p-Index From 2021 - 2026
25.007
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Al-Mizan (e-Journal) Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Jurnal Diskursus Islam AL-Fikr LEGITIMASI: Jurnal Hukum Pidana dan Politik Hukum PALITA: Journal of Social - Religion Research Tafaqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law Jurnal Al Himayah TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman TAHKIM Unes Law Review BILANCIA IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam Jurnal Ilmu Sosial Politik dan Humaniora (Jisora) Jurnal Al-Dustur El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Hermeneutika : Jurnal Ilmu Hukum Asy-Syariah BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Al-Azhar Journal of Islamic Economics Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Journal of Social Science Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Dirasat Islamiah: Jurnal Kajian Keislaman Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Midwifery Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Kafa’ah: Journal of Gender Studies International Journal of Social Science TASAMUH: Jurnal Studi Islam Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Qisthosia Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Tasamuh: Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana Jurnal Al Tasyri'iyyah Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam Jurnal Cakrawala Ilmiah Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) JUSTICES: Journal of Law AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Jurnal Marital: Kajian Hukum Keluarga Islam Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Journal of Social Science Al-Rasikh : Jurnal Hukum Islam Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam Ethics and Law Journal: Business and Notary Al-fiqh : Journal of Islamic Studies AL-SULTHANIYAH Jurnal Ilmiah Falsafah Socius: Social Sciences Research Journal Al-Bayyinah Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Anayasa Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Journal of Innovative and Creativity JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Media Hukum Indonesia (MHI) HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Rechtsvinding HUMANIORASAINS Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik Al-Qolamuna : Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Journal of Dual Legal Systems Journal of Strafvodering Indonesian AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Bilancia : Jurnal Studi Ilmu Syariah dan Hukum Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Abdurrauf Science and Society Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Jurnal Teologi Islam Insight: Indonesian Journal of Social, Humanity, and Education Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Wahana Islamika; Jurnal Studi Keislaman Jurnal Wacana Sosial Nusantara Makkah: Journal Of Islamic Studies Wasīlah: Journal Of Sharia Sciences AL-ASHLAH Bayan: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Journal of Nafaqah Journal of Strafvordering Indonesian Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Jurnal Ilmu Hukum Indonesia Ushul Al-Hukm: Jurnal Syariah dan Hukum Islam Law Studies and Justice Journal ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Al-Azhar Islamic Law Review
Claim Missing Document
Check
Articles

Profesionalisme Nazir dalam Pengelolaan Wakaf Perspektif Maqāṣid Syariah Arninda Arninda; Nur Ilmi Ainun Nisa Anwar; Kurniati Kurniati
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7nvmzs70

Abstract

Pengelolaan wakaf pada era kontemporer menuntut tata kelola yang profesional, produktif, dan berorientasi pada kemaslahatan sosial. Dalam konteks tersebut, nazir memiliki peran strategis karena keberhasilan pengelolaan wakaf tidak hanya ditentukan oleh besarnya aset, tetapi juga oleh kompetensi, integritas, dan efektivitas pengelolaannya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis profesionalisme nazir dalam pengelolaan wakaf melalui perspektif maqāṣid syariah serta relevansinya terhadap optimalisasi manfaat wakaf. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan dianalisis melalui content analysis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme nazir menjadi faktor utama dalam mewujudkan pengelolaan wakaf yang efektif melalui penguatan kompetensi manajerial, transparansi, akuntabilitas, dan inovasi pengembangan aset. Perspektif maqāṣid syariah menempatkan pengelolaan wakaf sebagai instrumen kemaslahatan yang berorientasi pada perlindungan dan pengembangan harta (ḥifẓ al-māl) serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas nazir dan penerapan tata kelola berbasis maqāṣid syariah diperlukan untuk mewujudkan pengelolaan wakaf yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan sosial kontemporer.
Dimensi Keadilan Ekologis dalam Hukum Islam:Studi tentang Tanggungjawab Manusia sebagai Khalifah Hasnia Hasnia; Kurniati; Misbahuddin
AL-MUTSLA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v8i1.2213

