Articles
Limbah Belimbing Sebagai Pupuk Cair
Ratna Juwita;
Dwi Listyorini;
Rahmi Masita;
Intan Chairun Nisa;
Muh Ade Artasasta;
Algafari Bakti Manggara;
Anggun Sari Anjarwati;
Aisyah Hidayati;
Jiilan Hani Safitri;
Zidan Aqillah Rasyid;
Afrabiyas Firyal Hanasepti;
Izdihara Arini Aulia
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Inovasi IPTEKS untuk Meningkatkan Peran Serta Masyarakat Menuju Indonesia Mandiri
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Belimbing merupakan tanaman yang hidup di daerah tropis. Desa Ponggok adalah desa yang terletak di dekat gunung Pegat, berada di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar merupakan salah satu desa sentra produksi buah belimbing dan salah satu desa yang memiliki wisata petik belimbing. Buah belimbing ini tidak mengenal bulan, selalu berbunga dan berbuah sesuai dengan perawatan. Pada musim penghujan buah belimbing selalu turun harganya. Untuk menyiasati turunnya harga belimbing maka selain dijual sebagai buah segar, hasil panen juga diolah menjadi produk olahan seperti minuman cup siap saji dan keripik. Walaupun demikian adakalanya produksi tidak terserap pasar dan membusuk saat pemanenan dan penyimpanan. Selama panen, banyak rumah industri yang mengolah belimbing sehingga banyak dihasilkan limbah belimbing berupa ampas maupun belimbing yang tersotir karena busuk. Limbah belimbing yang banyak mengandung air dan serat menyebabkan susah dibakar dan dibiarkan menumpuk sehingga mencemari lingkungan karena menimbulkan bau busuk, pemandangan yang tidak enak dan menjadi sarang hewan. Pemanfaatan mikroorganisme lokal (MOL) limbah belimbing merupakan solusi permasalahan tersebut. MOL merupakan salah satu aktivator yang digunakan dalam mempercepat proses pembuatan pupuk organik padat maupun cair yang cukup murah. Penggunaan MOL menunjang program dibidang pertanian berkelanjutan, karena dapat mereduksi penggunaan pupuk dan pestisida dengan memanfaatkan sumberdaya yang dapat diperbaharui untuk proses produksi pertanian. Transfer teknologi pemanfaatan MOL limbah belimbing sangat perlu dilakukan untuk memanfaatkan sekaligus menyelesaikan permasalahan pencemaran limbah belimbing saat panen raya, mengurangi pemakaian pupuk dan pestisida sintetis dan mendorong terciptanya pertanian yang bermuara terhadap peningkatan kesejahteraan bagi petani belimbing di Desa Ponggok Kabupaten Blitar. Selain itu, pemanfaatan MOL juga merupakan peluang investasi yang cukup terbuka dan menarik untuk dikembangkan. Hasil survei yang telah dilakukan saat pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa belum dimanfaatkannya limbah belimbing di Desa Ponggok secara maksimal sehingga penting untuk dilakukan pelatihan pembuatan pupuk cair dari limbah belimbing.Kata kunci: belimbing, pupuk, mikroorganisme
Pemanfaatan Limbah Buah Pepaya dan Limbah Rumah Tangga Sebagai Pupuk Organik
Ratna Juwita;
Dwi Listyorini;
Indra Kurniawan Saputra;
Intan Chairun Nisa;
Norman Yoshi Haryono;
Kennis Rozana;
Anastacia Verena Salim;
Muhibbatul Ma'rifah;
Gracela Noveline Christiana Telaumbanua;
Lea Assyifa;
Rizqullah Janitra Kristian Abadi;
Ken Raos Regina
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Inovasi IPTEKS untuk Meningkatkan Peran Serta Masyarakat Menuju Indonesia Mandiri
