Claim Missing Document
Check
Articles

ASBESTOSIS, DIAGNOSIS DAN PENCEGAHANNYA Syazili Mustofa; Dansen Frans Louise Draven Rudyanto; Pralia Winda Sari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v10i2.pp5-13

Abstract

Perkembangan industri dan produknya memiliki dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia. Dampak negatif yang terjadi adalah terjadinya penyakit paru akibat kerja. Banyak gangguan pernapasan dan paru-paru pada pekerja dapatdiakibatkan oleh pengaruh debu, serat, gas, uap atau asap dari proses industri. Salah satu penyebabnya berupa debu asbes atau serat yang dihasilkan dari asbes. Debu atau serat yang terus menerus terhirup dapat menyebabkan asbestosis. Akumulasi konstan dari serat-serat ini menyebabkan jaringan parut di paru-paru dan kesulitan bernapas. Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa 125 juta orang terpapar asbes melalui pekerjaan mereka dan setiap tahunnya mengakibatkan 90.000 kematian. Indonesia berada di peringkat ke-8 sebagai negara terbesar importir, pengolah, konsumen dan pengekspor asbes danbahannya. Dalam kurun waktu tahun 2000-2004, penggunaan asbes meningkat sebesar 20%. Diperkirakan sebanyak lebih dari 7.700 pekerja yang dipekerjakan di industri penanganan asbes, berisiko terpapar serat asbes. Belum ditemukan sebuah terapi untuk mengembalikan efek yang dihasilkan asbes pada alveoli. Fokus dari terapi yang dilakukan hanyalah untuk mencegah agar tidak bertambah parah dan meminimalisir gejala. Sehingga, langkah pencegahan sangat penting untuk mencegah terjadinya asbestosis.Kata kunci: Penyakit akibat kerja, asbestosis, asbes
Talasemia Beta: Etiologi, Klasifikasi, Faktor Risiko, Diagnosis, dan Tatalaksana Faisal Rohmadhiyaul Haq; Syazili Mustofa; Rani Himayani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v10i2.pp19-26

Abstract

Talasemia beta merupakan penyakit hemoglobinopati yang disebabkan oleh gangguan sintesis rantai beta globin akibat kelainagenetik pada kromosom 11. Prevalensi talasemia beta di Indonesia mencapai 3% dari penduduk yang merupakan salah sattertinggi di asia tenggara. Diagnosis talasemia didasarkan pada kriteria klinis, kriteria hematologi, dan kriteria DNA. Pasietalasemia beta dapat mengalami gejala yang sama dengan anemia, seperti lemas, mudah lelah, dan mengantuk. Pemeriksaanlaboratorium darah lengkap dan hitung darah, disertai pemeriksaan elektroforesis Hb digunakan untuk menegakkan diagnostalasemia beta.  Penatalaksanaan talasemia saat ini difokuskan pada transfusi darah. Tindakan splenektomi, HematopoietiStem Cell Transplantation (HSCT), dan induksi produksi hemoglobin fetal (HbF) juga dapat dipertimbangkan dalam tatalaksantalasemia. Tatalaksana biomolekuler berupa terapi genetik sedang dalam masa uji coba dan beberapa menunjukkankeberhasilan dengan bebasnya penderita talasemia beta dari ketergantungan transfusi darah.Kata kunci: Hemoglobinopati, Penyakit Genetik, Talasemia beta. tatalaksana
Bronkitis Akibat Kerja: Patogenesis, Diagnosis, Penatalaksanaan dan Pencegahan Syazili Mustofa; Fikri Muhammad Rifai Patongai
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v10i2.pp27-38

