Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Program GATI terhadap Penguatan Kesehatan Mental Anak dalam Keluarga di Kota Padang Zoya Anandhita Ifwan; Vioni Siti Nurhadijah; Nazifa Neysha Gumanti; Salsa Martavena; Zhaskiah Amelia; Delmira Syafrini; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.222

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengalaman remaja perempuan yang hidup dalam kondisi fatherless serta mengevaluasi relevansi Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dalam mengurangi dampak psikologis dan sosial akibat ketidakhadiran ayah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ditujukan kepada remaja perempuan yang ayahnya mengikuti program GATI di Kota Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatherless memengaruhi konsep diri, regulasi emosi, dan hubungan interpersonal perempuan dewasa awal. Program GATI dinilai relevan karena mampu meningkatkan keterlibatan ayah, memperbaiki pola komunikasi keluarga, dan memberikan edukasi mengenai peran ayah dalam perkembangan psikososial anak. Penelitian ini menarik karena tidak hanya menggambarkan dampak fatherless, tetapi juga menyoroti bagaimana program GATI dapat menjadi jembatan untuk membangun komunikasi yang lebih intim, hangat, dan efektif antara ayah dan anak.
Analisis Kasus Sandwich Generation Yang Terdapat dalam Film 1 Kakak 7 Ponakan Intan Afri Yunita; Nadinda Jeehan Frischa; Nazwa Luthfia Maisa; Nadya Komala Firsty; Muhammad Raihan Iwata; Delmira Syafrini; Hanafi Saputra; Rani Kartika; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran generasi sandwich pada film 1 Kakak 7 Ponakan. Generasi sandwich adalah kelompok orang-orang yang menanggung beban ganda, memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarganya. Hal ini menyebabkan tekanan secara ekonomi, sosial, dan psikologis bagi orang yang mengalaminya. Pada film 1 Kakak 7 Ponakan, tokoh Moko menggambarkan terjadinya kasus generasi sandwich. Moko yang harus menjadi orang tua pengganti untuk ke tujuh ponakannya, bahkan sampai harus mengubur mimpinya untuk menjadi arsitek. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka, yang dimana data diperoleh dari sumber-sumber yang relevan seperti buku, jurnal ilmiah, berita media online, dan penelitian-penelitian terdahulu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kasus generasi sandwich pada film 1 Kakak 7 Ponakan merupakan representasi dari realitas sosial yang terlihat pada data yang ada. Pada film ini karakter tokoh Moko menggambarkan kondisi generasi sandwich pada saat ini. Film ini meningkat kesadaran masyarakat mengenai sulitnya peran generasi sandwich serta pentingnya dukungan sosial dan emosional bagi orang-orang yang berada di kondisi tersebut.
Community Based Tourism Mendorong Pariwisata Berkelanjutan Wisata Kapalo Banda Nagari Taram Kabupaten Lima Puluh Kota Qavka Navisa; Nurhaliza Maharani; Mutiara Mutiara; Najwa Rosyidah; Letta Maharani; Muhammad Rifat Armensyah; Delmira Syafrini; Bunga Dinda Permata; Fauzanah Fauzan El Muhammady
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.263

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana keterlibatan masyarakat lokal dan dukungan pemerintah dalam pengelolaan wisata Kapalo Banda atau yang dikenal dengan Wakanda (Wisata Alam Kapalo Banda) di Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan wisata serta dukungan pemerintah dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Teori yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian ini adalah teori agency Anthony Giddens.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, ditemukan masyarakat berperan sebagai agen penggerak kegiatan wisata, sedangkan pemerintah berperan sebagai stakeholder utama yang memberikan arahan dan dukungan terhadap pembangunan dan pengelolaan wisata kapalo banda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat khususnya pemuda Jorong Tanjung Ateh  memiliki inisiatif dan tanggung jawab dalam membangun serta mengelola  kawasan wisata secara mandiri melalui sistem bagi hasil dan kegiatan gotong royong rutin yang dilakukan. Community Based Tourism tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat tetapi juga dampak lingkungan dan juga meningkatkan hubungan sosial diantara masyarakat.
