p-Index From 2021 - 2026
14.675
P-Index
This Author published in this journals
All Journal USU LAW JOURNAL TRANSPARENCY Spektrum Hukum Jurnal Ilmiah Hukum dan Dinamika Masyarakat Jurnal Dinamika Hukum USU Journal of Legal Studies Abdimas Talenta : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Civil Engineering Journal Jurnal Ius Constituendum JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Unes Law Review Ilmu Hukum Prima JHR (Jurnal Hukum Replik) ARBITER: Jurnal Ilmiah Magister Hukum LEGAL BRIEF Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum NOMOI Law Review Jurnal Al-Hikmah Jurnal Hukum Lex Generalis JURNAL RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana Visi Sosial Humaniora JIAL (Journal of Indonesian Adat Law) Buletin Konstitusi Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Jurnal Ekonomi Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research, and Technology (IJSET) Fiat Iustitia: Jurnal Hukum International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Locus Journal of Academic Literature Review Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) Jurnal Prointegrita Fiat Iustitia : Jurnal Hukum Jurnal Pencerah Bangsa Journal of Law and Nation SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum International Conference on Health Science, Green Economics, Educational Review and Technology (IHERT) QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Research Horizon Recht Studiosum Law Review AL-SULTHANIYAH Riwayat: Educational Journal of History and Humanities JURNAL RETENTUM Jurnal Sains Student Research Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Journal of Law & Policy Review Jurnal Media Akademik (JMA) Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Jurnal As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga INSPIRING LAW JOURNAL Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Jurnal Intelek Insan Cendikia Journal of International Islamic Law, Human Right and Public Policy Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences ULJLS
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Yuridis Perbuatan Wanprestasi atas Sengketa Pendaftaran Peralihan Hak atas Tanah dalam Jual Beli Tanah (Studi Putusan Nomor 27/PDT.G/2023/PN BJB) Rizka Putri Siregar; Hasim Purba; Rosnidar Sembiring
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 6 No 9 (2025): Tema Hukum Agraria dan Pertanahan
Publisher : CV Rewang Rencang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v6i9.2271

Abstract

The sale and purchase of land that has not been followed by the transfer of land ownership certificates creates legal risks such as weak ownership, the loss of the buyer’s rights over the land, and the absence of guaranteed legal certainty and protection. This research employs a normative juridical method with a descriptiveanalytical approach. The results of the study indicate that land sale and purchase agreements in Indonesia represent an agreement between the seller and the buyer that gives rise to rights and obligations to transfer ownership rights. The juridical analysis of the judge’s considerations in Decision No. 27/Pdt.G/2023/PN Bjb shows that the sale and purchase of land is considered valid as a civil agreement because the legal requirements of a contract under Article 1320 and Articles 1457-1458 of the Civil Code have been fulfilled, namely mutual consent, legal capacity of the parties, a specific object, and payment of the agreed price.
Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengawasan Pemerintahan sebagai Upaya Pencegahan Korupsi: Increasing Public Participation in Government Monitoring for Corruption Prevention Efforts Herlinda, Erna; Hasibuan, Puspa Melati; Sembiring, Rosnidar; Afrita, Afrita; Aflah, Aflah
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.9099

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan rendahnya pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat Kecamatan Medan Kota terkait pentingnya keterlibatan publik dalam pengawasan penyelenggaraan pemerintahan sebagai upaya pencegahan korupsi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai dasar hukum pengawasan, bentuk-bentuk pengawasan sosial yang dapat dilakukan, serta mekanisme pelaporan dugaan penyimpangan melalui kanal resmi pemerintah. Metode yang digunakan meliputi ceramah, penyampaian materi melalui presentasi, dan sesi tanya jawab interaktif yang memungkinkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan relevan dengan kondisi di lingkungan mereka. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai peran masyarakat dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi. Peserta juga menjadi lebih memahami prosedur pelaporan dan menunjukkan motivasi lebih tinggi untuk terlibat dalam pengawasan sosial di tingkat kelurahan dan kecamatan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbukti efektif dalam memperkuat literasi hukum masyarakat mengenai pencegahan korupsi serta mendorong partisipasi publik sebagai bagian dari upaya kontrol sosial dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
PERBUATAN MELAWAN HUKUM PEMERINTAH KOTA MEDAN DALAM PENETAPAN TANAH LAPANG MERDEKA MEDAN SEBAGAI CAGAR BUDAYA (STUDI PUTUSAN: : NOMOR 542/PDT/2021/PT.MDN) Zulkarnain, Noni; Kamello, Tan; Sembiring, Rosnidar
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3059