Abstract

The increasingly complex ecological crisis indicates the limitations of legal and policy approaches that have not fully succeeded in fostering human responsibility toward the environment. Islamic law, through the concept of khalifah fil ardh, provides a normative foundation that positions humans as trustees responsible for maintaining ecological balance and sustainability. This study aims to construct a model of khalifah based on ecological responsibility, analyze the opportunities and challenges of its implementation, and identify its impacts within legal and social contexts. This research employs a normative juridical method with statutory, conceptual, and philosophical approaches, analyzed qualitatively through literature study. The findings reveal that the ecological-based khalifah model is built upon the principles of mizan (balance), amanah (trust), and the prohibition of fasad (destruction), which are formulated into three dimensions: awareness, regulation, and implementation. Opportunities for implementation arise from the integration of religious values with national legal frameworks and the growing environmental awareness, while challenges include the dominance of anthropocentric paradigms, weak law enforcement, and conflicts between economic interests and environmental preservation. The implementation of this model contributes to strengthening legal norms, shaping environmentally responsible social behavior, and promoting ecological sustainability. This study underscores that integrating Islamic legal values into environmental governance offers a relevant framework for developing sustainable ecological justice.
Sistem Kepemimpinan Dalam Hukum Tata Negara Islam Ahmad Fadly Rahman; Muhammad Ali Afsar; Kurniati
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Jurnal Wacana Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21350152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem kepemimpinan dalam hukum tata negara Islam serta relevansinya terhadap penyelenggaraan pemerintahan modern. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami konsep kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga berlandaskan nilai amānah, keadilan, musyawarah, persamaan, dan kemaslahatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis library research melalui pendekatan normatif, konseptual, dan historis. Sumber data penelitian berasal dari Al-Qur’an, hadis, kitab fiqh siyāsah, buku, jurnal ilmiah, serta literatur yang relevan dengan kajian hukum tata negara Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi prinsip, mekanisme, dan tujuan kepemimpinan dalam perspektif Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kepemimpinan dalam hukum tata negara Islam berlandaskan konsep imāmah, khilāfah, dan wilāyah yang menempatkan pemimpin sebagai pemegang amanah untuk menjaga agama, menegakkan keadilan, mengatur urusan masyarakat, dan mewujudkan kemaslahatan. Prinsip amānah, al-‘adl, syūrā, al-musāwah, dan maṣlaḥah menjadi dasar utama dalam penyelenggaraan pemerintahan. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi terhadap ketatanegaraan modern, terutama dalam aspek negara hukum, partisipasi masyarakat, akuntabilitas, dan good governance. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan Islam tetap memiliki kontribusi konseptual dalam membangun pemerintahan yang adil, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Refleksi Siyasah Syar’iyah Terhadap Krisis Legitimasi Elite Moderen Muh. Abdul Ghafur; Muh. Wafdan Asyiari; Kurniati Kurniati
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/n0ysgb08

Abstract

The legitimacy crisis of modern elites is an increasingly evident issue in contemporary constitutional practice, where power obtained legally through democratic procedures is not always followed by substantive public acceptance and trust. This research aims to analyse the root causes of the modern elite legitimacy crisis and to reflect on it through the perspective of siyasah syar'iyyah as an ethical-normative framework within fiqh siyasah. This study employs normative legal research of the library research type, using a statutory-conceptual and comparative-conceptual approach, analysed descriptively and qualitatively through content analysis. The findings indicate that the modern elite legitimacy crisis fundamentally stems from a gap between procedural and substantive legitimacy, marked by weak accountability, expanding oligarchy, and democratic formalism without substance. The siyasah syar'iyyah perspective offers five evaluative principles: amanah and al-mas'uliyyah al-ijtima'iyyah, syura as the basis of participatory legitimacy, al-'adalah as a measure of substantive legitimacy, the maxim tasharruf al-imam 'ala al-ra'iyyah manutun bi al-maslahah, and hisbah as a mechanism of social control. This research concludes that strengthening these substantive values within state practice may serve as a solution for restoring the ethical and social legitimacy of modern elites, without necessarily rejecting the framework of modern democracy itself.
Dinamika Ijtihad dalam Pengembangan Hukum Tata Negara Islam Kontomperer Andi Muhammad Ridwan Baso Bella; Ahmad Zulkarnaen; Muhammad Naufal Wijaya; Kurniati Kurniati
Jurnal Teologi Islam Vol. 2 No. 2 (2026): JUNI-NOVEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xz22nh50