Resiliensi Masyarakat Pesisir Pascabanjir Melalui Pemanfaatan Material Sisa Banjir di Pantai Parkit Kota Padang Rahmat Maulana Kurniawan; Delmira Syafrini; Salsabila Luthfiyana; Rianto Rofendra Nababan; Rena Asmiranda; Refni Junita Sari
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.541

Abstract

Banjir yang terjadi di Pantai Parkit Kota Padang menyebabkan menumpuknya material sisa banjir berupa kayu dan ranting yang mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, terutama nelayan. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan pesisir, tetapi juga menurunkan aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis resiliensi masyarakat pesisir pascabanjir melalui pemanfaatan material sisa banjir di Pantai Parkit Kota Padang. Penelitian menggunakan perspektif Teori Resiliensi Sosial Neil Adger dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus. Informan penelitian dipilih secara purposive sebanyak 10 orang yang terdiri atas nelayan, pedagang kawasan pantai, dan warga yang terlibat dalam pemanfaatan material sisa banjir. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan material sisa banjir melalui kegiatan pengumpulan, pemilahan, pengolahan, dan penjualan kayu yang masih memiliki nilai guna. Pemanfaatan tersebut menjadi sumber pendapatan alternatif ketika aktivitas melaut terganggu. Dalam perspektif resiliensi sosial, masyarakat menunjukkan kemampuan bertahan, beradaptasi, dan melakukan pemulihan melalui pemanfaatan sumber daya lokal serta dukungan pemerintah dalam pembersihan kawasan pesisir. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal dalam memperkuat resiliensi masyarakat pesisir pascabencana.
Perubahan Sosial Masyarakat Pasca Bencana di kawasan Batu Busuk Kecamatan Pauh Kota Padang Yola Handayani; Zakiyati Zahra; Siti Faizah Atika Maisyah; Syahrurozi Maulana Putra; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.542

Abstract

Bencana alam yang terjadi di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial masyarakat setempat. Perubahan kondisi lingkungan pasca bencana menyebabkan terjadinya perubahan dalam pola interaksi sosial, solidaritas, aktivitas sosial, serta hubungan antar anggota masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kehidupan sosial masyarakat Batu Busuk pasca bencana ditinjau dari perspektif perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian dipilih secara purposive dengan mempertimbangkan keterlibatan dan pengalaman mereka terhadap dampak bencana. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang yang terdiri dari Masyarakat yang terdampak bencana. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bencana telah mendorong terjadinya perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat Batu Busuk. Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya solidaritas dan gotong royong dalam proses pemulihan pasca bencana, perubahan pola interaksi sosial antar warga, penyesuaian mata pencaharian sebagian masyarakat akibat perubahan kondisi lingkungan, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Selain itu, masyarakat juga menunjukkan kemampuan beradaptasi melalui penguatan jaringan sosial dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan pasca bencana. Dari perspektif perubahan sosial, bencana menjadi faktor eksternal yang mempercepat terjadinya perubahan dalam struktur sosial, pola hubungan sosial, dan perilaku masyarakat. Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan, masyarakat Batu Busuk mampu beradaptasi serta membangun kembali kehidupan sosialnya secara bertahap menuju kondisi yang lebih tangguh terhadap risiko bencana di masa mendatang.
Masyarakat dan Kesiapsiagaan Bencana: Perubahan Sosial Pascabencana di Batu Busuk, Kecamatan Pauh Nabila Zavrilia; Delmira Syafrini; Nafisa Reva Arianto; Neza Rahma Dianti; Putri Rahma Dani; Salsabila Ramadhani Sitompul
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat sebelum bencana, menganalisis dampak bencana terhadap kehidupan sosial dan ekonomi, mengidentifikasi bentuk solidaritas dan gotong royong masyarakat pasca bencana, serta mengetahui peran bantuan pemerintah dan harapan masyarakat dalam proses pemulihan pasca bencana. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana serta munculnya perubahan sosial setelah terjadinya banjir bandang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap masyarakat terdampak bencana. Data dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat sebelum bencana masih rendah karena kurangnya pengetahuan mitigasi bencana dan tidak adanya sistem peringatan dini. Bencana banjir bandang memberikan dampak besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, seperti kerusakan rumah, hilangnya mata pencaharian, serta terganggunya aktivitas masyarakat. Namun, pasca bencana terjadi peningkatan solidaritas sosial dan gotong royong masyarakat dalam proses pemulihan lingkungan. Selain itu, bantuan pemerintah dan relawan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar dan mendukung proses pemulihan pasca bencana.
