Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Berkelanjutan untuk Ibu “ Mempersiapkan dan Memberikan MP Asi yang Berkualitas ’’ Sebagai Salah Satu Strategi Cegah Stunting pada Masyarakat Desa Jatisari Kecamatan Jatimulyo Lampung Selatan Wulan, Anggraini Janar; Windarti, Indri; Mutiara, Hanna; Mustofa, Syazili; Fiana, Dewi Nur
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3232

Abstract

Stunting atau kerdil merupakan masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Salah satu penyebab terjadinya masalah kekurangan gizi pada bayi adalah praktekpemberian MP ASI yang kurang tepat seperti pemberian MP ASI terlalu dini atau terlambat, pemilihan bahan yang tidak bervariasi, serta MP-ASI yang tidak memenuhi kebutuhan zat gizi. Para ibu dan juga para kader Kesehatan diwilayah Jatisari, Kecamatan Jatimulyo, Lampung Selatan belum mendapatkan pengetahuan yang memadai mengenai MP ASI. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya promotif untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para ibudengan bayi dan balita mengenai seluk beluk tentang pemberian MP ASI yang benar. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang berkesinambungan dengan pelatihan manajemen ASI Eksklusif pada tahun 2022. Kegiatan meliputi penyuluhandan diskusi interaktif. Pemberian penyuluhan meningkatan pengetahuan diketahui dari hasil pre test dan post test. Pemberian penyuluhan meningkatan  pengetahuan diketahui dari hasil pre test dan post test. Pada pre test p’ada pretest didapatkan bahwa 9 peserta (33,3 %) memiliki tingkat pengetahuan kurang paham mengenai MP ASI, 11 peserta (40,7%) sudah cukup paham dan terdapat 7 peserta (25,9%) yang sangat paham mengenai MP ASI. Pada hasil post testdidapatkan hampir seluruh peserta kegiatan atau 20 peserta (74,1%) sudah sangat paham mengenai MP ASI dan terdapat 7 peserta (25,9%) yang cukup paham dengan manajemen laktasi. Kegiatan pengabdian dikatakan berhasilkarena meningkatkan pengetahuan pada 74,07% peserta. Disimpulkan bahwa setelah mendapatkan penyuluhan mengenai MP ASI, maka pengetahuan Masyarakat khususnya ibu-ibu dengan bayi dan balita mengenai MP ASI di DesaJatisari, Kecamatan Jatimulyo, Lampung Selatan  meningkat. Kata kunci: MP ASI, Stunting
Aktualisasi Manajemen Tatalaksana Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan Asma pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kota Metro Mustofa, Syazili; Infianto, Andreas; Soemarwoto, Retno Ariza; Saputra, Tito Tri; Rosari HS, Felicya; Dorisman, Hari; ., Fitriyah
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3235

Abstract

Penyakit Paru Obstuktif Kronik (PPOK) dan Asma merupakan penyakit tidak menular di bidang paru yang merupakan penyakit kronik dan masih menjadi masalah utama di Indonesia. Penyakit ini menjadi salah satu penyakit yang masih membutuhkan penanganan yang tidak hanya dilakukan di rumah sakit namun juga harus dimulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Dari data yang didapatkan di dinas Kesehatan Kota Metro masih banyak pasien dengan Asma dan PPOK yang masih belum teredukasi dengan baik. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat di Kota Metro serta dikarenakan kurangnyainformasi kesehatan yang mereka terima sehingga solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah itu dengan dilakukan penyuluhan dan pembaharuan ilmu yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, sikap, dan tindakan dokter dalam melakukan penanganan terhadap penyakit Asma dan PPOK. Diharapkan dengan diadakan kegiatan penyuluhan ini pengelolaan terhadap penyakit tidak menular bidang paru di Provinsi Lampung pada khususnya Kota Metro dapat terkelola dengan baik serta secara tidak langsung dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan peran dokter yang ada diFKTP. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, yang dilanjutkan dengan diskusi. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah 40 orang dokter di FKTP Kota Metro. Evaluasi keberhasilan pada kegiatan penyuluhan terdiri dari evaluasi awal dan evaluasi akhir. Tim pengabdian masyarakat pada kegiatan ini yaitu dokter spesialis paru dari Departemen  Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, RSUD dr. H. Abdul Moeloek Lampung. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan tingkat pemahaman sebesar 30% sehingga keseluruhan peserta memiliki pemahamanbaik. Selain itu, terjadi diskusi interaktif yang mengeksplorasi lebih dalam tentang manajemen penyakit Asma dan PPOK. Diharapkan promosi kesehatan ini dapat meningkatkan dokter di FKTP dalam melakukan manajemen penyakit Asma danPPOK.Kata kunci: PPOK, asma, promosi kesehatan