Abstract

Bronkitis akibat kerja adalah peradangan pada salulran nafas besar yang terjadi pada sebagian pekerja yang terpapar oleh berbagai sul bstansi berbahaya seperti debul, ulap, asap, dan sulbstansi lainnya di lingkulngan kerjanya. Peradangan salul ran napas besar tersebult dipicul oleh inhalasi zat berbahaya yang dapat menyebabkan toksisitas sel sel di salulran napas secara langsulng, mengaktivasi makrofag, dan meningkatkan radikal bebas di salul ran napas. Peradangan yang terjadi teruls meneruls akan menimbullkan terjadinya stress oksidatif, produlksi sitokin yang akan memicul peradangan kronis, kerul sakan DNA, yang akhirnya menyebabkan kematian sel dan pembentulkan jaringan parult di salulran napas. Pekerja yang mempul nyai resiko tinggi ul ntulk menderita penyakit ini adalah pekerja yang merokok ataul terpapar asap rokok. Selain paparan rokok, pekerja pada indulstri tambang misalnya penambang batul bara dan batulan keras, pekerja terowongan, pekerja indul stri beton dan pekerja indulstri non-pertambangan misalkan yang bekerja di peternakan dan petani, khul sul snya pada petani yang terpapar pestisida jul ga rentan menderita bronkitis akibat kerja. Peningkatan kejadian penyakit ini julga ditemulkan pada pekerja petul gaskebersihan yang sering terpapar cairan pembersih dan desinfektan. Memahami kompleksitas dari penyakit bronkitis akibat kerja ini penting ul ntulk menulrul nkan angka kejadian penyakit ini. Selain itul, diperlulkan pulla  langkah-langkahkesehatan dan keselamatan kerja yang mencakulp menghindari paparan polultan dan penggul naan alat pelindulng pernapasan yang tepat sangat penting ulntulk mencegah bronkitis.Kata kunci: Bronkitis Kerja, Merokok, Pajanan Iritan, Infeksi
Evaluasi Kualitatif Penggunaan Antibiotik Pada Pasien di Ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) pada Salah Satu Rumah Sakit Pemerintah Provinsi Lampung Periode Januari 2021-Juli 2022 Berdasarkan Metode Gyssens Dheti Efrilia; Novita Carolia; Rasmi Zakiah Oktarlina; Syazili Mustofa
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i1.pp266-272

Abstract

Latar Belakang: Infeksi ialah faktor letalitas paling umum teridentifikasi di unit perawatan intensif anak. Berdasarkan data dari Instalasi Rekam Medis, terungkap bahwa derajat letalitas di unit tersebut sangat signifikan. Tingginya insiden letalitas ini dipicu oleh pemanfaatan antibiotik yang kurang tepat. Studi ini berfokus pada evaluasiterhadap kualitas penggunaan antibiotik di ruangan PICU RSUDAM periode Januari 2021-Juli 2022 berdasarkan metode Gyssens. Metode: Jenis penelitian ialah studi observasional deskriptif dengan data retrospektif dari catatan medis pasien di unit perawatan intensif anak RSUDAM dalam rentang waktu Januari 2021 hingga Juli 2022. Evaluasi antibiotik diimplementasikan dengan kualitatif serta dianalisis menurut referensi (Drug Information Handbook, Pediatric Medication Handbook, WHO, dan MIMS) menggunakan metodologi Gyssens. Hasil: Penelitian ini menggunakan 49 antibiotik dari 35 rekam medis. Antibiotik mayoritas yakni seftriakson (38,8%) dan diagnosis mayoritas ialah bronkopneumonia (45,7%). Hasil penelitian didapatkan kategori 0 (tepat dan rasional) sejumlah73,5%, kategori I (waktu pemberian tidak tepat) sejumlah 2%, kategori IIA (tidak tepat dosis) sejumlah 10,2%, kategori IIB (tidak tepat interval) sejumlah 6,1%, serta kategori IVA (terdapat antibiotik yang lebih efektif) sejumlah 8,2%. Kesimpulan: Evaluasi antibiotik memperlihatkan hasil penggunaan antibiotik dengan tepat serta rasional (kategori 0) sejumlah 73,5%, disisi lain penggunaan antibiotik dengan tidak rasional (kategori I-IV) sejumlah 26,5%. Angka tersebuttermasuk baik serta lebih tinggi dibandingkan studi di lokasi yang berbeda. Penggunaan antibiotik dengan tidak rasional puntermasuk rendah mulai dari 0-10,2%.
Peran Emulgel Berbasis Ekstrak Tanaman Herbal dalam Terapi Topikal Amani Raya, Latansa; Mustofa, Syazili; Tri Putri, Giska; Busman, Hendri
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i2.pp46-56