Perubahan Sosial Masyarakat Pasca Galodo 2025 di Keluarahan Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Nindya Shafwa; Delmira Syafrini; Mela Yuliana; Rahma Juita; Priskila Natasia Br. Saragih; Sabrina Asifa U Nabila
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.550

Abstract

Bencana galodo yang terjadi di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang pada tahun 2025 tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Kondisi ini mendorong terjadinya berbagai bentuk perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat pasca galodo 2025, bentuk resiliensi dan strategi bertahan hidup yang dilakukan dalam proses pemulihan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan 8 orang informan. Adapun kriteria pemilihan informan yaitu masyarakat yang terdampak galodo di Kelurahan Lubuk Minturun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) meningkatnya solidaritas sosial dan gotong royong (2) kehilangan mata pencarian (3) ketergantungan pada bantuan eksternal (4) pembangunan infrastruktur mitigasi bencana. Namun demikian, masyarakat menunjukkan resiliensi melalui pembangunan kembali sumber mata pencaharian, pemanfaatan jaringan sosial dan kekerabatan, serta meningkatnya kesadaran terhadap mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Peran Sistem Peringatan Dini Berbasis Masyarakat terhadap Perubahan Sosial dalam Kesiapsiagaan Bencana: Studi Kasus di Nagari Malalak Selatan Kabupaten Agam Lirra Dwinaya Rachma; Exelly Ananda Rinzzy; Hanifa Yulia Putri; Alycia Safana Milanda; M. Arkhan Rodhiah; Delmira Syafrini; Muhammad Hidayat
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem peringatan dini berbasis masyarakat terhadap perubahan sosial dalam kesiapsiagaan bencana di Nagari Malalak Selatan, Kabupaten Agam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko bencana longsor dan galodo di wilayah tersebut serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan bencana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem peringatan dini berbasis masyarakat memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui penyebaran informasi yang cepat menggunakan pengeras suara masjid, grup WhatsApp, telepon, dan komunikasi langsung antarwarga. Selain itu, keberadaan sistem peringatan dini juga memengaruhi perubahan sosial masyarakat, seperti meningkatnya solidaritas sosial, pola komunikasi yang lebih aktif, kepedulian antarwarga, serta meningkatnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti masih adanya masyarakat yang kurang peduli terhadap informasi bencana dan keterbatasan jaringan komunikasi saat cuaca buruk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem peringatan dini berbasis masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai sarana mitigasi bencana, tetapi juga berperan dalam membentuk perubahan sosial dan memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Perubahan Persepsi Risiko Bencana Masyarakat Pascagalodo di Batu Busuk Kota Padang Dyanatul Arsyi; Delmira Syafrini; Muhammad Hidayat; Aulia Uzzaki; Difa Afriani Salsabila; Muhammad Yahya; Zola Fernando