Abstract

Abstract: Cultural heritage is valuable for the nation because it can increase the sense of unity and awareness of national identity, therefore cultural heritage needs to be preserved and protected. This study will discuss three problems. This study uses a normative legal research method, with a legislative approach, legal concepts, cases, and comparative law. This research is prescriptive. The primary legal material used is Law Number 11 of 2010 concerning Cultural Heritage. Secondary legal materials are in the form of literature on cultural heritage and unlawful acts. The results of this study are the provisions of regulatory laws governing the criteria for cultural heritage status in the determination of Tanah Lapang Merdeka Medan as a cultural heritage according to Law Number 11 of 2010 concerning Cultural Heritage, Elements of unlawful acts imposed on the Medan city government in determining Tanah Lapang Merdeka Medan as a cultural heritage, Legal analysis of the considerations of the judge's decision in decision Number 542 / Pdt / 2021 / PT.Mdn with the values of justice, benefit and legal certainty. Keywords: Determination, Cultural Heritage, Act Against The Law Abstrak: Cagar budaya merupakan hal berharga bagi bangsa karena dapat meningkatkan rasa kesatuan dan kesadaran jati diri bangsa maka dari itu cagar budaya perlu dilestarikan dan dilindungi. Penelitian ini akan membahas tiga permasalahan Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan, konsep hukum, kasus, dan perbandingan hukum. Penelitian ini bersifat preskriptif. Bahan hukum primer yang digunakan yakni Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya. Bahan hukum sekunder berupa literatur mengenai cagar budaya dan perbuatan melawan hukum. Hasil penelitian ini adalah Ketentuan hukum regulasi yang mengatur mengenai kriteria status cagar budaya pada penetapan Tanah Lapang Merdeka Medan sebagai cagar budaya menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya, Unsur-unsur perbuatan melawan hukum yang dikenakan kepada pemerintah kota medan dalam penetapan Tanah Lapang Merdeka Medan sebagai cagar budaya, Analisis hukum pada pertimbangan putusan hakim pada putusan Nomor 542/Pdt/2021/PT.Mdn dengan nilai-nilai keadilan, kemanfaatn dan kepastian hukum. Kata kunci: Penetapan, Cagar Budaya , Perbuatan Melawan Hukum (PMH)  
The Impact of Partnership Agreements Between Notaries Andservice Bureau Companies as a Strategy for Acquiring Clients Karlini, Karlini; Suprayitno, Suprayitno; Sembiring, Rosnidar; Harianto, Dedi
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 4 No 8 (2025): November
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v4i8.782

