Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Uji Efektivitas Ekstrak Buah Pepaya dan Mentimun terhadap Bakteri Salmonella Thypi Hermiaty; Marzelina Karim; Shofiyah Latief; Prema Hapsari Hidayati; Suci Ramadhani; Hasliyawati Hasan; Sarinah Mandella Rumlawan; Abbas Zavey Nurdin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 1 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i1.74

Abstract

Salmonella typhi adalah bakteri penyebab demam tifoid. Penyakit ini menyerang hampir di semua negara, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit demam tifoid ini dapat tertular lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh feses atau urin dari orang yang terinfeksi. Di Indonesia kloramfenikol masih merupakan obat pilihan utama untuk mengobati demam tifoid. Namun banyak dilaporkan adanya resistensi S. typhi terhadap antibiotik kloramfenikol. Oleh karena itu, mulai dikembangkan penelitian untuk meminimalisir efek samping dari penggunaan antibiotik. Salah satunya adalah dengan pengembangan antimikroba yang berasal dari bahan alam. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah tanaman pepaya (Carica papaya L memiliki nilai medis yang tinggi dan efek antibakteri. Adapun tanaman lain yang dapat di jadikan obat adalah mentimun (Cucumis sativus) dimana memiliki senyawa aktif yang berperan sebagai antifungi dan antibakteri. Mengetahui perbedaan daya antibakteri antara Carica papaya L dan Cucumis sativus L terhadap bakteri Salmonella thypi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental labatorium dengan metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode disc diffution. Zona hambat yang dihasilkan oleh ekstrak buah pepaya pada dua replikasi yaitu rata-rata diameter sebesar 0 mm dan 7 mm dan zona hambat yang dihasilkan oleh ekstrak buah mentimun untuk dua replikasi yaitu rata-rata diameter sebesar 0 mm dan 16,7 mm. Ekstrak buah mentimun dengan konsentrasi 100% lebih efektif karena memiliki daerah hambat yang lebih besar jika dibandingkan dengan ekstrak buah pepaya dengan konsentrasi 100%.
Hubungan Jenis Retinopati Diabetik dengan Lama Menderita Diabetes Melitus dan Kadar HbA1C Aisyah Primaputri; Sri Irmandha; Marzelina Karim; Prema Hapsari; Zulfiyah Surdam; Rismayanti; Paulus; Ade Rahmy Sujuthi
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i8.111

Abstract

Diabetes merupakan penyakit gangguan metabolik kronik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sensitivitas insulin dan insufisiensi produksi insulin oleh pankreas. Pada tahun 2015, sekitar 415 juta orang dewasa di dunia atau sekitar 8,5% penduduk dunia menderita diabetes. Diabetes menjadi masalah serius ketika telah terjadi berbagai komplikas. Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular pernderita diabetes yang menyerang pembuluh darah kecil di retina mata, menyebabkan terjadinya penurunan penglihatan permanen hingga kebutaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis retinopati diabetik dengan lamanya menderita diabetes melitus dan kadar HbA1C. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif obervasional analitik dengan desain cross sectional. Kuantitatif berarti variabel-variabel penelitian ini menggunakan variabel yang dapat diukur secara objektif. Hasil penelitian ini didominasi oleh pasien berusia 50-54 tahun (26,5%). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kadar HbA1C didominasi > 9,0% (43%) dengan durasi lama <5 tahun (51%). Jenis retinopati yang mendominasi adalah PDR (68%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c dengan jenis retinopati diabetik (p=0,007). Hasil penelitian ini yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lama menderita diabetes mellitus dengan jenis retinopati diabetik (p=0,016).
Uji Sensitivitas Kapsul Cacing (Lumbricus rubellus) terhadap Bakteri Salmonella typhi Secara In Vitro Ratu Sri Bestari; Yani Sodiqah; Inna Mutmainnah; Prema Hapsari; Suliati P Amir
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i8.112