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan persepsi risiko bencana masyarakat pascagalodo di Batu Busuk, Kota Padang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung dan observasi lapangan. Informan dalam penelitian merupakan masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana galodo, baik yang mengalami kerusakan rumah, kehilangan mata pencaharian, maupun perubahan kondisi sosial dan psikologis setelah bencana terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galodo memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, terutama pada aspek ekonomi, sosial, dan psikologis. Kerusakan rumah, hilangnya lahan pertanian, serta terganggunya aktivitas ekonomi menjadi dampak utama yang dirasakan masyarakat. Selain itu, pengalaman menghadapi galodo menyebabkan perubahan persepsi masyarakat terhadap risiko bencana. Masyarakat menjadi lebih waspada terhadap cuaca ekstrem, lebih memperhatikan kondisi lingkungan, dan mulai menyadari pentingnya kesiapsiagaan bencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman bencana dapat membentuk kesadaran baru masyarakat dalam memahami risiko bencana serta pentingnya mitigasi untuk mengurangi dampak bencana di masa mendatang secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Ketimpangan Pengetahuan Lingkungan antara Masyarakat Kota dan Desa Dian Aulia Purnama; Alifia Izmi Azzahra; Ani Agustina; Aliya Syaputry; Farhan Alhu Linadri; Delmira Syafrini; Muhammad Hidayat
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan dekonstruksi sosiologis terhadap fenomena ketimpangan pengetahuan lingkungan yang terjadi antara masyarakat perkotaan dan pedesaan di Indonesia. Secara mendalam, kajian ini hendak memetakan sejauh mana disparitas posisi sosial dan aksesibilitas wilayah mempengaruhi derajat penguasaan informasi krisis ekologi serta kesiapsiagaan bencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang berlandaskan paradigma interpretatif, dengan menerapkan studi perbandingan antara karakteristik wilayah urban dan rural. Data dikumpulkan melalui teknik triangulasi yang meliputi wawancara mendalam terhadap informan lintas generasi, observasi partisipatif pada fasilitas publik, serta studi dokumentasi literatur sekunder terkini. Hasil penelitian mengungkap bahwa masyarakat perkotaan memiliki keunggulan akses informasi berbasis teknologi digital serta literasi lingkungan teoretis-global. Sebaliknya, masyarakat pedesaan mengalami kendala infrastruktur digital dan "kemiskinan informasi", tetapi memiliki keunggulan dalam pengetahuan praktis yang berakar kuat pada kearifan lokal, norma adat, dan sensitivitas ekologis langsung. Kesenjangan pengetahuan ini diperburuk oleh pola komunikasi kebijakan pemerintah yang terlalu elitis dan bersifat dari atas ke bawah (top-down), sehingga istilah ilmiah sulit dipahami masyarakat bawah. Studi ini menyimpulkan pentingnya peran mahasiswa sebagai jembatan informasi untuk merumuskan model komunikasi kebijakan yang inklusif, partisipatif, dan transformatif guna mengintegrasikan pengetahuan saintifik modern dengan kearifan lokal demi mewujudkan keadilan ekologis serta pembangunan yang berkelanjutan.