Peningkatan Pengetahuan Mengenai Manajemen Tatalaksana Terhadap Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan Tuberkulosis Paru (TB) Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kabupaten Lampung Tengah Mustofa, Syazili; Herdato, M. Junus Didiek; Morfi, Chicy Widya; Saputra, Tetra Arya; Pratama, Arianda; M., Tria; Putranata, Naufal R.; Sanjaya, Rizki Putra; Erumbia, Ilham Akbar
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3239

Abstract

Penyakit utama saluran nafas di Indonesia adalah  Paru Obstuktif Kronik (PPOK) dan Tuberkulosis paru ( TB). Jika PPOK merupakan penyakit tidak menular dibidang paru yang merupakan penyakit kronik, maka TB merupakan penyakit menular. Penyakit penyakit ini membutuhkan penanganan yang tidak hanya dilakukan di rumah sakit namun juga harus dimulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Dari data yang didapatkan di dinas Kesehatan Kota Lampung Tengah masih banya pasien dengan PPOK dan TB yang masih belum teredukasi dengan baik. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakatdi Lampung Tengah serta dikarenakan kurangnya informasi kesehatan yang mereka terima sehingga solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah itu dengan dilakukan penyuluhan dan pembaharuan ilmu yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, sikap, dan tindakan dokter dalam melakukan penanganan terhadap penyakit PPOK dan TB. Diharapkan dengan diadakan kegiatan penyuluhan ini pengelolaan terhadap penyakit tidak menular bidang paru di Provinsi Lampung pada khususnya Kota Lampung Tengah dapat terkelola dengan baik serta secara tidak langsung dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan peran dokter dan tenaga kesehatan yang ada di FKTP. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, yang dilanjutkan dengan diskusi. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah60 orang dokter dan tenaga kesehatan di FKTP Kota Lampung Tengah. Evaluasi keberhasilan pada kegiatan penyuluhan terdiri dari evaluasi awal dan evaluasi akhir. Tim pengabdian masyarakat pada kegiatan ini yaitu dokter spesialis paru dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, RSUD dr. H. Abdul Moeloek Lampung. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan tingkat pemahaman sebesar 30% sehingga keseluruhan peserta memiliki pemahaman baik. Selain itu, terjadi diskusi interaktif yang mengeksplorasi lebih dalam tentang manajemen penyakit PPOK dan TB. Diharapkan promosi kesehatan ini dapat meningkatkan dokter dan tenaga medis di FKTP dalam melakukan manajemen penyakit PPOK dan TB. Kata kunci: PPOK, TB , promosi kesehatan
Gene Polymorphism Associated With Acute Respiratory Distress Syndrome (Ards): A Literature Review Wahyuni, Ari; Hafy, Zen; Harahap, Debby Handayati; Mustofa, Syazili
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51923

Abstract

Gene polymorphisms can influence susceptibility, severity, and prognosis of ARDS. Genetic studies in ARDS have evolved from studies focused on candidate genes to studies that rely on a hypothesis-free approach to identify novel loci associated with ARDS risk or severity. In this review we outline the role of gene polymorphisms in ARDS susceptibility, severity, and prognosis. Several academic search engines were used in the literature search, including EMBASE/Elsevier. Science Direct, PubMed Central, Google Scholar, and Cochrane Review. Two subtopics were searched using Boolean Operators with keywords (ARDS OR acute respiratory distress syndrome) and (polymorphism) AND (ARDS) OR (genetic polymorphism) AND (ARDS) OR (polymorphism in ARDS). The studies retrieved discussed the impact of gene polymorphisms associated with ARDS including genes encoding interleukin 6 (IL-6), interleukin 10 (IL-10), vascular endothelial growth factor A (VEGF), angiotensin converting enzyme (ACE), interleukin 1 receptor antagonist (IL1RN), Fms Related Receptor Tyrosine Kinase 1 (FLT1) and Inducible Factor-1α (HIF-lα). These genes support significant associations and are involved in the regulation of gene expression associated with ARDS risk. Polymorphisms of IL-6, IL-10, VEGF, ACE, IL1RN, FLT1, HIF-lα play a role in susceptibility, severity, and prognosis of ARDS.
