p-Index From 2021 - 2026
18.362
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Reconfigurable and Embedded Systems (IJRES) Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Indonesian Journal of Geography SAINS MEDIKA : JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jurnal Simetris Ulul Albab: Jurnal Studi Islam DE JURE LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Jurnal Perpustakaan Pertanian Teknik dan Ilmu Komputer Jurnal Teknologi OPSI Journal of Biomedicine and Translational Research Sosioinforma Pustakaloka: Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) JAWI : Journal of Southeast Asia Islamic Contemporary Issues PSYMPATHIC Jurnal Ilmiah Teknik Industri Jurnal Wilayah dan Lingkungan UNIVERSUM MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Jurnal Pendidikan Usia Dini Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Lanting EMPATI Jurnal Hutan dan Masyarakat Edukasi: Jurnal Pendidikan Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) Journal of Information Technology and Computer Science Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Molecular and Cellular Biomedical Sciences (MCBS) TRIHAYU: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an INTENSIF: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi SUSTINERE: Journal of Environment and Sustainability JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak ASKETIK: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Journal AL-MUDARRIS JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Jurnal Basicedu Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa SANGKEP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Journal of Humanities and Social Studies Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Jurnal Kesehatan MUWAZAH: Jurnal Kajian Gender Dialogia: Jurnal Studi Islam dan Sosial Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Habitus: Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Jurnal Perencanaan Pembangunan JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Jurnal Abdi Insani Jurnal HIDROPILAR Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains Jurnal Ilmiah Ar-Risalah: Media Ke-Islaman, Pendidikan, dan Hukum Islam Thufuli: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Indonesian Journal of Cultural and Community Development Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Economics and Digital Business Review Annual Conference on Islamic Early Childhood Education JURALIANSI (Jurnal Lingkup Anak Usia Dini) INSPIRASI (JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL) Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Tridharmadimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jayakarta Journal of Education Research Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan MACHINERY: Jurnal Teknologi Terapan JURNAL PERSPEKTIF ADMINISTRASI DAN BISNIS Publicio : Jurnal Ilmiah Politik, Kebijakan dan Sosial Jurnal Teknologi Sistem Informasi Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan Andalas International Journal of Socio-Humanities JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Pharmaceutical Sciences and Research (PSR) Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri Jurnal Basicedu Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Sciences of Pharmacy Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Room of Civil Society Development MDP Student Conference SATIN - Sains dan Teknologi Informasi Huma: Jurnal Sosiologi Jurna Beta Kimia Jurnal Ilmiah Arjouna Architecture and Environment Journal of Krisnadwipayana Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi JINNSA : Jurnal Interdisipliner Sosiologi Agama FENOMENA: Journal of Social Science @-Publik: Jurnal Administrasi Publik Journal Of Economic Sciences (Ekuisci) Indonesian Journal of Biomedicine and Clinical Sciences Jurnal Kefarmasian Indonesia Seminar Nasional Riset dan Teknologi (SEMNAS RISTEK) JURALIANSI (JURNAL LINGKUP ANAK USIA DINI) JURNAL PUSAKA: Media Kajian dan Pemikiran Islam Room of Civil Social Development Jurnal Forest Island Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) JKRL-Juli Journal of Nutrition and Public Health
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Utilisasi Jaringan Distributed Storage System Menggunakan Kombinasi Server dan Link Load Balancing Akbar, Hawwin Purnama; Basuki, Achmad; Setiawan, Eko
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 3: Juni 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021834294

Abstract

Distributed Storage System (DSS) memiliki sejumlah perangkat server penyimpanan yang terhubung dengan banyak perangkat switch untuk meningkatkan utilisasi jaringan. DSS harus memperhatikan keseimbangan beban pada sisi server penyimpanan dan trafik data pada semua jalur yang terhubung. Jika beban pada sisi server penyimpanan dan trafik data tidak seimbang, maka dapat menyebabkan bottleneck network yang menurunkan utilisasi jaringan. Kombinasi server dan link load balancing adalah solusi yang tepat untuk menyeimbangkan beban pada sisi server penyimpanan dan trafik data. Penelitian ini mengusulkan metode kombinasi algoritme least connection sebagai metode server-load balancing dan algoritme global first fit sebagai metode link load balancing. Algoritme global first fit merupakan salah satu dari algoritme load balancing hedera yang bertujuan untuk menyeimbangkan trafik data berukuran besar (10% dari bandwidth), sehingga terhindar dari permasalahan bottleneck network. Algoritme least connection merupakan salah satu algoritme server load balancing yang menggunakan jumlah total koneksi dari server untuk menentukan prioritas server. Hasil evaluasi kombinasi metode tersebut didapatkan peningkatan pada rata-rata throughput sebesar 77,9% dibanding hasil metode Equal Cost Multi Path (ECMP) dan Round robin (RR). Peningkatan pada rata-rata penggunaan bandwidth sebesar 65,2% dibanding hasil metode ECMP dan RR. Hasil Penggunaan CPU dan memory pada server di metode kombinasi ini juga terjadi penurunan beban CPU sebesar 34,29% dan penurunan beban penggunaan memory sebesar 9,8% dibanding metode ECMP dan RR. Dari hasil evaluasi, penerapan metode kombinasi metode server dan link load balancing berhasil meningkatkan utilisasi jaringan dan juga mengurangi beban server. AbstractDistributed Storage System (DSS) has a number of storage server devices that are connected to multiple switch devices to increase network utilization. DSS must pay attention to the balance of the load on the storage server side and data traffic on all connected lines. If the load on the storage server side and data traffic is not balanced, it can cause a network bottleneck that reduces network utilization. The combination of server and link-load balancing is the right solution to balance the load on the server side of storage and data traffic. This study proposes a combination of the least connection algorithm as a server-load balancing method and the global first fit algorithm as a link-load balancing method. The global first fit algorithm is one of Hedera's load balancing algorithms which aims to balance large data traffic (10% of bandwidth), so as to avoid network bottleneck problems. Least connection algorithm is one of the server balancing algorithms that uses the total number of connections from the server to determine server priority. The results of the evaluation of the combination of these methods showed an increase in the average throughput of 77.9% compared to the results of the Equal Cost Multi Path (ECMP) and Round robin (RR) methods. The increase in the average bandwidth usage is 65.2% compared to the results of the ECMP and RR methods. The results of CPU and memory usage on the server in this combination method also decreased CPU load by 34.29% and a decrease in memory usage load by 9.8% compared to the ECMP and RR methods. From the evaluation results, the application of a combination of the server method and the link load balancing method has succeeded in increasing network utilization and also reducing server load.
Klasifikasi Tingkat Dehidrasi Berdasarkan Kondisi Urine, Denyut Jantung dan Laju Pernapasan Maulana, Rizal; Caesardi, Muhammad Rheza; Setiawan, Eko
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 2: April 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021824379