Abstract

This study examines the growing trend of notaries partnering with service bureau companies as a marketing strategy to expand client reach, a practice that raises significant legal and ethical concerns. Using a normative juridical method with a prescriptive approach, supported by statutory and conceptual analysis as well as library and field research, the study evaluates the validity of a partnership agreement between Notary X and PT Y, its impact on the notary’s professional obligations, and the notary’s legal responsibility for deeds produced through such intermediaries. The findings show that the partnership agreement is legally invalid because it violates Article 1320 of the Civil Code, Article 16(1) of the UUJN, and Article 4(4) of the Notary Code of Ethics. The collaboration results in ethical violations, abuse of authority, degradation of authentic deeds into private documents, and legal liability for the notary based on fault under Article 1365 of the Civil Code.
PERALIHAN HAK ATAS TANAH TERHADAP OBJEK TANAH YANG TERIKAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA YANG DILAKUKAN DENGAN ITIKAD TIDAK BAIK(Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Bangli Nomor 31/PDT.G/2021) Muhammad arief muhtadin Purba; Hasim Purba; Rosnidar Sembiring; Suprayitno Suprayitno
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 2 (2026): Februari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanggung jawab hukum notaris terhadap akta perjanjian sewa menyewa tanah yang dilakukan dihadapannya atas dasar iktikad  tidak  baik.  Implikasi  hukum  atas  perjanjian  sewa  menyewa  yang dilakukan dengan iktikad tidak baik oleh penyewa terhadap objek sewa yang juga dilakukan jual beli  dengan itikad baik pada putusan Pengadilan Negeri Bangli Nomor 31/Pdt.G/2021/PN BLI. Jenis penelitian yang digunakan yuridis normatif,  penelitian deskriptif analitis. Sumber data dalam penelitian yaitu data sekunder. Pengumpulan data dengan  cara  penelitian  kepustakaan,  alat  pengumpul  data  studi  dokumen. Analisis data menggunakan metode kualitatif. Kedudukan penyewa terhadap objek sewa yang dialihkan kepada pihak lain. Selama itu hak penyewa dimaksud tidak hilang sekalipun objek dialihkan kepada pihak ketiga, kecuali terjadinya pelepasan atau pembatalan perjanjian karena suatu sebab. Hukum perdata dikenal suatu kaedah yang diatur dalam Pasal 1576 KUHPerdata, yaitu Jual beli tidak memutuskan sewa menyewa. Pasal ini memberikan  kedudukan  yang  kuat  bagi  penyewa  dalam  memanfaatkan  objek sewa.  Tanggung jawab hukum notaris terhadap akta perjanjian sewa menyewa tanah  yang  dilakukan  dihadapannya  atas  dasar  iktikad  tidak  baik.  Sebagai pejabat publik yang memiliki kewenangan untuk membuat akta autentik, notaris memiliki tanggung jawab hukum terhadap isi dari akta tersebut. Jika notaris membuat akta tersebut meskipun mengetahui adanya iktikad tidak baik, maka notaris dapat terkena sanksi hukum. Sanksi hukum yang dapat diterapkan terhadap notaris  yang  membuat  akta  dengan  iktikad  tidak  baik  antara  lain  adalah pembatalan akta, tuntutan ganti rugi, dan sanksi disiplin. Implikasi hukum atas perjanjian  sewa  menyewa  yang  dilakukan  dengan  iktikad  tidak  baik  oleh penyewa terhadap objek sewa yang juga dilakukan jual beli dengan itikad baik pada putusan Pengadilan Negeri Bangli Nomor 31/Pdt.G/2021/PN BLI. Jika penyewa melakukan  perjanjian sewa menyewa  dengan  iktikad tidak  baik  dan kemudian melakukan tindakan yang merugikan pemilik objek sewa, maka pemilik objek  sewa  dapat  mengajukan  gugatan  terhadap  penyewa  atas  pelanggaran kontrak..
Tinjauan Hukum Tentang Gugatan Sederhana Dalam Proses Penyelesaian Perkara Wanprestasi Atas Perjanjian Arisan Online Pada Putusan Nomor 1/Pdt.G.S/2021/PN Trt Juang, Nurhadi Ahmad; Sembiring, Rosnidar; Barus, Utary Maharany
Recht Studiosum Law Review Vol. 2 No. 1 (2023): Volume 2 Nomor 1 (Mei-2023)
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/rslr.v2i1.11435

Abstract

Gugatan sederhana yang dilegitimasi sejak berlakunya Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sedehana beserta perubahannya yang diatur di dalam Perma Nomor 4 Tahun 2019, adalah proses penyelesaian perkara wanprestasi dan perbuatan melawan hukum dengan nilai gugat materiil maksimal Rp500.000.000 yang diselesaikan dengan mekanisme persidangan dan pembuktian yang sederhana dalam jangka waktu maksimal 25 hari kerja sejak hari sidang pertama. Sistem yang tergolong baru dikenal dan diberlakukan ini masih menuai beberapa komentar seperti halnya terkait bentuk peraturan, kurangnya penjelasan, hingga tidak adanya pengaturan yang tegas tentunya dapat menjadi celah hukum. Salah satu perkara yang diadili dengan proses gugatan sederhana adalah wanprestasi atas perjanjian arisan online pada Putusan Nomor 1/Pdt.G.S/2021/PN Trt. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana proses penyelesaian perkara wanprestasi melalui gugatan sederhana, kesesuaian putusan dengan hukum acara gugatan sederhana, serta bagaimana akibat hukum putusan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Didukung dengan alat dan teknik pengumpul data berupa wawancara informan yaitu Hakim dan Panitera Pengadilan Negeri Medan guna memperkuat data penelitian. Penelitian ini berkesimpulan tidak semua perkara perdata dapat diselesaikan melalui gugatan sederhana, melainkan hanya perkara yang termasuk ruang lingkup gugatan sederhana sebagaimana diatur salam Pasal 3 dan 4 Perma Gugatan Sederhana yang didasarkan pada pemeriksaan pendahuluan. Adapun proses penyelesaian perkara gugatan sederhana pada Putusan Nomor 1/Pdt.G.S/2021/PN Trt dinilai telah sesuai dengan hukum acara gugatan sederhana dan putusan tersebut menimbulkan akibat hukum yaitu Tergugat selaku owner arisan wajib untuk memenuhi prestasinya berupa pembayaran uang arisan online.
URGENSI LARANGAN PERKAWINAN SATU MARGA PADA MASYARAKAT DESA SIGAMA UJUNG GADING KECAMATAN PADANG BOLAK KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA Harahap, Darwis; Kaban, Maria; Sembiring, Rosnidar
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5857

