Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) idealnya tidak hanya menekankan penyampaian konsep normatif, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir reflektif dan ilmiah dalam menginternalisasi nilai iman dan taqwa. Namun, praktik di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran sering masih berorientasi pada hafalan sehingga diperlukan strategi yang mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi simpulan ilmiah pada fase penutup pembelajaran PAI, khususnya pada materi Iman dan Taqwa, serta menelaah dampak pedagogisnya terhadap pemahaman dan sikap peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek seorang guru PAI dan 30 peserta didik kelas VIII di Wustha Terpadu Miftahul Falah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi sumber dan metode untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi simpulan ilmiah diterapkan melalui tiga tahapan utama, yaitu refleksi nilai, formulasi simpulan berbasis dalil dan analisis rasional, serta internalisasi nilai. Observasi menunjukkan 86% siswa mampu mengaitkan konsep iman dengan perilaku taqwa secara argumentatif. Guru juga melaporkan bahwa strategi ini meningkatkan kesadaran nilai dan kemampuan reflektif siswa, meskipun terkendala keterbatasan waktu. Analisis dokumen mengungkapkan bahwa strategi ini belum tertulis eksplisit dalam RPP, tetapi terlaksana secara konsisten dalam praktik. Simpulan penelitian menegaskan bahwa strategi simpulan ilmiah efektif memperkuat pemahaman konseptual, sikap reflektif, dan karakter religius peserta didik, serta relevan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran bernalar ilmiah dan berorientasi nilai. Penelitian merekomendasikan integrasi instruksi simpulan ilmiah dalam RPP dan pengembangan rubrik penilaian khusus.