Co-Authors , Siti Nurhaliza Adellia Mutiara Putri Adinda Larashati Azzahra Adiyalmon Adiyalmon Adri Febrianto Adzmy Altha Azkiya Adzmy Altha Azkiya Afriva Khaidir Aget Sapriadi Aget Sepriadi Agus Ramanda Ahmad Yusuf Ahmad Zia Fadelzi Aisyah Zahra Ajeya Tymalfin Radasa Aldya Andhika Adlan Alifia Izmi Azzahra Alifia Izmi Azzahra Aliya Rhamadani Aliya Syaputry Alpin Muhardika Alya Farhani Alycia Safana Milanda Ameydea Nisratil Wahyuni Ananta, Chelly Andrianus Andrianus Andrianus Andrianus, Andrianus Angga Dayu Satria Anggara Surya Pratama Anggita Mutia Sari Ani Agustina Ani Gustina Annisa Febriana Yasmin Annisa Khomsi Rahmawati Annisya Sukma Dewi Ardiani Fadila Arieska Dwi Asmil Arone, Chikita Artha Yudilla Asifa Zahwa Atiqah Mufidah Aulia Agustina W Aulia Agustina Wardianti Aulia Mailiana Aulia Nabila Sarweni Aulia Uzzaki Avisenna Jemika Aziza Zakiah Azmi Fitrsia Baehaqi Bima Hesadiwana Bunga Dinda Permata Bunga Dinda Permata Bunga Dinda Pertama Callista Salma Nathania Carina Rianto Catur Widiatmoko Catur Widiatmoko Daffa Febrian Daffaa Febryan Darwas, Rahmadini Dendy Marta Putra Deo Antoni Pratama Deptiana Sari, Manya Dewi Sartika Nainggolan Dewi, Susi Fitria Diah Handayani Lubis Dian Aulia Purnama Dicky Aulia Perdana Diella Nanda Paramitha Difa Afriani Salsabila Dila Aulia Dimas Alji Prasetyo Dinda Mellnia E Dira April Indria Dwi Kurnia Putri Dwi Sulistia Wati Dwiyuliana Putri Dyanatul Arsyi Eka Asih Febriani Elank Jatadris Elbunia Untari Elsa Putri Hardyanti Elsa Rahayu Elvaririn Elvaririn Elvina Rusma Nengsih Elvira Gustia Ema Oktavia Ramadhani Enjhel Tyara Erda Fitriani Erda Fitriani Eri Sakinah Piliang Erianjoni Erianjoni Erianjoni Eva Dwi Iswari Exelly Ananda Rinzzy Eza Permata Sari Fadilah , Muhyiatul Fadilla Saputri Fadilla Saputri FAJRINA, SUCI Fanny Pratiwi, Fanny Fara Aisyah Zalma Farhan Alhi Linadri Farhan Alhu Linadri Farisa Farisa Aulia Fathia Elkhaira Fatimah Azzahra Fatmariza Fatmariza Fatmariza Fauzanah Fauzan El Muhammady Fauzi Ariansyah Fauziah Nadila Nelson Putri Febi Dwi Lianda Feby Tria Octari Fira Fadila Fitri Arsih Fitri Yanti Fitri Yulianti Fitria Afifah Fitrisia Munir Fitrisia, Azmi Ghina Asyifa Rahmadani Ghina Salsabila Gustila Hasanah Habibi Bil Ma'ruf Hafid Pradana Halimahtusyadiah Liszar Awalni Awalni Hamila Yatursi Hana Thalia Puspita Hanafi Saputra Hanafi Saputra, Hanafi Hanifa Yulia Putri Hanna Alifia Handi Harahap, Elina Wasila Harsellya Humayrrah Havizah Permata. S Hawa Fadillah Islami Husnatul Ayni Ika Sandra Ike Sylvia Ikhwan Ikhwan Ikhwan Indah Syafitri Indrawadi, Junaidi Indriasari, Ratna Intan Afri Yunita Intan Amanda Wulandari Intan Wulan Dari Irvan Rasyid Irwan Saputra Isnarmi Moeis Jannatul Arifa Jessica Devani Jihan Afifah Kartika, Rani Khair, Otti Ilham Khaira Nisa Khairah Fadlah Nasifa Khairul Fahmi Khairul Fahmi Khairul Fahmi Khoirin Yelnisa Kiki Amalia Citra Laras Andira Larasta Agustina Leona Saskia Letta Maharani Lia Amelia Lia Amelia Lia Amelia Lidya Lastuti Lirra Dwinaya Rachma Lovia Phica Yola Emilza M. Arkhan Rodhiah Maitri Pinta Mardhiah, Desy Maria Montesossori Marlina, Yayuk Marsya Fitri Sazali Marwatil Husna Mela Yuliana Melia Susanti Susanti Metra Alvionita Mila Gusnita Mira Hasti Hasmira Mitzy Metaria Situmorang Monatio siregar Mona Monica Putri Muhammad Aidil Muhammad Alfian Muhammad Arif Muhammad David Hendra Muhammad Falih Al Hakim Muhammad Gauvi Al Mustakim Muhammad Hidayat Muhammad Rafif Aradhi Muhammad Raihan Iwata Muhammad Reza Kurnia Muhammad