Abstract

Abstract: Sigama Village, Ujung Gading, still applies severe customary sanctions to those who practice same-marriage marriages, even though the marriage is legally valid and not prohibited. Sanctions such as large fines, social exclusion, revocation of inheritance rights, and prohibitions on participating in customary activities are still enforced because the community believes that same-marriage marriages bring shame, disaster, and disrupt kinship order. This situation creates tension between custom and positive law, while also showing the difference between general Batak customary rules and specific customary practices in the village. Therefore, this issue is important to study to see the extent to which these customary prohibitions and sanctions are still relevant in today's community life. Using a normative juridical method that examines documents related to the research problem. The results of the study show that the Batak Angkola customary marriage in Paluta still prohibits same-marriage marriages because they are considered to violate customary order, even though state law does not prohibit it. As a result, tension arises between custom and positive law, especially regarding social status and inheritance rights. Perpetrators of same-marriage marriages often receive customary sanctions such as fines and ostracism. This situation demonstrates that society is still striving to maintain traditions amidst modern social change. Keywords: marriage, customary law, legal consequences Abstrak: Desa Sigama Ujung Gading masih menerapkan sanksi adat yang berat terhadap pelaku perkawinan semarga, meskipun secara hukum negara perkawinan tersebut sah dan tidak dilarang. Sanksi seperti denda besar, pengucilan sosial, pencabutan hak waris, hingga larangan mengikuti kegiatan adat tetap diberlakukan karena masyarakat meyakini bahwa perkawinan semarga membawa aib, musibah, dan mengganggu tatanan kekerabatan. Situasi ini menimbulkan ketegangan antara adat dan hukum positif, sekaligus menunjukkan adanya perbedaan antara aturan adat Batak secara umum dengan praktik adat khusus di desa tersebut. Oleh karena itu, persoalan ini penting dikaji untuk melihat sejauh mana larangan dan sanksi adat tersebut masih relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Dengan metode yuridis normatif yang mana meneaalha dokumen-dokuman yang berkaitan dengan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perkawinan adat Batak Angkola di Paluta tetap melarang perkawinan semarga karena dianggap melanggar tatanan adat, meskipun hukum negara tidak melarangnya. Akibatnya muncul ketegangan antara adat dan hukum positif, terutama terkait status sosial dan hak waris. Pelaku perkawinan semarga sering menerima sanksi adat seperti denda dan pengucilan. Situasi ini menunjukkan bahwa masyarakat masih berusaha mempertahankan tradisi di tengah perubahan sosial modern. Kata kunci perkawinan, hukum adat. Akibat hukum
SENGKETA KEPEMILIKAN TANAH ANTARA PT. KERETA API INDONESIA (KAI) DENGAN MASYARAKAT YANG MENGUASAI LAHAN FISIK: STUDI PENGADILAN NEGERI MEDAN NOMOR 300/Pdt/G/2017/PN.MDN Rahma Dewi, Novia; Purba, Hasim; Sembiring, Rosnidar
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v5i3.4476

Abstract

Every land dispute requires resolution, either through litigation or non-litigation. Non- litigation dispute resolution is also known as an alternative, out-of-court solution that provides legal certainty in a cost-effective, efficient, and faster manner that benefits both parties. This study discusses How to Resolve Land Disputes Owned by PT Kereta Api Indonesia Seized by the Community in a Civil Law Perspective? What are the Pros and Cons of Communities in Land Disputes with PT KAI? How is the Analysis of the Judge's Legal Considerations on the Settlement of Land Disputes Between PT.KAI and the Community (Study of Medan District Court Decision Number 300 / Pdt / G / 201/ PN.Mdn. The research method used in this study uses normative legal research. The results of this study The settlement of land disputes between PT.KAI and the community can be done first with mediation efforts before the court realm, the Government as the main regulator in railway transportation needs to facilitate dialogue between the railway (operator, management) and the community. This can be in the form of discussion forums, mediation, or even face-to-face meetings. Community Involvement: Educating the community about train operational procedures. The community also needs to be given an understanding of their responsibilities as users of train services, for example about the importance of following safety and discipline rules when at the station or on the train. Independent Supervision: The community can invited to participate in monitoring public facilities such as railway lines to reduce undesirable incidents.
Analisis Yuridis Pembatalan Akta Wasiat Yang Melanggar Legitieme Portie Dalam Harta Bersama (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 2748 K/Pdt/2022) Harahap, Ella Novita Indah; Purba, Hasim; Sembiring, Rosnidar
UNES Law Review Vol. 8 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/8yk3vq07