EFFECT OF SOURSOP LEAF (Annona muricata) EXTRACT AS LARVACIDE AGAINST INSTAR III Aedes aegypti LARVAE Sri Puji Hartini; Betta Kurniawan; Syazili Mustofa; Endah Setyaningrum
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an endemic disease in Southeast Asia, including Indonesia. The use of insecticide induce negative impact, so it required natural ingridients like soursop leaf (Annona muricata). The research was conducted to perceive the effectiveness of soursop leaf extract as larvacide, LC50 and LT50 values.Method: The research design is an experimental, using completely randomized design. The amount of sample used was 480 larvas, which divided into 6 groups of soursop leaf extract concentration, 0% (negative control); 0,25%; 0,5%; 0,75%; 1%; and abate 1% (positive control). Each container contained 20 larvas and was given 200 ml soursop extract solution, repeated for 4 times. Kruskal-wallis test (p<0.05), Post-Hoctest Mann-Whitney (p<0.05) and Probit analized is used to analize LC50 and LT50 value.Result: The research showed that the amount of dead larvae was 28,75% at a concentration of 0,25%; 58,75% at a concentration of 0,5%; 95% at a concentration of 0,75%; and 96,25% at a concentration of 1%. The effective concentration were 0,75% and 1% because the larvacide potency is almost equal as abate 1%. LC50value was 0,989% at at 20th minute; 0,897% at 40th minute; 0,777% at 60th minute; 0,349% at 120th minute; 0,220% at 240th minute; 0,207% at 480th minute; 0,165% at 1.440th minute; 0,110% at 2.880th minute and 0,087% at 4.320th minute. LT50 value was 1528,747 minutes at concentration of 0,5%; 148,688 minutes at a concentration of 0,75% and 106,650 minutes at a concentration of 1%.Conclusion: Soursop leaf (Annona muricata) extract has larvacide effect against instar III Aedes aegypti larvae. [J Agromed Unila 2014; 1(1):8-15] Keywords: aedes aegypty, annona muricata, larvacide
THE EFFECTIVENESS OF GARLIC (Allium sativum L.) EXTRACT AS OVICIDE OF Aedes aegypti’s EGGS Apga Repindo; Endah Setyaningrum; Syazili Mustofa; Betta Kurniawan
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The World Health Organization (WHO) noted to date approximately 50 million cases of dengue fever are found every year. Prevention efforts of vector of dengue fever have been carried out, that is using synthetic insecticides which gives negative effect for population, so natural insecticide is needed. One of them using garlics that contains allicin, saponin and flavonoid that can inhbit hatchability of Aedes aegypti’s eggs. This research objective was to know if garlics extract effective as the ovicide of Aedes aegypti’s egg.Methods: This experimental studies, which used completely randomized design, was performed in November 2013 in Laboratory of Zoology, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Lampung. Concentration of the extract used was 0%, 0,1%, 0,3%, 0,5%, 0,7% and 1% with 4 repetitions for each treatment. Furthermore, was laid 20 eggs in each treatment and repetition, so was gotten the total number of samples of 480 eggs. Then, was observed number of eggs that did not hatch every 6 hours for three days. Hypothesis test using one- way ANOVA test and post hoc Bonferroni analysis.Results: At the end of the study, hypothesis test of one-way ANOVA resulted p-value<0,001. The results showed a decrease in hatchability of eggs of Aedes aegypti at concentrations of 0,1%, 0,3%, 0,5%, 0,7% and 1% compared to the negative control. In the post hoc Bonferroni analysis was known effective concentration compared to controls (0%) was 1%. The higher the concentration of the extract on the inhibition of hatching eggs will be higher as well.Conclussion: Garlic extract effective as the ovicide of Aedes aegypti’s egg. [J Agromed Unila 2014; 1(1):16-21] Keywords: Aedes aegypti, Allium sativum L., ovicide.
