Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Karakteristik Pasien Osteoarthritis pada Unit Rawat Jalan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2018-2021 St. Nur Ashilah Nafi’ah; Prema Hapsari Hidayati; Andi Kartini Eka Yanti; Andi Dhedie Prasatia Sam; Rezky Putri Indarwati Abdullah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i3.219

Abstract

Osteoarthritis merupakan penyakit radang sendi bersifat degenerative yang paling sering/banyak ditemukan didunia dibandingkan dengan jenis radang sendi lainnya. Pada negara-negara berkembang seperti Indonesia, osteoarthritis sendiri termasuk dalam 10 penyakit disabilitas paling umum pada lansia. Mengetahui karakteristik pasien osteoarthritis pada unit rawat jalan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2018-2021. Penelitian ini menggunakan desain descriptive retrospective study dengan pendekatan cross sectional berdasarkan data sekunder dari rekam medik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2018-2021. Pasien osteoarthritis berdasarkan usia paling banyak adalah dengan kelompok usia manula (>65 tahun) sebanyak 46 pasien, berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan sebanyak 79 pasien, berdasarkan IMT adalah pasien dengan status gizi overweight dan obesitas I sebanyak 38 pasien, berdasarkan lokasi sendi adalah genu sebanyak 114 pasien, berdasarkan grade pada osteoarthritis genu adalah dengan hasil foto radiografi konvensional grade II sebanyak 20 pasien, berdasarkan tingkat pendidikan adalah dengan pendidikan terakhir SMA/Sederajat sebanyak 52 pasien, berdasarkan pekerjaan adalah yang bekerja sebagai IRT sebanyak 56 pasien, dan berdasarkan tatalaksana adalah dengan tatalaksana nonbedah sebanyak 105 pasien. Pasien osteoarthritis paling banyak di temukan pada kelompok usia manula (>65 tahun), perempuan, status gizi overweight dan obesitas I, lokasi sendi pada genu, hasil foto radiografi konvensional grade II, pendidikan terakhir SMA/Sederajat. bekerja sebagai IRT, dan dengan tatalaksana nonbedah
Karakteristik Pasien PPOK di RS Ibnu Sina Makassar Periode 2018-2020 Reza Farelim Wardana; Prema Hapsari Hidayati; Andi Kartini Eka Yanti; Edward Pandu Wiriansya; Dwi Anggita
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i12.359

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan penyakit yang bersifat progresif yang meliputi kondisi bronchitis kronis, emfisema dan penyakit saluran nafas kecil yang secara patogis berbeda namun dapat timbul bersamaan. Untuk mengetahui karakteristik pasien PPOK di RS Ibnu Sina Makassar periode 2018-2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif untuk memperoleh karakteristik pasien PPOK di RS Ibnu Sina Makassar periode 2018-2020. Data distribusi berupa, pasien PPOK paling banyak berjenis kelamin laki-laki; usia >65 tahun; pekerjaan buruh; & memiliki riwayat merokok. Hasil CXR terbanyak adalah bronchitis, bronchopneumonia & tuberculosis paru. Hasil pemeriksaan darah rutin, rata-rata sampel memiliki nilai normal pada seluruh variable, kecuali lymphocyte yang menunjukkan rata-rata sampel memiliki kadar lymphocyte rendah. Terapi paling sering diberikan adalah terapi bronkodilator kombinasi SABA+SAMA & terapi O2. Distribusi komorbid terbanyak; asthma & hipertensi. Hasil spirometry; sebanyak 6 sampel termasuk GOLD 4, GOLD 3 6 sampel & 1 GOLD 1. Uji statistik, didapatkan perbedaan yang signifikan pada nilai lymphocyte & ALC antara pasien PPOK GOLD 3 dan GOLD 4.
Hubungan Ankle Brachial Index dengan Keparahan Ulkus Kaki Diabetic Derajat Wagner pada Penderita Diabetes Melitus Prema Hapsari Hidayati; Muh. Fadil Asrar; Hendrian Chaniago; Darariani Iskandar; Syarif Hidayatullah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.385