Abstract

Prevelensi demam tifoid di Indonesia semakin meningkat. Selain itu, terjadi peningkatan resistensi terhadap antibiotik sebagai pengobatan demam tifoid, sehingga diperlukan terapi alternatif yaitu terapi herbal menggunakan kapsul cacing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas kapsul cacing tanah (Lumbricus rubellus) terhadap bakteri Salmonella typhi secara in vitro. Desain penelitian ini menggunakan metode true experiment yaitu Posttest Only Control Group Design (Notoatmodjo, 2010). Pada penelitian ini dibandingkan pemeriksaan zona hambat antara ekstrak kapsul cacing konsentrasi 50%, 75%, 100%, 200% dan ekstrak cacing tanah (Lumbricus rubellus) konsentrasi 50%, 75%, 100%, 200% dengan media Mueller Hinton Agar (MHA), sebagai kontrol positif berupa ciprofloxacin dan kontrol negatif berupa aquadest. Hasil penelitian didapatkan tidak ada zona hambat yang terbentuk (resisten) pada ekstrak kapsul cacing tanah (Lumbricus rubellus) maupun ekstrak cacing tanah (Lumbricus rubellus) terhadap bakteri Salmonella typhi dengan konsentrasi 50%, 75%, 100%, 200 %. Kesimpulan bahwa ekstrak kapsul cacing tanah (Lumbricus rubellus) maupun ekstrak cacing tanah (Lumbricus rubellus) konsentrasi 50%, 75%, 100%, 200 % tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Beberapa faktor yang berperan adalah suhu yang digunakan, jenis dan usia cacing, serta pada saat proses perlakuan
Hubungan antara Dislipidemia dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar M.Abrar Naufal Hidayatullah ZA; Sri Wahyuni Gayatri; Sigit Dwi Pramono; Prema Hapsari Hidayati; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 9 (2022): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i9.122

Abstract

Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi baik ketika pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan oleh pancreas. Dislipidemia adalah terganggunya metabolisme lipid akibat interaksi faktor genetik dan faktor lingkungan berupa peningkatan kadar kolesterol total, Trigliserida (TG), low-density lipoprotein (LDL), & penurunan Kadar high-density lipoprotein (HDL). Menurut data Riskesdas, hingga saat ini angka prevalensi dari penderita Dislipidemia masih terus meningkat. Secara patofisiologi hubungan kedua penyakit metabolik ini bersifat timbal balik, dimana jika seseorang yang memiliki Dislipidemia, dapat memberikan efek resistensi insulin yang juga dikemudian hari akan mengalami gangguan metabolisme glukosa sehingga terdiagnosis Diabetes Melitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana hubungan antara Dislipidemia dengan angka kejadian Diabetes Melitus tipe 2. Rancangan penelitian Analitik Korelasional, Desain Penelitian retrospektif kohort study, dan Teknik Penelitian total sampling. Secara demografi hasil penelitian; Jenis kelamin secara dominan yaitu Perempuan sebanyak 22 sampel (73,3%), Kelompok Usia Dominan yaitu Kelompok Umur 61-80 Tahun sebanyak 14 sampel (46,6%), Profil Lipid secara dominan masing-masing yaitu terdapat 22 sampel (73,3%) memiliki kadar kolesterol tinggi/abnormal, terdapat 17 sampel (56,7%) memiliki kadar HDL rendah/abnormal, terdapat 11 sampel (36,7%) memiliki kadar LDL tinggi/abnormal, dan terdapat 15 sampel (50%) memiliki kadar Trigliserida tinggi/abnormal. Hasil Penelitian ini terdapat 24 sampel (80%) menderita Dislipidemia. Uji chi-square kedua variabel tersebut menunjukkan nilai p 0,018 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara Dislipidemia dengan Diabetes Melitus tipe 2, nilai p 0,018 (p<0,05).
Efekivitas Madu terhadap Kadar Malondialdehyde (MDA) Plasma sebagai Penanda Stress Oksidatif Pada Kondisi Hyperglikemi Rifka Yusraeni; Rasfayanah; Arni Isnaini Arfah; Prema Hapsari; Armanto Makmun; Rusman; Rachmat Latief
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i2.152