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran emulgel berbasis ekstrak tanaman herbal dalam terapi topikal melalui pendekatan kajian literatur sistematis menggunakan metode PRISMA. Sebanyak 81 artikel diidentifikasi dari basis data Scopus dengan kata kunci “Emulgel” AND “Topical” AND (“Herbal” OR “Plant”), dan 14 penelitian yang memenuhi kriteria inklusi tahun 2020–2025 dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa emulgel merupakan sistem penghantaran obat yang inovatif karena mampu menggabungkan keunggulan emulsi dan gel, menghasilkan stabilitas fisik yang baik, daya sebar optimal, serta peningkatan penetrasi zat aktif ke kulit. Berbagai formulasi herbal menunjukkan aktivitas terapeutik yang signifikan, seperti antiinflamasi, antipsoriatik, antimikroba, penyembuhan luka, dan regenerasi kulit. Integrasi beberapa ekstrak dan minyak herbal juga memberikan efek sinergistik yang meningkatkan efektivitas biologis serta stabilitas fitokonstituen. Berdasarkan temuan empiris, emulgel berbasis tanaman herbal memiliki prospek besar sebagai dasar pengembangan fitofarmaka topikal yang aman, efektif, dan sesuai dengan tren pengobatan alami berbasis bukti ilmiah. Namun, diperlukan penelitian lanjutan berskala klinis untuk memastikan keamanan dan efektivitas jangka panjang dari formulasi ini. Kata kunci: emulgel, tanaman herbal, terapi topikal
Pemanfaatan Wearable Device dalam Pemantauan Kardiorespirasi pada Populasi Klinis Syahrani, Fitri Aulia; Berawi, Khairun Nisa; Islami, Suryadi; Mustofa, Syazili
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i2.pp57-67

Abstract

Pemantauan kardiorespirasi merupakan aspek penting dalam manajemen kesehatan berbagai populasi klinis. Perkembangan teknologi wearable device menghadirkan peluang untuk melakukan pemantauan fisiologis secara real-time, non-invasif, dan berkelanjutan di luar lingkungan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pemanfaatan wearable device dalam pemantauan kardiorespirasi pada populasi klinis serta menganalisis tantangan, peluang, dan arah pengembangannya di masa depan. Kajian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur terhadap enam artikel penelitian yang relevan, mencakup berbagai populasi klinis seperti pasien dengan disabilitas fisik, pediatrik, neurologis, onkologi, dan psikiatri. Analisis dilakukan menggunakan kerangka PICOT untuk mengidentifikasi populasi, intervensi, pembanding, hasil, dan jenis penelitian. Wearable device terbukti efektif dalam memantau fungsi kardiorespirasi dan mendukung rehabilitasi serta deteksi dini gangguan fisiologis. Teknologi ini meningkatkan kualitas hidup pasien dan memungkinkan pemantauan jarak jauh yang personal. Namun, tantangan seperti akurasi sensor, privasi data, dan integrasi sistem masih perlu diselesaikan. Wearable device memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dalam praktik medis modern sebagai alat pemantauan kardiorespirasi yang adaptif, berbasis bukti, dan berpusat pada pasien.
Indonesian Marine Natural Product for Anticancer Sidik, Faizah Zahrah; Mustofa, Syazili; Kurniawaty, Evi; Rohman, Miftahur
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v12i2.pp107-115

Abstract

The development of anticancer drugs derived from marine products in Indonesia offers significant promise due to the country’s rich marine biodiversity. Marine organisms such as algae, sponges, and marine microorganisms are a valuable source of bioactive compounds with potential anticancer properties. These compounds, including polysaccharides, alkaloids, and peptides, exhibit the ability to inhibit cancer cell proliferation, induce apoptosis, and overcome drug resistance, presenting innovative solutions for cancer treatment. Key marine species being investigated include Eucheuma sp., Ulva lactuca, Gracilaria verrucosa, Sargassum polycystum, and Ecteinascidia turbinata, all of which show potent cytotoxicity and diverse mechanisms of action. However, challenges such as sustainable harvesting, compound isolation, and clinical testing must be addressed for these marine products to be successfully developed into therapeutic agents. This paper explores the current state of research on Indonesian marine products as anticancer agents, highlighting their bioactive properties and the opportunities and challenges in advancing these products toward clinical application. Keywords: anticancer, extract, Indonesia, marine products, secondary metabolite.
Uji Toksisitas Subkronik Ekstrak Kulit Batang Bakau (Rhizophora Apiculata) Terhadap Kerusakan Ginjal Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Galur Sparague Dawley Maulana, Rifadly Yusril; Mustofa, Syazili; Busman, Hendri; Kurniawaty, Evi
Medula Vol 16 No 1 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i1.1652