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pupuk adalah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara guna menambah kesuburan pada tanaman. Pupuk NPK sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia, namun masih jarang digunakan oleh para petani di Indonesia, karena harga pupuk NPK tergolong mahal dari pada pupuk tunggal dan cara pemakaiannya sedikit berbeda dari biasanya. Pupuk NPK memiliki kandungan nutrisi yang sudah pasti atau tetap, sehingga dosis yang digunakan untuk formulasi tanaman berbeda, tergantung dengan jenis tanaman. Pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu tanaman tropis yang termasuk dalam genus Carica dan keluarga Caricaceae. Pada saat musim panen, buah pepaya akan masak secara serentak dan buruknya tidak bisa disimpan lama setelah dipetik. Ada pula yang busuk akibat hama, hujan, dan jatuh. Pada pengabdian ini kami melakukan pengolahan limbah buah pepaya yang diolah menjadi pupuk organik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan pembuatan pupuk organik dari MOL limbah buah pepaya dan limbah rumah tangga dilaksanakan secara tatap muka di balai Desa Ponggok. Berdasarkan dari hasil survei diperoleh informasi bahwa 87% masyarakat belum memanfaatkan limbah buah pepaya sebagai pupu organik.Kata kunci: pupuk, pepaya, MOL, pengabdian
Creativity in biology: The impact of Problem-Oriented Project Based Learning on high school students
Ria Novita Ayu Komalasari;
I. Ibrohim;
Dwi Listyorini
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2024): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/jpbi.v10i2.32497
Creativity in biology education is a crucial aspect that enhances students’ understanding of the subject. It consists of several indicators (fluency, flexibility, originality, and elaboration), which can also be used as measuring tools for creativity. This study aimed to determine the influence of the Problem-Oriented Project-Based Learning (POPBL) model in fostering creativity among high school students. The experiment was conducted in April until June 2023. The participants of this study consisted of 10th-grade students from State High School 1 Grogol. The cluster random sampling technique selected X6 as the control and X7 as the experimental classes. This was a quasi-experiment with a Pretest-Posttest Control Group Design, in which two groups were chosen randomly where the classes had previously been tested for equality first. The analysis employed was an analysis of the covariance test. The statistical analysis revealed that students’ creativity in the experimental group was significantly higher than in the control group. Based on this study, we conclude that the POPBL model significantly improved student creativity. We suggest that with higher creativity, students will be able to solve the problems they face in life better.
TAULADAN EYANG DJOEGO (KYAI ZAKARIA II) DAN R.M. IMAN SOEDJONO SEBAGAI PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER
Sulistyorini, Dwi
Hasta Wiyata Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2023.006.01.09
Eyang Djoego bernama asli Kanjeng Kyai Zakaria II atau Thay Lo Su artinya Kyai Guru Tua adalah seorang ulama keraton Mataram. Sedangkan R.M. Iman Soedjono atau Djie Lo Su artinya Guru yang kedua. Ketika wafat beliau dimakamkan di pasarean Gunung Kawi. Jasanya selalu terkenang oleh masyarakat Kesamben Blitar dan masyarakat Gunung Kawi. Meskipun sudah meninggal tetapi masih banyak dikenang akan kebaikan dan ajaran-ajaran budi pekerti luhurnya. Ajaran-ajaran itu masih diterapkan oleh masyarakat Kesamben Blitar maupun Gunung Kawi sampai dengan sekarang. Eyang Djoego dan R.M. Iman Soedjono telah mengajarkan berbagi hal yang bermanfaat kepada masyarakat sehingga  membangun adanya pendidikan karakter yang dapat  diterapkan. Untuk mengkaji tauladan yang diajarkan Eyang Djoego sebagai pendidikan karakter digunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya tauladan Eyang Djoego sebagai guru tua dapat digugu dan ditiru untuk dijadikan sebagai penanaman pendidikan karakter. Pendidikan karakter yang menjadi suri tauladan dari Eyang Djoego, antara lain mengajarkan sopan santun, berbagi sesama, tolong-menolong, kerukunan dan kebersamaan, dan kejujuran.