Abstract

Dehidrasi merupakan suatu kondisi ketika tubuh kekurangan cairan. Secara umum terdapat tiga tingkatan dehidrasi, yaitu dehidrasi ringan, sedang dan berat. Tingkatan dehidrasi berat sangat berbahaya bagi penderitanya, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Untuk mencegah terjadinya tingkatan dehidrasi yang berbahaya, maka diperlukan pendeteksian secara dini agar penderita dehidrasi segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Terdapat beberapa parameter yang dapat digunakan untuk mendeteksi dehidrasi, diantaranya warna dan kadar ammonia pada urine, denyut jantung dan laju pernapasan. Pada penelitian ini, dirancang sebuah sistem klasifikasi tingkatan dehidrasi berdasarkan empat parameter tersebut dengan menggunakan metode klasifikasi k-nearest neighbor.  Sistem yang dirancang mampu memberikan kemudahan untuk melakukan pemeriksaan secara mandiri dan mendapatkan hasil klasifikasi tingkat dehidrasi secara real-time. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 75 data yang didapatkan dari pasien diare yang menjalani perawatan di Rumah Sakit. Data tersebut sudah memiliki tingkatan dehidrasi berdasarkan diagnosis dari dokter. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, metode k-nearest neighbor memiliki tingkat akurasi terbaik pada penggunaan nilai k=5 dan k=7 dengan nilai akurasi sebesar 96%. Abstract Dehydration is a condition when the body lacks of fluids, caused by the amount of fluid released by the body is greater than the fluids that enters the body. Dehydration is divided into three levels, mild, moderate and severe. Severe dehydration is very dangerous and can even lead to death in patients. To prevent dangerous levels of dehydration, early detection is needed to provide fast and precise treatment to patients. There are several parameters that can be used to detect dehydration, such as color and ammonia levels in urine, heart rate and respiratory rate. This paper designed a system to classify dehydration levels based on these four parameters using k-nearest neighbor classification method. The system is designed to be easy to use independently and provides real-time classification results. There are 75 datasets used in this paper, obtained from diarrhea patients in a hospital in Malang. Each data already has a label in the form of dehydration level based on the doctor’s diagnosis. From the test result, k-nearest neighbor has the best classification accuracy at k=5 and k=7 with the accuracy of 96%.
Sistem Identifikasi Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Berdasarkan Suara Paru-Paru Menggunakan Jaringan Saraf Tiruan Berbasis Raspberry Pi Kusuma, Lindhu Parang; Prasetio, Barlian Henryranu; Setiawan, Eko
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 1: Februari 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2023106052

