Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Ankle Brachial Index dengan Keparahan Ulkus Kaki Diabetic Derajat Wagner pada Penderita Diabetes Melitus Prema Hapsari Hidayati; Muh. Fadil Asrar; Hendrian Chaniago; Darariani Iskandar; Syarif Hidayatullah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.385

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh tingkat gula darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama, dan penderitanya berisiko mengalami sejumlah komplikasi. Perubahan patologis khas pada kaki penderita DM, seperti infeksi, ulkus kaki diabetik, dan neuropati, secara kolektif disebut sebagai sindrom kaki diabetik. Salah satu komplikasi yang signifikan dari diabetes mellitus adalah ulkus diabetik, yang dapat menyebabkan peningkatan tingkat morbiditas pada pasien secara umum. Komplikasi ini dapat dicegah, terutama karena seringkali dipicu oleh trauma ringan. Ankle brachial index (ABI) merupakan alat non-invasif yang digunakan untuk menilai status vaskular pada pasien. Alat ini mengukur rasio antara tekanan darah sistolik pada ekstremitas atas dan bawah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara ankle brachial index dengan kejadian ulkus diabetik pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional, dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di RS Ibnu Sina Makassar dan RS Bayangkara Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ankle brachial index dengan kejadian ulkus kaki diabetik, terutama pada kelompok Wagnert grade 3 yang memiliki nilai ABI dengan oklusi ringan (0.71-0.90), dengan jumlah sebanyak 13 orang. Analisis statistik menggunakan uji Spearman menghasilkan nilai p = 0,004 (p < 0,05) dan r = -0,450. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan dan berbanding terbalik antara nilai Ankle brachial index (ABI) dengan derajat keparahan Ulkus Diabetik, di mana semakin rendah nilai ABI, semakin tinggi derajat keparahan Ulkus Diabetik.
Karakteristik Osteoarthritis Genu pada Lansia yang Mendapatkan Rehabilitasi Medik di RSUD Hajjah Andi Depu Astri Wahyuni; Imran Safei; Prema Hapsari Hidayati; Sultan Buraena; Shulhana Mokhtar
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.437

Abstract

Osteoarthritis merupakan jenis penyakit arthritis yang bersifat degeneratif dan sering terjadi pada lansia. Osteoarthritis genu adalah gangguan pada sendi lutut yang disebabkan karena adanya kerusakan tulang rawan sendi sehingga terbentuk tulang baru pada permukaan sendi, hal ini menyebabkan kelemahan otot dan tendon sehingga membatasi aktivitas fisik, terjadi penurunan kualitas hidup, dan penurunan produktivitas kerja pada individu terutama lansia. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui karakteristik penderita osteoarthritis genu pada lansia yang mendapatkan terapi rehabilitasi medik di RSUD Hajjah Andi Depu Kab. Polewali Mandar Tahun 2019-2022. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross sectional berdasarkan data sekunder dari rekam medik di RSUD Hajjah Andi Depu Kab. Polewali Mandar Tahun 2019-2022. Pasien osteoarthritis genu yang mendapatkan terapi rehabilitasi medik berdasarkan usia paling banyak adalah kelompok usia elderly/usia lanjut (60-74 tahun) sebanyak 53 pasien, berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan sebanyak 46 pasien, berdasarkan IMT adalah obesitas 1 sebanyak 21 pasien, berdasarkan aktivitas fisik adalah aktivitas fisik sedang sebanyak 23 pasien, berdasarkan komorbid adalah hipertensi sebanyak 34 pasien, berdasarkan derajat nyeri adalah bilateral sebanyak 42 pasien, dan berdasarkan jenis terapi adalah exercise dan tens sebanyak 59 pasien. Pasien osteoarthritis genu yang mendapatkan terapi rehabilitasi medik paling banyak ditemukan pada kelompok usia elderly/usia lanjut, perempuan, status gizi obesitas 1, aktivitas fisik sedang, komorbid hipertensi, derajat nyeri sedang, lokasi nyeri bilateral, dan jenis terapi exercise dan tens.
Prevalensi dan Gambaran Pasien Low Back Pain pada Lansia Muzammilia Nadraini; Imran Safei; Prema Hapsari Hidayati; Achmad Haruns Muchsin; Zulfiyah Surdam
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 4 (2024): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i4.443