Abstract

Toxicity testing is a test to detect toxic effects of a substance in a biological system to obtain characteristic dose-response data from the test preparation. Rhizophora apiculata contains compounds such as alkaloids, flavonoids, triterpenoids, steroids, saponins, and tannins. Tannins are active compounds with potential antioxidant properties. This study is an experimental study using a Posttest Only Control Group Design and was conducted over 28 days on 30 rats divided into 5 groups: the control group (K), Treatment Group 1 at 114 mg/kg body weight (P1), Treatment Group 2 at 228 mg/kg body weight (P2), Treatment Group 3 at 456 mg/kg body weight (P3), and Treatment Group 4 at 912 mg/kg body weight (P4). Data were analyzed using the Kruskal-Wallis statistical test and the Mann-Whitney Post Hoc test. Based on the results of the Kruskal-Wallis statistical test, a p-value of 0.000 was obtained. Meanwhile, based on the results of the Mann-Whitney Post hoc statistical test, groups K, P1, P2, P3, and P4 showed significant differences (p<0.05), while groups P2 and P3, which received intervention or treatment, showed insignificant differences. Administration of mangrove bark extract (Rhizophora apiculata) for 28 days had a toxic effect on the kidneys at a dose of 114 mg/kgBW, with toxic effects in the form of tubular edema and glomerular edema. At doses of 228 mg/kgBW, 456 mg/kgBW, and 912 mg/kgBW, Higher doses resulted in more severe toxic effects on the histopathology of the kidneys of Sprague Dawley rats, as evidenced by tubular edema, glomerular edema, Bowman's space edema, and inflammatory cells.
Identification of Active Compound and Effectiveness Test of 96% Tithonia diversifolia Ethanol Extract on Mortality of Aedes aegypti Mosquito A.P, Gadila; Mustofa, Syazili; Graharti, Risti; Setyaningrum, Endah
Medula Vol 16 No 1 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i1.1758

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health problem in tropical regions, with Asia accounting for 70% of global cases and Indonesia reporting a massive 90,269 cases in 2024. Vector control is the primary mitigation strategy due to limitations in available therapies and vaccines, yet reliance on chemical insecticides poses ecological toxicity and resistance risks, driving the need for safer bioinsecticide alternatives. Tithonia diversifolia is known to contain active phytochemical constituents with insecticidal potential. This true experimental study used a Post Test Only with Control Group design conducted from August to September 2025 involving 25 Aedes aegypti per group with four replications. Leaf simplicia were extracted using 96% ethanol, followed by alcohol-free verification, qualitative phytochemical screening, and formulation into spray preparations at concentrations of 5%, 10%, 15%, 20%, and 25%. Mortality was assessed over 24 hours, and statistical evaluation included univariate, bivariate, and probit analyses to determine LC50, LC90, LT50, and LT90. Extraction produced a 12.53% yield containing saponins, flavonoids, phenols, tannins, alkaloids, and steroids. Mosquito mortality increased with rising concentrations, with the highest effectiveness observed at 25%. The Kruskal–Wallis test confirmed significant differences between groups, while LC50 and LC90 values were 2.77% and 5.37%, respectively. Although the highest mortality was observed at 25%, the 20% concentration was considered optimal because it met WHO efficacy standards while using a lower extract concentration.
Penggunaan Finerenone pada Tatalaksana Penyakit Ginjal Kronik dengan Komorbiditas Diabetes Melitus Tipe 2: Sebuah Tinjauan Pustaka Sidik, Faizah Zahrah; Kurniawaty, Evi; Rohman, Miftahur; Mustofa, Syazili
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp127-132