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh tingkat gula darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama, dan penderitanya berisiko mengalami sejumlah komplikasi. Perubahan patologis khas pada kaki penderita DM, seperti infeksi, ulkus kaki diabetik, dan neuropati, secara kolektif disebut sebagai sindrom kaki diabetik. Salah satu komplikasi yang signifikan dari diabetes mellitus adalah ulkus diabetik, yang dapat menyebabkan peningkatan tingkat morbiditas pada pasien secara umum. Komplikasi ini dapat dicegah, terutama karena seringkali dipicu oleh trauma ringan. Ankle brachial index (ABI) merupakan alat non-invasif yang digunakan untuk menilai status vaskular pada pasien. Alat ini mengukur rasio antara tekanan darah sistolik pada ekstremitas atas dan bawah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara ankle brachial index dengan kejadian ulkus diabetik pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional, dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di RS Ibnu Sina Makassar dan RS Bayangkara Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ankle brachial index dengan kejadian ulkus kaki diabetik, terutama pada kelompok Wagnert grade 3 yang memiliki nilai ABI dengan oklusi ringan (0.71-0.90), dengan jumlah sebanyak 13 orang. Analisis statistik menggunakan uji Spearman menghasilkan nilai p = 0,004 (p < 0,05) dan r = -0,450. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan dan berbanding terbalik antara nilai Ankle brachial index (ABI) dengan derajat keparahan Ulkus Diabetik, di mana semakin rendah nilai ABI, semakin tinggi derajat keparahan Ulkus Diabetik.
Karakteristik Osteoarthritis Genu pada Lansia yang Mendapatkan Rehabilitasi Medik di RSUD Hajjah Andi Depu Astri Wahyuni; Imran Safei; Prema Hapsari Hidayati; Sultan Buraena; Shulhana Mokhtar
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.437

Abstract

Osteoarthritis merupakan jenis penyakit arthritis yang bersifat degeneratif dan sering terjadi pada lansia. Osteoarthritis genu adalah gangguan pada sendi lutut yang disebabkan karena adanya kerusakan tulang rawan sendi sehingga terbentuk tulang baru pada permukaan sendi, hal ini menyebabkan kelemahan otot dan tendon sehingga membatasi aktivitas fisik, terjadi penurunan kualitas hidup, dan penurunan produktivitas kerja pada individu terutama lansia. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui karakteristik penderita osteoarthritis genu pada lansia yang mendapatkan terapi rehabilitasi medik di RSUD Hajjah Andi Depu Kab. Polewali Mandar Tahun 2019-2022. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross sectional berdasarkan data sekunder dari rekam medik di RSUD Hajjah Andi Depu Kab. Polewali Mandar Tahun 2019-2022. Pasien osteoarthritis genu yang mendapatkan terapi rehabilitasi medik berdasarkan usia paling banyak adalah kelompok usia elderly/usia lanjut (60-74 tahun) sebanyak 53 pasien, berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan sebanyak 46 pasien, berdasarkan IMT adalah obesitas 1 sebanyak 21 pasien, berdasarkan aktivitas fisik adalah aktivitas fisik sedang sebanyak 23 pasien, berdasarkan komorbid adalah hipertensi sebanyak 34 pasien, berdasarkan derajat nyeri adalah bilateral sebanyak 42 pasien, dan berdasarkan jenis terapi adalah exercise dan tens sebanyak 59 pasien. Pasien osteoarthritis genu yang mendapatkan terapi rehabilitasi medik paling banyak ditemukan pada kelompok usia elderly/usia lanjut, perempuan, status gizi obesitas 1, aktivitas fisik sedang, komorbid hipertensi, derajat nyeri sedang, lokasi nyeri bilateral, dan jenis terapi exercise dan tens.
Prevalensi dan Gambaran Pasien Low Back Pain pada Lansia Muzammilia Nadraini; Imran Safei; Prema Hapsari Hidayati; Achmad Haruns Muchsin; Zulfiyah Surdam
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 4 (2024): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i4.443

