Claim Missing Document
Check
Articles

Overview of Eating Behavior, Physical Activity, and Parental Obesity History in Relation to Obesity Incidence Among Medical Students at Universitas Muslim Indonesia Ahyar, Muammar; Makmun, Armanto; Surdam, Zulfiyah; Hidayati, Prema Hapsari; Murfat, Zulfitriani; Hamsah, Muhammad
Journal La Medihealtico Vol. 6 No. 4 (2025): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v6i4.2282

Abstract

Obesity is a global epidemiological problem that poses a threat to world public health, the Word Health Organization annually publishes that obesity is the cause of death of 2.8 million people. Low physical activity is an important predictor of obesity, besides that the family environment has a big influence on the incidence of obesity in a person. The purpose of the study was to determine the description and relationship of eating behavior, physical activity, and parental obesity history with the incidence of obesity. Methods This study is an analytical descriptive study with a cross sectional method, data were collected once from each participant and analyzed with SPSS using the chi-square test. The results revealed that there were 50 umi medical faculty students who were obese, with poor eating behavior as many as 34 people or 68%, less physical activity as many as 36 people or 72%, obese father's obesity status as many as 33 people or 66% and obtained obese mother's obesity status as many as 30 people or 60%. Data analysis shows that there is a relationship between eating behavior and the incidence of obesity in UMI medical students, there is a relationship between physical activity and the incidence of obesity in UMI medical students, and there is a relationship between a history of parental obesity and the incidence of obesity in UMI medical students. Based on the results obtained, it is concluded that eating behavior, physical activity, and a history of parental obesity are one of the factors that cause obesity in UMI medical students.
EFIKASI TERAPI BEKAM SEBAGAI TERAPI ALTERNATIF DALAM MANAJEMEN HIPERTENSI: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Abdillah, Andi Rachmat; Hidayati, Prema Hapsari; Katu, Sudirman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48635

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Meskipun terapi farmakologis terbukti efektif dalam mengendalikan tekanan darah, penggunaannya sering kali disertai dengan efek samping yang tidak diinginkan, sehingga mendorong pencarian terapi alternatif yang lebih aman. Salah satu terapi alternatif yang mulai banyak diminati adalah terapi bekam, khususnya bekam basah. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efektivitas, jumlah sesi optimal, serta aspek keamanan dari terapi bekam pada penderita hipertensi melalui metode systematic literature review. Sebanyak 24 studi dengan total 798 partisipan yang diperoleh dari database PubMed, Science Direct, dan Google Scholar dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa 93,8% studi melaporkan penurunan signifikan tekanan darah sistolik, berkisar antara 3,07 hingga 41,5 mmHg. Sementara itu, 79,7% studi mencatat penurunan signifikan tekanan darah diastolik, dengan penurunan tertinggi mencapai 14,4 mmHg. Meskipun jumlah sesi bekam yang optimal belum dapat disimpulkan secara pasti, terapi dengan dua sesi atau lebih cenderung memberikan hasil penurunan tekanan darah yang lebih besar dibandingkan dengan satu sesi. Tidak ditemukan laporan mengenai efek samping serius dalam studi yang ditinjau. Dengan demikian, terapi bekam dinilai efektif dan relatif aman sebagai terapi tambahan atau alternatif dalam pengelolaan hipertensi.
Relationship between Irritative Food Consumption and Dyspepsia Syndrome Among Medical Students at The University of Muslim Indonesia Yudistira, Amanda Tasya Reghinaa Putri; Royani, Ida; Yuniati, Lisa; Safitri, Asrini; Hidayati, Prema Hapsari
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i2.7102