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit yang menyebabkan kematian peringkat ketiga terbesar di seluruh dunia, dimana terdapat sebanyak 3.23 juta kasus kematian pada tahun 2019. Sebanyak 80% dari kasus kematian akibat PPOK terjadi pada negara-negara dengan pendapatan rendah hingga sedang. PPOK biasannya ditandai dengan kesulitan bernapas dan batuk yang disertai dengan dahak. PPOK ini merupakan penyakit progresif yang tidak dapat disembuhkan dan akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Salah satu cara yang biasa digunakan oleh dokter untuk melakukan diagnosis kondisi paru-paru adalah menggunakan stetoskop. Cara ini biasa disebut dengan nama auskultasi. Teknik diagnosis menggunakan auskultasi ini memiliki kelemahan dimana hasil diagnosis bergantung pada kepekaan telinga dan jam terbang dari dokter yang melakukan diagnosis. Maka solusi yang diusulkan dari permasalahan ini adalah membuat sistem identifikasi PPOK untuk melakukan diagnosis sehingga PPOK dapat diketahui sejak dini dan dapat diberikan perawatan dini untuk menghambat memburuknya kondisi paru-paru. Sistem ini juga menggunakan sistem kecerdasan buatan sehingga proses diagnosis lebih cepat, tepat, dan konsisten sehingga tidak bergantung pada kepekaan telinga dan jam terbang dokter. Sistem ini bekerja dengan cara mendeteksi apakah suara paru-paru terindikasi PPOK atau Sehat. Keluaran dari sistem ini adalah visualisasi dari suara paru-paru yang ditangkap stetoskop dan hasil diagnosis dari kondisi paru-paru yang ditampilkan secara real-time. Berdasarkan pegujian yang telah dilakukan, tingkat akurasi yang didapatkan oleh sistem adalah sebesar 93.35% dengan waktu komputasi sebesar 3.116 s. AbstractAccording to the World Health Organization (WHO), Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is the third-largest disease that causes death worldwide, with 3.23 million deaths in 2019. As many as 80% of these deaths from COPD occur in low- and middle-income countries. COPD is usually characterized by difficulty breathing and coughing accompanied by phlegm. COPD is a progressive disease that cannot be cured and will get worse over time. One way that is commonly used by doctors to diagnose lung conditions is to use a stethoscope. This method is commonly referred to by the name of auscultation. This technique of diagnosis using auscultation has disadvantages where the results of the diagnosis depend on the sensitivity of the ear and the expertise of the doctor who did the diagnosis. So, the proposed solution to this problem is to create a COPD identification system to diagnose COPD so that COPD can be known early and can be given early treatment to inhibit worsening of lung conditions. The system also uses an artificial intelligence system so that the diagnosis process is faster, precise, and consistent so that it does not depend on the sensitivity of the ear and the doctor's expertise. This system works by detecting whether the sound of the lungs is COPD infected or healthy. The output of this system is a visualization of the sound of the lungs captured by the stethoscope and the diagnosis of the lung condition displayed in real-time. Based on the tests that have been done, the accuracy rate obtained by the system is 93.35% with a computational time of 3.116 s.
Analisis Performa Algoritma Machine Learning pada Perangkat Embedded ATmega328P Firdaus, Jeffry Atur; Budi, Agung Setia; Setiawan, Eko
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 2: April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.20236196

Abstract

Artificial intelligence (AI) merupakan sistem kompleks yang meniru kecerdasan manusia untuk melakukan tugas dan dapat mengembangkan kecerdasannya menggunakan informasi yang mereka kumpulkan. Machine learning yang merupakan bagian dari AI, sering ditemui pada perangkat embedded. Beberapa algoritma machine learning yang banyak dikembangkan pada perangkat embedded adalah K-Nearest Neighbor, Naive Bayes dan SEFR. Pada tahun 2019, evaluasi pasar embedded system mencapai $100 miliar dan akan diprediksi jumlahnya terus meningkat sebesar enam persen setiap tahunnya. Salah satu perangkat embedded open source yang sering ditemui di pasaran adalah Arduino Nano berbasis ATmega328P. Namun tidak seperti komputer, embedded system memiliki sumber daya yang terbatas. Dalam mengembangkan sistem pada perangkat embedded perlu diperhatikan faktor seperti waktu komputasi, daya yang diperlukan dan penggunaan memori. Penelitian ini mengkaji tiga algoritma tersebut untuk mencari algoritma yang paling sesuai di perangkat embedded. Penelitian ini menemukan bahwa dalam melakukan klasifikasi tiga dataset, algoritma K-Nearest Neighbor mendapatkan akurasi paling baik dan paling konsisten hingga 93.3% akurat. Penggunaan sumber daya SRAM paling sedikit didapatkan pada algoritma Naive Bayes dengan rata-rata 764 Bytes. Waktu komputasi paling cepat didapatkan oleh algoritma SEFR dengan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan klasifikasi dataset dalam waktu rata-rata 1.16 mili sekon dan konsumsi daya 0.1 mili joule. AbstractArtificial intelligence (AI) is a complex system that imitates human intelligence to perform tasks and can develop their intelligence using the information they collect. Machine learning, which is part of AI, is often encountered in embedded devices. Several machine learning algorithms that have been developed on embedded devices are K-Nearest Neighbor, Naive Bayes and SEFR. In 2019, the evaluation of the embedded systems market reached $100 billion and is predicted to continue to increase by six percent annually. One of the open source embedded devices that is often found in the market is the Arduino Nano based on the ATmega328P. However, unlike computers, embedded systems have limited resources. In developing systems on embedded devices, factors such as computing time, required power and memory usage must be considered. This study examines these three algorithms to find the most suitable for the embedded device. This study found that in classifying three datasets, the K-Nearest Neighbor algorithm got the best and most consistent accuracy up to 93.3% accurate. The least use of SRAM resources is found in the Naive Bayes algorithm with an average of 764 Bytes. The fastest computation time is obtained by the SEFR algorithm with the time required to classify the dataset in an average time of 1.16 milliseconds and a power consumption of 0.1 milli joules.
Sistem Identifikasi Kesehatan Pencernaan Berdasar Suara Usus Menggunakan Embedded System Fabiana, Ryzaldi Ananda; Prasetio, Barlian Henryranu; Setiawan, Eko; Chilmi, Syahrul; Widasari, Edita Rosana
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 2: April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.20236515