Abstract

Madu merupakan pemanis yang aman dan terbukti menurunkan kadar glukosa darah serta memiliki kandungan flavonoid, Vitamin A, C, E sebagai sumber antioksidan yang mampu menangkap radikal bebas. Malondialdehide (MDA) merupakan hasil peroksidasi lipid dan menjadi penanda dari radikal bebas. Dalam menilai stress oksidatif pada penderita diabetes mellitus, malondialdehyde (MDA) banyak digunakan sebagai biomarker untuk menilai stres oksidatif di bidang biomedis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas madu terhadap penurunan status oksidatif malondialdehyde plasma pada kondisi hyperglikemia.
Hubungan antara Diabetes Melitus dengan Sindrom Mata Kering pada Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Ni’ma Haifa Amin; Sitti Rukiyah Syawal; Ratih Natasha Maharani; Prema Hapsari Hidayati; Sri Irmandha Kusumardhani
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i1.180

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang menyebabkan berbagai komplikasi diberbagai organ tubuh terutama mata, salah satu kelainan mata yang disebabkan oleh Diabetes Melitus ialah sindrom mata kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan diabetes melitus dengan sindrom mata kering yang dinilai berdasarkan kadar HbA1c, lama menderita diabetes melitus yang dihubungkan dengan derajat sindrom mata kering. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan desain cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Analisis selanjutnya menggunakan uji chi-square diperoleh nilai, yakni (p-value = 0,000) terdapat pengaruh yang bermakna antara kadar HbA1c dengan sindrom mata kering. Sedangkan, diperoleh nilai (p-value 0,2) tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama menderita dengan derajat sindrom mata kering. Bahwa ada hubungan antara kadar HbA1c dengan derajat sindrom mata kering, sedangkan pada lama menderita Diabetes Melitus tidak memiliki hubungan dengan derajat sindrom mata kering.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Jayapura terhadap Pencegahan Penularan Covid-19 Edward Pandu Wiriansya; Herlambang Andre; Prema Hapsari Hidayati; Dahliah; Fendy Dwimartono
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i2.190

Abstract

Adanya peningkatan kasus covid-19 di Indonesia, Berbagai upaya tindakan prefentif telah di lakukan oleh pemerintah. Salah satu kota yang letaknya jauh dari ibu kota yaitu jayapura berada di peringkat 14 kasus covid 19 terbanyak di indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat jayapura tentang covid 19. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat jayapura terkait pencegahan penularan covid- 19 berdasarkan umur, pekerjaan dan pendidikan. Penelitian ini merulakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik, yang bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat jayapura terkait pencegahan penularan Covid-19. Penelitian ini menunjukan level pengetahuan pada kategori baik dengan presentasi 77.6%, diikuti level pengetahuan pada kategori sedang yaitu dengan presentasi 21.2%, dan level pengetahuan pada kategori cukup yaitu dengan presentasi 0.8%. Berdasarkan karakteristiknya di dapatkan faktor usia 17-25 tahun dengan kategori baik dengan presentasi 77.6%, kemudian faktor pendidikan S1/S2/S3 dengan kategori baik 44.4%, dan pada faktor pekerjaan Pelajar/Mahasiswa dengan kategori baik 62.4%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan tingkat pengetahuan masyarakat jayapura terkait pencegahan penularan Covid-19 di kategorikan memiliki pengetahuan baik.
Karakteristik Pasien Osteoarthritis pada Unit Rawat Jalan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2018-2021 St. Nur Ashilah Nafi’ah; Prema Hapsari Hidayati; Andi Kartini Eka Yanti; Andi Dhedie Prasatia Sam; Rezky Putri Indarwati Abdullah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i3.219