Abstract

Low back pain (LBP) merupakan penyakit muskuloskeletal yang disebabkan oleh ergonomi yang buruk dan sering ditemukan pada seseorang dengan lanjut usia (lansia). Seiring bertambahnya usia, kekuatan otot akan semakin berkurang akibat kerusakan jaringan tubuh, terlebih akibat beberapa faktor risiko, seperti faktor usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), gangguan psikologi, adanya penyakit komorbid, dan aktivitas sehari-hari seperti posisi serta masa kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan gambaran pasien LBP pada lansia di RSUD Sinjai Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif berdasarkan data sekunder rekam medis di RSUD Sinjai Tahun 2022. Hasil dari penelitian ini didapatkan pasien LBP pada lansia di RSUD Sinjai berdasarkan usia paling banyak adalah kelompok usia 60-75 tahun (elderly/lanjut usia) sebanyak 44 pasien, jenis kelamin perempuan sebanyak 32 pasien, pekerjaan ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 13 pasien, nyeri akut sebanyak 37 pasien, nyeri menjalar sebanyak 28 pasien, nyeri mengganggu sebanyak 36 pasien, tidak memiliki komorbid sebanyak 34 pasien, disebabkan oleh Hernia Nukleus Pulposus (HNP) sebanyak 14 pasien, tidak merokok sebanyak 41 pasien, tidak menggunakan alat bantu sebanyak 49 pasien, dan mengalami gangguan fungsi tubuh sebanyak 20 pasien. Sehingga dapat disimpulkan bahwa prevalensi pasien LBP pada lansia di RSUD Sinjai yaitu sebanyak 52 pasien, dengan distribusi terbanyak didapatkan pada kelompok usia 60-75 tahun (elderly/lanjut usia), jenis kelamin perempuan, pekerjaan IRT, mengalami nyeri akut, nyeri menjalar, nyeri mengganggu, tidak memiliki komorbid, disebabkan oleh HNP, tidak merokok, tidak menggunakan alat bantu, dan mengalami gangguan fungsi tubuh.
Karakteristik dan Gambaran Radiologi pada Pasien Low Back Pain Ayu Lestari; Imran Safei; Prema Hapsari Hidayati; Mochammad Erwin Rachman; Sultan Buraena; Fadil Mula Putra
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i5.458

Abstract

Mobilitas yang salah, penyakit psikologis, dan berbagai masalah muskuloskeletal semuanya dapat menyebabkan low back pain (LBP). Disabilitas adalah penyebab utama LBP dan berdampak pada kesejahteraan dan pekerjaan secara umum. Ada dua jenis LBP: LBP akut, yang bermanifestasi sebagai timbulnya nyeri secara cepat dan dapat berlangsung kurang dari 12 minggu, dan LBP kronis, yang berlangsung lebih dari tiga bulan. Pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan radiografi berupa radiografi, magnetic resonance tomography (MRI), dan computerized tomography (CT-Scan), harus dilakukan berdasarkan keluhan individu yang mengalami nyeri pinggang. Nyeri punggung bawah (LBP) dapat disebabkan oleh berbagai masalah muskuloskeletal, gangguan kejiwaan, dan gerakan yang tidak tepat. Salah satu penyebab utama LBP adalah kecacatan, yang berdampak pada pekerjaan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Ada dua bentuk LBP: LBP kronis, yang berlangsung lebih dari tiga bulan, dan LBP akut, yang muncul sebagai nyeri yang timbul secara tiba-tiba dan dapat berlangsung kurang dari 12 minggu. Upaya-upaya yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti pemeriksaan radiografi dengan menggunakan CT-Scan, MRI, dan radiografi, harus dilakukan sebagai respons terhadap keluhan orang yang menderita nyeri pinggang Sebagian besar kasus nyeri punggung bawah (LBP) dapat disebabkan oleh berbagai masalah muskuloskeletal, kondisi psikologis, dan mobilitas yang tidak tepat. Disabilitas adalah salah satu penyebab utama LBP, yang memengaruhi pekerjaan dan kesejahteraan umum. Ada dua jenis LBP: LBP akut, yang bermanifestasi sebagai timbulnya nyeri secara cepat dan dapat berlangsung kurang dari 12 minggu, dan LBP kronis, yang berlangsung lebih dari tiga bulan. Apabila seseorang mengeluhkan rasa tidak nyaman pada pinggang, maka harus dilakukan upaya yang memerlukan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan radiografi menggunakan CT-Scan, MRI, dan radiografi.
Characteristics Of Dyspepsia Patients Undergoing Endoscopy At Ibnu Sina Hospital Makassar Muh Anugrah Ramadhan; Prema Hapsari Hidayati; Rachmat Faisal Syamsu; Asrini Safitri; Edward Pandu Wiriansya; Rahmawati, Rahmawati; Andi Muhammad Luthfi Parewangi
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal eduHealt, Edition April - June , 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: According to the World Health Organization (WHO) that Indonesia ranks 3rd with the highest number of dyspepsia sufferers after America and England with 450 dyspepsia sufferers. According to the 2017 health data profile, dyspepsia is included in the top ten inpatient diseases.Objective: To determine the characteristics of dyspepsia patients undergoing endoscopy at the Ibnu Sina Hospital Makassar. Research methods: The research design used was descriptive research with a cross sectional approach using secondary data at the medical record installation at Ibnu Sina Hospital, Makassar. Research result: Of the 85 samples in the study, most were in the middle age of 45-54 years, namely 58 patients (68.2%), in the area of ​​origin the highest was the province of South Sulawesi, namely 80 patients (94%), the most gender was female, namely 38 patients (44.7%), the highest complaints were complaints (cough, tightness, and chest pain) namely 85 patients (100%), the largest laboratory results were laboratory results (hemoglobin, urea, SGOT and SGPT) namely 80 patients (80% ), the most common indication for endoscopy was chronic dyspepsia, namely 72 patients (84.7%), the most clinical diagnosis was functional dyspepsia, namely 32 patients (37%), the most endoscopy diagnosis was erosive gastritis, namely 38 patients (100%). Conclusion: Characteristics of patients with dyspepsia symptoms undergoing endoscopy at Ibn Sina Hospital Makassar, namely middle age, female sex, complaints of heartburn, endoscopy indications for chronic dyspepsia, clinical diagnosis of functional dyspepsia, and endoscopy diagnosis of erosive gastritis.  
GLIMEPIRIDE PENCETUS REAKSI ANAFILAKSIS AKUT: LAPORAN KASUS DAN TINJAUAN PUSTAKA Muhammad Yatsrib Semme; Prema Hapsari Hidayati
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 8 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v8i2.946

