Bullying adalah salah satu ekspresi kekerasan yang paling umum terjadi dalam konteks teman sebaya selama masa sekolah. Bullying didefinisikan sebagai Tindakan agresif dan disengaja yang di lakukan oleh kelompok atau individu secara berulang-ulang dan dalam jangka waktu yang lama terhadap korban yang tidak dapat dengan mudah membela diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menangani perilaku bullying, faktor penyebab perilaku bullying dan dampak perilaku bullying. Metode yang digunakan kualitatif, Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan ada dua yaitu data primer dan sekunder. tehnik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik analisis data yaitu reduksi data, dispyai data, dan verifikasi. Pengujian keabsahan data mengunakan triagulasi yaitu triagulasi sumber, triagulasi tehnik, dan triagulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing, dan pengawas dalam menciptakan lingkungan belajar aman, dan bebas bullying. Faktor penyebab bullying meliputi pengaruh keluarga, lingkungan sekolah, teman sebaya, media, dan faktor pribadi. Dampak bullying mencakup penurunan prestasi, masalah psikologis, dan perilaku agresif lanjutan. Upaya guru dalam menangani perilaku bullying yaitu mengamati perilaku siswa, melibatkan orang tua, membangun kebijakan anti bullying, dan melakukan sosialisasi tiga dosa besar.