BENTUK DAN FUNGSI MITOS LEGENDA SELOKAJANG BAGI MASYARAKAT DESA SELOKAJANG KECAMATAN SRENGAT KABUPATEN BLITAR
GAYUH ELPANUSI, GAYUH ELPANUSI;
Sulistyorini , Dwi
Hasta Wiyata Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Hasta Wiayata
Publisher : University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2024.007.002.04
People's belief in forbidden myths and legendary myths is still believed today and is still passed down from generation to generation. This research aims to describe the form and function of the Selokajang legend myth for the people of Selokajang Village, Blitar Regency. This type of research is qualitative research that uses descriptive methods. The theory used in this research is the theory of the Endraswara form which includes the sirikan (ban) myth and the legendary myth. Kirk's theory of myth functions includes entertaining and explanatory functions. The results of this research show that the myths in Selokajang Village are generally sirikan (ban) myths which are related to the legend of Selokajang Village. The legend of Selokajang Village is also indirectly a mythical legend. This is because the mythical legend is a public belief in important events regarding the origins or history of the formation of Selokajang Village
Tipe Kepribadian Ekstrover Tokoh Utama Novel Ganjil Genap Karya Almira Bastari: Kajian Psikoanalisis Carl Gustav Jung : Indonesia
Effendi, Desy Irafadillah;
Dermawan, Taufik;
Sulistyorini, Dwi;
Tamara, Widia
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.v5i1.7480
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tipe kepribadian ekstrover tokoh utama dalam novel Ganjil Genap Karya Almira Bastari. Metode yang digunakan, yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan objektif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata, kalimat, atau paragraf berkaitan dengan narasi, dialog, maupun tingkah laku yang menunjukkan tipe kepribadian ekstrover tokoh utama yang terdapat dalam novel Ganjil Genap. Sumber data dalam penelitian ini berupa novel Ganjil Genap Karya Almira Bastari. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik baca dan catat dengan langkah kerja membaca secara intensif, cermat dan berulang-ulang novel Ganjil Genap sebagai proses pencarian data yang memuat tipe kepribadian ekstrover, menandai data yang sesuai permasalahan penelitian dan pencatatan data. Teknik analisis data menggunakan model Milles & Huberman dengan mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tipe kepribadian ekstrover dalam novel Ganjil Genap. Tipe kepribadian ekstrover yang terdapat dalam novel Ganjil Genap, yaitu ekstrover-pikiran, ekstrover-perasaan, ekstrover-penginderaan, dan ekstrover-pengintuisian. Peneliti menemukan tipe kepribadian ekstrover dalam novel Ganjil Genap secara ekstrover-pikiran dan ekstrover-perasaan lebih dominan daripada ekstrover-penginderaan dan ekstrover-pengintuisian. Hasil penelitian ini juga diharapkan mampu meningkatkan minat baca dan mengapresiasi para peminat sastra. Manfaat bagi pendidikan dapat menjadi salah satu acuan bahan pengajaran serta dapat mengambil pelajaran dari inti sari nilai pendidikan yang terdapat dalam novel.
Development of E-Module Project-Based Learning (PjBL) Plant Diversity Based on the Local Potential of East Sumba Regency to Improve Critical Thinking Skills
Huda, Marleni Rosalia Ndapa;
Sari, Murni Sapta;
Listyorini, Dwi
BIOEDUKASI Vol 22 No. 1 (2024)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/bioedu.v22i1.46155
This research aims to see the differences in the use of project-based learning e-modules based on the local potential of the East Sumba district on critical thinking skills. This research design uses research by Lee and Owens (2004). The research population was all SMA Negeri 2 Waingapu class X students for the 2023/2024 academic year. The samples were taken in 2 classes, namely 36 students for the experimental class and 36 for the control class. The analysis of critical thinking skills uses the ANCOVA test with a significance level of 5%. Based on the SPSS ANCOVA test output table, a significance value of 0.000 was obtained, which means it is smaller than α 0.05 (Sig < 0.05). This identifies that there are significant differences between classes that use e-modules and those that do not use e-modules. Therefore, it can be concluded that using the E-Module Project-Based Learning (PjBL) Plant Diversity Based on the Local Potential of East Sumba Regency significantly affects students' critical thinking skills.