Abstract

Ileus adalah salah satu penyakit usus yang disebabkan oleh tersumbatnya lumen usus akibat berhentinya gerak peristaltik di dalam usus. Jika tidak ditangani dengan cepat, Ileus bisa menyebabkan usus berlubang. Namun, penderita Ileus seringkali tidak menyadari terjadinya penyakit ini di dalam tubuhnya, sehingga sebaiknya memeriksakan kesehatan pencernaan setiap hari sebagai pencegahan. Oleh karena itu, diperlukan stetoskop digital untuk memberikan jawaban dari hasil auskultasi. Penelitian ini menggunakan stetoskop yang dimodifikasi dengan soundcard yang terhubung dengan raspberry pi dan ditampilkan melalui aplikasi VNC Viewer. Sedangkan Convolutional Neural Network dengan model tensor flow digunakan sebagai metode klasifikasi dan MFCC teknik ekstraksi fiturnya. Sistem merekam dan mendeteksi kehadiran suara perut dengan auskultasi selama 10 detik, dan jika terdeteksi suara perut lebih dari 1 maka dapat disimpulkan pencernaan itu sehat, begitu juga sebaliknya. Dalam penelitian ini, uji klasifikasi untuk yang lain diberi label ‘NIHIL’ suara perut, dan hasil auskultasi adalah 5,85 detik untuk uji klasifikasi. Akurasi yang diperoleh untuk klasifikasi TERDETEKSI' adalah 90%, dan untuk ‘NIHIL’ adalah 100%. AbstractIleus is one intestinal disease caused by the blockage of the bowel lumen due to the cessation of peristalsis within the intestine. If not handled quickly, Ileus could lead to a perforated bowel. However, the sufferer of Ileus often does not realize the occurrence of this disease within his body, so it would be better to check up on the digestive health every day as a preventive. Therefore, a digital stethoscope is needed to provide answers from auscultation results. This study used a modified stethoscope with a soundcard connected to the raspberry pi and displayed through the VNC Viewer application. Meanwhile, Convolutional Neural Network with tensor follow model is used as the classification method and MFCC Technique as the feature extraction. The system records and detects the bowel noise with auscultation for 10 seconds, and if the bowel noise is detected more than1 time, it means normal condition or health, and vice versa. In this study, the classification test for another was labeled with ‘NIHIL,' and the auscultation result was 5.85 seconds for the classification test. The accuracy obtained for the classification of 'digestion-sound' is 90%, and for the 'no digestion sound' is 100%.
Implementasi Algoritma BFCC dan kNN pada Embedded System untuk Deteksi Dini Bronchitis Perkasa, Septiyo Budi; Prasetio, Barlian Henryranu; Setiawan, Eko; Widasari, Edita Rosana; Syauqy, Dahnial
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 3: Juni 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2023106571

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa sebanyak 600 juta orang di dunia menderita bronchitis. Bronchitis merupakan salah satu penyakit pernafasan yang dapat disebabkan oleh virus Respiratory Syncitial Virus (RSV) dan Rhinovirus. Gejala umum bronchitis adalah seseorang akan mengalami kesulitan bernafas dengan disertai batuk. Namun, tidak sedikit orang mengabaikan gejala umum ini sehingga berindikasi mengalami bronchitis tingkat berat ataupun berpotensi kematian. Oleh karena itu, dalam paper ini mengusulkan sistem deteksi dini bronchitis berdasarkan suara batuk berbasis embedded system. Ini merupakan terobosan baru pada dunia medis dengan desain alat kesehatan yang portabel. Sistem yang diusulkan menerapkan algoritma Bark Frequency Cepstral Coefficients (BFCC) dan ­K- ­Nearest Neighbor (kNN). BFCC merupakan algoritma yang digunakan untuk mengekstraksi fitur suara batuk dan menghasilkan nilai koefisien cepstral. Selanjutnya, nilai koefisien cepstral tersebut dihitung jarak Euclidean-nya untuk dapat diklasifikasikan menggunakan kNN. Algoritma BFCC dan kNN diimplementasikan pada perangkat Mini Komputer Raspberry Pi 3 Model B+ dengan mikrofon sebagai perangkat masukan suara dan perangkat LCD touchscreen 3.5 inchi untuk sebagai antarmuka yang menampilkan keluaran hasil deteksi. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata waktu komputasi sebesar 4,452 detik dan penggunaan CPU sebesar 26%, serta akurasi kNN sebesar 73% untuk perhitungan jarak Euclidean dengan nilai neighbour = 5. AbstractThe World Health Organization (WHO) states that as many as 600 million people in the world suffer from bronchitis. Bronchitis is a disease that can be caused by respiratory syncytial virus (RSV) and rhinovirus. Symptoms of common bronchitis a person will experience difficulty breathing accompanied by coughing. Unfortunately, many people underestimate this common symptom. Even though, it is indicating that they have severe bronchitis or possibly death. Therefore, this study proposes an early detection system for bronchitis based on cough e sounds based on an embedded system. This is a new breakthrough in the medical world with a portable medical device design. The proposed system applied the Bark Frequency Cepstral Coefficients (BFCC) and K-Nearest Neighbor (kNN) algorithms. BFCC is an algorithm that is used to extract cough sound features and produce cepstral coefficient values. Furthermore, the value of the cepstral coefficient will be calculated for the Euclidean distance to be classified using kNN. The implementation of the BFCC and kNN algorithms is carried out on a Raspberry Pi 3 Mini Computer Model B+ with a microphone as a voice input device and a 3.5-inch LCD touchscreen device to display the resulting output interface. The results obtained an average computation time of 4.452 seconds and CPU usage of 26%, and kNN accuracy of 73% from the calculation of the Euclidean distance with a neighbor value = 5.
Implementasi Algoritme Evolusioner NSGA-II pada Optimasi Daya Wireless Power Transfer Multi-Penerlima Akbar, Sabriansyah Rizqika; Setiawan, Eko; Setiabudi, Agung
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2022976780