Abstract

Pendahuluan: Dispepsia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekumpulan gejala pada saluran pencernaan, termasuk nyeri pada perut bagian atas (epigastrium), mual, muntah, dan perut kembung. Tujuan: Mengetahui hubungan antara konsumsi makanan yang bersifat iritatif dengan sindrom dispepsia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2022. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa preklinik angkatan 2022 yang berjumlah 385 orang, dan sampel dipilih menggunakan metode total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga diperoleh 283 responden. Variabel independen adalah konsumsi makanan iritatif, sedangkan variabel dependen adalah sindrom dispepsia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sindrom dispepsia (berdasarkan kriteria Rome IV) dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk makanan iritatif. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square pada tingkat signifikansi 5%. Hasil: Dari 283 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2022 yang menjadi responden, diketahui bahwa 34,6% mengalami dispepsia, dengan 24,7% sering mengonsumsi makanan pedas dan 13,8% mengonsumsi makanan asam. Kesimpulan: Analisis statistik menggunakan uji korelasi Chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan iritatif dengan sindrom dispepsia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2022. Diperlukan edukasi mengenai pola makan sehat dan faktor risiko lain yang dapat memicu dispepsia, serta penelitian lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor psikologis dan gaya hidup.   Introduction: Dyspepsia is a term used to describe a group of symptoms in the digestive tract, including pain in the upper abdomen (epigastrium), nausea, vomiting, and bloating. This study aims to determine the relationship between the consumption of irritating foods and dyspepsia syndrome among medical students at the Faculty of Medicine, University of Muslim Indonesia, Class of 2022. Method: This study is an analytical observational study with a cross-sectional design. The study population consisted of all preclinical students of the 2022 cohort, totaling 385 individuals, and the sample was selected using total sampling based on inclusion and exclusion criteria, resulting in 283 respondents. The independent variable was irritating food consumption, while the dependent variable was dyspepsia syndrome. Data were collected using a dyspepsia syndrome questionnaire (based on Rome IV criteria) and a Food Frequency Questionnaire (FFQ) for irritating foods. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with a Chi-square test at a significance level of 5%. Results: showed that out of 283 medical students at the University of Muslim Indonesia, class of 2022, who participated in the study, 34.6% experienced dyspepsia, with 24.7% frequently consuming spicy foods and 13.8% consuming acidic foods. Conclusion: Statistical analysis using the Chi-square correlation test found no significant association between irritating foods and dyspepsia syndrome among medical students at the University of Muslim Indonesia, class of 2022. Education on healthy eating patterns and other risk factors that can trigger dyspepsia is needed, along with further research considering psychological factors and lifestyle.
The Effect of Mango Leaf Extract Administration on Fasting Blood Sugar Levels in Deksametason-Induced Mice Tola, Aqilah Faizah; Wahid, Syarifuddin; Kanang, Indah Lestari Daeng; Hidayati, Prema Hapsari; Dirgahayu L, Andi Millaty
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i2.7244