Abstract

Low back pain (LBP) merupakan penyakit muskuloskeletal yang disebabkan oleh ergonomi yang buruk dan sering ditemukan pada seseorang dengan lanjut usia (lansia). Seiring bertambahnya usia, kekuatan otot akan semakin berkurang akibat kerusakan jaringan tubuh, terlebih akibat beberapa faktor risiko, seperti faktor usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), gangguan psikologi, adanya penyakit komorbid, dan aktivitas sehari-hari seperti posisi serta masa kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan gambaran pasien LBP pada lansia di RSUD Sinjai Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif berdasarkan data sekunder rekam medis di RSUD Sinjai Tahun 2022. Hasil dari penelitian ini didapatkan pasien LBP pada lansia di RSUD Sinjai berdasarkan usia paling banyak adalah kelompok usia 60-75 tahun (elderly/lanjut usia) sebanyak 44 pasien, jenis kelamin perempuan sebanyak 32 pasien, pekerjaan ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 13 pasien, nyeri akut sebanyak 37 pasien, nyeri menjalar sebanyak 28 pasien, nyeri mengganggu sebanyak 36 pasien, tidak memiliki komorbid sebanyak 34 pasien, disebabkan oleh Hernia Nukleus Pulposus (HNP) sebanyak 14 pasien, tidak merokok sebanyak 41 pasien, tidak menggunakan alat bantu sebanyak 49 pasien, dan mengalami gangguan fungsi tubuh sebanyak 20 pasien. Sehingga dapat disimpulkan bahwa prevalensi pasien LBP pada lansia di RSUD Sinjai yaitu sebanyak 52 pasien, dengan distribusi terbanyak didapatkan pada kelompok usia 60-75 tahun (elderly/lanjut usia), jenis kelamin perempuan, pekerjaan IRT, mengalami nyeri akut, nyeri menjalar, nyeri mengganggu, tidak memiliki komorbid, disebabkan oleh HNP, tidak merokok, tidak menggunakan alat bantu, dan mengalami gangguan fungsi tubuh.
Karakteristik Penderita Gastroesophageal Reflux Disease Ashar Magguliling Tayibu; Syamsu Rijal; Inna Mutmainnah Musa; Prema Hapsari; Pratiwi Natsir
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i5.451

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi karakteristik pasien Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) di Rumah Sakit Ibnu Sina Kota Makassar, menyadari bahwa GERD merupakan penyakit kronis yang umum terjadi di masyarakat dengan potensi komplikasi jangka panjang seperti barrett’s esophagus. Meskipun prevalensi GERD di Asia relatif rendah dibandingkan dengan negara Barat, tetapi beberapa penelitian menunjukkan peningkatan prevalensi di beberapa negara Asia. Faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), dan riwayat penyakit serta pola hidup yang tidak sehat dapat memengaruhi terjadinya GERD. Penelitian ini dilakukan untuk melengkapi penelitian sebelumnya yang hanya meneliti karakteristik pasien GERD terutama dalam hal usia dan jenis kelamin. Metode penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan menggunakan data rekam medis dari Rumah Sakit Ibnu Sina Kota Makassar pada periode 2021-2022. Dari hasil penelitian, mayoritas pasien GERD adalah perempuan, berusia dewasa muda (20-44 tahun), dengan IMT normal, bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT), riwayat penyakit gastritis, dan mengalami keluhan nyeri epigastrium (heartburn). Implikasi dari penelitian ini mencakup pentingnya pemahaman yang lebih dalam tentang karakteristik pasien GERD untuk meningkatkan manajemen dan pengobatan yang tepat serta upaya pencegahan yang lebih efektif.
Karakteristik dan Gambaran Radiologi pada Pasien Low Back Pain Ayu Lestari; Imran Safei; Prema Hapsari Hidayati; Mochammad Erwin Rachman; Sultan Buraena; Fadil Mula Putra
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i5.458