Sindrom Vena Cava Superior pada Pasien dengan Tumor Mediastinum Syazili Mustofa; Idzni Mardhiyah
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom vena cava superior (SVCS) merupakan kumpulan gejala yang dapat terjadi akibat penekanan vena cava superior oleh tumor mediastinum, baik yang ganas maupun yang jinak. Seorang laki-laki, 20 tahun, datang dengan keluhan sesak napas yang memberat sejak 3 hari yang lalu. Sesak napas sudah mulai dirasakan sejak 1 bulan yang lalu bersamaan dengan keluhan batuk kering. Pada pemeriksaan fisik didapatkan edema palpebra dextra et sinistra, pelebaran vena leher di regio coli dextra, pelebaran vena di regio thorax anterior, dan suara napas vesikuler menurun pada paru dekstra. Hasil pemeriksaan CT Scan thorax menunjukan bahwa terdapat massa solid dengan bagian kistik di mediastinum anterior dekstra meluas sampai medius dekstra. Pasien didiagnosis dengan tumor mediastinum anterior dekstra dengan sindrom vena cava superior. Pasien diterapi dengan tujuan untuk mengurangi gejala sementara dan dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap di Jakarta untuk mengatasi penyebab SVCS yang timbul, yaitu tumor mediastinum. Kata kunci: sindrom vena Cava superior, tumor mediastinum
Fenomena Raynaud (Raynaud Phenomenon) dan Pekerja dengan Paparan Getaran Mekanik Siti Hazrina; Syazili Mustofa
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu keluhan yang ditemukan pada pekerja dengan paparan getaran di kegiatan industrialisasi adalah keluhan berupa kulit pucat, mati rasa terhadap suhu atau sentuhan yang merupakan salah satu manifestasi dari Fenomena Raynaud(Raynaud’s Phenomenon), yaitu gangguan pada pembuluh darah karena adanya vasokontriksi. Gangguan ini mempunyai ciri khas berupa serangan secara episodik dan muncul pada kondisi dingin atau stress emosional dan manifestasi khas berupatiga fase yaitu kulit pucat, lalu sianosis atau kebiruan dan eritema. Raynaud’s Phenomenon diklasifikasikan menjadi dua, yaitu Primary Raynaud’s Phenomenon dimana tidak ada penyakit yang menyertai dan Secondary Raynaud’s Phenomenondimana terdapat penyakit yang menyertai (Lupus Eritematosus Sistemik, Sindrom Karpal Tunel). Terapi dapat berupa nonfarmakologi yaitu berupa perubahan gaya hidup, menghindari paparan getaran atau kondisi dingin dan stress emosional dan terapi farmakologi, obat lini pertama yaitu obat golongan penghambat kanal kalsium (CCB) dan obat lini kedua yaitu obat golongan penghambat pospodiesterase tipe-5 (PDE5 Inhibitor).Kata kunci: fenomena Raynaud, pekerja dengan paparan getaran.
Identifikasi Bakteri Salmonella typhi Pada Makanan Jajanan Gorengan yang Dijual di Depan Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung Meiwa Rizky Ardhi Blla Putri; Tri Umiana Soleha; Syazili Mustofa; Ety Apriliana
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian tertinggi pada foodborne disease disebabkan oleh bakteri, salah satunya bakteri Salmonella typhi. Salmonella typhi adalah strain bakteri yang menyebabkan terjadinya demam tifoid. Demam tifoid merupakan salah satu penyakit penyebab kematian yang tinggi, dimana sebanyak 21 juta kasus demam tifoid mencapai angka kematian 216.000jiwa tiap tahunnya. Gejalanya yaitu demam tinggi, mual, muntah, pusing dan nyeri abdomen.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya bakteri Salmonella typhi pada makanan jajanan gorengan yang dijual di depan Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara simple random sampling. Sampel makanan jajanan gorengan diambil sebanyak 1 gram lalu dibawa ke Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Lampung untuk dilakukan uji Laboratorium. Uji laboratorium yang digunakan adalah pembiakan bakteri pada media Salmonella-Shigella Agar, lalu dilakukan pewarnaan gram, kemudian dilakukan uji biokimia. Hasil penelitian dari 44 sampel makanan jajanan gorengan yang diteliti, menunjukkan pertumbuhan koloni Salmonella typhi sebanyak 17 sampel (39%) dan 27 sampel lainnya (61%) tidak ditemukan pertumbuhan bakteri. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat bakteri Salmonella typhi pada makanan jajanan gorengan yang dijual di depan Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Kedaton Bandar Lampung.Kata kunci: Foodborne disease, Jajanan gorengan, Salmonella typhi
Efek Protektif Thymoquinone Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Spraque dawley yang Diinduksi Rifampisin Victoria Hawarima; Susianti Susianti; Syazili Mustofa
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hepar merupakan organ terbesar pada tubuh, menyumbang sekitar 2% berat tubuh total. Kerusakan pada hepar dapat disebabkan oleh obat-obatan, salah satunya adalah rifampisin. Rifampisin merupakan salah satu obat utama untuk tuberkulosis (TB). Oleh karena itu, penggunaan obat ini tidak dapat dihindari dan digunakan dalam jangka panjang.Rifampisin memiliki efek hepatotoksik, efek toksiknya terkait stres oksidatif dan sitokin proinflamasi. Bahan aktif dari jintan hitam, yaitu thymoquinone memiliki efek hepatoprotektif, melalui mekanisme sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek protektif thymoquinone, terhadap gambaran histopatologi hepar tikus yang diinduksi rifampisin dan untuk mengetahui adanya pengaruh peningkatan dosis thymoquinone pada efek protektif, terhadap gambaran histopatologi hepar tikus yang diinduksi rifampisin. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley yang dibagi ke dalam 5 kelompok dan diberi perlakuan selama 14 hari, yaitu K1 (kontrol negatif yang hanya diberi akuades), K2 (kontrol positif yang hanya diberi rifampisin 1 g/kgBB), P1 (perlakuan 1, yang diberi rifampisin 1 g/kgBB dan thymoquinone 5 mg/kgBB), P2 (perlakuan 2, yang diberi rifampisin 1 g/kgBB dan thymoquinone 10 mg/kgBB), dan P3 (perlakuan 3 yang diberi rifampisin 1 g/kgBB dan thymoquinone 20 mg/kgBB). Berdasarkan hasil penelitian, terdapat efek protektif thymoquinone yang dilihat dari derajat degenerasi bengkak keruh sel hepar. Selain itu, terdapat peningkatan efek hepatoprotektif dengan peningkatan dosis 5 mg/kgBB dan 10 mg/kgBB, namun tidak pada dosis 20 mg/kgBB.Kata kunci: hepar, rifampicin, thymoquinone
Co-Authors Achmad Gozali Ade Yonata Adityo Wibowo, Adityo Adli, Farhan Kamali Afriyana, Regi Agung Kurnia, Ahmad Fadila Agus Dwi Susanto Agus Wantoro Agustia Pratiwi Agustyas Tjiptaningrum agustyas tjiptaningrum Ahmad A Anindito Aisyah A Putri Ananta, Yoga andestya nanda pratama Andika Ridwan Nugraha Harahap Anggi Adelia Anggraeni Janar Wulan Anggraeni Janar Wulan, Anggraeni Janar Anggraeni, Liza Annisa Adietya Pratama Antoni Antoni Apga Repindo Ari Wahyuni Asep Sukohar Aviv Fitria Yulia Ayu, Putu Ristyaning Benny Syahputra Gumay Betta Kurniawan Betta Kurniawan, Betta Budhi Antariksa Caesaria Sinta Zuya Caesarridha, Dhaifany Karissa Chicy WIdya Morfi Christi Natalia Sirait Dansen Frans Louise Draven Rudyanto David Tongon Silaen Debby Handayati Harahap Dewi Nur Fiana Dheti Efrilia Dheti Efrilia - Dimas Trend PB Dorisman, Hari Dwi Indria Anggraini Dwi Sarwindah Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Ekawati, Diyan Eksa, Dwi Robbiardy Elman Dani Firdaus Endah Setyaningrum Ersa, Rakhmigasti Citra Erumbia, Ilham Akbar Ety Apriliana Evi Kurniawaty Evy Kurniawaty Faisal Rohmadhiyaul Haq Faisal Yunus Faisol Rohmadhiyaul Haq