STUDI MORFOLOGI DAN FENETIK TAKSONOMI IKAN INTRODUKSI KHAS TELAGA SARI, PASURUAN
Rahayu, Dwi Anggorowati;
Nugroho, Endik Deni;
Listyorini, Dwi
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol 1, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Biology Education Departement
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (901.324 KB)
|
DOI: 10.35334/bjbe.v1i1.958
Anggota Famili Poeciliidae merupakan ikan introduksi dengan karakteristik berukuran kecil, live-bearers, dimorfi seksual dari segi ukuran tubuh, pola warna dan struktur gonopodium sebagai ciri diagnostik pada ikan jantan. Ikan ini berperan sebagai pengontrol perkembangan nyamuk malaria dan model pembelajaran biologi. Sejauh ini kajian taksonomi dan penelusuran hubungan kekerabatan didalam famili Poeciliidae belum ada. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis, kekerabatan dan pengelompokkan berdasarkan karakter morfologi (morfometrik, meristrik, gonopodium dan ciri diagnostiknya). Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif, dengan pendekatan survey. Pada penelitian ini ditemukan tiga spesies ikan Poeciliidae yaitu Xiphoporus helleri, Poecilia mexicana dan Poecilia reticulata. Dendogram hasil analisis morfologi menggunakan metode UPGMA diperoleh dua kelompok percabangan apomorfi yaitu kelompok Genus Xiphoporus dan Genus Poecilia. Sub Clade automorfi antara Xiphoporus helerri A dan B dengan nilai kesamaan 92%. Pengelompokkan ikan Poeciliidae dibedakan berdasarkan lima karakter utama terpilih yaitu: SL (standart length), Hdl (Panjang kepala), Panjang gonopodium, panjang sirip ekor dan PreDL (Panjang sebelum sirip dorsal).Kejelasan identifikasi ikan introduksi khas Telaga Sari menjadi modal utama dalam aquaculture, manajemen, konservasi, biodiversitas dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Fungsi Mantra Kenduri dalam Upacara Adat Keduk Beji
Wigrahanto, Kifan;
Dermawan, Taufik;
Sulistyorini, Dwi
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/satwika.v7i2.26383
Fungsi dalam mantra menjadi bagian penting dalam bertahannya mantra di masyarakat. Fungsi mantra dilihat dari kegunaan mantra tersebut dalam suatu upacara adat yang terdapat di masyarakat. Fungsi mantra perlu diperhatikan sehingga dapat diketahui mengapa mantra tersebut masih digunakan dalam upacara adat. Fungsi-fungsi mantra tersebut berkaitan dengan ideologi yang dianut oleh maysarakat setempat dimana mantra dan upacara adat tersebut beredar. Artikel ini membahas tentang fungsi mantra upacara adat Keduk Beji di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi terhadap masyarakat setempat yang pernah mengikuti upacara tersebut. Penelitian ini bertujuan menjelaskan fungsi mantra sebagai ideologi masyarakat dimana mantra tersebut beredar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara adat Keduk Beji memiliki fungsi penting dalam mempertahankan norma dan filosofis kebuadayaan berdasarkan agama, nilai-nilai budaya lokal dan mempererat hubungan sosial antar masyarakat. Upacara ini juga membantu memperkuat identitas budaya masyarakat dan memberikan peluang bagi para pemuda untuk belajar dan mempertahankan kebudayaan tradisional. Artikel ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran mantra kenduri dalam upacara adat Keduk Beji sebagai membangun kebersamaan dan kerjasama dalam masyarakat serta mempertahankan nilai-nilai budaya tradisional di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi. The function in spells becomes an important part of the survival of spells in society. The function of the mantra is seen from the use of the mantra in a traditional ceremony found in the community. The function of the mantra needs to be considered so that it can be known why the mantra is still used in traditional ceremonies. The functions of these mantras are related to the ideology adopted by the local community where the traditional mantras and ceremonies circulate. This article discusses the function of the traditional ceremonial mantra of Keduk Beji in Tawun Village, Kasreman District, Ngawi Regency. This study used a type of qualitative research by conducting in-depth interviews and observations of local people who had attended the ceremony. This study aims to explain the function of mantras as the ideology of the society in which the mantra circulates. The results showed that the traditional Keduk Beji ceremony has an important function in maintaining cultural norms and philosophies based on religion, local cultural values and strengthening social relations between communities. The ceremony also helps strengthen the cultural identity of the community and provides opportunities for young people to learn and maintain traditional culture. This article provides a deeper understanding of the role of the kenduri mantra in the traditional ceremony of Keduk Beji as building togetherness and cooperation in the community and maintaining traditional cultural values in Tawun Village, Kasreman District, Ngawi Regency.