Abstract

Mobilitas yang salah, penyakit psikologis, dan berbagai masalah muskuloskeletal semuanya dapat menyebabkan low back pain (LBP). Disabilitas adalah penyebab utama LBP dan berdampak pada kesejahteraan dan pekerjaan secara umum. Ada dua jenis LBP: LBP akut, yang bermanifestasi sebagai timbulnya nyeri secara cepat dan dapat berlangsung kurang dari 12 minggu, dan LBP kronis, yang berlangsung lebih dari tiga bulan. Pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan radiografi berupa radiografi, magnetic resonance tomography (MRI), dan computerized tomography (CT-Scan), harus dilakukan berdasarkan keluhan individu yang mengalami nyeri pinggang. Nyeri punggung bawah (LBP) dapat disebabkan oleh berbagai masalah muskuloskeletal, gangguan kejiwaan, dan gerakan yang tidak tepat. Salah satu penyebab utama LBP adalah kecacatan, yang berdampak pada pekerjaan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Ada dua bentuk LBP: LBP kronis, yang berlangsung lebih dari tiga bulan, dan LBP akut, yang muncul sebagai nyeri yang timbul secara tiba-tiba dan dapat berlangsung kurang dari 12 minggu. Upaya-upaya yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti pemeriksaan radiografi dengan menggunakan CT-Scan, MRI, dan radiografi, harus dilakukan sebagai respons terhadap keluhan orang yang menderita nyeri pinggang Sebagian besar kasus nyeri punggung bawah (LBP) dapat disebabkan oleh berbagai masalah muskuloskeletal, kondisi psikologis, dan mobilitas yang tidak tepat. Disabilitas adalah salah satu penyebab utama LBP, yang memengaruhi pekerjaan dan kesejahteraan umum. Ada dua jenis LBP: LBP akut, yang bermanifestasi sebagai timbulnya nyeri secara cepat dan dapat berlangsung kurang dari 12 minggu, dan LBP kronis, yang berlangsung lebih dari tiga bulan. Apabila seseorang mengeluhkan rasa tidak nyaman pada pinggang, maka harus dilakukan upaya yang memerlukan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan radiografi menggunakan CT-Scan, MRI, dan radiografi.
Effectiveness of Honey in Healing Diabetic Foots in Indonesia: Systematic Review Afriansyah, Rafli; Hidayati, Prema Hapsari; Imran, Muh.
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 6 No. 3 (2024): September: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v6i3.5386

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a heterogeneous group of disorders characterized by increased blood glucose levels or hyperglycemia. People with DM are prone to developing sores on their feet. Such incidents have been attributed to three factors, namely the presence of sensory neuropathy, ischemia, and high plantar pressure. Therefore, it is critical to treat local wound infections early and aggressively. Wound treatment in Diabetes Mellitus patients can be done with non-pharmacological therapy, one of which is using honey. Honey has antimicrobial, anti-inflammatory effects and increases fibroblastic, angioblastic and has a small water content to speed up the wound healing process. Objective: This research is to determine the effectiveness of honey in diabetic foot therapy. Method: This research uses a Systematic Review based on Preferred Reporting Items for Systematic Reviews & Meta-Analyses (PRISMA) to identify all published articles using relevant databases and keywords. Results: Based on 25 journals reviewed, the results showed that honey is effective for use as diabetic foot therapy. Conclusion: honey is a good alternative choice in treating diabetic foot wounds. Honey contains antibiotics which function as an antiseptic and antibacterial to protect wounds and can help treat infections that occur in wounds
Hubungan Antara Gula Darah Puasa dan Proteinuria Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Hidayati, Prema Hapsari; Abdullah, Rezky Putri Indarwati; Budiman, Budiman
Wal'afiat Hospital Journal Vol 1 No 1 (2020): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.513 KB) | DOI: 10.33096/whj.v1i1.4