Abstract

Wireless Power Transfer (WPT) merupakan teknologi yang dapat menghantarkan energi listrik tanpa kabel. Teknologi WPT terus dikembangkan untuk mencapai tujuan yaitu meningkatkan kemampuan sistem dalam memaksimalkan daya yang diserap pada beban di sisi penerima. Teknologi WPT saat ini banyak digunakan dan diterapkan untuk pengisian daya pada perangkat elektronik dengan memanfaatkan konsep koil induktif kopling. Induktif WPT memanfaatkan pasangan koil antara koil primer sebagai sumber, dan koil sekunder sebagai penerima. Salah satu tantangan desain sistem WPT adalah mendapatkan daya optimal dengan batasan-batasan rekayasa yang ada. Untuk mendapatkan daya optimal, diperlukan beberapa langkah sistematis dimulai dengan analisis sistem dan rangkaian, penentuan variabel state-space, dan model matematis. Parameter utama (sumber tegangan, kapasitansi, induktansi, dan mutual inductance) tercantum dalam model matematis untuk selanjutnya diformulasikan sebagaidaya pada multi-penerima sebagai multi objective-function. Proses optimasi dilakukan dengan mempertimbangkan batasan rekayasa nilai kapasitansi yang ada di pasaran dan limitasi nilai frekuensi yang dapat beroperasi pada rangkaian listrik. Algoritme evolusioner NSGA-II digunakan untuk menyelesaikan permasalahanmulti objective-function dan batasannya untuk memperoleh nilai parameter optimal. Selanjutnya, Perolehan nilai parameter optimal dibandingkan dengan hasil aplikasi simulator LTSPICE untuk melakukan validasi nilai daya pada penerima. Dalam proses optimasi dengan NSGA-II, jumlah generasi akan menentukan kecepatan proses optimasi. Untuk itu, evaluasi running-metric dilakukanagar dapat mengetahui jumlah generasi yang menunjukkan hasil konvergen pada nilai objective-function. Penelitian ini menunjukkan hasil implementasi NSGA-II dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan optimasi daya WPT multi penerima, dan mempertimbangkan jumlah generasi, untuk meningkatkan kecepatan dalam melakukan proses optimasi.AbstractWireless Power Transfer (WPT) can transmit electrical energy without wires. Research on WPT technology is mainly conducted to achieve maximum power absorbed at the load on the receiving side. The current WPT technology is widely used and applied to charging electronic devices using the concept of the inductive coil. Inductive WPT utilizes a pair of coils between the primary coil as a source and the secondary coil as a receiver. The design challenge of the WPT system is obtaining optimal power within existing engineering constraints. In order to obtain optimal power, systematic steps are needed. It starts with the system and circuit analysis, determining state-space variables, and mathematical models. The main parameters (voltage source, capacitance, inductance, and mutual inductance) are used in the mathematical model and further formulated as power in receivers as a multi-objective function. The optimization is conducted by considering engineering constraints on capacitance values on the market and limitations on frequency values that can operate in electrical circuits. The NSGA-II evolutionary algorithm is used to solve multi-objective-function problems and their constraints to obtain optimal parameter values. The obtained optimal parameter values are compared with the results of the LTSPICE simulator application to validate the power value of the receiver. In the optimization process with NSGA-II, the number of generations will determine the speed of the optimization process. For this reason, a running-metric evaluation was carried out to find the number of generations that show convergent results on the objective-function value. This study shows that the implementation of NSGA-II  can optimize power in multi-receiver WPT. The running metric analysis can analyze and obtain the number of generations that can get the optimal solution faster.
Sistem Object Tracking pada Quadcopter Menggunakan Segmentasi Citra dengan Deteksi Warna HSV dan Metode Regresi Linier Berbasis Raspberry Pi Erza, Fahmi; Fitriyah, Hurriyatul; Setiawan, Eko
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2022976808