Abstract

Latar Belakang: Daun mangga memiliki efek anti-diabetes karena kandungan mangiferin yang tinggi. Mangiferin memberikan efek anti-diabetes dengan meningkatkan ekspresi GLUT4 dan translokasinya di dalam sel otot. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mangga (Mangifera foetida) terhadap kadar gula darah puasa pada mencit yang sebelumnya diinduksi deksametason untuk meningkatkan kadar gula darah puasa. Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan pre-test dan post-test group control design. Besar sampel ditentukan menggunakan pendekatan resource equation, dengan total 25 ekor mencit yang dibagi menjadi lima kelompok. Hiperglikemia diinduksi menggunakan deksametason dosis 1 mg/kgBB per hari selama 7 hari, kemudian dilanjutkan dengan pemberian ekstrak daun mangga per oral (dosis 150, 250, dan 350 mg/kgBB per hari) selama 10 hari. Kadar gula darah puasa diukur sebelum dan sesudah induksi, serta pada hari ke-3, ke-7, dan ke-10 setelah pemberian perlakuan. Analisis statistik dilakukan menggunakan metode multivariat. Data dianalisis dengan ANOVA, Post Hoc LSD, dan Paired Sample T-Test. Hasil: Terdapat penurunan signifikan kadar gula darah puasa pada mencit sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun mangga pada kelompok 2 (ekstrak daun mangga 150 mg/kgBB) dengan p = 0,002, kelompok 4 (deksametason 1 mg/kgBB + ekstrak daun mangga 250 mg/kgBB) dengan p = 0,001, dan kelompok 5 (deksametason 1 mg/kgBB + ekstrak daun mangga 350 mg/kgBB) dengan p < 0,001. Kesimpulan: Ekstrak daun mangga (Mangifera foetida) dapat menurunkan kadar gula darah puasa pada mencit yang telah diinduksi.   Background: Mango leaves have anti-diabetic effects due to their high content of mangiferin. Mangiferin exerts its anti-diabetic effects by increasing the expression of GLUT4 and its translocation within muscle cells. The aim is to determine the effect of mango leaf extract (Mangifera foetida) on fasting blood glucose levels in mice previously induced with dexamethasone to elevate fasting blood glucose levels. Method: An experimental method with a pre-test and post-test group control design. The sample size was determined using the resource equation approach, with a total of 25 mice divided into five groups. Hyperglycemia was induced with dexamethasone at 1 mg/kg body weight per day for 7 days, followed by oral administration of mango leaf extract (150, 250, 350 mg/kg body weight per day) for 10 days. Fasting blood glucose levels were measured before and after induction, as well as on days 3, 7, and 10 of treatment. Statistical analysis was performed using multivariate methods. Data were analyzed using ANOVA, Post Hoc LSD, and Paired Sample T-Test. Results: There was a significant decrease in fasting blood glucose levels in mice before and after administration of mango leaf extract in group 2 (Mango leaf extract 150 mg/kg BW) with a p-value of 0.002, group 4 (Dexamethasone 1 mg/kg BW + Mango leaf extract 250 mg/kg BW) with a p-value of 0.001, and group 5 (Dexamethasone 1 mg/kg BW + Mango leaf extract 350 mg/kg BW) with a p-value of <0.001. Conclusion: Mango leaf extract (Mangifera foetida) can reduce fasting blood sugar levels in mice that have been induced.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Serai (Cymbopogon Citratus) terhadap Kadar Trigliserida pada Tikus Putih dengan Obesitas Sherliana, Sherliana; Hidayati, Prema Hapsari; Irmayanti, Irmayanti; Kartika, Irna Diyana; Nurmadilla, Nesyana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i10.19523