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan kelainan struktural atau fungsional ginjal yang berlangsung lebih dari tiga bulan dan memiliki implikasi terhadap kesehatan. Salah satu faktor risiko utama PGK adalah diabetes melitus tipe 2, di mana hiperglikemia kronik menyebabkan aktivasi sistem renin–angiotensin–aldosteron (RAAS), stres oksidatif, inflamasi, dan fibrosis yang berujung pada penurunan fungsi ginjal progresif. Meskipun terapi konvensional berbasis penghambatan RAAS telah menjadi standar tatalaksana, risiko progresivitas PGK dan kejadian kardiovaskular tetap tinggi. Finerenone, antagonis reseptor mineralokortikoid (MRA) nonsteroid selektif, menunjukkan manfaat klinis yang signifikan melalui efek renoprotektif dan kardioprotektif tanpa peningkatan bermakna terhadap risiko efek samping berat. Berdasarkan hasil berbagai uji klinis besar seperti FIDELIO-DKD, FIGARO-DKD, dan analisis gabungannya (FIDELITY), finerenone terbukti menurunkan risiko penurunan laju filtrasi glomerulus terestimasi (eGFR), gagal ginjal terminal, serta kejadian kardiovaskular mayor seperti infark miokard nonfatal dan gagal jantung. Efek terapeutik ini bersifat konsisten pada berbagai kelompok pasien, termasuk mereka yang menggunakan inhibitor SGLT2, serta independen terhadap kontrol glikemik dan resistensi insulin. Walaupun terdapat peningkatan risiko hiperkalemia, kejadian tersebut umumnya ringan, dapat diprediksi, dan dapat dikelola melalui pemantauan kadar kalium secara berkala. Dengan demikian, finerenone merupakan terapi tambahan yang efektif dan aman pada pasien PGK dengan diabetes melitus tipe 2, dengan potensi memperlambat progresi penyakit ginjal serta menurunkan risiko kejadian kardiovaskular jangka panjang. Kata kunci: penyakit ginjal kronik, diabetes melitus, finerenone
Co-Authors A.P, Gadila Achmad Gozali Ade Yonata Adityo Wibowo, Adityo Adli, Farhan Kamali Afriyana, Regi Agung Kurnia, Ahmad Fadila Agus Dwi Susanto Agus Wantoro Agustia Pratiwi Agustyas Tjiptaningrum agustyas tjiptaningrum Ahmad A Anindito Aisyah A Putri Aisyah Ramadhani Amanda Febby Amanda Febby Febrina Amani Raya, Latansa Amertavia, Sindika Ananta, Yoga andestya nanda pratama Andika Ridwan Nugraha Harahap Anggi Adelia Anggraeni Janar Wulan Anggraeni Janar Wulan, Anggraeni Janar Anggraeni, Liza Annisa Adietya Pratama Antoni Antoni Apga Repindo Asep Sukohar Asyifa, Takhfa Nur Aviv Fitria Yulia Ayu Tiara FItri Ayu, Putu Ristyaning Benny Syahputra Gumay Betta Kurniawan Betta Kurniawan, Betta Budhi Antariksa Caesaria Sinta Zuya Caesarridha, Dhaifany Karissa Chicy WIdya Morfi Christi Natalia Sirait Dansen Frans Louise Draven Rudyanto David Tongon Silaen Dewi Nur Fiana Dewi, Meidiana Kartika Dheti Efrilia Dheti Efrilia - Dimas Trend PB Dorisman, Hari Dwi Indria Anggraini Dwi Sarwindah Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Ekawati, Diyan Eksa, Dwi Robbiardy Elman Dani Firdaus Endah Setyaningrum Endah Setyaningrum, Endah Ersa, Rakhmigasti Citra Erumbia, Ilham Akbar Ety Apriliana Evi Kurniawaty Evy Kurniawaty Faisal Rohmadhiyaul Haq Faisal Yunus Faisol Rohmadhiyaul Haq Fauziah Hanif Fayza Syachrani Febrianti, Arlin Febrihartati, Isura Feby Aulia Hasanah Femmy Andrifianie Fikri Muhammad Rifai Patongai Firantika Dias Puteri Fitri, Ayu Tiara Fitria Saftarina Fitriyah . Fitriyah Fitriyah Fitriyah Fitriyah Fransisca Sinaga Fredison, Fredison Gerliandi, Egi Oktarian Gigih Setiawan Gilang Kukuh Megantoro Ginting, Bisart Giska Tri Putri Gusti Agung Putu Yogy