Abstract

Saat ini, banyak aplikasi perangkat cerdas yang dikembangkan untuk melakukan tugas secara mandiri tanpa menerima perintah dari manusia. Oleh karena itu, mengembangkan sistem yang memungkinkan perangkat untuk melakukan tugas pengawasan seperti mendeteksi dan melacak objek bergerak akan memungkinkan tugas yang lebih canggih untuk diterapkan pada robot di masa depan. Teknologi Quadcopter sesungguhnya dapat memudahkan pekerjaan manusia dalam melakukan pengawasan dan pelacakan seperti pada kasus pelacakan lansia atau ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) secara otomatis agar kerabat dapat melakukan pengawasan dengan menggunakan drone. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk membuat sebuah sistem pada drone atau quadcopter agar dapat mendeteksi objek dan mengikutinya. Pada implementasinya, orang yang berkebutuhan khusus dan membutuhkan pengawasan akan mengenakan atribut berupa topi dengan warna solid. Warna topi tersebut akan dijadikan acuan untuk threshold segmentasi warna untuk mendeteksi objek topi tersebut dengan pemrosesan citra digital. Pergerakan drone ditentukan oleh prediksi jarak, sudut, dan ketinggian objek berdasarkan regresi linier yang dihasilkan dari 123 data latih. Hasil deteksi sistem juga cukup sesuai dengan pergerakan drone ketika diuji dengan 27 data. Akurasi dari prediksi gerak pitch adalah 84%, prediksi gerak yaw adalah 94%, dan prediksi gerak up/down adalah 91,5%. Adapun waktu komputasinya adalah 0.175829662 detik per frame. Abstract Nowadays, many intelligent device applications are developed to perform tasks independently without receiving commands from humans. Therefore, developing systems that allow devices to perform surveillance tasks such as detecting and tracking moving objects will allow more sophisticated tasks to be applied to robots in the future. Quadcopter technology can actually facilitate human work in monitoring and tracking, such as in the case of tracking the elderly or children with special needs automatically so that relatives can carry out surveillance using drones. So this research was planned to create a system on a drone so it can detect objects and follow them. In its implementation, people with special needs and need supervision will wear an attribute in the form of a hat with a solid color. The color of the hat will be used as references for the color segmentation threshold to detect the hat object with digital image processing. The movement of the drone is determined by the prediction of the distance, angle, and height of the object based on linear regression generated from 123 training data. The system detection results are also quite in accordance with the movement of the drone when tested with 27 data. The accuracy of pitch motion prediction is 84%, yaw motion prediction is 94%, and up/down motion prediction is 91.5%. The computation time is 0.175829662 seconds per frame.
ESTETIKA FOTOGRAFI VINTAGE COLOR STYLE PADA KARYA NIGHTSCAPE PROJECT Prameswari, Nadia Sigi; Gunadi, Gunadi; Setiawan, Eko
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v14i2.4083

Abstract

The purpose of this study is to identify how Cimahi batik is a form of cultural identity. So that the younger generation, especially the people of Cimahi City, can know and appreciate the form of cultural heritage in the form of one of the city's identities. The research method used is a qualitative method by analyzing the data found. This study uses a literature/library study approach in which the data comes from various literatures, both in print and electronic media related to cultural identity in the form of urban batik in the view of anthropology. This is motivated by the swift currents of globalization which can cause cultural shifts. Even the cultural identity of an area can be lost if it is not preserved. So this research is expected to increase the sense of respect and pride in the existing cultural identity.
Perlindungan Hukum Terhadap Satwa Burung Di Taman Nasional Alas Purwo SETIAWAN, EKO
Jurnal Forest Island Vol 2 No 1 (2024): Journal Forest Island, Januari 2024
Publisher : Prodi Kehutanan Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/foris.v2i1.82