Abstract

Pembatalan akta wasiat yang melanggar legitieme portie dalam harta bersama perkawinan merupakan permasalahan kompleks dalam hukum waris Indonesia. Penelitian ini menganalisis pengaturan legitieme portie menurut KUHPerdata, akibat hukum pembatalan wasiat, dan pertimbangan Hakim dalam Putusan MA Nomor 2748 K/Pdt/2022 menggunakan metode yuridis normatif. Hasil menunjukkan legitieme portie berdasarkan Pasal 913 jo. 914 KUHPerdata dihitung setelah harta bersama dipisahkan sesuai UU Perkawinan. Pembatalan wasiat mengakibatkan ketidaksahan pada bagian yang melanggar hak ahli waris legitimaris sesuai Pasal 903 jo. 966 KUHPerdata. Putusan MA menegaskan perlindungan hak istri atas setengah harta bersama dan pentingnya kehati-hatian notaris dalam pembuatan akta wasiat.
Co-Authors -, Tommy -, Tony Abd Haris Nasution Abd. Rahim Lubis Abdul Haris Adiasih, Ning Aditia, Rozy Kurniady Aflah, Aflah Afnila Afnila Afnila Afrita, Afrita Agus Armaini RY Agus Yudha Hernoko Ahmad Zailani Ahmadi Hasan Aktif Apriantoro Siregar Al Amruzi, HM Fahmi Alberto Sitanggang Alfi Syahrin Alvi Syahrin Andi Suriyaman Mustari Pide APHA, Journal Manager Aprilyana Sembiring, Idha Ardianto, Yosia Ardilia, Novi Rizki Ardina Khoirunnisa Arivai Nazaruddin Sembiring Ariza, Mega Arnektus Simbolon Arsyad Subhan Purba Azwar, Tengku Keizerina Devi Azzahra, Sheika Azzumar Azza Akbar Balqis Davya Guci, Samira Bartholomeus Diaz Sianipar Batubara, Gahfi Saelandra Bosna Trimanta Brigitta Silitonga BUDIMAN GINTING Carin Felina Chairul Bariah Cindy Haryadmo, Veronika Cristina Natalia Tarigan Damanik, Sari Maisyarah Dedi Harianto Desi Robiatul Adawiyah Siregar Dhiyaul Habib Ifham Dini novelita rosyanti Doddy Safnul Dominikus Rato Dt. Ananda Farkhie Dumaria Evi Mawartiku Palamarta Br. Gultom Dumaria Evi Mawartiku Palamarta Br. Gultom Dyssa Novita Edi ikhsan Edy Ikhsan Edy Ikhsan Elphan Kumbara Embun Sari Embun Sari Emy Handayani Erizon Khairunsyah Eva Syahfitri Nasution, Eva Syahfitri Faisal Akbar Nasution Faizun Kim Azhar Febrianto Lubis, Yudhi Fendi Fendi Fery Rafly Firman Simarmata Fitri Nadiyah Razma Guslihan Dasa Cipta Matondang Gusti Muzainah Hady Hidayat Tambunan Hammar, Robert K.R Hanna Pricilia Tarigan Harahap, Darwis Harahap, Ella Novita Indah Harialdi Dharmawan Syahputra Hartina Hartina Hasballah Thaib Hashim Purba Hasim Purba Hasim Purba Hasim Purba Hasim Purba HASIM PURBA Hasim Purba Hasim Purba Hasyim Purba Helen, Helen Henny Putri Raya Bernice Marpaung Herlinda, Erna Hutabarat, Nidea Novresia Hutauruk, Loren Rumia Idha Apriliyana Idha Apriliyana Idha Aprilyana Sembiring Iqbal Mursalin Ismarandy Ismarandy Ivan Damarwulan Ivana Novrinda Rambe Jelly Leviza Jonni Silitonga Juang, Nurhadi Ahmad Juda Deo Silitonga Juergen K. Marusaha. P. Panjaitan Kaban, Maria Kanishka Bhuller Karina Lukman Hakim Karlini, Karlini Keizerina Devi Azwar Kunthi Tridewiyanti Laila Fairuz Matondang, Nindi Lia Nur Aini Lisa Andriati, Syarifah