Pesona Pantun Jarjit dalam Serial Animasi Upin-Ipin: Pantun sebagai Diplomasi Budaya Indonesia-Malaysia
Aswan, Aswan;
Darmawan, Taufik;
Sulistyorini, Dwi
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 12, No 2 (2023): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26499/jentera.v12i2.6276
The animated series Upin and Ipin has had a wide-ranging impact on the Malaysian-Indonesian community. Jarjit is an influential figures in animated series. Jarjit is popular because he is good at singing rhymes while communicating with other figures. The purpose of this study is to examine the charm of Jarjit's pantun and its relevance to cultural diplomacy instruments to strengthen Malaysia-Indonesia relations. The method used was qualitative, with a content analysis approach involving several stages. The data source in this study is the Les'Copauque YouTube channel, while the research data are Jarjit rhymes from 45 episodes of Upin and Ipin. The findings of this study are that Jarjit's rhymes in the animated series Upin and Ipin have a unique charm in terms of the characteristics of Jarjit rhymes, which always start with two or three as the sampiran of the rhymes; Jarjit, who comes from Indian ethnicity; the type of karmina rhymes; Jarjit rhymes as a children's oral tradition; and pantun jarjit as a representation of multiculturalism. Based on the charm of Jarjit's pantun, the poem is entitled that Jarjit's rhyme is an instrument of cultural diplomacy that can strengthen Malaysia-Indonesia relations. AbstrakSerial animasi Upin dan Ipin memberi dampak yang luas biasa bagi masyarakat Malaysia-Indonesia. Salah satu tokoh yang berpengaruh di dalam serial animasi tersebut adalah Jarjit. Jarjit populer karena piawai berpantun ketika berkomunikasi dengan tokoh-tokoh lainnya. Dari fenomena tersebut, tujuan penelitian ini adalah mengkaji pesona pantun Jarjit dan relevansinya pada instrumen diplomasi budaya untuk memperkokoh hubungan Malaysia-Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan konten analisis melalui beberapa tahapan. Sumber data dalam penelitian ini adalah kanal Youtube Les’Copauque sedangkan data penelitian adalah pantun Jarjit dari 45 episode Upin dan Ipin. Temuan penelitian ini adalah pantun Jarjit dalam serial animasi Upin dan Ipin memiliki pesona yang unik ditinjau dari ciri khas pantun Jarjit yang selalu berawal dari dua tiga sebagai sampiran pantunnya, Jarjit yang berasal dari etnis India, jenis pantun karmina, pantun Jarjit sebagai tradisi lisan anak, dan pantun Jarjit sebagai representasi multikulturalisme. Berdasarkan pesona pantun Jarjit tersebut, disimpulkan bahwa pantun Jarjit merupakan instrumen diplomasi budaya yang dapat memperkokoh hubungan Malaysia-Indonesia.