Abstract

Osteoarthritis merupakan penyakit radang sendi bersifat degenerative yang paling sering/banyak ditemukan didunia dibandingkan dengan jenis radang sendi lainnya. Pada negara-negara berkembang seperti Indonesia, osteoarthritis sendiri termasuk dalam 10 penyakit disabilitas paling umum pada lansia. Mengetahui karakteristik pasien osteoarthritis pada unit rawat jalan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2018-2021. Penelitian ini menggunakan desain descriptive retrospective study dengan pendekatan cross sectional berdasarkan data sekunder dari rekam medik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2018-2021. Pasien osteoarthritis berdasarkan usia paling banyak adalah dengan kelompok usia manula (>65 tahun) sebanyak 46 pasien, berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan sebanyak 79 pasien, berdasarkan IMT adalah pasien dengan status gizi overweight dan obesitas I sebanyak 38 pasien, berdasarkan lokasi sendi adalah genu sebanyak 114 pasien, berdasarkan grade pada osteoarthritis genu adalah dengan hasil foto radiografi konvensional grade II sebanyak 20 pasien, berdasarkan tingkat pendidikan adalah dengan pendidikan terakhir SMA/Sederajat sebanyak 52 pasien, berdasarkan pekerjaan adalah yang bekerja sebagai IRT sebanyak 56 pasien, dan berdasarkan tatalaksana adalah dengan tatalaksana nonbedah sebanyak 105 pasien. Pasien osteoarthritis paling banyak di temukan pada kelompok usia manula (>65 tahun), perempuan, status gizi overweight dan obesitas I, lokasi sendi pada genu, hasil foto radiografi konvensional grade II, pendidikan terakhir SMA/Sederajat. bekerja sebagai IRT, dan dengan tatalaksana nonbedah
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Perilaku Vaginal hygiene terhadap Kejadian Fluor albus pada Siswi SMAN 17 Makassar Risna Sri Wahyuni M; Wisudawan; Dahliah AZ; Prema Hapsari; Arina Fathiyyah Arifin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 4 (2023): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i4.260

Abstract

Salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering terjadi di kalangan wanita dan remaja adalah keputihan, 60% pada remaja usia 15-22 tahun dan 40% pada wanita usia 23-45 tahun. Organ reproduksi merupakan komponen yang penting yang sensitive terhadap suatu penyakit sehingga wanita harus memperhatikan kebersihan perseorangan atau personal hygiene. Sikap dan pengetahuan yang kurang tentang vaginal hygiene seperti perilaku buruk saat buang air besar (BAB) atau buang air kecil (BAK), membersihkannya dengan air yang tidak bersih dan salah arah saat membersihkannya, memakai pembersih secara berlebihan, memakai celana dalam yang ketat, tidak menyerap keringat, jarang mengganti celana dalam, dan jarang mengganti pembalut. Hal tersebut merupakan pencetus terjadinya keputihan. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku vaginal hygiene terhadap kejadian Fluor albus pada Siswi SMAN 17 Makassar. Pada penelitian ini menggunakan metode Purposive sampling dengan melakukan pengambilan sampel non-probability sampling. Berdasarkan data yang diperoleh dari kuesioner. Dari 110 Responden didapatkan sebanyak 89 orang (81%) mengalami keputihan fisiologis dan 21 orang (19%) lainnya mengalami keputihan patologis. Berdasarkan hasil analisa statistik dengan menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai P value untuk Pengetahuan adalah p 0.687, nilai P value untuk Sikap adalah p 0.847 dan nilai P value untuk Perilaku adalah p 0.137. Nilai tersebut lebih besar dari nilai P value 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nol diterima, yang berarti tidak ada hubungan antara Pengetahuan, Sikap dan Perilaku vaginal hygiene terhadap kejadian Fluor pada Siswi SMAN 17 Makassar.
Karakteristik Pasien PPOK di RS Ibnu Sina Makassar Periode 2018-2020 Reza Farelim Wardana; Prema Hapsari Hidayati; Andi Kartini Eka Yanti; Edward Pandu Wiriansya; Dwi Anggita
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i12.359