Fauziah Hanif Fayza Syachrani Febrianti, Arlin Febrihartati, Isura Feby Aulia Hasanah Femmy Andrifianie Fikri Muhammad Rifai Patongai Firantika Dias Puteri Fitria Saftarina Fitriyah . Fitriyah Fitriyah Fitriyah Fitriyah Fransisca Sinaga Fredison, Fredison Gerliandi, Egi Oktarian Gigih Setiawan Gilang Kukuh Megantoro Ginting, Bisart Giska Tri Putri Gusti Agung Putu Yogy Veda Ananta Gusti Wahyu, Pratiwi Hakim Alhaady Juhana Hakim Alhaady Juhana, Hakim Alhaady Hanna Mutiara, Hanna Helmi Ismunandar Hendri Busman Hendri Busman Herdato, M. Junus Didiek Hetti Rusmini I Made Afryan SL I Made Galih Fradiva Giantara Idzni Mardhiyah Ifan Aulia Candra Ilma Puteri Hutami Indri Windarti Infianto, Andreas Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Isnamurti Ciptaningrum Isura Febrihartati Izzati, Marwah Aulia Jamsari Jamsari Jati, Pandu Kumaya Jhons Fatriyadi Suwandi Karima, Nisa Karina, Salwa Al Kevin Jeremia Purba Khairun Nisa Khoiri, Ratu Kirana Siva Kholis Abdurachim Audah Kurniawaty, Evi Kusumajati, Pusparini Linda Septiani Listiandoko, Raden Dicky Wirawan Lucky Togihon M. Rakha Gerizha M., Tria Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Mayasari, Diana Meiwa Rizky Ardhi Blla Putri Mentariasih Maulida Mia Esta Poetri Afdal Faisal Mirza Purwitasari Morfi, Chicy Widya Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Muhammad Iqbal Muhammad Maulana Muhammad Ricky Ramadhian Muhartono Muhartono Muhartono NA, Ahmad Mufid Nadhifa, Farin Nadya Febriani Namdes, Fitri Cyntya Naufal Rivo Aditya Ni Sayu Putu Desya Laksmi Putri Nicholas Alfa Nickyta Yolandita Rosti Novita Carolia Novita Carolia Novita Carolia Nuriah Nuriah Nuriah, Nuriah Nursidiq, Iqbal Muhammad Rafi Oktadoni Saputra, Oktadoni Pinaka Baladika, Dimas Trend Poty, Pitha Maykania Pralia Winda Sari Pratama, Arianda Puan Raissa Lenka Puteri, Vadiyani Fricillya Putra, Andika Chandra Putranata, Naufal R. Putri Adilla Putri, Reny Arienta Rahmasari, Fania Asfi rahmawati, selvi Ramadhan, Muhammad Alif Ramadhana Komala Ramdini, Dwi Aulia Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi PS Ratna Dewi Puspita Sari Retno A S Soemarwoto Retno Ariza S Soemarwoto Retno Ariza S. Soemarwoto Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto Rheza Paleva Rika Lisiswanti Risal Wintoko Risti Graharti Rizki Putra Sanjaya Rizki Putra Sanjaya Rizki Putra Sanjaya Rosari HS, Felicya Rr Astri Nur Azizah Utama S Rahmanisa Sani, Nanda Apri Saputra, Tetra Arya Saputra, Tito Tri Sarasmita Nirmala Dewi Septiani, Linda Setiorini, Anggi Shina Megaputri Shinta Nareswari, Shinta Silaen, David Silvia Andriani Sinaga, Fransisca T.Y. Sinaga, Fransisca TY Siti Hazrina Soemarwoto, Retno Ariza Soemarwoto, Retno Ariza S Soemarwoto, Retno Ariza Soeprihatini Soeprihatini Soemarwoto, Retno Ariza Soeprihatini, Retno Ariza Soraya Rahmanisa Soraya Rahmanisa Soraya Rahmanisa Sri Janahtul Hayati Sri Janahtul Hayati Sri Puji Hartini Suharyani Suharyani Suharyani Suharyani Sukarti Sukarti Suryani Agustina Daulay Susianti Susianti Susianti Susianti Susianti, Susianti Sutarto Sutarto Sutyarso Sutyarso Sutyarso Suwarno, Sukarti San Syaka, Muthiiah Khodista Syakir, Muhammad Addin Syiefa Renanda Surya takhfa nur asyifa Tarigan, Clara Yulianti Terza Aflika Happy Tito Tri Saputra Tito Tri Saputra Tito Tri Saputra Tiwuk Susantiningsih Tri Umiana Soleha Tri Umiana Soleha Triyandi, Ramadhan Veny Anisya Victoria Hawarima Virginia, Nur Ayu W Bahagia Wawan Abdullah Setiawan Wayan Ferly Aryana Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wisnugroho, Cahyo Wulan, Anggraini Janar Yana Ayu, Dwi Yandri Yanwirasti Yuningrum, Hesti Zen Hafy Zulia Yasminanindita Fahmi Zulkifli