Abstract

ABSTRACT This study This study aims to compare triglyceride levels in white rats that only given a high-fat diet (negative control group), comparing triglyceride levels in white rats with the administration of triglyceride levels in white rats given lemongrass ethanol extract (Cymbopogon Citratus) with white rats given simvastatin with a high-fat diet (negative control group). white rats given simvastatin with a high-fat diet (positive control group), comparing triglyceride levels in white rats with positive control group), comparing triglyceride levels in white rats before and after the administration of lemongrass ethanol extract at a dose of 150mg/dl with a high-fat diet, comparing triglyceride levels in white rats before and after the administration of the fat diet, comparing triglyceride levels in white rats before and after the administration of lemongrass ethanol extract at a dose of 200mg/dl with a high-fat diet, comparing triglyceride levels in white rats before and after administration of lemongrass ethanol extract with a dose of 250mg/dl with a high-fat diet, comparing triglyceride levels in white rats after the intervention for 14 days in all groups, and to compare the effectiveness of triglyceride levels in all groups of obese white rats. Research conducted conducted was an experimental study with a pre and post test control group design using mice. post test control group design using white rats (Rattus Novergicus) who are obese as experimental animals to determine the effects of administration of lemongrass ethanol extract (Cymbopogon Cytratus) to reduce triglyceride levels of white rats. triglyceride levels of obese white rats. The results showed that rats that were not given lemongrass ethanol extract or simvastatin showed higher triglyceride levels. triglyceride levels, which confirms that lemongrass ethanol extract may serve as an alternative in reducing triglyceride levels in obesity. Lemongrass ethanol extract showed a reduction in triglyceride levels that was almost equivalent to simvastatin. almost equivalent to simvastatin, although simvastatin was slightly more effective in reducing triglycerides in the control group. Administration of lemongrass ethanol extract lemongrass at a dose of 150mg significantly reduced triglyceride levels in obese white rats. Administration of lemongrass ethanol extract at a dose of 200mg significantly reduced triglyceride levels in obese white rats. significantly reduced triglyceride levels in obese white rats. Giving lemongrass ethanol extract at a dose of 250mg did not provide a significant decrease in triglyceride levels. significant decrease in triglyceride levels in obese white rats. There is a significant difference in triglyceride levels in obese white rats after the  intervened 14 days in all groups. The decrease in triglyceride levels was more effective in the positive control group with simvastatin control group with simvastatin, however, the group with the 150mg/dl and 200mg/dl extract interventions also experienced a significant decrease in triglyceride levels. in obese white rats. Keywords: Cymbopogon Citratus, Obesity, Triglyceride, Ethanol Extract, White Rat  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar trigliserida pada tikus putih yang hanya diberikan diet tinggi lemak (kelompok kontrol negatif), membandingkan kadar trigliserida pada tikus putih dengan pemberian ekstrak etanol  serai (Cymbopogon Citratus) dengan tikus putih yang diberikan obat simvastatin dengan diet tinggi lemak (kelompok kontrol positif), membandingkan kadar trigliserida pada tikus putih sebelum dan setelah pemberian ekstrak etanol serai dengan dosis 150mg/dl dengan diet tinggi lemak, membandingkan kadar trigliserida pada tikus putih sebelum dan setelah pemberian ekstrak etanol serai dengan dosis 200mg/dl dengan diet tinggi lemak, membandingkan kadar trigliserida pada tikus putih sebelum dan setelah pemberian ekstrak etanol serai dengan dosis 250mg/dl dengan diet tinggi lemak, membandingkan kadar trigliserida pada tikus putih seteleh intervensi selama 14 hari pada semua kelompok, serta untuk membandingkan efektivitas terhadap penurunan kadar trigliserida pada semua kelompok tikus putih dengan obesitas. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian pre and post test control group design dengan menggunakan tikus putih (Rattus Novergicus) yang obesitas sebagai hewan coba untuk mengetahui efek dari pemberian ekstrak etanol serai (Cymbopogon Cytratus) terhadap penurunan kadar trigliserida dari tikus putih yang obesitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus yang tidak diberi ekstrak etanol serai atau simvastatin menunjukkan kadar trigliserida yang lebih tinggi, yang mengonfirmasi bahwa ekstrak etanol serai dapat berfungsi sebagai alternatif dalam mengurangi kadar trigliserida pada obesitas. Ekstrak etanol serai menunjukkan penurunan kadar trigliserida yang hampir setara dengan simvastatin, meskipun simvastatin sedikit lebih efektif dalam menurunkan trigliserida pada kelompok kontrol. Pemberian ekstrak etanol serai dengan dosis 150mg secara signifikan menurunkan kadar trigliserida pada tikus putih obesitas. Pemberian ekstrak etanol serai dengan dosis 200mg secara signifikan menurunkan kadar trigliserida pada tikus putih obesitas. Pemberian ekstrak etanol serai dengan dosis 250mg tidak memberikan penurunan secara signifikan pada  kadar trigliserida pada tikus putih obesitas. Terdapat adanya perbedaan yang signifikan kadar trigliserida pada tikus putih obesitas setelah  diintervensi 14 hari  pada semua kelompok. Penurunan kadar trigliserida lebih efektif pada kelompok kontrol positif yang diintervensi simvastatin,meskipun demikian kelompok dengan intervensi ekstrak 150mg/dl dan 200mg/dl juga mengalami penurunan yang signifikan pada tikus putih obesitas. Kata Kunci:  Cymbopogon Citratus, Obesitas, Trigliserida, Ekstrak Etanol, Tikus Putih
Hubungan Pola Makan dengan Kadar Gula Darah Puasa (GDP) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di UPK Balai Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Taufik, Muhammad Akram; Hidayati, Prema Hapsari; Irmayanti, Irmayanti; Julyani, Sri; Natsir, Pratiwi; Safitri, Asrini
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i10.19528