Abstract

Contemporary Islamic constitutional law faces increasingly urgent pressure amid the acceleration of social, economic, and technological change, particularly in Indonesia which has the world's largest Muslim population with 86.9% of a total of 270 million people based on the 2020 BPS census, a demographic reality that renders Islamic constitutional law renewal not merely an academic discourse but an urgent practical necessity. This study aims to examine the dynamics of ijtihad in the development of contemporary Islamic constitutional law by addressing three main questions, namely the position of ijtihad as an instrument of Islamic constitutional law renewal, the methods of ijtihad used in formulating such renewal, and the contribution of ijtihad in driving Islamic constitutional law reform on a sustained basis. This study employs a normative legal research method with a library-based approach built upon three philosophical foundations, namely ontological which views Islamic constitutional law as a living and evolving normative system, epistemological which integrates the ushul fiqh approach with siyasah dusturiyah, and axiological which is oriented toward the value of public benefit as the highest goal of legal renewal. The findings affirm that ijtihad holds a position as a vital instrument that is both structural and functional in nature with constitutional legitimacy through Pancasila and Article 29 of the 1945 Constitution, operating through three primary methods namely maslahah mursalah, qiyas, and the maqasid al-shariah approach synergistically where maqasid al-shariah proves most relevant as it can reach the entire spectrum of modern constitutional issues, and contributing multidimensionally through the normative dimension that dismantles the rigidity of taqlid, the integrative dimension that reconciles sharia with the modern constitution, and the transformative dimension that converts religious values into binding public policy, as evidenced by the enactment of sharia-based legislation such as the Marriage Law, Religious Court Law, and Islamic Banking Law, while simultaneously reconciling divine sovereignty with popular sovereignty within the framework of a modern, democratic, and just constitution.
DEMOKRASI VS SYURA DALAM HUKUM TATA NEGARA ISLAM: REKONSTRUKSI KONSEPTUAL DALAM KETATANEGARAAN INDONESIA Mubarak Mubarak; Ferdiansa Syaputra; Kurniati Kurniati
Law Studies and Justice Journal (LAJU) Vol. 3 No. 1 (2026): Law Studies and Justice Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/ya11fr30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara demokrasi dan syura dalam hukum tata negara Islam serta merekonstruksi keduanya dalam konteks ketatanegaraan Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada realitas bahwa Indonesia menganut sistem demokrasi dengan mayoritas penduduk Muslim, sehingga membuka peluang integrasi antara nilai demokrasi modern dan prinsip-prinsip Islam. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data diperoleh dari berbagai literatur seperti, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan dengan mengkaji konsep demokrasi dan syura, serta mengidentifikasi persamaan, perbedaan, dan potensi integrasi keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demokrasi dan syura memiliki titik temu dalam prinsip partisipasi kolektif dan keadilan, meskipun berbeda dalam sumber kedaulatan. Demokrasi cenderung bersifat prosedural, sedangkan syura menekankan dimensi moral dan spiritual. Oleh karena itu, rekonstruksi keduanya menjadi penting untuk menciptakan sistem ketatanegaraan yang lebih integratif. Integrasi nilai-nilai syura ke dalam praktik demokrasi di Indonesia diharapkan mampu memperkuat kualitas demokrasi yang tidak hanya berorientasi pada legitimasi kekuasaan, tetapi juga pada kemaslahatan dan keadilan substantif.
Dinamika Politik Islam Kontemporer di Indonesia: Telaah Filosofis Berbasis Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Ryan Hakim Almuhayawi; Chandra Alfian; Kurniati
Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Vol. 3 No. 1 (2026): COMPLEX - Februari
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/complex.v3i1.343