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan penyakit yang bersifat progresif yang meliputi kondisi bronchitis kronis, emfisema dan penyakit saluran nafas kecil yang secara patogis berbeda namun dapat timbul bersamaan. Untuk mengetahui karakteristik pasien PPOK di RS Ibnu Sina Makassar periode 2018-2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif untuk memperoleh karakteristik pasien PPOK di RS Ibnu Sina Makassar periode 2018-2020. Data distribusi berupa, pasien PPOK paling banyak berjenis kelamin laki-laki; usia >65 tahun; pekerjaan buruh; & memiliki riwayat merokok. Hasil CXR terbanyak adalah bronchitis, bronchopneumonia & tuberculosis paru. Hasil pemeriksaan darah rutin, rata-rata sampel memiliki nilai normal pada seluruh variable, kecuali lymphocyte yang menunjukkan rata-rata sampel memiliki kadar lymphocyte rendah. Terapi paling sering diberikan adalah terapi bronkodilator kombinasi SABA+SAMA & terapi O2. Distribusi komorbid terbanyak; asthma & hipertensi. Hasil spirometry; sebanyak 6 sampel termasuk GOLD 4, GOLD 3 6 sampel & 1 GOLD 1. Uji statistik, didapatkan perbedaan yang signifikan pada nilai lymphocyte & ALC antara pasien PPOK GOLD 3 dan GOLD 4.
Co-Authors A. Husni Esa Darussalam AB, Tarisya Febriyanti Baso Abbas Zavey Nurdin Abdillah, Andi Rachmat Abdullah, Rezky Putri Indarwati Achmad Haruns Muchsin Ade Rahmy Sujuthi Afifah Ridha Humairah Afriansyah, Rafli Agnes Feterina Parwati Gosal Agung Sukriadi Ahyar, Muammar Aisyah Nabilah Sulthan Aisyah Primaputri Ali Aspar Mappahya Alifya, Kafka Mutiara Almirah, Michaella Amrizal Muchtar Ana Meliyana Andi Adam Indra Andi Alamanda Irwan Andi Ambar Yusufputra Andi Dhedie Prasatia Sam Andi Kartini Eka Yanti Andi Kartini Eka Yanti Andi Kartini Eka Yanti Andi Kartini Eka Yanti Yanti Andi Muhammad Luthfi Parewangi Andi Siti Nur Pranana Ummah Feqqi Anggita, Dwi Anna Sari Dewi Ardiansar , Abdul Mubdi Arfan, Rafidah Arifuddin Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arina F Arifin Arina Fathiyyah Arifin Armanto Makmun Arni Isnaini Arfah Aryani, Aulia As'ad, Andri Ashar Magguliling Tayibu Ashari, Anjelia Farmana Asram, Andi Asrini Safitri Asrini Safitri Asrini Safitri Assofi, A. Syarifah Balqis Astra Budiati Nusrat Astri Wahyuni Ayu Lestari Bakhtiar, Ilma Khaerina Basyar Basyar Berry Erida Hasbi Budiman Budiman Dahliah Dahliah AZ Dahliah Dahliah Dahliah, Dahliah Danial, Nurul Fauziah Darariani Iskandar Darussalam, Andi Husni Esa Daulima, Shaula Vaganza Devita Nurul Ainiah, A. Dirgahayu L, Andi Millaty Dwi Anggita Dwi Anggita Dwi Anggita Dzul Rizka Edward Pandu Wiriansya Edward Pandu Wiriansya Eka Yanti, Andi Kartini Erlin Syahril Fadhillah, Fadhillah Fadil Mula Putra Faizul A Fatkhurroman, Imam Febie Irsandy Febie Irsandy Febriyanti, Andi Gina Fendy Dwimartono Firiansyah, Alief Rezeky G. Gunawan Gina Isni Djanuaresty Iskandar Hadi, Santriani Hamsah, M. Hamsah, Muhammad Hamzah, Pratiwi Nasir Harahap, Muhammad Wirawan Hasan Hasan Hasliyawati Hasan Hasta Handayani