Abstract

ABSTRACT Uncontrolled blood sugar levels are the cause of diabetes, a chronic illness. High blood sugar levels are a hallmark of diabetes, according to the World Health Organization (WHO). This disorder arises when the body either fails to absorb the necessary quantity of insulin from the body or does not make enough of it. Based on its origin and clinical manifestation, diabetes mellitus (DM) can be roughly divided into three types: type 1 diabetes, type 2 diabetes, and gestational diabetes mellitus (GDM). This study was conducted to investigate the correlation between dietary patterns and fasting blood glucose (FBG) levels in individuals with type 2 diabetes mellitus at the UPK Balai Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan in 2024. This study used an analytical observational research type to analyze the relationship or correlation between variables using a cross-sectional method. From the research results obtained, it was found that the significance value p = 0.045 (<0.05), which means that there is a significant relationship between dietary patterns and fasting blood glucose (FBG) levels in people with type 2 diabetes mellitus at the UPK Balai Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan in 2024. An unhealthy diet can increase fasting blood glucose levels in people with type 2 diabetes mellitus. Therefore, people with type 2 diabetes mellitus are strongly advised to follow a healthy and regular diet to control their blood glucose levels. Keywords: Diabetes Melitus, Dietary Patterns, Blood Glucose  ABSTRAK Kadar gula darah yang tidak terkontrol menjadi penyebab diabetes, penyakit kronis. Kadar gula darah yang tinggi merupakan ciri khas diabetes, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Gangguan ini muncul ketika tubuh gagal menyerap jumlah insulin yang diperlukan dari tubuh atau tidak memproduksinya dalam jumlah yang cukup. Berdasarkan asal usul dan manifestasi klinisnya, diabetes melitus (DM) secara kasar dapat dibagi menjadi tiga jenis: diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes melitus gestasional (GDM). Untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kadar Gula Darah Puasa (GDP) pada pasien diabetes melitus tipe 2 di UPK Balai Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2024.  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik untuk menganalisis hubungan atau korelasi antar variabel dengan metode cross-sectional. Dari hasil peneltian yang didapatkan, diketahui nilai signifikansi p=0,045 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan terhadap kadar gula darah puasa (GDP) pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 di UPK Balai Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2024. Pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkan kadar gula darah puasa pada penderita diabetes melitus tipe 2. Oleh karena itu, penderita diabetes melitus tipe 2 sangat disarankan untuk mengikuti pola makan yang sehat dan teratur untuk mengontrol kadar gula darah mereka. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pola Makan, Gula Darah
Gambaran Kultur Bakteri dan Sensitivitas Antibiotik pada Pasien Sepsis di Rumah Sakit Ibnu Sina Periode 2019-2022 Hidayati, Prema Hapsari; Danial, Nurul Fauziah; Mulyadi, Farah Ekawati; Yani Sodiqah; Hasta Handayani
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 8 No 1 (2024): JANUARY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/alami.v8i1.43084

Abstract

Sepsis is a life-threatening organ dysfunction caused by an imbalance in the host's response to infection. This study aims to determine the description of bacterial culture and antibiotic sensitivity in sepsis patients at Ibnu Sina Hospital for the 2019-2022 period taken from medical record data. This study used a descriptive observational design with a retrospective approach based on secondary data from medical records at Ibnu Sina Hospital for the 2019-2022 period. Of the total 111 sepsis patients at Ibnu Sina Hospital for the 2019-2022 period, 89 samples were found with positive cultures and the most common bacteria found was Alkaligenes faecalis bacteria in 21 samples (23.6%) followed by Klebsiella sp. as many as 19 samples (21.3%) and Klebsiella pneumoniae as many as 12 samples (13.5%). The most sensitive antibiotics are levofloxacin and amikacin. It can be concluded that nosocomial infections with the most bacteria cause sepsis patients at Ibnu Sina Hospital are Alkaligenes faecalis (23.6%) and Klebsiella sp. (21.3%) which are gram-negative aerobic bacteria.
Literature Review: Pengaruh Air Kelapa Muda (Cocos Nucifera) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi: Literature Review: The Effect of Young Coconut Water (Cocos Nucifera) on Reducing Blood Pressure in Hypertension Sufferers Aryani, Aulia; Rachman, Mochammad Erwin; Wahyu, Sri; Kanang, Indah Lestari Daeng; Hidayati, Prema Hapsari
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 4 No. 2 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v4i2.1549