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Kontrol glikemik yang buruk, dengan dapat meningkatkan kemungkinan kejadian gagal ginjal kronik yang ditandai dengan adanya proteinuria. Gula darah puasa sebagai salah satu indikator kontrol glikrmik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kadar glukosa darah puasa (GDP) dengan proteinuria pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah desain analitik korelasi, dengan pendekatan cross sectional dan tehnik consecutive sampling untuk pengambilan sampel. Pada penelitian ini didapatkan 32 sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Kadar GDP normal didapatkan pada 13 subjek penelitian dan GDP tinggi 19 subjek. Pada pemeriksaan proteinuria, tidak satupun sampel dengan GDP normal yang mengalami proteinuria. Sedangkan pada kelompok dengan kadar GDP tinggi didapatkan 8 orang yang mengalami proteinuria, dengan derajat proteinuria (+) sebanyak 4 orang, proteinuria (++) 1 orang, proteinuria (+++) 2 orang dan proteinuria (++++) didapatkan 1 orang. Setelah dilakukan analisis uji Chi-Square didapatkan hubungan yang signifikan antara GDP dengan kejadian proteinuria pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p value 0,010 (p kurang dari 0,05). Namun tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara GDP dengan derajat proteinuria pada pasien DM tipe 2 (p value 0,121). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara GDP dengan kejadian proteinuria pada pasien DM tipe 2. Namun tidak dengan derajat keparahan proteinuria.
Penelitian Hubungan Kadar LDL(Low Density Lipoprotein) Dengan Tumor Payudara Yang Dicurigai Berisiko Maligna murfat, zulfitriani; Hapsari, Prema; Purnamasari, Reeny; Hadi, Santriani; Almirah, Michaella
Wal'afiat Hospital Journal Vol 2 No 1 (2021): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.359 KB) | DOI: 10.33096/whj.v2i1.51

Abstract

Kanker payudara adalah salah satu penyakit tidak menular yang cenderung meningkat setiap tahun. Beberapa faktor risiko menyebabkan kanker payudara, salah satunya adalah konsumsi lemak berlebihan yang mengakibatkan hiperlipidemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kadar LDL dan insiden tumor payudara yang diduga berisiko terkena penyakit ganas. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan penampang. Sampel dalam penelitian tersebut adalah pasien yang dirawat di Bedah Poliklinik Onkologi RSUD Ibnu Sina Makassar dengan tumor payudara sebanyak 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan pengucilan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis univariat menunjukkan sebanyak 30 responden dengan tumor payudara dengan rentang usia terbanyak 31-40 tahun (37%), diikuti oleh usia 20-30 dan 41-50 tahun (20%), dan usia lebih dari 50 tahun ( 17%) , jenis tumor payudara terbanyak adalah jenis jinak dan kadar LDL tinggi pada jenis tumor payudara benigna dan maligna. Analisis bivariasi menggunakan Uji Chi-Square menunjukkan bahwa niai p 0,025, yang lebih kecil dari nilai p kurang dari 0,05, hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kadar LDL dan insiden tumor payudara yang diduga berisiko ganas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hubungan antara tingkat LDL dan insiden tumor payudara yang diduga berisiko ganas.
Karakteristik Pasien Penyakit Ginjal Kronis di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2019-2021 Hapsari, Prema; Yanti, Andi Kartini Eka
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 2 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.318 KB) | DOI: 10.33096/whj.v3i2.93