Abstract

Politik Islam kontemporer di Indonesia menghadapi ketegangan paradoksal: di satu sisi nilai-nilai Islam telah terserap secara substantif ke dalam sistem hukum dan politik nasional, namun di sisi lain implementasinya masih inkonsisten akibat tarik-menarik antara otoritas agama, kekuasaan negara, dan adat lokal. Meskipun kajian tentang hukum Islam dan organisasi politik Islam telah berkembang pesat, belum ada studi yang secara sistematis mengkaji politik Islam Indonesia melalui kerangka filosofis terintegrasi yang mencakup ontologi, epistemologi, dan aksiologi secara bersamaan. Artikel ini bertujuan mengisi celah tersebut dengan menganalisis: (1) hakikat ontologis politik Islam dalam konteks kontemporer Indonesia; (2) konstruksi epistemologis pemikiran politik Islam melalui ijtihad dan maqashid al-syariah; dan (3) dampak aksiologis politik Islam terhadap demokrasi dan kohesi sosial Indonesia. Menggunakan metode kepustakaan kualitatif dengan pendekatan teologis-normatif, data dikumpulkan dari jurnal ilmiah terindeks (2021–2026), teks hukum Islam klasik dan kontemporer, serta dokumen kebijakan yang relevan, dipilih berdasarkan relevansi, kredibilitas, dan kesesuaian tematik dengan tiga kerangka analisis. Data dianalisis melalui analisis deskriptif untuk dimensi ontologis, analisis kritis untuk dimensi epistemologis, dan analisis transformasi untuk dimensi aksiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik Islam di Indonesia bersifat substantif bukan formalistik; konstruksi epistemologisnya sedang bertransisi dari paradigma tekstualis menuju paradigma integral, namun belum tuntas akibat lemahnya daya ikat kelembagaan fatwa; dan dampak aksiologisnya bersifat ambivalen, berkontribusi pada konsolidasi demokrasi sekaligus menghadirkan risiko polarisasi berbasis politik identitas. Kebaruan penelitian ini terletak pada kerangka filosofis integratif yang menyintesiskan tiga dimensi analisis politik Islam yang selama ini dikaji secara terpisah.
Politik Islam Kontemporer: Antara Idealitas Pemikiran Dan Realitas Implementasi Muh. Fajrul Islam; Amril; Kurniati Kurniati
Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Vol. 3 No. 1 (2026): COMPLEX - Februari
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/complex.v3i1.347

Abstract

Politik Islam kontemporer merupakan medan pertempuran antara cita-cita pemikiran yang berasal dari nilai-nilai Al-Quran dan Sunnah dengan realitas penerapannya, yang ditandai oleh kompleksitas sistem politik modern. Studi ini bertujuan untuk meneliti landasan pemikiran politik Islam, menganalisis penerapannya dalam praktik politik kontemporer, dan mengidentifikasi dampaknya.Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif, berdasarkan tinjauan pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran politik Islam memiliki landasan normatif yang kokoh melalui konsep imamah, syura, dan siyasah syar'iyyah, tetapi dalam praktiknya, menghadapi tantangan seperti sekularisasi, pragmatisme politik, dan dinamika demokrasi modern. Dampak penerapan pemikiran politik Islam bersifat dialektis: disatu sisi, ia mendorong moralitas dan keadilan dalam pemerintahan, tetapi di sisi lain, ia menimbulkan ketegangan antara nilai-nilai islam universal dan realitas politik yang pluralistik. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan kontekstualisasi adaptif diperlukan agar pemikiran politik Islam dapat diimplementasikan secara efektif tanpa kehilangan esensi dari cita-citanya.  
Implementasi Konsep Kepemimpinan Politik Islam dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia Muhammad Rayyan; Asrul Asrul; Kurniati Kurniati
Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Vol. 3 No. 1 (2026): COMPLEX - Februari
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/complex.v3i1.351

