN ARIFIN Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Ikhsan Muhammad Iqbal Apriliyana Muhammad Ridwan Pauji, Muhammad Muhammad Robith Farkhan Muhammad Robith Farkhan Muhyiatul Fadilah Muqsitul Fajar, Abdul Syahid Muryanto, Rusdiono N. Nandi Nana Supriatna Nana Supriatna Nana Sutarna Nandi Nandi Nandi Nandi, Nandi Nenden Yayu Destiana Nigrum, Epon Nuansa Bayu Segara Nugraha, Dida Dwi Nugraha, Verza Aldirindra Nurdessyanah, Ade nurfirdaus, nunu Nurkholiq, Agus Nurul Fajri Saminan Oksavira, Alfadiya Rizki Panca Lumbantobing Prasetia, Muhamad Faiz Prihatiningsih Prihatiningsih Prihatiningsih, Prihatiningsih Pristine Adi, Depict Putra Hanifan Graha Qiden Binta Raifadilah R. Riandi, R. Rahma Nur Ainunnasya Ramli Akhmad Ranti Hajrianti Ridwan Saidi, Ridwan Ridwana, Riki Rifqi Abdul Basit Rini Andari Rini Andari Rini Andari Rini Andari Rini Andari Rini Andari, Rini Risklarita Simanjuntak Rizky, Fahmi Muhamad ROHANA SUFIA Rohmat Nugraha Sasmita Roni Wahyu Wandani Rosnita Rosnita Rosnita Rosnita Rosyidi, Ahmad Zain Ruimat, Mamat Sari, Ifa Meilyana Saripudin, Didin Sasmita, Rohmat Nugraha Septy Indrianty setiawan, Usup Shahibah Yuliani Sipayung, Wendy Yudistira Siti Nurbayani Sriyanto Sriyanto Sriyanto Sriyanto Suherman, Anang Sumantri, Lili Sumarni, Euis Suminar, Delia Dwiana Suriadi Ardiansyah Surianto Sitepu Surianto Sitepu SUSANTI Syifa Nuraziz Taufik Hidayat Tawakal, Pref Bambang Toni Kurniawan, Toni Tryasnandi, Agung Usup Setiawan Wahyu Sopandi Wahyudin, Diin Wanjat Kastolani Wawan Darmawan Wawan Darmawan Wendy Yudistira Sipayung Yani Yani Yani Yani Yani, Ahamd Yohanes Ware Yona Wahyuningsih, Yona Yuliani, Shahibah Zia Kemala