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Hipertensi “The Silent Killer” adalah suatu keadaan ketika tekanan darah dipembuluh darah terus-menerus mengalami peningkatan tekanan secara kronis. Hipertensi dapat dikendalikan dengan salah satu pengobatan non-farmakologi yaitu dengan konsumsi air kelapa muda (cocos nucifera L.). Air kelapa muda (cocos nucifera L.) adalah minuman isotonik yang mempunyai kandungan mineral kalium (K), magnesium (Mg), kalsium (Ca), natrium (Na) dan vitamin C. Tujuan: Untuk mengetahui adanya pengaruh air kelapa muda (cocos nucifera L.) terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Literature review dengan desain narrative review. Hasil: Adapun literature yang diperoleh berjumlah 10 referensi yang selanjutnya dibahas dan dikaitkan dengan judul penelitian ini. Menurut penelitian yang dipublikasikan disejumlah jurnal, air kelapa muda (cocos nucifera L.) memiliki kandungan mineral berupa kalium (K) dan magnesium (Mg) yang tinggi yang dapat menurunkan tekanan darah. Kesimpulan: Berdasarkan hasil yang di literature review, dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi air kelapa muda (cocos nucifera L.) dapat menurunkan tekanan darah sistol dan diastol pada penderita hipertensi. ABSTRACT Background: “The Silent Killer” hypertension is a condition when blood pressure in the blood vessels is constantly chronically increased. Hypertension can be controlled with one of the non-pharmacological treatments, namely by consuming young coconut water (cocos nucifera L.). Young coconut water (cocos nucifera L.) is an isotonic drink that contains minerals potassium (K), magnesium (Mg), calcium (Ca), sodium (Na) and vitamin C. Objective: To determine the effect of young coconut water (cocos nucifera L.) on reducing blood pressure in patients with hypertension. Method: Literature review with narrative review design. Results: The literature obtained amounted to 10 references which were further discussed and associated with the title of this study. According to research published in a number of journals, young coconut water (cocos nucifera L.) has a high mineral content in the form of potassium (K) and magnesium (Mg) which can lower blood pressure. Conclusion: Based on the results in the literature review, it can be concluded that consuming young coconut water (cocos nucifera L.) can reduce systole and diastole blood pressure in patients with hypertension.
TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 TERHADAP RETINOPATI DIABETIK Devita Nurul Ainiah, A.; Novriansyah, Zulfikri Khalil; Purnama, Rahmiaty; Kurniawan, Iwan; Hidayati, Prema Hapsari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27305

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik kronik yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah atau hiperglikemia, World Health Organization (WHO) melaporkan terdapat 422 juta orang secara global menderita DM hingga Mei 2020. DM dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti komplikasi nefropati, kardiovaskular, neulrologi, dan okular, dengan retinopati diabetikum (RD) sebagai komplikasi okular mikrovaskuler yang paling sering terjadi pada DM.Retinopati diabetik didefinisikan sebagai gangguan pada sirkulasi retina yang mengganggu pengiriman oksigen dan nutrisi ke retina, oleh karena itu, kerusakan pada sirkulasi retina dapat mempengaruhi penglihatan normal. Prevalensi RD secara global pada pasien diabetes dewasa dilaporkan sebesar 27% dan 4,8% dari seluruh kasus kebutaan. Tingkat pengetahuan tentang RD sebagai komplikasi pada mata di antara pasien diabetes merupakan faktor penting untuk diagnosis dini dan manajemen RD, Hal ini membantu pasien diabetes untuk melihat faktor risiko  dan memungkinkan mereka untuk mengembangkan sikap positif untuk melakukan skrining dini dan pengobatan tepat waktu. Selain itu, pengetahuan pasien terhadap RD juga dapat mencegah kemungkinan terjadinya gangguan penglihatan akibat penyakit ini. Kesadaran pasien akan RD akan menjadi kunci untuk perbaikan lebih lanjut dalam manajemen dan pencegahan RD.
A LITERATURE REVIEW : PATOMEKANISME GASTROPATI DIABETIK Ridha Humairah, Afifah; Hidayati, Prema Hapsari; Syarifuddin, Erwin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28076