Abstract

Kepemimpinan dalam politik Islam merupakan isu penting dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan demokrasi konstitusional. Penelitian ini bertujuan menganalisis hakikat, implementasi, dan dampak kepemimpinan Islam dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui analisis literatur, peraturan perundang-undangan, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, kepemimpinan Islam di Indonesia diwujudkan dalam model hibrida yang mengintegrasikan nilai-nilai keadilan, musyawarah, dan amanah ke dalam sistem demokrasi konstitusional tanpa formalisasi negara Islam. Kedua, implementasi nilai-nilai tersebut tercermin dalam lembaga negara serta berbagai regulasi, seperti Kompilasi Hukum Islam, Undang-Undang Perkawinan, Undang-Undang Pengelolaan Zakat, Undang-Undang Perbankan Syariah, dan kelembagaan Peradilan Agama. Ketiga, implementasi tersebut berkontribusi terhadap penguatan tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas penyelenggaraan negara, meskipun masih menghadapi tantangan berupa perbedaan penafsiran mengenai relasi agama dan negara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan Islam di Indonesia lebih menekankan internalisasi nilai-nilai substantif daripada formalisasi sistem politik Islam, sehingga tetap selaras dengan prinsip Pancasila dan demokrasi konstitusional.
Dialektika Politik Islam Di Indonesia Juhrana Susilo; Zasmita Auliah Wardani; Kurniati
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 3 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/z9s7j259