Lubis, Carissa Vialyta M Hamdan M Maria M. Aulia Zikry Lubis M. Yamin - M. Yamin Lubis Madiasa Ablisar Maharani Mahmud Mulyadi MAHMUL SIREGAR Mahmul Siregar Maralutan Siregar Maria Maria Kaban Maria Kaban Maria Kaban Maria Maria Maria Maria Marissa Gabriela Hutabarat Marlina Marthin, Marthin Maulidin Afdhal Melda Notaria Mhd. Subhi Solih Hasibuan Mifa Al Fahmi Mirza Nasution Muhammad arief muhtadin Purba Muhammad Azhali Siregar Muhammad Ekaputra Muhammad Fajar Tanjung Muhammad Radhi Aulia Muhammad Yamin Muhammad Yamin Muhammad Yamin Muhammad Yamin Lubis Muhammad Yamin Lubis, Muhammad Yamin Muhayminah Muhayminah Muhsin Aseri, Muhsin Munthe, Arfansyah Nam Rumkel Nasution, Siti Nurahmi Natasha Karina Sianturi NATASHA Siregar Nidea Novresia Hutabarat Noval Pra Ashari Novalia Arnita Simamora Nur Aida, Nur Nurwijayanti Ok Saidin OK. Saidin Panca Rahmad Siburian Panggabean, Mora H Ramadhan Pawana, Sekhar Chandra Posma Otto Martua Manalu Purba, Asrot Purba, M. Hadyan Yunhas Purwoko, Agus Puspa Melati Hasibuan Putri Ramadhona Rambe Putri Sitanggang Rabiatul Syariah Rahma Dewi, Novia Rahmadhani, Sylvia Ramadani Ramadani Ray Amantharo Saragih Rendhat Nainggolan Retno Amelia Rina Rina Rina Yulianti Rini Fidiyani Rissa Putri Bert Rizka Putri Siregar Rizki Ardilia, Novi Rizky Feb Riansyah Hasibuan Rizky Rumondang Robert Runtung Runtung Runtung Runtung Sitepu Ruth Dewi F. Sinambela Safrida Safrida Saidin Saidin Saidin saidin, saidin Salsabila, Unik Hanifah Samion Ginting Samsul Sembiring Sastra, Putri Azzahra Febriani Shirley Shirley Sianipar, Geofanny Guruh Hasintongan Sijabat, Joshua Narwastu Simamora, Agustin Adisaputra Simanjuntak, Agnes Vepy Sinaga, Fierda Sitanggang, Yolanda Br Sitepu, Rungtung Sitepu, Runtung Siti Eliza Solistis Dachi Sri Warjiyati St. Laksanto Utomo Stanley Alvin Suhaidi Suhaidi Suhaila Ritonga Sukarja, Detania Sulastriyono . Sulistyowati Irianto, Sulistyowati Sunarmi Sunarmi Sunarmi Suprapto Suprapto SUPRAYITNO Suprayitno - Suprayitno Suprayitno Suprayitno Suprayitno Suprayitno Suprayitno Suria Ningsih Suryani, Rafika Sutiarnoto Sutiarnoto Sutiarnoto Sutiarnoto Syaddan Dintara Lubis Syafira, Raisa Putri Syafruddin Kalo Syamsul Rizal Syarif Hidayatullah Pulungan Syarifah Lisa Andriati T. Keizerina Devi Azwar Takarub, Kukuh Derajat Tan Kamello Tan Kamello Tan Kamello Tan Kamello Tan Kamello Tarigan, Debby Tri Sebbiana Taris Pohan, Naufal Tommy Sambahar Matondang Tony Tony Tony Tony Tony Tri Rahmat Tripetra Yokhanan Tarigan Trohna, Dyona Rizky Utari Maharany Barus Utary Maharani Barus Utary Maharany Barus Wahidah Wahidah Wahyu Ibrahim Wahyudi, Ichsan Wayan P. Windia Widya Widya Wulansari, Chatarina Dewi Wury Yanti Sinaga Yefrizawati Yefrizawati Yefrizawati Yefrizawati Yefrizawati Yefrizawati Yordinand, Yordinand Yulia Resa Simorangkir Zai, Fransiskus Rahmad Zaidar Zaidar Zaidar Zaidar, Zaidar Zamakhsyari Bin Hasballah Thaib Zeti Nofita Sari Ziyad, Ziyad Zulkarnain, Noni