Hendrian Chaniago Herlambang Andre Hermiaty I Irmayanti Imran Safei Imran Safei Imran Safei, Imran Imran, Muh. Indah Lestari Indah Lestari Daeng Kanang Indah Lestari Daeng Kanang Inna Mutmainnah Inna Mutmainnah Musa Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Irna Diyana Kartika Irna Diyana Kartika Kamaluddin Irna Diyana Kartika Kamaluddin Irwan, Andi Alamanda Iswan Wahab, M. Iwan Kurniawan Jabal Nur, Muhammad Jafar, Muh. Alfian Jumarti Ika Wulandari MZ Kamaluddin, Irna Diyana Kartika Kamandali, Buok Aria Kanang, Indah Lestari Daeng Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Khairun, Nadhifah Wasila M. Hamsah M. Iswan Wahab M. Yogi Riyantama Isjoni M.Abrar Naufal Hidayatullah ZA Makmun, Armanto Mamile, Rahmawati Mappaware, Nasrudin Andi Marzelina Karim Miftahul Jannah Mochammad Erwin Rachman Mochammad Erwin Rachman, Mochammad Erwin Mohammad Reza Zainal Abidin Mubarak, Andi Firman Mufia Muin Mufthiar Muhtar Muh Anugrah Ramadhan Muh. Fadil Asrar Muhammad Fauzul Azhim Muhammad Irsan Muflih Mundzir Muhammad Jabal Nur, Muhammad Jabal Muhammad Taufiqurrahman, Muhammad Muhammad Yasin Arsal Muhammad Yatsrib Semme Mulyadi, Farah Ekawati Musa, Inna Mutmainnah Mutiara Amalia Muzammilia Nadraini Namirah, Hanna Aulia Nasrudin Andi Mappaware Natsir, Pratiwi Nevi sulvita karsa Nirwana Laddo Ni’ma Haifa Amin Novriansyah , Zulfikri Khalil Novriansyah, Zulfikri Khalil Nur Hidayah Nur, M. Jabal Nurfachanti Nurmadilla, Nesyana Nursyamsi Nursyamsi Nurul Faiqah P.Amir, Suliati Paulus Pratiwi L Basri Pratiwi Natsir Purnama, Rahmiaty Purnamasari, Reeny R Rahmawati Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Latief Rahmah, Marlyanti Nur Rahmatul Atika Jamal Rahmawati Mamille Rahmawati, Rahmawati Ramadhan, Muh. Dwi Cahyo Rasfayanah Rasfayanah Ratih Natasha Maharani Ratu Sri Bestari Reza Farelim Wardana Rezky Pratiwi L Basri Rezky Putri Indarwati Abdullah Ridha Humairah, Afifah Rifka Yusraeni Rismayanti Risna Sri Wahyuni M Rizal Basry Rizky Nurhumairah Sarifuddin Rusman Safitri, Asrini Santriani Hadi Sarah Sarwati, Athiyyah Sarinah Mandella Rumlawan Selviani Sherliana, Sherliana Shofiyah Latief Shulhana Mokhtar Sidrah Darma Sigit Dwi Pramono Sitti Rukiyah Syawal Sodiqah, Yani Sri Irmandha Sri Irmandha K Sri Irmandha Kusumardhani Sri Julyani Sri Vitayani Sri Wahyu Sri Wahyu Sri Wahyuni Gayatri St. Nur Ashilah Nafi’ah St. Nur Ashilah Nafi’ah Suci Ramadhani Sudirman Katu, Sudirman Suliati P Amir Sultan Buraena Sultan Buraena Surdam, Zulfiyah Syahril, Erlin Syamsu Rijal Syamsu Rijal Syarif Hidayatullah Syarifuddin Wahid Syarifuddin, Erwin Tabri, Nur Ahmad Tahir, Nur Cahyani Taufik, Muhammad Akram Tola, Aqilah Faizah Waode Inayatu Zahra Khairunnufus Wawan Susilo Wiriansya, Edward Pandu Wisudawan Wisudawan Wisudawan Wisudawan, Wisudawan Wulan Purnamasyani S Yani Sodiqah Yani Sodiqah Yanti, Andi Kartini Eka Yudistira, Amanda Tasya Reghinaa Putri Yuniati, Lisa Yusuf Kidingallo Zulfikri Khalil Novriansyah Zulfitriani Murfat Zulfiyah Surdam Zulfiyah Surdam