Abstract

Latar Belakang: Diagnosis penyakit ginjal kronis (PGK) ditegakkan berdasarkan adanya kerusakan struktur ginjal dan penurunan fungsi ginjal secara ireversibel, yang berlangsung lebih dari 3 bulan. PGK masih menjadi permasalahan kesehatan dengan angka kejadian yang cukup tinggi. Tujuan: mengetahui karakteristik pasien dengan penyakit ginjal kronis di RS Ibnu Sina Makassar Tahun 2019-2021. Metode: penelitian ini menggunakan metode Descriptive Retrospective Study berdasarkan data rekam medik RS Ibnu Sina Makassar 2019-2021. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien yang didiagnosis PGK. Hasil: ditemukan sebanyak 50 pasien PGK di RS Ibnu Sina Makassar pada tahun 2019-2021. Berdasarkan distribusi sosiodemografi, usia terbanyak yaitu 55-64 tahun (30,0%), persentase pasien wanita (68,0%) lebih besar dibanding pria (32,0%), dan (40,0%) pasien merupakan IRT. Hipertensi etiologi paling banyak ditemukan, yaitu sebesar (36,0%) dan (58,0%) pasien mengalami komplikasi anemia. Sebanyak (90,0%) pasien mengalami peningkatan kreatinin dan (84,0%) mengalami peningkatan ureum. Pada pemeriksaan tanda vital, (42,0%) pasien tergolong hipertensi grade II. Pada pemeriksaan darah rutin, (86,0%) pasien mengalami penurunan Hb, (58,0%) mengalami peningkatan neutrofil, (60,0%) mengalami penurunan limfosit. Pada pemeriksaan radiologi, (24,0%) menunjukkan kardiomegali pada hasil CXR, serta (78,0%) pasien tidak menjalani hemodialisis. Kesimpulan: karakteristik pasien PGK dapat diidentifikasi dari berbagai faktor dan penting untuk diketahui untuk mencegah komplikasi lebih lanjut
Hubungan Dislipidemia Terhadap Terjadinya Keluhan Neuropati Diabetik pada Pasien Diabetes mellitus di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2023: The Relationship between Dyslipidemia and the Occurrence of Diabetic Neuropathy Complaints in Diabetes mellitus Patients at Ibnu Sina Hospital Makassar Year 2023 Taufiqurrahman, Muhammad; Hidayati, Prema Hapsari; Mulyadi, Farah Ekawati; Kanang, Indah Lestari Daeng; Nur, M. Jabal
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 2 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i2.1835