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalis permasalahan pencurian satwa, padahal sudah ada payung hukum yang mengamanatkan akan pentingnya perlindungan keanekaragaman satwa di Taman Nasional Alas Purwo sebagai warisan dunia. Undang-Undang tersebut belum diimplementasikan secara maksimal, dibuktikan masih maraknya kegiatan perburuan satwa burung. Jenis penelitian deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus. Instrumen dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Analisa data menggunakan model interaktif yang terdiri atas empat komponen proses analisis, melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perlindungan hukum terhadap satwa burung dalam hukum positif adalah perlindungan yang diberikan dalam aturan perundang-undangan, supaya tidak terjadi kepunahan satwa endemik
Co-Authors Abda Abda Abdi, Fiqi Nur Abdul Aziz, Muhammad Rafi Abdul Rahem, Abdul Abdullah Idi Abdussalam, Ghifarie Sa'id Achmad Basuki Actaviana, Dira Ayu adani, M. Syakhisk N. Ade Fitriani, Wahyu Adrianto, Dian Afiqoh Akmalia Fahmi Afriyandi, Adfin Agung Putra Agung Setia Budi, Agung Setia Agung Setiabudi, Agung Aguslina Kirtishanti Ahmad Izzuddin Ahmad Juanda Ahmad Subhan Yazid Ainasalsabila, Main Alfi Ainur, Maulidina Aji, Hamdan Malik Satriyo AJI, IBRAHIM Akbar, Hawwin Purnama Akbar, Sultan Raihan Alif Abiyyu Akhmad Farid Al Mukafi, Muhammad Hamdan Alfa Yohannis Alhammami Akmaludin, Indi Aunika Alvika Meta Sari amiruddin, muhammad dzaky Amirul Ulum, Amirul An-Nisa Apriani Andavania, Sheila Jessica Andreas Kurniadi S Angga Angga Anggraini, Dia Anika, Raihan Sultan Anita Dahliana Anjulita, Ratna Annisa Anshori, Thoriq Al Apri Arisandi Aqila, Rizki Akbar Ardiyansyah, Arief Ari Kusuma Sulyandari Ariana Ariana Arif, Akbarudin Arinda Soraya Putri Ariyanto, Fajar Lukman Tri Arthamonova, Iko Asari, Firlana Asti Ratnasari, Asti Aswin Fitriansyah, Aswin Ath Thariq, Daffa Naufal Ati, Sri Umi Ayami, Zaenita Sayidatil Az’zah, Annis Azharudin, Afifah Roihana Aziz, Mohd-Hafiz Abdu Azmi, Rafif Bahroin Budiya Barlian Henryranu Prasetio Batubara, Othman Mirizi Bekti Nugrahadi Bobby Presley, Bobby Brata, Cecilia Caesardi, Muhammad Rheza Cahyani, Fariza Ika Chodidjah Chodidjah Christanti, Jene Vida Ciptaningtyas, Agprasari Costa, Menino Osbert Dahnial Syauqi, Dahnial Dahnial Syauqy Danang Ali Dazki, Erick Denawati, Denawati Denny Denmar DEWI RAHMAWATI Dewi, Rosma Dhanny Akbar, Mohammad Dian Kusuma Wardhani Dian Novita Djawaria, Dewi Paskalia Andi Driana Leniwati Dwijayanti, Sharly Dzakiyullah, Nur Rachman Edita Rosana Widasari, Edita Rosana Efendi, Riski Effendi, Yanti Effendy, M. Ibnu Ma’ruf Eka Mulyo H Ervin Nurhayati, Ervin Erza, Fahmi Fabiana, Ryzaldi Ananda Fadhila, Aisyah Nurul Fadhillah, Anggrila Sekar Fadilah Ritonga, sakinatul Fadli, Khafidzun Fahreza, Rakha Faizah, Zulfa Hanifil Fajar Whedi Andista, Fajar Whedi Fathur, Riza Aswarna Fathurrahman, Farhan Fauzan Al-Rafi, Muhammad Fauzy, Reza Nur Fawandi Fuad Alkindi Febrianto, Gangga Fikriya Novita Sari Firdaus, Jeffry Atur Firdaus, Muhammad Zuhuuron Firmansyah, Dheni Fita Mustafida Fuad Muchlis Fumio Fukuda G. Gunawan Gembong Edhi Setyawan Ghifary, Naufal Mohamad Glenny Chudra Gunadi Gunadi Hafidh Munawir Hafidz, Hendra Hafifah, Sriyati Hakim, Dian Mohammad Halim, Steven V. Halim, Steven Victoria Hamidi, Mochamad Afief Handoko Handoko Hari Prasetyo Harita, Adiwignya Nugraha Widi Harnadi, Alfianta Harvina Dwi Apriliana Hendra Hadiwijaya Hendradi, Wahyu Hikam, Anas Ulil Himawan, Aldi Hurriyatul Fitriyah, Hurriyatul Husna, Mazidatul Ibrahim, Sugeng Ichsani Trisna, Ilham Ifnu R, Annisa H ihsanudin, nur muhammad Ika Ratih Sulistiani Ilman Nadhir, Muhammad Ilmi Usrotin Choiriyah Imam Suyuti Indra, Azalia Mawarindani Intra Swadaya Hidayat Irawati, Lyna Ismi Lufina Istiqomah, Reza Amelia J.C. Heldiansyah Jailani, Moh. Jannah, Lia Miftakhul Jaro'ah, Siti Kanza, Faiha Putri Karinda, Itsna Laudzy Kembar Duanti, Regina Keppi Sukesi Kh, Humaidi Kliwon Hidayat Krisnanta, I Komang Agus Bayu Krisnawan, Alfian Hendra Kristina