Abstract

   ABSTRAK  Anafilaksis adalah reaksi hipersensitivitas sistemik yang berat dan dapat mematikan, mempengaruhi banyak sistem organ, dapat dipicu oleh banyak faktor dan situasi. Alergi makanan, obat-obatan, aktivitas fisik, dan tekanan mental semuanya bisa menjadi pemicu. Seorang wanita berusia 65 tahun datang dengan tanda-tanda klinis gangguan respirasi seperti dispneu dan hipoksemia, serta gejala kulit berupa angioedema dan urtikaria yang luas. Glimepiride dianggap sebagai pemicunya. Diagnosis klinis anafilaksis akut dibuat sesuai dengan standar pedoman internasional yang berlaku. Pengobatan lini pertama adalah injeksi epinefrin, diikuti dengan pemantauan gejala obstruksi jalan napas, respirasi, dan kardiovaskular. Secara klinis, pasien membaik setelah lebih dari 24 jam observasi. Anafilaksis dapat menyebabkan kematian dan kecacatan.  ABSTRACT  Anaphylaxis is a severe and potentially lethal systemic hypersensitivity reaction, affecting multiple organ systems, and can be triggered by many factors and circumstances. Food allergies, medications, physical activity, and mental stress can all be the triggers. A 65 year old woman presented with clinical signs of respiratory disorders such as dyspnea and hypoxemia, as well as skin symptoms such as angioedema and extensive urticaria. Glimepiride is thought to be the trigger. The clinical diagnosis of acute anaphylaxis was made according to international guidelines. First-line treatment is epinephrine injection, followed by monitoring for obstructive airway, respiratory, and cardiovascular symptoms. Clinically, the patient improved after more than 24 hours of observation. Anaphylaxis can cause death and disability. 
Diabetic Ulcer Patients : Literature Review St. Nur Ashilah Nafi’ah; Prema Hapsari Hidayati; Rizal Basry; Asrini Safitri
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetic ulcer can cause infection and decrease the quality of life of sufferers. In patients with diabetic ulcers, it is not uncommon to ignore the nutrients consumed. Though nutrition is very important. If nutritional needs are not met, it can cause several conditions such as anemia (especially iron deficiency anemia), hypoalbuminemia ( due to lack of protein intake ), and malnutrition. In addition, the lack of nutrition intake also affects the inflammatory process in the wound healing phase of diabetic ulcer which, if it continues, can cause more severe infection to the sepsis stage. This literature review aiming to summarize the latest information related to research on nutrition in diabetes ulcer patients. The method used in this study is Literature Reviews by including research on nutrition in diabetes ulcer patients. The keywords used were “ nutrition, macronutrient, micronutrient, diabetes ulcer, diabetic foot ulcers, and venous ulcers ” on websites Google Scholar, Gale, and Pubmed. Results : The results of 32 journals showed inadequate intake of macronutrients (carbohydrates, proteins, and fats ) and micronutrients ( vitamins) and minerals ) in patients with diabetic ulcer which can inhibit the diabetic wound healing process. Nutrients consumed both macronutrients and micronutrients are each needed by the body because they play an important role as a source of energy and play a role in the wound healing process
Karakteristik Sindrom Dispepsia pada Mahasiswa Angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Firiansyah, Alief Rezeky; P.Amir, Suliati; Muchtar , Amrizal; Hidayati , Prema Hapsari; Nur, Muhammad Jabal
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9528