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes mellitus adalah gangguan/penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar glukosa darah tinggi (hiperglikemia) akibat gangguan pada kerja insulin, sekresi insulin atau keduanya. Pada pasien diabetes mellitus resiko kelainan lipid plasma jauh lebih tinggi. Dislipidemia didefinisikan sebagai kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan penurunan atau peningkatan kadar fraksi lipid dalam plasma. Neuropati diabetik adalah salah satu komplikasi yang sangat sering terjadi pada penderita diabetes mellitus. Tujuan: Untuk Mengetahui hubungan dislipidemia terhadap terjadiya keluhan neuropati diabetik pada pasien diabetes mellitus. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan data rekam medis pasien di rs ibnu sina tahun 2023 sampai 2024. Hasil: Dari total 58 sampel penelitian didapatkan hasil bahwa sebanyak 70,5 % pasien diabetes mellitus mengalami dislipidemia dan 56,9 % penderita diabetes mellitus dengan dislipidemia mengalami keluhan neuropati diabetik. Dislipidemia memiliki hubungan yang signifikan (nilai p 0,006) dengan kejadian keluhan neuropati diabetik pada pasien diabetes mellitus. Kesimpulan: Terdapat hubungan dislipidemia dengan kejadian neuropati diabetik pada pasien diabetes mellitus di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. ABSTRACT Background: Diabetes mellitus is a metabolic disorder/disease characterized by high blood glucose levels (hyperglycemia) due to disturbances in insulin work, insulin secretion or both. In diabetes mellitus patients, the risk of plasma lipid abnormalities is much higher. Dyslipidemia is defined as a lipid metabolism disorder characterized by decreased or increased levels of lipid fractions in plasma. Diabetic neuropathy is a complication that often occurs in diabetes mellitus sufferers. In Indonesia, 60% of diabetic neuropathy complications occur in diabetes mellitus. Objective: To determine the relationship between dyslipidemia and the occurrence of diabetic neuropathy complaints in diabetes mellitus patients. Method: This research is an observational analytical study with a cross sectional approach using patient medical record data at Ibnu Sina Hospital from 2023 to 2024. Results: From a total of 58 research samples, the results showed that 70.5% of diabetes mellitus patients experienced dyslipidemia and 56.9% of diabetes mellitus patients with dyslipidemia experienced complaints of diabetic neuropathy. Dyslipidemia has a significant relationship (p value 0.006) with the incidence of diabetic neuropathy complaints in diabetes mellitus patients. Conclusion: There is a relationship between dyslipidemia and the incidence of diabetic neuropathy in diabetes mellitus patients at Ibnu Sina Hospital Makassar.
Co-Authors A. Husni Esa Darussalam AB, Tarisya Febriyanti Baso Abbas Zavey Nurdin Abdillah, Andi Rachmat Abdullah, Rezky Putri Indarwati Achmad Haruns Muchsin Ade Rahmy Sujuthi Afifah Ridha Humairah Afriansyah, Rafli Agnes Feterina Parwati Gosal Agung Sukriadi Ahyar, Muammar Aisyah Nabilah Sulthan Aisyah Primaputri Ali Aspar Mappahya Alifya, Kafka Mutiara Almirah, Michaella Amrizal Muchtar Ana Meliyana Andi Adam Indra Andi Alamanda Irwan Andi Ambar Yusufputra Andi Dhedie Prasatia Sam Andi Kartini Eka Yanti Andi Kartini Eka Yanti Andi Kartini Eka Yanti Andi Kartini Eka Yanti Yanti Andi Muhammad Luthfi Parewangi Andi Siti Nur Pranana Ummah Feqqi Anggita, Dwi Anna Sari Dewi Ardiansar , Abdul Mubdi Arfan, Rafidah Arifuddin Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arina F Arifin Arina Fathiyyah Arifin Armanto Makmun Arni Isnaini Arfah Aryani, Aulia As'ad, Andri Ashar Magguliling Tayibu Ashari, Anjelia Farmana Asram, Andi Asrini Safitri Asrini Safitri Asrini Safitri Assofi, A. Syarifah