Abstract

The dialectic of Islamic politics in Indonesia is a phenomenon that demonstrates the dynamic relationship between Islamic values, political power, and national realities in a pluralistic society. This study aims to analyze the development of the dialectic of Islamic politics in Indonesia, the factors influencing it, and its implications for democracy and national life. This study employed library research with a qualitative-descriptive approach. Data were obtained from various sources, such as books, scientific journals, academic articles, official documents, and previous research relevant to the study's theme. Data analysis was conducted using content analysis techniques by reviewing, classifying, interpreting, and summarizing various pieces of information related to the development of Islamic politics in Indonesia. The results show that the dialectic of Islamic politics in Indonesia has been ongoing since the colonial period, the struggle for independence, the era of parliamentary democracy, the Old Order, the New Order, and the Reformation era. This dynamic is characterized by processes of interaction, negotiation, compromise, and contestation between the political aspirations of Muslims and the national political system. Islamic politics in Indonesia has developed in various forms, including through political parties, community organizations, social movements, and community participation in the public sphere. Research findings also indicate that Islamic politics in Indonesia tends to move toward moderation, prioritizing the values ​​of democracy, tolerance, and nationalism without abandoning Islamic principles. On the other hand, the development of information technology and the strengthening of identity politics pose new challenges that influence the interaction between religion and politics in society. Abstrak Dialektika politik Islam di Indonesia merupakan fenomena yang menunjukkan hubungan dinamis antara nilai-nilai keislaman, kekuasaan politik, dan realitas kebangsaan dalam masyarakat yang plural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan dialektika politik Islam di Indonesia, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta implikasinya terhadap kehidupan demokrasi dan kebangsaan. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber pustaka, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dokumen resmi, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema kajian. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis dengan menelaah, mengklasifikasikan, menginterpretasikan, dan menyimpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan perkembangan politik Islam di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialektika politik Islam di Indonesia telah berlangsung sejak masa kolonial, masa perjuangan kemerdekaan, era demokrasi parlementer, Orde Lama, Orde Baru, hingga era Reformasi. Dinamika tersebut ditandai oleh proses interaksi, negosiasi, kompromi, dan kontestasi antara aspirasi politik umat Islam dengan sistem politik nasional. Politik Islam di Indonesia berkembang dalam berbagai bentuk, baik melalui partai politik, organisasi kemasyarakatan, gerakan sosial, maupun partisipasi masyarakat dalam ruang publik. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa politik Islam di Indonesia cenderung bergerak ke arah moderasi dengan mengedepankan nilai-nilai demokrasi, toleransi, dan kebangsaan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip ajaran Islam. Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi dan menguatnya politik identitas menjadi tantangan baru yang memengaruhi pola interaksi antara agama dan politik dalam kehidupan masyarakat.
