Penelitian ini membahas pendidikan keimanan melalui analisis tematik terhadap QS. Al-An’am [6]: 74–83 yang memuat kisah reflektif Nabi Ibrahim dalam menemukan ketauhidan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kurangnya integrasi antara ayat-ayat Al-An’am dengan konsep pedagogi iman kontemporer, terutama dalam membangun pendekatan pendidikan yang bersifat pengalaman, reflektif, dan kritis. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi prinsip-prinsip pendidikan keimanan yang terkandung dalam perjalanan intelektual dan spiritual Nabi Ibrahim sebagaimana digambarkan dalam rangkaian ayat tersebut. Penelitian menggunakan metode tafsir tematik (thematic exegesis) dengan menelusuri pola pendidikan iman melalui dialog batin, observasi fenomena alam, dan proses berpikir kritis yang dilakukan Nabi Ibrahim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan keimanan dalam ayat-ayat ini berlangsung melalui beberapa tahap: pengamatan terhadap alam semesta, perenungan mendalam atas ketidaksempurnaan makhluk, proses dekonstruksi keyakinan sebelumnya, serta penegasan tauhid sebagai kebenaran mutlak. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan iman yang ideal harus bersifat reflektif, kritis, berbasis pengalaman langsung, dan menempatkan tauhid sebagai pusat pembentukan karakter. Temuan ini penting sebagai dasar pengembangan model pendidikan keimanan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di era modern.