Eni Trisnowati Kumala, Stefany Marcellia Kumalasari, Nunik Dewi Kuniyuki Saitoh Kurniawan, M Agil Kusuma, Lindhu Parang Lailla, Putri Rohmatu Larasati, Oktafiani Lasi . Latifah, Nana Nafiri Leksono, Naomy Artanti Icha Lisa Aditama, Lisa Lufta, Navthan Lukas, Dwi Lily M.Th. S. R. Retnaningdyastuti, M.Th. S. R. Mahendra, Vito Makkulawu, Andi Mardiana Mardiana Mardianto Mardianto Marpaung, Ferdy Royland Martin, Adryan Rizky Marzuki . Mashuri, Ramis Masruri, Muhammad Rifqi Radifan Maulana, Septi Rahayu Maulidiyah, Rina MIFTAKHUL JANNAH Mila Faila Sufa Mochammad Facta Mochammad Hannats Hanafi Ichsan Monique Elizabeth Sukamto Mu’asyaroh, As’idatin Mubarak, Fadhil Much Djunaidi Mufid, Faikar Mufidah, Isma Muhammad Ridho Mukaromah, Sofiatul Munajat Tri Nugroho Munziri, Chandra Purwadi Musafik, Mu'in Mustofa, Aida Nadia Sigi Prameswari Nafsi, Tazkiyatun Nani Parfati, Nani Naohiro Kubota Nasher, Hisyam Nasiro, Siti Nasution, Luthfi Aulia Natasya, Priscilia Amanda Nia, Reza Anggita Niken, Andita Ning Ati Musthofiyah, Ning Ati Ningsih, Linda Fidya Nizar Hafidl, Muhammad Arma Nobuo Sugiyama Nugraha, Irvan Rizki Nur A., Tasya Nur Ita Nur, Hanifah Nurjihananingrum, Lutfi Indah Nurkholella, Putri Nurlany, Wa Ode Nurliana Cipta Apsari Nurul Amalia Nurul Fadilah, Nurul Nurul Hidayah Octafelia, Yustina Octafian, D Tri Oktifia, Aminatul Rizqa Padmi Dyah Yulianti, Padmi Dyah Pasujati, Vinsensius Widi Ambar Paturrahman, Arif Perkasa, Septiyo Budi Prabaswara, Naufal Qobus Pramana, Gufron Adhi Pratama, Bayuaji Wahyu Pratama, Jeffry Refananto Pratama, Yuda Aditiya Primananda , Rakhmadhany Primulyanto, Brevmana Anugrah Priyadi, Rahmat Pudjibudojo, Jatie Kusmiati Kusna Pujiati, Ayu Pujiyanti, Devi Putri, Evitania Salmadita Putri, Febi Novita Putri, Ida Ayu Elsa Ratu Satwika Putri, Mufida Awalia Putri, Rekyan Putri, Virginia Johanes Rahayu, Tuntun Rahmadini, Azilah Rahmah, Uliya Rahman, Dian Arif Rahman, Edy Rahmati, Arinal Rahmawati, Rahmawati Rajab, Muhammad Ahsan Ramadanti, Friska Yanuar Ramadhan, Wafdannur Ramadhani, Aisyah Razanah, Afina Regasari Mardi Putri, Rekyan Rekyan Regasari Mardi Putri, Rekyan Regasari Mardi Rezki, Nur Richardus Eko Indrajit Riedha, Ali Rika Yulia Rio Yulius Riyanto, Yuviero Benvicko Rizal Ma'arif, Muhammad Rizal Maulana, Rizal Roberts, Jason Rochmadi, Tri Roedhy Poerwanto Rohmah, Ngestin Nur RR. Ella Evrita Hestiandari S Kurniawan, Endro Sabriansyah Rizqika Akbar Safitri, Desta Nuzul Nur Salsabila, Rani Salsabila, Shela Santoso Tri Raharjo Saputra, Tomy Saputri, Aslina Afi Saputro, Erwin Adi Saputro, Mauna Mohammad Wahyu Sari, Desi Rosda Arum Sari, Erythrina Permata Sari, Juliana Sary, Dea Monica Sentosa, Azy Dwi Putra Septin Puji Astuti Setiadi, Adji Prayitno Setiadi, Adji Prayitno Setiadi, Antonius Adji Prayitno Setiawan , Eko Setyaningrum, Krysnadewi Setyo Trisnadi Sharifah, Fatichatus Shinta Lestari, Shinta Shofiatul Jannah Shohibul Kafi, Muhammad Sholikhah, Ima Mar’atus Sifah, Dzul Fattah Siti Aisyah Siti Halidjah Sitinjak, Johannes Riski Situmeang, Boima Soemitha, Christiani Natalia Sri Priyantini Sugiyanto - Sukandar, Edy Sulaiman, Ihsan Sunderland, Brucce Suranto Suranto Suratman, Gerend Erlina Ayu Putri Surya Dharma, Candrasa Susaniwati, Susanto, Verlita Evelyn Susilo, Astrid Pratidna Syaad Patmanthara Syahrizal, Syarif Syahrul Chilmi, Syahrul Syahwanto, Virandy Bagaskara Syamsunarno, Mas Rizky Syarah, Erie Siti Sylvi Irawati Taskworo, Dodik Titiek Sumarawati Tri Budi Wahyuni Rahardjo, Tri Budi Wahyuni Tri Hariyanto Trikartono , Drajat Tristanti, Afif Triyanto, Joko Ulfa, Nur Laili Umi Hanik UMI PURWANDARI Wari, Pria Dita Anis Warindra, Taufin Wastiqah, Athalia Tri Wibowo, Ika Mulyono Putri Wibowo, Tjipto Wibowo, Yosi Irawati Wicaksono, Y. Adhimas Setyo Widhy Hayuhardhika Nugraha Putra Widiyastuti, Yesi Widyati, Wijaya Kurniawan Wijono, Heru Y. Titik Haryati, Y. Titik Yanuar Wicaksono Yasmin, Sevena Yayuk Yuliati yolanda, vandy Yudistira, Pilde Yusron, Moch. Zahro, Silvia Umarotuz Zaid, Muhhamad Makbul Zakiyah, Dewi Zamheri, Ahmad Zelitha, Anissa