Co-Authors A Qadir Gassing A, Ardiwansa A, Asriawan A. Farah Salsabilah A. Qadir Gassing A. St. Aqilah Nur Asizah A.Muh Agil Fikri Firdaus Abd Rahman Abd Rahman R Abd Rahman R Abd Syatar Abd. Qadir Gassing Abd. Rahman Abd. Rahman Abd. Rahman R Abd. Rahman Razak Abdalul Zikri Abdul Aziz Anwar Abdul Halim Samaruddin Abdul Halim Talli Abdul Rahim Abdul Rauf Muhammad Amin Abdul Rivai Poli Abdul Wahid Haddade Abdurrahman Abubakar Bahmid Abu Sahman Nasim Abu Sahman Nasim Achmad Abubakar Achmad Alfian Achmad Musyahid Idrus Achmad Rafiu Adinda Cahya Magfirah Aggi Lestari Agung, Muh. Agus Miranto Ahmad Al Fairuz Ramadhan Ahmad Fadly Rahman Ahmad Faidillah Ahmad Fakhri Wardana Ahmad Fauzan Ahmad Ginannafsih Shafar Ahmad Mathar Ahmad Riyas Sauqy Ahmad Rizky Ilyas Ahmad Very Ahmad Zulkarnaen Ahyar Nastainul Haq Ainun Syahrani Aisyah Maulidatul Haq Aisyah Shada Aisyiah Al Islami Harris Ajub Ishak Akmal Alfiyyah Nur Alifah Alimuddin Alimuddin Amanda Amanda Amril Ananda Putri Andhika Yusuf Andi Airiza Rezki Syafa'at Andi Airiza Rezki Syafa’at Andi Alya Nabilah Andi Arfan Sijal Andi Ariel Firdani Andi Aulia Andi Fadhil Andi Hastriana Andi Ika Prasasti Abrar Andi Jabal Nur Andi Moh. Rezki Darma Andi Muh. Taqiyuddin BN Andi Muhammad Arya Andi Muhammad Ridwan Baso Bella Andi Muhammad Rifqy Ramadhan Andi Mustaqfirah Aminuddin Andi Mutmainnah Assyahrah Andi Nur Wasita Syafirawati Andi Syahrani Afdhal Andi Yusril Azwandi Andry Nirwanto Anjas Saputra Anjas Saputra Aqna Nely Azqia Muqtar Ardah, Lukman ARFAH Arham, Ghina Ghefira Fadhia Ariel Nur Ramadhan Arif Rahman Ramli Arninda Arninda Asfira Yuniar Asmah Asman Asman Asni Asrul Asrul Astriani Astriani Aswidia Agustin Asyiqa Jamil Ativa Nurhadi Audi Pratama Aulia Qur’ani Bahar Auliah Ramadhani Awalia, Nurhikma Awaliah Musgamy Ayu Rahayu H Ayudia Ramadhani Azis Rahman Bayu Teja Sukmana Burhan, Nur Amaliah Cahyanti Febrianty Chandra Alfian Darhan Sutradi Hukpar Darmawansyih Darnia Darnia Dava Prayoga Dhiyan azizah Dhiyaul Akbar Dian Adriani Dian Amelia Sari Dian Anggraeni Dirgi Septian Darmajid Edelia Triasty Eka Syahriani Elina Mirza Elsa Dwi Aryana Ramadhani Erfandi Hasan Evhy Sekarwangi Putri Fadhlurrahman Rizkullah Fadilah Alwaritsa Tayib Fadlia Mubakkira Fadliyanto Koem Fahrial S Fathiyah Marsya Tilawah Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatthurohman Fatthurohman Feliatra Fera Zabira Zahra Ferdiansa Putra Ferdiansa Syaputra Fiantika Armanda Fitri Sri Ramadhani M Fuad Farawansyah G. Gunawan Ghina Ghefira Fadhia Arham Gita Maharani Gunawan Gunawan Gusnata Gusnata Haeni Mukti Halim Talli Halisatul Muslimah Hamdan Hamdan Hardianti Hardianti Haris Haris Haruna, Nadyah Harwis Alimuddin Hasnia Hasnia Hasyim Haddade Hawa Hendrik Imran Herman Herniwati Herniwati Hidayatussalam Hilda Hinaya Huriyah Nahdah Alimah Husni Mubarak Husnul Fatihah I.M. Aiman Ramadhan. S Ibtisam Ibtisam Ikhsan, Akmal Ikram, Muhammad Furqanul Ilham Ramadhan Imam Makmun Imam Makmun Imran, Muh. Fadhil Abdillah Indo Santalia Indra Satriani Irbach Nurfatin Mahmud Irmaya Alyasari Ishma Ramadani Iskandar Islamul Haq Ismail Keri J, Jumarni Jufri Juhrana Susilo Kamaluddin Nurdin Marjuni Kamila, Selma Zahra Kayla Zulkhaira Sembiring Khaeril Akhsan Khairun Musmar Khoirun Nisya Kurnia Munir Linda Oktaviana Lomba Sultan Luthfi Bakence M Ilham M, Mutmainnah M. Fadli M. Fikrar Saputra M.Airil Ahmadi M.Raffi Apriadi Magefirah Mahfuz Assiddiq Mansyur, Nur Islamiah Mappasessu Mappasessu Marilang Maryam Maryam Marzuki Umar