Abstract

Dispepsia merupakan gangguan pencernaan yang umum terjadi dan ditandai dengan nyeri atau rasa tidak nyaman di perut bagian atas. Faktor risiko dispepsia meliputi pola makan tidak teratur, stres, infeksi Helicobacter pylori, penggunaan NSAID, serta kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu. Mahasiswa, terutama mahasiswa kedokteran, memiliki risiko tinggi mengalami dispepsia akibat pola makan yang kurang teratur dan tingkat stres yang tinggi akibat tuntutan akademik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sindrom dispepsia pada mahasiswa Angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Penelitian ini menunjukkan bahwa angka kejadian dispepsia pada mahasiswa angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia mencapai 84 responden. Mayoritas responden adalah perempuan (85,7%). Pola makan tidak teratur ditemukan pada 69% responden, sedangkan 31% memiliki pola makan teratur. Sebagian besar responden 81% jarang mengonsumsi makanan iritatif, sementara 19% sering mengonsumsinya. Tingkat stres juga menjadi faktor yang dominan, di mana 60,7% responden mengalami stres dan 39,3% tidak mengalami stres. Maka dapat disimpulkan bahwa sindrom dispepsia cukup banyak terjadi pada mahasiswa kedokteran, terutama pada perempuan, mereka yang memiliki pola makan tidak teratur, dan yang mengalami stres. Hasil ini menegaskan bahwa pola makan dan stres memiliki pengaruh terhadap kejadian dispepsia pada mahasiswa.
Co-Authors Abbas Zavey Nurdin Achmad Haruns Muchsin Afifah Ridha Humairah Agung Sukriadi Ali Aspar Mappahya Amrizal Muchtar Andi Adam Indra Andi Alamanda Irwan Andi Ambar Yusufputra Andi Dhedie Prasatia Sam Andi Kartini Eka Yanti Andi Kartini Eka Yanti Andi Kartini Eka Yanti Andi Muhammad Luthfi Parewangi Andi Siti Nur Pranana Ummah Feqqi Anggita, Dwi Anna Sari Dewi Asrini Safitri Asrini Safitri Astra Budiati Nusrat Astri Wahyuni Ayu Lestari Berry Erida Hasbi Dahliah Dahliah Dahliah Dahliah, Dahliah Darariani Iskandar Dwi Anggita Dwi Anggita Edward Pandu Wiriansya Edward Pandu Wiriansya Fadhillah, Fadhillah Fadil Mula Putra Faizul A Febie Irsandy Fendy Dwimartono Firiansyah, Alief Rezeky Gina Isni Djanuaresty Iskandar Hasliyawati Hasan Hendrian Chaniago Herlambang Andre Hermiaty I Irmayanti Imran Safei Imran Safei Indah Lestari Daeng Kanang Indah Lestari Daeng Kanang Irna Diyana Kartika Kamaluddin Iswan Wahab, M. M. Hamsah M. Iswan Wahab M.Abrar Naufal Hidayatullah ZA Marzelina Karim Mochammad Erwin Rachman Mohammad Reza Zainal Abidin Mufia Muin Mufthiar Muhtar Muh Anugrah Ramadhan Muh. Fadil Asrar Muhammad Fauzul Azhim Muhammad Irsan Muflih Mundzir Muhammad Jabal Nur, Muhammad Jabal Muhammad Yasin Arsal Muhammad Yatsrib Semme Mutiara Amalia Muzammilia Nadraini Nasrudin Andi Mappaware Nevi sulvita karsa Nirwana Laddo Ni’ma Haifa Amin Nurfachanti Nurmadilla, Nesyana Nurul Faiqah P.Amir, Suliati R Rahmawati Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rahmatul Atika Jamal Rahmawati Mamille Rahmawati, Rahmawati Rasfayanah Ratih Natasha Maharani Reza Farelim Wardana Rezky Putri Indarwati Abdullah Ridha Humairah, Afifah Rizal Basry Rizky Nurhumairah Sarifuddin Santriani Hadi Sarinah Mandella Rumlawan Shofiyah Latief Shulhana Mokhtar Sidrah Darma Sigit Dwi Pramono Sitti Rukiyah Syawal Sri Irmandha Kusumardhani Sri Vitayani Sri Wahyu Sri Wahyuni Gayatri St. Nur Ashilah Nafi’ah St. Nur Ashilah Nafi’ah Suci Ramadhani Sultan Buraena Sultan Buraena Syarif Hidayatullah Waode Inayatu Zahra Khairunnufus Wawan Susilo Wiriansya, Edward Pandu Wisudawan Wisudawan Wisudawan, Wisudawan Wulan Purnamasyani S Zulfikri Khalil Novriansyah Zulfiyah Surdam