Balqis Astra Budiati Nusrat Astri Wahyuni Ayu Lestari Bakhtiar, Ilma Khaerina Basyar Basyar Berry Erida Hasbi Budiman Budiman Dahliah Dahliah AZ Dahliah Dahliah Dahliah, Dahliah Danial, Nurul Fauziah Darariani Iskandar Darussalam, Andi Husni Esa Daulima, Shaula Vaganza Devita Nurul Ainiah, A. Dirgahayu L, Andi Millaty Dwi Anggita Dwi Anggita Dwi Anggita Dzul Rizka Edward Pandu Wiriansya Edward Pandu Wiriansya Eka Yanti, Andi Kartini Erlin Syahril Fadhillah, Fadhillah Fadil Mula Putra Faizul A Fatkhurroman, Imam Febie Irsandy Febie Irsandy Febriyanti, Andi Gina Fendy Dwimartono Firiansyah, Alief Rezeky G. Gunawan Gina Isni Djanuaresty Iskandar Hadi, Santriani Hamsah, M. Hamsah, Muhammad Hamzah, Pratiwi Nasir Harahap, Muhammad Wirawan Hasan Hasan Hasliyawati Hasan Hasta Handayani Hendrian Chaniago Herlambang Andre Hermiaty I Irmayanti Imran Safei Imran Safei Imran Safei, Imran Imran, Muh. Indah Lestari Indah Lestari Daeng Kanang Indah Lestari Daeng Kanang Inna Mutmainnah Inna Mutmainnah Musa Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Irna Diyana Kartika Irna Diyana Kartika Kamaluddin Irna Diyana Kartika Kamaluddin Irwan, Andi Alamanda Iswan Wahab, M. Iwan Kurniawan Jabal Nur, Muhammad Jafar, Muh. Alfian Jumarti Ika Wulandari MZ Kamaluddin, Irna Diyana Kartika Kamandali, Buok Aria Kanang, Indah Lestari Daeng Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Khairun, Nadhifah Wasila M. Hamsah M. Iswan Wahab M. Yogi Riyantama Isjoni M.Abrar Naufal Hidayatullah ZA Makmun, Armanto Mamile, Rahmawati Mappaware, Nasrudin Andi Marzelina Karim Miftahul Jannah Mochammad Erwin Rachman Mochammad Erwin Rachman, Mochammad Erwin Mohammad Reza Zainal Abidin Mubarak, Andi Firman Mufia Muin Mufthiar Muhtar Muh Anugrah Ramadhan Muh. Fadil Asrar Muhammad Fauzul Azhim Muhammad Irsan Muflih Mundzir Muhammad Jabal Nur, Muhammad Jabal Muhammad Taufiqurrahman, Muhammad Muhammad Yasin Arsal Muhammad Yatsrib Semme Mulyadi, Farah Ekawati Musa, Inna Mutmainnah Mutiara Amalia Muzammilia Nadraini Namirah, Hanna Aulia Nasrudin Andi Mappaware Natsir, Pratiwi Nevi sulvita karsa Nirwana Laddo Ni’ma Haifa Amin Novriansyah , Zulfikri Khalil Novriansyah, Zulfikri Khalil Nur Hidayah Nur, M. Jabal Nurfachanti Nurmadilla, Nesyana Nursyamsi Nursyamsi Nurul Faiqah P.Amir, Suliati Paulus Pratiwi L Basri Pratiwi Natsir Purnama, Rahmiaty Purnamasari, Reeny R Rahmawati Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Latief Rahmah, Marlyanti Nur Rahmatul Atika Jamal Rahmawati Mamille Rahmawati, Rahmawati Ramadhan, Muh. Dwi Cahyo Rasfayanah Rasfayanah Ratih Natasha Maharani Ratu Sri Bestari Reza Farelim Wardana Rezky Pratiwi L Basri Rezky Putri Indarwati Abdullah Ridha Humairah, Afifah Rifka Yusraeni Rismayanti Risna Sri Wahyuni M Rizal Basry Rizky Nurhumairah Sarifuddin Rusman Safitri, Asrini Santriani Hadi Sarah Sarwati, Athiyyah Sarinah Mandella Rumlawan Selviani Sherliana, Sherliana Shofiyah Latief Shulhana Mokhtar Sidrah Darma Sigit Dwi Pramono Sitti Rukiyah Syawal Sodiqah, Yani Sri Irmandha Sri Irmandha K Sri Irmandha Kusumardhani Sri Julyani Sri Vitayani Sri Wahyu Sri Wahyu Sri Wahyuni Gayatri St. Nur Ashilah Nafi’ah St. Nur Ashilah Nafi’ah Suci Ramadhani Sudirman Katu, Sudirman Suliati P Amir Sultan Buraena Sultan Buraena Surdam, Zulfiyah Syahril, Erlin Syamsu Rijal Syamsu Rijal Syarif Hidayatullah Syarifuddin Wahid Syarifuddin, Erwin Tabri, Nur Ahmad Tahir, Nur Cahyani Taufik, Muhammad Akram Tola, Aqilah Faizah Waode Inayatu Zahra Khairunnufus Wawan Susilo Wiriansya, Edward Pandu Wisudawan Wisudawan Wisudawan Wisudawan, Wisudawan Wulan Purnamasyani S Yani Sodiqah Yani Sodiqah Yanti, Andi Kartini Eka Yudistira, Amanda Tasya Reghinaa Putri Yuniati, Lisa Yusuf Kidingallo Zulfikri Khalil Novriansyah Zulfitriani Murfat Zulfiyah Surdam Zulfiyah Surdam