Abstract

Gastropati diabetik menimbulkan dampak signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas sehingga membutuhkan manajemen yang optimal. Memahami patomekanisme gastropati diabetik sangat penting untuk modalitas pengobatan yang lebih spesifik sesuai dengan hal-hal yang mendasarinya. pencarian artikel untuk narrative review ini mengunakan kata kunci diabetic gastropathy, diabetic gastroparesis, gastric emptying, pathomechanism melalui website seperti PubMed, Google Scholar, ScienceDirect dan Elsevier. Didapatkan hasil 53 jurnal yang sesuai dan menjelaskan hal-hal yang terlibat dan saling berinteraksi dalam mekanisme gastropati diabetes termasuk sistem saraf ekstrinsik, otot polos, sistem saraf enterik, Interstitial Cells of Cajal (ICC), Neuronal Nitric Oxide synthase (nNOs) dan sel-sel imun yang berkontribusi pada patomekanisme yang kompleks. Dengan mengetahui patomekanisme gastropati diabetik diharapkan dapat memberikan pengobatan yang lebih baru yang bertujuan untuk memperbaiki kerusakan yang mendasarinya sehingga meningkatkan kualitas hidup penderita.
Co-Authors A. Husni Esa Darussalam AB, Tarisya Febriyanti Baso Abbas Zavey Nurdin Abdillah, Andi Rachmat Abdullah, Rezky Putri Indarwati Achmad Haruns Muchsin Ade Rahmy Sujuthi Afifah Ridha Humairah Afriansyah, Rafli Agnes Feterina Parwati Gosal Agung Sukriadi Ahyar, Muammar Aisyah Nabilah Sulthan Aisyah Primaputri Ali Aspar Mappahya Alifya, Kafka Mutiara Almirah, Michaella Amrizal Muchtar Ana Meliyana Andi Adam Indra Andi Alamanda Irwan Andi Ambar Yusufputra Andi Dhedie Prasatia Sam Andi Kartini Eka Yanti Andi Kartini Eka Yanti Andi Kartini Eka Yanti Andi Kartini Eka Yanti Yanti Andi Muhammad Luthfi Parewangi Andi Siti Nur Pranana Ummah Feqqi Anggita, Dwi Anna Sari Dewi Ardiansar , Abdul Mubdi Arfan, Rafidah Arifuddin Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arina F Arifin Arina Fathiyyah Arifin Armanto Makmun Arni Isnaini Arfah Aryani, Aulia As'ad, Andri Ashar Magguliling Tayibu Ashari, Anjelia Farmana Asram, Andi Asrini Safitri Asrini Safitri Asrini Safitri Assofi, A. Syarifah Balqis Astra Budiati Nusrat Astri Wahyuni Ayu Lestari Bakhtiar, Ilma Khaerina Basyar Basyar Berry Erida Hasbi Budiman Budiman Dahliah Dahliah AZ Dahliah Dahliah Dahliah, Dahliah Danial, Nurul Fauziah Darariani Iskandar Darussalam, Andi Husni Esa Daulima, Shaula Vaganza Devita Nurul Ainiah, A. Dirgahayu L, Andi Millaty Dwi Anggita Dwi Anggita Dwi Anggita Dzul Rizka Edward Pandu Wiriansya Edward Pandu Wiriansya Eka Yanti, Andi Kartini Erlin Syahril Fadhillah, Fadhillah Fadil Mula Putra Faizul A Fatkhurroman, Imam Febie Irsandy Febie Irsandy Febriyanti, Andi Gina Fendy Dwimartono Firiansyah, Alief Rezeky G. Gunawan Gina Isni Djanuaresty Iskandar Hadi, Santriani Hamsah, M. Hamsah, Muhammad Hamzah, Pratiwi Nasir Harahap, Muhammad Wirawan Hasan Hasan Hasliyawati Hasan Hasta Handayani Hendrian Chaniago Herlambang Andre Hermiaty I Irmayanti