Maulida Nurhilaly Meilani Putri Basri Meli Kamelia Meutya Ramdhani Zalsabila Miftahul Jannah Mirdina Ayanah Mirna Yunita Misbahuddin Misbahuddin Misbahuddin Misbahuddin Misruki Misruki Moh Alvin Kamal Muammar Bakry Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak, Kasyful Muh Alghifari Muh Dwi Angkasa Putra Amin Muh Fadly Multazam Muh Faturrahman Muh Ghazi Al Ghifari Muh Rifqi Fayyad Mas’ud Muh. Abdul Ghafur Muh. Alief Ramadhan Muh. Baqir Hakim Muh. Djumarsyil Muh. Dzaky Abdad Muh. Fajrul Islam Muh. Fikri Alfian Muh. Ikbal M Muh. Resky Akbar Muh. Rifqhi Al-Qadri Muh. Shohibul Ihzar Muh. Syahril Sabirin Muh. Wafdan Asyiari Muh. Yusril Faudzi Muhamad Roy Abidin Muhammad Abrar Mansyur Muhammad Achyar Hamid Muhammad Afdal Amirullah3, Amirullah Muhammad Afif Al Husen Muhammad Afif Al Husen Muhammad Ali Afsar Muhammad Asmar Muhammad Audy Andy Muhammad Faruq Muhammad Fazlurrahman Syarif Muhammad Fikri Ramadhan Muhammad Fuad Zhaky Muhammad Imran Muhammad Mulyadi Muhammad Nasir Nasir Muhammad Naufal Wijaya Muhammad Nur Hidayat Muhammad Rayyan Muhammad Rusydi Muhammad Saleh Ridwan Muhammad Sunan Muhammad Tahir Muhammad Taufan Djafri Mustafa Mustafa Musyfikah Ilyas Musyfikah Ilyas Musyfikah Ilyas Mutiah Mukarramah Alkhatimah Mutiara Wahyuni Nurfiana S Naba, Khair Tasnim Razak Nabil Akbar Nafisah Nafisah Nasrung, Nur Aulia Nawirman Ni'man Samad Nila Sastrawaty Nisa'ul Majdah Nurdin Nugraha Hasan Nur Afifa Maharani Nur Aliah Mufidah Nur Alim Nur Andini Azmalia Nur Anggieta Putri Nur Asriyani Ridwan Nur Azizah Nur Azzahra Nur Halisah Nur Ilmi Ainun Nisa Anwar Nur Mumtahana Nur Resky Aulia Nur Wahyuni Nuraiman Nuriaman Nuranisa Nuranisa Nurchamidah Nurfadillah Wilmayanti Nurfharadilla Qyrhani AS Nurfianalisa Nurfyana Narmia Sari Nurjanna, Sitti Nurjannah Nurjannah Nurkholis Ali Ridho Nurkholis Ali Ridho Nurmilasari Nurul Al-fatihah Rahman Nurul Atika Nurul Azizah Nurul Hadist Nurul Ismatul Khaerah Nurul Muthmainnah Nurul Safitri Nurul Wasilah Kadir Nurunnasikin Panji Anugrah Patongai, Alni Avasyah R.A Pratama, Raffi Farid Amar Pratiwi, Ratu Ajeng Qadir Gassing Qadir Gassing Raditya Al Fath Rafi Pradipa Rahmad Kartono Rahman, Ahmad Fadly Rahmat Farham Rahmat, Anugrah Safitri Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Ramadani, Tasya Almutia Rameyza Elya Yulianti Rasna Rasna Resky Mulia Azzahrah Ria Sukmawidari Rifky Adji Sukmana Rifyan Zahir Rimbawan, Israh Dwi Rindi Rindi Rini Rahmadani Rismah Rismah Rondang Herlina Ryan Hakim Almuhayawi Ryas Maududdin S, Sarmila Sabbar Dahham Sabbar Safei Safei Safitri Aulia Zalsalnabila Safriani, Laela Sahruni Sahruni Sahruni Salpiyah Salpiyah Salsa Luthfiah Rezki Samsidar Jamaluddin Samsuddin S, Samsuddin Sanallah, Muh. Saprian Taga Leo Sari, Dian Amelia Shabrina Syifa Salsabila Shafira Shafira Siti Aisyah Siti Aulya Indira Siti Maryam Siti Nur Kholifah Siti Rahmayanti Sitti Aisyah Kara Sitti Mania, Sitti Sri Ayu Andari Putri Alwaris Sri Wahyuni Ningsi Sri Wulandari Sudirman Sulfianti Irma Pai'pinan Sutikno Sutikno Sutra Saldi Suwandi, Ervina Syahriadi Syahrul Syahrur Rahmat Syamsuddin, Darussalam Syamsul, Auliyah Shafira Azzahra Syatar, Abdul Syuaib Jailuddin Tantri Indar Pratiwi Tantri Pratiwi Tarmizi Tarmizi Taslim Jusmin Tasliyah Erlina Tasya Almutia Ramadani Tasya Almutia Ramadani Tenri Nayyara Nurnaina Tri Layla Salehah Try Sa’adurrahman HM. Kafrawi Usman Jafar Wardayani Wardayani Wildan Raudzan Yusnadia Achda Saputri Yusriansyah Yusriansyah Yusuf Rahim Yuyuk Adelista Zainuddin Zalsabillah, Annisa Zasmita Auliah Wardani Zul Mulki Zulfitri Zulkarnain Suleman Zulhas’ari Mustafa