Veda Ananta Gusti Wahyu, Pratiwi Hakim Alhaady Juhana Hakim Alhaady Juhana, Hakim Alhaady Hanna Mutiara, Hanna Helmi Ismunandar Hendri Busman Hendri Busman Herdato, M. Junus Didiek I Made Afryan SL I Made Galih Fradiva Giantara Idzni Mardhiyah Ifan Aulia Candra Ilma Puteri Hutami Indri Windarti Infianto, Andreas Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Isnamurti Ciptaningrum Isura Febrihartati Izzati, Marwah Aulia Jamsari Jamsari Jati, Pandu Kumaya Jhons Fatriyadi Suwandi Jordy Oktobiannobel Karima, Nisa Karina, Salwa Al Kevin Jeremia Purba Khairun Nisa Khairun Nisa Khoiri, Ratu Kirana Siva Kholis Abdurachim Audah Kurniawaty, Evi Kusumajati, Pusparini Linda Septiani Listiandoko, Raden Dicky Wirawan Lucky Togihon M. Rakha Gerizha M., Tria Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Maulana, Rifadly Yusril Mayasari, Diana Meiwa Rizky Ardhi Blla Putri Mentariasih Maulida Mersiana, Putri Febi Mia Esta Poetri Afdal Faisal Mirza Purwitasari Mohamad Sadikin Morfi, Chicy Widya Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Muhammad Iqbal Muhammad Maulana Muhammad Ricky Ramadhian Muhartono Muhartono Muhartono NA, Ahmad Mufid Nadhifa, Farin Nadya Febriani Namdes, Fitri Cyntya Naufal Rivo Aditya Ni Sayu Putu Desya Laksmi Putri Nicholas Alfa Nickyta Yolandita Rosti Novita Carolia Novita Carolia Novita Carolia Nuriah Nuriah Nuriah, Nuriah Nursidiq, Iqbal Muhammad Rafi Oktadoni Saputra, Oktadoni Pinaka Baladika, Dimas Trend Poty, Pitha Maykania Pralia Winda Sari Pratama, Arianda Puan Raissa Lenka Puteri, Vadiyani Fricillya Putra, Andika Chandra Putranata, Naufal R. Putri Adilla Putri, Reny Arienta Rahmasari, Fania Asfi rahmawati, selvi Ramadhan, Muhammad Alif Ramadhana Komala Ramdini, Dwi Aulia Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi PS Ratna Dewi Puspita Sari Retno A S Soemarwoto Retno Ariza S Soemarwoto Retno Ariza S. Soemarwoto Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto Rheza Paleva Rika Lisiswanti Risal Wintoko Risti Graharti Rizki Putra Sanjaya Rizki Putra Sanjaya Rizki Putra Sanjaya Rizqun Nisa Afriyanti Rosari HS, Felicya Rr Astri Nur Azizah Utama Rusmini, Hetti S Rahmanisa Sani, Nanda Apri Saputra, Tetra Arya Saputra, Tito Tri Sarasmita Nirmala Dewi Sarmoko Sarmoko Septiani, Linda Setiorini, Anggi Shina Megaputri Shinta Nareswari, Shinta Sidik, Faizah Zahrah Silaen, David Silvia Andriani Sinaga, Fransisca T.Y. Sinaga, Fransisca TY Sirait, Felicya Rosari Hasianna Siti Hazrina Soemarwoto, Retno Ariza Soemarwoto, Retno Ariza S Soemarwoto, Retno Ariza Soeprihatini Soeprihatini Soemarwoto, Retno Ariza Soeprihatini, Retno Ariza Soraya Rahmanisa Soraya Rahmanisa Soraya Rahmanisa Sri Janahtul Hayati Sri Janahtul Hayati Sri Puji Hartini Suharyani Suharyani Suharyani Suharyani Sukarti Sukarti Suryadi Islami Suryani Agustina Daulay Susianti Susianti Susianti Susianti Susianti, Susianti Sutarto Sutarto Sutyarso Sutyarso Sutyarso Suwarno, Sukarti San Syahrani, Fitri Aulia Syaka, Muthiiah Khodista Syakir, Muhammad Addin Syiefa Renanda Surya Tarigan, Clara Yulianti Terza Aflika Happy Tito Tri Saputra Tito Tri Saputra Tito Tri Saputra Tiwuk Susantiningsih Tri Putri, Giska Tri Umiana Soleha Tri Umiana Soleha Triyandi, Ramadhan Veny Anisya Victoria Hawarima Virginia, Nur Ayu W Bahagia Wawan Abdullah Setiawan Wayan Ferly Aryana Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wisnugroho, Cahyo Wulan, Anggraini Janar Yana Ayu, Dwi Yandri Yanwirasti Yuningrum, Hesti Zulia Yasminanindita Fahmi Zulkifli