Rif'an Muhammad Rifat Armensyah Muhammad Rivaldo Agriza Muhammad Rizki Alvarizi Muhammad Satria Zaky Muhammad Yahya Muhyiatul Fadilah Muhyiatul Fadilah Muliati Sukma Munir, Fitrisia Mutia Puspita Sari Mutiara Mutiara Mutiara Qolbuna Nabila Zavrilia Nada Nabilah Nada Nafisyah Salsabila Nadinda Jeehan Frischa Nadya Komala Firsty Nadyan Achmad Nafisa Reva Arianto Nahdah Kamilia Nailatul Husna Najwa Izzatul Waafirah Najwa Rosyidah Nara Ramadani Natasya Epriline Alvin Natasya Permata Guselsa Naysila Berliandri Putri Nazifa Neysha Gumanti Nazwa Luthfia Maisa Nazwa Wahyuni Neza Rahma Dianti Niken ayu Pratiwi Nindya Shafwa Ningsih, Tri Zahra Niswani Rahmi Nora Susilawati Nora, Desri Novran Juliandri Bhakti Nur Aini Nur Aisyah Nurhaliza Maharani Nurlizawati Nurlizawati, Nurlizawati Nurul Muthia Afifah Nuwirman Nuwirman Ofianto, Ofianto Oktarina, Sherly OTTI ILHAM KHAIR Permata, Bunga Dinda Priskila Natasia Br. Saragih Pujawulan Dari Puti Syahira Putra Fahrishal Pratama Putra, Dendy Marta Putri Cindy Clarissa Putri Cindy Clarissa Clarissa Putri Fatima Natasha Putri Rahma Dani Qavka Navisa Rahimullaily Rahimullaily Rahma Juita Rahman, Sabar Aulia Rahmat Maulana Kurniawan Rahmat Maulana Kurniawan Rahmi, Ulfia Raihani Sava Alzena Ramadani Fitriyah Harahap Rani Kartika Rara Amanda Rara Indah Mutiara Rasya Dwi Raditia Rasyadah Karimah Ratih Haifa Putri Ratna Indriasari Ratna Juwita Ratu Fitri Aisyah Raudhah Binti Rustam Refni Junita Sari Refny Yanti Rena Asmiranda Renaldi Aprinel Putra Reno Fernandes Reri Damai Gea Restian Oktavia Reza Mai Saputri Saputri Rezki Amelia Rezki Amelia Safitri Rezki Rinaldi Rhavy Ferdyan Rianto Rofendra Nababan Rice Yunica Azkia Ridha Alma Rina Minita Gusliana Rina Rasyada Rasyada Ririn Desti Putri Riva Nasrila Rizki Hardi Nata Rizky Azzrany Roby Syafwar Roni Ramadani Rosalina Mustika Sari Rosidah Rosidah Rosmadi Bin Fauzi Sabar Aulia Rahman Sabrina Asifa U Nabila Sabrina Asyifa U Nabila Sakina Rihadatul ‘Aisa Syasfa Salina Salina Salma Azzahra Nabila Salma Hayati Salsa Martavena Salsabila Luthfiyana Salsabila Muhadi Salsabila Ramadani Sitompul Salsabila Ramadhani Sitompul Salsabila, Ghina Salsabilla Ummara Sandro J.O Tampubolon Saputri, Fadilla Sausan Meilany Putri Selfira Cania Selvia Putri Darni Septrian Ramadhani Shifa Hulqha Andari Shilva Putri Mahendra Shinta Rahmadhani Silfia Rahmi Siti Faizah Atika Maisyah Siti Jasmine Syifa Al-Mira Siti Nurusyifa Yasmin Rinandi Siti Roziana Sonia Sonia Stefani Karina Syafitri Suci Fajrina Sufia Amini Sukma Puspita Sawitri Syadza Hanifa Putri Syahputri, Rima Syahrurozi Maulana Putra Syaiful Wahid Syaluna Nabila Prisyairin Syarah Maulina Putri Syifah Ayu Lia Sabrina Syiva Rezki Tasya Afridani Tasya Martasari Tazkiyah Yuanda Tiara Putri Anggraini Tiara Sabrina Wulandari Tiara Syabrina Wulandari Tommy Adam Tri Sandy Mareta Ufhira Nizea Vioni Siti Nurhadijah Wahyuni, Sri Welasari Welasari Welasari, Welasari Wirdanengsih Wirdanengsih Wirdanengsih Wita, Gusmira Yola Handayani Yolanda, May Nessa Yosi Azari Yuanda, Tazkiyah Yudrison Yulia Rahmadona Zahara Rijani Zahra Najla Zaki Ibnu Rasyid Zaki Mubarok Arrafly Zakiyati Zahra Zhaskiah Amelia Zikri Alfarozi Zil Khairani Zola Fernando Zoya Anandhita Ifwan Zuama Furgani Zusmelia Zusmelia