Imran Safei Imran Safei Imran Safei, Imran Imran, Muh. Indah Lestari Indah Lestari Daeng Kanang Indah Lestari Daeng Kanang Inna Mutmainnah Inna Mutmainnah Musa Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Irna Diyana Kartika Irna Diyana Kartika Kamaluddin Irna Diyana Kartika Kamaluddin Irwan, Andi Alamanda Iswan Wahab, M. Iwan Kurniawan Jabal Nur, Muhammad Jafar, Muh. Alfian Jumarti Ika Wulandari MZ Kamaluddin, Irna Diyana Kartika Kamandali, Buok Aria Kanang, Indah Lestari Daeng Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Khairun, Nadhifah Wasila M. Hamsah M. Iswan Wahab M. Yogi Riyantama Isjoni M.Abrar Naufal Hidayatullah ZA Makmun, Armanto Mamile, Rahmawati Mappaware, Nasrudin Andi Marzelina Karim Miftahul Jannah Mochammad Erwin Rachman Mochammad Erwin Rachman, Mochammad Erwin Mohammad Reza Zainal Abidin Mubarak, Andi Firman Mufia Muin Mufthiar Muhtar Muh Anugrah Ramadhan Muh. Fadil Asrar Muhammad Fauzul Azhim Muhammad Irsan Muflih Mundzir Muhammad Jabal Nur, Muhammad Jabal Muhammad Taufiqurrahman, Muhammad Muhammad Yasin Arsal Muhammad Yatsrib Semme Mulyadi, Farah Ekawati Musa, Inna Mutmainnah Mutiara Amalia Muzammilia Nadraini Namirah, Hanna Aulia Nasrudin Andi Mappaware Natsir, Pratiwi Nevi sulvita karsa Nirwana Laddo Ni’ma Haifa Amin Novriansyah , Zulfikri Khalil Novriansyah, Zulfikri Khalil Nur Hidayah Nur, M. Jabal Nurfachanti Nurmadilla, Nesyana Nursyamsi Nursyamsi Nurul Faiqah P.Amir, Suliati Paulus Pratiwi L Basri Pratiwi Natsir Purnama, Rahmiaty Purnamasari, Reeny R Rahmawati Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Latief Rahmah, Marlyanti Nur Rahmatul Atika Jamal Rahmawati Mamille Rahmawati, Rahmawati Ramadhan, Muh. Dwi Cahyo Rasfayanah Rasfayanah Ratih Natasha Maharani Ratu Sri Bestari Reza Farelim Wardana Rezky Pratiwi L Basri Rezky Putri Indarwati Abdullah Ridha Humairah, Afifah Rifka Yusraeni Rismayanti Risna Sri Wahyuni M Rizal Basry Rizky Nurhumairah Sarifuddin Rusman Safitri, Asrini Santriani Hadi Sarah Sarwati, Athiyyah Sarinah Mandella Rumlawan Selviani Sherliana, Sherliana Shofiyah Latief Shulhana Mokhtar Sidrah Darma Sigit Dwi Pramono Sitti Rukiyah Syawal Sodiqah, Yani Sri Irmandha Sri Irmandha K Sri Irmandha Kusumardhani Sri Julyani Sri Vitayani Sri Wahyu Sri Wahyu Sri Wahyuni Gayatri St. Nur Ashilah Nafi’ah St. Nur Ashilah Nafi’ah Suci Ramadhani Sudirman Katu, Sudirman Suliati P Amir Sultan Buraena Sultan Buraena Surdam, Zulfiyah Syahril, Erlin Syamsu Rijal Syamsu Rijal Syarif Hidayatullah Syarifuddin Wahid Syarifuddin, Erwin Tabri, Nur Ahmad Tahir, Nur Cahyani Taufik, Muhammad Akram Tola, Aqilah Faizah Waode Inayatu Zahra Khairunnufus Wawan Susilo Wiriansya, Edward Pandu Wisudawan Wisudawan Wisudawan Wisudawan, Wisudawan Wulan Purnamasyani S Yani Sodiqah Yani Sodiqah Yanti, Andi Kartini Eka Yudistira, Amanda Tasya Reghinaa Putri Yuniati, Lisa Yusuf Kidingallo Zulfikri Khalil Novriansyah Zulfitriani Murfat Zulfiyah Surdam Zulfiyah Surdam